SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
“PEMERIKSAAN IVA UNTUK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA
WUS (WANITA USIA) DI RW 04, 14, 20 KELURAHAN PAGAMBIRAN”
DISUSUN OLEH : S2 ILMU KEBIDANAN UNAND ANGKATAN 2017
PROGRAM PASCASARJANA ILMU KEBIDANAN
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG 2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
“PEMERIKSAAN IVA UNTUK DETEKSI DINI KANKER SERVIKS PADA
WUS (WANITA USIA) DI RW 04, 14, 20 KELURAHAN PAGAMBIRAN”
PokokBahasan : Kanker serviks dan cara pencegahannya.
Sub PokokBahasan : Pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks
Waktu : 09.00-12.00 WIB
Tanggal : 05 Desember 2018
Tempat : Puskesmas
Oleh : S2 ILMU KEBIDANAN UNAND ANGKATAN 2017
I. Tujuan Intruksional Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, ibu – ibu mampu mengetahui tentang
pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks.
II. Tujuan Intruksional Khusus
Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit, sasaran dapat menjelaskan
tentang materi yang telah disampaikan.
III. Materi
1. Pengertian Kanker serviks
2. Faktor resiko terjadinya kanker serviks
3. Gejala Kanker serviks
4. Proses Terjadinya Kanker Serviks
5. Deteksi dini kanker serviks
6. Cara pencegahannya
7. Pemeriksaan IVA
8. Cara pemeriksaan
9. Hasil Pemeriksaan IVA
10. Keunggulan tes IVA
11. Tempat dimana saja dilakukan pemeriksaan IVA
IV. Kerangka Pemateri
KERANGKA PEMATERI
Waktu Kegiatan
10 menit 1. Pembukaan
Salam
Pengenalan
Tujuan
Agar materi yang disampaikan dapat
diterima dengan baik oleh audiens
30 menit 2. Inti/ Materi
a. Pemberi Penyuluhan menjelaskan
materi
Pengertian Kanker serviks
Faktor resiko terjadinya kanker
serviks
Gejala Kanker serviks
Proses Terjadinya Kanker Serviks
Proses Terjadinya Kanker Serviks
Deteksi dini kanker serviks
Cara pencegahannya
Pemeriksaan IVA
Cara pemeriksaan
Hasil pemeriksaan
Keunggulan tes IVA
Tempat dimana saja dilakukan
pemeriksaan IVA
b. Sasaran menyimak materi
20 menit 3. Penutup
a. Menyimpulkan Materi
b. Pemberian salam
V. Evaluasi
Melakukan pertanyaan tertutup dan ibu mau mengikuti pemeriksaan IVA yang
diadakan setelah Penyuluhan dilakukan dipuskesmas.
VI. Lampiran
Materi
MATERI KANKER SERVIKS
1. Pengertian Kanker Serviks
Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh dalam leher rahim/ serviks (bagian
yang terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina) (Rasjidi, 2010). Sedang
menurut Sukaca 2009, Kanker seviks adalah kanker yang terjadi pada serviks uterus (leher
rahim, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah
rahim yang terletak antara rahim dan liang senggama (vagina). Kanker serviks sering
disebut juga kanker leher rahim.
2. Faktor Resiko Terjadinya Kanker Serviks
a. Umur nampaknya memainkan peran tertentu, insiden akan meningkat sekitar usia 35
tahun ke atas dan menurun pada usia menopause dan sangat jarang terjadi pada wanita
kurang dari usia 15 tahun.
b. Merokok. Wanita yang merokok memiliki resiko tiga kali lebih besar terhadap kanker
serviks daripada non-perokok. Bahan-bahan yang ditemukan dalam rokok setelah
terhisap melalui paru-paru dapat terdistribusi luas ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
Beberapa senyawa tersebut dapat dijumpai pada lendir serviks wanita yang merokok.
Peneliti meyakini bahwa bahan-bahan kimia tersebut dapat merusak DNA pada sel-sel
serviks dan berkontribusi terhadap berkembangnya kanker serviks.
c. Pil KB. Penggunaan pil KB dapat meningkatkan risiko kejadian kanker serviks, terutama
yang sudah positif terkena HPV. Fakta menunjukkan bahwa penggunaan kontrasepsi oral
(pil KB) sedikitnya 5 tahun ada hubungannya dengan peningkatan risiko kanker serviks.
Analisis data oleh International Agency for Research on Cancer (IARC) pada tahun 2003
menemukan bahwa ada peningkatan resiko kanker serviks dengan penggunaan
kontrasepsi oral, dan resiko berkurang ketika obat kontrasepsi oral dihentikan. Laporan
dari IARC menyatakan bahwa dari 8 studi mengenai efek penggunaan kontrasepsi oral
pada wanita yang positif terhadap HPV, ditemukan peningkatan resiko 4 kali lebih besar
pada mereka yang menggunkan kontrasepsi oral lebih dari 5 tahun. Resiko kanker
serviks juga meningkat pada wanita yang menggunakan kontrasepsi oral pada usia
sebelum 20 tahun.
d. Mempunyai pasangan yang sering berganti-ganti partner dalam hubungan seks.
e. Berhubungan seks dengan laki-laki yang tidak disunat. Smegma, adalah substansi
berlemak. Biasanya terdapat pada lekukan dekat kepala kemaluan atau penis dan didapati
pada laki-laki yang tidak disunat. Smegma sebenarnya adalah sekret alami yang
dihasilkan kelenjar subaceous pada kulit penis. Namun ternyata hal ini berkaitan dengan
meningkatnya resiko seorang laki-laki sebagai pembawa dan penular virus HPV.
3. Gejala Kanker Serviks
a. Perdarahan vagina yang bersifat abnormal
b. Adanya riwayat keputihan menahun
c. Perdarahan setelah berhubungan seksual
d. Nyeri yang menjalar ke pinggang atau tungkai
e. Nyeri saat perkemih
4. Proses Terjadinya Kanker Serviks
Gejala umum kanker adalah dikarenakan adanya pertumbuhan sel yang tidak normal
dalam tubuh. Namun sebelum sel-sel tersebut menjadi kanker terjadi perubahan bentuk
yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan itu tidak hanya satu atau dua tahun saja.
Perubahan itu memakan waktu hingga bertahun-tahun sebelum menjadi kanker. Sebenarnya
selama jeda tersebut jika Anda telah mengetahui bahwa Anda terkena kanker leher rahim
maka hal tersebut dapat dicegah. Anda dapat menghentikan sel-sel yang tidak normal
tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat
dideteksi dengan kehadiran tes yang disebut dengan pap smear tes. sehingga semakin dini
sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher
[Link] atau leher rahim/mulut rahim terletak di bagian ujung bawah rahim yang
menonjol ke liang senggama (vagina). Kanker leher rahim terjadi dikarenakan adanya
pertumbuhan yang tidak normal dalam tubuh. Namun perkembangan kanker serviks secara
bertahap, tetapi progresif. Proses terjadinya kanker ini dimulai dengan sel yang mengalami
mutasi lalu berkembang menjadi sel displastik sehingga terjadi kerainan epitel yang disebut
disprasia. Dimulai dari displasia ringan, displasia sedang, displasia berat, dan akhirnya
menjadi Karsinoma In-Situ (KIS), kemudian berkembang lagi menjadi karsinoma invasif.
5. Deteksi Dini Kanker Serviks
Deteksi dini kanker serviks adalah pemeriksaan untuk menemukan kanker dileher
rahim, dari sejak perubahan awal sel sampai dengan pra kanker.
Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:
a. Pencegahan primer
Pencegahan primer adalah pencegahan terhadap etiologi penyakit.
b. Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder adalah penemuan dini, diagnosis dini, dan terapi dini
terhadap kanker.
c. Pencegahan tersier
Yang dimaksud pencegahan tersier adalah upaya meningkatkan angka
kesembuhan, angka survival, dan kualitas hidup dalam terapi kanker.
6. Cara pencegahan Kanker serviks
a. IVA (Inspeksi Asam Asetat)
b. Pap smear
c. Biopsi
7. Pemeriksaan IVA
Pemeriksaan IVA Merupakan pemeriksaan yang sederhana, murah, cepat dan cukup
akurat untuk menemukan kelainan pada tahap kelainan sel (displasia) atau sebelum pra
kanker serviks bila dibandingkan dengan pemeriksaan lainnya. IVA salah satu cara
melakukan tes kanker serviks yang mempunyai kelebihan yaitu kesederhanaan teknik dan
kemampuan memberikan hasil yang segera kepada ibu. Selain itu juga bisa dilakukan oleh
hampir semua tenaga kesehatan yang telah mendapatkan pelatihan.
8. Cara pemeriksaan IVA
Pemeriksaan IVA dilakukan dengan melihat langsung leher rahim yang telah di olesi
dengan larutan asam asetat 3-5% setelah ditunggu 1-2 menit kan terlihat bercak putih bila
terdapat perubahan pada mulut rahim.
9. Hasil pemeriksaan IVA
a. Hasil tes-positif : bila ditemukan plak putih yang tebal berbatas tegas atau epitel
acetowhite (bercak putih), terlihat menebal dibandingkan dengan sekitarnya, seperti
leukoplasia, terdapat pada zona transisional, menjorok ke arah endoserviks dan
ekstoserviks.
b. Positif I (+) : samar, transparan, tidak jelas, terdapat lesi bercak putih yang ireguler
pada serviks, lesi bercak putih yang tegas, membentuk sudut (angular), geograpic
acctowhite lessions yang terletak jauh dari sambungan skuamosa.
c. Positif 2 (+ +) : lesi achetowhite yang buram, padat dan berbatas jelas sampai
kesambungan skumokolumnar, lesi acetowhite yang luas circumorificial, berbatas tegas,
tebal, dan padat pertumbuhan pada serviks menjadi acetowhite.
d. Hasil tes negatif : permukaan polos dan halus, berwarna merah jambu. Bila area bercak
putih yang berada jauh dari zona transformasi. Area bercak putih halus atau pucat tanpa
batas jelas. Bercak bergaris-garis seperti bercak putih. Bercak putih berbentuk garis
yang terlihat pada batas endoserviks. Tak ada lesi bercak putih. Bercak putih pada polip
endoservikal atau kista nabothi. Garis putih mirip lesi acetowhite pada sambungan
skuamokolumnar.
e. Infeksi : servisitis (infamasi, hiperemisis), banyak flour, ektropion, polip.
f. Kanker : massa mirip kembang kol atau ulkus dan mudah berdarah.
10. Keunggulan Tes IVA
a. Mudah dan praktis dilakukan
b. Biaya murah
c. Alat-alat yang dibutuhkan sangat sederhana
d. Dapat segera diterapi
e. Hasil bisa langsung diketahui
f. Dapat dilakukan oleh dokter/bidan
11. Tempat pemeriksaan IVA
a. Bidan desa
b. Puskesmas
c. Rumah sakit
DAFTAR PUSTAKA
Depkes RI. (2008). Krinning kanker serviks dengan metode IVA. Jakarta.
Novel. S. Sinta, dkk. (2010). kanker serviks dan infeksi human pappilomavirus (HPV). Jakarta:
JavaMedia Network.
Rahayu. S. D. (2015). Asuhan ibu dengan kanker serviks. Jakarta: Salemba Medika.
Samadi, Heru. P. (2011). Yes, I know everything about kanker serviks. Solo: Metagraf.
Setiati, Eni. (2009). Waspada 4 Kanker ganas pembunuh wanita. Yogyakarta: Andi Offset.
Supinto, Sutiono. (2008). cegah dini kanker dan tumor. Jakarta: Sunda kelapa Pustaka.
Wiknjosastro, Hanifa. (2007). Ilmu Kandungan. Jakarta: YBPSP