PROGRAM KERJA
UNIT VK
Penulis Dokumen [Link] VK
Tahun 2018
Jumlah Halaman 10 Halaman
1. PENDAHULUAN
Mutu (kualitas) pelayanan kesehatan menurut Wijono (1999) adalah
derajatdipenuhinya standar profesi atau standar operasional prosedur (SOP) dalam
pelayananpasien dan terwujudnya hasil-hasil outcome seperti yang diharapkan oleh profesi
maupunpasien yang meliputi pelayanan, diagnosa terapi, prosedur atau tindakan
penyelesaianmasalah klinis. Sedangkan menurut Giebing (1994), kualitas pelayanan
kesehatan adalahtercapainya kriteria keberhasilan pelayanan yang telah ditentukan.
Peningkatan mutu dan Keselamatan Pasien adalah upaya untuk meningkatkan
mutusecara keseluruhan dengan terus menerus mengurangi risiko terhadap pasien dan staf
baikdalam proses klinis maupun lingkungan fisik, demi tercapai keinginan masyarakat
untukmendapatkan pelayanan yang berkualitas. Selain pelayanan kesehatan yang
berkualitas juga dituntut pelayanan yang menjunjung/berorientasi pada keselamatan pasien.
Cross & Bluedalam Giebing 1994 mengemukakan bahwa kualitas pelayanan kesehatan
berhubungandengan lima karakteristik proses pelayanan kesehatan yaitu
1. dapat dicapai;
2. diterima masyarakat;
3. komprehensif;
4. berkesinambungan dan
5. terdokumentasi.
Akreditasi RS merupakan upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit yang
dilakukan dengan membangun sistem dan budaya mutu. Melalui akreditasi RS
diharapkanada perbaikan sistem di RS yang meliputi input,processdan product output
(meliputi outputdan outcome), sehingga tercapai pelayanan yang berkualitas meliputi
safety, satisfaction,selfcare, anxiety, comfort dan knowledge.
2. LATAR BELAKANG
a. Kualitas dan kuantitas SDM yang belum optimal
b. Sarana prasana perlu di tingkatkan
c. Belum semua indikator mutu unit terpantau untuk perbaikan dan system
pengembangan
3. TUJUAN
a. Tujuan Umum
Meningkatkan mutu dan keselamatan pasien di Unit Rawat Inap VK
b. Tujuan Khusus
Meningkatkan mutu pelayanan klinis
Meningkatkan mutu manajemen
Meningkatkan pemenuhan sasaran keselamatan pasien
Tercapainya monitoring/evaluasi pelayanan/asuhan kesehatan pasien
Tercapainya profesionalisme petugas kesehatan dalam melakukan tindakan
berdasarkan SPO
Tercapainya kinerja yang tinggi dari staf Unit Rawat Inap VK
4. KEGIATAN POKOK & RINCIAN KEGIATAN
a. Kegiatan Pokok
Melaksanakan kegiatan pengelolaan semua kegiatan di unit VK di lingkungan Rumah
Sakit Al Rohmah
b. Rincian Kegiatan
Dalam penyusunan program kerja unit diantaranya mengacu dari SPM
berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 65 tahun 2008 tentang
PedomanPenyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal, sehingga diharapkan
akan menjamin akses dan mutu pelayanan dasar kepada masyarakat secara merata dan
terjangkau. Untuk pelaporan program kerja unit ini dilakukan secara rutin 3 bulan sekali
dan dilanjutkan ke Rumah Sakit melalui Kabid Kepegawaian dan Umum.
1) Standar Pelayanan Minimal yang dilakukan di Unit Rawat Inap VK adalah:
a) Rawat inap umum
- Kejadian infeksi nosokomial
- Tidak adanya kejadian pasien jatuh yang berakibat kecacatan/kematian
- Kematian pasien > 48 jam
- Kejadian pulang paksa
b) Persalinan dan perinatologi
- Kejadian kematian ibu karena persalinan
- Pemberi pelayanan persalinan normal
- Pemberi pelayanan persalinan dengan penyulit
- Pemberi pelayanan persalinan dengan tindakan operasi
- Pertolongan persalinan melalui seksio cesaria
- Keluarga Berencana:
Presentase KB
Presentasi peserta KB mantap yang mendapat konseling KB mantap oleh
bidan terlatih
2) Indikator mutu kunci :
a) Indikator Mutu Area Klinis
Indikator mutu area klinis megacu pada indikator mutu 10 area klinis Rumah sakit
yang dilakukan di Ruangan rawat inap, meliputi:
- Assesmen Pasien : Kelengkapan pengisian assesmen awal keperawatan pasien
baru dalam waktu 24 jam setelah MRS.
- Penggunaan darah dan produk darah: penggunaan tranfusi lebih dari 6 jam
- Pencegahan dan pengendalian pengawasan, serta pelaporan infeksi: persentase
kepatuhan petugas kesehatan dalam melakukan kebersihan tangan dengan
metode 5 momen di Rawat inap
b) Indikator International library
- I-VTE-1 : angka kejadian plebitis
- I-PC-1 : wanita pada kehamilan pertama dengan satu bayi dan posisi normal
melahirkan dengan proses persalinan Sectio Caesaria pada usia kehamilan 37-42
minggu
- I-PC-2 : pemberian ASI ekslusif pada bayi baru lahir selama di rawat di rumah sakit
c) Indikator area manajemen
- Pengadaan serta suplai obat-obatan penting bagi pasien yang dibutuhkan secara rutin
- Kegiatan pelaporan (yang diatur oleh undang-undang)
- Manajemen resiko
- Manajemen sumber daya manusia
- Harapan dan kepuasan pasien dan keluarga pasien
- Harapan dan kepuasan staf
- Demografi dan diagnosis klinis pasien
- Pencegahan dan pengendalian, pengawasan, serta pelaporan infeksi
d) Sasaran Keselamatan Pasien
- Ketetapan identifikasi pasien : Kepatuhan identifikasi pasien di ruang rawat inap
- Peningkatan Komunikasi yang efektif : Kepatuhan prosedur pemberian obat
dengan prinsip READBACK dari petugas rawat inap kepada DPJP ditanda tanganidalam
waktu 24 jam
- Keamanan obat-obatan yang perlu kewaspadaan tinggi : Kepatuhan pemberianlabel obat
high alert oleh farmasi
- Pencegahan infeksi nosocomial : Persentase kepatuhan petugas kesehatan dalammelakukan
kebersihan tangan dengan metode 6 langkah dan 5 momen
- Mengurangi resiko pasien jatuh : Insiden pasien jatuh selama perawatan rawatinap di
Rumah Sakit
3) Insiden Keselamatan Pasien
Pencatatana dan pelaporan insiden keselamatan pasien dibudayakan dengan
menekannkan untuk tidak takut melporkan untuk dicari what & why nya bukan whonya
(peerbaikan sistem untuk mencegah tidak terjadinya insiden keselamatan pasien).
Insiden keselamatan pasien yang perlu dilakukan pencatatan dan pelaporan terdiri dari :
kejadian sentinel, KTD, KNC, KPC,
4) Insiden Kecelakaan Kerja
Untuk meningkatkan perhatian, kesejahteraan, keselamatan dan keamanan
petugas/staff dalam bekerja maka dilakukan pencatatan dan pelapaoran insiden
kecelakaan kerja sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan K3.
5) Penilaian kinerja staf
Adalah penilaian kinerja /Performance Appraisal” dari masingmasing
staf sesuai profesi pada saat bertugas, dilakukan oleh atasannya atau pejabat
yang berwenang dengan menggunakan Pedoman Penilaian Kinerja
6) Penilaian kinerja unit; Pencatatan dan penilaian kinerja unit dilihat dari:
Jumlah pasien dan hari perawatan berdasarkan status pasien dan kelas perawatan
BOR, ALOS
5. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Dalam pelaksanaan PMKP di unit kerja dengan menggunaan metode siklus PDC/SA
Plan : Membuat rencana program dan rencana kerja serta form pengumpulan
data/sensus harian,
Do : Melaksanakan pengumpulan data dan palaksanaan program unit kerja
Check : Melakukan analisa data dan validasi data atas data yang dikumpulkan
Action : Melakukan tindak lanjut atas hasil yang didapatkan
Pelaksanaan kegiatan melalui pertemuan rutin tiap bulan, audit kepatuhan pelaksanaan
indikator dan evaluasi dari penanggung jawab ruangan.
6. SASARAN
Standar Pelayanan Minimal
Indikator mutu Area manajemen
Indikator Sasaran keselamatan pasien
7. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN UNIT VK
Bulan
September
November
Desember
Februari
Agustus
Oktober
Indikator SPM
Januari
Maret
April
Juni
Mei
Juli
Pemberi pelayanan persalinan adanya Tim × × ×
normal, dan pemberi pelayanan Ponek
dengan penyulit terlatih
Tersedia × × ×
Pemberi pelayanan Obgyn di Bidan jaga
UGD PONEK
diUGD
Ketersediaan fasilitas dan sesuai × × ×
peralatan yang memadai dengan
Kelas RS
Ketersediaan Prasarana dan × × ×
peralatan memadai serta Kondisi
100 %
pasien stabil tinggi sebelum
dilakukan terminasi
sesuai × × ×
Ketersediaan fasilitas dan
dengan
peralatan yang memadai
Kelas RS
sesuai × × ×
Ketersediaan ruang rawat inap px
dengan
obgyn
Kelas RS
Syarat sebagai pemberi layanan × × ×
100%
kesehatan
PELAKSANAAN KEGIATAN UNIT VK
Prioritas Program Ketua Penanggung
No. Penyebab Masalah Solusi Sasaran Indikator Target Lokasi Anggaran
Masalah Kegiatan Pelaksana Jawab
Semua Bidan dituntut Rp.
Pemberi Mengiku
bersertifikat APN, 65.000.000
SDM mengikuti Tenaga Bidan, pelayanan ti jadwal
CTU, PPGDON, In House adanya Ka. Unit Direktur RS,
(Standar pelatihan APN, [Link],[Link] persalinan Diklat
PONEK Training dan Tim VK dan Wadir Yan-
1 kompetensi) CTU, ,[Link] normal, dan RS
([Link],[Link],[Link] Exhouse Ponek Diklat RS Keu dan
Tenaga PPGDON, UGD,Bidan,Pera pemberi /Institusi
ga Training terlatih Al-Rohmah Kabid Kep
Bidan PONEK wat pelayanan dengan pelatihan
UGD,Bidan,Perawat
penyulit .
)
Tersedi Tunda/Rolli
Wadir
Penambahan a Bidan Direktur RS, ng
Keterbatasa Kurangnya tenaga Pemberi Yanmed
Menambah Bidan jaga jaga PONEK Wadir Yan-
2 n tenaga bidan untuk PONEK Tenaga Bidan pelayanan Obgyn Kabid
Bidan Jaga PONEK PONE UGD Keu dan
bidan diUGD di UGD Kepeg. dan
diUGD K Kabid Kep
Ka unit VK
diUGD
Peralatan belum Ketersediaan Rp.
Sarana sesuai Direktur RS,
tersedia( fasilitas dan [Link] 55.000.000
ruang Menambah Pengadaan dengan PONEK Wadir Yan-
3 Bedginek,troly Sarana prasarana peralatan yang VK, IPS
PONEK sarana sarana Kelas UGD Keu dan
emergency,infarmwar memadai RS,
UGD RS Kabid Kep
mer dll)
Ketersediaan Rp.
Prasarana dan 5.000.000
Menambah peralatan
Belum tersedia ruang Melokalisir Direktur RS,
Prasarana Ruang Ruang Observasi memadai serta Ruang Ka. Unit
observasi untuk observasi Wadir Yan-
4 Ruang Observasi dengan resiko Kondisi pasien 100% Laborat VK , IPS
pasien dengan resiko pasien dengan Keu dan
Observasi dengan resiko tinggi stabil tinggi Lama RS
tinggi kasus Kabid Kep
tinggi sebelum
dilakukan
terminasi
Peralatan belum Ketersediaan sesuai Direktur RS, Rp.
Sarana Pengadaan dengan [Link] 23.500.000
tersedia meliputi Menambah fasilitas dan Ruang Wadir Yan-
5 Ruang Sarana Sarana Prasarana Kelas VK, IPS
(Bedginek,monitor,tir sarana prasarana peralatan yang VK Keu dan
Observasi Prasarana RS RS,
ai dll memadai Kabid Kep
Prasarana sesuai Direktur RS, Rp.
Kurangnya ruang Ketersediaan
ruang rawat Menambah Penambahan Ruang rawat inap dengan Wadir Yan- 6000.000
6 rawat inap kelas 3 ruang rawat inap IPS RS
inap px ruangan kls 3 ruang px obgyn Kelas Keu dan
untuk px obgyn px obgyn
obgyn RS Kabid Kep
Pengadaan SIPB Rp.500.000
untuk
Bidan AR belum Mengurus dan Syarat sebagai IBI BWI
Belum ada Meningkatkan Bidan di RS Al
7 mempunyai SIPB melengkapi pemberi layanan 100% /Dinkes [Link] Direktur RS
SIPB kualifikasi Rohmah
untuk RS AR SIPB kesehatan BWI
praktik
kebidanan
8. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORANNYA
Dalam evaluasi pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara bekala, setiap bulan.
Datadikumpulkan melalui sensus harian oleh masing-masing penanggung jawab
pengumpul datadi ruangan kemudian disetorkan ke Ka Unit VKdan dilakukan analisa
serta Rencanan Tindaklanjut yang selanjutnya dilaporkan ke Kepala Rumah Sakit melalui
Panitia [Link] dilakukan berkala :
Harian oleh pelaksana ruangan
Bulanan (laporan Ka Unit)
Sarana yang dipakai dalam monev adalah:
1) Laporan langsung kepanitia PMKP dan unit secara teratur maupun insidentil)
2) Rapat bulanan Mutu dan Staf
9. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Dilakukan melalui sensus harian indikator mutu dan pelaporan setiap bulan
daripenangung jawab ruangan kepada kepala unit untuk di analisa dan pembuatan
rencanatindak lanjut oleh tim mutu UnitVKdan dilanjutkan kepada Direktur melalui
KKPRS.
Pencatatan pelaporan Insiden Keselamatan Pasien unit kerja dan apabila ditemukan
insiden keselamatan pasien dilakukan pelaporan dan pembuatan kronologis untuk
dilaporkan ke Unit VK dan dilanjutkan ke komite KPRS
Evaluasi kegiatan dilakukan oleh Ka Unit untuk selanjutnya dilakukan
pembuatanRencana Tindak Lanjut.
10. PENUTUP
Demikian program kerja Unit VK sebagai pedomansuatu upaya dalam
pelaksanaan peningkatan mutu dan keselamatan pasien di lingkup UnitVK Rumah Sakit
Umum Al Rohmah..
Banyuwangi, Desember 2017
Ka Unit VK
Betaliya Viki sari, [Link]