18
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Kajian Pustaka
1. Blue Ocean Strategy
a. Pengertian Blue Ocean Strategy
The main statement about the Blue Ocean
Strategy is a way how, companies can create
uncontested market space that makes the competition
irrelevant. Therefore Kim and Mauborgne rely on
their study from 2004 where they analysed 150 companies
within 30 industries over 100 years and reasoned that two
kinds of markets called the “blue and red oceans”, existed in
their opinion. But only the companies from the blue ocean
markets were able to achieve true success.1The blue oceans
stand for completely new and undiscovered markets and
opportunities with new value creations, new customer bases
and no competition. Demand is created, growth is profitable
and rapid, competition is irrelevant, rules of the game are not
set,wide deep potential of market space that is not yet explored,
“blue ocean” = vast, deep, powerful, in terms of profitable
growth, and infinite.2
Blue Ocean Strategy adalah cara bagaimana strategi,
perusahaan dapat menciptakan pasar yang tidak terbantahkan ruang
yang membuat kompetisi tidak relevan. Oleh karena itu Kim dan
Mauborgne mengandalkan studi mereka dari tahun 2004 di mana
mereka menganalisis 150 perusahaan dalam 30 industri lebih dari
100 tahun dan beralasan bahwa dua jenis pasar disebut "samudera
biru dan samudra merah ", ada di pendapat mereka. Tetapi hanya
1
Fatemeh Abdi,”Blue Ocean Strategy ; Definitions and Frameworks’, in Advanced Social
Humanities and Management Vol 2 No 3 Iss: 2,May, 2015, 122-125.
2
Kim, W. C. and Mauborgne, R, “Value innovation: a leap into the blue ocean”, in Journal
research of Business Strategy, Vol. 26 Iss: 4, June, 2005,. 22 –28.
19
perusahaan dari pasar blue ocean strategy mampu mencapai
kesuksesan sejati. Samudera biru berdiri untuk pasar yang sama
sekali baru dan belum ditemukan dan peluang dengan nilai baru
kreasi, basis pelanggan baru dan tidak ada kompetisi. Permintaan
dibuat, pertumbuhan menguntungkan dan cepat, kompetisi tidak
relevan, aturan permainan tidak diatur, potensi yang mendalam
macam ruang pasar yang belum dieksplorasi, "blue ocean" = luas,
mendalam, kuat, dalam hal pertumbuhan yang menguntungkan,
dan tak terbatas.
Menurut Kim dan Mauborgne, terdapat sembilan poin kunci
dari Blue Ocean Strategy, antara lain:3
1) Blue Ocean Strategy merupakan hasil studi satu dekade
yang cukup lama dari 150 strategi yang sudah dijalankan
oleh lebih dari 30 industri selama 100 tahun (1880-2000).
2) Blue Ocean Strategy merupakan usaha untuk menciptakan
diferensiasi dan harga rendah secara bersamaan.
3) Tujuan blue ocean strategy adalah tidak untuk bergabung
dalam persaingan pada industri yang sudah ada, melainkan
menciptakan ruang pasar baru atau menciptakan samudra
biru, dan membuat persaingan menjadi tidak relevan lagi.
4) Blue Ocean Strategy menawarkan satu set metodologi dan
alat-alat untuk menciptakan ruang pasar baru.
3
Tavallaee , R , “ The Blue Ocean Strategy , as revolutionary in the field of strategic
Management. “in Police Journal of Human Development , 2010,vol .24, 55 –77.
20
5) Blue Ocean Strategy menawarkan metodologi dan proses
yang sistematis dan dapat diperbaharui, dalam menciptakan
suatu inovasi dari perusahaan yang sudah ada maupun
perusahaan baru.
6) Kerangka kerja dan alat yang digunakan pada blue ocean
strategy antara lain adalah: kerangka kerja empat langkah,
skema hapuskan-kurangi-tingkatkan-ciptakan, kanvas
strategi, kurva nilai, peta pioneer-migrator-settler (PMS)
7) Kerangka kerja dan alat-alat tersebut di desain secara visual
tidak hanya untuk menciptakan rumusan kebijaksanaan
perusahaan yang efektif, tetapi juga untuk mengeksekusi
dengan efektif melalui komunikasi yang mudah.
8) Blue Ocean Strategy melingkupi merumuskan strategi dan
mengeksekusi strategi.
9) Terdapat 3 konsep kunci dalam membangun blue ocean
strategy, yaitu: nilai inovasi, penerapan kepemimpinan
tipping point, dan proses yang adil.
b. Blue Ocean versus Red Ocean
Red ocean adalah situasi persaingan industri yang relevan saat
ini. Dimana dalam persaingan ini sudah diketahui dan dimiliki
adanya parameter khusus tentang besarnya market, batasan-batasan
industri tersebut berada. Dalam persaingan red ocean perusahaan
tersebut mencoba saling bersaing dengan rival-nya untuk meraih
21
konsumen yang telah eksis, walaupun resikonya mereka harus berada
dalam persaingan yang makin sesak. Sehingga dalam kondisi seperti
ini yang dikorbankan adalah margin dan pertumbuhan. Dapat kita
jumpai perusahaan yang masuk dalam persaingan red ocean memiliki
peluang yang lebih kecil untuk memenangkan persaingan. Mereka
akan terus terjebak dalam peperangan harga. 4
Pada titik tertentu, terjadilah proses komoditisasi yang dapat
mengakibatkan, semua produk ini dapat kehilangan diferensiasinya.
Dalam kondisi inilah maka red ocean berubah menjadi samudra
penuh darah.5
Perbedaan antara konsep BOS dengan Red Ocean Strategy
(ROS), yaitu sebagai berikut: Digunakannya istilah red dan blue
ocean adalah untuk menggambarkan warna sebuah ruang pasar. Red
ocean adalah jenis industri yang eksis saat ini –the known market
space. Dalam red ocean, batasan suatu industri termasuk aturan main
sudah diketahui dan diterima. Disini perusahan mencoba berjuang
mengalahkan para rival-nya untuk mengambil bagian yang paling
besar dari demand yang sudah ada. Maka semakin penuh ruang
pasarnya, prospek untuk mendapatkan profit dan pertumbuhan
perusahaan pun semakin berkurang. Akhirnya sebuah produk pun
hanya menjadi barang komoditas, dan kompetisi berubah menjadi
4
Kim, W. Chan dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy..., 20.
5
Ibid., 20.
22
lautan darah yang merah.6
Sebaliknya blue ocean, merupakan jenis industri yang tidak
eksis pada saat ini – the unknown market space, dimana tidak
dicemari oleh kompetisi. Dalam blue ocean, permintaan diciptakan.
Disini ada kesempatan untuk tumbuh cepat dan berkembang dalam
mendapatkan profit. Dalam blue ocean, kompetisi menjadi tidak
relevan karena aturan mainnya sedang dalam proses pembuatan. Blue
ocean adalah sebuah analogi untuk menggambarkan luas dan
dalamnya ruang pasar yang potensial yang belum dikaji lebih dalam.
Seperti halnya samudra ”biru” yang tidak tersentuh, luas dan dalam,
yaitu dalam hal perkembangan profit.7
Strategi blue ocean menyediakan pendekatan yang sistematis
dalam memecahkan masalah kompetisi berdarah pada red
ocean dan membuat kompetisi menjadi tidak relevan dengan
merekonstruksi batasan market untuk menciptakan langkah yang
bernilai bagi perusahaan dan konsumennya. Daripada bersaing
didalam industri yang sudah ada, strategi blue ocean melengkapi
lembaga dengan kerangka kerja dan alat-alat analisa untuk
menciptakan blue ocean sendiri yang belum pernah dimainkan
selama ini. Strategi red ocean fokus terhadap perusahaan sebagai
sumber nyata dalam menciptakan inovasi, sedangkan strategi blue
6
Ibid., 21.
7
Rostami, A, Ehteshami Akbari, “The Blue Ocean Strategy “, in Journal Research Tadbir
Management, no. 223, 2011, 46 –48.
23
ocean fokus kepada langkah strategis yang merupakan sumber dari
sebuah inovasi. Langkah strategis (strategic move) adalah suatu set
aksi dan keputusan manajerial untuk membuat market yang besar
dalam menciptakan penawaran bisnis.8
Perbedaan strategi antara blue ocean dan red ocean dapat kita
lihat pada Tabel2.1. dibawah ini:9
Tabel 2.1.10 Perbedaan Blue Oean Strategy dan Red Ocean
Strategy dari Kim dan Mauborgne
Blue Ocean Strategy Red Ocean
Menciptakan ruang pasar yang belum Bersaing dalam ruang pasar yang
ada pesaingnya. sudah ada.
Menjadikan persaingan tidak relevan. Memenangi persaingan.
Menciptakan dan menangkap Mengeksploitasi permintaan yang
permintaan baru. ada.
Melakukan tarik ulur nilai-biaya. Melakukan tarik ulur nilai-biaya
Memadukan keseluruhan sistem Memadukan keseluruhan sistem
kegiatan perusahaan dengan pilihan kegiatan perusahaan dalam
strategis antara diferensiasi atau biaya mengejar diferensiasi dan biaya
rendah rendah.
Jadi, samudera memiliki batasan-batasan pasar antara samudra
merah dan biru hanya ada di manajer pikiran. Masalah inti adalah
cara bagaimana menciptakan ruang pasar yang belum baru dan
mengubah fokus dari kompetisi untuk penciptaan nilai inovatif untuk
membuat permintaan baru.
8
Kim, W. Chan dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy..., 20.
9
Ibid.
10
Kim, W. Chan dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy..., 20.
24
Blue ocean strategy merupakan inovasi dan merupakan
kejelian dari sebuah konsep, dengan melihat sesuatu peluang
terhadap pasar at the right time and at the right place, setelah melihat
dan mencermati permintaan konsumen.
Prinsip pertama Blue Ocean Strategy adalah merekonstruksi
batasan-batasan pasar untuk menjauh dari persaingan dan
menciptakan samudra biru. Pimpinan harus dapat membaca
peluang-peluang komersial secara menarik.11
Inovasi nilai merupakan bagian salah satu dari Blue Ocean
Strategi yang diciptakan dalam wilayah dimana tindakan perusahaan
secara positif mempengaruhi struktur biaya dan tawaran nilai bagi
pembeli.
Gambar [Link] Bersamaan Dalam Mengejar
Diferensiasi dan Biaya Rendah Kim dan Mouborgne12
Pada Gambar 2.1. diilustrasikan penghematan biaya
dilakukan dengan menghilangkan dan mengurangi faktor-faktor
11
Kim, W. Chan dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy...,18.
12
Ibid., 19.
25
yang menjadi titik persaingan dalam industri. Nilai pembeli
ditingkatkan dengan menambah dan menciptakan elemen-elemen
yang belum ditawarkan industri. Dalam perjalanan waktu, biaya
berkurang lebih jauh ketika ekonomi skala bekerja setelah terjadi
volume penjualan tinggi akibat nilai unggul yang diciptakan. 13
Jadi jika dalam dunia pendidikan adalah menciptakan
samudra biru berpijak pada inovasi nilai, yaitu upaya mengejar
deferensiasi sekaligus menekan biaya serendah mungkin secara
bersamaan. Dengan inovasi nilai, lembaga pendidikan Islam
tidak fokus lagi untuk memenangi persaingan, bahkan membuat
persaingan antar lembaga pendidikan menjadi tidak relevan.
Inovasi nilai bukanlah inovasi yang mengandalkan teknologi
atau sekedar mengedepankan futuristis sehingga membidik
sesuatu yang belum siap diterima oleh pasar. Banyak pilihan
strategis bagi lembaga pendidikan Islam untuk mengejar
deferensiasi maupun biaya rendah dengan mengikuti
prinsip-prinsip penciptaan samudra biru yang diletakkan Kim
dan Mauborgne.
c. Prinsip Dalam Blue Ocean Strategy
Ada enam prinsip dalam blue ocean strategy yang terbagi
menjadi 2 klaster yaitu klaster prinsip perumusan strategi dan klaster
13
Kim, W. Chan dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy...,19.
26
eksekusi strategi :14
1) Prinsip perumusan strategi terbagi atas empat hal, yaitu
antara lain:
a) Merubah batasan-batasan pasar dan menciptakan ruang
pasar baru. Guna memudahkan pencarian. Dapat
menggunakan pendekatan kerangka kerja enam langkah
dan kanvas strategi sebagai alat analisa.
b) Fokus pada gambaran besar, bukan pada angka. Guna
memudahkan perencanaan.
c) Dengan menggunakan kerangka kerja empat langkah, dan
sebagai alat analisa dapat menggunakan kanvas strategi,
skema hapuskan-kurangi-tambahkan-tingkatkan- ciptakan,
dan peta PMS.
d) Menjangkau melampaui permintaan pasar yang ada. Guna
memudahkan skala pengembangan. Dengan menggunakan
pendekatan tiga tingkatan nonkonsumen dan kanvas
strategi sebagai alat analisa.
Sedangkan prinsip eksekusi terbagi atas dua hal, yaitu antara
lain:15
1) Mengatasi hambatan utama didalam organisasi. Guna
memudahkan [Link] menerapkan kepemimpinan
tipping point, yaitu kepemimpinan yang berlandaskan pada
14
Ibid., 26.
15
Ibid., 143.
27
pengetahuan bahwa setiap organisasi bisa mengalami
perubahan- perubahan fundamental dengan cepat, ketika
keyakinan dan energi dari orang kebanyakan menciptakan
gerakan meluas ke arah satu ide, yaitu dengan pemusatan
(sentralisasi) bukan penyebaran (desentralisasi). Menurut Kim
dan Mauborgne, terdapat empat rintangan organisasi bagi
eksekusi strategi, seperti pada Gambar 2.3., yaitu:16
Gambar 2.3Empat Rintangan (The Four Hurdles)
dari Kim dan Mauborgne17
a) Rintangan kognitif yang membuat karyawan tidak biasa
melihat pentingnya perubahan radikal
b) Rintangan sumber daya yang meluas dalam perusahaan
c) Rintangan motivasional yang menurunkan semangat dan
moral staf.
16
Ibid.
17
Kim, W. Chan dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy...,178
28
d) Rintangan politis dari adanya resistensi internal dan
eksternal perubahan
2) Menyatukan eksekusi ke dalam strategi. Guna
memudahkan manajemen. Dengan melakukan proses yang
adil, melalui tiga elemen penting, yaitu:
a) Emosi keterlibatan/engagement
b) Penjelasan/explanatinon
c) Ekspektasi yang jelas/expectatio clarity.
d. Kerangka Kerja dan Alat Analisis
1) Kerangka Kerja Enam Langkah (Six Paths Framework)
Kerangka kerja enam langkah dalam strategi blue ocean
sangat bertentangan dengan enam asumsi pokok strategi
perusahaan yang berada dalam red ocean. Kecenderungan
perusahaan dalam melakukan startegi dalam red ocean adalah
sebagai berikut :18
a) Mendefinisikan industri secara serupa dan berusaha
menjadi yang terbaik dalam definisi tersebut. Fokus pada
kompetitor didalam industri.
b) Melihat industri dalam kacamata kelompok yang sudah
diterima (konsumen yang sudah tersegmentasi). Fokus
pada kelompok kelas dari produk.
c) Berfokus pada kelompok-kelompok pembeli yang sama
Ibid.
18
29
yaitu purchaser, user dan influencer. Melayani lebih baik
lagi pada kelompok pembeli.
d) Memiliki definisi yang sama mengenai cakupan dari
produk dan jasa yang ditawarkan oleh perusahaan mereka.
Fokus pada produk/jasa yang ditawarkan dalam industri.
e) Menerima begitu saja orientasi fungsional/emosional dari
industri mereka. Fokus memperbaiki nilai dan harga dari
fungsi dan emosi dari produk/jasa.
f) Berfokus pada titik dan waktu yang sama, dan ancaman
perusahaan tersebut adalah juga memiliki strategi yang
sama. Mengantisipasi apa yang terjadi diluar dan
mengadaptasi diri.
Sedangkan “Kerangka kerja enam langkah” dalam
strategi blue ocean adalah sebagai berikut:19
a) Mencermati industri-industri alternatif. Pada dasarnya
kompetisi yang terjadi dalam suatu industri tidak hanya
terbatas dengan kompetitor. Namun bila lebih dicermati
konsumen terkadang dihadapkan dengan pilihan produk
substitute ataupun produk alternatif. Alternatif mencakup
produk baru atau jasa yang memiliki fungsi dan bentuk
berbeda tapi satu tujuan. Contohnya bioskop bersaing
tidak hanya dengan sesama bioskop, tetapi juga dengan
Ibid.,165.
19
30
restoran, karena sama-sama mempunyai fungsi
entertaiment bersama keluarga. Walaupun berada dalam
industri yang berbeda, tetapi keduanya memiliki kesamaan
tujuan yaitu sebagai sarana hiburan.
b) Mencermati kelompok-kelompok strategis dalam industri.
Kelompok strategis secara umum diperingkatkan dalam
sebuah tatanan hierarki kasar yang dibangun berdasarkan
dua dimensi yaitu harga dan kinerja. Setiap lonjakan
harga cenderung melonjakkan pula sejumlah dimensi
kerja. Kunci menciptakan samudra baru melintasi
kelompok-kelompok startegis yang ada adalah mendobrak
wawasan sempit dengan memahami faktor-faktor yang
menjadi pertimbangan konsumen untuk berpindah naik
atau turun dari satu kelompok ke kelompok yang lain.
Contohnya Toyota menciptakan Lexus untuk luxury
model mobilnya, melepaskan diri dari grup kelas tengah
pembeli mobil, dan membidik kelas atas.
c) Mencermati rantai pembeli.
Pada umumnya sebagian besar industri memiliki
kesamaan dalam mendefiniskan target pasar mereka. Tetapi
dalam dunia nyatanya terdapat rantai ”pembeli-pembeli”
yang baik secara langsung atau tidak langsung terlibat
dalam keputusan pembelian. Terdapat tiga kelompok dalam
31
rantai pembeli yaitu purchaser, user dan influencer.
Ketiganya memiliki definisi yang berbeda tentang
pandangan suatu nilai. Menentang kebijaksanaan
konvensional suatu industri mengenai kelompok pembeli
mana yang harus dibidik dapat mengarahkan industri
tersebut ke dalam penciptaan strategi blue ocean.
Contohnya Novo Nordisk membuat obat insulin yang dapat
dipakai oleh penderita diabetes tanpa bantuan dokter,
dengan menggunakan sistem yang mudah Novopen, dan
inovasi terbarunya mempunyai memori pada pen tersebut
jadi tidak mungkin pemakai lalai melakukan dua kali
penyuntikan walaupun lupa.
d) Mencermati penawaran produk dan jasa pelengkap.
Pada umumnya dalam persaingan dunia industri para
pesaing memiliki batas-batas penawaran barang dan jasa
yang sama dengan kompetitor. Nilai yang belum tergali
sering tersembunyi di dalam produk dan jasa pelengkap.
Contohnya Barnes & Noble, toko buku yang mempunyai
café didalamnya dimana orang dapat menikmati makanan
kecil dan atau minum kopi, sambil memilih dan membaca
buku.
e) Mencermati daya tarik emosional atau fungsional bagi
pembeli.
32
Dalam dunia industri terdapat dua macam daya tarik
yang ditawarkan yaitu functional benefit, dimana harga
menjadi salah satu pertimbangan rasional yang
[Link] pula industri yang menawarkan
emotional benefit, yaitu dalam konsepnya industri ini
menawarkan banyak kelebihan yang meningkatkan harga
tanpa meningkatkan fungsionalitas. Bilamana perusahaan
bersedia menentang orientasi fungsional-emosional, maka
mereka sering menemukan ruang pasar baru. Contohnya
Swatch, yang mengubah industri jam kelas atas yang
berorientasi fungsional menjadi sebuah pernyataan kelas
atas berorientasi emosional.
f) Mencermati waktu.
Kepasifan perusahaan dalam beradaptasi pada
perkembangan teknologi akan membuat mereka
ketinggalan dan akan sulit untuk menciptakan situasi
“driving customer“. Dengan lebih mencermati waktu dari
nilai yang diberikan kepada pasar saat ini ke nilai yang
mungkin diberikan pasar ke masa depan manajer bisa
secara aktif membentuk masa depan mereka dengan
membuka samudra biru baru. Dalam penciptaan ruang
pasar yang baru dengan melihat waktu ini, terdapat tiga hal
penting untuk menjadi proaktif melihat jalur waktu adalah:
33
perjalanan servis/produk akan merubah industri kita dan
tidak dapat dikembalikan lagi, arahnya sudah jelas. Contoh
keberhasilan perusahaan dalam penerapannya adalah iPod
yang diciptakan oleh Apple pada saat yang tepat ketika
industri musik sedang dalam kebingungan, dan tidak ada
persaingan disitu, dan iPod pun mampu menampung ribuan
lagu.
2) Kerangka Kerja Empat Langkah (four actions frame
work)
Untuk mendobrak dilemma antara diferensiasi dan
biaya rendah, terdapat empat langkah dan pertanyaan kunci
untuk menantang logika strategi dan model bisnis sebuah
industri.20
20
Ibid.
34
Gambar 2.421 Kerangka Kerja Empat Langkah (The
Four Actions Framework) dari Kim dan Mauborgne
a) Hapuskan (eliminate). Faktor-faktor apa yang harus
dihapuskan dari faktor-faktor yang telah diterima begitu
saja oleh industri?
b) Kurangi (reduce).Faktor-faktor apa yang harus dikurangi
hingga dibawah standar industri?
c) Tingkatkan (raise). Faktor-faktor apa yang harus diting
katkan hingga di atas standar industri?
d) Ciptakan (create).Faktor-faktor apa yang belum pernah
ditawarkan industri sehingga harus diciptakan?
21
Kim, W. Chan dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy..., 32.
35
3) Skema Hapuskan- Kurangi- Tingkatkan- Ciptakan
(ERRCgr id)
Apabila perusahaan mengisi skema dengan tindakan-
tindakan menghapuskan, mengurangi, meningkatkan, dan
menciptakan, skema ini memberikan empat manfaat utama
menuarut Kim dan Mauborgne:22
Gambar2.5 Skema Hapuskan-Kurangi-
Tingkatkan-Ciptakan (The ERRC Grid)
dari Kim dan Mauborgne23
a) Mendorong perusahaan untuk mengejar diferensiasi dan
biaya murah secara bersamaan untuk mendobrak
pertukaran nilai-biaya.
b) Dengan segera menghantam perusahaan yang hanya
berfokus pada upaya meningkatkan dan menciptakan,
sehingga menaikkan struktur biaya mereka, serta
menghantam perusahaan yang sering memodifikasi
22
Ibid., 34.
23
Kim, W. Chan dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy..., 42.
36
produk dan jasa secara berlebihan kesalahan umum
dalam banyak perusahaan.
c) Dengan mudah dipahami oleh manajer di level apa pun,
sehingga menciptakan tingkat keterlibatan yang tinggi
dalam penerapannya.
d) Karena penuntasan upaya-upaya dalam skema ini
merupakan tugas menantang, skema ini mendorong
perusahaan untuk bersemangat dalam menganalisis setiap
faktor industri yang menjadi ajang kompetisi, sehingga ia
menemukan berbagai asumsi implisit yang mereka buat
secara tak sadar dalam berkompetisi.
4) Kanvas Strategi (strategy canvas) dan Kurva Nilai (value
curve)
Kanvas strategi adalah kerangka aksi sekaligus diagnosis
untuk membangun strategi blue ocean yang baik, seperti pada
Gambar 2.6 Kanvas strategi mempunyai dua fungsi, yaitu:24
a) Merangkum situasi ruang pasar yang sudah dikenal, hal
ini membantu untuk memahami dimana kompetisi saat
ini sedang tercurah, memahami faktor-faktor apa yang
sedang dijadikan ajang kompetisi dalam produk, jasa,
dan pengiriman, serta memahami apa yang didapatkan
konsumen dari penawaran kompetitif yang ada di pasar.
Ibid., 44.
24
37
b) Mendorong melakukan kegiatan dengan mereorientasi
ulang fokus dari kompetitor ke industri alternatif dan
dari konsumen ke non-konsumen. Sumbu horisontal
mewakili tentang faktor-faktor yang dijadikan ajang
kompetisi.
Gambar 2.6 Kanvas Strategi (Strategy Canvas) dan
Kurva Nilai (Value Curve) dari Kim dan
Mauborgne25
Kurva nilai, komponen dasar dari kanvas strategi,
adalah penggambaran grafis mengenai kinerja relatif
perusahaan berkenaan dengan faktor-faktor kompetisi dalam
industri, penjelasanya sebagai berikut:26
a) Bila kurva nilai memenuhi tiga kriteria yang
mendefinisikan strategi samudra biru, yaitu fokus,
25
Kim, W. Chan dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy...,103.
26
Ibid., 45.
38
divergensi, dan mempunyai moto/tagline memikat yang
berbicara kepada pasar, maka hal ini menunjukkan
perusahaan berada di samudra biru.
b) Bila kurva nilai suatu perusahaan bertemu dengan kurva
nilai pesaingnya, menunjukkan bahwa perusahaan
terperangkap dalam kompetisi samudra merah.
c) Bila kurva nilai menunjukkan tingkat nilai yang tinggi
dalam semua faktor, maka harus dipertanyakan apakah
pangsa pasar dan profitabilitas perusahaan mencerminkan
investasi. Jika tidak, berarti perusahaan mungkin
memberikan pasokan berlebih atau memberikan
penawaran terlalu banyak kepada konsumennya. Dan jika
kurva nilai suatu perusahaan terlihat tanpa pola atau
alasan yang jelas, dimana penawaran bisa digambarkan
sebagai “naik-turun-naik-turun”,maka menunjukkan
perusahan tidak mempunyai strategi yang koheren.27
5) Peta Pioneer-Migrator-Settler (the PMS map)
Ibid.
27
39
Gambar 2.7 PetaPioneer-Migrator-Settler(ThePMS
Map)oleh Kim dan Mauborgne28
Pioneer adalah semua perusahaan yang menciptakan blue
ocean dalam industri mereka, yaitu mendorong nilai-nilai yang
mereka tawarkan kepada konsumen menuju wilayah baru.
Pioneer dalam perusahaan adalah bisnis-bisnis yang
menawarkan nilai- nilai yang belum ada sebelumnya. Bisnis
ini memiliki konsumen yang banyak. Kurva nilai menjauh dari
kompetisi dalam kanvas strategi.29 Settler atau pemain yang
mapan adalah bisnis yang kurva nilainya menyesuaikan dengan
bentuk dasar dari kurva nilai industri. Mereka adalah bisnis
pengekor, dimana tidak akan memberikan sumbangan kepada
pertumbuhan masa depan perlu melakukan rangkaian strategi
dengan tepat. Guna memudahkan pembentukan model bisnis.
28
Kim, W. Chan dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy...,253
29
Ibid.
40
Dengan menggunakan pendekatan enam tahapan siklus
pengalaman pembeli dan sebagai alat analisa menggunakan
indeks ide samudra biru. Sedangkan migrator terletak di antara
blue ocean dan red ocen.30
Bisnis ini meluaskan kurva industri dengan memberi lebih
banyak harga yang lebih murah (more for less) kepada
konsumen, tetapi tidak mengubah bentuk dasar kurva. Bisnis
ini menawarkan nilai yang lebih baik, tapi tidak inovatif.
e. Menciptakan rangkaian strategi samudra biru / blue ocean
strategy
Lembaga perlu membangun strategi blue ocean dalam tolok
ukur dilakukannya Blue Ocean Strategy, dapat dikatakan Blue
Ocean seperti pada Gambar 2.8 dibawah ini:31
30
Ibid., 253
31
Ibid.,139
Utilitas bagi pembeli
Apakah dalam ide bisnis terdapat utilitas yang istimewa
bagi pembeli?
TidakPikirkan
Ulang
Ya
Harga
Apakah harga bisa terjangkau oleh massa pembeli?
TidakPikirkan
Ulang
Ya
Biaya
Bisakah mencapai biaya sasaran demi meraih laba
pada harga strategis?
TidakPikirkanUlang
Ya
Pengadopsian
Apakah hambatan-hambatan pengangadopsian dalam
mewujudkan ide bisnis? Apakah sudah
menganganihambatan-hambatan itu secara langsung? Tidak Pikirkan Ulang
Ya
Ide blue ocean
Gambar 2.2 Rangkaian Strategi Blue Ocean dari Kim dan Mauborgne32
32
Kim, W. Chan dan Renee Mauborgne, Blue Ocean Strategy...139.
42
Pada gambar 2.8 dalam menciptakan dan menguatkan ide-ide
Blue Ocean Strategy, diperlukan membangun strategi samudra biru
dalam rangkaian utilitas, harga, biaya dan pengadopsian. Utilitas
merupakan awal analisis, ketika mendapatkan jawaban “ya” atas
pertanyaan utilitas istimewa tersebut, bisa melanjutkan ke langkah
kedua yaitu harga strategis,jika masih mendapatkan jawaban “ya”
maka lanjut ketiga yaitu biaya dan ketika pertanyaan diujikan
terhadap ide tersebut dan berhasil mendapatkan jawaban “ya” maka
ide tersebut diujikan dengan hambatan dan apabila masih
mendapatkan jawaban “ya”maka ide blue ocean tersebut layak.
Tetapi jika salah satu bagian pengujian sekali saja mendapatkan
jawaban tidak maka ide blue ocean tersebut belum layak dan tidak
mendapatkan innovasi nilai bagi pembeli dan perusahaan.33
1) Utilitas
Kebutuhan untuk menilai utilitas bagi pembeli terhadap
penawaran mungkin sudah tampak jelas. Namun, banyak yang
gagal memberikan nilai istimewa mereka karena mereka
terobsesi dengan kebaruan dari produk atau jasa mereka, apalagi
jika ada teknologi baru yang dilibatkan.34 Keberhasilan sebuah
utilitas dinilai dari :
33
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,140.
34
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,141.
43
a) Menciptakan profil strategis
Profil strategis yang dimaksud adalah yang mampu lulus
dari uji litmus dalam hal mampu terfokus, menjadi divergen, dan
memiliki slogan memikat yang menarik pembeli. Selain
melakukan ini, lembaga siap untuk menilai dimana dan
bagaimana produk atau jasa baru akan mengubah kehidupan
para customer. Perbedaan sudut pandang semacam itu penting
karena ini berarti bahwa cara sebuah produk atau jasa
dikembangkan tidak berkutat pada kemungkinan-kemungkinan
teknis, tetapi lebih utilitas bagi pembeli.35
b) Memastikan ide utilitas bebas hambatan
Hambatan yang berarti dalam aplikasinya bisa berupa
produktivitas konsumen, kesederhanaan, kenyamanan, resiko,
kesenangan dan [Link] ramah lingkungan.36
Menciptakan samudra biru berpijak pada utilitas, yaitu upaya
mengejar keminatan customer untuk mengambil produk/ jasa.
Lembaga pendidikan Islam tidak fokus lagi untuk memenangi
persaingan, bahkan membuat persaingan antar lembaga pendidikan
menjadi tidak relevan dengan mengikuti prinsip-prinsip penciptaan
samudra biru yang diletakan Kim dan Mauborgne.
35
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,142.
36
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,146.
44
2) Harga
Untuk mendapatkan pemasukan besar dari produk/jasa anda,
anda harus menentukan harga strategis yang tepat. Langkah ini
memastikan pembeli tidak hanya ingin membeli produk anda, tetapi
juga mampu membayarnya. Banyak perusahaan mengambil jalan
sebaliknya, yaitu pertama-tama mereka menguji batasan produk atau
jasa baru pada peluncuran ide bisnis baru dengan membidik
konsumen yang haus akan segala sesuatu yang baru dan yang tidak
perlu pusing tentang harga; setelah beberapa waktu, barulah mereka
menurunkan harga untuk menarik pembeli umum. Namun, kini
semakin penting untuk mengetahui sejak awal berapa harga yang
bisa dengan cepat meraih banyak pembeli sasaran.37
Ada dua alasan untuk perubahan ini. Pertama
perusahaan-perusahaan mendapati bahwa volume menghasilkan
imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Kedua
adalah bagi seorang pembeli, nilai dari sebuah produk atau jasa
mungkin terkait erat dengan jumlah total orang yang
menggunakannya. Akibatnya timbul yang disebut eksternalitas
jaringan, banyak produk dan jasa menjadi bersifat habis-habisan atau
tidak sama sekali (all or nothing). Adapun indikator dari harga
sebagai berikut :38
37
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,148.
38
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,148-149.
45
a) Identifikasi koridor harga massa sasaran
Dalam menentukan harga, semua perusahaan
pertama-tama melihat pada produk dan jasa yang paling
menyerupai bentuk ide mereka. Umumnya perusahaan
melihat produk dan jasa lain dalam industri mereka. Tentu
saja, ini masih menjadi praktik yang perlu, tapi tidak
memadai jika kita ingin menarik komsumen-konsumen
baru.39
b) Menentukan level tertentu dalam koridor harga
Level tertentu untuk sejumlah harga yang mampu
diberikan dalam sebuah produk/jasa dan tetap dapat
bersaing di pasar.40
Bagian kedua dari alat ini membantu manager menentukan
seberapa tinggi harga yang bisa mereka berikan dalam koridor tanpa
mengundang persaingan dari produk atau jasa peniru. Penilaian ini
tergantung pada dua faktor utama. Pertama, sejauh mana produk atau
jasa tersebut dilindungi secara hukum melalui paten atau hak cipta.
Kedua, sejauh mana perusahaan memiliki aset eksklusif atau
kemampuan inti, seperti pabrik produksi yang mahal atau
kemampuan desain yang unik, yang bisa menghalangi peniruan.41
Perusahaan/Industri lebih baik mengejar penentuan harga
strategis pada batas menengah hingga bawah sejak awal ketika
39
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,151.
40
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,154.
41
Ibid.
46
terjadi salah satu kondisi dibawah ini: pertama, produk samudera
biru mereka memiliki biaya tetap yang tinggi dan biaya
berubah-ubah yang kecil, kedua, daya tarik dari produk samudera
biru sangat bergantung pada eksternalitas jaringan, ketiga, struktur
biaya dibalik produk samudera biru mereka di untungkan oleh
ekonomi skala dan cakupan yang tajam. Dalam kasus ini, volume
menghasilkan keunggulan biaya yang signifikan, sesuatu yang
menjadikan penentuan harga berdasarkan volume penjualan sebagai
sesuatu yang lebih penting lagi. Koridor harga massa sasaran tidak
hanya menandakan zona penentuan harga strategis yang penting
dalam menarik samudera permintaan baru, tetapi juga menandakan
bagaimana anda perlu menyesuaikan perkiraan-perkiraan harga awal
anda untuk mencapai hal ini.42
Jadi harga pada lembaga pendidikan diharapkan terjangkau dari
segala lapisan masyarakat sehingga dapat merasakan nilai
keistimewaan jasa dari lembaga pendidikan, apalagi lembaga
pendidikan merupakan lembaga yang beroientasi memenuhi
kebutuhan ilmu pengetahuan yang bersifat sosial.
3) Biaya
Pembiayaan sasaran, langkah berikutnya dalam rangkaian
strategis, berkaitan dengan sisi laba model bisnis. Untuk
memaksimalkan potensi laba dari ide samudera biru, perusahaan
harus mulai dengan harga strategis dan kemudian mengurangi
42
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,155.
47
marjin laba yang diharapkan dari harga tersebut untuk mendapatkan
biaya sasaran.
Biaya yang menjadi acuan dalam Blue Ocean strategy untuk
mencapai biaya sasaran antara lain :43
a) Perampingan dan inovasi biaya
Ketika pembiayaan sasaran didorong oleh penentuan
harga strategis, pembiayaan tersebut biasanya agresif.
Bagian dari tantangan yang ada dalam memenuhi biaya
sasaran ditangani ketika membangun sebuah profil strategis
yang memiliki tidak hanya divergensi, tetapi juga fokus,
yang menjadikan suatu perubahan mampu memangkas
biaya. 44
Dalam menentukan sasaran biaya yang tepat
diperlukan perampingan dan inovasi biaya yang dirasa perlu
saja yang diutamakan dalam menyajikan profil yng strategis,
dan tidak mengabaikan prioritas utama [Link]
pertama ini meliputi kegiatan merampingkan operasional
dan memperkenalkan inovasi biaya dari manufaktur ke
distribusi. Bisakah bahan baku produk atau jasa digantikan
oleh bahan baku lain yang lebih murah? Bisakah kegiatan
yang berbasis tinggi diolah menjadi murah?
43
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,155.
44
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,155-156.
48
b) Menjalin kemitraan
Bermitra akan memberikan kapabilitas yang dibutuhkan
secara cepat, efektif,sekaligus menurunkan struktur [Link]
itu bermitra menutupi kelemahan dalam kapabilitas yang cepat
dan murah sehingga mampu memberikan akses.45
Dalam dunia pendidikan laba disini bukan diartikan profit
namun post keuangan yang dapat digunakan pada sasaran
pembiayaan target yang nantinya digunakan untuk pemenuhan
kebutuhan pengembangan lembaga pendidikan.
4) Pengadopsian
Sebuah model bisnis yang tidak tertandingi tidak cukup untuk
menjamin kesuksesan komersial ide samudera biru. Secara definisi,
model bisnis berbasis samudera biru mengancam status quo dan
karena itulah ia mengundang rasa takut dan resistensi di natra tiga
pihak utama yang berkepentingan dalam sebuah perusahaan:
karyawan, mitra bisnis, dan khalayak umum. Sebelum menggali dan
menanamkan investasi pada ide baru, perusahaan pertama-tama
harus mengatasi ketakutan-ketakutan semacam itu dengan cara
mengedukasi pihak-pihak yang cemas tersebut. Dalam pengadopsian
yang menjadi tolak ukur adalah:46
45
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,158.
46
Kim,[Link] dan Renee Mauborgne,Blue Ocean Strategi...,162.
49
a) Karyawan
Kegagalan menangani secara tepat kepedulian-kepedulian
karyawan mengenai dampak yang ditimbulkan oleh ide bisnis
baru terhadap kerja dan penghidupan mereka bisa berakibat
[Link] perusahaan mempublikasikan idenya dan
merencanakan untuk mengimplemantasikannya, perusahaan
harus mengerahkan upaya terencana untuk mengomunikasikan
kepada karyawan bahwa perusahaan menyadari ancaman yang
disebarkan oleh eksekusi dari ide tersebut. Perusahaan harus
bekerja sama dengan karyawan untuk mencari cara mengatasi
ancaman-ancaman tersebut sehingga semua pihak dalam
perusahaan diuntungkan, terlepas dari adanya pergeseran
peranan, tanggungjawab, dan imbalan bagi orang-orang.
b) Mitra Bisnis
Hal yang secara potensial bisa lebih merusak dibandingkan
ketidakpuasan karyawan adalah resistensi dari mitra yang takut
bahwa arus pemasukan atau posisi pasar mereka terancam oleh
ide bisnis baru.
c) Khalayak Umum
Khalayak umum bisa menjadi sebuah ancaman bagi ide
baru jika ide tersebut mengancam norma- norma yang politik
dan sosial, dan norma lain yang berlaku.
50
Jadi dalam lembaga pendidikan karyawan, mitra, dan
khlayak umum merupakan rapat perumusan diskusi ide baru blue
ocean yang di rumuskan sehingga nantinya layak untuk dipasarkan.
2. Urgensi Blue Ocean Strategy Dalam Meningkatkan Pemasaran
Jasa Pendidikan
Kepemimpinan kepala sekolah mempunyai peran yang sangat
penting dalam menggerakkan personal untuk melaksanakan program
kerja masing-masing. Menurut Sagala menggerakkan ialah
kemampuan membujuk orang-orang mencapai tujuan-tujuan yang
telah ditetapkan dengan penuh semangat. Unsur esensial dalam
organisasi yaitu kebersamaan langkah maupun gerak didasarkan
pada instruksi yang jelas untuk mencpai tujuan. Pemimpin yang
efektif cenderung mempunyai hubungan dengan bawahan yang
sifatnya mendukung (suportif) dan meningkatkan rasa percaya diri
ketika menggunakan kelompok dalam membuat keputusan.
Pemimpin yang efektif menunjukkan pencapaian tugas pada rata-rata
kemajuan, keputusan kerja, moral kerja, dan kontribusi wujud
kerja.47
Dari pendapat di atas dapat diketahui, seorang pemimpin hanya
mungkin melakukan penggerakan dengan sebaik-baiknya apabila
Syaiful Sagala, Kemampuan Profesional Guru Dan Tenaga Kependidikan (Jakarta: Nimas
47
Multima, 2004) , 64-65.
51
bawahannya menaruh kepercayaan dan penghargaan terhadapnya.
Jadi setiap pemimpin atau manajer yang ingin melaksanakan
kepemimpinannya dengan efektif harus meningkatkan kualitas
dirinya dalam memunculkan ide inovatif sebagai ke khasan lembaga
yang terus berkembang pendidikan sehingga menjadikan lembaga
pendidikan mencetak generasi produk yang unggul.
In order to help solving the issues highlighted previously we
need to understand the technological world and see how it can be
useful for education. We need to address the people that are
currently being overlooked by decision making academics and high
level higher education strategists. We should use corporate social
responsibility in our favour and create partnerships between
industry and academia. This would be especially relevant for the
fields of expertise that I have mentioned previously and in the
regions of the world, which are still resistante to this type of
approach.48
Dari pernyataan tersebut peneliti kita tahu untuk membantu
menghadapi tantangan global, kita perlu mengertidan memahami
begitu pentingnya pendidikan [Link] sangat memerlukan
pengetahuan dimana dan bagaimana strategi pendidikan yang kita
pilh. Alasan yang tepat dalam memilih pendidikan adalah
pertanggung jawaban sosial dan akademik yang ditawarkan di
lembaga pendidikan tersebut. Oleh karena itu nantinya pendidikan
yang relevan kedepanya dan bertahan dibutuhkan adalah pendidikan
yang sesuai dengan lapangan pekerjaan dikemudian hari.
Blue Ocean Strategi tidak dapat tercipta secara baik jika
pemikiran inovasi terhadap nilai pengembangan pendidikan tidak
48
Ricardo Braganca, Blue Ocean Strategy for Higher Education, Journal International
Conferences ITS, ICEduTech and STE , United Arab Emirates University , 2016, 80.
52
dimiki oleh Kepala Sekolah. Oleh karena itu munculnya ide-ide
yang inovatif sangat bergantung pada kemampuan Kepala Sekaolah
sebagai leader. Eksistensi dan kemajuan lembaga pendidikan akan
terus dirasakan jika inovasi selalu dinamis dilakukan oleh Kepala
[Link] sebagai leader dalam pengambilan keputusan
ide inovatif, pelaksanaan program sekolah, pencapaian visi, sampai
dengan implementasi yang telah dilakukan sehingga memberikan
pengaruh terhadap maju tidaknya suatu lembaga pendidikan.
Sependapat dengan yang dikatakan oleh Hannan Alhaddi dalam
jurnalnya,
BOS and thought leadership share common grounds in terms of
the drive for innovation and the importance of it as a mechanism fot
growth. From thought leadership perspective, research revealed
that thought leadership is intertwined with innovation.. Although
similar, the two are not the same. Thought leadership is based on
innovation. In simple terms, innovation creates the new idea and
thought leadership champions it until it is accepted by the
organization and ready for implementation. While innovators are
creative thinkers white the ability to create new ideas, thougt leader
are early adopters of these ideas.49
Sependapat dengan haddi, Dalam dunia bisnis, ada sejumlah
alasan yang mendorong setiap perusahaan menciptakan ruang pasar
baru. kemajuan teknologi yang sangat pesat secara substansial
meningkatkan produktivitas industri dan memungkinkan perusahaan
penghasil produk dan jasa. Ketika jumlah kompetitor meningkat dan
pasokan melebihi permintaan maka monopoli pasar oleh
49
Hannan Alhaddi, Thought Leadership In Blue Ocean Strategy: Note For Strategic Managers,
Lawrence Technological University, Proceeding of The Mustang International Academic
Conference, Tennesse, October , 2014, 57
53
perusahaan-persahan tertentu yang selama ini terjadi semakin
memudar. Akibatnya, komoditisasi produk dan jasa semakin
cepat dan perang harga tidak dapat terhindarkan sehingga laba yang
diperoleh menyusut. Satu-satunya cara memenangi persaingan
adalah berhenti bersaing dan beralih menjelajah samudra biru
tersebut. Di dalamnya kompetisi dibuat tidak relevan karena
aturan-aturan permainan baru akan dibentuk. Ini berbeda dengan
samudra merah dimana mengalahkan pesaing akan selalu menjadi
hal yang penting.50
Apa yang digambarkan oleh Kim dan Maubourgne di atas
sebenarnya dialami juga oleh dunia pendidikan. Jika dalam dunia
bisnis persaingan dengan mengalahkan dan mematikan kompetitor
dianggap sebagai hal yang wajar, maka dalam dunia pendidikan hal
itu adalah suatu hal yang sulit diterima dan terasa kurang etis.
Lembaga pendidikan Islam yang seharusnya saling menguatkan
dalam misi dakwah Islam dan pengembangan ilmu pengetahuan
justru terseret ke dalam persaingan yang saling merugikan dan
mematikan satu sama lain (samudra merah). Mengapa
lembaga pendidikan Islam yang ada tidak beralih kepada samudra
biru yang sebagian besar belum terpetakan. Lembaga pendidikan
Islam secara tidak langsung melaksanakan pembagian tugas (Split of
job) dari tugas pendidikan Islam yang besar dan mencakup berbagai
50
Kim .W Chan dan Reene Mauborgne, Blue Ocean Strategy..., 20.
54
macam aspek kehidupan, yang tidak mungkin ditangani oleh satu
atau dua lembaga pendidikan saja.51
Menciptakan samudra biru berpijak pada inovasi nilai, yaitu
upaya mengejar deferensiasi sekaligus menekan biaya serendah
mungkin secara bersamaan. Dengan inovasi nilai, lembaga
pendidikan Islam tidak fokus lagi untuk memenangi persaingan,
bahkan membuat persaingan antar lembaga pendidikan menjadi
tidak relevan. Inovasi nilai bukanlah inovasi yang mengandalkan
teknologi atau sekedar mengedepankan futuristis sehingga
membidik sesuatu yang yang belum siap diterima oleh pasar.
Banyak pilihan strategis bagi lembaga pendidikan Islam untuk
mengejar deferensiasi maupun biaya rendah dengan mengikuti
prinsip-prinsip penciptaan samudra biru yang diletakan Kim dan
Maubougne.
3. Pemasaran Jasa Pendidikan
Pemasaran adalah cara untuk melakukan sesuatu dimana siswa,
orang tua, karyawan sekolah dan masyarakat menganggap sekolah
sebagai institusi pendukung masyarakat yang berdedikasi untuk
melayani kebutuhan pelanggan jasa.52
Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang
melibatkan kegiatan-kegiatan penting yang memungkinkan
51
Ihwan Fuad, Blue Ocean Strategy sebagai paradigma baru Manajemen Pendidikan Islam, 2008,
Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol 5 no 2 , 271.
52
David Wijaya, Pemasaran Jasa Pendidikan “Mengapa Sekolah memerlukan Marketing”,
(Jakarta : Salemba Empat, 2012), 16.
55
individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan
melalui pertukaran dengan pihak lain dan untuk mengembangkan
hubungan pertukaran. Pemasaran adalah suatu proses kegiatan yang
dipengaruhi oleh berbagai factor sosial, budaya, politik, ekonomi, dan
manajerial. Akibat dari berbagai pengaruh tersebut adalah
masing-masing individu maupun kelompok mendapatkan kebutuhan
dan keinginan dengan menciptakan, menawarkan, dan menukarkan
produk yang memiliki nilai komoditas (Cimodity Values)Pemasaran
adalah suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan
kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan
menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama
lain.
Jadi pemasaran adalah usaha untuk menyediakan dan
menyampaikan barang dan jasa yang tepat kepada orang-orang yang
tepat pada tempat dan waktu serta harga yang tepat dengan
promosi dan komunikasi yang tepat. Pemasaran adalah kegiatan
manusia yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan
dan keinginan melalui proses pertukaran.
Pemasaran menjadi penting seiring berkembangnya pemahaman
masyarakat mengenai layanan jasa, salah satunya jasa pendidikan.
Orang awam mungkin kaget dengan istilah pemasaran atau marketing
pendidikan dan mengira bahwa pendidikan akan dikomersialkan.
Padahal fokus pemasaran dalam pendidikan semata-mata adalah soal
layanan dan memberikan kepuasan kepada siswa, orang tua dan
56
masyarakat selaku konsumen pengguna jasa pendidikan. Menurut
penelitian James dan philip sebagaimana dikutip Krismawintari, pada
lingkungan yang kompetitif manajemen pemasaran memiliki pengaruh
yang kuat bagi sekolah untuk memperhatikan kualitas produk jasa,
penetapan harga (costing), lokasi, promosi, proses dan bukti berupa
prestasi siswa baik akademik maupun non akademik.53
Strategi bisnis dalam penjabaran di atas memuat visi dan misi
lembaga pendidikan. Hal ini dilakukakun dengan mengintegrasikan
aspek-aspek manajajemen yang meliputi pemasaran, keuangan,
akuntansi, produksi, penelitian dan pengembangan, serta sistem
informasi dengan tujuan yang hendak dicapai sehingga lembaga
berjalan dengan sukses.54
Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa manajemen strategik dan
pemasaran jasa pendidikan bagi lembaga pendidikan Islam yang
mayoritas swasta adalah penting. Ketika kondisi masyarakat mulai
cerdas dan kritis dalam menilai disertai ekspektasi yang
terhadap lembaga pendidikan, maka mau tidak mau lembaga- lembaga
pendidikan Islam harus berubah dengan menampilkan manajemen
pendidikan yang dinamis. Jika tidak, maka lembaga- lembaga
pendidikan Islam dari pesantren hingga sekolah akan ketinggalan zaman
dan ditinggalkan oleh masyarakat. Dan jika pelanggan berkurang maka
beban lembaga pendidikan akan meningkat dan berujung kepada
53
Ihwan Fuad, Blue Ocean Strategy sebagai paradigma baru Manajemen Pendidikan Islam, 2008,
Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol 5 no 2 , 274.
54
hwan Fuad, Blue Ocean Strategy sebagai paradigma baru Manajemen Pendidikan Islam, 2008,
Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol 5 no 2 , 275.
57
kematian lembaga tersebut.
Sedangkan marketing berasal dari bahasa Inggris yang berarti
pemasaran. Marketing tidak hanya bergerak pada bidang bisnis yang
menawarkan barang tetapi dapat bergerak pada bidang non profit
untuk menawarkan jasa. Berikut ini beberapa pendapat tentang
pengertian marketing sebagai berikut :55
a. Maynar dan Beckman dalam Bukhari Alma memberikan
pernyataan tentang pemasaran sebagaimana ditulisnya dalam
buku yang berjudul Principles of Marketing yaitu sebagai berikut
“Marketing embraces all business activities involved in the
flow of goods and services from physical production to
consumption”, artinya marketing berarti segala usaha yang
meliputi penyaluran barang dan jasa dari sektor produksi ke
sektor konsumsi.
b. Paul D. Converse dan Fred M. Jones dalam Buchari Alma
memberikan penjelasan luas tentang produksi dan pemasaran
yang dikupas tuntas dalam karyanya yang berjudul Introduction
to Marketing mengemukakan bahwa dunia bisnis itu dibagi
menjadi dua, yaitu production and marketing. Produktion
diartikan sebagai “has to do with moving these goods in the hand
of consumers”. Produksi diartikan sebagai pekerjaan menciptaan
Buchari Alma, Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa, (Bandung : Alfabeta, 2007),1-2
55
58
barang, sedangkan marketing ialah pekerjaan memindahkan
barang-barang ke tangan konsumen.
c. Rayburn D Tousley, Eugene Clark, Fred E. Clark, dalam Buchari
Alma menyatakan bahwa Marketing consist of those efforts
which provide for their physical distribution. Marketing terdiri
dari usaha yang mempengaruhi pemindahan pemilikan barang
dan jasa termasuk distribusinya.
Dari ketiga teori diatas maka dapat disimpulkan bahwa marketing
adalah suatu proses usaha seseorang atau sebuah lembaga dalam
mempengaruhi, menyalurkan, dan memindahkan kepemilikan dari satu
orang ke orang lain yang ada hubungannya dengan barang maupun jasa.
Beberapa ahli memberikan pengertian mengenai pemasaran jasa
pendidikan, diantaranya adalah: Menurut Machfoedz bahwa: ”Pemasaran
adalah suatu proses yang diterapkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan
dan keinginan konsumen dengan menyediakan produk (barang dan jasa).
Konsumen tertentu yang merupakan sasaran upaya pemasaran disebut pasar
sasaran. Definisi dari American Marketing Association (AMA) mencakup
pernyataan sebagai berikut bahwa pemasaran merupakan suatu proses
perencanaan dan menjalankan konsep, harga, promosi dan distribusi
sejumlah ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang mampu
memuaskan tujuan individu dan organisasi.56
Jadi pemasaran jasa pendidikan disini diartikan suatu proses sosial
56
Assael H, Consumers Behavior and Marketing Action, (Boston Massachusset: Kent Publishing
Company, 2002), 166.
59
dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengawasi
yang didalamnya terdapat individu, anggota-anggota dan lembaga
pendidikan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan
menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai
kepada masyarakat. Adapun beberapa tujuan dari pemasaran pendidikan
adalah (1) memberi informasi kepada masyarakat tentang produk-produk
lembaga pendidikan, (2) meningkatkan minat dan ketertarikan masyarakat
pada produk lembaga pendidikan, (3) membedakan produk lembaga
pendidikan dengan lembaga pendidikan yang lain, (4) memberikan penilaian
lebih pada masyarakat dengan produk yang ditawarkan, dan (5)
menstabilkan eksisensi dan kebermaknaan lembaga pendidikan di
masyarakat.57
Adapun fungsi pemasaran jasa pendidikan menurut Prim adalah untuk
membentuk citra baik terhadap lembaga dalam upaya menarik sejumlah
calon peserta didik.58
Dalam implementasi kepala sekolah untuk meningkatkan pemasaran
jasa pendidikan, Porter menjelaskan bahwa ada tiga macam strategi
pemasaran sebagai strategi bersaing, yaitu:59
a) Diferensiasi, yaitu strategi sekolah dalam memberikan
penawaran yang berbeda dibandingkan dengan penawaran yang
diberikan oleh pesaing. Strategi diferensiasi ini mengisyaratkan
sekolah mempunyai jasa yang mempunyai kualitas ataupun
57
Tim Dosen Administrasi Pendidikan, 2009., 348.
58
Prim Masrokan Mutohar, Manajemen Mutu Sekolah,..216.
59
Ibid.
60
fungsi yang bisa membedakan dirinya dengan pesaingnya.
Strategi diferensiasi dilakukan dengan cara menciptakan
persepsi terhadap nilai tertentu pada konsumennya. Misalnya
persepsi terhadap keunggulan kerja, inovasi produk, pelayanan
yang lebih baik, citra merek yang lebih unggul, dan sebagainya.
b) Keunggulan biaya, yaitu strategi sekolah dalam
mengefisien kan seluruh biaya operasionalnya sehingga
menghasilkan jasa yang bisa dijual lebih murah dibandingkan
pesaing nya. Strategi keunggulan biaya ini berfokus pada harga,
jadi biasanya sekolah tidak terlalu peduli dengan berbagaifaktor
pendukung dari jasa ataupun harga. Misalnya, biaya sekolah
yang murah biasanya mengandalkan strategi harga. Pihak
penyelenggara sekolah tersebut biasanya tidak peduli dengan
kenyamanan siswa pada waktu belajar, bahkan juga dengan
kebersihan, karena bagi mereka yang penting bisa menawarkan
jasa dengan harga yang sangat bersaing.
c) Fokus, yaitu strategi sekolah dalam menggarap satu target pasar
[Link] fokus biasanya dilakukan untuk jasa yang
memang mempunyai karakteristik khusus. Dengan demikian
dapat ditegaskan bahwa strategi pemasaran madrasah yang tepat
adalah dengan memenuhi kebutuhan masyarakat akan layanan
jasa pendidikan yang berkualitas. Peningkatan kualitas ini dapat
dilakukan dengan cara meningkatkan beberapa variabel yang
61
ikut menentukan kualitas madrasah itu: gedung, guru, prestasi
lulusan, kualitas pendidikan agama, dan kegiatan olah raga dan
kesenian. Penciptaan prestasi-prestasi yang menonjol dalam
Ebtanas maupun di bidang olah raga dan kesenian perlu
diusahakan sehingga terbentuk citra di masyarakat bahwa
madrasah tersebut berkualitas.
Definisi pemasaran yang digunakan secara khusus pada sekolah
yaitu, analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program
yang dirumuskan secara hati-hati yang dirancang untuk menghasilkan
pertukaran nilai secara sukarela dengan pasar sasaran/pasar target
(target market) jasa pendidikan untuk mencapai tujuan sekolah.60
Lembaga Pendidikan Islam bukanlah lembaga beku, akan tetapi
fleksibel, berkembang dan menurut kehendak waktu dan tempat. Hal ini
seiring dengan luasnya daerah Islam yang membawa dampak pada
pertambahan jumlah penduduk Islam. Dan adanya keinginan untuk
memperoleh aktifitas belajar yang memadai. Sejalan dengan semakin
berkembangnya pemikiran tentang pendidikan, maka didirikanlah
berbagai macam lembaga pendidikan Islam yang teratur dan terarah.
Pemasaran merupakan usaha pemasaran pada sebuah organisasi
profit maupun non profit yang berfokus pada kepuasan pelanggan.
Apabila berbicara tentang marketing berarti berbicara tentang
bagaimana memuaskan pelanggan yang dalam hal ini adalah peserta
60
David Wijaya, Pemasaran Jasa Pendidikan “Mengapa Sekolah memerlukan Marketing”,
(Jakarta : Salemba Empat, 2012), 16.
62
didik dalam madrasah. Jika peserta didik tidak puas berarti
pemasarannya gagal.61
Unsur utama dalam pemasaran dapat diklasifikasikan men
jadi tiga unsur utama, yaitu:62
1) Unsur strategi persaingan, meliputi:
a) Segmentasi pasar, yaitu tindakan mengidentifikasi dan
membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah.
Masing-masing konsumen ini memiliki karakteristik,
kebutuhan produk, dan bauran peasaran tersendiri.
b) Targetting, yaitu tindakan memilih satu atau lebih segmen
pasar yang akan dimasuki.
c) Positioning, yaitu penetapan posisi pasar yang tujuannya adalah
untuk membangun dan mengkomunikasikan keunggulan
bersaing produk yang ada di pasar ke dalam benak konsumen.
Menurut seorang ahli bidang marketing Philip Kotler,
mengatakan ada lima konsep alternatif yang dilakukan oleh
organisasi dalam menjalankan kegiatan-kegiatan pemasaran
yaitu;63
1) Konsep Produksi
Konsep ini berpandangan bahwa perusahaan membuat
61
Buchari Alma, Ratih Hurriyati, Manajemen Coorporate dan Strategi Pemasaran Jasa
Pendidikan Fokus pada Mutu dan Layanan Prima, (Alfabeta : Bandung, 2008), 30.
62
Ibid., 32.
63
Philip Kotler, Majemen Pemasaran, (Jakarta: PT. Prenhallindo, 1997), 9.
63
produksi yangsebanyak-banyaknya. Dengan produksi massal
ini akan diperoleh efisiensi dalam pemakaian input dan
efisiensi dalam proses [Link] perusahaan akan
dapat menetapkan harga jual lebih murah dari saingan. Hal ini
sejalan dengan keinginan konsumen agar mereka mudah
memperoleh barang yang mereka butuhkan, mereka bisa
membeli dibanyak tempat dan harganya tidak terlalu mahal.
Jika hal ini diterapkan dalam jasa pendidikan, bukan
berarti lembaga pendidikan menghasilkan lulusan masal
dengan mengabaikan mutu. Kemudian menurunkan uang
kuliah agar lebih banyak pengguna masuk. Konsep produksi
dalam jasa pendidikan harus tetap memegang teguh
peningkatan mutu lulusannya dan harga tidak terlalu tinggi.
2) Konsep Produk
Produsen menghasilkan produk yang sangat baik,
menurut ukuran atau selera produsen sendiri, bukan menurut
kehendak konsumen, konsumen demikian banyaknya sehingga
selera merekapun sangat bervariasi. Selera konsumen tidak
dapat diidentikkan dengan selera produsen. Inilah salah satu
kesalahan yang terjadi pada konsep produk yang
menyamakan selera produsen dengan selera konsumen.
Akibatnya jika timbul pesaing baru yang kreatif dalam
bidang produksi, maka pengusaha yang menganut konsep
64
produk akan kalah dalam persaingan.
Jika ini diterapkan dalam lembaga pendidikan maka
pimpinan lembaga tidak boleh berbuat sekehendaknya,
walaupun dalam rangka ingin meningkatkan mutu. Pimpinan
sekali-kali harus memonitor apa kehendak konsumen, apa
keluhan-keluhan yang diobrolkan oleh para siswa, guru,
tenaga administrasi dan sebagainya. Pimpinan lembaga
pendidikan harus sering turun kebawah melihat ruang kelas,
memperhatikan taman-taman, bertegur sapa dengan
siswa, guru dan orang lain yang berkunjung ke
Sekolah.23
3) Konsep Penjualan
Pengusaha yang menganut konsep penjualan
berpendapat bahwa yang penting produsen menghasilkan
produk, kemudian produk itu dijual ke pasar dengan
menggunakan promosi secara besar-besaran. Produsen ini
mempunyai keyakinan bahwa pemasaran dengan jalan
promosi, konsumen dipengaruhi, dirangsang, dim otivasi
untuk membeli maka mereka pasti akan membeli. Konsep
ini banyak dianut oleh para produsen dan mereka
juga berhasil dalam pemasarannya.64
64
A.B Susanto, Manajemen Pemasaran di Indonesia Analisis Perencanaan, Implementasi dan
Pengendalian, (Jakarta: Salemba empat, 2000), 54.
65
Jika hal ini diterapkan dalam lembaga pendidikan, maka
ada kecenderungan lembaga menggunakan surat kabar,
TV, memasangiklan, layaknya seperti iklan barang. Iklan ini
bisa saja asal ada bukti nyata yang menunjang kekuatan
iklannya. Iklan tanpa usaha perbaikan mutu lembaga
pendidikan maka akan berakibat sebaliknya.65
4) Konsep Marketing
Konsep marketing ini menyatakan bahwa produsen
jangan memperhatikan diri sendiri, jangan melihat selera
sendiri, tapi lihatlah, carilah apa dan bagaimana selera
konsumen. Konsep marketing ini lebih menekankan kepada
kepuasan konsumen. Tujuan marketing ialah bagaimana usaha
untuk memuaskan selera, memenuhi “needs and wants”dari
konsumen. Istilah needs artinya kebutuhan yang didefinisikan
sebagai rasa kekurangan pada diri seseorang yang harus
dipenuhi. Sedangkan wants, berarti keinginan, yang
didefinisikan sebagai suatu kebutuhan yang sudah dipengaruhi
oleh berbagai faktor, seperti daya beli,
pendidikan, agama, keyakinan, dan keluarganya.66
Agar dapat memenuhi “needs and wants” konsumen
maka para produsen harus mengadakan marketing research
baik dalam arti luas maupun dalam arti sempit. Pengusaha
65
Buchari Alma, Pemasaran Stratejik Jasa Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2003), 47.
66
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran, (Jakarta: Prenhallindo, 1997), 10.
66
yang menganut konsep marketing ini, dikatakan mereka
melihat jendela bukan lagi melihat cermin, jika seseorang
melihat jendela maka yang tampak ialah orang lalu
lalang dijalan. Dapat dilihat diamati siapa
yang ada dijalanberapa banyak jumlahnya, apa
pakaiannya, warnanya, modenya dan sebagainya.67
Dalam pertempuran bisnis, melalui strategi marketing
maka suatu kenyataan kita lihat. Para pengusaha Jepang,
menang total berhadapan dengan pengusaha Amerika. Ini
karena pengusaha Jepang sudah lebih dulu menerapkan
konsep marketing, dibandingkan dengan pengusaha
Amerika yang masih terbenam dengan mitos konsep
penjualan dan konsep produk. Pengusaha Amerika masih
membuat produk mobil yang sangat bagus menurut produsen
sendiri, sementara pengusaha Jepang sudah menghasilkan
mobil yang lebih diinginkan oleh konsumen Amerika.
Jepang muncul dengan dengan produk mobil kecil
mungil, irit bensin dan sebagainya. Kekalahan Amerika
dalam bidang bisnis melalui strategi marketing adalah
suatu bukti betapa ampuhnya strategi konsep
marketing ini.68
Siswa harus merasa puas dengan layanan lembaga dalam
67
Buchari Alma, Pemasaran Stratejik Jasa Pendidikan...,49.
68
Philip Kotler, Manajemen Pemasaran....,12.
67
banyak hal misalnya dalam suasana belajar mengajar, ruang
kelas yang bersih, taman yang asri, tenaga pengajar yang
ramah, perpustakaan, laboratorium, lapangan olahraga dan
sebagainya harus siap melayani siswa.69
5) Konsep Kemasyarakatan
Konsep ini menyatakan bahwa dunia perusahaan harus
bertanggung jawab pada masyarakat terhadap segala perilaku
bisnisnya. Perusahaan harus menghasilkan produk yang dapat
diandalkan, tidak cepat rusak, tidak berbahaya jika digunakan
oleh konsumen dan turut menjaga kelestarian alam. Dunia
bisnis harus hemat dalam menggunakan sumber-sumber alam,
dan turut mengadakan penghijauan. Demikian pula di sekolah
harus bertanggung jawab terhadap masyarakat luas, mulai dari
mutu lulusan yang dihasilkan. Jangan sampai lulusan yang
dihasilkan malah membawa masalah dimasyarakat, berlagak
titel kesarjanaan yang diperoleh. Lembaga pendidikan harus
bertanggung jawab terhadap uang masyarakat yang dipungut
dan digunakan. Sehingga betul-betul memberikan hasil
maksimal buat kepentingan masyara kat.70
Lembaga pendidikan yang menganut konsep marketing ini,
tahu persis apa yang harus dilakukan. Lembaga pendidikan
bisnisnya bukan hanya sekedar mengajar siswa tiap hari sesuai
69
Rusadi Rulan, Manajemen Publik Relation Media Komunikasi, Konsep Dan Aplikasi,
(Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003),233.
70
Buchari Alma, Pemasaran Stratejik Jasa Pendidikan...,50
68
jadwal kemudian melaksanakan ujian, lulus tetapi harus lebih dari
sekedar itu.
Dengan demikian, jika memperhatikan beberapa variabel
yang selalu mengikuti dalam proses pemasaran, maka variabel
tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam
menentukan marketing pada Lembaga Pendidikan Islam, agar dapat
tercapai kesuksesan dalam memasarkan lembaganya dengan baik.
Jadi, yang ingin dicapai dari pemasaran pendidikan adalah
mendapatkan pelanggan yang disesuaikan dengan target, baik itu
yang berkaitan dengan kualitas maupun kuantitas dari calon
pelanggan (siswa).
B. Penelitian Terdahulu
Ada beberapa penelitian tentang strategi samudra biru yang
dilakukan sebelumnya. Diantara hasil penelitian terdahulu adalah sebagai
berikut:
1. Myrna Louise Dyah71 dengan judul Rencana Strategi Pemasaran
Berdasarkan variable Marketing Mix Untuk Meningkatkan Jumlah Siswa
Baru di SD Kanisius Gendongan Salatiga. Penelitian ini bertujuan
mengetahui rencana strategi pemasaran yang digunakan untuk meningkatkan
jumlah siswa baru di SD Kanisius Gedongan [Link] kajian ini
ditemukan analisis SWOT dari variabel marketing mix menunjukkan posisi
SD Kanisius Gendongan Salatiga berada di kwadran SO, maka dibuat
71
Myrna Louise Dyah, Rencana Strategi Pemasaran Berdasarkan variable Marketing Mix Untuk
Meningkatkan Jumlah Siswa Baru di SD Kanisius Gendongan Salatiga, Tesis, UNDIP, 2010
69
rencana strategi agresif yang memanfaatkan kekuatan dari lingkungan
internal sekolah untuk dapat memanfaatkan peluang dari lingkungan.
2. Dedik Fatkul72 dengan judul penelitian Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan
Dalam Meningkatkan peminat Layanan Pendidikan Di Madrasah Muallimin
Muhammadiyah Yogyakarta .Penelitian ini bertujuan mengetahui pemasaran
jasa di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Dari kajian ini
ditemukan strategi pemasaran dengan merumuskan strategi pesaing,
tergetting dan menonjolkan differensiasi.
3. Ikhwan Fuad73 dengan judul penelitian Blue Ocean Strategy Sebagai
Paradigma Baru Manajemen Pendidikan Islam di Madrasah Muallimat
Muhammadiyah Yogyakarta, penelitian ini bertujuan menganilis
Madrasah Muhammadiyah dengan menggunakan teori Blue Ocean
[Link] dari kajian ini Pengadopsian prinsip-prinsip blue ocean dalam
manajemen pendidikan secara umum tergolong cukup baik dengan rincian
perencanaan-perencanaan mencapai 53,33% (sedang) implementasi 72,14%
(tinggi) dan evaluasi 60% (tinggi) sehingga total keseluruhan adalah 59,25
(sedang).
4. Zainal Abidin Mohamed74 dengan judul penelitianAnalysis of the use of the
Blue Ocean Strategy: case Study Analysis on 14 Different Agencies. Journal
International,2009 Vol 3 No 4 penelitian ini bertujuan menganalisis
72
Dedik Fatkul, Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan Dalam Meningkatkan Peminat Layanan
Pendidikan Di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Tesis, UIN Sunan Kalijaga,
2014
73
Ihwan Fuad,Blue Ocean Strategy sebagai paradigma baru Manajemen Pendidikan Islam.2008,
Jurnal Ilmu Tarbiyah Vol 5 No 2
74
Zainal Abidin Mohamed,Analysis of the use of the Blue Ocean Strategy: case Study Analysis on
14 Different Agencies. Journal International Vol 3 No 4 .Putra Malaysia University
70
perbedaan keunikan perusahaan dengan menggunakan Blue Ocean Strategy,
hasil temuan peneliti faktor yang paling banyak dieliminasi oleh agensi
terkait program dan variasi produk. Faktor yang dikurangi adalah biaya
operasi. Faktor yang ditingkatkan oleh agensi adalah pelayanan terhadap
konsumen. Dan faktor yang diciptakan adalah efek jangka panjang.
5. Chandra Utama75 dengan judul penelitian Menjalankan Rangkaian Strategi
Samudra Biru. Penelitian ini bertujuan mengetahui aplikasi Strategi samudra
biru di perguruan tinggi. Penerapan samudra biru dalam perguruan tinggi
harus dapat dibedakan konteksnya dengan samudra biru dalam perusahaan.
Keuntungan dalam perguruan tinggi berbeda dengan keuntungan yang
dimaksud oleh perusahaan. Perlu diperhatikan pula karakteristik persamaan
dan perbedaan perguruan tinggi dengan perusahaan.
Penelitian-penelitian tersebut peneliti rangkum dalam tabel berikut
ini:
75
Chandra Utama, Menjalankan Rangkaian Strategi Samudra Biru, Jurnal ekonomi dan Bisnis,
Universitas Katholik Parahyangan , 2008, Vol 12 No 1
71
Tabel 2.2 Penelitian Terdahulu
No Nama/Tahun Judul penelitian Hasil penelitian Persamaan Perbedaan
1 Myrna Louise Dyah Rencana Strategi Penelitian ini merupakan Keduanya sama-sama Terletak pada variabel nya ,strategi
Pemasaran deskriptif kualitatif, dengan meneliti terkait yang dipakai menganalisis
Berdasarkan mempergunakan analisis manajemen strategis
variable Marketing SWOT. Hasil analisis SWOT pemasaran jasa
Mix Untuk dari variabel marketing mix pendidikan
Meningkatkan menunjukkan posisi SD
Jumlah Siswa Baru Kanisius Gendongan Salatiga
di SD Kanisius berada di kwadran SO, maka
Gendongan dibuat rencana strategi agresif
Salatiga yang memanfaatkan kekuatan
dari lingkungan internal
sekolah untuk dapat
memanfaatkan peluang dari
lingkungan
2 Dedik Fatkul Strategi Pemasaran Kajian penelitian menemukan Keduanya meneliti Perbedaan terletak pada alat
Jasa Pendidikan strategi pemasaran dengan terkait pemasaran jasa analisis yang dilakukan
Dalam merumuskan strategi pesaing, pendidikan
Meningkatkan tergetting dan menonjolkan
peminat Layanan differensiasi
Pendidikan Di
Madrasah
Muallimin
Muhammadiyah
Yogyakarta
72
3 Ikhwan Fuad Blue Ocean Pengadopsian prinsip-prinsip Grand theory dalam Metode Penelitian yang digunakan
Strategy Sebagai blue ocean dalam manajemen menganalisis LPI kuantitatif
Paradigma Baru pendidikan secara umum
Manajemen tergolong cukup baik dengan
Pendidikan Islam rincian
(2008, Jurnal perencanaan-perencanaan
Ilmu Tarbiyah Vol mencapai 53,33% (sedang)
5 No 2 STIT implementasi 72,14% (tinggi)
Muhammadiyah dan evaluasi 60% (tinggi)
Pacitan) sehingga total keseluruhan
adalah 59,25 (sedang).
4 Zainal Abidin Analysis of the use Dari hasil penelitian, didapat Menggunakan teori Mencari faktor penghambat dan
Mohamed of the Blue Ocean bahwa: faktor yang paling yang sama faktor pendukung
Strategy: case banyak dieliminasi oleh
Study Analysis on agensi terkait program dan
14 Different variasi produk. Faktor yang
Agencies. Journal dikurangi adalah biaya
International Vol 3 operasi. Faktor yang
No 4 Putra ditingkatkan oleh agensi
Malaysia adalah pelayanan terhadap
University.2009 konsumen. Dan faktor yang
diciptakan adalah efek jangka
panjang.
73
5 Chandra Utama Menjalankan Penerapan samudra biru Penelitian ini lebih Perbedaan terletak pada rangkaian
Rangkaian Strategi dalam perguruan tinggi harus memfokuskan pada strategis yang diterapkan lebih
Samudra Biru dapat dibedakan konteksnya bagaimana membuat membidik consumer yang telah
dengan samudra biru dalam jangkauan yang dipetakan terlebih dahulu.
perusahaan. Keuntungan dimiliki organisasi
dalam perguruan tinggi menjadi lebih luas
berbeda dengan keuntungan dengan
yang dimaksud oleh mengembangkan
perusahaan. Perlu target konsumen,
diperhatikan pula karakteristik menemukan harga
persamaan dan perbedaan strategis, dan
perguruan tinggi dengan mengadopsikan
perusahaan. strategi ke dalam
organisasi.
74
C. Paradigma Penelitian
Sebagaimana yang peneliti paparkan pada konteks penelitian di atas,
maka salah satu pendorong peneliti untuk melakukan penelitian dengan
mengambil judul Blue Ocean Strategy Dalam Meningkatkan Pemasaran Jasa
Pendidikan di SD Muhammadiyah Terpadu Ponorogo dan SD Al Azhar
Tulungagung pertama karena strategi pemasaran jasa pendidikan sangat penting,
strategi yang tepat menjadikan kepercayaan customer untuk memilih lembaga
pendidikan tersebut.
Kedua, menurut pengamatan penulis, judul penelitian ini penting untuk
di angkat dalam penelitian dengan harapan sebagai rujukan yang memberi
wawasan serta kemauan bagi semua pihak untuk dapat bekerja sama dalam
meningkatkan strategi pemasaran jasa pendidikan guna menjadikan lembaga
pendidikan yang mempunyai kualitas produk yang diakui dan dapat diterima
dengan baik oleh masyarakat.
Berikut ini dapat peneliti gambarkan skema dari penelitian yang
peneliti lakukan:
75
Paradigma Penelitian76
Utilitas Bagi Pembeli
uiu
Bagaimana Keistimewaan
lembaga pendidikan?
Harga
Bagaimana perumusan rangkaian biaya
yang ditawarkan supaya bisa terjangkau
oleh customer?
Biaya
Bagaimana langkah -langkah yang
dilakukan lembaga untuk pencapaian Pemasaran Jasa Pendidikan
biaya sasaran dapat tercapai?
Penerapan
Bagaimana hambatan yang
dialami dalam penerapan blue
ocean strategy?
Peningkatan Pemasaran
Blue Ocean yang layak dipasarkan Jasa Pendidikan
76
Diadopsi dari Blue Ocean Strategy Kim,W. Chan dan Renee Mauborgne...,139.