MAKALAH
INTEGRAL
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Matematika
Disusun oleh :
Abdul Azid F.
Kelas : XII A (ATU)
SMK NURUL HUDA PANUMBANGAN
Jl. Desa Sindangmukti RT. 01 RW. 01 Kec. Panumbangan - Ciamis 46263
TAHUN AJARAN 2018/2019
0
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT, sang Pengatur Alam Semesta, yang telah
melimpahkan kasih-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah
pembelajaran matematika yang berjudul “INTEGRAL” tepat pada waktunya.
Makalah ini tidak akan selesai tepat waktu tanpa bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, penyusun ingin menyampaikan ucapan terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Tak ada gading yang tak retak. Demikian pula, tak ada karya yang
sempurna. Oleh karena itu, penyusun mengarapkan kritik dan saran yang
membangun guna pembelajaran untuk masa yang akan datang. Akhir kata,
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat membuat pembaca
memahami lebih lanjut mengenai integral.
Panjalu, Januari 2019
Penyusun
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................... 2
1.3 Tujuan ..................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 3
2.1 Pengertian Integral .................................................................................. 3
2.2 Integral Tak Tentu .................................................................................. 3
2.3 Integral Tertentu ..................................................................................... 6
2.4 Integral Luas Daerah............................................................................... 8
2.5 Kegunaan Integral ................................................................................... 9
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 11
3.1 Kesimpulan ............................................................................................. 11
3.2 Saran ....................................................................................................... 11
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 12
ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang memiliki sifat
universal, dimana matematika ini memiliki peran penting di semua bidang
ilmu pengetahuan. Melalui perkembangan penalaran dan abstraksi,
matematika berkembang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran dan
pengkajian sistematis terhadap bangun dan pergerakan benda-benda fisika.
Matematika secara praktis mendaji salah satu kegiatan manusia sejak
adanya rekaman tertulis.
Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di
berbagai bidang, termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu
sosial seperti ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang
matematika yang melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke
bidang-bidang lain, mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan
matematika baru, dan kadang-kadang mengarah pada pengembangan
disiplin- disiplin ilmu yang sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori
permainan. Para matematikawan juga bergulat di dalam matematika murni,
atau matematika untuk perkembangan matematika itu sendiri, tanpa adanya
penerapan di dalam pikiran, meskipun penerapan praktis yang menjadi latar
munculnya matematika murni ternyata seringkali ditemukan terkemudian.
Salah satu cabang dari Ilmu Matematika yang patut di pelajari adalah
Integral. Integral adalah lawan dari proses diferensial. Integral terbagi atas
beberapa jenis yaitu integral tertentu dan integral tak tentu. Perbedaan antara
integral tertentu dan integral tak tentu yaitu jika integral tertentu memiliki
batasan-batasan ,integral tak tentu tidak memiliki batasan –batasan.
Penguasaan mata pelajaran Matematika khususnya mengenai integral
bagi peserta didik juga berfungsi membentuk kompetensi program keahlian
.Dengan mengajarkan Matematika khususnya dalam hal integral diharapkan
peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan
1
mengembangkan diri di bidang keahlian dan pendidikan pada tingkat yang
lebih tinggi. Oleh karena itu, disini penyusun akan membahas lebih lanjut
mengenai integral.
1.2 Rumasan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan integral?
2. Apa yang dimaksud dengan integral tak tentu?
3. Apa yang dimaksud dengan integral tertentu?
4. Apa yang dimaksud dengan integral luas daerah?
5. Apa saja kegunaan integral dalam kehidupan sehari-hari?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian integral
2. Untuk mengetahui integral tak tentu
3. Untuk mengetahui integral tertentu
4. Untuk mengetahui integral luas daerah
5. Untuk mengetahui kegunaan integral dalam kehidupan sehari-hari
2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Integral
Integral merupakan bentuk operasi matematika yang menjadi
kebalikan (invers) dari operasi turunan dan limit dari jumlah atau suatu luas
daerah tertentu, menyusul ditemukannya masalah dalam diferensiasi di
mana matematikawan harus berpikir bagaimana menyelesaikan masalah
yang berkebalikan dengan solusi diferensiasi. Lambang integral adalah ‘ ∫ ’ .
Agar lebih dapat di mengerti perhatikan pernyataan berikut :
F1(x) = x 2 + 5x – 6 maka F1’(x) = 2x + 5
F2(x) = x 2 + 5x + 12 maka F2’(x) = 2x + 5
F3(x) = x 2 + 5x maka F3’(x) = 2x + 5
Pada fungsi-fungsi yang berbeda konstanta di peroleh bentuk turunan /
derivatif yang sama. Operasi dari F(x) menjadi F’(x) mer sebaliknya dari
F’(x) menjadi F(x) disebuit dengan INTEGRAL (anti turunan).
2.2 Integral Tak Tentu
Integral tak tentu atau antiderivatif adalah suatu bentuk operasi
pengintegralan suatu fungsi yang menghasilkan suatu fungsi baru. fungsi ini
belum memiliki nilai pasti (berupa variabel), atau batas atas dan batas
bawah sehingga cara pengintegralan yang menghasilkan fungsi tak tentu ini
disebut integral tak tentu.
Adapun beberapa aturan yang dapat digunakan dalam penyelesaian integral:
∫ 𝑑𝑥 = 𝑥 + 𝑐
∫(𝑓(𝑥) ± 𝑔(𝑥))𝑑𝑥 = ∫ 𝑓(𝑥)𝑑𝑥 + ∫ 𝑔(𝑥)𝑑𝑥
1
∫ 𝑥 𝑛 𝑑𝑥 = 𝑥𝑛 + 𝑐
𝑛+1
𝑘𝑥 𝑛+1
∫ 𝑘𝑥 𝑛 𝑑𝑥 = +𝑐
𝑛+1
3
Integral Tak Tentu dari Fungsi Trigonometri
Untuk merancang aturan integral tak tentu dari fungsi-fungsi trigonometri,
perlu diingat kembali turunan fungsi – fungsi trigonometri sebagaimana
diperhatikan dalam table berikut:
Dengan menggunakan aturan integral tak tentu yang mempunyai sifat
bahwa:
F’(x) = f(x) dan turunan fungsi-fungsi trigonometri dalam table di atas,
maka integral tak tentu dari fungsi-fungsi trigonometri dapat dirumuskan
sebagai berikut :
Sedangkan aturan integral tak tentu dari fungsi-fungsi trigonometri dalam
variabel sudut ax+b dapat dirumuskan sebagai berikut :
4
Dalam penyelesaiannya integral tak tentu memiliki tiga cara penyelesaian,
yaitu:
1. Penyelesaian Cara Biasa
Secara umum:
𝑑𝑦
Jika 𝑦 , = 𝑎𝑡𝑎𝑢 𝑑𝑦 = 𝑦 ′ 𝑑𝑥 𝑚𝑎𝑘𝑎 ∫ 𝑑𝑦 = 𝑦 = ∫ 𝑦 ′ 𝑑𝑥
𝑑𝑥
Jadi, dapat disimpulkan dengan x ≠ -1
Untuk mencari integral dari fungsi trigonometri perlu diingat kembali
tetang turunan fungsi trigonometri, maka:
1
= ∫ sin 𝑎𝑥 = − cos 𝑎𝑥 + 𝑐
𝑎
1
= ∫ cos 𝑎𝑥 = sin 𝑎𝑥 + 𝑐
𝑎
Contoh soal :
2. Penyelesaian Cara Subtitusi
Integral subtitusi pada prinsipnya sama dengan integral pemisalan.
Prinsip integral Subtitusi ada 2 yaitu salah satu bagian dimisalkan
dengan u ,sisanya yang lain (termasuk dx) harus diubah dalam du.
Bentuk umumnya : ∫ 𝐹 [𝑔(𝑥). 𝑔′(𝑥)𝑑𝑥
Misal u = g(x) dan du = g’(x) dx, didapat
Contoh :
5
3. Integral Parsial
Integral parsial atau pengintegralan sebagian berdasar pada turunan
suatu fungsi hasil kali. Disebut Integral Parsial, karena sebagian
bentuk dilakukan operasi turunan sebagian operasi Integral.
Bentuk rumus:
Bagian u dikerjakan operasi turunan dan bagian dy dikerjakan operasi
integral, dengan bentuk ∫ 𝑣 𝑑𝑢lebih sederhana dari bentuk ∫ 𝑢 𝑑𝑢.
Contoh:
2.3 Integral Tertentu
Pengertian atau konsep integral tentu pertama kali dikenalkan oleh
Newton dan Leibniz. Namun pengertian secara lebih modern dikenalkan
oleh Riemann.
Integral tentu adalah proses pengintegralan yang digunakan pada
aplikasi integral. Pada beberapa aplikasi integral dikenal istilah batas bawah
dan batas atas sebuah integral, batas inilah yang kemudian menjadi ciri khas
sebuah integral dinamakan sebagai integral tertentu. Sebab berbeda dengan
integral tak tentu yang tidak memiliki batas, maka pada integral tertentu ada
sebuah nilai yang harus disubtitusi yang menyebabkan tidak adanya lagi
nilai C (konstanta ) pada setiap hasil integral dan menghasilkan nilai
tertentu.
6
Secara umum integral tentu dari sebuah fungsi dengan batas tertentu
dapat dirumuskan sebagai berikut :
𝑏 𝑏
Jika f kontinu pada [a,b], maka ∫𝑎 𝑓(𝑥)𝑑𝑥 = [𝐹(𝑥)] = F(b)- F(a) dengan F
𝑎
antiturunan seberang dari f , yakni suatu fungsi sedemikian sehingga F’ = f
Suatu fungsi f yang kontinu terdefinisi untuk Interval [a,b] kita bagi menjadi
n bagian yang sama dengan lebar.
SIFAT:
Jika f(x) ≥ 0 dalam interval a ≤ x ≤ b, maka ≥ 0
Jika f(x) ≤ 0 dalam interval a ≤ x ≤ 0, maka ≤ 0
Contoh :
7
2.4 Integral Luas Daerah
Misalkan L menyatakan himpunan semua bilangan L yang dapat
diperoleh sebagai jumlah luas daerah persegi-panjang kecil sebagaimana
dalam Gambar 12.2. Maka ‘luas daerah’ di bawah kurva y = f (x) mestilah
lebih besar daripada setiap anggota L. Tampaknya masuk akal untuk
mendefinisikan ‘luas daerah’ di bawah kurva y = f (x) sebagai bilangan
terkecil yang lebih besar daripada setiap anggota L, yakni sup L.
a. Menentukan Luas Daerah diatas Sumbu X
Misalkan R adalah daerah yang di batasi oleh kurva y=f(x) , garis x=a,
dan raris x=b , dengan F(x) ≥ 0 pada [a,b] maka luas daerah R adalah
𝑏
sebagai berikut: L(R) = ∫𝑎 𝑓(𝑥)𝑑𝑥
b. Menentukan Luas Daerah dibawah Sumbu X
Misalnya S adalah daerah yg dibatasi oleh kurva y = f(x) , sumbu x,
garis x = a , dan garis x = b, dengan F(x) ≤ 0 pada [a,b] maka luas
daerah S seperti yg telah di bahas pada subbab sebelumnya adalah
sebagai berikut
𝑏
L(S) = − ∫ 𝑓(𝑥)𝑑𝑥
𝑎
8
c. Menentukan Luas Daerah Yang Di Batasi Kurva Y=F(X) Dan Sumbu X
Misalkan T adalah daerah yang dibatasi oleh kurva y = f(x), sumbu x,
garis x=a, dan garis x=c, dengan f(x)>= 0 pada [a,b] dan f(x)<=0 pada
[b,c], maka luas daerah T adalah sebagai berikut:
𝑏 𝑐
L(S) = ∫ 𝑓(𝑥)𝑑𝑥 − ∫ 𝑓(𝑥)𝑑𝑥
𝑎 𝑏
d. Luas Daerah yang Terletak Diantara 2 Kurva
𝑏
L(U) = ∫ [𝑓(𝑥) − 𝑔(𝑥)]𝑑𝑥
𝑎
Contoh :
2.5 Kegunaan Integral Dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Ekonomi
Mencari fungsi asal dari fungsi marginalnya (fungsi turunannya).
Mencari fungsi biaya total.
Mencari fungsi penerimaan total dari fungsi penerimaan marginal.
Mencari fungsi konsumsi dari fungsi konsumsi marginal.
Fungsi tabungan dari fungsi tabungan marginal.
Fungsi kapital dari fungsi investasi.
2. Teknologi
Penggunaan laju tetesan minyak dari tangki untuk menentukan
jumlah kebocoran selama selang waktu tertentu
9
Penggunaan kecepatan pesawat ulang alik Endeavour untuk
menentukan ketinggian maksimum yang dicapai pada waktu
tertentu.
Memecahkan persoaalan yang berkaitan dengan volume, paanjang
kurva, perkiraan populasi, keluaran kardiak, gaya pada bendungan,
usaha, surplus konsumen.
3. Fisika
Analisis rangkaian listrik arus AC.
Analisis medan magnet pada kumparan.
Analisis gaya-gaya pada struktur pelengkung.
4. Matematika
Menentukan luas suatu bidang,
Menentukan volume benda putar,
Menentukan Panjang busur
10
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Integral merupakan salah satu cabang ilmu matematika. Integral
merupakan bentuk operasi matematika yang menjadi kebalikan (invers) dari
operasi turunan dan limit dari jumlah atau suatu luas daerah tertentu,
menyusul ditemukannya masalah dalam diferensiasi di mana
matematikawan harus berpikir bagaimana menyelesaikan masalah yang
berkebalikan dengan solusi diferensiasi. Lambang integral adalah ‘ ∫ ’ .
Integral terbagi atas integral tertentu dan integral tak tentu. Integral tak tentu
memiliki tiga cara dalam penyelesaiannya yaitu cara biasa, cara subtitusi,
dan integral parsial. Pada integral tertentu proses pengintegralan yang
digunakan pada aplikasi integral. Dengan konsep integral kita dapat
menentukan luas daerah dan volume benda putar. Dalam kehidupan sehari-
hari, integral memiliki beraneka macam manfaat baik dalam bidang
ekonomi, teknologi, fisika, matematika, maupun bidang lain dalam
kehidupan.
3.2 Saran
Penguasaan mata pelajaran Matematika khususnya mengenai integral
bagi peserta didik juga berfungsi membentuk kompetensi program keahlian
. Dengan mengajarkan Matematika khususnya dalam hal integral diharapkan
peserta didik dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan
mengembangkan diri di bidang keahlian dan pendidikan pada tingkat yang
lebih tinggi. Namun, kebanyakan dari peserta didik kebingungan dalam
menyelesaikan persamaan – persamaan integral, sehingga diharapkan untuk
pendidik dapat menjelaskan konsep integral dengan metode yang lebih
mudah untuk dimengerti peserta didik.
11
DAFTAR PUSTAKA
Sukino. 2007. Matematika SMA. Jakarta : Erlangga
Integral.([Link], diakses tanggal 16 Desember
2014)
Konsep menghitung luas daerah dengan integral.
([Link], diakses tanggal 16 Desember
2014)
Kegunaan Integral. ([Link], diakses tanggal 16
Desember 2014)
12