[Link]
com/2016/03/penge
[Link]
Pengertian Harga Menurut Para Ahli
Harga (price) adalah jumlah semua nilai yang diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan
keuntungan dari memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa (Philip Kolter,
2008:345).
Menurut Basu Swastha (2005:185) harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa barang
kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari barang beserta
pelayanannya.
Menurut Tjiptono (2005), Harga adalah satuan moneter atau ukuran lainnya termasuk barang
dan jasa lainnya yang ditukarkan agar memperoleh hak kepimilikan atau pengguna suatu
barang dan jasa.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa harga merupakan
keseluruhan nilai suatu barang maupun jasa yang diberikan dalam bentuk uang. Selain itu
Harga adalah segala sesuatu atau nilai yang ditetapkan bagi “sesuatu”.(Kesimpulan penulis)
Dalam proses penetapan harga sebaiknya dilakukan sesuai dengan tujuan perusahaan dan
pemasaran. Penetapan harga dilakukan perusahaan berdasarkan banyak pertimbangan. Jika
konsumen menerima tawaran berarti harga tersebut sudah tepat. Jika mereka menolak
biasanya harga akan cepat diganti atau bila perlu produk bisa ditarik dari pasar.
*Menurut Basu Swastha (2009:150), tahap-tahap dalam penetapan harga antara lain:
Mengestimasikan permintaan untuk barang tersebut.
Pada tahap ini penjual membuat estimasi permintaan barangnya secara total. Pengestimasian
permintaan barang dapat dilakukan dengan cara:
1) Menentukan harga yang diharapkan, yaitu harga yang diharapkan dapat diterima oleh
konsumen.
2) Mengestimasikan volume penjualan pada berbagai tingkat harga.
Mengetahui lebih dulu reaksi dalam persaingan.
Kondisi persaingan sangat mempengaruhi kebijaksanaan penentuan harga perusahaan atau
penjual. Oleh karena itu, penjual perlu mengetahui reaksi persaingan yang terjadi di pasar
serta sumber-sumber penyebabnya. Adapun sumber-sumber persaingan yang ada dapat
berasal dari:
1) Barang sejenis yang dihasilkan dari perusahaan lain
2) Barang pengganti atau substitusi
3) Barang-barang lain yang dibuat oleh perusahaan lain yang sama-sama menginginkan uang
konsumen.
Menentukan market share yang dapat diharapkan.
Perusahaan yang agresif selalu menginginkan market share yang lebih besar. Kadang-kadang
perluasan market share harus dilakukan dengan mengadakan periklanan dan bentuk lain dari
persaingan bukan harga, disamping dengan harga tertentu. Market share yang diharapkan
tersebut akan dipengaruhi oleh kapasitas produksi yang ada, biaya ekspansi dan mudahnya
memasuki persaingan.
*Memilih strategi harga untuk mencapai target pasar.
Dalam hal ini penjual dapat memilih diantara dua macam strategi harga yang dianggap paling
ekstrim, yaitu:
1) Skim the cream pricing
Skim the cream pricing atau skimming pricing merupakan strategi penetapan harga yang
setinggi-tingginya. Harga yang tinggi tersebut dimaksudkan untuk menutup biaya penelitian,
pengembangan dan promosi.
2) Penetration pricing
Penetration pricing merupakan strategi penetapan harga yang serendah-rendahnya yang
bertujuan untuk mencapai volume penjualan sebesar-besarnya dalam waktu yang relatif
singkat. Dibandingkan skim the cream pricing, strategi ini lebih agresif dan dapat
memperkuat kedudukan perusahaan dalam persaingan.
*Mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan.
Tahap selanjutnya dalam prosedur penetapan harga adalah mempertimbangkan politik
pemasaran perusahaan dengan melihat pada barang, sistem distribusi dan program
promosinya. Perusahaan tidak dapat menentukan harga suatu barang tanpa
mempertimbangkan barang lain yang dijualnya. Demikian pula dengan saluran distribusinya,
harus diperhatikan ada atau tidaknya penyalur yang juga menerima sebagian dari harga jual.
Bilamana tanggungjawab promosi dilimpahkan pada penyalur, maka yang akan diterima
produsen menjadi lebih tinggi.
*Menurut Basu Swasta (2002:186) tujuan dari penetapan harga adalah:
a. Mendapatkan pengembalian investasi yang ditargetkan atau pengembalian pada penjualan
bersih
b. Mencegah atau mengurangi persaingan
c. Mempertahankan atau memperbaiki market share
d. Memaksimalkan laba
*Menurut Philip Kotler dan Amstrong (2008:345) penetapan harga dapat berorientasi
pada laba dan penjualan dengan harapan untuk:
a. Mencapai target laba investasi atau laba penjualan bersih.
Perusahaan menetapkan harga produknya atau jasa yang diberikan atas dasar sasaran
pencapaian presentase tertentu untuk pengembalian investasi atau laba penjualan bersih.
Sasaran seperti ini menjadi kacau baik bagi perusahaan maupun pialangnya.
b. Memaksimalkan Laba.
Sasaran penetapan harga atau dasar menghasilkan uang sebanyak-banyaknya mungkin
merupakan sasaran yang paling banyak dianut oleh perusahaan. Dalam teori ekonomi atau
praktek bisnis, tidak ada yang salah dengan sasaran seperti ini. Secara teoritis apabila laba
menjadi terlalu besar karena penawaran lebih kecil dibandingkan permintaan, modal baru
akan tertanam dalam bidang usaha ini. Dengan sendirinya hal ini akan mengurangi laba
sampai setingkat normal.
c. Meningkatkan volume penjualan.
Sasaran penetapan harga biasanya dinyatakan dalam prosentase kenaikan volume penjualan
selama periode tertentu. Katakanlah satu tahun atau tiga tahun. Para pengecer
mendayagunakan sasaran semacam ini. Sewaktu mereka berusaha meningkatkan penjualan
tahun lalu dengan prosentase tertentu, namun untuk meningkatkan volume penjualan
mungkin bisa atau tidak bisa taat dengan konsep pemasaran yang dianut volume penjualan
yang menguntungkan. Di satu pihak, sasaran perusahaan bisa meningkatkan volume
penjualan tetapi dengan tetap mempertahankan tingkat labanya. Disegi lain, manajemen bisa
memutuskan dan meningkatkan volume penjualannnya melalui strategi penetapan harga yang
agresif dengan kerugian. Dalam hal ini manajemen bisa memutuskan untuk pendek dengan
perhitungan bahwa melalui peningkatan volume penjualan dapat menancapkan kakinya
dalam pasar.
d. Mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar.
Perusahaan yang mempunyai sasaran penetapan harga tipe ini memutuskan perhatian pada
upaya mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar. Satu sektor yang membuat sasaran
ini tercapai adalah perusahaan biasanya dapat menentukan pangsa pasar apa yang diinginkan.
Dalam beberapa hal, pangsa pasar merupakan indikator kondisi perusahaan yang lebih baik
dibandingkan dengan target laba investasi artinya, sasaran penetapan harganya yang lebih
baik. Hal ini bisa terjadi terutama pada waktu pasar total sedang berkembang dan perusahaan
bisa memperoleh laba yang bisa diharapkan. Akan tetapi jika manajemen tidak mengetahui
bahwa pasar sedang berkembang, akibatnya pangsa pasar perusahaan bisa mengalami
kemunduran.
Diposting 22nd March 2016 oleh Arnot Nainggolan