0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
178 tayangan9 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus Prolanis

Dokumen tersebut merangkum tentang satuan acara penyuluhan diabetes melitus yang diadakan di Puskesmas Kalijaga Permai. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang diabetes melitus kepada anggota Prolanis, termasuk menjelaskan pengertian, penyebab, gejala, komplikasi, dan pengobatan diabetes. Materi penyuluhan meliputi pengertian DM, penyebabnya, gejala-gejalanya, komplikasinya, serta pen
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
178 tayangan9 halaman

Penyuluhan Diabetes Melitus Prolanis

Dokumen tersebut merangkum tentang satuan acara penyuluhan diabetes melitus yang diadakan di Puskesmas Kalijaga Permai. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang diabetes melitus kepada anggota Prolanis, termasuk menjelaskan pengertian, penyebab, gejala, komplikasi, dan pengobatan diabetes. Materi penyuluhan meliputi pengertian DM, penyebabnya, gejala-gejalanya, komplikasinya, serta pen
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

DIABETES MELITUS (KENCING MANIS)

Pokok Bahasan : Diabetes Melitus


Sasaran : Anggota Prolanis Puskesmas Kalijaga Permai
Hari/ Tanggal : Sabtu, 30 Desember 2017

Latar Belakang
Penyakit Kencing Manis / Diabetes Melitus adalah ketidakmampuan tubuh untuk
mengubah makanan menjadi energi karena gangguan metabolisme yang terjadi dalam tubuh.
Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemi yang
berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang
disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau keduanya
dan menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler, makrovaskuler, dan neuropati.

Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, anggota Prolanis Puskesmas Kalijaga Permai mampu
memahami tentang penyakit diabetes mellitus.

Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan pasien dan keluarga pasien diharapkan dapat
menjelaskan tentang :
1. Pengertian DM
2. Penyebab DM
3. Tanda dan gejala DM
4. Komplikasi DM
5. Pengobatan dan perawatan luka

Materi
1. Pengertian DM
2. Penyebab DM
3. Tanda dan gejala DM
4. Komplikasi DM
5. Pengobatan dan perawatan luka DM

Metode
Ceramah
Diskusi
Tanya jawab

Media
Leaflet & Lembar Balik

Proses pelaksaaan
No Kegiatan Respon peserta
1 Pendahuluan
- Memberi salam -Menjawab salam
- Menyampaikan pokok bahasan - Menyimak
- Menyampaikan tujuan - Menyimak
- Melakukan apersepsi - Menyimak
2 Isi
Penyampaian materi -Memperhatikan
3 Penutup
- Diskusi -Menyampaikan jawaban
- Kesimpulan -Mendengarkan
- Evaluasi -Menjawab salam
- Memberikan salam penutup

Tempat

Puskesmas Kalijaga Permai

Evaluasi
1. Kegiatan : jadwal, tempat, alat bantu/media, pengorganisasian, proses penyuluhan.
2. Hasil penyuluhan : memberi pertanyaan pada pasien dan keluarga pasien tentang :
a. Apa pengertian, penyebab DM ?
b. Bagaimana tanda dan gejala penderita DM ?
c. Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi ?
d. Bagaimana pengobatan dan perawatan luka DM ?

DIABETES MELLITUS

A. Definisi
Diabetes melitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan hiperglikemi yang
berhubungan dengan abnormalitas metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang
disebabkan oleh penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin atau keduanya
dan menyebabkan komplikasi kronis mikrovaskuler, makrovaskuler, dan neuropati.

B. Etiologi
Diabetes melitus tipe 1
1. Faktor genetik
2. Faktor Imunologi
3. Faktor lingkungan
Diabetes melitus tipe 2
1. Usia
2. Obesitas
3. Riwayat keluarga

C. Tipe DM
DM TIPE 1 DM TIPE 2
Penderita menghasilkan sedikit insulin Pankreas tetap menghasilkan insulin,
atau sama sekali tidak menghasilkan kadang kadarnya lebih tinggi dari batas
insulin. normal. Tetapi tubuh membentuk
kekebalan terhadap efeknya, sehingga
terjadi kekurangan insulin relatif.
Umumnya terjadi sebelum usia 30 tahun, Bisa terjadi pada anak-anak dan
yaitu anak-anak dan remaja. dewasa, tetapi biasanya terjadi setelah
usia 30 tahun.
faktor lingkungan (infeksi virus atau Faktor resiko untuk diabetes tipe 2
faktor gizi pada masa kanak-kanak atau adalah obesitas dimana sekitar 80-90%
dewasa awal) menyebabkan sistem penderita mengalami obesitas.
kekebalan menghancurkan sel penghasil
insulin di pankreas.
90 % penghasil insulin (sel beta) Diabetes melitus tipe 2 juga cenderung
mengalami kerusakan permanen. Terjadi di turunkan secara genetik dalam
kekurangan insulin yang berat dan keluarga.
penderita harus mendapatkan suntikan
insulin secara teratur.

D. Tanda dan gejala


1. Polipagi (sering merasa lapar)
2. Polidipsi (sering merasa haus)
3. Poliuri (sering buang air kecil)
4. Berat badan menurun
5. Kelemahan,keletihan dan mengantuk
6. Infeksi kulit
7. Timbul gejala ketoasidosis

E. Pemeriksaan DM
1. Tes kadar glukosa darah
Macam – macam Tes gula darah (Fransiska, K. 2012) :
a. Tes gula darah puasa.
Puasa yang dimaksud adalah tidak mengomsumsi makanan selama 10 jam dan dalam keadaan istirahat
atau tidur malam. Minum air putih diperbolehkan. Jadi, lakukan tes darah 10 jam setelah makan malam
terakhir.
b. Tes gula darah 2 jam setelah makan. Tes gula darah yang dilakukan 2 jam setelah m akan. Ingat, selain
makan, diabetisi juga harus minum obat ataupun suntik insulin seperti biasa. Hal ini dilakukan agar
dokter bisa melihat gambaran gula darah dengan dosis obat atau pun insulin.
c. Tes gula darah sewaktu. Gula darah sewaktu adalah gula darah kapan saja,bukan saat puasa ataupun 2
jam setelah [Link] gula darah sewaktu dipakai sebagai patokan oleh diabetisi untuk mengetahui
apakah dirinya mengalami hipoglikemia ataupun hiperglikemia
d. Tes hemoglobin A1c(HbA1c). HbA1c Menggambarkan kondisi gula darah rata-rata selama 3 bulan
kebelakang.
Gula darah yang baik :
1) Puasa : 80 sampai < 100 mg/dL
2) 2 jam setelah makan : 80 sampai < 145 mg/dL
3) HbA1c : < 6,5%
Bukan Belum pasti DM DM
DM
Kadar glukosa darah tidak puasa
Plasma vena
Darah kapiler < 110 110- 200 ≥ 200
< 80 80 - 200 ≥ 200
Kadar glukosa darah puasa
Plasma vena
Darah kapiler < 110 110- 126 ≥ 200
< 90 90- 110
≥ 110

2. Pemeriksaan urine
Pemeriksaan urine dapat memberi dugaan kuat adanya diabetes melitus, tetapi pemeriksaan urine tidak
dapat digunakan sebagai dasar diagnosis adanya diabetes melitus. Pada pemeriksaan urine, urine akan
dianalisis, mengandung glukosa atau tidak. Jika dalam urine di temukan adanya glukosa, hal itu dapat
memperkuat dugaan adanya diabetes melitus.
3. Tes keton
Keton ditemukan dalam urine jika kadar glukosa darah sangat tinggi atau sangat rendah. Jika hasil tes
positif dan kadar glukosa darah juga tinggi, dapat memperkuat dugaan adanya diabetes melitus.
4. Pemeriksaan mata
Dari hasil pemeriksaan, pada mata yang menampakkan adanya retina yang abnormal, hal ini terjadi
pada penderita diabetesmelitus kronis akibat komplikasi penyakit tersebut.

F. Penatalaksanaan
Tujuan utama terapi adalah mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa dalam
upaya untuk mengurangi terjadinya komplikasi vaskuler serta neuropatik.
Ada lima komponen dalam penatalaksanaan diabetes, yaitu : diet, latihan, pemantauan, terapi,
pendidikan.
1. Penatalaksanaan Diet
Tujuan utama dari penatalaksanaan diabetes mellitus ini yaitu untuk mengendalikan konsentrasi
glukosa darah dalam batas normal. Kadar gula darah yang normal sulit untuk di pertahankan, tetapi
semakin mendekati kisaran yang normal, maka kemungkinan terjadi komplikasi sementara maupun
jangka panjang adalah semakin berkurang (Mirza Maulana,2015).
Diet dan pengendalian BB merupakan dasar dari penatalaksanaan [Link]:
 memberikan semua unsur makanan yang esensial (vitamin dan mineral)
 mencapai dan mempertahankan BB yang sesuai
 memenuhi kebutuhan energi
 mencegah fluktuasi kadar glukosa darah setiap harinya dengan mengupayakan kadar glukosa
darah mendekati normal
 menurunkan kadar lemak darah jika meningkat
 Karbohidrat sekitar 60 – 70 % dari jumlah kalori
 Protein minimal 1 gram/Kg BB per hari (untuk dewasa) dan 2-3 gram/Kg BB perhari (untuk anak-
anak)
 Lemak sebaiknya dikurangi terutama yang mengandung kolesterol, lemak yang baik adalah
lemak tak jenuh contohnya minyak jagung
Syarat diet DM hendaknya dapat:
1) Memperbaiki kesehatan umum penderita
2) Mengarahkan pada berat badan normal
3) Menormalkan pertumbuhan DM anak dan DM dewasa muda
4) Mempertahankan kadar KGD normal
5) Menekan dan menunda timbulnya penyakit angiopati diabetik
6) Memberikan modifikasi diit sesuai dengan keadaan penderita
7) Menarik dan mudah diberikan
Prinsip diet DM, adalah:
1) Jumlah sesuai kebutuhan
2) Jadwal diet ketat
3) Jenis: boleh dimakan/tidak
2. Secara Medis
a. Obat Hiperglikemi Oral (OHO).
Golongan sulfonilurea sering kali dapat menurunkan kadar gula darah secara mencukupi pada
penderita diabetes tipe 2, tetapi tidak efektif pada diabetes tipe 1. Contohnya adalah glipizid,
gliburid, tolbutamid,dan klorpropamid. Obat ini menurunkan kadar gula darah dengan cara
merangsang pelepasan insulin oleh pankreas dan meningkatkan efektivitasnya. OHO biasanya
diberikan pada pederita diabetes tipe 2 jika diet dan olahraga gagal menurunkan kadar gula
darah dengan cukup. Obat ini kadang bisa diberikan hanya satu kali (pagi hari), meskipun
beberapa penderita memerlukan 2-3 kali pemberian. Jika OHO tidak dapat mengontrol kadar
gula dalam darah dengan baik, mungkin perlu diberikan dengan suntik insulin.
b. Insulin
Insulin diperlukan pada keadaan :
1) Penurunan berat badan yang cepat.
2) Hiperglikemia berat yang disertai ketoasidosis.
3) Ketoasidosis diabetik.
4) Gangguan fungsi ginjal atau hati yang berat.
Insulin disuntikkan dibawah kulit kedalam lapisan lemak, biasanya di lengan, paha atau dinding
perut. Digunakan jarum yang sangan kecil agar tidak terasa terlalu nyeri. Insulin terdapat dalam
3 bentuk dasar, masing-masing memliki kecepatan dan lama kerja yang berbeda :
a) insulin kerja cepat
contonya adalah insulin reguler, yang bekerja paling cepat dan paling sebentar. Insulin ini
sering kali mulai menurunkan kadar gula dalam waktu 20 menit, mencapai puncaknya dalam
waktu 2-4 jam dan bekerja selama 6-8 jam. Insulin ini sering kali digunakan untuk penderita
yang menjalani beberapa kali suntikan setiap harinya dan disuntikkan dalam 15-20 menit
sebelum makan.
b) Insulin kerja sedang
contohnya adalah insulin suspensi seng atau isofan. Mulai bekerja dalam waktu 1-3 jam,
mencapai puncak maksimum dalam waktu 6-10 jam, dan bekerja selama 18-26 jam. Insulin ini
bisa disuntikkan pada pagi hari untuk memenuhi kebutuhan selama sehari dan dapat
disuntikkan pada malam hari untuk memenuhi kebutuhan sepanjang malam.
c) Insulin kerja lambat
contohnya adalah insulin suspensi seng yang telah dikembangkan. Efeknya baru timbul
setelah 6 jam dan bekerja selama 23-6 jam.
c. Debridement
Debridement yaitu menghilangkan jaringan mati atau nekrotik pada luka. Jaringan yang
perlu dihilangkan adalah jaringan nekrotik dan [Link] memberikan banyak
manfaat diantaranya menghilangkan jaringan yang sudah tidak tervaskularisasi,bakteri,dan juga
eksudat sehingga akan menciptakan kondisi luka yang dapat menstimulasi munculnya jaringan
sehat.
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Perawatan diri penderita / pengidap penyakit DM


Sub Pokok Bahasan : Perawatan kaki bagi penderita Diabetes Mellitus
Sasaran : Anggota Klub Prolanis Kalijaga Permai
Waktu : 20 Menit
Tanggal : 29 November 2018
Tempat : Puskesmas Kalijaga Permai
Penyuluh : Prasetiati Rahayu

I. Tujuan Instruksional Umum


Setelah diberikan penyuluhan, sasaran mampu memahami tentang perawatan kaki
yang baik dan benar.

II. Tujuan Instruksional Khusus


Setelah diberikan penjelasan selama 20 menit diharapkan sasaran dapat :
1. Mengetahui tentang pengertian diabetes mellitus.
2. Mengetahui tujuan perawatan pada kaki.
3. Menyadari bahaya jika tidak melakukan perawatan kaki.
4. Mengetahui upaya untuk menghindari terjadinya luka.
5. Melakukan secara mandiri perawatan kaki di rumah

III. Metoda
Ceramah
o Tanya-jawab

IV. Media
o Leaflet
o Lembar Balik
o Alat-alat yang dipakai pada saat demontrasi
Lampiran Materi

A. 1. Pengertian Diabetes Melitus


Diabetes adalah bahasa Yunani yang berarti mengalirkan/mengalihkan. Mellitus
adalah kata latin untuk madu atau gula. Jadi Diabetes Mellitus adalah penyakit dimana
seseorang mengeluarkan/mengalirkan sejumlah urine yang terasa manis. Hal ini terjadi
karena peningkatan kadar gula dalam darah yang lebih tinggi dari batas normal: 60 s.d
145 mg/dl (Elizabeth, [Link], 2001:542).

2. Pengertian Perawatan Diri bagi Penderita Diabetes Mellitus.


Perawatan diri bagi penderita DM adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh
klien atau keluarga untuk mempertahankan kondisi penderita agar tetap optimal.

3. Mengapa penyakit DM terjadi?


Belum ada penyebab yang pasti, tapi faktor-faktor di bawah ini menunjang pada
kejadian penyakit DM:
a. Usia di atas 65 tahun
b. Obesitas (BB berlebih)
c. Genetik (Keturunan)
d. Penyakit pada pancreas
e. Faktor imunologi (daya tahan tubuh)
f. Faktor lingkungan dan gaya hidup

4. Jenis-jenis penyakit DM
Penyakit DM dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
a. DM yang tergantung insulin
b. DM yang tidak tergantung insulin
c. DM karena kehamilan
d. DM karena sebab yang lainnya

5. Apa yang harus dilakukan?


Ada 3 hal yang harus diperhatikan dan harus dilakukan, jika anda hidup dengan
DM, yaitu:
a. Disiplin dalam berdiit
b. Olah raga secara teratur
c. Penggunaan obat-obatan sesuai dengan petunjuk dokter.
Selain hal tersebut di atas anda juga memerlukan keterampilan dan
perawatan/pencegahan dampak lebih lanjut dari penyakit DM, seperti: perawatan kaki
dan pencegahan dampak terhadap mata.

6. Bagaimana cara mengenal penyakit DM?


Penyakit DM dapat dikenali atau diketahui dengan memperhatikan tanda dan
gejala yang timbul dan dirasakan. Tanda dan gejala yang khas yaitu “3P” sebagai berikut:
a. Poliphagi (sering lapar/makan terus)
b. Polidipsi (sering haus)
c. Poliuri (sering BAK)
Tanda dan gejala tersebut akan terus bertambah dan meluas (mengganggu bagian
tubuh yang lainnya) apabila DM tidak dirawat atau diobati.

7. Bagaimana jika tidak diobati?


Jika penyakit DM tidak dikendalikan atau tidak diobati, maka akan terjadi
penyakit-penyakit lainnya sebagai akibat dari DM, yaitu:
a. Ketoasidosis (hilangnya kesdaran karena gula darah meningkat sangat drastis).
b. Hipoglikemia (munculnya gejala seperti keringat dingin, lemas dan pingsan
karena penurunan kadar gula darah dengan drastis).
c. Penyakit jantung.
d. Gangguan kulit (luka sukar sembuh, sensasi rasa berkurang).
e. Gagal ginjal.

B. Tujuan Perawatan Kaki


 Agar penderita dapat mempertahankan kondisi tubuhnya dengan optimal
 Mencegah komplikasi akut dan kronis.
 Meningkatkan kualitas hidup.

C. Bahaya Jika Tidak Melakukan Perawatan Kaki


 Terjadi injury / cedera / luka
 Dapat menyebabkan komplikasi
 Terganggunya aktivitas
 Perubahan fungsi organ

D. Cara – Cara Perawatan kaki


 Persiapan alat
1) Air Hangat dan Sabun
2) Waskom 2 buah
3) Handuk lembut
4) Kaus Kaki yang bersih
5) Gunting Kuku
6) Bedak untuk kaki atau Bedak Bayi
7) Lanoli atau pelembab
8) Sepatu atau Sandal yang lembut

 Langkah – Langkah
UPAYA-UPAYA UNTUK MENGHINDARI TERJADINYA LUKA
1. Cuci jari kaki setiap hari dengan air hangat dan sabun. Perhatikan agar selalu mencuci
sela-sela jari. Jangan merendam kaki terlalu lama
2. Keringkan kaki dengan baik dengan cara menepuk perlahan-lahan dengan handuk
lembut. Keringkan dengan baik ruang sela jari untuk mencegah tumbuhnya jamur.
3. Periksa kaki setiap hari untuk melihat adanya lepuhan, lecet, garukan, perubahan warna
kulit, kalus dan kuku ibu jari yang tumbuh ke dalam. Konsultasi ke dokter bila timbul
salah satu tanda di atas.
4. Gantilah setiap hari kaus kaki atau stocking dengan yang baru dan bersih. Gunakan kaos
kaki yang lembut dan dapat menyerap keringat
5. Jangan memakai sepatu tanpa kaos kaki. Jaga agar kaki selalu hangat dan kering.
Pakailah sepatu yang lembut sehingga memungkinkan kulit kaki untuk bernafas.
6. Potonglah kuku dengan lurus. Kikir pinggir-pinggirnya dengan halus. Hindari memotong
kuku terlalu dalam
7. Jagalah kelembutan kulit tungkai dan telapak kaki dengan mengoleskan lanoli atau
pelembab, tetapi jangan mengoleskan di bagian sela-sela jari. Jangan gunakan vaselin.
Apabila cenderung berkeringat banyak, taburi kaki dengan bedak untuk kaki atau bedak
bayi.
8. Periksa bagian dalam sepatu (sebelum digunakan) dari adanya batuan-batuan kecil atau
benda lainnya yang mungkin bisa mengiritasi kulit.
9. Jangan berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki, baik di dalam rumah maupun di luar
rumah. Pakailah alas kaki (sepatu dan sandal) yang pas sesuai dengan ukuran kaki dan
enak dipakai.

Anda mungkin juga menyukai