0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
195 tayangan12 halaman

Pendidikan Kesehatan KPD untuk Ibu Hamil

Dokumen tersebut merupakan satuan acara pembelajaran (SAP) tentang pendidikan kesehatan ketuban pecah dini. SAP ini berisi tujuan, sasaran, metode, dan materi penyuluhan mengenai pengertian ketuban dan ketuban pecah dini beserta penyebab, gejala, komplikasi, dan penatalaksanaannya.

Diunggah oleh

Muhamad Yusuf
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
195 tayangan12 halaman

Pendidikan Kesehatan KPD untuk Ibu Hamil

Dokumen tersebut merupakan satuan acara pembelajaran (SAP) tentang pendidikan kesehatan ketuban pecah dini. SAP ini berisi tujuan, sasaran, metode, dan materi penyuluhan mengenai pengertian ketuban dan ketuban pecah dini beserta penyebab, gejala, komplikasi, dan penatalaksanaannya.

Diunggah oleh

Muhamad Yusuf
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN ( SAP )

PENDIDIKAN KESEHATAN

KETUBAN PECAH DINI ( KPD )


Dosen Pembimbing : Dwi Yuliastuti P.
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah keperawatan maternitas

Disusun oleh :
Muhamad Yusuf
P1337420517079
ANTASENA 2

POLITEKNIK KESEHATAN SEMARANG


PRODI D III KEPERAWATAN MAGELANG
TAHUN AJARAN 2018/2019

Satuan Acara Penyuluhan


Satuan Acara Penyuluhan ( SAP )

Keperawatan maternitas

1. Topik : Pendidikan Kesehatan Kehamilan Berisiko

Sub Topik : Ketuban Pecah Dini ( KPD )

2. Tujuan Penyuluhan :

1. Tujuan Umum Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan ini, peserta penyuluhan


mampu memahami terkait Ketuban pecah dini (KPD)

2. Tujuan Khusus Diharapkan setelah mendapatkan penyuluhan ini, peserta penyuluhan


dapat

a) Memahami pengertian ketuban dan fisiologinya

b) Memahami pengertian ketuban pecah dini (KPD)

c) Memahami penyebab ketuban pecah dini (KPD)

d) Mengetahui tanda gejala ketuban pecah dini (KPD)

e) Memahami komplikası ketuban pecah dini (KPD)

f) Mengetahui penatalaksanaan ketuban pecah dini (KPD)

g) Memahami pencegahan ketuban pecah dini (KPD)

3. Sasaran

Ibu hamil TM III

4. Metode Pembelajaran
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi

Satuan Acara Penyuluhan


5. Media Pembelajaran
Leaflet
Power Point
6. Kegiatan Belajar Mengajar

No Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode


.
1. Pembukaan 1. Memberi salam 1. Menjawab salam Ceramah
5 menit 2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menyampaikan tujuan pokok 3. Menjawab pre test
materi
4. Memberikan pretest
( menanyakan secara lisan
pengetahuan peserta tentang
Ketuban Pecah Dini ( KPD )
2. Pelaksanaan Menjelaskan materi tentang 1. Menyimak dan Ceramah
30 menit 1. Memahami pengertian ketuban mendengarkan
dan fisiologinya 2. Menanyakan
materi yang
2. Memahami pengertian ketuban
belum
pecah dini (KPD)
dimengerti
3. Memahami penyebab ketuban
pecah dini (KPD)

4. Mengetahui tanda gejala


ketuban pecah dini (KPD)

5. Memahami komplikası ketuban


pecah dini (KPD)

6. Mengetahui penatalaksanaan
ketuban pecah dini (KPD)

Satuan Acara Penyuluhan


7. Memahami pencegahan ketuban
pecah dini (KPD)

3. Penutup 1. Sesi tanya jawab dan evaluasi 1. Menjawab Ceramah


5 menit a. Memberikan kesempatan pertanyaan
peserta untuk bertanya 2. Menjawab post
terkait materi yang test
disampaikan 3. Menjawab salam
b. Meminta peserta
penyuluhan untuk
menyebutkan kembali
penyebab ketuban pecah
dini
c. Meminta peserta
menyebutkan kembali tanda
dan gejala ketuban pecah
dini
d. Menutup penyuluhan

7. Waktu Pelaksanaan

Waktu : 40 menit

Hari :

Tanggal :

Tempat :

Sasaran : Ibu Hamil TM III

Melode : Ceramah

Media : Leaflet, Power Point

Satuan Acara Penyuluhan


8. Materi
a. Pengertian ketuban dan fisiologinya

b. Pengertian ketuban pecah dini (KPD)

c. Penyebab ketuban pecah dini (KPD)

d. Tanda gejala ketuban pecah dini (KPD)

e. Komplikası ketuban pecah dini (KPD)

f. Penatalaksanaan ketuban pecah dini (KPD)

g. Pencegahan ketuban pecah dini (KPD)

9. Metode Evaluasi
Tanya Jawab
Diskusi

10. Alat Evaluasi


1. Evaluasi Struktural
a) Kesiapan peserta penyuluhan
b) Kesiapan tempat pelaksanaan
c) Kesiapan tim penyaji
d) Kesiapan materi penyaji

2. Kesiapan media Evaluasi Proses


a) Peserta penyuluhan akan memenuhi waktu pelaksanaan
b) Peserta aktif dalam melaksanakan tanya jawab
c) Proses penyuluhan dapat berlangsung dengan lancar dan peserta penyuluhan
memahami dan memerhatikan materi penyuluhan yang diberikan

3. Evaluasi Hasil
Satuan Acara Penyuluhan
a) Kegiatan penyuluhan berjalan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan
b) Peningkatan pemahaman peserta penyuluhan tentang materi penyuluhan
yaitu peserta yang menjawab pertanyaan menjelaskan dengan minimal 70 %
jawaban benar

11. Daftar Pustaka

Sujiyatini, dkk. 2009. Asuhan Patologi Kebidanan. Jakarta: Nuha Medika.

Djoko Waspodo, 2007. Buku Acuan Asuhan Persalinan Normal Dan lnisiasi Menyusui
Dini. Jakarta. Jaringan Nasional Pelatihan Klinik.

Sarwono Prawirohardjo Winknjosastro, H, 2007 Ilmu Kebidanan Jakarta : Yayasan Bina


Pustaka.

Sarwono, 2006, Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, Jakarta : YBP-SP

Wiknjosastro H. Ilmu Kebidanan. Edisi ke-4 Cetakan ke-2. Jakarta : Yayasan Bina
Pustaka

Manuaba, I. B. G. (2009). Memahami kesehatan reproduksi wanita (2 ed) Jakarta: EGC

12. Lampiran Materi

Satuan Acara Penyuluhan


Lampiran 1 ( materi lengkap )
A. Pengertian dan Fisiologi .

1. Pengertian

Ketuban adalah suatu membran yang membungkus fetus, termasuk golongan


membran ekstra-embrional, strukturnya tipis, namun cukup kuat untuk melapisi korion
dan berisi embrio yang kelak akan tumbuh menjadi fetus, dengan cairan amnion di
sekitanya.

2. Fisiolugi

a. Selaput ketuban atau Amniokorion

Selaput ketuban terdiri atas 2 lapisan besar, amnion dan korion. Amnion adalah
membran janin yang paling dalam dan berdampingan langsung dengan caira amnion
(Likuor Amnii). Amnion sendiri merupakan jaringan yang menentukan hampir semua
kekuatan regang mcmbran janin.

Fungsi dari selaput ketuban adalah sebagai pembungkus ketuban dan menutupi
pembukaan dorsal janin. Sedangkan korion merupakan membran eksternal yang
berwarna putih dan terbentuk dari vili-vili sel telur yang berhubungan dengan desidua
kapsularis. Korion akan berlanjut dengan tepi plasenta dan melekat pada lapisn
uterus. Amnion dan korion mulai berkembang dan akan tumbuh terus sampai kira
kira 28 minggu.

b. Cairan Ketuban (Likuor Amnii)

Merupakan cairan yang terdapat di dalam rongga amnion yang diliputi oleh
selapul janin (Wiknjosastro, 2005). Cairan ini akan menumpuk di dalam rongga amnion
yang jumlahnya meningkat seiring dengan perkembangan kehamilan sampai menjelang
aterm, di mana terjadi penurunan volume cairan amnion pada banyak kehamilan normal.

Air ketuban sendiri berwarna putih, agak keruh, serta mempunyai bau yang khas. agak
amis dan manis. Cairan ini mempunyai berat jenis 1,008, yang akan menurun seiring
bertambahnya usia kehamilan.
Satuan Acara Penyuluhan
Fungsi dari cairan ketuban ini antara lain

a. Melindungi janin terhadap trauma dari luar

b. Memungkinkan janin bergerak dengan bebas

c. Melindungi suhu tubuh janin

d. Meratakan tekanan di dalam uterus pada partus, sehingga serviks membuka

e. Membersihkan jalan lahir (jika ketuban pecah) dengan cairan yang steril

f. Mempengaruhi keadaan di dalam vagina, sehingga bayi kurang mengalami infeksi

B. Pengertian Ketuhan pecah dini (KPD)

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya


melahirkan dengan tidak disertai adanya tanda-tanda persalinan (Sujiyatini, 2009). Ketuban
pecah dini (KPD) adalah pecahnya ketuban sebelum waktunya tanpa di sertai tanda inpartu
dan setelah satu jam tetap tidak diikuti dengan proses inpartu sebagaimana mestinya.

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya ketuban sebelum proses persalinan
berlagsung (Waspodo, Djoko, 2006). Jadi Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya
ketuban sebelum terjadinya proses persalinan dengan tidak disertai adanya tanda-tanda
inpartu. Hal ini dapat terjadi pada akhir kchamilan maupun jauh sebelum waktunya
melahirkan. Ketuban pecah dini (KPD) preterm adalah Ketuban pecah dini (KPD) sebelum
usia kehamilan 37 minggu. Ketuban pecah dini (KPD) yang memanjang adalah Ketuban
pecah dini (KPD) yang terjadi lebih dari 12 jam sebelum waktunya melahirkan dengan tidak
disertai adanya tanda -tanda persalinarn.

C. Penyebab Ketuban pecah dini (KPD)

Walaupun banyak publikasi tentang ketuban pecah dini ( KPD ), namun


penyebabnya masih belum diketahui dan tidak dapat ditentukan secara pasti. Pada sebagian
besar kasus pun penyebab terjadinya Ketuban pecah dini (KPD) belum dapat ditemukan.
Beberapa faktor predesposisi dari Ketuban pecah dini (KPD).

Satuan Acara Penyuluhan


a. Inkompetensi Serviks

Inkompetensi serviks adalah serviks dengan suatu kelainan anatomik yang nyata,
disebabkan oleh laserasi sebelumnya melalui ostium uteri internum atau merupakan suatu
kelainan kongenital pada serviks yang memungkinkan terjadinya dilatası berlebihan
tanpa perasaan nyeri dan mules dalam masa kehamilan trimester kedua atau awal
trimester ketiga yang diikuti dengan penonjolan dan robekan selaput janin serta keluarnya
hasil konsepsi, (Sarwono, 2007).

b. Peregangan rahim yang berlebih, yang dapat menyebabkan hidramnion atau kelebihan air
ketuban.

c. Riwayat Ketuban pecah dini (KPD)

Pernah mengalami Ketuban pecah dini (KPD) pada riwayat kehamilan dan
persalinan sebelumnya.

d. Kelainan atau Kerusakan Selaput Ketuban

Kelainan selaput ketuban atau kerusakan selaput ketuban yang disebabkan infeksi
yang menyebabkan terjadi proses biomekanik pada selaput ketuban dalam bentuk
proteolitik sehingga memudahkan ketuban pecah (Sarwono, 2006).

e. Trauma

Trauma oleh beberapa ahli disepakati sebagai faktor predesposisi atau penyebab
terjadınya Ketuban pecah dini (KPD). Trauma yang didapat misalnya dari hubungan
seksual yang amniosintesis yang menyebabkan terjadinya Ketuban pecah dini (KPD)
karena biasanya disertai dengan infeksi (Sujiyatini, 2009). Keluarnya cairan ketuban
merembes melalui vagina. Aroma air ketuban berbau amis dan tidak seperti bau amoniak.

D. Tanda Dan Gejala Ketuban pecah dini (KPD)

Tanda-tanda yang terjadi adalah ketuban pecah tiba-tiba dan keluar cairan
ketuban, cairan tanpa di introitus, tidak ada his dalam 1 jam, mungkin cairan tersebut masih

Satuan Acara Penyuluhan


merembes atau menetes dengan ciri pucat dan bergaris warna darah. Cairan ini tidak akan
berhenti atau kering karena terus diproduksi sampai kelahiran, (Sujiyatini, 2009).

E. Komplikasi Ketuban pecah dini (KPD)

Komplikasi paling sering terjadi pada KPD sebelum usia kehamilan 37 minggu
adalah sindrom distress pernapasan , yang terjadi pada 10-40 % bayi baru lahir. Risiko
infeksi meningkat pada kejadian Ketuban pecah dini (KPD). Semua ibu hamil dengan KPD
prematur sebaiknya dievaluasi untuk kemungkinan terjadinya korioamnionitis (radang pada
korion dan amnion). Selain itu, kejadian prolaps atau keluarnya tali pusar dapat terjadi pada
KPD, (Sujiyatini, 2009).

Risiko kecacatan dan kematian janin meningkat pada KPD preterm. Hipoplasia
paru merupakan komplikasi fatal yang terjadi pada KPD preterm. Kejadianya mencapai
hampir 100 % apabila KPD preterm ini terjadi pada usia kehamilan kurang dari 32 minggu,
diantaranya (Sujiatini, 2009) :

a. Infeksi intrauterin

b. Tali pusar menumbung

c. Prematuritas

d. Distosia

F. Penatalaksanaan Ketuban Pecah Dini (KPD)

Penatalaksanaan KPD menurut Manuaba (2009) tentang penatalaksanaan KPD adalah

1. Mempertahankan kehamilan sampai cukup bulan khususnya maturitas paru sehingga


mengurangı kejadian kegagalan perkembangan paru yang sehat.

2. Terjadi infeksi dalam rahim, yaitu korioamnionitis yang menjadi pemicu sepsis,
maningitis janin, dan persalinan prematuritas.

Satuan Acara Penyuluhan


3. Dengan perkiraan janin sudah cukup besar dan persalinan diharapkan berlangsung dalam
waktu 72 jam dapat diberikan kortikosteroid sehingga kematangan paru janin dapat
terjamin.

4. Pada umur kehamilan 24-32 minggu yang menyebabkan menunggu berat janin cukup,
perlu dipertimbangkan untuk melakukan induksi persalinan, dengan kemungkinan janin
tidak dapat diselamatkan.

5. Menghadapi KPD, diperlukan penjelasan terhadap ibu dan keluarga sehingga terdapat
pengertian bahwa tindakan mendadak mungkin dilakukan dengan pertimbangan untuk
menyelamatkan ibu dan mungkin harus mengorbankan janinnya.

6. Pemeriksaan yang penting dilakukan adalah USG untuk mengukur distansia biparietal
dan perlu melakukan aspırasi air ketuban untuk melakukan pemeriksaan kematangan
paru.

7. Waktu terminasi pada kehamilan aterm dapat dianjurkan selang waktu 6-24 jam bila tidak
terjadi his spontan.

G. Pencegahan Ketuban pecah dini (KPD)

Beberapa pencegahan dapat dilakukan namun belum ada yang terbukti cukup efektif.

a. Mengurangi aktifitas atau istirahat yang cukup pada akhir triwulan kedua atau awal
triwulan ketiga.

b. Melakukan pemeriksaan ANC secara rutin kepada bidan atau petugas kesehatan lainnya
minimal 4 kali kunjungan selama kehamilan,

c. Jika dokter sudah mendiagnosa jika mulut rahim Anda lemah, untuk sementara hindari
melakukan hubungan seks dengan suami

d. Hindari aktivitas fisik yang berat atau menimbulkan aktivitas yang menimbulkan
goncangan

e. Jaga kebersihan daerah intim dengan benar, misalnya mencuci dari depan ke belakang

Satuan Acara Penyuluhan


f. Jaga pola istirahat yang haik sclama kchamilan dan jangan terlalu capck

g. Konsumsi makanan bernutrisi, terutama yang mengandung vitamin C, karena membantu


meminimalisir risiko pecah dini.

h. Jangan remehkan Ketuban pecah dini ( KPD ), segera minta bantuan medis agar
kchamilan Anda bsia disclamatkan hingga proses persalinan tiba.

Satuan Acara Penyuluhan

Anda mungkin juga menyukai