Tahapan Bermain Balok untuk Anak PAUD
Tahapan Bermain Balok untuk Anak PAUD
30 SEP
Sentra balok merupakan salah satu sentra yang disediakan bagi pendidikan anak usia
dini. melalui sentra balok anak -anak dapat belajar banyak hal. Mengenal bentuk,
ukuran, konsep ruang, klasifikasi, team work, mengembangkan imajinasi,
menghargai pendapat orang lain, bermain micro drama
Anak meneliti ciri-ciri fisik dari balok dengan membuat suara-suara, memindahkan,
menggerakkan, melakukan percobaan, dan memanipulasi balok dengan badannya
sendiri, main mengisi dan mengosongkan.
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan anak usia dini merupakan wilayah pembahasan yang sangat luas
dan semakin menarik. Karena usia dini merupakan awal bagi pertumbuhan dan
perkembangan anak. Hal itu akan membawa dampak bagi sepanjang kehidupan
anak selanjutnya. Penelitian dan pengkajian tentang pendidikan anak juga kian
meningkat. Untuk memperjelas tentang konsep pendidikan anak usia dini, akan
dijabarkan beberapa pengertian tentang pendidikan anak usia dini.
Menurut UU Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem
pendidikan nasional pasal 1 angka 14, menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini
adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai
dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan
untuk membantu pertumbuhana dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak
memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Menurut UU RI No.
20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 Ayat 1,
menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Menurut Majory Ebbeck dalam Hibana (2005:2) pendidikan anak usia dini
adalah pelayanan kepada anak mulai lahir sampai umur delapan
tahun(1991). Pendidikan anak usia dini merupakan pendidikan yang paling
mendasar dan menempati kedudukan dan sangat strategis dalam pengembangan
sumber daya manusia. Rentang anak usia dini dari lahir sampai usia enam tahun
adalah usia kritis sekaligus strategis dalam proses pendidikan dan dapat
mempengaruhi proses serta hasil pendidikan seseorang selanjutnya, artinya pada
periode ini merupakan periode kondusif untuk menumbuh kembangkan berbagai
kemampuan, kecerdasan, bakat, kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosio-
emosional, dan spiritural (Direktorat, 2005).
Dalam hal upaya mengembangkan kognisi anak, maka dapat dipergunakan
metode-metode yang mampu menggerakkan anak agar menumbuhkan berfikir,
menalar, mampu menarik kesimpulan dan membuat generalisasi. Salah satu metode
pembelajaran di PAUD/TK/RA yang sering digunakan adalah metode bermain,
karena bermain dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk belajar dan banyak
pelajaran untuk anak dikemas dalam bermain. Anak yang sehat dan gembira selalu
senang bermain. Acara bermain menjadi sarana mengembangkan kemampuan
indranya. Selain kegembiraan, kebahagiaan dan kebebasan dengan bermain anak
mencapai perkembangan, memperoleh pengalaman yang berharga seperti
berkomunikasi dan bersosialisasi.
Dengan kegiatan bermain anak dapat berlatih menggunakan kemampuan
kognitifnya untuk memecahkan berbagai masalah seperti kegiatan mengujur isi,
mengujur berat, membandingkan, mencari jawaban yang berbeda dan sebagainya,
disamping itu dengan bermain akan dapat mengembangkan kreatifitasnya yaitu
melakukan kegiatan yang mengandung kelenturan, memanfaatkan imajinasi atau
ekspresi diri. Dengan demikian dapat dipahami bahwa fungsi bermain menjadi
teramat penting karena lewat sarana bermain anak-anak belajar mengenal
kehidupan dengan segala pernik-perniknya.
Para ahli berpendapat bahwa untuk mengembangkan kognisi anak dapat
digunakan metode-metode yang mampu menggerakkan anak dalam upaya
menumbuhkan berpikir, menalar, menarik kesimpulan dan membuat generaliasi
(gambaran umum) yang salah satu caranya adalah dengan metode bermain. Namun
yang terpenting dan terlebih dahulu mesti dipahami apa yang sebenarnya konsep
bermain itu. Di Uraikan oleh Warzili (Istadi, 2002: 128) bahwa konsep bermain
anak adalah memberi kebebasan rasa ingin tahunya serta pada akhirnya
meningkatkan kreatifitasnya. Oleh karena begitu besar nilai bermain dalam
kehidupan anak, seperti diuraikan Moeslechatoen (2004: 32) dimana melalui
kegiatan bermain anak dapat melakukan koordinasi otot kasar seperti merayap,
merangkak, melompat dan lain-lain.
Melalui bermain anak dapat mengembangkan kemampuan sosialnya seperti
membina hubungan dengan anak lain, menyesuaikan diri dengan teman sebaya dan
paham bahwa setiap perbuatan ada konsekuensinya. Demikian juga dalam bermain
balok manfaatnya sangat besar sekali seperti yang diuraikan oleh (Yulia: 2008)
antara lain meningkatkan motorik kasar dan halus anak, mengenalkan konsep dasar
matematika yang meliputi pengenalan konsep berat dan ringan, panjang pendek,
besar kecil, tinggi rendah, kiri kanan, atas bawah serta belajar mengelompokkan
benda berdasarkan bentuk dan warna, merangsang kreatifitas dan imajinasi anak,
mengembangkan keterampilan bahasa anak dimana anak memberikan label pada
benda yang dilihatnya serupa, serta dapat melatih kepemimpinan inisiatif
perencanaan dan kemampuan mengarahkan orang [Link] uraian diatas,
dapat disimpulkan bahwa dengan bermain anak akan memperoleh kesempatan
memilih kegiatan yang disukainya, bereksprimen dengan bermacam bahan dan alat,
berimajinasi, memecahkan masalah dan bercakap-cakap secara bebas, berperan
dalam berkelompok, bekerja sama dalam berkelompok dan memperoleh
pengalaman yang menyenangkan.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu Pengertian Balok?
2. Apa Manfaat yang didapat dari bermain Balok?
3. Apa saja Tahapan perkembangan anak dalam bermain balok?
C. TUJUAN
1. Mengetahui Pengertian Balok
2. Manfaat yang didapat dari bermain balok
3. Mengetahui apa saja tahapan perkembangan anak dalam bermain balok
D. MANFAAT
1. Bagi anak : Dapat meningkatkan kreatifitas dan imajinasi dalam bermain balok,
membantu anak dalam berkognisi, mengenal konsep matematika, pengenalan
warna dan bentuk.
2. Bagi guru : Membantu anak dalam menumbuhkan imajinasi dan berkreatifitas
dalam permainan balok,mencari dan menemukan cara mengatasi permasalahan
yang dialami anak didik melalui permainan balok dalam meningkatkan kemampuan
kognitif.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. PENGERTIAN BALOK
Balok adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh 6 persegi panjang , di
mana setiap sisi persegipanjang berimpit dengan tepat satu sisi persegipanjang yang
lain dan persegi panjang yang sehadap adalah kongruen. Bangun berbentuk balok
dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti lemari berbentuk balok,
televisi, speaker, ataupun bis. Terdapat 6 buah sisi yang berbentuk persegi panjang
yang membentuk balok posisinya yakni sisi alas, sisi depan, sisi atas, sisi belakang,
sisi kiri dan kanan. Sisialas kongruen dengan sisi atas, sisi depan kongruen dengan
sisibelakang , sisi kiri kongruen dengan sisi kanan.
Balok adalah mainan yang tidak asing lagi, karena saat dulu (1979) sekolah
di TK, balok juga sudah ada dan dimainkan di [Link] adalah potongan-
potongan kayu yang polos (tanpa dicat), sama tebalnya dan dengan panjang dua kali
atau empat kali sama besarnya dengan satu unit balok. Sedikit berbentuk kurva,
silinder dan setengah dari potongan-potongan balok juga disediakan, tetapi semua
dengan panjang yang sama yang sesuai dengan ukuran balok-balok
dasar. (Sumber:Alat PermainanEdukatif untuk Kelompok Bermain, Diknas, 2003).
Bermain balok susun merupakan salah satu alat bermain konstruksi yang
bermanfaat untuk anak. Tidak hanya untuk aspek kognitif, motorik, tetapi juga
untuk meningkatkan kecerdasan emosi anak (EQ). Balok terdiri dari berbagai
bentuk. Ada yang segitiga, segiempat, lingkaran, dengan berbagai warna yang
menarik. Balok dapat dimainkan sendiri oleh anak, maupun berkelompok dengan
teman-temannya. Anak usia batita biasanya belum dapat menciptakan bentuk
bangunan yang bermakna. Biasanya anak hanya menumpukkan baloknya saja.
Karena pada tahap ini, anak berada dalam tahap perkembangan sensor-motornya.
Untuk anak di atas usia batita, mereka sudah dapat menciptakan bentuk yang baru
seperti bangunan, jembatan, dan sebagainya. Pemberian mainan balok dilakukan
secara bertahap. Pada anak usia kecil, jangan diberikan permainan balok yang rumit
karena perkembangan motorik halusnya belum [Link] manfaatnya
besar, permainan ini sebaiknya diberikan pada anak sejak usia dini. Untuk bayi,
tersedia berbagai balok yang terbuat dari bahan busa.
Bermain Balok Menurut B.E.F Montolalu (6.22) mengemukakakan bahwa :
Balok mempunyai tempat dihati anak serta menjadi pilihan favorit sepanjang tahun,
bahkan sampai tahun ajaran berakhir. Ketika bermain balok banyak temuan-temuan
terjadi. Demikian pula pemecahan masalah terjadi secara ilmiah. Bentuk konstruksi
mereka dari yang sederhana sampai yang rumit dapat menunjukkan
adanya penigkatan pengembangan berpikir mereka. Daya penalaran anak akan
bekerjaaktif. Konsep pengetahuan matematika akan mereka temukan sendiri,
sepertinama bentuk, ukuran, warna, pengertian sama/tidak sama, seimbang, dll.
Balok dianggap sebagai alat bermain yang paling bermanfaat dan yang
paling banyak digunakan di TK maupun lembaga pendidikan pra sekolah
(Benish, 1978; Kinsmans G Bark, 1979). Nilai dari membangun dengan balok
meliputi 4 aspek pengembangan yaitu : Fisik Motorik, Perkembangan Kognitif,
Perkembangan Sosial, Perkembangan Emosional.
B. MANFAAT PERMAINAN BALOK
Bermain merupakan kegiatan yang tidak pernah lepas dari anak. Keadaan
ini menarik minat peneliti sejak abad ke 17 untuk melakukan penelitian tentang
anak dan bermain. Peneliti ingin menunjukkan sejauh mana bermain berpengaruh
terhadap anak, apakah hanya sekedar untuk mendapatkan pengakuan dan
penerimaan sosial atau sekedar untuk mengisi waktu luang. Teori Cognitive-
Developmental dari Jean Piaget, juga mengungkapkan bahwa bermain mampu
mengaktifkan otak anak, mengintegrasikan fungsi belahan otak kanan dan kiri
secara seimbang dan membentuk struktur syaraf, serta mengembangkan pilar-pilar
syaraf pemahaman yang berguna untuk masa datang. Berkaitan dengan itu pula otak
yang aktif adalah kondisi yang sangat baik untuk menerima pelajaran.
Pendapat selanjutnya oleh Aristoteles, ia mengatakan bahwa ada hubungan
yang sangat erat antara kegiatan bermain anak dengan kegiatan yang akan
dilakukan anak dimasa yang akan datang. Menurut Aristoteles, anak perlu
dimotivasi untuk bermain dengan permainan yang akan ditekuni di masa yang akan
datang. Sebagai contoh anak yang bermain balok-balokan, dimasa dewasanya akan
menjadi arsitek. Anak yang suka menggambar maka akan menjadi pelukis, dan lain
sebagainya.
Bermain mengembangkan aspek sosial emosional anak yaitu melalui
bermain anak mempunyai rasa memiliki, merasa menjadi bagian/diterima dalam
kelompok, belajar untuk hidup dan bekerja sama dalam kelompok dengan segala
perbedaan yang ada. Dengan bermain dalam kelompok anak juga akan belajar
untuk menyesuaikan tingkah lakunya dengan anak yang lain, belajar untuk
menguasai diri dan egonya, belajar menahan diri, mampu mengatur emosi, dan
belajar untuk berbagi dengan sesama. Dari sisi emosi, keinginan yang tak
terucapkan juga semakin terbentuk ketika anak bermain imajinasi dan sosiodrama.
Berdasarkan kajian tersebut maka bermain sangat penting bagi anak usia
dini karena melalui bermain mengembangkan aspek-aspek perkembangan anak.
Aspek tersebut ialah aspek fisik, sosial emosional dan kognitif. Bermain
mengembangkan aspek fisik/motorik yaitu melalui permainan motorik kasar dan
halus, kemampuan mengontrol anggota tubuh, belajar keseimbangan, kelincahan,
koordinasi mata dan tangan, dan lain sebagainya. Aspek kognitif berkembang pada
saat anak bermain yaitu anak mampu meningkatkan perhatian dan konsentrasinya,
mampu memunculkan kreativitas, mampu berfikir divergen, melatih ingatan,
mengembangkan prespektif, dan mengembangkan kemampuan berbahasa. Konsep
abstrak yang membutuhkan kemampuan kognitif juga terbentuk melalui bermain,
dan menyerap dalam hidup anak sehingga anak mampu memahami dunia
disekitarnya dengan baik.
Adapun manfaat dari permainan balok ini adalah :
1. Belajar mengenai konsep
Dalam bermain susun balok, akan ditemukan beragam konsep, seperti
warna, bentuk, ukuran, dan [Link] bermain balok anak-anak
mengenal konsep lebih banyak – lebih sedikit, sama dan tidak sama, konsep angka
dan bilangan serta sains, seperti menghitung, klasifikasi, gravitasi dan
stabilisasi. Orangtua bisa mengenalkan konsep-konsep tersebut saat anak bermain
susun balok.
[Link] mengembangkan imajinasi
Untuk membangun sesuatu tentunya diperlukan kemampuan anak dalam
berimajinasi. Imajinasi yang dituangkan dalam karya mengasah kreativitas anak
dalam mencipta beragam bentuk.
[Link] kemampuan berkomunikasi
Komunikasi diperlukan oleh anak manakala ia ingin menyatakan pendapat
tentang sesuatu yang berhubungan dengan bangunan yang sedang dibuatnya.
4. Melatih kesabaran
Dalam menyusun balok satu demi satu agar terbentuk bangunan seperti
dalam imajinasinya, tentu anak memerlukan kesabaran. Berarti ia melatih dirinya
sendiri untuk melakukan proses dari awal sampai akhir demi mencapai sesuatu. Ia
berlatih untuk menyelesaikan pekerjaannya.
5. Secara sosial anak belajar berbagi
Ketika bermain susun balok bersama teman, anak terlatih untuk berbagi.
Misalnya, jika si teman kekurangan balok tertentu, anak diminta untuk mau
membagi balok yang dibutuhkan. Perlahan tapi pasti, anak juga belajar untuk tidak
saling berebut saat bermain.
6. Mengembangkan rasa percaya diri anak
Ketika anak bermain susun balok dan bisa membuat bangunan, tentu anak
akan merasa puas dan gembira. Pencapaian ini akan menumbuhkan rasa percaya
diri akan kemampuannya.
7. Melatih Kepemimpinan anak
Bila bermain dengan temannya, permainan ini dapat melatih
kepemimpinan, inisiatif, perencanaan, mengemukakan pendapat, dan kemampuan
mengarahkan orang lain. Permainan ini juga mengembangkan empati anak dengan
menghargai hasil karya orang lain. Inilah yang merupakan bagian dari kecerdasan
emosi anak.
8. Sebagai Kekuatan dan koordinasi motorik halus dan kasar
Balok adalah alat bermain yang berguna untuk mengembangkan fisik anak.
9. Mengembangkan pemikiran simbolik
Membangun balok-balok sangat penting bagi perkembangan kognitif anak.
10. Perlu Dampingan
Agar permainan ini terasa manfaatnya, Orangtua perlu mendampingi anak
tetapi jangan mudah memberikan bantuan.
Agar permainan balok ini tampak menarik, kita perlu menambahkan alat
bermain lain seperti boneka, mobil-mobilan, dan lain sebagainya.
C. TAHAPAN PERKEMBANGAN PERMAINAN BALOK
Balok adalah potongan-potongan kayu yang polos (tanpa cat) sama
tebalnya dan dengan panjang dua kali atau empat kali sama besarnya dengan satu
unit [Link] anak akan melalui tahapan dalam bermain menggunakan balok :
1. Membawa balok-balok berkeliling , anak-anak pada mulanya seringkali
mengangkat balok sambil membawanya berkeliling, dengan demikian mereka
belajar tentang balok misalnya berapa berat balok tersebut, bagaimana rasanya
dan berapa banyak bisa diangkat sekali jalan.
2. Memancang balok atau menidurkannya di lantai, kadang balok diletakkan
mendatar di lantai tanpa bersinggungan satu sama lain, anak masih belajar
karakter balok tsb, bagaimana meletakkan yang satu di atas lainyya untuk
membuat menara. Jalan seringkali merupakan tradisi dari tahap bangunan lurus
sampai membuat bangunan berikutnya.
3. Cara baru menyambung balok : memagar, jembatan, pola-pola dekoratif dan
kejelian membanding. Mulanya anak akan senang memagar dengan teknik baru,
membuat pagar adalah suatu pengalaman yang menyenangkan, kemudian pagar
dapat digunakan untuk permainan dramatik. Memagar mengarahkan anak-anak
untuk mengenal bentuk-bentuk geometrik dan lapangan. Membuat jembatan
dengan dua balok ditancapkan dalam posisi antara satu dan lainnya diberi jarak
lalu jarak ini dihubungkan dengan satu balok lagi di bagian atasnya.
4. Memberi nama bangunan, menggunakan dan mengembangkan bangunan, begitu
mereka memiliki pengalaman, untuk umur 4 sampai 6 tahun, anak-anak mlai
memberi nama bangunan yang mereka buat.
Secara lebih rinci, ada sembilan belas tahap anak dalam permainan balok
ini antara lain sebagai berikut :
Tahap 1 : Tanpa Bangunan
Anak menggunakan balok, tetapi tidak membangun. Anak meneliticiri-ciri
fisik dari balok dengan membuat suara-suara, memindahkan,menggerakkan,
melakukan percobaan, dan memanipulasi balokdengan badannya sendiri, main
mengisi dan mengosongkan.
Tahap 2 : Susunan Garis Lurus ke Atas
Anak menumpuk atau menyusun balok-balok secara vertikal.
Tahap 3 : Susunan Garis Lurus ke Samping
Anak menempatkan balok-balok bersisian atau dari ujung ke ujung dalam
satu garis.
Tahap 4 : Susunan Daerah Lurus ke Atas
Anak membangun dengan cara menggabungkan tumpukan-
tumpukanbalok dan/atau menumpuk garis demi garis (sisi demi sisi menumpuk).
Tahap 5: Susunan Daerah Mendatar
Anak mengkombinasikan barisan-barisan dari balok dalam daerah
mendatar.
Tahap 6 : Ruang Tertutup ke Atas
Anak menempatkan dua balok sejajar yang berjarak danmenghubungkan
diantara dua balok dengan satu balok di atasnya,membentuk lengkungan atau
jembatan.
Tahap 7 : Ruang Tertutup Mendatar
Anak membuat bentuk seperti kotak terbuka dari empat atau lebih balok-
balok.
Tahap 8 : Menggunakan Balok Untuk Membangun Bangunan Tiga Dimensi yang
Padat
Anak membuat daerah mendatar dari balok dan menumpuk satu ataulebih
lapisan dari balok; menyusun bangunan tiga dimensi yang penuhtidak berongga.
Tahap 9 : Ruang Tertutup Tiga Dimensi
Anak membuat atap pada bangunan seperti kotak yang terbuka;menjadi
ruang tertutup tiga dimensi.
Tahap 10 : Menggabungkan/Mengkombinasikan Beberapa
BentukBangunan
Anak menggunakan bermacam-macam kombinasi dari bangunan-
bangunan garis lurus, dua dimensi (area), dan tiga dimensi (ruang);anak belum
memberi nama apa yang dibangunnya.
Tahap 11 : Mulai Memberi Nama
Anak membangun satu bangunan dan memberi nama pada balok satu-satu
sebagai “benda” walaupun bangunan atau bentuk balok itutidak seperti “benda”
itu, tetapi tetap mewakili pikiran anak.
Tahap 12 : Satu Bangunan, Satu Nama
Anak memberi nama pada seluruh bangunan balok sebagai satu“benda;”
satu bangunan merepresentasikan satu benda. Beberapa tahapan sebelumnya harus
ada, jangan disilaukan oleh nama atau cerita.
Tahap 13 : “Bentukbentuk”
Balok diberi Nama Anak memberi nama “bentuk-bentuk " balok dalam
satu bangunan mewakili “benda-benda”. Lebih dari satu balok digunakan untuk
membentuk obyek (contoh: kursi).
Tahap 14 : Memberi Nama Obyek-obyek yang Terpisah
Anak membangun bangunan termasuk obyek-obyek yang
terpisah;memberi nama pada masing-masing obyek tersebut.
Tahap 15 : Merepresentasikan Ruang Dalam
Anak membangun bangunan tertutup yang merepresentasikan ruangdalam;
ruang dalam belum sempurna.
Tahap 16 : Obyek-obyek di dalam Ditempatkan di Luar
Anak membangun bangunan tertutup yang merepresentasikan ruangdalam
dan ruang luar; obyek di dalam ditempatkan di luar.
Tahap 17 : Representasi Ruang Dalam & Ruang Luar secara Tepat
Anak membangun bangunan tertutup yang merepresentasi-kan ruangdalam
dan ruang luar. Obyek-obyek di dalam dan di luar dipisahkansecara tepat.
Tahap 18 : Bangunan Dibangun Sesuai Skala
Anak membangun bangunan dengan “bentuk-bentuk” balok terpisah;
beberapa pengertian tentang skala mulai terlihat dalam bangunan.
Tahap 19 : Bangunan Yang Terdiri Dari Banyak Bagian
Anak membangun secara rumit; terdiri dari ruang dalam, petunjuk, jalan,
dan pengertian skala.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
1. Balok adalah suatu bangun ruang yang dibatasi oleh 6 persegi panjang , di mana
setiap sisi persegipanjang berimpit dengan tepat satu sisi persegipanjang yang lain
dan persegi panjang yang sehadap adalah kongruen. Bangun berbentuk balok dapat
kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti lemari berbentuk balok, televisi,
speaker, ataupun bis. Terdapat 6 buah sisi yang berbentuk persegipanjang yang
membentuk balok posisinya yakni sisi alas, sisi depan, sisi atas, sisi belakang, sisi
kiri dan kanan.
2. Adapun manfaat dari permainan balok ini adalah :
1. Belajar mengenai konsep
[Link] mengembangkan imajinasi
[Link] kemampuan berkomunikasi
4. Melatih kesabaran
5. Secara sosial anak belajar berbagi
6. Mengembangkan rasa percaya diri anak
7. Melatih Kepemimpinan anak
8. Sebagai Kekuatan dan koordinasi motorik halus dan kasar
9. Mengembangkan pemikiran simbolik
10. Perlu Dampingan
3. Adapun tahap perkembangan permainan balok yaitu :
Tahap 1 : Tanpa Bangunan
Tahap 2 : Susunan Garis Lurus ke Atas
Tahap 3 : Susunan Garis Lurus ke Samping
Tahap 4 : Susunan Daerah Lurus ke Atas
Tahap 5: Susunan Daerah Mendatar
Tahap 6 : Ruang Tertutup ke Atas
Tahap 7 : Ruang Tertutup Mendatar
Tahap 8 : Menggunakan Balok Untuk Membangun Bangunan Tiga Dimensi yang
Padat
Tahap 9 : Ruang Tertutup Tiga Dimensi
Tahap 10 : Menggabungkan/Mengkombinasikan Beberapa
BentukBangunan
Tahap 11 : Mulai Memberi Nama
Tahap 12 : Satu Bangunan, Satu Nama
Tahap 13 : “Bentukbentuk”
Tahap 14 : Memberi Nama Obyek-obyek yang Terpisah
Tahap 15 : Merepresentasikan Ruang Dalam
Tahap 16 : Obyek-obyek di dalam Ditempatkan di Luar
Tahap 17 : Representasi Ruang Dalam & Ruang Luar secara Tepat
Tahap 18 : Bangunan Dibangun Sesuai Skala
Tahap 19 : Bangunan Yang Terdiri Dari Banyak Bagian
B. SARAN
Dari makalah ini, dapat kita terapkan permainan balok pada anak guna
untuk mengoptimalkan perkembangan, kemampuan dan kecerdasan anak dalam
berkognisi, berimajinasi dan kreatifitas anak. Tak hanya dari segi kognitif anak,
dengan balok dapat melatih koordinasi antara motorik halus dan motorik kasar
anak. Maka , dari itu sebagai guru haruslah kita bersama-sama mengembangkan
potensi dan kemampuan anak melalui permainan balok.
vvv
Mei 9, 2017
Balok adalah salah satu mainan yang bisa membantu anak dalam mengembangkan
kemampuannya. Bukan hanya kognitif tapi juga emosi dan fisiknya. Seperti yang
pernah ditulis sebelumnya disini. Banyak ragam balok yang bisa dimainkan anak-
anak, salah satunya balok kayu yang tentu saja menarik bagi anak-anak. Balok kayu
memiliki karakteristik permukaan yang halus, keras dan bentuknya yang simetris.
Anak-anak suka mengeksplorasi balok kayu dengan cara menyentuhnya,
membantingnya atau memukulnya, atau mengadu antara satu balok dengan balok
lainnya sehingga mengeluarkan suara.