0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan17 halaman

Panduan Praktikum Mesin CNC Milling 3 Axis

Dokumen tersebut membahas tentang praktikum dasar mesin CNC milling 3 axis, meliputi tujuan praktikum, landasan teori mesin CNC milling, bagian-bagian mesin dan fungsinya, sistem pahat, metode pemrograman, serta fungsi tombol dan perintah kerja pada mesin CNC milling 3 axis.

Diunggah oleh

unyil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
49 tayangan17 halaman

Panduan Praktikum Mesin CNC Milling 3 Axis

Dokumen tersebut membahas tentang praktikum dasar mesin CNC milling 3 axis, meliputi tujuan praktikum, landasan teori mesin CNC milling, bagian-bagian mesin dan fungsinya, sistem pahat, metode pemrograman, serta fungsi tombol dan perintah kerja pada mesin CNC milling 3 axis.

Diunggah oleh

unyil
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

76

2.5. Praktikum Dasar CNC


A. Mesin CNC Milling 3 Axis
1) Tujuan
a. Agar dapat mengoperasikan mesin CNC Milling.
b. Agar dapat mengetahui prinsip kerja dan langkah kerja CNC
milling.
c. Agar dapat membuat program benda kerja sesuai dengan yang di
inginkan.
d. Agar terampil menggunakan mesin CNC Milling sebagai bekal
di dunia industri.
2) Landasan Teori
Mesin CNC Milling 3 axis adalah salah satu mesin CNC yang
memungkinkan pemotongan benda kerja dilakukan dengan tiga dimensi
atau tiga sumbu yaitu X, Y, dan Z. Laju pergerakan pahat terhitung
dalam skala 1:0,01 mm yang merupakan skala terkecil untuk
mendapatkan dimensi benda kerja yang baik dan tepat. Pergerakan
pahat dapat dilakukan secara linier (lurus), radius (melingkar). Meja
eretan benda kerja dan spindle pahat bergerak secara tiga sumbu sesuai
program yang akan di input. Kecepatan gerakan dan pemotongan dapat
diatur sesuai kehendak operator. Demikian pula dengan kecepatan
spindle dan tebal pemotongan memungkinkan pengerjaan benda kerja
dalam radius waktu relatif singkat. Mesin CNC unit 3 axis merupakan
mesin menggunakan numerik secara terkontrol dan otomatis. Pahat-
pahat yang di gunakan CNC unit 3 axis ini tersedia dalam bentuk yang
bervariasi, yang memungkinkan banyak pengerjaan yang dapat
dilakukan. Perlengkapan lain adalah sistem alarm otomatis dan tombol
darurat (emergency) yang menyebabkan mesin sensitif terhadap
keadaan darurat.
A. Fungsi dan Bagian-bagian Mesin CNC milling 3 Axis
1. Monitor pada mesin CNC Milling 3 Axis monitor berfungsi
untuk menampilkan informasi program yang sedang berjalan
pada mesin.
77

Gambar 2.53 Monitor Mesin CNC 3A

2. Ragum
Fungsi dari ragum adalah untuk mencekam benda kerja.

Gambar 2.54 Ragum


3. Arbor
Arbor berfungsi untuk mencekam pahat frais.
78

Gambar 2.55 Arbor


4. Konfigurasi tombol
Menunjukkan konfigurasi dan tombol-tombol atau bagian-
bagian untuk mengoperasikan mesin CNC Milling 3 axis,
yang terdiri dari :

Gambar 2.56 Konfigurasi tombol operasi pada CNC Milling

a. Saklar utama, digunakan untuk menghidupkan/


mematikan mesin
b. Lampu indikator, digunakan sebagai petunjuk bahwa jika
lampu hidup maka mesin dalam keadaan hidup
79

c. Saklar untuk menghidupkan spindle (untuk saklar


menunjuk angka 0 – spindle mati, angka 1 – spindle hidup
untuk melayani manual, CNC – spindle hidup untuk
pelayanan CNC/otomatis).
d. Tombol untuk mengatur besar putaran spindle
e. Display penunjuk besar putaran spindle.
f. Tombol untuk mengatur kecepatan asutan ( untuk mode
manual ).
g. Lampu indicator untuk mode manual
h. Tombol asutan untuk arah Z dan X untuk mode manual.
i. Tombol gerakan cepat jika di tekan bersamaan dengan
mode asutan (no 8), maka gerak asutan menjadi cepat.
Kecepatan asutan diatur dengan tombol no 6.
j. Display yang meunjukkan harga X dan Z dari gerakan
eretan/ pahat dalam perseratus mm. data ini juga terlihat
di monitor.
k. Switch untuk mengubah mengubah dari pelayanan / mode
manual ke CNC atau sebaliknya pada mesin ini tersedia
dua macam pelayanan / mode, yaitu dapat dipakai secara
manual (mode manual) atau dipakai secara otomatis yang
menggunakan program CNC (mode CNC).
l. Amperemeter, menunjukkan besar arus yang dipakai saat
mesin digunakan. Pemakaian arus diharapakan tidak lebih
dari 2 A, sebab kalau arus terlalu besar menunjukkan
beban pada mesin sangat besar yang dapat menimbulkan
kebakaran.
m. Emergency Stop Botton, merupakan saklar darurat.
n. Tombol DEL, dipakai untuk menghapus data/sajian yang
akan diterangkan kmudian.
o. Tombol pengalih yang berfungsi untuk mengaktifkan
jalannya X ke Z atau sebaliknya
80

p. Tombol INP, untuk memasukkan data yang akan


dijelaskan kemudian.
q. Selain itu juga ada tombol-tombol untuk gerak manual
arah +X, -X, +Y, -Y, +Z dan -Z, yang terletak
disebelah tombol angka (keyboard).
B. Sistem Pahat
Pahat (Tool) Mesin CNC Milling 3 axis tersedia dalam bentuk
bervariasi yang memungkinkan banyak pengerjaan. Pergerakan
pahat dapat dilakukan secara linier (lurus), radius (melingkar)
dan vertikal.
Dalam jangka waktu tertentu, perkakas potong dapat mengalami
kerusakan, hal ini disebabkan oleh:
 Tidak sesuainya bahan pahat dan bahan benda kerja.
 Tidak sesuainya antara kecepatan potong yang diberikan
karena kecepatan potong yang tinggi menentukan umur
pahat potong.
 Kedalaman pemotongan yang sangat besar menyebabkan
tekanan pahat potong dengan benda kerja makin tinggi.
 Kurangnya media pendingin yang mengenai pahat
potong.
1. Jenis – jenis mata pahat
a) Pahat biasa
Bentuk piringan yang hanya memiliki sisa pada
sekeliling.
b) Pemotong fris samping
Mirip dengan pemotong fris dalam, kecali letaknya
disamping.
c) Pemotong gergaji pembelah logam
Mirip pemotong fris datar/samping kecuali
pembuatannya sangat tipis.
d) Pemotong frais bentuk
Sisa pemotongannya diberi sudut bentuk khusus.
81

e) Pemotong frais sudut


Dibuat untuk pemotong sudut tunggal maupun sudut
ganda.
f) Pemotong celah.
Mempunyai pemotong dasar kecil.
g) Jenis – jenis pencekam
2. Pencekam alat-alat potong
a) Pencekam dengan cekam kolet.
Pencekam model ini kapasitasnya dalam inchi dan
metrik yang tertera pada kolet. Tidak dapat mencekam
alat potong yang lebih kecil atau lebih besar dari yng
tetera.
b) Pencekam dengan arbor pisau jari kerang.
Arbor ini dapat mencekam alat potong dengan lubang
sampai 16mm. Empat buah kolarnya memngkinkan
penyetelan pisau fris yang berbeda.
3. Pencekam benda kerja.
a) Batang-batang pencekam.
Batang-batang pencekam ini dipasang pada meja besi,
tergantung pad benda kerjanya.
b) Ragum mesin dengan pembatas.
Lebar mulut 60mm
c) Blok cekam bertingkat.
Tinggi=60mm. Untuk mencekam benda kerja
diperlukan sekurang-kurangnya dua blok.
C. Metode Pemrograman mesin CNC Milling
Terdapat dua metode pemrograman yang dapat digunakan
untuk pengoperasian mesin CNC MIlling, yaitu: 1) metode
pemrograman inkrimental, dan 2) metode pemrograman
absolut.

1) Metode pemrograman inkrimental


82

Pemrograman sistem incremental ialah sistem


pemrograman G-Code yang dalam menentukan data
posisi elemen geometri benda kerjanya diukur pada
titik referensi yang berpindah-pindah. Titik referensi
acuannya didasarkan pada posisi akhir perpindahan
pahat (tool). Untuk memudahkan penjelasan Sistem
Incremental diatas, berikut ini saya tampilkan asumsi
logika Sistem Incremental memalui diagram atau
grafik pada gambar dibawah ini:

Gambar 2.57 pemrograman absolut

2) Metode pemrograman absolut


Pemrograman sistem absolut ialah sistem pemrograman G-
Code yang dalam menentukan data posisi elemen geometri
benda kerja didasarkan pada satu titik referensi tanpa
berubah-ubah. Penjelasan lainnya ialah, bahwa sistem
koordinat jenis ini letak titik referensinya mengacu pada
X=0 ; Y=0 pada (titik nol) yang tetap. untuk memudahkan
penjelasan Sistem Absolute diatas, berikut ini saya
tampilkan asumsi logika Sistem Absolute memalui diagram
atau grafik pada gambar dibawah ini:
83

Gambar 2.58 pemrograman inkramental

D. Fungsi Tombol Dan Perintah Kerja Pada Mesin CNC


Milling 3 Axis
1. Fungsi tombol yang terdapat pada mesin CNC adalah;
START : Program yang tersimpa dijalankan
~ + FWD : Mengembalikan blok yang terhapus
INP + FWD : Pemberhentikan program sementara
~ + DEL : Menghapus satu blok
INP + DEL : Menghapus program
~ + INP : Penyisipan blok-blok
INP + REV : - Pemanggilan program
- Menghapus alarm
- Penggagalan program
1 2 3 dst + START: Mode blok tunggal
FWD : Untuk melompat maju blok demi blok
REV : Untuk melompat kembali blok demi blok
INP : Penyimpanan kata yang ada
DEL : Menghapus
M : - Memasukkan fungsi M
- Mengecek kebenaran program
- : Harga dalam besaran minus
H/C : Tombol pengalihan pelayanan manual
atau pelayanan CNC
84

G65 INP→FWD→Masukkan No. program→INP :


Menyimpan program ke pita
G65 INP→INP→Pilih [Link]→INP : Memindahkan
program dari Pita ke memori
G65 INP
↓ : Menghapus isi pita
→ + DEL
2. Fungsi perintah kerja G/M :
G00 : Gerakan cepat tanpa pemakanan
G0l : Interpolasi lurus
G02 : Interpolasi melingkar searah jarum jam
G03 : Interpolasi melingkar berlawanan jarum jam
G64 : Motor asutan tanpa arus
G72 : Sikius pengefraisan kantong
G81 : Siklus pemboran tetap
G82 : Siklus pemboran tetap dengan tinggal diam
G83 : Siklus pemboran tetap dengan pembuangan tatal
G91 : Pemograman nilai inkrumental
G92 : Pemrograman absolut
G04 : Lamanya tinggal diam
G21 : Blok kosong
G25 : Memanggil sub program
G27 : Instruksi melompat
G40 : Kompensasi radius pisau hapus
G45 : Penambahan radius pisau
G46 : Pengurangan radius pisau
G47 : Penambahan radius pisau 2 kali
G48 : Pengurangan radius pisau 2 kali
G65 : Pelayanan pipa magnet
G66 : Pelaksanaan antar aparat dengan RS
G73 : Siklus pemutusan tatal
G84 : siklus penguliran
85

G85 : Siklus mereamer tetap


G89 : Siklus mereamer tetap dengan tinggal diam
G90 : Penggeseran titik referensi
M00 : Diam
M03 : Spindel berputar searah jarum jam
M06 : Penggeseran alat potong
M17 : Kembali ke program pokok
M20 : Hubungan keluar N3/M2
M26 : Hubungan keluar-impuls
M98 : Kompensasi kocak/kelonggaran otomatis
M99 : Parameter dari interpolasi melingkar
M05 : Sumbu utama berhenti
M30 : Program berakhir
3. Tanda-tanda alarm :
A00 : Salah kode
A0l : Salah radius / M99
A02 : Salah nilai Z
A03 : Salah nilai F
A04 : Salah nilal X
A05 : Tidak ada kode M30
A06 : Tidak ada kode M03
A07 : Tidak ada arti
A08 : Pita habis pada penyimpanan ke kaset
A09 : Program tidak ditemukan
A10 : Pita kaset dalam pengamanan
A11 : Salah pemuatan
A12 : Salah pengecekan
A13 : Penyetelan inchi/mm dengan memori program
penuh
A14 : Salah posisi penambahan jalan dengan LOAD ┴ / M
A15 : Salah nilai Y
A16 : Tidak ada nilai radius pisau frais
86

A17 : Salah sub program


A18 : Jalannya kompensasi radius pisau frais lebih kecil
dari nol
E. Data-Data Sebelum Langkah Pemotongan
1. Kecepatan potong (Vs)
Vs (m/men)= d (mm) x л x S (rpm) / 1000
D = Diameter benda kerja
S = Jumlah putaran sumbu utama
Vs = 44 m/menit. Untuk aluminium.
= 35 m/[Link] baja lunak, plastic lunak.
= 25 m/menit. Untuk baja
Kecepatan potong maksimal tergantung pada :
-Bahan benda kerja
Dimana, semakin tinggi tahanan dari benda kerja maka
semakin rendah kecepatan potongnya.
-Bahan alat potong
Alat potong yang terbuat dari karbid memungkinkan
kecepatan potong yang lebih tinggi daripada alat
potong HSS.
2. Jumlah putaran (S)
S (rpm) = Vs (mm/men) x 1000 d(mm) x л
3. Penghitungan asutan
F (mm/men) = S (put/men) x F (mm/put)
F (mm/men) = asutan dalam mm/men
S = Jumlah putaran sumbu utama
F (mm/put) = Asuatan dalam mm/put
Pada umunya, asutan dari kecepatan potong tergantung
pada:
- Bahan benda kerja.
- Keadaan mesin.
- Geometri dari pisau fraish.
- Hubungan F – t
87

Semakin besar nilai t maka semakin kecil nilai F, dan


sebaliknya.
3. Langkah Kerja
A. Menyalakan Mesin CNC Milling 3 axis
1. Switch ON
2. Tombol hijau (tunggu loading)
3. Emergency stop release
4. Reset
B. Running Up
1. Acak sumbu koordinat dengan mengaktifkan MPG
2. Acak sumbu X,Y,Z dengan Handan
3. Posisikan ke mesin zero
 Machine zero
 Tombol X,Y,Z
 Tekan tombol MDI lalu tombol SETTING dilayar
sampai menunjukan menu Absolute
 Tulis X=0 lalu tekan tombol INPUT, Y=0 lalu
INPUT, Z=0 lalu INPUT
 Tekan position sampai relative / inkramental
 Tulis X lalu tekan tombol Cancel begitu pun dengan
Y, Z
4. Cek perputaran endmill (cek spindle)
 MDI lalu tekan tombol Program sampai layar current
modal
 Tulis S 100 M3 lalu tekan tombol Input lalu tombol
Cycle Start
C. Setting pisau atau pahat terhadap benda kerja
Sebelum melangkah pada eksekusi pengerjaan benda kerja
maka diharuskan untuk setting pahat / pisau terlebih dahulu,
gunanya untuk menyocokan ukuran benda kerja atau untuk
mengetahui titik 0 benda kerja.

Setting pahat terhadap benda kerja pada sumbu X:


88

a. Periksa diameter pisau yang digunakan kemudian tentukan


putaran spindel utama pasang benda kerja pada ragum dan
jepit dengan kuat.
b. Putar spindel utama dan yakinkan putaran sudah center.
c. Turunkan pisau dengan menggerakkan sumbu Z dan atur
kedalaman yang diperlukan di sebelah sisi luar benda kerja.
d. Sentuhkan pisau kearah sumbu + X pada sisi luar benda
kerja dengan menggerakkan pelan-pelan kearah benda kerja.
Setelah pisau menyentuh benda kerja pada monitor akan
tertayang nilai X, misal : X = 2001. Hapus nilai X dengan
tombol DEL sehingga nilai X nol.
e. Tekan tombol INP dan tulis nilai X - 500 kemudian tekan
INP, maka pada monitor nilai X = -500.
f. Nilai X - 500 = radius pisau frais 5 mm. Nilai minus
menunjukkan kearah sumbu

Gambar 2.59 Setting Pahat Benda Kerja Sumbu X


89

Setting pahat terhadap benda kerja pada sumbu Y:


a. Bebaskan pisau terhadap benda kerja dan geser kearah sumbu
– Y, kemudian gerakkan pisau kekanan kearah sumbu + X.
sentukan pisau pelan-pelan ke benda kerja kearah sumbu +Y.
b. Setelah pisau menyentuh benda kerja pada monitor akan
tertayang nilai Y, misal Y = 1100. Hapus nilai Y dengan
tobol DEL, sehingga nilai Y = 00.
c. Tekan tombol INP dan tulis Y- 500 kemudian tekan INP ,
maka pada monitor nilai Y- 500 nilai harga Y = 500 = radius
pisau frais 5 mm. Nilai minus menunjukkan arah sumbu Y.

Gambar 2.60 Setting Pahat Benda Kerja Sumbu X

Setting pahat terhadap benda kerja pada sumbu Z :

a. Bebaskan pisau terhadap benda kerja dan gerakkan naik


kearah sumbu + Z.
b. Gerakkan pisau kearah sumbu + Y di atas permukaan benda
kerja turunkan pisau pelan-pelan sampai menyentuh
permukaan benda kerja (sumbu - Z).
c. Setelah pisau menyentuh permukaan benda kerja pada
monitor tertayang nilai Z, misal Z = -964 hapus nilai Z
dengan tombol DEL. Sehingga nilai Z = 00
d. Gerakkan pisau naik kearah sumbu Z sesuai dengan
ketinggian posisi awal pisau Z = 1000
90

e. Gerakkan pisau keposisi awal pada sumbu X = -1500 dan


kearah sumbu Y = 0

Gambar 2.61 Setting Pahat Benda Kerja Sumbu X

D. Pemrograman Metode Absolute


Pada pemrograman alur tepi, cutter yang digunakan
adalah End Mill cutter 2 flute berdiameter 10 mm, material
benda kerja yang digunakan adalah alumunium. Dalamnya
penyayatan untuk alur tepi adalah 1 mm.

Gambar 2.62 pandangan samping alat potong benda kerja


91

Gambar 2.63 pandangan atas alat potong benda kerja

Program menggunakan metode absolut


N00 G92 X-1500 Y0 Z1500
N01 M03
N02 G00 X-1500 Y0 Z-100
N03 G01 X5000 Y0 Z-100
N04 G01 X5000 Y5000 Z-100
N05 G01 X0 Y5000 Z-100
N06 G01 X0 Y0 Z-100
N07 G01 X4250 Y0 Z-100
N08 G01 X5000 Y750 Z-100
N09 G01 X5000 Y4250 Z-100
N010 G01 X4250 Y5000 Z-100
N011 G01 X750 Y5000 Z-100
N012 G01 X0 Y4250 Z-100
N013 G01 X0 Y750 Z-100
N014 G01 X750 Y0 Z-100
N015 G00 X-1500 Y0 Z1500
N016 M05
N017 M30
92

E. Mematikan Mesin CNC Milling


1. Posisikan sumbu Z ke titik aman (atas) menggunakan
handman atau tombol pada monitor.
2. Tekan tombol zero machine.
3. Tekan tombol X, Y, Z (agar sumbu X,Y,Z kembali ke Zero
Machine).
4. Tekan tombil emergency stop.
5. Putar kunci ke posisi off.
6. Putar swich ke posisi off (yang terletak disamping atau
belakang mesin.

Anda mungkin juga menyukai