0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan14 halaman

Penyuluhan tentang Penyakit Asma

1. SAP membahas tentang penyakit asma, yang ditujukan kepada pasien, keluarga pasien, dan pengunjung. 2. Asma adalah penyakit kronis variabel dari sistem pernapasan yang ditandai oleh penyempitan saluran pernapasan kecil dan bronkial, meningkatkan sekresi lendir dan pembengkakan mukosa. 3. Tujuan SAP adalah meningkatkan pengetahuan peserta tentang pengertian, etiologi, manifestasi klinis,

Diunggah oleh

nandanovia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan14 halaman

Penyuluhan tentang Penyakit Asma

1. SAP membahas tentang penyakit asma, yang ditujukan kepada pasien, keluarga pasien, dan pengunjung. 2. Asma adalah penyakit kronis variabel dari sistem pernapasan yang ditandai oleh penyempitan saluran pernapasan kecil dan bronkial, meningkatkan sekresi lendir dan pembengkakan mukosa. 3. Tujuan SAP adalah meningkatkan pengetahuan peserta tentang pengertian, etiologi, manifestasi klinis,

Diunggah oleh

nandanovia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Pokok bahasan : Asma


Sasaran : Pasien, Keluarga Pasien dan Pengunjung
Hari/tanggal : Kamis, 27 Desember 2018
Waktu : 30 menit
Tempat : Ruang Penyuluhan IRNA 4 RSUD Dr. Saiful Anwar
Penyuluh : Kelompok 4 Profesi Ners STIKes Banyuwangi

A. Latar Belakang
Penyakit asma merupakan salah satu masalah kesehatan di seluruh dunia, baik
di negara maju maupun di negara yang sedang berkembang. Saat ini, penyakit
asma juga sudah tidak asing lagi di masyarakat. Asma dapat diderita oleh
semua lapisan masyarakat dari usia anak-anak sampai usia dewasa. Penyakit
asma awalnya merupakan penyakit genetik yang diturunkan dari orang tua
pada anaknya. Namun, akhir-akhir ini genetik bukan merupakan penyebab
utama penyakit asma. Polusi udara dan kurangnya kebersihan lingkungan di
kota-kota besar merupakan faktor dominan dalam peningkatan serangan
asma. Asma adalah penyakit kronis variabel dari sistem pernapasan yang
ditandai oleh penyempitan saluran pernapasan kecil dan bronkiolus,
meningkat bronkial sekresi atau lendir dan pembengkakan mukosa atau
peradangan, sering dalam menanggapi satu atau lebih memicu. Asma ditandai
dengan serangan sesak dada, batuk dan mengi akibat obstruksi jalan napas
(Gibbs, 2008). Hasil penelitian International Study on Asthma and Alergies in
Childhood pada tahun 2008 menunjukkan, di Indonesia prevalensi gejala
penyakit asma melonjak dari sebesar 4,2 persen menjadi 5,4 persen di jawa
tengah 1,5 persen menjadi 2,5 persen dan di surakarta meningkat dari 1,5
persen menjadi 2 persen. Selama 20 tahun terakhir, penyakit ini cenderung
meningkat dengan kasus kematian yang diprediksi akan meningkat sebesar 20
persen hingga 10 tahun mendatang. WHO memperkirakan di tahun 2015
terdapat 255 ribu penderita meninggal dunia karena asma. Asma dapat timbul
pada segala umur, dimana 30% penderita mempunyai gejala pada umur 1
tahun, sedangkan 80-90% anak yang menderita asma, gejala pertamanya
muncul sebelum umur 4-5 tahun. Sebagian besar anak yang terkena kadang-
kadang hanya mendapat serangan ringan sampai sedang, yang relatif mudah
ditangani. Sebagian kecil mengalami asma berat yang berlarut-larut, biasanya
lebih banyak yang terus menerus dari pada yang musiman. Hal tersebut yang
menjadikannya tidak mampu dan mengganggu kehadirannya di sekolah,
aktivitas bermain, dan fungsi dari hari ke hari (Sundaru, 2006). Asma juga
salah satu diantara beberapa penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara
total. Kesembuhan dari satu serangan asma tidak menjamin dalam waktu
dekat akan terbebas dari ancaman serangan berikutnya. Terutama apabila
pekerjaan dan lingkungannya serta faktor ekonomi, penderita harus selalu
berhadapan dengan faktor alergen yang menjadi penyebab serangan. Karena
asma merupakan penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara total, biasanya
dokter merujuk penderita asma kepada fisioterapi yang dapat membantu
mengatasi permasalahan.
B. Tujuan Penyuluhan
 Tujuan Intruksional Umum (Tiu)
Setelah mengikuti penyuluhan tentang Asma, diharapkan peserta mampu
mengetahui dan memahami tentang pengertian, etiologi, manifestasi klinis,
pencegahan, penatalkasanaan Asma.
 Tujuan Intruksional Khusus (Tik)
Setelah mengikuti penyuluhan tentang Asma, diharapkan peserta mampu:
1. Menjelaskan kembali pengertian penyakit asma.
2. Menjelaskan penyebabpenyakit asma.
3. Menyebutkan tanda dan gejala penyakit asma.
4. Menjelaskan cara menghindari penyakit asma.
5. Menjelaskan penanganan dan pengobatan penyakit asma.
6. Sasaran
Sasaran penyuluh adalah pasien, keluarga pasien dan pengunjung
7. Media
1. Leafleat
2. LCD
3. Laptop
8. Metode
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
9. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Kegiatan
Waktu
Kegiatan Kegiatan Penyuluh Kegiatan Sasaran
5 Menit Pembukaan 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan maksud 3. Menyetujui
dan tujuan kontrak
4. Kontrak waktu 4. Menjawab
5. Menggali pertanyaan
pengetahuan peserta
sebelum dlakukan
kegiatan penyuluhan

15 Penyajian  Menjelaskan tentang: Mendengarkan


Menit 1. Pengertian gagal Menanyakan.
Asma Menanggapi
2. Etiologi Asma
3. Manifestasi klinik
Asma
4. Pencegahan Asma
5. Penatalaksanaan
Asma
 Mamberi kesempatan
peserta untuk
bertanya/diskusi
 Memeberikan
kesempatan audien
untuk bertanya
10 Evaluasi / 1. Menggali Menjawab
Menit Penutup pengetahuan peserta Menyimak
sesudah dilakukan Menjawab salam
kegiatan penyuluhan
2. Menyimpulkan hasil
kegiatan penyuluhan
3. Menutup dengan
salam penutup

10. Pemantauan Dan Evaluasi


1. Pemantauan
a. Input
 Kegiatan penyuluhan dihadiri minimal 5 peserta.
 Media yang digunakan LCD, Laptop, dan Leafleat
 Peket penyuluhan sesuai SPO dan up to date.
 Waktu kegiatan penyuluhan 30 menit.
 Tempat penyuluhan diruang penyuluhan.
 Pengorganisasian penyuluhan dilakukan beberapa hari
sebelum kegiatan.
b. Proses
 Peserta aktif dan antusias dalam mengikuti kegiatan
penyuluhan.
 Pesertamengikuti kegiatan dari awal sampai akhir penyuluhan.
 Narasumber menguasai materi dengan baik.
c. Output
Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan peserta mengerti dan
memahami materi penyuluhan.
d. Outcame
Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan ada perubahan perilaku
kesehatan yang lebih baik.
2. Evaluasi
Promosi kesehatan rumah sakit untuk mengetahui efektifitas PKRS terhadap
indikator dampak peningkatan perilaku kesehatan ( dalam hal ini peningkatan
pengetahuan mengenai gagal ginjal kronis).
MATERI PENYULUHAN
ASMA

1. PENGERTIAN
Penyakit Asma (Asthma) adalah suatu penyakit kronik (menahun)
yang menyerang saluran pernafasan (bronchiale) pada paru dimana
terdapat peradangan (inflamasi) dinding rongga bronchiale sehingga
mengakibatkan penyempitan saluran nafas yang akhirnya seseorang
mengalami sesak nafas. Penyakit Asma paling banyak ditemukan di
negara maju, terutama yang tingkat polusi udaranya tinggi baik dari asap
kendaraan maupun debu padang pasir.
([Link]

2. ETIOLOGI
1. Olahraga
Olahraga merupakan pemicu paling utama, khususnya pada anak-
anak. Dan sering menjadi salah satu penyebab dari timbulnya asma.
Masalahnya adalah napas yang terengah-engah sehabis mengeluarkan
banyak tenaga sering dianggap sebagai kurang bugarnya tubuh
danbukannya asma. Akibatnya, banyak anak lelaki remaja merasa tidak
cukup bugar untuk bermain. (Jon Ayres, 2003)
2. Allergen
Serbuk sari merupakan pemicu yang mudah dikenali, tetapi hewan
terutama kucing dan kuda dan juga makanan seperti seafood juga
berpotensi mencetuskan asma. Terpapar allergen dalam waktu lama
juga dapat menyebabkan gejala yang lebih menetap. (Jon Ayres, 2003)
3. Asap, debu dan bau yang menyengat
Asap rokok merupakan pemicu yang ampuh bagi banyak penderita
asma,sebagaimana debu,karena pada dasarnya debu dapat menyebabkan
iritasi. Bau menyengat seperti lotion juga dapat menjadi pemicu
terhadap timbulnya asma pada seseorang. (Jon Ayres, 2003)
4. Pilek dan virus
infeksi virus merupakan pemicu asma paling umum pada semua
kelompok usia. Antibiotic hanya efektif untuk mengobati infeksi bakteri
yang sangat jarang terjadi pada asma. (Jon Ayres, 2003)
5. Emosi dan stress (Jon Ayres, 2003)
6. Cuaca dan polusi
cuaca juga sangat berpengaruh terhadap timbulnya penyakit asma.
Kemudian polusi udara juga merupakan factor yang berpengaruh
terhadap asma. (Jon Ayres, 2003)

3. MANIFESTASI KLINIS
1. Napas mengikik
Dengan atau tanpa sesak napas, napas yang mengikik dapat muncul bila
ada pemicu karena sebab lain.
2. Sesak napas
3. Batuk
Batuk dengan lendir atau batuk kering juga merupakan pertanda asma.
4. Sesak dada
Gejala asma dengan gangguan jantung pada orang yang lebih tua.
5. Sianosis, takikardi,gelisah
6. Anoreksia
7. Cemas, takut dan mudah tersinggung

4. PENCEGAHAN

Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan


asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya
serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas
tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya.

Setelah terjadinya serangan asma, apabila penderita sudah merasa


dapat bernafas lega akan tetapi disarankan untuk meneruskan pengobatannya
sesuai obat dan dosis yang diberikan oleh dokter.
a. Menjaga kesehatan.
b. Menjaga kebersihan lingkungan.
c. Menghindari faktor pencetus serangan penyakit asma.
d. Menggunakan obat-obatan untuk penyakit asma.

5. PENATALAKSANAAN
1. Obat pelega sesak napas
Cara kerja obat ini dengan mengendurkan otot dalam dinding jalan
napas, sehingga jalan napas terbuka danudara dapat keluar masuk
dengan lebih mudah. Obat ini disebut dengan bronkodilator dan
digunakan dengan cara dihirup.
2. Obat pencegahan
Cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi peradangan pada
jalan napas dan meredakan iritasi. Yang mana obat ini harus digunakan
secara tetap, biasanya dua kali sehari. Tiga jenis obat pencegah asma :
a. Steroid hirup (Jon Ayres, 2003)
b. Cromoglycate (intal)
Natrium kromoglikat 5 mg.
Indikasi : pengobatan asma bronkial, termasuk pencegahan
Exercise Induced Asthma.
Kontra indikasi : hipersensitif.
Efek samping : dapat terjaid irirtasi ringan tenggorokan, mual,
batuk, dan bronkospasma sementara.
Dosis : dewasa dana anak : dosis awal sehari 4 x 2 inhalansi
(semprot); dosis pemeliharaan, sehari 4 1 inhalansi; dosis tunggal,
2 inhalansi yang diberikan 10 menit sebelum latihan dapat
mencegah bronkospasma. Pada lansia : dosis anjuran sama dengan
dosis dewasa. Terapi kombinasi dengan steroid : memungkinkan
untuk mengurangi atau menghentikan p-penggunaan steroid di
bawah pengawasan dokter; dianjurkan penurunan dosis steroid
sebesar 10% per minggu. Terapi kombinasi dengan brobkodilator :
dianjurkan pemberian bronkodialtor terlebih dahulu.
Kemasan : dus 1 kanister 112 kali inhalansi + 1 plastik mouth Rp.
75.130,-(ISO, 2012)
c. Nedocromil (tilade)
Natrium nedokromil 2 mg/inhalasi (aerosol)
Indikasi : pengobatan asma bronkial derajat ringan sampai sedang.
Kontra indikasi : hipersensitif.
Efek samping : pusing dan mual, batuk dan bronkospasma.
Perhatian : tidak dianjurkan saat serangan bronkospasma akut,
sebaiknya tidak diberikan pada masa kehamilan terutama selama
trisemester pertama, ibu menyusui.
Dosis : dewasa dan anak di atas 12 tahun, sehari 2-4 x x 2 inhalasi
(semprot); dosis awal, sehari 4 x2 inhalasi, dosis pemeliharaan,
sehari 2 x 2 inhalansi, dosis tunggal, 2 inhalansi (4 mg) yang
diberikan beberapa menit sebelum melakukan latihan, terpapar
terhadap udara dingin, polutan dan alergen lainnya,dapat mencegah
bronkospasama. Pada lansia : dosis dianjurkan sama dengan dosis
dewasa.
Kemasan : dus 1 kanister 112 kali inhalansi + platik mouth piece
Rp. 64.130,-(ISO, 2012)
3. Pengobatan darurat
Bila terjadi serangan asma akut ada dua cara pengobatan yang dapat
dilakukan : obat pelegasesak napas dosis tinggi dan obat anti radang
dosis tinggi. (Jon Ayres, 2003)
a. Obat pelega sesak napas diantaranya :
1) Salbotamol
Salbutamol sulfat setara salbutamol 2 mg dan 4 mg per tab. Dan 2
mg/ 5 ml sirup.
Indikasi : kejang bronkus pada semua asma bronkial, bronkitis
kronis dan emfisema.
Kontra Indikasi : hipersensitif, gangguan kardiovaskuler,
hipertiroid. Sebaiknya dihindari pada kehamilan trisemester
pertama. Hati-hati penggunaaan pada anak kurang dari dua tahun.
Efek samping : pada pemakaian dosisi besar kadang ditemukan
terjadi tremor, palpitasi, kejang otot, takikardi, sakit kepala dan
ketegangan.
Dosis : dewasa > 12 tahun 2-4 mg sehari 3-4 x atau 1-2 sendok (5-

10 ml) sehari 3-4 x. Anak : 2-6 tahun 1-2 mg sehari 3-4 x atau - 1
sendok (0,25-5 ml) seahari 3-4 x. 6-12 tahun 2 mg sehari 3-4 x atau
1 sendok (5 ml) sehari 3-4 x.
Kemasan : dus 10x 10 tab 2 & 4 mg. Botol 100 ml.
a) Ventolin
b) Salbulin
c) Salamol
2) Serbutaline (Bricanly)
3) Fenoterol (Berotec)
Fenoterol HBr 0,2 mg / dosis terukur obat semprot (metered
aerosol)
Indikasi : asma bronchial, bronkitis obstruktif, emfisema, asma
disebabkan suatu gerakan olah raga dan kelainan bronkupulmonari.
Kontra indikasi : tirotoksikosis, stenosis subvalvular, aortik,
takiaritmia.
Efek samping : mulut kering dan kelainan ventrikel.
Dosis : dewasa dan anak di atas 6 tahun, sehari 3x 1-2 sedot/dosis
tunggal.
kemasan : 100/10 ml MDI Rp. 88.990, 200/10 ml MDI Rp. 96.580.
4) Efomoterol (Foradil oxis) (Jon Ayres, 2003)
2. Obat pencegah
a. Beclomethason
Beklometason dipropionat 200 mg/dosis, laktosa monohidrat
secukupnya.
Indikasi : asma yang tidak terkontrol hanya dengan bronkodilator,
tidak terkontrol dengan natrium kromoglikolat sebagai tambahan
bronkodilator, asma bergantung kortikosteroid sistemik atau
hormon adrenokortikotropik (ATCH).
Kontra indikasi : hipersensitif.
Efek samping : penekanan fungsi adrenal dilaporkan terjadi pada
orang dewasa yang menerima lebih dari 1500 mg sehari, pada
beberapa pasien terjadi infeksi mulut kandidiasis pada mulut dan
tenggororkan, sreak, batuk luka pada tenggorokan, juga
dilaporkan.
Kemasan : easyhaler 200 mg/dosis, serbuk inhalasi 200 dosis.
Kemasan starter : 1 perangkat inhalasi dalam dus dan 1 tutup
pelindung. Kemasan user : 1 perangkat inhaler dalam dos.
a) Seri becodine
b) Seri beclazon
c) Seri filair
b. Budesonide (Pulmicort)
Budesonid 0,25 mg; 0,50 mg/ml.
Indikasi : asma bronkus.
Kontra indikasi : hioersensitif terhadap tiap bahan kandung.
Dosis : dewasa : sehari 2x, 0,5-1 mg, anak usia 3 bulan-12 tahun :
sehari 2x 0,25-0,50 mg.
Kemasan : dus 2x5 respules 0,25 mg/ml 2 ml Rp. 116.828,-; 2x5
respules 0,50 mg/ml 2 ml Rp. 162.720,-; (ISO, 2012)
c. Nedocromil (Tilade)
Natrium nedokromil 2 mg/inhalasi (aerosol)
Indikasi : pengobatan asma bronkial derajat ringan sampai
sedang.
Kontra indikasi : hipersensitif.
Efek samping : pusing dan mual, batuk dan bronkospasma.
Perhatian : tidak dianjurkan saat serangan bronkospasma akut,
sebaiknya tidak diberikan pada masa kehamilan terutama selama
trisemester pertama, ibu menyusui.
Dosis : dewasa dan anak di atas 12 tahun, sehari 2-4 x x 2 inhalasi
(semprot); dosis awal, sehari 4 x2 inhalasi, dosis pemeliharaan,
sehari 2 x 2 inhalansi, dosis tunggal, 2 inhalansi (4 mg) yang
diberikan beberapa menit sebelum melakukan latihan, terpapar
terhadap udara dingin, polutan dan alergen lainnya,dapat
mencegah bronkospasama. Pada lansia : dosis dianjurkan sama
dengan dosis dewasa.
Kemasan : dus 1 kanister 112 kali inhalansi + platik mouth piece
Rp. 64.130,-
DAFTAR PUSTAKA

([Link]

[Link]/web/[Link]

[Link]
DAFTAR HADIR PESERTA PENYULUHAN
MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
STIKES BANYUWANGI
Ruang : Rawat Inap 7A RSUD Dr. Saiful Anwar Malang
Hari/Tanggal : Kamis, 27 Desember 2018
Waktu : 30 menit
NO NAMA ALAMAT TTD
1 1.
2 2.
3 3
4 4.
5 5.
6 6.
7 7.
8 8.
9 9.
10 10.
11 11.
12 12.
13 13.
14 14.
15 15.
16 16.
17 17.
18 18.
19 19.
20 20.
21 21.
22 22.
23 23.
24 24.

Anda mungkin juga menyukai