A.
Ringkasan Eksekutif
Tujuan dari Business plan ini adalah untuk mengembangkan dana
sebesar 9.000.000 rupiah ke dalam sebuah bisnis minuman cokelat yang
berlokasi di bogor. Coklat Nyengir (“nama bisnis ini”) berbentuk stand
minuman yang menjual berbagai minuman unik dengan bahan dasar
cokelat. Usaha ini didirikan oleh Ahmad, Faris dan Zetsu.
1. Deskripsi Singkat Perusahaan
Coklat Nyengir adalah bisnis yang menawarkan minuman cokelat baik
dingin maupun panas dengan berbagai varian produk yang unik. Dengan
kegiatan tersebut Coklat Nyengir akan menghasilkan keuntungan bagi
pemilik dan pejalan bisnis ini. Cokelat Nyengir akan memulai usahanya di
Jalan Babakan Madang, Sentul, Kabupaten Bogor
2. Pembiayaan
Para pendiri usaha ini mencari pembiayaan untuk bisins ini dari :
1. Kelompok
2. Teman / Kenalan
Pembiayaan bisa dalam bentuk pinjaman, investasi, ataupun hadiah dari
kompetisi business plan Dinar Tazkia 2017 yang diikuti oleh pendiri bisnis
ini.
3. Misi
Cokelat Nyengir berusaha untuk menyajikan berbagai varian unik
minuman cokelat kepada masyarakat dengan harga yang terjangkau,
sekalian dalam rangka memperkenalkan dan melestarikan minuman
cokelat di masyarakat lokal.
4. Tim Manajemen
Tim Manajemen utama dibentuk oleh para pendiri, yang merupakan
Mahasiswa STEI Tazkia. Dengan tools yang telah dipelajari diperkuliahan,
diharapkan dapat membantu cara berpikir dan bertindak tim manajemen
dalam menjalankan bisnis ini.
5. Prakiraan Penjualan
Dengan beberapa pertimbangan, kami memperkirakan perharinya kami
memperoleh nilai penjualan sebesar 190.000 rupiah atau setara dengan
5.700.000 rupiah perbulan.
6. Keuntungan Bersih dan Break Even Point
Keuntungan bersih perbulan adalah : 1.400.000
Break Even Point –nya adalah : 2-3 bulan
7. Rencana Pengembangan
Tidak hanya stand minuman, kedepannya kami juga berencana ingin
membuat cafe serta membuka franchise.
B. Latar Belakang Bisnis
Indonesia adalah negara beriklim tropis yang berarti cuaca panas menjadi
hal biasa bagi masyrakat indonesia. Mungkin hal tersebutlah yang menjadi
sebab lahirnya berbagai jenis minuman khas Indonesia. Bahkan minuman
– minuman tersebut menjadi bisnis yang sangat bisa diperhitungkan. Kita
dapat lihat di sebagian daerah di Indonesia, standminuman seperti Jus
buah, sup buah, es buah, cendol dan lain sebagainya sudah begitu lumrah
di masyarakat kita. Bisnis tersebut terus bertahan bahkan berkembang
sampai sekarang karena memang didukung needs dan wants dari
masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah tropis ini, tak terkecuali di
Kota Bogor.
BACA
KISAH SUKSES BISNIS MINUMAN COKELAT (Klik Gambar)
Dengan keadaan tersebut kami mencoba menagkap kesempatan yang
sama tapi dengan produk berbeda. Disini kami akan mencoba untuk
menyalurkan interest kami tentang cokelat menjadi sebuah produk
minuman cokelat (chocolate drink) dan menyuguhkannya ke konsumen.
Ditambah dengan selera masyarakat yang pada umumnya menyukai rasa
cokelat, kami berharap hal-hal tersebut menjadi efek pengganda bagi
bisnis kami ini.
C. Deskripsi Perusahaan
Cokelat Nyengir adalah perusahaan yang berjalan pada bidang penjualan
produk, lebih tepatnya produk minuman cokelat dalam rangka menangkap
kesempatan sekaligus menyalurkan interest kami tentang cokelat. Dengan
Usaha ini kami juga mencoba untuk menyuguhkan dan mengenalkan tidak
hanya minuman cokelat itu sendiri tapi juga nilai dan manfaat yang
terkandung pada cokelat.
D. Visi & Misi
Visi :
Menjadi bisnis yang bisa menyajikan kebahagian dari secangkir minuman
coklat.
Misi :
1. Menciptakan sebuah minuman cokelat dengan berbagai variasi unik
dan menarik.
2. Mengusahakan segmentasi yang lebih merakyat dengan penentuan
harga yang lebih terjangakau.
3. Melesetarikan Minuman Cokelat sebagai bagian dari budaya
masyarakat lokal.
E. Struktur Organisasi
Usaha ini akan dijalankan team management cokelat, sebagai berikut :
a. Ketua (+Manajer Keuangan) : Faris Azzam Shiddiqi
b. Manajer Produksi : Zuhairi Su’ud
c. Manajer Pemasaran (+ Manajer operasional) : Ahmad Khoirudin
Job Description :
Ketua
Penanggung Jawab umum perusahaan
Membuat keputusan
Memelihara kelancaran & kualitas manajemen organisasi
Manajer Keuangan
Mencatat transaksi keuangan
Memproses data transaksi keuangan menjadi sebuah informasi
(laporan keuangan)
Mengkomunikasikan laporan keuangan kepada pihak terkait
Manajer Produksi
Mengembangkan produk
Menjaga kualitas produk
Melatih pegawai untuk membuat produk yang berkualitas
Manajer Pemasaran
Mengimplementasikan strategi pemasaran
Mengatur kegiatan sales
Melakukan promosi
Menjaga hubungan dengan konsumen
Manajer Operasional
Mengatur perlengkapan dan jalannya usaha
F. Analisis Pasar dan Pemasaran
1. Gambaran Produk
Produk kami adalah berupa minuman cokelat baik minuman cokelat
murni, shake, atau smoothie. Campurannya bervariasi, seperti pisang,
strawberi, cendol, kacang, biskuit, dll. Untuk awal bisnis kami
merencanakan 8 varian minuman cokelat yang kami bagi menjadi 3
tingkatan yaitu :
1. Level 1 (Harga : Rp. 5000) 4 varian
2. Level 2 (Harga : Rp. 7000) 3 varian
3. Level 3 (harga : Rp. 10000) 1 varian
Produk-produk tersebut ada kemungkinan untuk mengalami perubahan,
pertambahan ataupun pengurangan
2. Gambaran Pasar
Pasar utama kami adalah semua orang yang menyukai rasa cokelat, yang
menginginkan manfaat cokelat, ataupun sekedar ingin melepaskan
dahaga.
G. Analisis SWOT
Strength
1. Persaingan yang masih sedikit dalam pasar
2. Segmentasi pasar yang luas
3. Konsep produk yang unik
4. Manfaat khas dari cokelat
Weakness
1. Kekurang-kenalan masyarakat terhadap minuman cokelat
2. Keterbatasan supplier bahan baku
3. Kurangnya pengalaman
Opportunity
1. Melestarikan minuman cokelat dalam masyarakat
2. Menjadi primadona dalam bisnis minuman cokelat
3. Mengembangkan bisnis dalam bentuk franchise
Threat
1. Potensi Munculnya bisnis baru yang sama
2. Potensi berkembangnya bisnis yang sama yang sudah ada
H. Segementasi dan Target Pasar
Kami mengusahakan segementasi pasar kami seluas mungkin. Pertama,
karena sifat dari minuman itu sendiri yang dibutuhkan oleh setiap orang.
Kedua, karena hampir semua orang menyukai rasa cokelat. Tetapi, kami
memperkirakan pembeli potensial terbanyak adalah golongan usia remaja
ke bawah.
Secara garis besar kami menciptakan dan menjual produk yang bersifat
merakyat alias terjangkau. Tetap kami juga menyediakan satu atau
beberapa varian produk yang berkualitas tinggi (dan dengan harga lebih
tinggi tentunya). Tingkatan kualitas tersebut (dari bawah ke atas) kami
bagi dalam beberapa level, yaitu 1 – 3, dengan harapan menjadi nilai
positif bagi efek psikologis ke konsumen.
Singkatnya profil pelanggan kami adalah sebagai berikut :
I. Strategi Pemasaran
Dalam mengusahakan agar produk sampai ke tangan konsumen kami
menyusun strategi pemasaran sebagai berikut:
1. Membuat dan membuka stand yang eye catching.
2. Menyebarkan Pamflet
3. Mengiklankan di Dunia maya
4. Promosi pada waktu pembukaan dengan membagikan minuman
gratis
Pada periode awal bisnis ini, kami mencoba menjadikan mahasiswa,
khususnya mahasiswa STEI Tazkia, menjadi basis pelanggan tetap kami
dengan memanfaat identitas dan relasi kami sebagai mahasiswa.
J. Analisis Pesaing
Dilihat lokasinya, target pasar kami belum ada yang menjalankan usaha
dalam jenis yang sama dengan yang akan kami jalankan. Tetapi dalam
bidang yang sama, yaitu bidang minuman, disana sudah ada usaha
seperti es buah, sop buah, es kelapa, es cendol dan lain-lain. Sedangkan
usaha di bidang dan jenis yang sama –walaupun belum ada di lokasi
target pasar kami- sudah mulai banyak bermunculan, baik berupa
franchise maupun bukan. Beberapa nama pesaing potensial yang sudah
mulai terkenal dalam bidang penjualan minuman cokelat adalah :
1. Pasco Franchise
2. Choco Rich
K. Analisa Produksi (proses produksi)
Produk minuman cokelat kami adalah berbentuk blend sehingga dalam
proses pembuatan membutuhkan proses mix di blender. Campurannya
adalah berupa buah – buahan seperti pisang dan strawberi , roti, biskuit,
dan lain-lain.
Secara garis besar produk kami diproses dengan tujuh langkah sederhana
berikut :
1. Penyeduhan cokelat
2. Penambahan pengental seperti es batu, selai kacang atau yoghurt
3. Penambahan add material (campuran utama)
4. Penambahan es batu
5. Mixing dengan blender
6. Penambahan toping
7. Packing
L. Kapasitas Produksi
Kapasitas maksimal produksi kami perhari adalah sekitar 100 cup/hari
setara dengan 1 kg bahan baku bubuk cokelat
M. Fasilitas dan Perlengkapan
Dalam proses produksi fasilitas dan perlengkapan yang kami butuhkan
adalah :
1. Tempat 2 x 2 meter
2. Gerobak dan perlengakapannya
3. Blender
4. Listrik
5. Air
6. Ketel listrik
7. Kursi
8. Termos
9. Keranjang
10. Tenaga karyawan
N. Pemasok
Untuk bahan dasar, yaitu bubuk minuman cokelat, kami menyuplai dari
perusahaan BT Cocoa, atau dengan nama asli Bumitangerang
Mesindotama. BT Cocoa didirikan pada tahun 1993. Pada tahun 2000 BT
cocoa fokus dalam produksi produk cokelat salah satunya adalah
minuman cokelat. Sedangkan untuk bahan lainnya kami akan menyuplai
dari pasar lokal di sekitar Kecamatan Babakan Madang, Bogor.
Untuk jauh kedepannya kami berencana akan mencoba untuk memproses
sendiri cokelatnya sehingga bisa memangkas biaya produksi.
O. Analisis Sumber Daya Manusia (SDM)
A. Gambaran Kebutuhan SDM
Kami membagi SDM menjadi 4 fungsi dalam memenuhi kebutuhan SDM,
yaitu :
1. Bagian Produksi, yaitu yang mengembangkan dan menjaga
kualitas produksi.
2. Bagian Operasional, yang mengurus perlengkapan dan jalannya
usaha sehari-hari.
3. Bagian Sales, mengurus penjualan produk sehari-hari, termasuk
membuatnya.
4. Bagian keuangan, mencatat dan mengkomunikasikan laporan
keuangan.
B. Rencana Pengembangan SDM
Rencana Pengembangan SDM akan kami implementasikan pada 2 titik
waktu, yaitu :
1. Pada awal perekrutan sales untuk stand awal kami.
Pengembangan meliputi strategi marketing dan membuat produk
2. Pada pembukaan cabang atau franchise. Pengembangannya
adalah pelatihan untuk semua bagian SDM, yaitu produksi,
operasional, keuangan, dan sales.
P. Rencana Pengembangan Usaha
Bisnis plan cafe
1. Aktivitas dan Penjadwalan
Satu periode akuntansi kami adalah sebulan atau setara dengan 30 hari.
Adapun kegiatan-kegiatan kami bila dibagi berdasarkan waktu adalah
sebagai berikut :
1. Satu hari (setiap hari)
a. Penjualan (7 hari dalam seminggu)
b. Pencatatan keuangan
2. Seminggu
a. Evaluasi operasional
b. Pemenuhan suplai
3. Sebulan
a. Pembentukan laporan keuangan bulanan
b. Evaluasi performa bisnis
4. Setahun
a. Pembentukan laporan keuangan tahunan
b. Evaluasi performa bisnis
2. Rencana Pengembangan
Kami membagi pengembangan bisnis kami ke beberapa level yang dapat
dicapai ketika memenuhi beberapa kriteria tertentu.
1. Level 1 : Sebuah Stand Minuman Cokelat di daerah Babakan
Madang
2. Level 2 : membuka sebuah Cafe Minuman Cokelat
3. Level 3 : membuka Cabang tambahan di kota bogor
4. Level 4 : Membuat Franchise
5. Level 5 : Menjadi bisnis cafe cokelat berskala nasional
Untuk terus level-up kita harus terus mengembangkan beberapa
komponen penting dalam bisnis kami yaitu :
1. Manajemen Organisasi
2. Modal
3. Marketing
3. Analisis Keuangan (sumber modal)
Kami akan menerima modal baik berupa pinjaman atau investasi dari :
a. Milik sendiri
b. Keluarga
c. Teman / Kenalan
d. Lembaga keuangan
e. Hadiah kompetisi business plan DINAR Tazkia
Kami membutuhkan modal awal sebesar Rp 8.500.000 untuk kegiatan
operasional, pemasaran, dan bahan baku.
Q. Proyeksi Keuangan
Kami membagi biaya menjadi 3 bagian yaitu : biaya operasional, biaya
pemasaran, dan biaya bahan baku. Tetapi untuk periode awal bisnis ini,
kami menggabungkan biaya operasional dan pemasaran menjadi biaya
awal (initial cost).
… (tabel proyeksi)
1. Biaya Operasional dan Pemasaran Awal (dalam rupiah)
Gerobak(+Dekor +lampu +Terminal) 2.000.000
Ketel Listrik 250.000
Galon (+air +Pompa) 50.000
Blender 250.000
Termos air panas 150.000
Termos es batu 100.000
Packing (gelas,sedotan,plastik,stiker) 900.000
Keranjang (tempat bahan baku) 50.000
Kursi 3 buah 90.000
Gaji Pegawai 450.000
Seragam 100.000
Sewa tempat / bulan 350.000
Pamflet x 25 lembar 50.000
Banner (1×1) 2 buah 60.000
Total 4.790.000
2. Biaya Bahan Baku
A. Level 1 Chocolate (Rp. 5000)
Cokelat bubuk 1000
Add material 1200
Packing 800
Total / cup 3000
B. Level 2 Chocolate (Rp. 7000)
Cokelat bubuk 1000
Add material 2200
Packing 800
Total / cup 4000
C. Level 3 Chocolate (Rp. 9000)
Cokelat bubuk 1000
Add material 4200
Packing 800
Total / cup 6000
Total biaya bahan baku perbulan menjadi :
Level 1 x 15 cup x 30 hari 1.350.000
Level 2 x 10 cup x 30 hari 1.200.000
Level 3 x 5 cup x 30 hari 900.000
Total Biaya / Bulan 3.450.000
3. Total Biaya Awal
(Biaya Operasional & Biaya Pemasaran awal + Biaya bahan baku) = 4,79
+ 3,45 = 8,24 jt. Jika ternyata terdapat sisa dari investasi awal maka akan
dialokasikan ke biaya cadangan
4. Biaya per Bulan
A. Fixed cost
Sewa Tempat 350.000
Gaji Pegawai 450.000
Total Fixed Cost 800.000
B. Variable Cost
Level 1 x 15 cup x 30 hari 1.350.000
Level 2 x 10 cup x 30 hari 1.200.000
Level 3 x 5 cup x 30 hari 900.000
Total / Bulan 3.450.000
Jadi total cost per bulan : FC + VC = 3450000 + 800000 = 4250000
5. Analisis Break Even Point
Investasi Awal : 8,5 juta
Total Revenue per bulan
Level 1 (Rp. 5000) x 15 cup x 30 hari 2.250.000
Level 2 (Rp. 7000)x 10 cup x 30 hari 2.100.000
Level 3 (Rp. 9.000) x 5 cup x 30 hari 1.350.000
Total / Bulan 5.700.000
Net Income = R – TC = 5.700.000 – 4.250.000 = 1.450.000
Net pada awal bulan (pembukaan)
Investasi Awal (total cost bulan 8.500.000
pertama)
Penjualan bulan awal 5.700.000
Net Loss periode awal (biaya – 2.800.000
penjualan)
Net Loss periode awal = Sisa Investasi Awal
Break Even Point (balik modal)
BEP = (Sisa Investasi Awal / Net Income per bulan) + 1
= (2.800.000 / 1.450.000) + 1
= 2,93
Berarti waktu untuk balik modal sekitar 2 – 3 bulan