0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan36 halaman

Ekstraksi Sistem Partially Miscible

Ekstraksi parsial merupakan sistem dimana diluen dan solven sedikit larut satu sama lain. Grafik terner digunakan untuk menunjukkan hubungan ketiga komponen di kedua fase. Analisis satu tahap seimbang digunakan untuk menentukan komposisi arus dengan menggunakan teori sigma dan hubungan keseimbangan.

Diunggah oleh

NurAsmaAzizah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
131 tayangan36 halaman

Ekstraksi Sistem Partially Miscible

Ekstraksi parsial merupakan sistem dimana diluen dan solven sedikit larut satu sama lain. Grafik terner digunakan untuk menunjukkan hubungan ketiga komponen di kedua fase. Analisis satu tahap seimbang digunakan untuk menentukan komposisi arus dengan menggunakan teori sigma dan hubungan keseimbangan.

Diunggah oleh

NurAsmaAzizah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PARTIALLY MISCIBLE

EXTRACTION

OTK 3 S1
Sperisa Distantina

1
Pustaka:
Geankoplis, C.J., 1985, Transport Processes and Unit Operation,
Prentice Hall, Inc., Singapore.
Wankat, P.C., 1988, Equilibrium Staged Separation, Prentice Hall,
New Jersey.

Materi kuliah:
1. Grafik keseimbangan terner
2. Analisis stage seimbang tunggal,
3. Analisis ekstraksi multistage
4. Pengaruh kecepatan solven
5. Pengaruh refluk
2
[Link] keseimbangan terner

3
→diluen maupun solven sedikit
saling larut (partially miscible
system)
→ komponen diluen maupun
solven terdapat di kedua fase
ekstrak dan rafinat.
→ Oleh karena itu data
keseimbangan harus
menunjukkan hubungan
ketiga komponen di kedua
fase tersebut → DIAGRAM
TERNER.
4
Contoh data keseimbangan
Acetic acid – water – isopropyl ether system, liquid-liquid equilibrium at 293 K :
Water layer ( wt % ) Isopropyl ether layer (wt%)
Acetic acid water Isoprophyl ether Acetic acid water Isoprophyl ether
0 98,8 1,2 0 0,6 99,4
6,42 91,7 1,6 1,93 1,0 97,1
13,30 84,4 2,3 4,82 1,9 93,3
25,50 71,1 3,4 11,4 3,9 84,7
44,30 45,1 10,6 31,10 10,8 58,1
46,40 37,1 16,5 36,20 15,1 48,7

→ Oleh karena itu data keseimbangan harus menunjukkan hubungan


ketiga komponen di kedua fase tersebut → DIAGRAM TERNER. 5
Beberapa macam diagram terner yaitu:
a. Diagram segitiga sama kaki (triangular coordinates),
b. Diagram segitiga siku-siku (rectangular coordinates) dan
korelasinya dengan diagram YX (McCabe Thiele
diagram ),
c. Diagram segitiga atas dasar bebas solven.

6
a. diagram segitiga sama kaki (triangular coordinates):

7
8
Grafik triangular ini menyajikan data keseimbangan ketiga komponen
dalam satu diagram.

Untuk kepentingan perhitungan neraca massa di ekstraktor, lebih


menguntungkan jika digunakan rectangular coordinates.

9
[Link] segitiga siku-siku (rectangular coordinates) dan korelasinya
dengan diagram YX (McCabe Thiele diagram):
➢ Pada titik potong sumbu X dan Y, fraksi
diluen adalah nol.
➢ Sumbu X menunjukkan fraksi solut, dapat
dibaca sebagai fraksi solut di fase Ekstrak
(YA) dan fraksi solut di fase Rafinat (XA).
➢ Sumbu Y menunjukkan fraksi solven,
dapat dibaca sebagai fraksi solven di fase
Ekstrak (YS) dan fraksi solven di fase
Rafinat ( XS).
➢ Garis keseimbangan Ekstrak merupakan
titik-titik (YA, YS).
➢ Garis keseimbangan Rafinat merupakan
titik-titik (XA, XS). 10
rectangular coordinates

McCabe Thiele diagram

11
Contoh: diketahui fraksi solut di rafinat = XA*, ingin dicari komposisi di fase
ekstrak yang berkeseimbangan dengan rafinat.
1. mula-mula diketahui XA* terletak di kurva segitiga pada
garis rafinat.
2. Tarik garis dari X=XA* ke kurva McCabe-Thiele, sehingga
diperoleh titik T yang mempunyai koordinat (XA*, YA*).
Pada titik T hanya bisa diketahui fraksi solut XA* dan
YA* saja, sedangkan solven yaitu YS* tidak terbaca.
3. Buat titik potong garis Y=YA* dengan garis diagonal
XA=YA.
4. Tarik garis dari titik potong ini ke arah kurva segitiga
sampai memotong garis ekstrak.
5. Bacalah komposisi YA* dan YS*.
6. Resume:
Di fase Rafinat: XA=XA*; XS=XS*; & XD = 1- (XA*+XS*)
Di fase ekstrak: YA=YA*; YS=YS*; & YD= 1 – (YA*+YS*)
12
1. Acetic acid – water –Contoh
isopropyldata
ether keseimbangan
system, liquid-liquid equilibrium at 293
K:
Water layer ( wt % ) Isopropyl ether layer (wt%)
Acetic acid water Isoprophyl ether Acetic acid water Isoprophyl ether
0 98,8 1,2 0 0,6 99,4
6,42 91,7 1,6 1,93 1,0 97,1
13,30 84,4 2,3 4,82 1,9 93,3
25,50 71,1 3,4 11,4 3,9 84,7
44,30 45,1 10,6 31,10 10,8 58,1
46,40 37,1 16,5 36,20 15,1 48,7
Gambarkan diagram reactangular coordinates data di atas, jika
a. water sebagai diluen dan Isopropyl eter sebagai solven.
b. Isopropyl eter sebagai diluen dan water sebagai solven. 13
Kasus a:
water sebagai diluen→ arus rafinat → simbol fraksi→ x
Isopropyl eter sebagai solven → arus ekstrak → simbol
fraksi→ y
Water layer ( wt % ) Isopropyl ether layer (wt%)

Acetic acid water Isoprophyl ether Acetic acid water Isoprophyl ether

0 98,8 1,2 0 0,6 99,4

6,42 91,7 1,6 1,93 1,0 97,1

RAFINAT EKSTRAK

xA xD xS yA yD ys
14
Kasus b:
Isopropyl ether sebagai diluen→ arus rafinat → simbol fraksi→
x
water sebagai solven → arus ekstrak → simbol fraksi → y
Water layer ( wt % ) Isopropyl ether layer (wt%)
Acetic acid water Isoprophyl ether Acetic acid water Isoprophyl ether

0 98,8 1,2 0 0,6 99,4

6,42 91,7 1,6 1,93 1,0 97,1

EKSTRAK RAFINAT
yA yD yS xA xD xS 15
Step-step:
1. Gambarkan kurva Mc
Cabe Thiele (xA, yA)
2. Gambarkan kurva
terner (xA,xS) dan
(yA,yS) di atas kurva
Mc Cabe Thiele.
Sumbu x kurva terner
sejajar dengan sumbu
x Mc CabeThile.

16
Contoh data keseimbangan
2. Data keseimbangan metil isobutil keton – aceton -air.
composition data ( % wt) acetone distribution data ( % wt ) Tampak,
MIK acetone water water phase MIK phase berdasarkan data
98,0 0 2 2,5 4,5 itu, aseton sebagai
77,3 18,95 3,86 5,5 10 solut.
65,5 28,9 5,53 10 17,5
46,2 43,2 10,7 15,5 25,5
Gambarkan
diagram
12,4 42,7 45 20 31,2
reactangular
5,01 30,9 64,2 25 36,5
coordinates data
2,12 3,73 94,2 26 37,5 itu, dengan air
2,2 0 97,8 sebagai diluen.
17
2. Analisis stage seimbang
tunggal
(single stage).

18
2. Analisis stage seimbang tunggal (single stage).
Pencampuran antara umpan dan solven akan menghasilkan arus
gabungan atau arus sigma, yang selanjutnya arus ini terpisah menjadi
2 fase dalam keadaan berkeseimbangan.
Skema proses tersebut :

19
✓ Arus sigma adalah arus imajiner yang sangat bermanfaat untuk
mencari korelasi kecepatan arus eksternal atau komposisi arus
umpan dan hasil, baik arus ekstrak maupun arus rafinat.
✓ Dalam menentukan komposisi di arus sigma ini dikenal sebagai
teori sigma.
✓ Teori sigma ini merupakan hubungan arus-arus di sekitar 20
✓ Arus-arus yang keluar alat (sebuah stage) diasumsi dalam keadaan
seimbang, korelasi ditunjukkan dalam kurva keseimbangan terner,
atau:
A di fase ekstrak berkeseimbangan dengan A di fase rafinat atau
YA1 = f ( XA1, keseimbangan ),
S di fase ekstrak berkeseimbangan dengan S di fase rafinat atau
YS1 = f ( XS1, keseimbangan).

Oleh karena itu langkah-langkah yang digunakan untuk mencari


hubungan arus-arus di sekitar ekstraktor seimbang tunggal adalah:
1. menentukan komposisi arus gabungan dengan teori sigma,
2. menentukan komposisi arus-arus yang keluar dari setiap stage
menggunakan hubungan keseimbangan.
21
Ditinjau:
Data diketahui: L0 dan komposisinya &
V2 dan komposisinya.

Dicari: L1 dan komposisinya, serta V1


dan komposisinya.

→ Penyelesaian diarahkan cara grafis (mengingat data keseimbangan


berbentuk segitiga terner dan hubungan arus-arus lebih mudah
dilihat, serta perhitungan lebih cepat daripada analitis). 22
Penyelesaian :
A. Hubungan arus masuk dan arus keluar mengikuti teori sigma,
maka dicari terlebih dulu kecepatan dan komposisi arus sigma.

Neraca massa arus masuk:


NM total: L0 + V2 = ∑
NM solut: L0. XA0 + V2.YA2 = ∑. ZA
NM solven: Lo. XS0 + V2 YS2 = ∑. ZS

Neraca massa arus keluar :


NM total: L1 + V1 = ∑
NM solut: L1. XA1 + V1.YA1 = ∑. ZA
NM solven: L1. XS1 + V1 YS1 = ∑. ZS 23
➢ Dalam grafik, titik ∑ terletak di daerah dua fase.
➢ Dalam kurva keseimbangan, hubungan campuran dua fase
dengan fase penyusunnya dapat dicari menggunakan kaidah
tuas lengan terbalik (inverse lever arm rule ) pada kurva segitiga
terner siku-siku solut-solven.

L0 + V2 = ∑
L1 + V1 = ∑

Dari NM, tampak bahwa titik L0(XA0,XS0), V2(YA2,YS2) serta


∑ (ZA,ZS) terletak dalam satu garis lurus.
Demikian pula titik L1(XA1,XS1), V1(YA1,YS1) dan ∑ (ZA,ZS) terletak
dalam satu garis lurus. 24
Menentukan titik ∑ ( ZA, ZS ) dengan secara grafis:

Dari manipulasi neraca massa (dengan mengeliminasi ∑) di atas akan


diperoleh :

25
Xs; Ys ∆ [V2.∑.A] adalah sebangun dengan
V2 (YA2, YS2) ∆ [∑. L0. B], maka:

A ∑ (ZA, ZS)
Dari NM:

Sehingga diperoleh:

B
Lo (Xao, Xso)

XA; YA 26
Jika besar arus L0 dan V2 diketahui, maka
letak titik ∑ dapat ditentukan, dan
selanjutnya besar arus ini dapat dihitung.

27
B. Menentukan komposisi arus-arus keluar stage:
•Hubungan arus keluar mengikuti teori sigma dan hubungan
keseimbangan.
L1 + V1 = ∑
L1 V1

•Secara grafis:
➢ titik L1, V1 dan ∑ terletak dalam satu garis lurus dan
➢ arus L1 berkeseimbangan dengan arus V1.
28
➢ Titik L1 adalah arus rafinat yang keluar
dari stage maka terletak di kurva
keseimbangan rafinat.

➢ Titik V1 adalah arus ekstrak yang keluar


dari stage, sehingga terletak di kurva
keseimbangan ekstrak.
➢ Oleh karena itu, jika titik ∑ telah ditentukan, maka titik L1 dan V1
dicari dengan mencoba-coba garis yang melalui ∑, dan coba-coba
ini benar jika L1 dan V1 berkeseimbangan yang ditunjukkan dalam
kurva keseimbangan McCabe Thiele.

➢ Maka komposisi di L1 dan di V1 dapat ditentukan. 29


C. Menentukan besar kecepatan arus keluar stage:

✓ Besar kecepatan arus L1 dan V1 ditentukan menggunakan


kaidah tuas lengan terbalik.

✓Dari grafik dapat ditentukan rasio L1 dan V1.

✓Nilai ini disubstitusi ke neraca massa akan diperoleh besar


kecepatan arus L1 dan V1.

30
Langkah 1 (gambar a) → menentukan ∑
Langkah 2 (gambar b dan c) →menentukan komposisi V1 dan L1.

31
Geankoplis quiz

Air sebagai diluen.


Isopropil eter sebagai solven. 32
Home work (in group, @ 3 students)
Pure water is to be used to extract acetic acid from 400 kg of a feed
solution containing 25 wt % acetic acid in isopropyl ether. If 400+A
kg of water is used, calculate the percent recovery in the water
solution in a one stage process. A is the last 2 digits of your NIM.
How is the effect of water rate on the percent recovery of acetic
acid?
Water as the solvent,
Acetic acid as the solute, and
Isopropyl ether as the diluent.
33
34
Problem: Geankoplis, 12.5-1, 12.5-2, 12.5-3, 12.5-4.

35
36

Anda mungkin juga menyukai