0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
407 tayangan8 halaman

Teori Dasar Kristalografi dan Mineral

Dokumen tersebut membahas tentang landasan teori kristalografi, meliputi definisi kristal dan kristalografi, unsur-unsur simetri kristalografi seperti zona, sumbu simetri, sumbu inversi, dan sistem kristal yang terdiri atas 7 sistem utama beserta contoh mineralnya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
407 tayangan8 halaman

Teori Dasar Kristalografi dan Mineral

Dokumen tersebut membahas tentang landasan teori kristalografi, meliputi definisi kristal dan kristalografi, unsur-unsur simetri kristalografi seperti zona, sumbu simetri, sumbu inversi, dan sistem kristal yang terdiri atas 7 sistem utama beserta contoh mineralnya.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Kristal dan Kristalografi


Kristal atau dalam istilah kimia dikenal sebagai hablur merupakan suatu
padatan yang terbentuk dari banyak atom, senyawa, molekul, ataupun ion yang
berikatan satu sama lain dan tersusun secara beraturan, memiliki pola berulang
membentuk satu kesatuan sehingga memiliki bentuk yang simetris serta dapat
dilihat secara tiga dimensi. Pada proses keterbentukannya, kristal dapat terbentuk
di alam membentuk mineral atau di laboratorium sebagai hablur melalui proses
hidrotermal, proses pendinginan magma, proses evaporit, proses pengkristalan,
dan lain-lainnya.
Kristalografi adalah satu disiplin ilmu yang membahas tentang
penggambaran dari kristal, sifat-sifat geometri suatu kristal terutama berhubungan
langsung dengan proses keterbentukan, pertumbuhan, dan kenampakan luar
kristal tersebut.
Dengan mempelajari kristalografi berarti mengkaji tentang bagaimana dan
mengapa kristal dapat diartikan sebagai suatu bidang homogen yang memiliki
bidang bersisi banyak (polyhedral) tertentu. Bidang muka yang licin pada suatu
permukaan kristal di dalam kristalografi biasanya memiliki sifat anisotrop dan
tembus air.

Sumber: Liana, 2018


Gambar 2.1
Sistem kristal trigonal pada mineral kalsit dan magnetit

2
3

2.2 Unsur Simetri Kristalografi


A. Zona dan Sumbu Zona
Zona didefinisikan sebagai suatu bidang yang terbentuk dari perpotongan
garis atau sumbu yang saling berpotongan satu sama lain. Sedangkan sumbu
zona adalah suatu garis membentuk atau membagi suatu bidang yang letaknya
sejajar satu sama lain dan terletak dalam satu zona.

Sumber: Rolan, 2018


Gambar 2.2
Zona dan Sumbu Zona

B. Sumbu Simetri
Sumbu simetri merupakan suatu garis lurus yang dibuat melintasi pusat
kristal yang mana bila kristal diputar sejauh 3600 terhadap garis tersebut sebagai
titik putarnya maka kristal tersebut akan terlihat seperti semula.
Sumbu simetri berlaku jika kenampakan pada kedua ujung sumbu sama
ketika diputar pada porosnya, dinotasikan dengan menggunakan huruf L (linier)
atau g (gyre). Sumbu simetri menjadi 4 macam diantaranya:
a. Bigyre : Apabila kristal diputar searah 3600 pada sumbunya akan
muncul 2 kali kenampakan yang sama
b. Trigyre : Apabila kristal diputar searah 3600 pada sumbunya akan
muncul 3 kali kenampakan yang sama
c. Tetragyre : Apabila kristal diputar searah 3600 pada sumbunya akan
muncul 4 kali kenampakan yang sama
d. Hexagyre : Apabila kristal diputar searah 3600 pada sumbunya akan
muncul 6 kali kenampakan yang sama
4

C. Sumbu Inversi
Suatu kristal dapat dikatakan memiliki sumbu inversi jika garis yang ditarik
dari satu titik pada bagian permukaan kristal memotong pusat kristal dan
menghasilkan suatu titik yang berlawanan dengan titik awal yang memiliki jarak
sama. Inversi dapat dikatakan pula kebalikan dari proses pencerminan.

Sumber: Fajar, 2012


Gambar 2.3
Sumbu Inversi

D. Sumbu Cermin Putar (Gyroide)


Bidang pencerminan merupakan suatu bidang imajiner atau khayal yang
memisahkan dua belah sisi dari suatu kristal yang mempunyai bentuk muka yang
sama, memiliki ukuran dan bentuk yang berlawanan satu sama lain serta terletak
tepat diantara kedua bidang tersebut.

Sumber: Nanang, 2015


Gambar 2.4
Pencerminan

E. Rotasi
Sumbu rotasi adalah sumbu simetri yang mana apabila diputar pada
porosnya akan membentuk kenampakan yang sama pada sisi depan kristal
dengan adanya proses pembalikan pada bagian belakang kristal.
5

Sumber: Kemendikbud, 2016


Gambar 2.5
Rotasi

F. Translasi
Translasi dapat diartikan sebagai suatu proses perpindahan dari sebuah
kristal pada bidang vektor tanpa merubah arah dan bentuk awal dari kristal
tersebut.

Sumber: Kemendikbud, 2016


Gambar 2.6
Translasi

2.3 Sistem Kristal


Secara karakteristik, mineral di alam memiliki beragam perbedaan,
perbedaan tersebut dapat diamati secara langsung ataupun tidak langsung,
namun, bentuk dari Kristal-kristal penyusun mineral dapat menunjukan kesamaan
antar mineral, sehingga dari sinilah muncul klasifikasi untuk sistem kristal.
Pada saat ini terdapat setidaknya tujuh sistem utama yang dari setiap
sistemnya dibagi kembali menjadi beberapa kelas. Pembagian kelas berdasarkan
pada simetri ruang kosong dari struktur dengan memproyeksikan kedalam bentuk
tiga dimensi. Tujuh sistem utama kristal diantaranya:
6

1. Isometrik
Isometrik atau sering disebut simetri kubik merupakan sistem yang paling
sederhana diantara sistem lainnya. Sistem ini memiliki ciri-ciri yaitu terdiri dari 3
sumbu yang sama panjang, saling tegak lurus dengan sumbu lain membentuk
sudut 900. Contoh mineral isometrik diantaranya adalah pirit, halit, galena, kuprit,
fluorit, magnetit dan lainnya. Sistem ini dibagi menjadi 5 kelas diantaranya
Tetartohedral, Diploidal, Gyroidal, Hextetrahedral, dan Hexotrahedral.

Sumber: Aulizar, 2010


Gambar 2.7
Halit

2. Tetragonal
Kristal ini memiliki Memiliki 2 sumbu sama panjang, dengan 1 sumbu
berlainan panjang dan tegak lurus satu sama lain. Dapat dikatakan pula semua
sumbu membentuk sudut 900 terhadap satu sama lain. Contoh mineral tetragonal
adalah kalkopirit, zirkon, kalsiterit, wulfenit, dan lainnya. Sistem ini dibagi menjadi
7 kelas diantaranya Tetragonal pyramidal, Tetragonal disphenoidal, Tetragonal
dipyramidal, Tetragonal trapezoidal, Ditetragonal pyramidal, Tetragonal
scalenoidal, dan Ditetragonal dipyramidal.

Sumber: Naibobe, 2012


Gambar 2.8
Zirkon
7

3. Orthorhombic
Sistem ini memiliki 3 sumbu yang berlainan panjang dan membentuk sudut
900 dari inti kristal. Contoh mineral orthorhornbic diantaranya anglesit, andalusit,
topaz, sulfur, marcasit, barit, dan lainnya. Sistem ini dibagi menjadi 3 kelas
diantaranya Ortorhombic disphenoidal, Ortorhombic pyramidal, dan Ortorhombic
dipyramidal.

Sumber: Aulizar, 2010


Gambar 2.9
Topaz

4. Hexagonal
Sistem ini memiliki 4 sumbu, 3 sumbu sama panjang dan membentuk sudut
1200 sedang 1 sumbu lainnya memiliki panjang yang berbeda dan tegak lurus
terhadap sumbu lainnya. Contoh mineral hexagonal diantaranya: Corondum,
Hematit, Aquamarine, Beryl dan lainnya. Sistem ini dibagi menjadi 7 kelas
diantaranya Hexagonal pyramidal, Trigonal dipyramidal, Hexagonal dipyramidal,
Hexagonal trapezoidal, Dihexagonal pyramidal, Ditrigonal dipyramidal, dan
Dihexagonal dipyramidal.

Sumber: Aulizar, 2010


Gambar 2.10
Beryl
8

5. Trigonal/Rombohedral
Beberapa ahli mengelompokkan sistem ini kedalam sistem hexagonal yang
mana bidang dasar berbentuk segienam. Sumbu pada sistem ini saling
berpotongan pada bagian sisi miring. Contoh mineral trigonal diantaranya Kuarsa,
Bentonit, Amethyst dan lainnya. Sistem ini dibagi menjadi 5 kelas yaitu Trygonal
pyramidal, Rhombohedral, Trigonal trapezoidal, Ditrygonal pyramidal, dan
Ditrigonal scalahedral.

Sumber: David, 2017


Gambar 2.11
Kuarsa

6. Triclinic
Memiliki 3 sumbu yang satu sama lain tidak tegak lurus dan tidak sama
panjang yang saling berpotongan pada sisi miringnya. Contoh mineral triclinic
adalah Kyanit, axinite, Albit dan lainnya. Sistem ini dibagi menjadi 2 kelas yaitu
Triclinic pedial dan Triclinic pinacodial.

Sumber: Aulizar, 2010


Gambar 2.12
Felspar-Albit

7. Monoclinic
Sistem ini terdiri dari 3 sumbu yang sumbunya membentuk sudut 900 dan
sumbu yang lainnya lebih miring terhadap bidang yang lainnya. Contoh mineral
9

monoclinic adalah azurit, lazurit, biotite, hornblende, ortoklas, augite, arsenopirit


dan lainnya. Sistem ini dibagi menjadi 3 sistem diantaranya Monoclinic sphenoidal,
Monoclinic domatic, Monoclinic prismatic.

Sumber: Gery, 2010


Gambar 2.13
Azurit

Anda mungkin juga menyukai