GUIDELINE TERAPI
Gambar 1. Algoritma Terapi Gout (Dipiro, 2015).
Problem
Tgl Subjektif Objektif Assessment
medik
16/8 Kedua kaki Asam urat Gout DRP : Kebutuhan Terapi Tambahan
bengkak dan 8,8 (Allopurinol)
nyeri
Pasien memiliki kadar asam urat diatas
normal namun belum diberikan terapi.
Menurut Sandoval dan Madero (2018)
pasien CKD stage 5 dengan hiperurisemia
diberi terapi allopurinol karena lebih efektif
dibandingkan dengan febuxostat.
16/8 Kedua kaki Asam urat Gout DRP : Kebutuhan Terapi Tambahan
bengkak dan 8,8 (Kolkisin)
nyeri
Pasien merasakan nyeri pada kedua kaki
yang dimungkinkan merupakan gejala dari
gout, namun belum diberikan terapi untuk
mengatasinya.
PLAN
Problem Subjektif Obyektif Assessment Plan
medik
Gout Kedua Asam urat Kebutuhan terapi Rekomendasi :
kaki 8,8 tambahan (Allopurinol)
Allopurinol diberikan
bengkak
dengan dosis awal 50 mg
dan nyeri
1 kali sehari, dilanjutkan
dengan 100 mg 1x sehari
setelah dialisis.
Gout Kedua Asam urat Kebutuhan terapi Rekomendasi :
kaki 8,8 tambahan (Kolkisin)
Kolkisin dosis 0.6 mg 1 x
bengkak
sehari digunakan tidak
dan nyeri
lebih dari 2 minggu.
1. Allopurinol
Menurut guideline terapi Dipiro (2015) terapi gout diberikan ketika pasien sudah
memiliki indikasi untuk Urate Lowering Therapy (ULT). Pada pasien sudah
mengindikasikan harus diberi terapi ULT karena kadar asam urat pasien sudah meningkat
hingga 8,8. First line therapy yang disarankan yaitu xantin oxidase inhibitor (XOI)
seperti allopurinol atau febuxostat. Pasien CKD stage 5 dengan hiperurisemia diberi
terapi allopurinol karena lebih efektif dalam menurunkan asam urat, dapat menurunkan
tekanan darah dan dapat meningkatkan nilai GFR dibandingkan dengan febuxostat.
Pemberian allopurinol perlu titrasi dosis pada pasien CKD karena allopurinol
menghasilkan produk turunan oxypurinol yang diekskresikan oleh ginjal (Sandoval dan
Madero, 2018). Menurut Beatriz dan Neogi (2017) apabila CLCr pasien < 30 mL/min
dosis awal allopurinol yang diberikan yaitu 50 mg 1x sehari dan dosis saat hemodialisis
dosis dinaikan 50% menjadi 100 mg.
2. Kolkisin
Kedua kaki pasien nyeri dan bengkak yang dapat disebabkan karena gout sehingga
disarankan untuk diberi antiinflamasi. Menurut Dipiro (2015) first line antiinflamasi
untuk pasien gout yaitu low dose kolkisin atau low dose NSAID. Menurut Kopke dan
Greeffa (2015) pada pasien gagal ginjal, kolkisin lebih direkomendasikan dan lebih aman
dibandingkan dengan NSAID karena NSAID berisiko memperparah kondisi pasien gagal
ginjal. Dosis kolkisin yang diberikan pada pasien CKD stage 5 dengan hemodialisis yaitu
0.6 mg 1x sehari (Medscape, 2018).
Sandoval dan Madero (2018).
Kopke dan Greeffa (2015)
KIE
Meningkatkan motivasi pasien untuk melaksanakan pola hidup sehat dan mengurangi makanan yang
mengandung purin.
MONITORING
Tingkat nyeri pasien
Kadar asam urat pasien
DAFTAR PUSTAKA
Beatriz, Vargas-Santos, Neogi, Tuhina, MD, PhD, 2017, Management of Gout and Hyperuricemia in
CKD, Am J Kidney Dis. 2017;70(3):422-439.
Dipiro, J.T., Robert, L.T., Gary, C.Y., Gary, R.M., Barbara, G.W., [Link] P, 2015,
Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, 9th Edition, New York: Mc Graw Hill.
Kopke, A., Greeffa, OBW, 2015, Hyperuricaemia and gout, South African Family Practice 2015; 57(1):6-
12.
Sandoval, J.C.R., Madero, M., 2018, Treatment of Hyperuricemia in Chronic Kidney Disease, Treviño-
Becerra A, Iseki K (eds): Uric Acid in Chronic Kidney Disease. Contrib Nephrol. Basel, Karger,
2018, vol 192, pp 135–146 ( DOI: 10.1159/000484288 )