2.
7 Rugi-rugi pada Transformator
Pada kondisi sebuah transformator beroperasi, maka transformator akan
menimbulkan panas. Panas yang ditimbulkan oleh transformator ketika beroperasi
ini yang disebut dengan rugi-rugi transformator terdapat 3 kerugian utama pada
transformator yaitu :
2.7.1 Rugi-rugi tembaga I 2.R
Rugi tembaga adalah rugi yang dihasilkan oleh konduktor/tembaga yang
digunakan sebagai bahan pembuat kumparan. Rugi ini diakibatkan oleh adanya
resistansi bahan. Nilai resistansi konduktor dapat dihitung dengan Persamaan :
R = Tahanan (Ohm)
ρ = Tahanan jenis (Ohm.m)
l = Panjang (m)
A = Luas penampang (m2)
Sedangkan untuk menghitung kerugian tembaga itu sendiri dapat mempergunakan
Persamaan untuk sisi primer dan Persamaan untuk sisi sekunder.
Sisi Primer
Sisi Sekunder
Pcp = Rugi konduktor primer Is = Arus pada kumparan sekunder
Pcs = Rugi konduktor sekunder Rp = Tahanan kumparan primer
Ip = Arus pada kumparan primer Rs = Tahanan kumparan sekunder
Dengan memperhatikan Persamaan sisi primer dan Persamaan sisi sekunder
terlihat bahwa besarnya arus yang mengalir pada kumparan berpengaruh terhadap
besarnya rugi konduktor, dengan kata lain besarnya beban mempengaruhi besarnya
nilai kerugian.
2.7.2 Rugi- rugi arus pusar (Eddy Current)
Arus pusar adalah arus yang mengalir pada material inti karena tegangan
yang diinduksi oleh fluks. Arah pergerakan arus pusar adalah 90o terhadap arah
fluks seperti terlihat pada Gambar dibawah ini :
Gambar 2.20 Arus pusar yang berputar pada material inti
Dengan adanya resistansi dari material inti maka arus pusar dapat
menimbulkan panas sehingga msempengaruhi sifat fisik material inti tersebut
bahkan hingga membuat transformator terbakar. Untuk mengurangi efek arus pusar
maka material inti harus dibuat tipis dan dilaminasi sehingga dapat disusun hingga
sesuai tebal yang diperlukan.
Rugi arus pusar dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :
pe = Rugi arus pusar [w/kg] t = ketebalan material [m]
ke = Konstanta material inti Bmax = Nilai puncak medan magnet
f = frekuensi [Hz] [T]
2.7.3 Rugi-rugi akibat Hysterisis
Rugi hysterisis terjadi karena respon yang lambat dari material inti. Hal ini
terjadi karena masih adanya medan magnetik residu yang bekerja pada material,
jadi saat arus eksitasi bernilai 0, fluks tidak serta merta berubah menjadi 0 namun
perlahan-lahan menuju 0. Sebelum fluks mencapai nilai 0 arus sudah mulai
mengalir kembali atau dengan kata lain arus sudah bernilai tidak sama dengan 0
sehingga akan membangkitkan fluks kembali. Grafik hysterisis dapat dilihat pada
Gambar dibawah ini :
Gambar 2.21 Grafik Hysterisis Iex Terhadap Φ
Rugi hysterisis ini memperbesar arus eksitasi karena medan magnetik residu
mempunyai arah yang berlawanan dengan medan magnet yang dihasilkan oleh arus
eksitasi. Untuk mengurangi rugi ini, material inti dibuat dari besi lunak yang umum
digunakan adalah besi silikon. Besarnya rugi hysterisis dapat dihitung dengan
menggunakan Persamaan :
ph = Rugi arus pusar [w/kg]
kh = Konstanta material inti
f = frekuensi [Hz]
Bmax = Nilai puncak medan magnet
[T]
n = Nilai eksponensial, tergantung
material dan Bmax
Rugi hysteris maupun rugi arus pusar bernilai tetap, tidak bergantung pada besarnya beban.