TUGAS PENGENDALIAN DAN PENJAMINAN MUTU
PENGEMBANGAN DESAIN PRODUK TEH GELAS
CV. Tirta Indo Megah (Malang)
Di susun oleh :
Abdul Rohman (161020700010)
Misbachul Munir (161020700038)
PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO
2018
BAB 1
PENDAHULUAN
Tugas pengendalian dan penjaminan mutu ini membahas tentang analisis
penggunaan metode Quality Function Deployment (QFD) pada bab ini akan
dijelaskan tentang latar belakang dan tujuan dari sebuah studi kasus yang diambil.
1.1 Latar Belakang
Desain produk merupakan hal yang sangat penting dalam bidang
manufaktur. Desain produk yang baik akan dapat meningkatkan jumlah dan harga
jual dari produk. Munculnya berbagai jenis produk minuman menjadikan
persaingan pasar semakin ketat dan membuat produsen saling berlomba untuk
memberikan desain yang terbaik untuk menarik perhatian konsumen. Strategi
promosi merupakan kegiatan perusahaan untuk mendorong penjualan dengan
mengarahkan komunikasikomunikasi yang meyakinkan kepada para pembeli.
[Link] Indo Megah merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang
memproduksi minuman berupa Teh Gelas.
Salah satu produknya adalah teh gelas agro. Perusahaan ini terletak di
daerah tumpang malang. Seiring dengan pesatnya permintaan akan kebutuhan
konsumen produk pesaing telah mengeluarkan desain yang tidak hanya dilihat
dari kemf asanya melainkan berbagai varian rasa produk. Trend penjualan teh
gelas agro pun menurun. Dengan melihat penjualan kemasan teh gelas pesaing.
Penurunan penjualan tersebut diakibatkan karena desain produk teh gelas
agro yang kurang menarik dan hanya memiliki satu varian rasa. Dengan pesatnya
permintaan akan kebutuhan konsumen perlu ditambahkan inovasi-inovasi baru
untuk meningkatkan penjualan sehingga minat konsumen semakin bertambah dan
dapat miningkatkan penjualan teh gelas agro. Pengembangan fungsi kualitas
(QFD) adalah tindakan yang menuntun peningkatan proses yang memungkinkan
dari suatu organisasi untuk memenuhi kepuasan pelanggan.
Dengan QFD diharapkan faktor-faktor yang menjadi keinginan konsumen
menjadi dasar pokok bagi pengembangan produk, karena konsumen
merupakan user bagi produk yang dihasilkan perusahaan. Metode yang digunakan
untuk merancang kemasan teh gelas agar sesuai dengan prefrensi customer adalah
Quality Function Deployment (QFD). Suatu metode untuk mengembangkan suatu
desain kualitas dengan tujuan memenuhi dan memuaskan keinginan konsumen.
Desain QFD memahami pelanggan baik dari perencanaan pelayanan
maupun pengukuran kinerja. House of Quality (HoQ) merupakan tahapan pertama
dalam penerapan metodologi QFD. Dalam upaya untuk mengkonversi voice of
customer secara langsung terhadap karakteristik teknis atau spesifikasi teknis dari
sebuah produk (barang atau jasa) yang dihasilkan.
1.2 Tujuan
Berikut merupakan tujuan dari pengerjaan tugas pengendalian dan
penjaminan mutu dengan metode Quality Function Deployment (QFD):
1. Mahasiswa dapat mengerti penggunaan metode Quality Function
Deployment (QFD).
2. Mahasiswa dapat memberi ide dalam metode Quality Function Deployment
(QFD).
3. Mahasiswa dapat menganalisa dari sebuah studi kasus pengembangan
dengan metode Quality Function Deployment (QFD).
BAB 2
KAJIAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI
Tugas pengendalian dan penjaminan mutu ini membahas tentang analisis
penggunaan metode Quality Function Deployment (QFD), pada bab ini akan
dijelaskan kajian pustaka dan dasar teori dari pengerjaan tugas pengendalian dan
penjaminan mutu.
2.1 Konsep Quality Function Deployment (QFD)
1. Pengertian QFD
Quality Function Deployment (QFD) adalah tugas menerjemahkan
permintaanpermintaan pelanggan sasaran menjadi prototipe yang berfungsi
dibantu beberapa metode yang dikenal sebagai penyebaran fungsi mutu Quality
Function Deployment (QFD). Metode QFD jauh lebih maju dari analisis
preferensi konsumen atau pelanggan, karena dalam struktur QFD informasi
keinginan pelanggan diakomodasikan dalam kemampuan teknik dalam
perencanaan produksi.
2. Struktur QFD
Matriks House of Quality (HOQ) adalah istilah yang sering digunakan untuk
menggambarkan struktur QFD. Proses QFD Menurut Besterfield et al (1999),
proses QFD secara lengkap terdiri dari empat fase yang dinyatakan dalam empat
matriks, yaitu matriks perencanaan produk, matriks pengembangan bagian,
matriks perencanaan proses, dan matriks perencanaan produksi.
3. Manfaat QFD
Menurut (Goestch dan Davis, 2000), QFD memberikan sejumlah manfaat
bagi organisasi yang mencoba untuk mempertinggi daya saingnya dengan
memperbaiki secara kontinyu kualitas dan produktivitasnya. Manfaat dari
QFD antara lain: fokus pada pelanggan, efisiensi waktu, orientasi kerjasama tim,
dan orientasi pada dokumentasi.
2.2 Definisi Kualitas
Perkembangan dunia usaha dewasa ini dan masa mendatang diwarnai
dengan berbagai pergeseran dari ekonomi produksi ke ekonomi pasar. Persaingan
bukan hanya mengenai seberapa tinggi tingkat produktivitas perusahaan dan
seberapa rendahnya tingkat harga produk maupun jasa, namun lebih pada kualitas
produk atau jasa tersebut, kenyamanan, kemudahan, serta ketetapaan dan
kecepatan waktu dalam pencapaiannya. Banyak ahli yang mendefenisikan kualitas
yang secara garis besar orientasinya adalah kepuasan pelanggan yang merupakan
tujuan perusahaan atau organisasi yang berorientasi pada kualitas.
BAB 3
PENGUMPULAN DATA
Pada bab pengumpulan data menunjukan data yang telah diambil dari studi
kasus dalam penerapan Quality Function Deployment (QFD), dalam pengerjaan
tugas pengendalian dan penjaminan mutu.
3.1 Studi Kasus
Untuk Meningkatkan Penjualan Di CV. Tirta Indo Megah Malang,
diharapkan mendapatkan desain kemasan dan mutu produk teh gelas yang sesuai
dengan keinginan konsumen yang diharapkan akan meningkatkan produktivitas
usaha. House of Quality merupakan suatu kerangka kerja atas pendekatan dalam
mendesain manajemen yang dikenal sebagai Quality Function Deployment yaitu
suatu metode untuk perencanaan dan pengembangan produk yang terstruktur yang
memungkinkan team pengembangan untuk menentukan keinginan dan kebutuhan
dengan jelas dan kemudian mengevaluasi produk atau melayani dengan
kemampuan yang secara sistematik dalam pemenuhan keinginan pelanggan.
BAB 4
PENGOLAHAN DATA
Pada bab pengolahan data ini akan membahas tentang data yang telah
diambil dari studi kasus dalam penerapan Quality Function Deployment (QFD),
dalam pengerjaan tugas pengendalian dan penjaminan mutu.
4.1 Langkah Penyelesaian
Berikut langkah-langkah yang dilakukan dalam metode Quality Function
Deployment (QFD), agar tercapainya tujuan dari penjaminan dan pengendalian
mutu :
1. Quality Function Deployment (QFD) Menggunakan format matriks untuk
menangkap sejumlah isu yang sangat penting untuk proses perencanaan
dalam mengembangkan suatu desain kualitas dengan tujuan memenuhi dan
memuaskan keinginan konsumen.
2. House of Quality atau Rumah Kualitas Matrix yang paling dikenal dan
banyak digunakan dalam bentuk metode ini. Berisi berupa kebutuhan
pelanggan, berdasarkan riset pemasaran dan benchmarking data, dalam
jumlah yang tepat sasaran rekayasa yang harus dipenuhi oleh desain
produk baru dalam upaya untuk mengkonversi voice of customer secara
langsung terhadap karakteristik teknis atau spesifikasi teknis dari sebuah
produk (barang atau jasa) yang dihasilkan Didalam House of Quality:
Gambar 4.1. House of Quality
Berdasarkan Gambar 1 dapat dilihat bagian dari House of Quality sebagai
berikut:
A. Bagian A berisi daftar mengenai Kebutuhan Konsumen (Customer Needs)
B. Bagian B berisi Matrix Perencanaan (Planning Matrix) yaitu, berisi
informasi mengenai data kuantitatif pasar, menunjukkan kepenntingan
relatif dari kebutuhan konsumen, strategi pencapaian tujuan untuk produk
atau jasa baru, perhitungan ranking kebutuhan konsumen.
C. Bagian C berisi Tanggapan Teknis (Technical Response) yaitu berisi
informasi mengenai tanggapan teknis perusahaan, merupakan gagasan
produk atau jasa yang akan dikembangkan biasanya gambaran tersebut
diturunkan dari customer needs pada bagian pertama House Of
Quality.
D. Bagian D berisi Hubungan (Relationship) (dampak tanggapan teknis
perusahaan dengan kebutuhan pelanggan), pada bagian ini menggunakan
metode matrix prioritas (ThePrioritation Matrix), berisi mengenai
keputusan tim kerja terhadap tingkat kekuatan hubungan masing-masing
elemen antara tanggapan teknik perusahaan dengan kebutuhan konsumen.
E. Bagian E berisi Korelasi Teknis (Technical Correlations), berupa setengah
matrik persegi, terbagi sepanjang garis diagonal dan berisi mengenai
taksiran tim kerja terhadap hubungan tiap tiap elemen dari tanggapan teknis
perusahaan
F. Bagian F berisi Matrix Teknis (Technical Matrix), pada bagian ini terdapat
3 tipe informasi yang dapat diperoleh, yaitu:
1. Prioritas tanggapan tehnikal (technical response)
2. Perbandingan persaingan tehnikal (benchmark)
3. Target tehnikal (technical target)
4.2 Desain Yang Diusulkan
Dari hasil proses House of Quality kebutuhan konsumen berdasarkan voice
of customer yang paling diinginkan konsumen adalah menambahkan varian rasa
dan membuat desain kemasan sesuai varian rasa, dapat dilihat usulan desain
kemasan sebagai berikut:
Tabel 4.1 Desain Usulan
KEMASAN SPESIFIKASI
Rasa Jeruk
Dengan Aroma BuahJeruk
Nilai gizi tinggi
Ukuran 180 ml
Rasa Anggur
Dengan Aroma Buah Anggur
Nilai gizi tinggi
Ukuran 180 ml
Rasa Jambu
Dengan Aroma Buah Jambu
Nilai gizi tinggi
Ukuran 180 ml
Rasa Strawberry
Dengan Aroma Buah Strawberry
Nilai gizi tinggi
Ukuran 180 ml
4.3 Hasil Pengamatan Quality Function Deployment (QFD)
Berdasarkan pengamtan yang telah dilakukan “pengembangan desain
produk teh gelas dengan menggunakan metode Quality function Deployment”,
dapat disimpulkan bahwa pengembangan desain produk Teh Gelas Agro yang
paling penting diperbaiki sesuai keinginan konsumen berdasarkan voice of
customer adalah dengan membuat desain kemasan sesuai varian rasa
dan menambahkan varian rasa seperti rasa anggur, rasa jeruk, rasa strawberry,
rasa jambu agar dapat menarik minat konsumen sehingga dapat meningkatkan
penjualan di [Link] Indo Megah yang bertempat Malang.