BAB II
PEMBAHASAN
SISTEM ELECTRONIC THROTTLE CONTROL NISSAN GRAND
LIVINA ( L10 )
2.1 Pengertian Electronic Throttle Control (ETC)
Gambar [Link] Electronic Throttle Control dan Intake Manifold.
Electronic Throttle Control (ETC) adalah teknologi mobil yang
secara elektronik, menghubungkan pedal akselerator ke throttle,
akselerator ini sebagai alat yang dapat meningkatkan kecepatan partikel
untuk menghasilkan energi kinetik yang sangat besar.
Dari komponen atau bagian dari electronic throttle tersebut, hal
yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini juga yakni mengenai fungsi
dari electronic throttle tersebut. Adapun fungsi dari electronic throttle
tersebut, antara lain adalah sebagai berikut :
7
Fungsi Sistem Electronic Throttle Control adalah :
Sebagai komponen yang berfungsi untuk membuat karakteristik
beberapa sistem dalam kendaraan stabil, dan juga konsisten
sehingga terlepas dari kondisi yang tidak stabil. Misalnya seperti
suhu, mesin, ketinggian dan beban aksesori dari kendaraan
tersebut.
Sebagai komponen yang berfungsi untuk meningkatkan kemudahan
berkendara bagi si pengemudi untuk meningkatkan kemudahan
pengendara dapat melakukan penggantian gigi dan menagggapi
perubahan torsi dramatis yang terkait dengan akselerasi dan
deselerasi yang cepat dan tepat.
Sebagai komponen yang berfungsi untuk menfasilitasi integrase
fitur seperti cruise control, kontrol traksi, kontrol stabilitas, dan
sistem percrash dan komponen yang lainnya yang memang juga
membutuhkan manajemen torsi, karena dari electronic throttle ini
dapat dipindahkan dan terlepas dari posisi pedal akselerator
produksi.
Sebagai komponen yang berfungsi sebagai kontrol rasio udara,
bahan bakar, ems dari gas buang dan pengurangan konsumsi bahan
bakar, dan juga bekerja sama dengan teknologi lain seperti injeksi
langsung dari bensin.
8
2.2 Cara Kerja Electronic Throttle
Berikut ini adalah cara kerja dari electronic throttle tersebut.
Electronic Throttle ini memungkinkan pedal tak langsung terkoneksi
dengan gas mesin. Jadi dengan demikian cara kerja dari electronic throttle
ini melalui sistem elektronik terlebih dahulu agar bukan electronic throttle
tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan mesin menurut perhitungan.
Gambar 2. Cara Kerja Electronic Throttle Control
Yang dilakukan oleh management pengontrol mesin alias ECU
agar tercipta efisiensi dari sistem yang ada pada komponen yang tersemat
dari sistem electronic throttle tersebut. Selain itu, electronic throttle ini
juga bekerja dengan cara menjadi jembatan antar pedal gas dengan
electronic throttle.
Oleh karena itu, sistem atau cara kerja dari electronic throttle ini
bersifat settingan yang nantinya yang akan terlihat pada display digital,
sehingga bisa berfungsi secara maksimal terhadap kendaraan anda. Itulah
ulasan mengenai cara kerja dari electronic throttle tersebut.
Adapun yang cara kerja dari ETC yang menghubungkan dengan
pedal akselerator ke throttle untuk menggantikan hubungan mekanis.
9
Adapun sistem dari electronic throttle tersebut terdiri dari tiga komponen
utama, yakni sebagai berikut :
1. Modul pegas gas, pada umunya memiliki dua atau lebih sensor
independen dan berhubungan dengan sistem penggerak roda pada
mobil.
2. Katup throttle, yang pada umumnya dapat dibuka dan ditutup oleh
motor listrik ( kdang – kadang juga disebut sebagai listrik atau
electronic throttle body alias ETB ).
3. Modul kendali power train untuk engine ( PCM atau ECM )
Gambar 3. ECM (Engine Control Module)
ECM adalah jenis unit kontrol elektronik (ECU), yang
merupakan sistem tertanam yang menggunakan perangkat lunak untuk
menentukan posisi throttle yang dibutuhkan oleh perhitungan dari data
yang diukur oleh sensor lain, termasuk sensor posisi pedal gas, sensor
putaran engine, sensor kecepatan kendaraan , dan saklar kontrol
pelayaran. Motor listrik kemudian digunakan untuk membuka katup
throttle ke sudut yang diinginkan melalui algoritma kontrol loop
tertutup dalam ECM. Katup throttle adalah bagian dari throttle body
(juga dikenal sebagai ETB) dan terletak di antara air cleaner dan intake
10
manifold. Pada kendaraan yang dilengkapi dengan sensor pengendali
throttle, pembukaan throttle ditentukan berdasarkan sejauh mana pedal
gas ditekan.
2.3 Manfaat Electronic Throttle Control
Gambar 4. Komponen Electronic Throttle Control
Manfaat dari electronic throttle control atau kontrol throttle
elektronik sebagian besar tidak disadari oleh sebagian besar pengemudi
karena tujuannya adalah untuk membuat karakteristik kereta listrik
kendaraan secara konsisten konsisten terlepas dari kondisi yang berlaku,
seperti suhu mesin, ketinggian, dan beban aksesori. Kontrol throttle
elektronik juga bekerja di belakang layar untuk secara dramatis
meningkatkan kemudahan pengendara dapat melakukan penggantian gigi
dan menangani perubahan torsi dramatis yang terkait dengan akselerasi
dan deselerasi yang cepat.
2.4 Cara Perawatan Electronic Throttle
11
Gambar [Link] Electronic Throttle Control
Yang namanya sebuah komponen pastinya akan memerlukan
perawatan untuk mencegah terjadinya kerusakan atau tidak berfungsinya
komponen atau sistem tersebut. Berikut ini adalah cara perawatan dari
electronic throttle tersebut.
Melakukan pengecekan dan perawatan secara khusus, hal ini
bertujuan untuk memastikan fungsi dari sistem atau komponen
tersebut tetap seperti sesuai seharusnya.
Apabila terjadi kerusakan yang menimbulkan fungsinya tidak
seperti yang seharusnya, maka segera lakukan perbaikan atau
service agar tetap berjalan seperti yang seharusnya.
2.5 Fitur Electronic Throttle Control
12
Electronic Throttle Control atau kontrol throttle elektronik
memfasilitasi integrasi fitur seperti cruise control, kontrol traksi, kontrol
stabilitas, dan sistem precrash dan lainnya yang memerlukan manajemen
torsi, karena throttle dapat dipindahkan terlepas dari posisi pedal
akselerator pengemudi. ETC memberikan beberapa manfaat di berbagai
bidang seperti kontrol rasio udara-bahan bakar, emisi gas buang dan
pengurangan konsumsi bahan bakar, dan juga bekerja sama dengan
teknologi lain seperti injeksi langsung bensin.
Banyak sistem ETC memiliki pedal redundan dan sensor posisi
throttle dan redundansi pengontrol, bahkan serumit mikroprosesor
independen dengan perangkat lunak tertulis independen. Dalam modul
kontrol yang perhitungannya dibandingkan untuk memeriksa
kemungkinan kesalahan.
2.6 Komponen Electronic Throttle Control
Komponen-komponen pada throttle body dapat dijelaskan sebagai berikut
a. Throttle valve
Throttle valve berfungsi untuk membuka dan menutup saluran
utama yang dilalui udara pada throttle body. Digerakan oleh
acceleration pedal (pedal gas).
b. Throttle Position Sensor (TPS)
Throttle Position Sensor (TPS) adalah sensor pada sistem EFI
yang berfungsi mendeteksi bukaan throttle valve dengan
menggunakan potensiometer. Throttle Position Sensor terletak
menempel pada throttle body dan wujudnya adalah potensiometer
(variable resistor) yang dihubungkan dengan poros throttle valve,
13
untuk mendeteksi posisi bukaan katup gas (throttle valve) tersebut
secara akurat, dengan outputnya adalah tegangan 0 – 5 volt yang
dikirim ke Eletrical Control Unit (ECU).
Gambar 6. Letak Throttle Position Sensor pada Throttle Body.
Throttle position sensor (TPS) adalah sebuah potensiometer
yang secara konstan mengirim berbagai sinyal bertegangan ke ECU.
Potensiometer adalah semacam resistor yang mengubah gerakan
mekanik menjadi sebuah voltage. Pada Throttle Position Sensor,
voltage ini berhubungan langsung dengan throttle valve position.
Ketika pengemudi menekan pedal gas, maka Throttle Valve terbuka.
Setelah Throttle Valve terbuka, sinyal bertegangan tinggi dikirim dari
Throttle Position Sensor ke ECU.
14