SOP Manajemen Aspiksia Neonatus
SOP Manajemen Aspiksia Neonatus
1. Pengertian
Aspiksia neonaturom adalah Kegagalan nafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir.
2. Tujuan
Sebagai acuan petugas dalam penerapan langkah-langkah manajemen aspiksia neonaturom
dalam rangka meningkatkan mutu dan kinerja uskesmas
3. Kebijakan
Keputusan pemimpin puskesmas Bintang ara No. 07.11/SK/PKM-BA/2018 tentang jenis jenis
pelayanan di pkm Bintang ara
4. Referensi
Buku acuan APN Depkes RI 2008 hal 156
5. Alat dan Bahan
Kain 3 buah untuk mengeringkan, membungkus dan mengganjal bahu
Alat pengisap lender
Sungkup
Kotak alat resusitasi
Sarung tangan
Jam atau pencatat waktu
6. Prosedur
Anamnesa
Kesulitan waktu lahir
Lahir tidak bernafas
Air Ketuban becampur
mekonium
~1~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. TUJUAN
Sebagai pedoman petugas loket pendaftaran dalam pengendalian Rekam Medis rawat jalan.
2. RUANG LINGKUP
Semua Rekam Medis rawat jalan yang penyimpanannya di Loket Pendaftaran Puskesmas
Hikun.
3. INSTRUKSI KERJA
a. Petugas loket mencari rekam medis pasien sesuai no. Indeks kartu berobat.
b. Petugas loket menyiapkan kartu status pasien, dan kartu resep internal.
c. Rekam medis didistribusikan ke triase, kecuali pasien gigi dan KIA
d. Rekam medis yang sudah diisi lengkap oleh Poli layanan dikembalikan ke loket oleh staf
Poli yang bersangkutan dalam waktu maksimal sebelum jam pelayanan hari berikutnya.
e. Petugas loket memastikan Rekam medis yang kembali sesuai jumlahnya dengan yang
didistribusikan berdasarkan hitungan jumlah kunjungan Poli hari itu.
f. Bila masih ada yang belum kembali petugas loket dapat mengecek pada Poli untuk
mencegah adanya kejadian rekam medis hilang/tidak ketemu saat kunjungan.
g. Rekam medis yang kembali di loket selanjutnya dilakukan penyusunan kembali sesuai
kedudukan semula atau urut nomor Indeks
4. INDIKATOR KINERJA
a. Rekam medis kembali di loket pendaftaran sebelum jam pelayanan hari berikutnya.
b. Kejadian rekam medis hilang / tidak ketemu saat kunjungan maksimal 5 kali per bulan.
~2~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. TUJUAN
Sebagai pedoman petugas loket pendaftaran dalam pengendalian Rekam Medis rawat jalan.
1. RUANG LINGKUP
Semua Rekam Medis rawat jalan yang penyimpanannya di Loket Pendaftaran Puskesmas
Hikun.
2. INSTRUKSI KERJA
h. Petugas loket mencari rekam medis pasien sesuai no. Indeks kartu berobat.
i. Petugas loket menyiapkan kartu status pasien, dan kartu resep internal.
j. Rekam medis didistribusikan ke triase, kecuali pasien gigi dan KIA
k. Rekam medis yang sudah diisi lengkap oleh Poli layanan dikembalikan ke loket oleh staf
Poli yang bersangkutan dalam waktu maksimal sebelum jam pelayanan hari berikutnya.
l. Petugas loket memastikan Rekam medis yang kembali sesuai jumlahnya dengan yang
didistribusikan berdasarkan hitungan jumlah kunjungan Poli hari itu.
m. Bila masih ada yang belum kembali petugas loket dapat mengecek pada Poli untuk
mencegah adanya kejadian rekam medis hilang/tidak ketemu saat kunjungan.
n. Rekam medis yang kembali di loket selanjutnya dilakukan penyusunan kembali sesuai
kedudukan semula atau urut nomor Indeks
3. INDIKATOR KINERJA
a. Rekam medis kembali di loket pendaftaran sebelum jam pelayanan hari berikutnya.
b. Kejadian rekam medis hilang / tidak ketemu saat kunjungan maksimal 5 kali per bulan.
~3~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Cuci tangan adalah sebuah cara untuk pencegahan infeksi dengan membersihkan tangan
dengan menggunakan sabun dan air.
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam mencuci tangan higyenis untuk mengurangi jumlah mikroorganisme
pada tangan dan untuk mengurangi resiko transmisi mikroorganisme.
Pelaksanaan :
a. Basahi tangan setinggi pertengahan lengan bawah dengan air mengalir
b. Taruh sabun di bagian telapak tangan yang telah basah
c. Buat busa secukupnya tanpa percikan
d. Gerakan cuci tangan terdiri dari gosokan kedua telapak tangan, gosokan telapak kanan
di atas punggung tangan kiri dan sebaliknya. Gosok kedua telapak tangan dengan jari
saling mengait. Gosok kedua ibu jari dengan arah menggenggam dan memutar, gosok
pergelangan tangan.
e. Lama waktu yang dipergunakan sekitar 10 – 15 detik
f. Bilas kembali dengan air mengalir sampai bersih
g. Keringkan tangan dengan handuk atau kain kering yang bersih
h. Matikan kran
i. Sesudah cuci tangan aseptik diikuti larangan untuk tidak menyentuh permukaan yang
tidak steril
~4~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
ISPA adalah infeksi yang mengenai saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan
bagian bawah beserta adneksanya.
Infeksi Respiratorik Atas Akut terdiri dari Common Cold, Rinitis, Faringitis, Tonsilitis, Sinusitis
dan Otitis Media
Infeksi Respiratorik Bawah Akut terdiri atas Croup (Epiglotitis dan Laringo – Trakeo –
Bronkitis), Bronkitis, Bronkiolitis dan Pneumonia.
2. TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan saluran pernafasan atas akut.
4. PELAKSANAAN
Perawat melakukan anamnesa dan melakukan pemeriksaan tekanan darah pasien kemudian
mencatat di status pasien.
Dokter melakukan anamnesa dan melakukan pemeriksaan tenggorokan pasien menggunakan
senter
Dokter memberi terapi :
Paracetamol 500 mg 3 x sehari jika ada nyeri dan demam
Jika ada alergi : ctm 2-4 mg/ hari
Antibiotik hanya diberikan bila terrjadi infeksi sekunder.
Nasehat pada pasien agar istirahat dan banyak minum serta menghindari paparan
terhadap asap rokok.
Melakukan rujukan apabila dicurigai adanya pneumoni atau kondisi pasien jelek.
5. UNIT TERKAIT
Poli Umum
Poli Anak –MTBS
Rawat Inap
UGD
~5~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Pengendalian Surat Keterangan Sehat adalah sebuah prosedur pemberian surat keterangan
sehat bagi pasien yang memerlukan.
2. TUJUAN
Petunjuk kerja ini sebagai acuan dalam memberikan surat keterangan sehat kepada pasien
yang memerlukannya.
4. PELAKSANAAN
a. Pasien diperiksa tekanan darahnya kemudian dilakukan pemeriksaan fisik oleh petugas di
Balai Pengobatan.
b. Kemudian pasien dipersilakan ke Ruang Tindakan untuk diukur tinggi badan dan ditimbang
BB nya oleh petugas pemberi surat keterangan sehat
c. Tulis TB & BB pasien di formulir Surat Keterangan Sehat beserta TD, Nama, Alamat, Umur,
dan Maksud penggunaan Surat Keterangan Sehat
d. Pasien membayar di kasir dan mendapatkan bukti pelunasan untuk diserahkan ke petugas
yang menangani pemberian surat keterangan sehat
e. Pasien mendapatkan Surat Keterangan Sehat
5. UNIT TERKAIT
Poli Umum
UGD
~6~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Hordeolum adalah suatu infeksi pada satu atau beberapa kelenjar tepi atau di bawah kelopak
mata. bisa terbentuk lebih dari 1 herdeolum pada saat yang bersamaan. Herdeolum biasanya
muncul dalam beberapa hari dan bisa kambuh secara spontan.
2. TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Hordeolum di Puskesmas Hikun.
4. PELAKSANAAN
Perawat melakukan anamnesa dan melakukan pemeriksaan tekanan darah pasien kemudian
mencatat di status pasien.
Dokter melakukan anamnesa dan melakukan pemeriksaan mata pasien menggunakan senter
Dokter memberi terapi :
- Tetes mata klorampenikol atau salep mata oksitetrasiklin diberikan 3 – 4 kali sehari
- Antibiotik : amoxicillin 3 x 500mg
- Bila ada nyeri : antalgin 3 x 1 tablet
- Memberi nasehat kepada pasien agar mata tidak dikucek – kucek dan menjaga kebersihan
mata serta jangan mencoba memecahkan herdeolum, biarkan pecah sendiri.
~7~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Otitis media kronis adalah infeksi pada telinga tengah yang terjadi secara berulang.
2. TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan otitis media kronis.
4. PELAKSANAAN
Perawat melakukan anamnesa dan pemeriksaan tekanan darah pasien kemudian
mencatat di status pasien
Dokter melakukan anamnesa untuk menanyakan :
- Keluhan pasien
- Adanya demam
- Disertai batuk pilek atau tidak
- Cairan yang keluar dari telinga
Dokter memeriksa telinga pasien menggunakan otoskop
Dokter memberi terapi:
- Antibiotik : amoxicillin 3 x 500mg atau kotrimoksazole 480mg 2 x 2 tablet selama 5
hari
- Bila demam : parasetamol 3 x 1 tablet
- Cairan pencuci telinga H2O2
- Nasehat agar pasien tidak mengorek ngorek telinga
~8~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIA
Dermatitis merupakan epidermo-dermatitis dengan gejala subyektif pruritus. Obyektif tampak
inflamasi eritema, vesikulasi, eksudasi, dan pembentukan sisik.
2. TUJUAN
4. PELAKSANAAN
Perawat melakukan anamnesa dan pemeriksaan tekanan darah paien kemudian menulis di
status pasien
Dokter melakukan anamnesa:
- Lamanya sakit
- Riwayat alergi
Dokter melakukan pemeriksaan:
- Bentuk ruam : eritem,krusta,eksudasi
- Lokasi ruam
- Oedema
Dokter memberi terapi :
- CTM 3 x 1 tablet
- Prednison 3 x 1 tablet atau dexametason 3 x 1 tablet
- Salep hydrokortison atau betametason
- Nasehat agar pasien menghindari alergen
~9~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Skabies atau sering juga disebut penyakit kulit berupa budukan dapat ditularkan melalui
kontak erat dengan orang yang terinfeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh infestasi
dan sensitisasi terhadap kutu Sarcoptesscabiei var hominis dan tinjanya pada kulit manusia.
2. TUJUAN
4. PELAKSANAAN
Perawat melakukan anamnesa dan pemeriksaan tekanan darah pasien kemudian mencatat
di status pasien
Dokter melakukan anamnesa
Dokter melakukan pemeriksaan:
- Lokasi gatal
- Ada vesikel maupun pustula
- Ada infeksi sekunder atau tidak
Dokter memberi terapi :
- Salep scabicid atau gameksan dioleskan pada tempat yang gatal setelah itu tidak boleh
mandi elama 24 jam
- CTM 3 x 1 tablet
- Bila ada infeksi sekunder : amoxicillin 3 x 500mg selama 3 hari
~ 10 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit metabolisme yang ditandai oleh tingginya kadar plasma
glukosa (hiperglikemia) yang disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, aksi insulin atau
keduanya.
2. TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksaan penyakit Diabetes Melitus ( DM ).
4. PELAKSANAAN
Perawat melakukan anamnesa dan pemeriksan tekanan darah pasien kemudian mencatat
di status pasien
Dokter melakukan anamnesa
Dokter melakukan pemeriksaan :
- Ada luka atau tidak
Menginstruksikan pada pasien untuk melakukan pemeriksaan laboratorium bila ada indikasi
penyakit Diabetes Melitus (DM)
Dokter memberi terapi:
- Bila kadar gula tinggi : Glibenklamid 3 x sehari
- Merujuk pasien untuk konsultasi ke poli gizi bila kadar gula tinggi
~ 11 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Penulisan resep adalah penulisan obat dan atau tindakan medis yang diberikan kepada pasien
di kertas resep.
2. TUJUAN
Petunjuk kerja ini sebagai acuan dalam Penulisan Resep Internal di Puskesmas Hikun.
4. PELAKSANAAN
Lihat apakah tanggal telah di bubuhkan pada lembar resep yang diterima, apabila
belum tulis tanggal pada resep yang akan dikeluarkan pada bagian atas lembar resep.
Lihat apakah nama dan umur pasien telah tercantum pada lembar resep, apabila
belum, tulis nama dan umur pasien pada bagian bawah resep.
Tulis:
Jenis obat yang akan diberikan beserta dosis pemberian, jumlah obat dan cara
pemberian secara jelas.
Bubuhkan paraf dokter pembuat resep
Contoh:
Puskesmas Hikun
R
/ Obat A x mg
No. X/ 3x1
R
/ Obat B x mg
No. X/ 3x1
Nama:
Umur :
Alamat:
~ 12 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
2. TUJUAN
4. PELAKSANAAN
Perawat melakukan anamnesa dan melakukan pemeriksaan tekanan darah pasien
kemudian mencatat di status pasien
Dokter melakukan anamnesa pada pasien:
- Menanyakan apakah ada rasa gatal atau sakit
- Menanyakan kotoran mata lengket atau cair
- Menanyakan apakah ada rasa mengganjal
Dokter melakukan pemeriksaan pada mata pasien
Dokter memberi terapi:
- Bila mengeluarkan kotoran kental : diberi tetes mata klorampenikol 3 – 4 kali sehari
selama 5 hari
- Bila mengeluarkan kotoran cair : diberi tetes mata sulfasetamid 3 – 4 kali sehari
- Bila mata terasa gatal : ctm 3 x 1 tablet
- Bila terasa nyeri : Antalgin 3 x 1 tablet
~ 13 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Gout adalah merupakan penyakit radang sendi yang terjadi akibat deposisi kristal mono
sodium urat pada persendian dan jaringan lunak.
2. TUJUAN
4. PELAKSANAAN
Perawat melakukan anamnesa dan pemeriksan tekanan darah pasien kemudian mencatat
di status pasien
Dokter melakukan anamnesa
Dokter melakukan pemeriksaan :
- Ada bengkak,kemerahan atau tidak
- Apakah sendi yang nyeri simetris atau tidak
Menginstruksikan pada pasien untuk melakukan pemeriksaan laboratorium bila ada indikasi
penyakit asam urat
Dokter memberi terapi:
- Ibuprofen 400mg 3 x 1 tablet
- Neurotropik 1 x sehari
- Bila kadar asam urat tinggi : allopurinol 1 x sehari
- Merujuk pasien untuk konsultasi ke poli gizi bila kadar asam urat tinggi
~ 14 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Kebersihan ruangan adalah untuk menjaga kebersihan ruangan
1. Tujuan
Untuk mencegah terjadinya kontaminasi penyakit pada pasien dan petugas.
Alat & Bahan
Alat:
a. Sapu
b. Kain pel
c. Lab basah dan kering
Bahan:
a. Wipolt
b. Cling
2. Pelaksanaan
a. Perawat atau petugas melaksanakan tugas kebersihan ruangan setip hari sebelum
melaksanakan tugas yang pokok.
b. Melaksanakan kebersihan ruangan 1 minggu sekali,bongkar besar pada hari jum,at
c. Melakukan pembersihan ruangan dengan menggunakan alat-alat diatas.
~ 15 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Adalah pedoman pelaksanaan pemeriksaan fisik pasien.
2. TUJUAN :
Untuk mengetahui keadaan umum pasien dan selanjutnya membantu menegakkan diagnosa
oleh dokter
3. ALAT DAN BAHAN :
1. Status klien
2. Dracing car/baki beralas
3. Alat-alat ;
- Tensimeter
- Termometer
- Stetoskop
- Jam tangan
- Selimut
- Lampu senter
- Meteran k/p
- Spekulum hidung k/p
- Spatel lidah
- Sarung tangan k/p
- Bengkok
- Kasa steril
- Timbangan badan
- Pena/alat tulis
4. PERSIAPAN
1. Memberitahu pasien
2. Memasang sampiran
3. Menjelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan fisik
4. Mengatur posisi pasien
5. PELAKSANAAN :
1. Melakukan pemeriksaan keadaan/penampilan umum pasien
2. Mencuci tangan
3. Melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital
- Mengukur suhu badan
- Menghitung denyut nadi dan irama pernapasan pasien
- Mengukur tekanan darah
- Mengukur tinggi badan dan berat badan klien ( jika memungkinkan)
~ 16 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
b. Mata
- Mengamati kelengkapan dan kesimetrisan mata, pupil, kornea, iris, konjungtiva,
sclera
- Amati dan palpasi kelopak mata/palpebra
- Melakukan tes ketajaman penglihatan dengan kartu snellen card k/p
- Mengukur tekanan bola mata dengan tonometer k/p
- Melakukan tes luas lapang pandang k/p
c. Hidung
- Mengamati tulang hidung dan posisi septum nasi, lubang hidung k/p menggunakan
speculum
d. Telinga
- Mengamati dan meraba bentuk telinga, ukuran telinga, ketegangan daun telinga
- Mengamati daun telinga k/p menggunakan otoskop
- Kalau perlu melakukan tes pendengaran
e. Mulut dan faring
- mengamati keadan bibir
- mengamati keadaan gusi
- mengamati keadaan lidah
- melakukan pemeriksaan rongga mulut k/p menggunakan spatel lidah
f. Leher
- Mengamati dan meraba posisi trachea, kelenjar tiroid
- Memperhatikan adakah perubahan suara dan mencari penyebabnya
- Mengamati dan meraba adanya pembesaran kelenjar limfe, vena,jugularis, denyut
nadi karotis
~ 17 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
- Mengamati lubang anus ada atau tidak kelainan pada anus, perineum ada jahitan
atau tidak, benjolan pembengkakan
- Meraba konsistensi, nyeri
10. Melakukan pemeriksaan musculoskeletal
- Melakukan pemeriksaan edem pada ekstremitas
- Mengamati kesimetrisan otot
- Menguji kekuatan otot
11. Melakukan pemeriksaan neorologi
- Melakukan pemeriksaan tingkat kesadaran
- Memeriksa tanda-tanda rangsangan otak
- Memeriksa fungi motorik
- Memeriksa fungsi sensorik
- Memeriksa refleks keadaan tendon
12. Merapikan pasien
13. Membereskan obat
~ 18 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
2. TUJUAN
3. PERALATAN
Stetoskop
Tensi Meter
4. PERSIAPAN
Para medis mengatur posisi pasien
Mengataskan lengan baju,jika perlu dilepaskan
5. PELAKSANAAN
Membalut kantong tensi meter pada lengan atas kira-kira 3 cm diatas foss cubiti, dengan
pipa karet diletakkan disebelah luar lengan, dibalut tetapi jangan terlalu kencang.
Memakai stetoskop
Meraba detak arteribracialis dengan ujung jari tengah dan jari telunjuk
Pasien tidak diperkenankan menggenggam / mengepal tangannya
Meletakkan piringan stetoskop diatas arteribracialis tadi
Mengunci sekrup balon karet
Memompakan udara ke dalam kantong dengan cara memijit balon beulang-ulang, akan
terlihat air raksa didalam pipa naik, dipompa terus sampai denyut arteri tidak terdengar
lagi.
Membuka skrup balon dan menurunkan tekanan dengan pelan-pelan
Mendengar dengan teliti dan mmperhatikan sampai angkah beberapa pada skala mulai
terdengar bunyi denyut pertama dan mencatat sebagai tekanan sistole
Meneruskan dengan membuka sekrup tadi perlahan-lahan sampai suara nadi terdengar
lambat dan menghilang dicatat sebagai tekanan diastole
Membuka kantong karet, digulung dengan rapid an dimasukkan kedalam kontak
~ 19 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. TUJUAN
Sebagai pedoman dalam pengukuran tanda tanda vital pasien.
2. RUANG LINGKUP
Pengukuran tensi,nadi,suhu badan,berat badan / panjang badan dan respiratori.
3. KETRAMPILAN
Perawat terampil melakukan pengukuran suhu, respirasi dan berat badan/tinggi badan.
4. ALAT YANG DIPERSIAPKAN
a. Thermometer
b. Timbangan injak
c. Timbangan bayi
d. Papan pengukur panjang badan
e. Alat ukur tinggi badan
f. kapas alkohol
5. INSTRUKSI KERJA
a. Pengukuran suhu
- Siapkan thermometer, pastikan dalam kondisi nol derajat C
- Bersihkan thermometer dengan kapas nalkohol
- Berikan penjelasan pada pasien bahwa akan dilakukan pengukuran suhu tubuh
- Pastikan ketiak pasien dalam keadaan kering dan bersih
- Letakkan thermometer pada ketiak pasien dengan posisi ujung air raksa berada di
ketiak pasien
- Tunggu 5 – 10 menit sampai terdengar bunyi alarm tanda skala pada air raksa,
angka menunjukkan suhu badan dalam satuan 0 C ( derajat celcius )
- Catat pada kartu status
b. Pengukuran berat badan
- Siapkan timbangan injak untuk pasien diatas 5 tahun atau timbangan bayi untuk
pasien balita dan < 2th
- Pastikan jarum menunjukkan angka 0, atur dengan memutat sekrup dibelakang
timbangan.
- Berikan penjelasan pada orang tua pasien bahwa akan dilakukan penimbangan
- Pada bayi,letakkan bayi diatas bak timbangan tanpa beban lain selain baju yang
dipakai,baca angka yang ditunjukkan jarum stabil
- Pada anak > 2th posisi berdiri atau menginjak diatas timbangan, baca hasil pada
jarum menunjukkan angka berapa
c. Pengukuran panjang /tinggi badan
- Siapkan papan panjang badan untuk bayi muda atau alat ukur tinggi badan untuk
pasien > 5 tahun sampai 12 tahun
- Pastikan line merah menunjukkan angka 0
- Berikan penjelasan pada orang tua pasien bahwa akan dilakukan pengukuran
panjang/tinggi badan
~ 20 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
- Pada bayi,letakkan bayi diatas papan pengukur panjang badan sambil kedua
/salah satu kaki diluruskan,baca angka yang ditunjukkan jarum stabil
- Pada anak > 5 th posisi berdiri sambil alat ukur ditarik ke bawah tepat diatas
kepala anak, baca hasil pada jarum menunjukkan angka berapa
~ 21 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Heacting adalah proses penjahitan luka pada kulit.
2. TUJUAN
Sebagai Pedoman dalam menjahit luka
3. ALAT & BAHAN
ALAT:
Handscoen 1 pasang
Spuit 3 cc
Bak Instrumen steril
Masker
BAHAN:
Kapas alcohol 70%
Lidokain Injeksi
Plester
Bethadine solution
Kasa steril
Cairan yang dibutuhkan (NaCl 0,9%, H2O2, dll)
4. PELAKSANAAN
1. Siapkan alat dan bahan
2. Cuci tangan
3. Pakai handscoen
4. Dep luka dengan kasa steril
5. Kemudian bersihkan luka dengan cairan NaCl, kalau kotor sekali siram denga H2O2
6. Setelah itu pasang duk blong dengan posisi bagian yang bolong di daerah luka
7. Olesi daerah luka dan sekitarnya dengan betadine
8. Llalu suntikan lidokain injeksi kurang lebih 2 cc di sekitar pinggiran luka, tunggu kurang
lebih 5 menit.
9. Dep lagi pendarahan dengan kasa steril kemudian bila ada pembuluh darah yang
terpotong diklom dan diikat dengan benang catgut
10. Bila luka cukup dalam, jahit musculus dan mucosa dengan benang cutgut
~ 22 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
11. Pegang bibir luka dengan pinset chirrurrgis. Kalau ada kotoran ambil dengan pinset
anatomi
12. Pasang jarum kulit dan benang kulit di naldvoeder, lalu jahit luka dengan rapi
13. Setelah luka tertutup olesi dengan betadine kemudian beri sofratulle, lalu tutup dengan
kasa steril dan verban
14. bersikhan daerah bekas luka.
15. Duk Blong dibuka
16. Anjurkan pasien untuk menjaga sterilisasi didaerah luka.
~ 23 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Proses perawatan terhadap luka guna mencegah terjadinya infeksi.
2. TUJUAN
Sebagai pedoman dalam melakukan perawatan luka agar penyembuhan sempurna dan tidak
menimbulkan komplikasi terutama infeksi.
4. PERSIAPAN
Siapkan posisi pasien sehingga mudah melakukan tindakan.
Petugas mencuci tangan
Petugas memakai sarung tangan steril.
5. PELAKSANAAN
Pemeriksaan pada luka
Baca intruksi dokter dalam perawatan luka
Menjelaskan pada klientindakan yang akan dilakukan
Menyiapkan alat-alat yang dibutuhkan
Alat-alat didekatkan pada pasien
Buka balutan dengan pinset / tangan yang terpasang sarung tangan gukan alcohol untuk
melepaskan plester
Masukkan kasa kotor ke dalam bengkok kotor, letakkan pinset pada bak alat.
Buka set balutan steril pada area steril pertahankan kesterilan alat dan area sekitarnya.
~ 24 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN :
Adalah pedoman pelaksanaan mengangkat jahitan luka
2. TUJUAN :
Untuk melepaskan benang jahitan pada luka jahitan yang sudah kering.
3. PERSIAPAN ALAT :
1. Alat-alat steril
- 2 pinset sirurgis
- 1 gunting lurus
- Kasa steril dan betadine
~ 25 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN :
Adalah panduan prosedur irigasi telinga
2. TUJUAN :
Membersihkan telinga dari kotoran yang ada di dalam liang telinga luar.
3. PERSIAPAN ALAT :
1. THT set
2. Kain kasa
3. Kapas
4. Bengkok
5. Larutan normal saline
4. PELAKSANAAN :
1. Perawat mencuci tangan
2. Pasien didudukkan dengan posisi kepala dimiringkan sesuai dengan kebutuhan
3. Bengkok diletakkan diatas bahu, dibawa telinga yang akan dibersihkan
4. Spuit diisi cairan normal saline.
5. Dengan menggunakan tangan kiri perawat, daun telinga ditarik keatas dan sedikit
kebelakang, pasien dianjurkan memegang bengkok diatas bahu
6. Ujung spuit diletakkan dimuka liang telinga, dan dilakukan penyemprotan dengan hati-hati
pada sisi atasliang telinga
7. Penyemprotan dilakukan beberapa kali sampai bersih
8. Setelah bersih lubang telinga dibersihkan dengan kapas memakai pinset dan daerah sekitar
telinga dikeringkan dengan handuk
9. Pasien dirapikan
~ 26 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN :
Adalah panduan prosedur membersihkan mata dari kotoran atau zat kimia.
2. TUJUAN :
Membersihkan mata dari kotoran atau zat kimia yang mengkontaminasi.
3. PERSIAPAN ALAT :
1. Boor water 3% atau obat lain yang tersedia pada tempatnya
2. Spuit 5 cc steril
3. Kapas kering
4. Kain kasa steril
5. Bengkok
4. PERSIAPAN PASIEN :
1. Melakukan pendekatan pada pasien dan keluarga
2. Memberikan penjelaan tentang tindakan yang akan dilakukan
3. Pasien diatur dalam posisi duduk dengan kepala miring kea rah mata yang akan dicuci
5. PELAKSANAAN :
1. Perawat mencuci tangan
2. Pasien dianjurkan memegang bengkok
3. Spuit diisi cairan
4. Kelopak mata dibuka
5. Cairan disemprotkan secara perlahan-lahandari arah dalam keluar
6. Setelah bersih kelopak mata dibersihkan dengan kapas, muka dikeringkan dengan kassa
7. Pemberian obat k/p
8. Setelah selesai pasien dirapikan kembali, peralatan dibereskan dan dikembalikan ketempat
semula
~ 27 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN :
Tindakan memasukkan selang karet atau plastik melalui uretra dan masuk kedaam katung
kemih
2. TUJUAN :
~ 28 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 29 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN :
Adalah pedoman pelaksanaan pemberian obat secara intramuskuler.
2. TUJUAN :
Untuk memasukkan obat injeksi ke dalam lapisan muskulair.
3. ALAT DAN BAHAN :
1. Semprit dan jarum steril sesuai ukuran yang dibutuhkan
2. Obat-obatan yang dibutuhkan
3. Kapas alcohol dalam tempatnya
4. PERSIAPAN PASIEN :
1. Memberitahu dan menjelaskan maksud dan tujuan
2. Menyiapkan posisi pasien sesuai dengan kebutuhan
3. Menyiapkan lingkungan aman dan nyaman
5. PELAKSANAAN :
1. Prosedur cara kerja no1 s/d 8 sama dengan prasat memberikan obat secara iv
2. Membebaskan daerah yang akan disuntik dari pakaian
3. Menentukan tempat yang akan disuntik lalu mendesinfeksi kulit tersebut posisi 1/3 tengah
paha luar atau bagian 1/3 SIAS
4. Menusukkan jarum tegak lurus dengan permukaan kulit
5. Penghisap ditarik sedikit bila ada darah obat jangan dimasukkan
6. Obat disemprotkan secara perlahan-lahan
7. Setelah obat mauk seluruhnya, jarum ditarik dengan cepat
8. Kulit ditahan dengan kapas alcohol sambil di masase
~ 30 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Nebulisasi adalah tindakan untuk memasukkan obat atau larutan ke dalam saluran nafas atas
sampai dengan alveoli paru-paru.
2. TUJUAN
1. Mengencerkan secret yang kental
2. Memudahkan penderita mengeluarkan dahak dari saluran paru.
3. Melebarkan saluran nafas pada penderita asma.
3. ALAT DAN BAHAN
1. Alat nebulizer
2. Micromist
3. Bengkok
4. Obat-obatan sesuai advis dokter
4. PERSIAPAN PENDERITA :
1. Pasien diberitahu maksud dan tujuan dari tindakan nebulisasi
2. Posisi pasien diatur sesuai dengan kebutuhan.
5. PELAKSANAAN
1. Nyalakan tombol nebulizer
2. Penderita memegang tangkai micromist
3. Hirup uap yang keluar dari micromist sambil latihan nafas
4. Hentikan terapi bila penderita merasa sesak
5. Bila uap sudah tidak keluar dari micromist matikan alat ( 15 menit)
6. Evaluasi penderita
7. Terapi selesai konsulkan ke dokter bila terapi sudah 5 kali atau bila terjadi keluhan saat
diterapi
~ 31 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Syok Anafilatik adalah syok yang disebabkan karena pemberian obat secara suntikan dan
kadang-kadang per oral.
2. TUJUAN
Sebagai pedoman dalam menangani pasien syok anafilatik.
3. ALAT DAN BAHAN
Tabung oksigen
Tensimeter
Ambulance bila dirujuk
Infuse set
Adrenalin injeksi
Dexamethasone vial
Jarum suntik disposable 2,5 cc, 3 cc
Cairan infuse
4. PERSIAPAN PASIEN
Pasien ditidurkan dengan posisi kepala lebih rendah dibandingkan kaki atau lengan.
Melonggarkan pakaian.
Membebaskan jalan nafas
5. PELAKSANAAN
Pemeriksaan fisik : tensi, nadi, suhu , RR dan kondisi umum pasien
Catat pada rekam medis
Beri suntikan Adrenalin 0,3 ml intra muscular pada lengan atas (untuk dosis anak 0,01
cc/kb BB)
Bila perlu dapat diulang tiap 15 menit, umumnya diperlukan 1-4 kali pemberian.
Pasang torniquet proksimal dari tempat suntikan (untuk mencegah penyebaran), torniquet
dikendorkan tiap sepuluh menit.
Jaga sistem pernafasan dan kardiovaskuler agar berjalan dengan baik.
Pasang infus bila diperlukan.
Dosis hidrokortisone 5 mg/kg BB, dapat diulang tiap 4-6 jam.
Bila keadaan tidak membaik, persiapkan rujukan ke vasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
~ 32 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Proses pencabutan kuku pasien yang mengalami gangguan.
2. TUJUAN
Prosedur ini sebagai pedoman dalam melakukan atau menjelaskan cara mencabut/ekstraksi
kuku pada pasien.
3. ALAT & BAHAN
ALAT:
Minor surgery set
Near Beken (Bengkok)
BAHAN:
Kasa Steril
Cairan Betadine 10 %
Spuit 3 cc
Cairan Lidocain
Sarung tangan Steril
Verban Gulung
Plester
4. PELAKSANAAN
1. Jelaskan pada pasien tentang prosedur/tindakan yang akan dilakukan
2. Minta form persetujuan tindakan medik yang sudah ditanda tangani oleh dokter
3. Petugas mencuci tangan
4. Dekatkan alat-alat yang akan digunakan
5. Atur posisi pasien untuk mempermudah petugas melaksanakan tindakan.
6. Gunakan sarung tangan steril
7. Desinfeksi daerah kuku yang akan dicabut/ekstraksi dengan menggunakan cairan
betadine
8. Anastesi bagian kuku yang akan diekstraksi dengan menggunakan lidokain. Tunggu 5
(lima) menit
~ 33 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
9. Pastikan pasien sudah merasa baal (mati rasa) pada daerah kuku yang telah disuntikan
lidokain
10. Angkat kuku dengan menggunakan klem dari tepi kiri ke kanan atau arah sebaliknya
11. Bersihkan bagian atas jari yang kukunya telah diangkat, perlahan-lahan dengan
menggunakan kassa steril. Letakan sofratulle di atas permukaan tersebut, kemudian
tempelkan kassa steril yang sudah diberi betadine. Balut daerah kuku dengan
menggunakan verban gulung
12. Rapihkan alat-alat dan letakan ditempat semula
13. Petugas mencuci tangan
14. Catat semua tindakan yang telah dilakukan ke dalam buku status dan register.
~ 34 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Proses Insisi pada abses guna mengeluarkan nanah dari dalam abses.
2. TUJUAN
Prosedur ini sebagai acuan dalam melakukan atau menjelaskan cara mengincisi abses pada
pasien.
3. ALAT & BAHAN
ALAT:
Pisau Bisturi
Near Beken (Bengkok)
BAHAN:
Kasa Steril
Injeksi Lidocaine
Cairan Betadine 10 %
Cairan Alkoho 70 %
Cairan Etil Klorida
Sarung tangan Steril
Plester
4. PELAKSANAAN
1. Jelaskan pada pasien tentang prosedur/tindakan yang akan dilakukan
2. Minta form persetujuan tindakan medik yang telah ditanda tangani oleh dokter dan
pasien tentang tindakan yang akan dilakukan kepada pasien
3. Dekatkan alat-alat yang akan digunakan
4. Atur posisi pasien untuk mempermudah petugas melaksanakan tindakan
5. Petugas mencuci tangan
6. Pakai sarung tangan steril
7. Desinfeksi daerah yang akan diincisi (daerah abses dan sekitarnya) dengan menggunkan
cairan betadine 10%, selanjutnya alkohol 70 %
Anastesi bagian yang akan diincisi dengan menggunakan cairan etil klorida spray
~ 35 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
8. Lakukan incisi pada daerah abses dengan menggunakan pisau bisturi dengan cara
menyilang
9. Keluarkan pus dan darah yang berada pada abses dengan cara ditekan secara perlahan-
lahan kearah lokasi incisi dengan menggunakan kassa steril
10. Jika pus dan darah yang ada pada abses sudah keluar semua maka proses pemijatan
dihentikan
11. Luka pus dan darah yang ada pada abses pus tidak dapat keluar semua maka dilakukan
pamasangan hanskun drain
12. Tutup daerah incisi dengan mengunakan kasa steril yang telah diberi cairan betadine
13. Berikan penjelasan pada pasien agar melakukan penggantian perban tiap hari
14. Rapihkan alat-alat dan letakan ditempat semula
15. Lepaskan sarung tangan, dan buang ke tempat sampah infeksius
16. Petugas mencuci tangan
17. Catat semua tindakan yang telah dilakukan ke dalam buku status pasien dan buku
register.
~ 36 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Adalah suatu peningkatan abnormal suhu tubuh ( pagi> 37,2 0 C , siang > 37,7 0 C ) sebagaii
akibat gangguan dari sistim pengaturannya.
2. TUJUAN
Untuk melaksanakan perawatan medis dan asuhan keperawatan pasien dengan
demam
3. ALAT DAN BAHAN
1. Tensimeter, stetoskop ,thermometer air raksa
2. Obat-obatan sesuai advis dokter
4. PERSIAPAN
1. Pasien diposisikan tidur terlentang atau posisi lain sesuai kebutuhan.
5. PELAKSANAAN
ANAMNESA
Salam/sapa penderita/pengantar pasien dengan ramah
Tanyakan identitas penderita (nama, umur, alamat, kepala keluarga)
Tanyakan apakah pernah mengalami demam seperti ini sebelumnya
Tanyakan permulaan timbulnya demam
Tanyakan berapa lama demamnya
Tanyakan sifat harian demam ( apakah naik turun )
Tanyakan apakah ada kejang sebelumnya.
Tanyakan keluhan penyerta demam ( batuk, pilek, nyeri telan, pusing, nyeri sendi,
mual, muntah, mencret nyeri saat kencing dll )
PEMERIKSAAN FISIK
A. Inspeksi
Perhatikan keadaan umum dan vital sign.
Perhatikan gejala dan tanda dehidrasi, perdarahan, syok, infeksi / sepsis.
Perhatikan keadaan saluran nafas ( Rongga hidung, tonsil, faring )
B. Auskultasi
Adakah suara abnormal paru ( rhonki atau wheezing )
Adakah suara abnormal jantung ( mur-mur )
Adakah peningkatan atau penurunan bising usus
C. Palpasi
Apakah ada gejala dan tanda anemis, ikterus, sionosis, sesak.
Apakah ada tanda – tanda syok, dehidrasi, perdarahan, infeksi,
Apakah ada tanda – tanda infeksi pada mata, telinga, hidung, tenggorokan, mulut.
Apakah ada pembesaran kelenjar getah bening.
~ 37 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan DL, UL, Widal, SGOT, SGPT, BUN, kreatinin.
Pemeriksaan feses
Foto thorax
Foto sinus
USG abdomen
DIAGNOSA
Demam dibedakan menjadi :
1. Intermiten : temperatur naik turun, berbeda lebih dari satu derajat, dan pernah turun
ke tingkat yang normal selama beberapa jam dalam satu hari (Sering pada infeksi
sistemik, keganasan dan demam obat ).
2. Septik :Suhu badan berangsur naik ke tingkat yang tinggi sekali pada malam hari dan
turun kembali ke tingkat di atas normal pada pagi hari. Serng disertai keluhan
mengginggil dan berkeringat ( abses, limfoma, TB milier ).
3. Remiten :Suhu badan dapat turun setiap hari tetapi tidak pernah mencapai suhu normal
. Khas pada tuberkulosis, penyaki virus, infeksi bakteri, demam noninfeksius.
4. Sustained fever / continued fever : demam tanpa variasi diurnal, variasi suhu <
0,5 0 C
5. Relapsing fever : demam dengan beberapa hari bebas demam ( Malaria, DHF, abses,
ISK ).
PENATALAKSANAAN
Pasang infus ( RL, NS, D5% ) sesuai indikasi.
Antipiretik ( oral : parasetamol, cargesik, ibuprofen; parenteral : Xilomidon, novalgin,
antrain ) sesuai indikasi.
Antibiotik ( oral : amoxicillin, ampicillin, eritromisin, cefadroxil ; parenteral : amoxicillin,
ampicillin, cefotaxime, ceftriaxon ) sesuai indikasi.
Anti mual muntah( Ranitidin, ulsikur, metoklopramid, piralen ) sesuai indikasi.
Diet tinggi kalori tinggi protein.
~ 38 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
adalah suatu keada dimana frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali perhari atau lebih dari 200
gram dalam 24 jam dengan konsistensi tinja berbentuk cair.
2. TUJUAN
Untuk melaksanakan perawatan medis dan asuhan keperawatan pasien dengan diare dengan
dehidrasi.
4. PERSIAPAN
Pasien diposisikan tidur terlentang atau posisi lain sesuai kebutuhan.
Pakaian pasien dilepas dan dilonggarkan
5. PELAKSANAAN
ANAMNESA
Salam/sapa penderita/pengantar pasien dengan ramah
Tanyakan identitas penderita (nama, umur, alamat, kepala keluarga)
Tanyakan apakah pernah mengalami diare seperti ini sebelumnya
Tanyakan permulaan timbulnya diarei ( kapan mulai, mendadak atau berangsu –
angsur )
Tanyakan berapa kali frekuensi diare.
Tanyakan konsistensi dari tinja ( cair, lembek )
Tanyakan adakah nyeri perut
Tanyakan adakah rasa mual, muntah.
Tanyakan riwayat makan dan minum sebelumnya
Tanyakan riwayat demam.
Tanyakan kapan terakhir kali kencing.
Tanyakan adakah penurunan nafsu makam dan minum.
Tanyakan adakah batuk, pilek, nyeri telan.
PEMERIKSAAN FISIK
D. Inspeksi
Perhatikan keadaan umum ( tingkat kesadaran, anemia, ikterus, sianosis, sesak )
~ 39 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 40 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Tensimeter, stetoskop
Alat pengukur kadar gula
Obat-obatan sesuai advis dokter
4. PERSIAPAN
5. PELAKSANAAN
ANAMNESA
Salam/sapa penderita/pengantar pasien dengan ramah
Tanyakan identitas penderita (nama, umur, alamat, kepala keluarga)
Tanyakan apakah pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya
Tanyakan apakah terasa lapar
Tanyakan apakah terasa pusing
Tanyakan apakah terasa mengantuk
Tanyakan apakah keluar keringat dingin
Tanyakan apakah terasa berdebar – debar
Tanyakan apakah terasa gemetar
PEMERIKSAAN FISIK
H. Inspeksi
Perhatikan keadaan umum pasien
Perhatikan tingkat kesadaran pasien
Perhatikan tanda – tanda hipoglikemi
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan gula darah sesaat ( GDA)
DIAGNOSA
GDA < 60 mg/dl
PENATALAKSANAAN
Pisang / roti / kompleks karbohidrat lain, jika gagal.
Teh gula, bila gagal.
~ 41 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 42 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Adalah suatu keadaan klinis dengan keluhan nyeri perut yang terjadi secara tiba-tiba.
2. TUJUAN
Untuk melaksanakan perawatan medis dan asuhan keperawatan pasien dengan kolik
abdomen.
Tensimeter, stetoskop
Sarung tangan lateks dan steril
Oksigen bila dibutuhkan
Obat-obatan sesuai advis dokter
4. PERSIAPAN
5. PELAKSANAAN
ANAMNESA
Salam/sapa penderita/pengantar pasien dengan ramah
Tanyakan identitas penderita (nama, umur, alamat, kepala keluarga)
Tanyakan apakah pernah mengalami nyeri seperti ini sebelumnya
Tanyakan permulaan timbulnya nyeri ( kapan mulai, mendadak atau berangsu – angsur
)
Tanyakan lokasi nyeri ( menetap, pindah, beralih )
Tanyakan sifat nyeri ( seperti ditusuk, tekanan, terbakar, irisan, bersifat kolik )
Tanyakan faktor yang mempengaruhi nyeri ( adakah yang memperingan atau
memperberatkan, seperti sikap tubuh, makanan, minuman, nafas dalam, batuk,
bersin, defekasi, miksi )
Tanyakan apakah ada muntah atau sembelit.
Tanyakan apakah ada nyeri tekan.
PEMERIKSAAN FISIK
I. Inspeksi
Perhatikan keadaan umum, wajah, denyut nadi, pernafasan, suhu badan dan sikap
berbaring.
Perhatikan gejala dan tanda dehidrasi, perdarahan, syok, infeksi / sepsia.
~ 43 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
J. Auskultasi
Adakah peningkatan atau penurunan bising usus ( pada ileus obstruksi, ileus paralitik,
peritonitis )
K. Perkusi
Apakah ada nyeri tinju daerah sisi dan kostovertebral ( pada radang / abses diruang
subfrenik antara hati dan diafragma )
Apakah ada udara atau cairan bebas di rongga perut ( Timpani / pekak pada perforasi
usus )
L. Palpasi
Apakah ada nyeri tekan ( Perut kanan atas saat inspirasi / Murphy sign pada
kolesistitis, perut kanan bawah / Mc burney pada appedisitis akut )
Apakah ada nyeri lepas ( pada peritonitis, appedisitis akut)
Apakah ada massa ( pada abses appendik, tumor abdomen )
Apakah ada kontraksi otot perut jika dirangsang / defans muskuler ( pada peritonitis )
M. Tanda dan uji spesifik
Uji iliopsoas dengan mengangkat tungkai pasien dengan lutut ekstensi dan pemeriksa
memberikan tahanan ( positis jika ada nyeri di bagian perut belakang pada appendisitis
akut )
Uji obturator dengan memutar tungkai pasien secara endorotasi atau eksorotasi pada
posisi fleksi sendi lutut atau panggul 90 0 ( positif bila ada nyeri pada appendisitis
akut )
Pemeriksaan kanalis inguinalis dan femoralis ( pada hernia )
Colok Dubur ( nyeri tekan arah jam 10.00 – 11.00 pada appendisitis akut )
Colok vagina ( pada kehamilan ektopi terganggu / KET , adneksitis, torsi kista ovarium
)
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan DL, UL, SGOT, SGPT, BUN, kreatinin.
Pemeriksaan feses
Foto polos thorax
Foto polos abdomen
USG abdomen
Colon in loop
Endoskopi
CT – scan abdomen
DIAGNOSA
Nyeri hebat menyababkan pasien kolaps : kolik empedu, perforasi tukak lambung,
obstruksi usus halus akut, perforasi appendik akut, KET, pancreatitis akut.
Nyeri mendadak dan tidak tertahankan : kolik ureter,, kolik empedu, tanda infark jantung,
tanda perforasi tukak peptic, rupture aorta abdomen.
Nyeri hebat yang timbul mendadak dan semakin hebat : pancreatitis akur, KET yang
pecah.
Nyeri sentral hebat terpusat di perut : tahap awal obstruksi usus halus, appendicitis ,
pakreatitis. Bila disertai syok : volvulus usus halus, KET, pancreatitis akut, oklusi pembuluh
koroner.
Nyeri kolik disertai muntah dan distensi tanpa defans muskuler : obstruksi usus halus.
~ 44 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Nyeri lokal disertai nyeri tekan dan defans muskuler pada tempat nyeri tergantung tempat
:
Perut kanan atas : perforasi tukak peptic duodenum, abses hati, kolesistitis akut.
Perut kiri atas : rupture limpa, infark jantung, pancreatitis akut.
Perut kanan bawah : appendicitis akut, KET, adneksitis.
Perut kiri bawah : KET, adneksitis.
PENATALAKSANAAN
Pada kasus yang tidak memerlukan pembedahan ( kolesistitis akut, pakreatitis akut, radang
panggul )
Pasang infus ( RL, D5 %. NS )
Analgetik sebaiknya tidak diberikan
Antibiotik sesuai indikasi ( ampicillin 3 x 1 g iv, cefotaksim 3 x 1g iv, cetriaxon 2 x 1 g
iv))
Anti mual sesuai indikasi ( ranitidine (ulsikur ) 2 x 1 ampul iv )
Anti muntah sesuai indikasi ( metokopramid ( piralen ) 3 x 1 ampul iv )
Observasi vital sign dan gejala, jika membaik rawat inap atau jika memburuk segera
rujuk ke vasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Pada kasus yang memerlukan pembedahan ( appendisitis akut, KET, perforasi usus, ileus
obstruksi )
Pasang infus ( RL, D5%, NS )
Pasang selang naso gastrik sesuai indikasi.
Segera rujuk ke vasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
~ 45 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Adalah suatu keadaan dimana frekuensi rata – ratadari pernafasan tiap menit lebih dari normal (
dewasa RR > 20 x/menit; anak < 5 thn RR > 40-60x/mnt)
2. TUJUAN
Untuk melaksanakan perawatan medis dan asuhan keperawatan pasien dengan sesak nafas.
Tensimeter, stetoskop
EKG
Alat pengukur kadar gula
Kanule oksigen (Nasal kanule, Sungkup O2)
Tabung oksigen yang berisi O2
Houmedifire (tabung pelembab)
Air steril (aqua bidest)
Plester
Obat-obatan sesuai advis dokter
4. PERSIAPAN
Pasien diposisikan duduk / setengah duduk / berbaring atau posisi tertentu sesuaidengan
kenyamanan pasien.
Pakaian pasien dilepas dan dilonggarkan
5. PELAKSANAAN
Anamnesa
Salam/sapa penderita/pengantar pasien dengan ramah
Tanyakan identitas penderita (nama, umur, alamat, kepala keluarga)
Apakah pernah sakit seperti ini sebelumnya
Riwayat sakit sebelunnya ( asma, jantung, HT, DM )
Bagaimana awal terjadinya sesak ( sangat cepat, mendadak, pelan, berulang )
Apakah sesak dipengaruhi oleh aktivitas atau perubahan posisi
Apakah ada gejala penyerta lain seperti panas, nyeri dada,batuk.
~ 46 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pemeriksaan fisik
Posisi penderita duduk/setengah duduk – berbaring/duduk dengan tangan bertumpu
kursi/tempat tidur atau sesuai dengan kebutuhan
Pola pernapasan
- Cepat - Dalam
- Cepat - Dangkal
- Pelan - Memanjang
- Cuping - Hidung
- Cheyne – Stokes
Umum :
- Tampak Sakit Keras ?
- Sianosis
- Tekanan Darah / Nadi / Respirasi
- Suhu
Penatalaksanaan
Pasang infuse ( NS, RL, D5% ) sesuai indikasi.
Pasang O2 ( 2 – 4 liter / menit )
Jika Sesak karena Asma berikan bronkodilator ( aminofilin 4 – 6 mg /kg BB / iv, salbutamol 1
ampul iv, nairet 0,5 cc sc ).
~ 47 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Jika sesak karena gagal jantung berikan diuretika ( Furosemid, lasix ) / ACE inhibitor ( captopril )
/ digitalis ( digoxin ) / nitrat ( ISDN ) / B – Bloker ( Bisoprolol ) / Ca Bloker ( amlodipin
) atau kombinasi.
Jika sesak karena DM koreksi gula darah dengan obat parenteral ( insulin ), oral ( Glibenclamid,
metformin ) sesuai indikasi.
Jika sesak karena anemia berikan obat antianemia ( preparat Fe ) atau tranfusi darah (
Dirujuk).
~ 48 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Dekontaminasi adalah langkah penting pertama untuk mengani peralatan,perlengkapan,sarung
tangan,dan benda-benda lain yang terkontaminasi.
Tujuan
Untuk mambunuh berbagai jenis virus seperti virus hepatitis B dan HIV.
Alat & Bahan
Alat:
Sarung tangan
Gelas ukur
Drigen 2 liter
Bahan:
Larutan clorin
Air
Pelaksanaan
Pakai sarung tangan terlebih dahulu
Siapkan drigen dan masukkan larutan klorin 200liter kedalam drigen kemudian tambahkan air 1800
liter
Larutan siap pakai.
~ 49 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Pedoman yang digunakan sebagai panduan operasional alat sterilisator.
2. TUJUAN
Sebagai pedoman pemakaian alat sterilisator.
3. INSTRUKSI KERJA:
Persiapan
a. Pastikan sterilisator dalam keadaan bersih dan kosong.
b. Stop kontak terlepas dari cop listrik
c. Pastikan alat medis yang akan disterilisasi dalam keadaan bersih
Pelaksanaan
a Alat yag akan disterilisasi diletakkan di atas sarangan
[Link] suhu ke arah 170 C dengan memutar knop.
c. Sterilisator ditutup, selanjutnya hidupkan dengan menekan power kea rah “ON”
d. Proses sterilisasi selesai bila untuk alat 60 menit, untuk kassa 15 menit.
e. Matikan mesin sterilisator dengan menekan tombol “OFF”
~ 50 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Upaya mendapatkan peralatan gigi yang steril guna mencegah terjadinya penyebaran infeksi
silang dari satu penderita ke penderita yang lain dengan cara pemanasan uap 1210C selama +
20 menit
2. Tujuan
- Mencegah tercadinya penularan penyakit dari penderita satu ke penderita yang lain atau
ke operator.
- Mencegah terjadinya komplikasi pasca tindakan pencabutan gigi dan lain-lain.
- Memberikan rasa aman petugas dalam melakukan tindakan pada penderita
3. Alat dan bahan
Box sterilisator,
4. SOP
1. Setelah dicuci bersih, keringkan semua peralatan stainlees steel.
2. Masukkan peralatan pada rak-rak yang ada dalam box sterilisator.
3. Tutup pintu sterilisator, kemudian nyalakan dengan menekan tombol bulat hingga
tampak lapu indikatornya menyala.
4. Tekan dua tombol oval disebelahnya hingga dua lampu indikatornya menyala.
5. Jangan membuka pintu sterilisator selama proses sterilisasi berlangsung.
6. Secara otomatis, dua lampu indikator pada dua tombol ovalnya akan padam
menandakan proses sterilisasi selesai.
7. Namun biarkan, dan jangan dibuka terlebih dahulu pintu sterilisatornya selam + 10
menit.
8. Proses sterilisasi selesai dan peralatan bias digunakan kembali.
~ 51 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Rujukan, adalah tindakan memindahkan pasien atau mengirim pasien ke Rumah Sakit, guna
mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
2. TUJUAN
Sebagai acuan bagi petugas UGD, rawat inap dan persalinan dalam merujuk pasien ke Rumah
Sakit
3. PELAKSANAAN
a. Semua pasien yang dapat ke UGD Puskesmas Ngempit ( baik di rujuk maupun tidak )
harus dilakukan pemeriksaan fisik terlebih dahulu dan dibuatkan rekam medic.
b. Petugas harus menanyakan apakah pasien mempunyai kartu Jamkesmas atau tidak.
c. Unyuk pasien umum, sebelum dirujuk pasien / keluarga harus menyelesaikan administrasi
terlebih dahulu.
d. Bila kondisi gawat darurat yang mengancam jiwa, harus dilakukan tindakan pertolongan
terlebih dahulu ( baik pasien umum maupun Jamkesmas ), minimal pemberian cairan
infuse dan oksigen, obat-obatan yang tidak terlalu perlu tidak usah diberikan.
e. Melakukan komunikasi pra rujukan dengan rumah sakit yang dituju melalui telepon,
dengan menjelaskan kondisi pasien, obat-obatan yang diberikan dan tindakan yang sudah
dilakukan.
f. Penderita yang dirujuk harus diantar dengan ambulance disertai perawat / bidan dengan
membawa obat dan alat yang dipelukan.
g. Bila pasien menolak untuk dirujuk, tetap dilakukan motivasi semaksimal mungkin, bila
pasien tetap menolak, pasien / keluarga pasien diminta untuk menandatangani surat
pernyataan menolak rujukan.
~ 52 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengetian
Tindakan pengeluaran gigi dari soketnya karena sudah tidak memungkinkan lagi untuk dipertahankan
keberadaannya didalam rongga mulut.
2. Tujuan
Pencabutan gigi penderita dengan proses trauma dan luka yang minimal agar proses
penyembuhannya cepat
4. SOP
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
2. Menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh penderita dengan cara menggunakan
alat pelindung :
a. Sepasang sarung tangan
b. Masker
3. ulasi daerah titik suntik di rongga mulut dengan larutan antiseptik povidon iodin sebelum
dilakukan anastesi lokal.
4. Melakukan anastesi lokal dengan disposible syringe.
5. setelah 5-10 menit kemudian, Dilakukan Bein pada gigi yang akan diekstraksi, hingga
gigi menjadi goyang.
6. Mengeluarkan gigi yang sudah goyang dari rongga mulut dengan menggunakan tang
cabut.
7. Hentikan perdarahan dengan menekankan kasa tanpon pada bekas pencabutan.
8. Berikan instruksi pasca pencabutan.
~ 53 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. TUJUAN
Sebagai pedoman bagi petugas dalam melakukan desinfeksi alat kesehatan.
2. RUANG LINGKUP
Semua alat kesehatan yang diperlukan dalam pelaksanakan pelayanan di poligigi didesinfeksi
setelah pemakaian di Puskesmas Hikun.
3. URAIAN
Desinfeksi adalah salah satu cara untuk menghilangkan kuman/membunuh mikroba pada
permukaan alat.
Bahan desinfekstan yang digunakan :
- Larutan Khlorin 0,5%
- Bayclin 10 %
4. PERSIAPAN :
4.1 Cara pembuatan larutan desinfektan Khlorin 0,5% :
4.1.1 Tambahkan 1 sendok makan kaporit ke dalam 2 liter air bersih.
4.1.2 Aduk sampai benar-benar larut menggunakan sendok plastic.
4.2 Cara pembuatan larutan Bayclin 10 % :
4.2.1 Tambahkan bayclin ke dalam air bersih dengan perbandingan 1 : 10
4.2.2 Aduk sampai bercampur rata menggunakan sendok plastic.
~ 54 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
I. ANAMNESA
Lakukan anamnesa dengan menggali informasi sebanyak-banyaknya dari penderita/pengantar:
Salam/sapa penderita/pengantar pasien dengan ramah
Tanyakan identitas penderita (nama. Umur, alamat, pekerjaan)
Tanyakan keluhan apa yang ada
Tanyakan gigi mana yang sakit
Tanyakan apakah sakitnya karena rangsangan manis asem, panas dingin
Tanyakan apakah sakitnya menetap/lama atau tidak
Tanyakan apakah ada kebiasaan mengerot waktu tidur
Catat hasil anamnesa pada kartu status.
III. DIAGNOSA
Klasifikasikan diagnosa berdasarkan hasil pemeriksaan
IRRITATIO PULPAE (1501)
Catat diagnosa pada kartu status
IV. PENATALAKSANAAN
Menghilangkan rangsangan
Gigi ditumpat(tergantung kedalaman), bila belum terlalu dalam diobservasi (tunggu 3-6
bulan)
Catat pengobatan pada kartu status
V. PENYULUHAN
Menjelaskan pada penderita dan pengantar untuk :
Membersihkan gigi secara benar dan teratur.
Kontrol 6 bulan sekali
~ 55 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Tindakan pembersihan karang gigi dalam upaya mencegah kerusakan jaringan penyangga gigi
yang mengakibatkan gigi goyang bahkan terlepas dari soketnya.
2. Tujuan
1.1 Mencegah gusi berdarah.
1.2 Mencegah gigi sensitif dengan terbukanya bagian akar gigi
1.3 Mencegah gigi goyang
1.4 Menghilangkan bau mulut
4. SOP
9. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
10. Menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh penderita dengan cara menggunakan
alat pelindung :
a. Sepasang sarung tangan
b. Masker
11. ulasi daerah gigi dan gusi di rongga mulut yang akan dibersihkan dengan larutan
antiseptik povidon iodin
12. lakukan pengambilan karang gigi dengan menggunakan chisle untuk gigi-gigi depan atas
dan bawah dan menggunakan sickle wing shape untuk gigi-gigi belakang atas dan
bawah.
13. sedangkan daerah interdental menggunakan sickle lancip.
14. pulas gigi-gigi yang telah dibersihkan karang giginya dengan contra angle hand piece low
speed dan steel bur hingga permukaan gigi-gigi tersebut halus.
15. Berikan instruksi pasca pembersihan karang gigi.
~ 56 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Upaya Klien untuk menambah pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut dengan cara dialog
atau tanyajawab dengan petugas kesehatan gigi
2. Tujuan
Memberi pemahaman kepada klien mengenai kesehatan gigi dan mulutnya sebagaimana yang
diharapkan baik yang sedang dikeluhkan atupun yang tidak dikeluhkan.
4. SOP
a. Mempersilahkan Klien duduk di dental unit
b. Menyiapkan air kumur kemudian mempersilahkan kumur
c. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
d. Menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh penderita dengan cara menggunakan
alat pelindung :
a. Sepasang sarung tangan
b. Masker
e. Dilakukan pemeriksaan rongga mulut secara menyeluruh.
f. Klien dipersilahkan kumur kembali
g. Kemudian proses tanya jawab dan penjelasan dilakukan
h. Berikan instruksi, saran atau nasehat mengenai kesehatan gigi dan mulutnya.
~ 57 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Tujuan :
Sebagai petunjuk dalam penulisan resep internal dan eksternal.
2. Ruang lingkup
Semua resep internal (untuk kamar obat Puskesmas Hikun) dan resep eksternal (apotik
luar).
~ 58 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
i. Resep obat suntik dari golongan Narkotika harus dibubuhi tanda tangan dokter tidak cukup
dengan paraf.
6. Buku Referensi :
- ARS Prescribendi (Penulisan Resep yang Rasional)
7. Indikator kinerja :
- Resep jelas dapat dibaca oleh Penerima Resep.
~ 59 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Tindakan Konservasi/perbaikan pada gigi dalam keadaan rusak/lobang dan masih
memungkinkan untuk dapat dipertahankan keberadaannya di dalam rongga mulut dengan
cara dilakukan penambalan/penumpatan.
2. Tujuan
Memperbaiki gigi yang lobang agar bisa berfungsi kembali dengan baik didalam rongga mulut
4. SOP
a. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
b. Menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh penderita dengan cara menggunakan
alat pelindung :
a) Sepasang sarung tangan
b) Masker
c. Dilakukan preparasi ruang lobang gigi (Cavitas) untuk mengambil jaringan nekrotik dengan
pengmbilan jaringan gigi yang sehat seminimal mungkin sehingga tersisa jaringan
kerasnya saja.
d. Cuci cavitas dengan menyemprotkan air mengalir.
e. siapkan bahan tambalan.
f. lakukan isolasi pada gigi tersebut dengan cotton rool pada dua sisi lingual dan bukal
kemudian cavitas dikeringkan.
g. Aduk bahan tambalan kemudian aplikasikan pada gigi yang lobang dengan menggunakan
spatula semen.
h. buang kelebihan bahan tambalan dan pastikan dalam keadaan halus serta tidak ada
unndercut.
i. berikan instruksi pasca penambalan.
~ 60 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1 .Tujuan :
Sebagai petunjuk dalam penulisan resep internal dan eksternal.
2. Ruang lingkup
Semua resep internal (untuk kamar obat Puskesmas Hikun) dan resep eksternal (apotik luar).
g. Cek Identitas pasien sesuai (nama, umur, alamat, tanggal kunjungan, diagnosa/kode
penyakit)
h. Menulis resep diawali dengan tanda “ R / ” ( Recipe) .
i. Menulis Nama obat dengan jelas dan dapat dibaca penerima resep (petugas kamar obat).
j. Menuliskan dosis pemberian obat : berapa kali , berapa banyak, satuan obat dalam satu
hari.
k. Menuliskan jumlah obat yang diberikan dan waktu minum (khusus obat diminum sebelum
makan/waktu tertentu)
l. Resep ditutup dengan tanda tutup garis panjang mendatar dan diparaf dokter.
~ 61 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
r. Resep obat suntik dari golongan Narkotika harus dibubuhi tanda tangan dokter tidak cukup
dengan paraf.
7. Indikator kinerja :
- Resep jelas dapat dibaca oleh Penerima Resep.
~ 62 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Upaya Klien untuk menambah pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut dengan
caradialog atau tanyajawab dengan petugas kesehatan gigi
2. Tujuan
Memberi pemahaman kepada klien mengenai kesehatan gigi dan mulutnya sebagaimana yang
diharapkan baik yang sedang dikeluhkan atupun yang tidak dikeluhkan.
4. SOP
a. Mempersilahkan Klien duduk di dental unit
b. Menyiapkan air kumur kemudian mempersilahkan kumur
c. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan
d. Menghindari kontak langsung dengan cairan tubuh penderita dengan cara menggunakan
alat pelindung :
a) Sepasang sarung tangan
b) Masker
e. Dilakukan pemeriksaan rongga mulut secara menyeluruh.
f. Klien dipersilahkan kumur kembali
g. Kemudian proses tanya jawab dan penjelasan dilakukan
h. Berikan instruksi, saran atau nasehat mengenai kesehatan gigi dan mulutnya.
~ 63 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1 PENGERTIAN
Tuberkulosis adalah suatu penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh mycobacterium
tuberkulosis
2. TUJUAN
4. PELAKSANAAN
Perawat melakukan anamnesa dan pemeriksaan tensimeter,suhu badan bila pasien panas
kemudian mencatat di status pasien.
Dokter melakukan anamnesa
Dokter melakukan pemeriksaan
Bila hasil pemeriksaan,pasien dicurigai menderita sakit TBC,dokter menginstruksikan
pasien untuk melakukan pemeriksaan dahak.
Bila hasil pemeriksaan dahak,pasien dinyatakan Positif menderita TBC,maka dokter
merujuk pasien ke petugas TB untuk diberi OAT
Petugas TB menimbang Berat Badan pasien
Petugas memberi OAT dengan dosis sesuai dengan BB pasien
Petugas memberitahu cara minum obat,dosis obat,efek samping obat
Petugas memberitahu pasien tentang makanan yang harus dikonsumsi pasien,hiegene
sanitasi di rumah pasien.
Petugas mencatat identitas pasien dan tanggal minum obat di kartu TB 01
Petugas memberitahu pasien kapan harus kembali untuk mengambil obat dan memberi
pasien Kartu TB 02
~ 64 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. TUJUAN
Prosedur Kelas Edukasi Diabetes Melitus ini bertujuan untuk menetapkan tata cara pelaksanaan Kelas
Edukasi penderita Diabetes Melitus yang merupakan pelayanan Diabetes Melitus terpadu terintegrasi
antara program promosi kesehatan dan pengendalian penyakit tidak menular dengan maksud
memberikan informasi yang komprehensif tentang penyakit Diabetes Melitus.
2. RUANG LINGKUP
Ruang Lingkup prosedur ini mengatur :
2.1. Penjadwalan Kelas Edukasi Diabetes Melitus
2.2. Mertode Pelaksanaan Kelas Edukasi Diabetes Melitus
2.3. Pelaksanaan Kelas Edukasi Diabetes Melitus.
3. DASAR HUKUM
3.1 Undang-Undang RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063);
3.2 Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor. 1479/Menkes/SK/...../2003
tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Surveilans Epidemiologi Penyakit Menulardan Penyakit
Tidak Menular.
3.3 Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor. 131/Menkes/SK/II/2004
tentang Sistem Kesehatan Nasional.
4. DEFINISI
4.1 Kelas Edukasi Diabetes Melitus (DM) adalah tempat berkumpulnya penderita Diabetes
Melitus di Puskesmas Hikun selama 1 kali setiap bulannya untuk mendapatakan penyuluhan
terpadu tentang penyakit Diabetes Melitus dengan sistem pembelajaran langsung meliputi
demonstrasi, praktik dan testimoni penderita Diabetes Melitus.
4.2 Penderita DM adalah orang yang telah mendapat diagnosis Diabetes Melitus
~ 65 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
4.3 Peserta Kelas Edukasi Diabetes Melitus (DM) adalah penderita Diabetes Melitus atau
keluarga dari penderita DM atau seseorang dengan resiko tinggi akan menderita Diabetes Melitus.
5. PENANGGUNGJAWAB
5.1. Tim Edukator DM bertanggung jawab atas seluruh proses kegiatan pelaksanaan kelas
Edukasi Diabetes Melitus
5.2. Dokter poli bertanggungjawab memberikan informasi dan memberikan arahan agar penderita DM/
keluarganya untuk dapat mengikuti Kelas Edukasi Diabetes Melitus.
5.3. Bidan Desa bertanggungjawab di desa untuk memberikan informasi dan memberikan arahan agar
penderita DM/ keluarganya untuk dapat mengikuti Kelas Edukasi Diabetes Melitus di Puskesmas.
6. KOMPETENSI PERSONEL
Pelaksana Jumlah Kompetensi
- Telah mengikuti pelatihan tingkat Pemula
,Menengah dan Lanjutan yang dilaksanakan
Dokter 1 orang
oleh Perhimpunan Edukator Diabetes
Indonesia dan dibuktikan dengan Sertifikat
- Telah mengikuti pelatihan tingkat Pemula
,Menengah dan Lanjutan yang dilaksanakan
Perawat 1 orang
oleh Perhimpunan Edukator Diabetes
Indonesia dan dibuktikan dengan Sertifikat
- Telah mengikuti pelatihan tingkat Pemula
,Menengah dan Lanjutan yang dilaksanakan
Nutrisionis 1 orang
oleh Perhimpunan Edukator Diabetes
Indonesia dan dibuktikan dengan Sertifikat
3 orang
Jumlah
~ 66 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
8. URAIAN PROSEDUR
8.1 Penjadwalan Kelas Edukasi Diabetes Melitus
Kelas Edukasi Diabetes Melitus dilaksanakan setiap bulan sekali pada hari Kamis minggu ke 2,
jam 09.00 WITA s.d 11.30 WITA, dengan satu pokok bahasan / materi, adapun materi Edukasi
sebagai berikut, antara lain :
a. Pengenalan Penyakit Diabetes Melitus
~ 67 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
8.3.2. Pelaksanaan
A. Persiapan Kelas Edukasi Diabetes Melitus
1. Menyusun letak kursi dan meja serta perlengkapan lainnya seperti papan tulis dan
pengeras suara.
2. Menyiapkan timbangan dan pengukur tinggi badan serta tensimeter
3. Menyiapkan buku register kelas Edukasi DM
4. Menyiapkan alat tulis serta form – form yang diperlukan
c. Testimoni : 20 menit
II. Prinsip Pengelolaan Makan
a. Pemaparan : 30 menit
~ 68 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
A PENDAFTARAN
~ 69 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Poli Umum
Kartu Identitas
Calon
Edukasi
Pesertaa Koordinator P2
B PELAKSANAAN
11. PENCATATAN
Form Absensi
Buku Register Diabetes Melitus
Form Hasil Perhitungan Kalori per Hari bagi penderita DM
Form Hasil Pemantauan Kadar Gula Darah
Form Pengkajian Menu Makanan Penderita DM
~ 70 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Pemeriksaan Kehamilan yang dilakukan untuk memeriksa keadaan ibu dan janin secara
berkala, yang diikuti dengan upaya koreksi terhadap penyimpangan yang ditemukan
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam melakukan pemeriksaan ANC sehingga dapat menyelesaikannya dengan
baik , melahirkan bayi yang sehat dan memperoleh kesehatan yang optimal pada masa Nifas
serta dapat menyusui dengan baik dan benar
~ 71 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 72 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Untuk mengetahui kesehatan dan perkembangan janin
2. Tujuan
Sebagai acuan untuk mengetahui kesehatan Ibu dan perkembangan janin khususnya Denyut
Janin dalam rahim
~ 73 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Untuk mengatasi anemia pada ibu hamil / sebelum persalinan langsung.
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam pengisian kartu status secara lengkap dan teliti di Puskesmas Hikun
~ 74 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Untuk menurunkan angka kematian ibu secara bermakna
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam menentukan faktor resiko dan resiko tinggi pada Ibu Hamil
a. HB kurang dari 8 gr %
b. Tekanan darah tinggi ( Sistole > 140 mmHg, diastole > 90 mmHg )
c. Eklampsia
d. Oedema yang nyata
e. Perdarahan per vaginam
f. Ketuban pecah dini
g. Letak lintang pada usia kehamilan lebih dari 32 minggu
h. Letak sungsang pada primigravida
i. Infeksi berat / sepsis
j. Persalinan prematur
k. Kehamilan ganda
l. Janin yang besar
m. Penyakit kronis pada ibu : Jantung, paru, ginjal , dll
n. Riwayat obstetric buruk, riwayat bedah sesar dan komplikasi kehamilan
~ 75 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Untuk mengetahui identitas pasien ibu Hamil
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam pengisian kartu status secara lengkap dan teliti di Puskesmas Hikun
~ 76 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 77 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Pasien yang memerlukan tindakan rujukan KIA
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam melakukan rujukan pasien
~ 78 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Akseptor Keluarga Berencana yang datang pertama kali ke Puskesmas Hikun
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam melakukan konseling peserta KB baru untuk pemilihan alat Kontrasepsi
~ 79 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Memberikan Kontrasepsi oral Pil kepada pasien
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam pemberian Pil KB untuk menunda kehamilan pertama bagi pasangan yang
belum ingin punya anak dan menjarangkan kehamilan bagi pasangan yang ingin menunda kelahiran
anak berikutnya
~ 80 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Memberikan Suntikan KB untuk menunda kehamilan
2. Tujuan
Menunda kehamilan
~ 81 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
5. Kalau ada varices dianjurkan untuk memilih alat kontrasepsi yang lain
6. Catat di status pasien
7. Konseling untuk pemilihan alat Kontrasepsi yang akan digunakan
8. Timbang Berat Badan dan ukur Tekanan Darah Pasien
9. Jika Tekanan Darah Tinggi dianjurkan untuk memilih alat Kontrasepsi lain
10. Mengisi Informed Consent dan ditanda Tangani oleh pasien untuk pasien baru
11. Mempersiapkan pasien berbaring Ambil alat dan bahan
12. Ambil alat dan bahan
13. Keluarkan jarum dari bungkusnya
14. Kencangkan jarum suntik sebelum mengambil obat
15. Ambil obat yang akan disuntikkan
16. Kocok terlebih dahulu sampai obat larut ( Tercampur )
17. Buka dan buang tutup botol pada vial yang menutupi karet
18. Buka tutup spuit dan masukkan jarum ke dalam karet botol obat
19. sedot cairan obat yang ada di dalam botol sampai habis
20. Buang botol obat lalu tutup jarum spuit
21. Keluarkan udara dari dalam spuit
22. Bersihkan kulit yang akan disuntik dengan kapas Alkohol 70 %
23. Suntikkan secara Intra Muskuler di daerah pantat
24. Serahkan kartu peserta KB
25. Pasien diingatkan untuk kembali pada tanggal yang tertera di kartu
26. Pasien diminta membayar di kasier
~ 82 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Melakukan tindakan pemasangan Implant
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam melaksanakan pemasangan Implant ( Susuk ) secara benar dan tepat
~ 83 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
sebelum memasukkan setiapkapsul . Tanda (2) dekat ujung menunjukkan batas trokart
yang harus tetap dibawah kulit setelah memasang setiap kapsul.
12. Dengan ujung yang tajam menghadap ke atas dan pendorong di dalamnya masukkan
ujung trokart melalui luka incici dengan sudut kecil, mulai dari kiri atau kanan sampai
bentuk seperti kipas, gerakkan trokart ke depan dan berhenti saat ujung tajam
seluruhnya berada di bawah kulit
13. Untuk meletakkan kapsul tepat di bawah kulit, angkat trokart ke atas, sehingga kulit
terangkat
14. Masukkan kapsul pertama ke dalam trokart. Gunakan ibu jari dan telunjuk atau klem
untuk mengambil kapsul dan memasukkan ke dalam trokart. Dorong kapsul sampai
seluruhnya masuk ke dalam trokart dan masukkan kembali pendorong, gunakan
pendorong untuk mendorong kapsul ke arah ujung trokart sampai terasa ada tahanan,
tapi jangan mendorong dengan paksa. Demikian seterusnya sampai semua kapsul
terpasang
15. Sebelum mencabut trokart, raba kapsul untuk memastikan keenam kapsul semuanya
telah terpasang
16. Setelah keenam kapsul terpasang semuanya dan posisi setiap kapsul sudah diperiksa,
keluarkan trokart secara pelan-pelan
17. Tekan tempat incici dengan jari untuk menghentikan perdarahan, bersihkan di bagian
lengan yang sudah dipasang Implant
18. Tutup luka dengan band aid yang sudah diberi bethadin
19. Memberi nasehat pasien bahwa luka tidak boleh kena air selama satu minggu
20. Beritahu pasien untuk kontrol 1 minggu setelah pemasangan Implant
21. Petugas memberi resep untuk diambil di ruang obat yang sebelumnya bayar dulu di kasir
~ 84 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Melakukan tindakan pelepasan Implant
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam melaksanakan pencabutan Implant ( susuk ) secara benar dan tepat. Hanya
petugas klinik yang sudah dilantik ( Dokter, Bidan, Perawat )
~ 85 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
5. Catatan
a. Pencabutan Implant yaitu pencabutan sususk dari dalam lengan sebelah kiri bagian atas
b. Pencabutan susuk dilakukan setelah masa berlakunya habis. Implanon berlaku untuk 3 tahun,
Indoplan berlaku untuk 3 tahun, Implant untuk 5 tahun
c. Bila kapsul terpasang dengan benar akan lebih mudah mencabutnya
d. Memasukkan lokasi kapsul lebih dahulu dengan meraba tanpa meggunakan sarung tangan
e. Pada umumnya hanya satu incici kecil yang diperlukan untuk mencabut seluruh kapsul
~ 86 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Melakukan tindakan pemasangan IUC Copper T
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam pemasangan IUC Copper T untuk mencegah Kehamilan
~ 87 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
3. Konseling
4. Bidan melakukan pemeriksaan fisik
4.1 Pasien disarankan untuk mengosongkan kandung kencing
4.2 Jelaskan pada pasien tindakan yang dilakukan
5. Pemeriksaan panggul
5.1 Kenakan selimut pada pasien untuk pemeriksaan panggul
5.2 Pakai sarung tangan
5.3 Atur peralatan dan bahan-bahan yang akan dipakai dalam tempat steril atau DTT
5.4 Siapkan lampu yang terang untuk melihat serviks
5.5 Cuci tangan sesuia prosedur
5.6 Pakai sarung tangan
5.7 Lakukan inspeksi pada genetalia eksterna
6. Melakukan pemeriksaan dalam
6.1 Pasang spekulum bebek
6.2 Periksa adanya lesi atau keputihan pada porsio
6.3 Bersihkan porsio dengan kapas dan air DTT
6.4 Masukkan kogel tang dan jepit porsio
6.5 Masukkan sonde uterus dan ukur panjang uterus
6.6 Keluarkan sonde uterus
6.7 Sesuaikan panjang uterus dengan insenter IUD
6.8 Buka bungkus IUD
6.9 Masukkan IUD ke dalam uterus
6.10 Keluarkan insenter pelan-pelan
6.11 Jepit benang IUD dengan tampon tang lalu gunting benang lebih kurang 5 cm di
bawah IUD
6.12 Keluarkan tampon tang
6.13 Keluarkan kogel tang pelan – pelan
6.14 Periksa porsio apakah ada perdarahan karena kogel tang, jika ada perdarahan
tekan dengan tampon bethadin selama 30 – 60 detik
6.15 Keluarkan spekulum dengan hati-hati dan letakkan pada waskom yang berisi cairan
klorin
6.16 Pasien dipersilahkan bangun dan duduk
6.17 Beritahu pasien akan ada efek samping berupa mules, sedikit perdarahan
6.18 Ingatkan pasien untuk tidak berhubungan intim selama 1 minggu dan kontrol 1
minggu lagi
6.19 Beri resep obat
6.20 Pasien diminta membayar ke kasir
6.21 Persilahkan pasien untuk mengambil obat
7. Tindakan pasca pemasangan
7.1 Rendam seluruh peralatan yang sudah dipakai dalam larutan klorin 0,5 % selama
10 menit untuk dekontaminasi
7.2 Buang bahan – bahan yang sudah tidak dipakai lagi ( Khasa ) ke tempat yang
sudah disediakan
7.3 Celupkan kedua tangan yang masih memakai sarung tangan ke dalam larutan
klorin kemudian lepaskan dengan cara membaliknya dan rendam dalam larutan
klorin tersebut
7.4 Cuci tangan dengan air dan sabun
7.5 Buat rekam medik dan lengkapi kartu IUD untuk pasien
~ 88 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Melakukan tindakan pelepasan IUD
2. Tujuan
Sebagai acuan untuk melakukan tindakan pencabutan IUD
~ 89 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Pasien Keluarga Berencana yang memerlukan tindakan rujukan ke Rumah Sakit karena di Puskesmas
tidak mampu melaksanakan tindakan tersebut.
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam melakukan rujukan pasien di unit pelayanan Keluarga Berencana
~ 90 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. Pengertian
Untuk mengetahui identitas pasien baik bagi bayi maupun anak.
2. Tujuan
Sebagai acuan dalam pengisian kartu status bayi secara lengkap dan benar.
~ 91 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Adalah suatu petunjuk atau cara dalam mengisi formulir yang tersedia di MTBS,yang ditujukan
pada bayi muda yaitu semua bayi yang dilahirkan dan berumurantara 1 hari sampai 2 bulan
2. TUJUAN
Sebagai acuan dalam mengisi formulir pencatatan bayi muda umur kurang dari 2 bulan
4. PELAKSANAAN
Catat tanggal kunjungan,tanyakan nama dan identitas anak pada orang tua anak
Timbang BB anak dan PB anak
Tanyakan keluhan utama anak pada orang tua
Ukur suhu tubuh anak bila demam
Tanyakan kunjungan yang keberapa keunit pelayanan anak
Periksa kemungkinan penyakit sangat berat atau infeksi bakteri( bagan MTBS)
Tanyakan apakah anak batuk atau sukar bernafas
Jika YA,tanyakan sudah berapa lama anak batuk
Hitung frekuensi nafas dalam satu menit dan lihat apakah ada tarikan dinding dada
dan dengar adanya stidor
Tanyakan apakah anak menderita diare,
~ 92 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Jika YA,tanyakan sudah berapa lama serta lihat keadaan umum bayi apakah mata cekung
dan cubitan kulit perut kembali (> 2 detik )
[Link] TERKAIT
1gizi
[Link]
~ 93 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Adalah suatu petunjuk atau cara dalam mengisi formulir yang tersedia di MTBS yang ditujukan bagi
bayi berumur 2 bulan sampai balita berumur 5 tahun sesuai prosedur
2. TUJUAN
Sebagai acuan dalam mengidentifikasi,klasifikasi dan pengobatan bayi 2 bulan sampai 5 tahun
sehingga dapat diketahui status kesehatan anak hingga terapi penanggulangannya bila diperlukan
1. Alat
1. Termometer
2. Timbangan bayi
3. Timbangan injak
4. Papan pengukur panjang badan
5. Alat ukur tinggi badan
6. Timer ISPA
7. Tensimeter dan manset anak
8. Tongspatel
9. Gelas, sendok,teko berisi air matang
10. Kasa atau kapas
11. Midline
12. Senter
2. Bahan
1. Formulir MTBS usia 2 bulan sampai 5 tahun
2. Register pencatatan MTBS
3. Register rawat jalan
4. Kartu nasehat ibu (KNI)
4. PELAKSANAAN
Catat tanggal kunjungan,tanyakan nama dan identitas anak pada orang tua anak
Timbang BB anak dan PB anak
Tanyakan keluhan utama anak pada orang tua
Ukur suhu tubuh anak bila demam
~ 94 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
5. UNIT TERKAIT
1. Gizi
2. Imunisasi
~ 95 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Diare adalah buang air besar ( defekasi ) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya
( normal 100 – 200ml / jam ) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah
padat ) dapat pula disertai frekuensi defekasi yang meningkat (lebih dari 3 kali sehari).
2. TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan pasien diare pada anak di puskesmas Hikun
4. PELAKSANAAN
1. Perawat melakukan pengukuran tensi darah,nadi,suhu tubuh bila pasien panas dan respirasi
2. Dokter menganamnesa :
2.1. Frekuensi,waktu,konsistensi,warna,adanya darah dan lendir.
2.2. Usia ( waspadai bayi dan lansia ).
2.3. Riwayat diet ( makanan yang habis dimakan ).
2.4. Riwayat gizi ( gizi baik atau buruk ).
2.5. Riwayat travelling ( perjalanan ke daerah endemic ).
2.6. Adanya gejala lain ( demam,mual,muntah,perut mulas dll.
3. Dokter melakukan pemeriksaan fisik :
3.1. Memeriksa keadaan umum pasien,tanda dehidrasi ( gelisah,turgor kulit,sianosis
ekstremitas,mukosa kering,nadi lemah ), hipokalemia ( lemas,tonus otot menurun),
asidosis ( sesak nafas,cepat dn dalam ).
3.2. Memeriksa abdomen,nyeri tekan,massa intra abdomen,bising usus dll.
4. Dokter memberikan terapi : rehidrasi,antibiotika sesuai indikasi,simtomatis dan edukasi.
5. Terapi :
5.1. Rehidrasi sebagai prioritas utama pengobatan,jumlah cairan yang diberikan sesuai
dengan tingkat derajat dehidrasi
5.1.1. Dehidrasi ringan : 5% x BB x 1 liter
5.1.2. Dehidrasi sedang : 8% x BB x 1 liter
5.1.3. Dehidrasi berat : 10% x BB x 1 liter
5.2. Terapi antibiotika sesuai indikasi,antibiotika yang digunakan :
5.2.1. Kotrimoksazole tab 2 x 1 ( 480mg )
5.2.2. Metronidazole tab 3 x 250mg
~ 96 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
5. Unit terkait
1. UGD
2. Rawat Inap
~ 97 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Demam tifoid adalah penyakit infeksi saluran pencernaan dengan gejala demam lebih dari 1
minggu.
2. TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan demam tifoid dan mencegah terjadinya komplikasi.
4. PELAKSANAAN
1. Perawat melakukan timbangan berat badan pengukuran tekanan darah,suhu badan bila
pasien panas,dan menanyakan ientitas penderita serta mencatatnya dalam status.
2. Perawat menganamnesa :
2.1. Demam :lamanya,pola demam,hal yang dilakukan thd demam yang dihadapi
2.2. Saluran pencernaan : pola makan,mual,muntah,pola defekasi,nyeri perut
2.3. Kesadaran : ada atau tidaknya penurunan kesadaran,ada atau tidaknya riwayat
mengigau
3. Dokter melakukan pemeriksaan fisik :
3.1. Pemeriksaan keadaan umum pasien
3.2. Memeriksa nadi pasien ( ada atau tidaknya relative bradicardi )
3.3. Memeriksa lidah penderita ( ada atau tidaknya coated tongue )
3.4. Memriksa abdomen : bising usus,pembesaran hati.
4. Dokter melakukan pemeriksaan penunjang:
4.1. Darah lengkap : nilai dari leukosit
4.2. Widal ; titer dari widal
5. Dokter memberikan terapi :
5.1. Pederita dianjurkan untuk istirahat
5.2. Diet lunak + asupan cairan yang sesuai
5.3. Hindari diet yang mengandung asam dan pedas
5.4. Pemberian antibiotika
Inj. Opimox 3 x 50 – 100mg/kg BB/24 jam
Atau
Inj. Cefotaksim 3 x 50mg/kg BB/24 jam
~ 98 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
5. Unit terkait
1. UGD
2. Rawat Inap
3. laboratorium
~ 99 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. TUJUAN
g. Thermometer
h. Timer ISPA (Respiratory Rate)
i. Timbangan injak
j. Timbangan bayi
[Link] pengukur panjang badan
l. Alat ukur tinggi badan
m. kapas alkohol
3. PELAKSANAAN
b. Pengukuran suhu
- Siapkan thermometer, pastikan dalam kondisi nol derajat C
- Bersihkan thermometer dengan kapas alkohol
- Berikan penjelasan pada pasien bahwa akan dilakukan pengukuran suhu tubuh
- Pastikan ketiak pasien dalam keadaan kering dan bersih
- Letakkan thermometer pada ketiak pasien dengan posisi 0 derajat C
- Tunggu 5 – 10 menit sampai terdengar bunyi alarm tanda skala pada air raksa,
angka menunjukkan suhu badan dalam satuan 0 C ( derajat celcius )
- Catat pada kartu status
~ 100 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
- Siapkan papan panjang badan untuk bayi muda atau alat ukur tinggi badan untuk
pasien > 5 tahun sampai 12 tahun
- Pastikan line merah menunjukkan angka 0
- Berikan penjelasan pada orang tua pasien bahwa akan dilakukan pengukuran
panjang/tinggi badan.
- Pada bayi,letakkan bayi diatas papan pengukur panjang badan sambil kedua
/salah satu kaki diluruskan,baca angka yang ditunjukkan jarum stabil.
- Pada anak > 5 th posisi berdiri sambil alat ukur ditarik ke bawah tepat diatas
kepala anak, baca hasil pada jarum menunjukkan angka berapa.
~ 101 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Adalah merupakan bagian dari penyakit pernafasan lainnya, namun bronchitis dapat juga
merupakan penyakit tersendiri, merupakan penyakit infeksi saluran nafas akut (ISNA) bawah
yang sering dijumpai dan penyebabnya terutama virus
2. TUJUAN
Sebagai pedoman penatalaksanaan bronkitis pada anak di puskesmas Hikun
4. PELAKSANAAN
a. perawat menanyakan identitas pasien,menganamnesa keluhan utama : apakah panas,
disertai batuk kering atau berdahak(mungkin kental dan kuning)
b. perawat melakukan pemeriksaan fisik,menimbang BB,mengukur tensi,nadi suhu dan
respirasi
c. dokter memeriksa suara nafas apakah timbul ronchi atau wheezing.
d. dokter memberi terapy :
a.1 berikan antibiotic 7 – 10 hari, bila tidak berhasil dilakukan foto thorax
a.2 beri paracetamol 3 X 250 mg bila panas.
~ 102 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
PENGERTIAN
Merupakan penyakit kulit yang selalu disertai gatal kelainan kulit lainnya seperti eritema
papula,vesikula ,erosi udema [Link] belum diketahui penyebabnya.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan dermatitis pada anak di Puskesmas Hikun
PELAKSANAAN
a. Perawat melakukan pengukuran tensi darah,nadi,suhu tubuh bila panas dan respirasi
b. Dokter menganamnesa :
a) Keluhan yang dirasakan :gatal gatal, badannya panas,.
b) menanyakan penyebab rasa gatal sebelumnya
c) menanyakan tempat tinggal,hygiene sehari hari dan lingkungan
c. Dokter melakukan pemeriksaan fisik :
a) Memeriksa keadaan umum pasien anak sering dijumpai infeksi sekunder sebelumnya
b) Memeriksa daerah mana yang gatal
d. Terapi :
~ 103 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
PENGERTIAN
Morbili adalah penyakit infeksi virus akurt menular yang ditandai dengan 3 stadium yaitu : stadium
kataral, erupsi dan konvalesensi.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan penyakit morbili pada anak di Puskesmas Hikun
PELAKSANAAN
1. Perawat melakukan anamnesa pada pasien :identitas pasien,keluhan yang dirasakan pasien.
2. Perawat melakukan pemeriksaan fisik :timbang [Link] tensi,nadi, suhu ( bila pasien panas
),respirasi.
3. Dokter melakukan anamnesa pada pasien :
Keluhan yang dirasakan : panas,batuk pilek,nyeri telan,mata merah
Berapa lama keluhan dirasakan
4. Dokter melakukan pemeriksaan fisik :
Memeriksa keadaan umum pasien dengan auskultasi paru,apakah ada ronkhi, weezhing.
Memeriksa tenggorokan, apakah ada pembengkakan,merah,folikel bereksudatdan purulen
di dinding faring.
Inspeksi ruam kemerahan di kulit atau seluruh tubuh.
5. Dokter memberikan terapi :
Antipiretika atau Parasetamol 3 x 250mg bila suhu tinggi,obat batuk dan memperbaiki
keadaan umum pasien
~ 104 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
a. Adalah penyakit akut menular yang ditandai oleh vesikel di kulit dan selaput lender
yang disebabkan oleh virus varisela.
2. TUJUAN
Sebagai pedoman penatalaksanaan varisela pada anak di puskesmas Hikun
4. PELAKSANAAN
a. perawat menanyakan identitas pasien,menganamnesa keluhan utama : apakah panas
,disertai batuk pilek ada nyeri telan,melihat adanya volikel di kulit tubuh
b. perawat melakukan pemeriksaan fisik,menimbang BB,mengukur tensi,nadi suhu dan respirasi
c. dokter memberi terapy :
i. a.1 simtomatik : local dengan bedak salisil 1 % dan mencegah infeksi
sekunder(dengan manggunting kuku,mengganti pakaian dan alas tempat tidur
sesering mungkin)
ii. a.2 bila terdapat infeksi sekunder diberi antibiotika:acyclovir 4x 200 mg per
hari
~ 105 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
PENGERTIAN
Merupakan infeksi saluranm nafas akut yang biasanya terjadi dalam benktuk epidemi. Disebut
Common cold atau selesma bila gejala di hidung lebih menonjol, sementara “influenza “ dimaksudkan
unktuk kelainan yang disertai faringitis dengan tanda demam dan lesu yang lebih nyata.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan influenza pada anak di Puskesmas Hikun.
PELAKSANAAN
~ 106 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
PENGERTIAN
Faringitis adalah inflamasi atau infeksi dari membrane mukosa faring.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan penyakit faringitis di Puskesmas Hikun.
PELAKSANAAN
Perawat melakukan anamnesa pada pasien :identitas pasien,keluhan yang dirasakan pasien.
Perawat melakukan pemeriksaan fisik : tensi,nadi, suhu ( bila pasien panas ),respirasi.
Dokter melakukan anamnesa pada pasien :
Keluhan yang dirasakan : panas,batuk,nyeri telan, anoreksia
Berapa lama keluhan dirasakan
Dokter melakukan pemeriksaan fisik :
Memeriksa keadaan umum pasien dengan auskultasi paru,apakah ada ronkhi, weezhing.
Memeriksa tenggorokan, apakah ada pembengkakan,merah,folikel bereksudatdan purulen di
dinding faring.
Memeriksa apakah ada pembesaran kelenjar getah bening leher bagian anterior.
Dokter memberikan terapi :
Parasetamol sesuai dengan kg berat badan 3 kali sehari bila panas
Antibiotic :
Amoxicillin 3 x 250 mg per hari
Kotrimoxazole sesuai dengan kg berat badan 2 kali sehari selama 5 hr
Gliseril guaiacolat 3 x 1/2 bila pasien batuk berdahak
Dextromethorphan 3 x 1/2 bila batuk kering
~ 107 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
PENGERTIAN
Konjungtivitis adalah infeksi pada konjungtiva yang disebabkan oleh bakteri atau virus.
TUTUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan penyakit konjungtivitispada anak di Puskesmas Hikun
1. Stetoskop
2. Senter
3. Timbangan Berat Badan
4. Tensimeter
PELAKSANAAN
1. Perawat melakukan anamnesa pada pasien :identitas pasien,keluhan yang dirasakan pasien.
2. Perawat melakukan pemeriksaan fisik : timbang BB,ukur tensi,nadi, suhu (bila pasien
panas),respirasi.
3. Dokter melakukan anamnesa pada pasien :
Keluhan yang dirasakan : apakah mata terasa mengganjal dan panas,apakah ada rasa
gatal,apakah mengeluarkan secret yang purulen atau berair,apakah mata lengket waktu
bangun tidur,apakah penglihatan menurun.
Berapa lama keluhan dirasakan
4. Dokter melakukan pemeriksaan fisik :
Memeriksa keadaan umum pasien.
Memeriksa mata dengan senter untuk melihat apakah ada secret,air,bengkak,merah pada
konjungtiva.
5. Dokter memberikan terapi :
Bila mata mengeluarkan secret purulen,diberi klorampenikol tetes/salep mata 2 – 3 kali
sehari.
Bila mata berair diberikan tetes mata sulfasetamid 3 kali sehari.
~ 108 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
PENGERTIAN
Otitis media adalah suatu infeksi yang mengenai telinga bagian tengah. Infeksi ini kadang disertai
keluarnya cairan ( dapat bening atau keruh ) dari liang telinga.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan penyakit otitis media pada anak di Puskesmas Hikun
PELAKSANAAN
1. Perawat melakukan anamnesa pada pasien :identitas pasien,keluhan yang dirasakan pasien.
2. Perawat melakukan pemeriksaan fisik : mengukur berat badan pasien, tensi,nadi, suhu ( bila
pasien panas ),respirasi.
3. Dokter melakukan anamnesa pada pasien :
Keluhan yang dirasakan : apakah telinga terasa sakit,keluar cairan. Apakah sebelumnya
pasien menderita sakit batuk,pilek.
Berapa lama keluhan dirasakan
4. Dokter melakukan pemeriksaan fisik :
Memeriksa keadaan umum pasien.
Memeriksa telinga pasien dengan menggunakan senter
5. Dokter memberikan terapi :
Anti biotic : amoxicillin 3 x 250mg selama 5 hari atau kotrimoksazole 480mg 2 x 1tab
selama 5 hari
Bila pasien panas diberikan parasetamol 3 x 250mg
Memberikan cuci telinga berupa cairan H2O2 3% 2 – 3 kali sehari
Nasehatkan agar tidak mengorek telinga
~ 109 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
PENGERTIAN
Asma adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas
terhadap rangsangan tertentu yang menyebabkan peradangan dan penyempitan yang bersifat
sementara.
TUJUAN
Sebagai acuan dalam penatalaksanaan penyakit asma bronkiale pada anak di Puskesmas Hikun
PELAKSANAAN
1. Perawat melakukan anamnesa pada pasien :identitas pasien,keluhan yang dirasakan pasien.
2. Perawat melakukan pemeriksaan fisik : mengukur berat badan pasien, tensi,nadi, suhu ( bila
pasien panas ),respirasi.
3. Perawat melakukan anamnesa pada pasien :
Keluhan yang dirasakan : apakah ada sesak nafas,apakah nafas berbunyi (
WHEEZING),apakah disertai batuk,apakah pasien menderita alergi.
Berapa lama keluhan dirasakan
4. Dokter memberikan terapi :
Obat simpatomimetic : salbutamol oral : 0, 15 mg/kg BB tiap 6 jam
Bila pasien panas diberikan parasetamol 3 x 250mg
~ 110 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Vaksin hidup yang berasal dari bakteri.
Vaksin BCG adalah vaksin beku kering yang berbentuk serbuk yang sudah di lemahkan.
Tujuan
Untuk mencegah penyakit TBC sejak dini atau bayi baru lahir.
SOP
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan.
2. Mempersilahkan pasien di ruang tunggu.
3. Memberi penjelasan kepada pasien.
4. Menyiapkan Vaksin di dalam termos kecil dengan air Es.
5. Sebelum menyuntik Campak, Vaksin di larutkan dulu.
6. Vaksin Campak yang sudah di larutkan di gunakan dalam waktu 3 jam.
7. Melakukan penyuntikan Campak dengan dosis 0. 5 c di paha kanan.
~ 111 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Terdiri dari toxoid, difteri, bakteri pertuis dan tetanus toxoid. Dan kadang – kadang disebut
“Triple” vaksin.
Vaksin DPT combo di simpan pada suhu 2 - 8°C.
Vaksin ini kadang rusak jika di bekukan.
Tujuan
Imunisasi DPT combo ini di gunakan untuk mencegah penyakit Difteri, Perusis, Toxoid.
SOP
Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan.
Memberi pengertian efek samping Imunisasi DPT combo. Yaitu akan merasakan badan panas
selama 1 – 3 hari.
Penyuntikan DPT combo di paha sebanyak 3 kali dengan dosis 0.5 cc.
Pemberian obat penurun panas untuk di berikan kepada bayi yang di imunisasi.
Menyiapkan vaksin kedalan termos.
~ 112 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Vaksin ini di buat dari bagian virus. Yaitu lapisan paling luar ( mantel virus ) yang telah
mengalami proses pemurnian.
Tujuan
Melindungi tubuh dari bibit penyakit yang menyebabkan penyakit Hepatitis B ( penyakit kuning
) sejak dini.
SOP
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah pelayanan.
2. Vaksin harus dalam keadaan baik dalam suhu 2 - 8°C.
3. Pasien datang di timbang dan di anamise.
4. Orang tua bayi di beri penjelasan efek samping.
5. Pemberian Imunisasi HB uniject sejak bayi baru lahir.
6. Pemberiannya di paha.
~ 113 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
a. Vaksin hidup yang berasal dari bakteri
b. Vaksin TT adalah vaksin beku dan kering yang berbentuk serbuk yang sudah dilemahkan
2. TUJUAN
Untuk mencegah penyakit campak [gabag] pada balita
4. SOP
1. Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan.
2. Mempersilahkan pasien duduk di ruang tunggu.
3. Memberikan penjelasan kepada pasien.
4. Menyiapkan vaksin dan alat.
5. Vaksin di kocok dulu.
6. Melakukan penyuntikan di lengan kiri atas.
7. Spuit habis pakai di ban di buang di safety box.
~ 114 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Agar supaya dapat menentukan sasaran, maka sasaran tersebut menjadi dasar penghitungan
perancangan kebutuhan vaksin.
Tujuan
o Untuk mengetahui stok vaksin yang di pakai tiap bulan yakni mengetahui berapa vaksin yang
di keluarkan atau vaksin yang di pakai.
SOP
1. Menghitung sasaran imunisasi. Meliputi :
Jumlah sasaran bayi
Jumlah sasaran Bumil
Jumlah sasaran Wus
Jumlah sasaran bias
2. Menentukan target cakupan :
BCG : 90 %
HB uniject : 70 %
DPT combo : 90 %
DPT combo 2 : 80 %
DPT combo 3 : 80 %
POLIO 1 : 90 %
POLIO 2 : 80 %
POLIO 3 : 80 %
CAMPAK : 80 %
3. Menghirung Index Pemakaian Vaksin
Jumlah vcakupan (polio 1 + polio 2 + polio 3 + polio 4) tahun lalu
~ 115
Jumlah flakon polio di pakai ~ tahun lalu
dalam
PEDOMAN TATA KELOLA
Jumlah Kontak
Rumus Kebutuhan Vaksin = = ….. Vial
IP
Dengan :
X : Kebutuhan Vaksin DPT
D1 : Jumlah kontak DPT1 yang di rencanakan
D2 : Jumlah kontak DPT2 yang di rencanakan
D3 : Jumlah kontak DPT3 yang di rencanakan
o Kebutuhan vaksin yang lain di hitung dengan cara yang sama. Untuk menghindari
penumpukan vaksin, jumlah kebutuhan vaksin 1 tahun harus di kurangi sisa vaksin
tahun lalu.
~ 116 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 117 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mendapatkan bahan pemeriksaan laboratorium berupa darah vena.
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengambilan sampel pemeriksaan darah vena
Alat & Bahan
ALAT:
1. Spuit
2. Lancet steril
3. Wadah
4. Sarung Tangan
BAHAN:
1. Alkohol 70%
2. Kapas
Standard Operating Procedure
1. Posisi lengan pasien harus lurus dan dipilih lengan yang banyak melakukan aktivitas.
2. Pasien diminta untuk mengepalkan tangan.
3. Dipasang torniquet 10 cm di atas lipat siku.
4. Pilih bagian vena median cubital atau chepalic.
5. Dibersihkan kulit pada bagian yang akan diambil darahnya dengan alkohol 70% dan
biarkan kering untuk mencegah terjadinya hemolisis dan rasa terbakar. Kulit yang sudah
dibersihkan jangan dipegang lagi.
6. Ditusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap ke atas dengan kemiringan
150, bila menggunakan tabung vakum tekan tabung vakum hingga vakumnya bekerja
~ 118 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
dan darah terhisap ke dalam tabung. Bila jarum berhasil masuk vena, akan terlihat
darah masuk dalam semprit, bila darah tidak keluar ganti posisi penusukan (bila terlalu
dalam tarik sedikit dan sebaliknya), usahakan darah dapat keluar dalam satu kali
tusukan.
7. Setelah volume darah dianggap cukup, torniquet dilepas dan pasien diminta membuka
kepalan tangannya. Volume darah yang diambil 3 kali jumlah serum atau plasma
yang diperlukan untuk pemeriksaan.
8. Dilepaskan/ tarik jarum dan segera letakkan kapas alkohol 70% di atas bekas suntikan
untuk menekan bagian tersebut selama 2 menit. Setelah darah berhenti, plester
bagian ini selama 15 menit. Jangan menarik jarum sebelum torniquet dibuka
~ 119 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mendapatkan bahan pemeriksaan laboratorium berupa darah
kapiler.
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengambilan sampel pemeriksaan darah Kapiler
Alat & Bahan
ALAT:
a. Lancet steril
b. Sarung Tangan
BAHAN:
a. Alkohol 70%
b. Kapas
Standard Operating Procedure
a. Bagian yang akan ditusuk dibersihkan dengan alkohol 70% dan dibiarkan kering.
b. Dipegang bagian tersebut supaya tidak bergerak dan tekan sedikit supaya rasa
nyeri berkurang.
c. Dengan lanset steril ditusuk dengan cepat tegak lurus (jangan sejajar) pada garis
sidik jari.
d. Pada daun telinga ditusuk pada bagian pinggirnya, jangan sisinya.
e. Tetesan darah yang pertama keluar disapu dengan kapas kering, tetesan darah
yang selanjutnya dapat dipakai untuk pemeriksaan.
~ 120 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mendapatkan bahan pemeriksaan laboratorium berupa Urine
Wanita.
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengambilan sampel pemeriksaan Urine Wanita
Alat & Bahan
ALAT:
Wadah Urine
BAHAN:
a. Sabun
b. Tissue
c. Kasa Steril
d. Air Hangat
c. Bagian labia dan vulva dibersihkan dengan kasa steril arah depan ke belakang.
d. Bilas dengan air hangat dan keringkan dengan kasa steril yang lain.
e. Selama proses ini berlangsung, labia harus tetap terbuka lebar dan jari tangan
f. Urin dikeluarkan, aliran urin yang pertama keluar dibuang, aliran urin selanjutnya
ditampung dalam wadah yang sudah disediakan. Pengambilan urin selesai sebelum
~ 121 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mendapatkan bahan pemeriksaan laboratorium berupa Urine Pria
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengambilan sampel pemeriksaan Urine Pria
~ 122 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mendapatkan bahan pemeriksaan laboratorium berupa Urine
Kateter.
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengambilan sampel pemeriksaan Urine kateter
Alat & Bahan
ALAT:
a. Spuit
b. Wadah
c. Sarung Tangan
BAHAN:
a. Alkohol 70%
Standard Operating Procedure
a. Pada bagian selang kateter yang terbuat dari karet didesinfeksi dengan alkohol
70%.
b. Urin diaspirasi menggunakan Spuit kira-kira 10 ml.
c. Dimasukkan dalam wadah ditutup rapat dan dikirim ke laboratorium.
~ 123 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mendapatkan bahan pemeriksaan laboratorium berupa Faeces
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengambilan sampel pemeriksaan Faeces
Alat & Bahan
ALAT:
a. Lidi Waton
b. Wadah
c. Sarung Tangan
BAHAN:
a. Faeces
Standard Operating Procedure
1. Tinja untuk pemeriksaan sebaiknya berasal dari defekasi spontan,
2. Jika pemeriksaan sangat diperlukan, sampel tinja dapat diambil dari rektum dengan
jari bersarung tangan.
~ 124 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mendapatkan bahan pemeriksaan laboratorium berupa Sputum.
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengambilan sampel pemeriksaan Sputum
Alat & Bahan
a. Wadah Sputum
b. Sarung Tangan
a. Alkohol 70%
b. Kapas
Standard Operating Procedure
a. Sebelumnya pasien diberi penjelasan mengenai pemeriksaan dan tindakan yang
akan dilakukan, serta perbedaan sputum dengan ludah. Bila pasien kesulitan
mengeluarkan sputum, pada malam hari sebelumnya diminta minum teh manis
atau obat gliseril guayakolat 200 mg. Kemudian diambil sputumnya dengan cara:
b. Pasien diminta untuk berkumur dengan air, bila memakai gigi palsu sebaiknya
dilepas.
c. Pasien berdiri / duduk tegak.
d. Pasein diminta untuk menarik napas dalam 2-3 kali kemudian keluarkan napas
bersamaan dengan batuk yang kuat dan berulang kali sampai sputum keluar.
e. Sputum yang dikeluarkan langsung ditampung dalam wadah dengan cara
mendekatkan wadah ke mulut.
f. Diamati keadaan sputum, sputum yang berkualitas baik tampak kental purulen
dengan volume 2 ml.
~ 125 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mengolah dan menangani bahan pemeriksaan laboratorium berupa
whole blood
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengolahan sampel pemeriksaan berupa whole blood
Alat & Bahan
ALAT:
a. Tabung
b. Sarung Tangan
BAHAN:
a. Darah Vena
b. EDTA atau [Link]
Standard Operating Procedure
1. Darah yang diperoleh ditampung dalam tabung yang telah berisi antikoagulan yang
sesuai
2. Lalu dihomogenisasi dengan cara goyang perlahan tabung.
~ 126 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mendapatkan bahan pemeriksaan laboratorium berupa serum.
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengolahan sampel pemeriksaan berupa serum
Alat & Bahan
ALAT:
a. Sentripuge
b. Tabung
5. Sarung Tangan
BAHAN:
a. Darah Vena
Standard Operating Procedure
a. Biarkan darah membeku terlebih dahulu pada suhu kamar selama 2-30 menit,
b. lalu di sentrifuge 3000 rpm selama 5-15 menit.
c. Pemisahan serum dilakukan dalam waktu 2 jam setelah pengambilan darah.
d. Serum yang memenuhi syarat harus tidak kelihatan merah dan keruh.
~ 127 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mengolah dan menangani bahan pemeriksaan laboratorium berupa
Sputum
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengolahan sampel pemeriksaan berupa Sputum
Alat & Bahan
ALAT:
a. Tabung
b. Sarung Tangan
c. Sentripuge
BAHAN:
a. Sputum
b. NaOH 4%
c. Air Lysol
~ 128 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mendapatkan bahan pemeriksaan laboratorium berupa plasma
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengolahan sampel pemeriksaan berupa plasma
Alat & Bahan
ALAT:
a. Sentripuge
b. Tabung
6. Sarung Tangan
BAHAN:
a. Darah Vena
3. EDTA atau [Link]
Standard Operating Procedure
1. Kocok darah EDTA atau citrat dengan segera secara perlahan-lahan.
2. Pemisahan plasma dilakukan dalam waktu 2 jam setelah pengambilan spesimen.
3. Plasma yang memenuhi syarat harus tidak kelihatan merah dan keruh.
~ 129 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk mengolah dan menangani bahan pemeriksaan laboratorium berupa
Urine
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengolahan sampel pemeriksaan berupa Urine
Alat & Bahan
ALAT:
a. Tabung
b. Sarung Tangan
c. Sentripuge
BAHAN:
a. Urine
b. Cat Sternheirmer-Malbin Stain’s
Standard Operating Procedure
1. Urine yang didapatkan tidak perlu ada perlakuan secara khusus, kecuali
pemeriksaan harus segera dilakukan sebelum 1 jam,
2. untuk pemeriksaan sedimen harus dilakukan pengolahan terlebih dahulu dengan
cara dimasukkan tabung dan sentrifuge selama 5 menit 1500-2000 rpm,
supernatan dibuang dan diambil sedimennya. Suspensi sedimen ini dicampur
dengan cat Sternheirmer-Malbin Stain’s untuk menonjolkan unsur sedimen dan
memperjelas strukturnya.
~ 130 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Usaha untuk mengurangi Faktor-faktor yang mempengaruhi stabilitas spesimen
yang antara lain : terjadi kontaminasi oleh kuman dan bahan kimia,terjadi
metabolisme oleh sel-sel hidup pada spesimen,terjadi penguapan,Pengaruh suhu,
terkena paparan sinar matahari.
Tujuan
Sebagai acuan untuk Pengolahan dan penyimpanan Spesimen
ALAT:
a. Tabung
b. Lemari Pendingin
BAHAN:
Spesimen Pasein
~ 131 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses persyaratan untuk mengirimkan bahan pemeriksaan laboratorium ke
laboratorium lain
Tujuan
Sebagai acuan untuk pengiriman sampel pemeriksaan laboratorium
Alat & Bahan
ALAT:
a. Wadah
b. Sarung Tangan
c. Label Bahan Pemeriksaan Infeksius atau Bahan Pemeriksaan Berbahaya
BAHAN:
a. Spesimen/Sampel Laboratorium
~ 132 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Suatu proses untuk menangani contoh uji/sampel melalui berbagai tahapan proses,
mulai dari pengiriman ke laboratorium, penerimaannya di laboratorium, penanganan
pada saat pengujian, perlindungan pada saat penyimpanan, retensi dan
pembuangannya.
Tujuan
Sebagai acuan untuk Sistem yang menjamin bahwa sampel tersebut tidak tertukar
baik secara fisik atau dalam rekamannya
BAHAN:
a. Alkohol 70%
b. Kapas
~ 133 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
- [Link] klinik.
- Jenis spesimen
- Volume specimen
~ 134 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
- Label wadah spesimen yang akan dikirim atau diambil ke laboratorium harus
memuat :
- Jenis spesimen
~ 135 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Kode SOP-001/HK-Far/2014
[Link]
PUSKESMAS Tanggal 01 Januari 2014
HIKUN Berlaku
Halaman
Siti Rohana,Amd Far Shinta Kumalasari,SKM
137 197905102005012018 197409232000032004
PENGERTIAN
Perencanaaan obat merupakan suatu proses kegiatan untuk menentukan jenis, jumlah obat
dalam rangka pemenuhan kebutuhan obat.
TUJUAN
Tujuan Perencanaan obat antara lain :
1. Tersedianya jenis dan jumlah obat yang tepat sesuai kebutuhan
2. Menghindari terjadinya kekosongan obat
3. Meningkatkan efisiensi dan kerasionalan penggunaan obat.
SOP
1. PEMILIHAN JENIS OBAT, Dalam hal ini perlu dipertimbangkan :
a) Pola penyakit
b) Karakteristik pengunjung (penggolongan umur, jenis kelamin)
c) DOEN ( Daftar Obat Esensial Nasional )
d) SK Menkes dan Mendagri No.394/Menkes/SK/VII/1981 dan No.196 tahun 1981 tentang
pengadaan obat untuk berbagai tingkat pelayanan kesehatan
e) Obat Generik.
Permenkes No. 085/Menkes/PER/I/1989 tentang kewajiban menyediakan
obat esensial dengan nama generik untuk kebutuhan Rumah Sakit, Puskesmas dan Unit
Pelayanan Teknis.
~ 136 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 137 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Kode SOP-002/HK-Far/2014
[Link]
PUSKESMAS Tanggal 01 Januari 2014
HIKUN Berlaku
Halaman
Siti Rohana,Amd Far Shinta Kumalasari,SKM
139 197905102005012018 197409232000032004
PENGERTIAN
Distribusi / Penyaluran adalah kegiatan pengeluaran dan penyerahan obat secara merata
dan teratur untuk memenuhi kebutuhan sub unit-sub unit pelayanan kesehatan antara
lain:
1. Sub unit pelayanan kesehatan di lingkungan Puskesmas ( Kamar obat, Laboratorium)
2. Puskesmas Pembantu
3. Puskesmas Keliling
4. Posyandu
5. Polindes
TUJUAN
Tujuan Distribusi / Penyaluran obat adalah memenuhi kebutuhan obat sub unit pelayanan
kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Hikun dengan jenis, mutu, jumlah dan
tepat waktu..
PROSEDUR KERJA
1. MENENTUKAN FREKUENSI DISTRIBUSI
Dalam Menentukan frekuensi distribusi perlu di pertimbangkan
a) Jarak sub unit.
b) Biaya distribusi yang tersedia.
~ 138 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Kode
SOP-003/HK-Far/2014
[Link]
PUSKESMAS Tanggal
01 Januari 2014
HIKUN Berlaku
Halaman
Siti Rohana,Amd Far Shinta Kumalasari,SKM
140 197905102005012018 197409232000032004
PENGERTIAN
Penerimaan adalah suatu kegiatan dalam menerima obat-obatan yang diserahkan dari unit
pengelola yang lebih tinggi kepada unit pengelola dibawahnya .
TUJUAN
Tujuan Penerimaan obat adalah :
Agar obat yang diterima sesuai dengan kebutuhan berdasarkan permintaan yang diajukan oleh
puskesmas.
PROSEDUR KERJA
1. Petugas penerima obat wajib melakukan pengecekan terhadap obat yang diserahkan.
Mencakup :
Jumlah kemasan / peti
Jenis dan jumlah obat
Kemasan
Bentuk obat sesuai dengan isi dokumen LPLPO dan ditandatangani oleh petugas
penerima/ diketahui pimpinan Puskesmas.
2. Bila tidak memenuhi syarat petugas penerima mengajukan keberatan dan obat tidak diterima
3. Jika terdapat kekurangan, penerima obat wajib menuliskan jenis obat yang kurang (rusak,
jumlah kurang dan lain-lain).
4. Setiap penambahan obat-obatan, dicatat dan dibukukan pada buku penerimaan obat dan
kartu stok
~ 139 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Kode
SOP-004/HK-Far/2014
[Link]
PUSKESMAS Tanggal
01 Januari 2014
HIKUN Berlaku
Halaman
Siti Rohana,Amd Far Shinta Kumalasari,SKM
141 197905102005012018 197409232000032004
PENGERTIAN
Penyimpanan adalah suatu kegiatan pengamanan terhadap obat-obatan yang diterima agar
aman (tidak hilang),terhindar dari kerusakan fisik maupun kimia dan mutunya tetap terjamin.
TUJUAN
Tujuan Penyimpanan obat adalah agar obat yang tersedia di unit pelayanan kesehatan mutunya
dapat dipertahankan.
PROSEDUR KERJA
1. PERSYARATAN GUDANG DAN PENGATURAN PENYIMPANAN OBAT:
a. Persyaratan Gudang, mencakup :
Cukup Luas minimal 3 x 4 m2
Ruangan kering tidak lembab
Ada ventilasi agar ada aliran udara dan tidak lembab/panas
Perlu cahaya yang cukup,namun jendela harus punya pelindung untuk menghindari
adanya cahaya lansung dan berteralis.
Lantai dibuat dari tegel yang tidak memungkinkan bertumpuknya debu dan kotoran
lain,bila perlu diberi alas papan (palet).
Dinding dibuat licin.
Hindari pembuatan sudut lantai dan dinding yang tajam
Gudang digunakan khusus untuk penyimpanan obat.
Mempunyai pintu yang dilengkapi kunci ganda.
Tersedia lemari/laci khusus untuk Narkotika dan Psikotropika yang selalu terkunci.
Sebaiknya ada pengukur suhu ruangan.
b. Pengaturan Penyimpanan obat, mencakup :
Obat disusun secara Alfabetis.
Obat dirotasi dengan sistem FIFO dan FEFO
Obat disimpan pada rak
Obat yang disimpan pada lantai harus diletakkandiatas palet
Tumpukan dus sebaiknya harus sesuai dengan petunjuk
Cairan dipisahkan dari padatan
Sera, Vaksin, Supositoria disimpan dalam lemari pendingin
~ 140 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
2. KONDISI PENYIMPANAN
~ 141 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Wadah obat harus selalu ditutup rapat,apabila wadah terbuka, maka obat mudah
tercemar oleh bakteri atau jamur.
g) Pengotoran :
Ruangan yang kotor dapat mengundang tikus dan serangga lain yang kemudian
merusak obat. Etiket dapat menjadi kotor dan sulit terbaca, Oleh arena itu bersihkan
ruangan paling sedikit satu minggu sekali, Lantai di sapu dan di pel, dinding dan rak
dibersihkan.
4. PENGAMATAN MUTU
Setiap petugas pengelola yang melakukan penyimpanan obat, perlu melakukan pengamatan
mut obat secara berkala, paling tidak setiap awal bulan.
Pengamatan mutu obat :
a. Mutu obat yang disimpan dapat mengalami perubahan baik secara fisik maupun
kimia.
b. Laporkan perubahan yang terjadi kepada UPOPPK Kabupaten untuk diteliti lebih
lanjut.
c. Secara sederhana pengamatan dilakukan dengan visual, dengan melihat tanda-tanda
sebagai berikut :
d. Tablet :
a) Terjadi perubahan warna,bau dan rasa,serta lembab.
b) Kerusakan fisik seperti pecah,retak,sumbig,gripis dan rapuh.
c) Kaleng atau botol rusak,sehingga dapat mempengaruhi mutu obat.
~ 142 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
d). Untuk tablet salut, disamping informasi diatas juga basah dengan lengket satu
sama lainnya, bentuknya sudah berbeda.
e). Wadah yang rusak
e. Kapsul :
a) Cangkangnya terbuka, kosong, rusak atau melekat satu dengan lainnya,wadah
rusak.
b) Terjadi perubahan warna baik cangkang ataupun lainnya.
f. Cairan :
a) Cairan jernih menjadi keruh,timbul endapan
b) Cairan suspensi yidak dapat dikocok
c) Cairan emulsi memisah dan tidak tercampur kembali.
g. Salep :
i. Konsistensi, warna dan bau berubah (tengik)
~ 143 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Kode
[Link] SOP-005/HK-Far/2014
PUSKESMAS Tanggal
HIKUN Berlaku 01 Januari 2014
Halaman
Siti Rohana,Amd Far Shinta Kumalasari,SKM
197409232000032004
145 197905102005012018
PENGERTIAN
Pelayanan obat adalah proses kegiatan yang meliputi aspek teknis dan non teknis yang harus
dikerjakan mulai dari menerima resep dokter sampai penyerahan obat kepada pasien
TUJUAN
Tujuan pelayanan adalah agar pasien mendapat obat sesuai dengan resep dokter dan mendapat
informasi bagaimana menggunakannya .
SOP
1. PENATAAN RUANG PELAYANAN OBAT
a) Ruang pelayanan adalah tempat dimana dilaksanakan kegiatan penerimaan resep,
penyiapan obat pencampuran, pengemasan, pemberian etiket dan penyerahan obat.
Diruang tersebut terdapat tempat penyimpanan obat, alat-alat peracikan,
penyimpanan arsip dan tempat pelaksanaan tata usaha obat.
b) Luas Ruang pelayanan berukuran kurang lebih 3 x 4 meter dan mempunyai
penerangan yang cukup.
c) Tempat penyerahan obat harus mempunyai loket yang memadai untuk komunikasi
dengan pasien.
d) Ruangan harus terkunci bila ditinggalkan, bila perlu setiap jendela dilengkapi dengan
teralis.
e) Tempat penyimpanan obat.
Obat disimpan di dalam lemari, rak atau kotak-kotak tertentu :
Untuk obat Narkotik, Psikotropika hendaknya ditempatkan dalam lemari yang terkunci
Tempatkan obat secara terpisah berdasarkan bentuk seperti kapsul, tablet, sirup,
salep, injeksi dan lain-lain
Vaksin dan Serum ditempatkan dalam lemari pendingin
Susun obat berdasarkan alfabetis, dan terapkan system FIFO.
f) Tempat peracikan.
Sediakan meja untuk peracikan obat
Obat-obatan tidak boleh berserakan dimana-mana.
Wadah obat harus selalu tertutup rapat dengan baik untuk menghindari kemungkinan
terkontaminasi dan udara lembab.
Wadah obat harus diberi label sesuai dengan obat yang ada didalamnya.
~ 144 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
3. PENYIAPAN OBAT .
a) Memahami isi resep
Baca resep dengan cermat meliputi ;
1) Nama obat
2) Jenis dan bentuk sediaan obat
3) Nama dan umur pasien
4) Dosis
5) Cara pemakaian ,aturan pakai
Apabila tulisan resep tidak jelas tanyakan kepada pembuat resep.
Perhatikan dosis obat .
Kalau obat yang diminta tidak ada,, konsulkan obat pengganti kpd pembuat resep.
Spatel / sendok untuk menghitung tablet atau kapsul.
b) Tata cara menyiapkan obat
1) Periksa dan baca sekali lagi informasi pada wadah obat
2) Pakai spatula atau sendok untuk menghitung tablet atau kapsul
3) Setelah selesai menghitung, kembalikan sisanya ke dalam wadah semula.
4) Periksa kembali etiket pada wadah.
5) Yakinkan sisa obat disimpan kembali ke dalam wadah semula
6) Bersikan kembali meja dimana anda bekerja.
~ 145 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
d) Memgukur cairan :
1. Bersihkan gelas ukur yang akan dipakai
2. Baca kembali etiket pada botol cairan, apakah botol yang diambil sudah
benar.
3. Pegang botol dengan etiket menghadap ke tangan.
4. Tuangkan ke dalam gelas ukur.
5. Tutup kembali botol dan periksa etiket sekali lagi.
Cairan obat luar seperti Gentian Violet dapat langsung dituangkan ke dalam botol
untuk pasien, tidak perlu diukur karena dapat mengotori gelas ukur.
e) Melarutkan dan mengencerkan obat
1. Obat – obatan yang tidak stabil dalam air, dilarutkan apabila akan digunakan
( amoksisilin, benzyl penisilin ).
2. Pelarutnya adalah air matang / air yang sudah dimasak.
f) Mengemas dan memberi etiket :
1. Untuk tablet dan kapsul
Kemasan yag dapat digunakan adalah kantong plastik, kantong kertas, botol
dan vial.
2. Cairan
Kemasan yang dapat digunakan adalah botol kaca, botol plastik.
3. Salep / Krim
Kemasan yang dapat digunakan adalah wadah gelas kaca/plastik bermulut
besar atau tube plastik/metal yang stabil.
4. Setelah dikemas perlu ditempeli etiket pada masing-masing wadah obat ,
yang perlu ditulis pada etiket :
7) Nama pasien
8) Aturan pasien
9) Waktu pakai, contoh : malam hari, sebelum makan, sesudah makan.
g) Penyerahan obat
1) Sebelum obat diserahkan, lakukan pengecekan terakhir tentang nama
2) pasien, jenis obat, jumlah obat, aturan pakai obat, kemasan, dan
sebagainya.
3) Obat diberikan melalui loket.
4) Penerima obat dipastikan pasien atau keluarga pasien
h) Informasi.
Sebab utama mengapa pasien tidak menggunakan obat dengan tepat, adalah karena
pasien tidak dijelaskan tentang obatnya waktu menyerahkan obat.
Penting sekali menjelaskan ke pasien tentang obat yg akan diberikan ;
1) kapan obat digunakan dan berapa banyak
2) Lama pemakaian obat yg dianjurkan
3) cara penggunaan obat
4) cirri-ciri tertentu setelah pemakaian obat
5) Efek samping obat
6) Obat-obatan yg berinteraksi dengan kontrasepsi oral
7) Cara menyimpan obat.
~ 146 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Kode
SOP-006/HK-Far/2014
[Link]
PUSKESMAS Tanggal
01 Januari 2014
HIKUN Berlaku
Halaman
Siti Rohana,Amd Far Shinta Kumalasari,SKM
148 197905102005012018 197409232000032004
Tujuan
Sebagai acuan dalam pembuatan obat racikan (puyer) sesuai resep dokter
~ 147 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
5. Petugas kamar obat menyiapkan obat sesuai resep dengan memakai sendok
6. Siapkan obat (Apoteker/Asisten Apoteker), ambil obat sesuai resep dengan memakai
sendok/sarung tangan steril
7. Masukan obat yang akan di racik ke dalam wadah (tempat khusus)
8. PKO menulis nama pasiennya, dosis, dan lain-lain
9. Cek kembali obat apakah sudah sesuai dengan resep
10. Letakkan resep dan etiket di bawah wadah obat
11. Masukkan obat ke dalam pulverisator
12. Gerus obat sampai homogen
13. Pindahkan obat yang sudah digerus ke wadah yang telah dialasi (kertas puyer) / kertas
perkamen.
14. Siapkan kertas pembungkus/medicine packet steril, lalu di susun di atas meja
15. Bagi obat puyer berdasarkan jumlah sesuai resep
16. Masukkan sealing machine untuk perekat kertas pembungkus
17. Beri etiket
18. Cek ulang obat yang akan diserahkan kepada pasien, nama nomor dan aturan pakai
19. Panggil pasien yang akan diberikan obat di loket pengambilan obat, minta nomor antrian
20. Serahkan obat pada pasien, dan diberitahu cara aturan pakai
Jika sesuai masukkan obat ke dalam plastik/kantong plastik
~ 148 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Kode
SOP-007/HK-Far/2014
[Link]
PUSKESMAS Tanggal
01 Januari 2014
HIKUN Berlaku
Halaman
Siti Rohana,Amd Far Shinta Kumalasari,SKM
150 197905102005012018 197409232000032004
Tujuan
Sebagai acuan dalam pembuatan obat jadi sesuai resep dokter
BAHAN:
5. Plastik/kantong plastik
6. Etiket
7. Obat sesuai resep
~ 149 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
28. Tulis nama pasien, nomor resep, tanggal resep dan aturan pakai pada etiket
29. Masukkan obat ke dalam plastik obat
30. Cek ulang obat yang akan diserahkan kepada pasien, nama nomor dan aturan pakai
31. Panggil pasien yang akan diberikan obat di loket pengambilan obat, minta nomor antrian
32. Serahkan obat pada pasien, dan diberitahu cara aturan pakai
33. Jika sesuai masukkan obat ke dalam plastik/kantong plastik
~ 150 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Kode
SOP-008/HK-Far/2014
[Link]
PUSKESMAS Tanggal
01 Januari 2014 Siti Rohana,Amd Far
HIKUN Berlaku Shinta Kumalasari,SKM
197905102005012018
Halaman 197409232000032004
152
Pengertian
Pengaturan obat di gudang obat
Tujuan
Sebagai acuan dalam pengelolaan obat di gudang obat
~ 151 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
d) Petunjuk Label menentukan kadaluarsa obat: warna merah untuk obat yang mendekati
kadaluarsa
3. Penyimpanan Obat
1. Simpan obat dalam suhu kamar (pada temperatur ± 20 – 280 C)
2. Obat yang masih dalam kardus diletakkan pada alas papan pengalas (palet), untuk
menghindari kelembaban
4. Pendistribusian Obat
1. Pendistribusian obat dilaksanakan 1 kali sebulan, kecuali dalam keadaan emergensi
2. Setiap mendistribusikan obat dibuatkan surat berita acara serah terima obat
3. Isi kartu stok setiap mengeluarkan obat dari gudang dan diparaf oleh yang
mengeluarkan obat
4. Petugas obat yang menerima obat harus melakukan cek ulang jumlah, jenis obat yang
diterima
5. Jika terjadi ketidaksesuaian setelah keluar gudang pengurus tidak bertanggung jawab
7. Pemeriksaan Berkala
1. Pemeriksaan berkala dilakukan 2 bulan sekali, untuk monitoring dan memeriksa
kondisi obat yang ada
2. Petugas pemeriksaan obat dapat dilakukan oleh:
Kepala Puskesmas/MR
Bawasda
Jika ditemukan obat yang kadaluarsa segera keluarkan obat dari gudang dan buat laporan
kepada Kepala Puskesmas
~ 152 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Kode
SOP-009/HK-Far/2014
[Link]
PUSKESMAS Tanggal
01 Januari 2014
HIKUN Berlaku
Halaman
Siti Rohana,Amd Far Shinta Kumalasari,SKM
154 197905102005012018 197409232000032004
Pengertian :
Pencatatan dan pelaporan data adalah rangkaian kegiatan penatausahaan obat-obatan secara
tertib, mulai dari obat di terima,disimpan,didistribusikan di puskesmas dan unit pelayanan lainnya
Tujuan
Tujuan pencatatan dan pelaporan adalah ;
1 . Bukti bahwa sesuatu kegiatan yang telah dilakukan
2 . Sumber data untuk melakukan pengaturan dan pengendsalian
3 . Sumber data untuk pembuatan laporan
.
SOP
1 . PENCATATAN DI GUDANG PUSKESMAS
Obat yang di terima dan dikeluarkan dari gudang di catat di kartu stok
L P L P O Di buat berdasarkan ; - Kartu stok
-LPLPO
- Catatan harian penggunaan obat
2 . PENCATATAN DI SUB UNIT
Sama dgn di gudang tapi lebih sederhana
~ 153 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Serangkaian kegiatan penyampaian pesan-pesan Gizi untuk memecahkan masalah gizi dan
diet dengan metode tatap muka.
2. TUJUAN
Memberikan informasi mengenai pesan-pesan gizi atau diet kepada pasien sesuai dengan
penyakit yang dideritanya untuk membantu proses penyembuhan penyakit.
Menanamkan dan meningkatkan pengetahuan, sikap serta perilaku sehat pada pasien
melalui kebiasaan makan yang sesuai dengan anjuran dietnya.
4. PELAKSANAAN
a. Petugas Gizi menerima pasien yang membawa lembar permintaan konsultasi gizi.
b. Petugas Gizi melakukan anamnese diet pasien meliputi diet yang sudah atau sedang
dijalani, makanan yang disukai atau tidak, makanan yang merupakan pantangan atau
alergi makanan, serta pola makan atau kebiasaan makan pasien sesuai yang dibutuhkan.
c. Petugas Gizi melakukan perencanaan zat gizi sesuai dengan jenis diet yang akan
diberikan.
d. Petugas Gizi menjelaskan mengenai diet yang harus dijalankan oleh pasien.
e. Petugas Gizimelaksanakan evaluasi kepada pasien.
f. Pasien diberikan leaflet sesuai dengan dietnya.
g. Petugas gizi melakukan pencatatan diregister konsultasi gizi.
~ 154 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Serangkaian kegiatan pemantauan status gizi pada balita di posyandu.
2. Tujuan
a. Untuk mengetahui keadaan gizi balita di masyarakat wilayah kerja
b. Untuk mempermudah dalam pendistribusian PMT ASI khususnya pada balita.
4. PELAKSANAAN
a. Petugas gizi melakukan sosialisasi dan koordinasi pelaksana PSG dengan kader
posyandu meliputi perawatan penunjang dan refreshing tata cara pelaksanaan PSG
b. Petugas gizi dan kader melaksanakan penimbangan dan penyuluhan PB/TB di
posyandu/puskesmas dan dicatat di register penimbangan
c. Petugas gizi membuat laporan PSG dan melaporkan ke Dinas Kesehatan.
~ 155 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Serangkaian kegiatan pendistribusian kapsul Vitamin A dosis Tinggi pada balita di
Wiolayah Kerja Puskesmas
2. TUJUAN
Untuk pencegahan sedini mungkin kekurangan Vitamin A pada balita
4. PELAKSANAAN
a. Petugas Gizi melakukan pengumpulan data sasaran dari hasil laporan pemberian
Vitamin A dosis tinggi tahun [Link] dibandingkan dengan data
sasaran berdasarkan proyeksi penduduk dari Dinas Kesehatan.
b. Menentukan sasaran pemberian Vitamin A pada masing-masing desa di Wilayah
Kerja Puskesmas
c. Sebelum pelaksanaan yaitu pada bulan Januari dan Juli, terlebih dahulu
dilakukan pemesanan Vitamin A dosis tinggi sesuai dengan kebutuhan melalui
apotik
d. Pengambilan Vitamin A ke gudang farmasi
e. Pendistribusian Vitamin A dosis tinggi ke posyandu masing-masing melaului
kader sesuai sasaran
f. Jika tersisa di gunakan untuk stok
g. Petugas Gizi merekap laporan Vitamin A dosis tinggi dari laporan kader
h. Petugas Gizi membuat laporan Vitamin A dosis tinggi dan dilaporkan ke Dinas
Keshatan
~ 156 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. TUJUAN
Sebagai pedoman dalam pengelolaan limbah medis dan non medis
2. RUANG LINGKUP
Limbah medis dan non medis di Puskesmas Hikun
3. URAIAN
Berdasarkan bentuk fisik limbah sarana kesehatan puskesmas meliputi limbah cair, padat
[sampah] dan limbah udara atau gas’
Berdasarkan tingkat bahayanya di kelompokkan limbah infesius dan limbah berbahaya
dan beracun [B3] termasuk radioaktif.
Sumber limbah di sarana kesehatan puskesmas terdiri dari :
a. Limbah medis : missal sisa jaringan tubuh, jarum suntik, spuit,
Padat [sampah] ampuls,infuse set,botol infuse,kapas/kasa bekas pakai
~ 157 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 158 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
a. Penangan sampah medis/infeksius adalah kegiatan sejak pengumpulan sampah ke
bak sampah medis/infeksius yang merupakan hasil sampingan kegiatan puskesmas.
b. Sampah medis/infeksius adalah sampah berupa semua barang yang akan dibuang
yang sudah terinfeksi penyakit menular.
2. TUJUAN
a. Pencegahan terjadinya gangguan atau penyakit akibat pencemaran atau kontak
dengan sampah medis/infeksius yang merupakan hasil sampingan kegiatan
puskesmas.
b. Terciptanya kondisi lingkungan puskesmas yang bersih dan memenuhi persyaratan
kesehatan.
3. ALAT DAN BAHAN
ALAT :
a. Kerajang sampah
b. Kantong plastic berwarna merah dan hitam
c. Troli
d. Sarung tangan
e. Masker
BAHAN
a. Sampah medis
4. STANDAR OPERATING PROCEDUR
a. Petugas ruangan memasukkan sampah medis/infeksius dari tempat pelayanan ke
dalam kantong plastic berwarna merah kemudian diikat dan dimasukkan ke dalam
bak penampungan di luar ruangan.
~ 159 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 160 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
a. Penanganan sampah umum adalah kegiatan sejak pengamanan sampah,
pengumpulan ke bak penampungan sampah, pengangkutan sampah ke tempat
pembuangan akhir.
b. Sampah taman/ha;aman adalah sampah yang berupa daun dan rumput, kertas atau
plastic bekas pembungkus makanan dan minuman, punting rokok dan lainnya.
2. TUJUAN
a. Pencegaha terjadinya gangguan ataupun satu penyakit akibat pencemaran yang
kontak dengan sampah umum yang merupakan hasil sampingan kegiatan pelayanan
puskesmas.
b. Terciptanya kondisi lingkungan puskesmas yang bersih dan sememenuhi persyaratan
kesehatan.
3. ALAT DAN BAHAN
ALAT
a. Bak sampah
b. Sapu
c. Sekrup
d. Masker
BAHAN
a. Sampah organic
b. Sampah an organic
4. STANDAR OPERATING PROCEDURE
~ 161 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
a. Petugas clening service membersihkan taman dan halaman, termasuk jalan dan
tempat parker, selanjutnya memasukkan sampah ke dalam bak penanpungan
sampah.
b. Petugas clening servise mengambil dan mengangkut sampah dari bak penampungan
sampah ke tempat pembakaran untuk sampah yang kering sedangkan sampah
basah dapat langsung dibuang ke TPS.
~ 162 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
a. Penangan sampah umum adalah kegiatan sejak pengamanan sampah, pengumpulan
ke bak penampungan sampah, pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir.
b. Sampah umum basah adalah sampah yang mudah busuk misalnya sisa makanan dan
sayuran
c. Sampah umum kering adalah sampah yang tidak mudah busuk dan mudah dibakar
misalnya kestas, plastic, kertas pembungkus makanan dan minuman, dan lain-lain.
2. TUJUAN
a. Pencegahan terjadinya suatu penyakit yang di akibatkan pencemaran oleh sampah
umum yang merupakan hasil sampingan kegiatan pelayanan puskesmas.
b. Tercipnya kondisi lingkungan puskesmas yang bersih dan sehat memenuhi
persyaratan kesehatan.
3. ALAT DAN BAHAN
ALAT
a. Bak sampah harus kedap air dan tertutup
b. Kantong plastic berwarna merah dan hitam
c. Tiap poli/ruangan yang ada tindakan harus tersedia 3 tempat sampah
d. Sarung tangan
BAHAN
a. Sampah organic
4. STANDAR OPERATING PROCEDURE
a. Petugas ruangan memasukkan sampah umum kering dari tempat pelayanan ke
dalam kantong plastic berwarna merah kemudian diikat dan di masukkan ke bak
penampungan diluar ruangan.
~ 163 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 164 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Pekerjaan membersihkan lantai debu dan kotoran
2. TUJUAN
Sebagai acuan dalam melakukan pekerjan mengepel lantai puskesmas
~ 165 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
f. Celupkan kain pel ke dalam campuran larutan antiseptic, peras kain pel sampai
lembab saja.
g. Pel lantai di mulai dari dalam ruangan menuju keluar.
h. Periksa kebersihan lantai setiap pagi dan siang dengan mengisi checklist di masing-
masing ruang/poli.
i. Bersihkan lantai dan pel segera jika ada kotoran/air tumpah/darah/muntah pel lantai
kembali setelah selesai pelayanan [± jam 12], dan sebelum pulang.
j. Kembalikan bahan dan alat pada tempatnya.
k. Jauhkan bahan antiseptic dari jangkauan anak-anak
l. Dalam hal ini ada 2 area yang masing-masing area ditangani 1 petugas clening
service.
5. UNIT TERKAIT
a. Poli umum, gigi,KIA
b. Kamar Obat
c. laboratorium
d. Toilet/kamar mandi
e. Ruang Tata Usaha.
~ 166 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Pekerjaan membersihkan jendela dan pintu/langit-langit dari debu dan kotoran.
2. TUJUAN
Sebagai acuan untuk membersihkan kaca jendela dan pintu, langit-langit, di ruangan unit
pelayanan.
3. ALAT DAN BAHAN
ALAT :
a. Cairan pembersih kaca
b. Lap kering
c. Kemoceng
d. Ember yang berisi air
BAHAN :
a. Semprotan yang berisi cairan pembersih kaca
4. STANDAR OPERATING PROCEDURE
a. Membersihkan Langit-Langit dan Ventilasi
a]. Siapkan semua peralatan
b]. Ambil rag ball
c]. Bersihkan langit-langit dari sarang laba-laba yang ada.
d]. Periksa kembali seluruh langit-langit apakah masih ada yang tersisa.
e]. Sapu lantai untuk membersihkan kotoran yang ada
f]. Langit-langit yang dibersihkan minimal 2 minggu sekali
b. Membersihkan Lantai
a]. Siapkan alat yang akan di pakai
b]. Ambil air dalam ember yang sudah ditambahkan cairan desinfektan
~ 167 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 168 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Pekerjaan membersihkan kamar mandi dari baud an kotoran
2. TUJUAN
Sebagai acuan dalam membersihkan kamar mandi
3. ALAT DAN BAHAN
ALAT :
a. Sikat lantai
b. Sikat tembok
c. Sikat WC
BAHAN :
a. Bahan antiseptic
b. Kamfer kamar mandi
c. Sabun deterjen
d. Tapas
4. STANDAR OPERATING PROCEDURE
a. Siapkan bahan dan alat yang akan dipakai
b. Sikat tembok setinggi batas bahu petugas pada semua sisi dan pintu WC
c. Bersihkan WC dengan sikat WC dengan memakai sabun
d. Buka penutup saluran bak mandi lalu buang airnya
e. Bersihkan bak dengan deterjen menggunakan tapas
f. Bersihkan bak kamar mandi [setiap 3hari sekali]
g. Sikat lantai kamar mandi dengan sikat lantai dengan sabun, kemudian siram lantai
dengan larutan antiseptic
h. Bersihkan semua bagian dengan air bersih sampai busa sabun hilang/kotoran hilang
~ 169 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
i. Tutup kembali saluran bak kamar mandi lalu isi bak mandi
j. Periksa kamfer apakah masih ada, jika habis segera diganti
k. Kontrol kamar mandi atau toilet seminggu 2 x [sesuai jadwal checklist]
5. UNIT TERKAIT
a. Petugas clening servise yang di pandu petugas kesling.
~ 170 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Melakukan pembakaran sampah/limbah medis
2. TUJUAN
Sebagai acuan dalam penanganan sampah/limbah medis
3. ALAT DAN BAHAN
ALAT :
a. Incenerator
b. Sarung tangan
c. Masker
BAHAN
a. Sampah medis/limbah medis dari tiap poli
4. STANDAR OPERATING PROCEDURE
a. Sampah harus sudah terkumpul
b. Cek keadaan solar
c. Buka pintu incerator
d. Masukkan sampah/limbah ke dalam ruang pembakaran
e. Tutup pintu sampai rapat betul
f. Nyalakan incerator dengan menekan/memutar tombol ON
g. Setel otomatis timer sesuai dengan jumlah sampah yang ada
h. Setelah waktu habis tekan / putar tombol OFF
i. Biarkan dingin dulu dulu untuk mengeluarkan hasil pembakaran
j. Bersihkan sisa hasil pembakaran dengan cara penyapu
k. Tanam/bubur dari hasil pembakaran tersebut
l. Lapor apabila ada kerusakan alat pada petugas kesling
m. Mengingat petugas kesling tentang jadwal service [dalam hal ini jadwal terlampir]
5. UNIT TERKAIT
a. Poli Umum, Gigi, KIA
b. Laboraturium
~ 171 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
c. Petugas kesehatan lainnya [dalam hal ini bisa perwat dan bidan desa] yang praktik di
rumah
d. Petugas clening servise yang berperan utama tentunya di pantau oleh petugas
kesling
~ 172 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Pengertian
Pekerjaan membersihkan halaman dan taman dari kotoran.
Tujuan
Sebagai acuan dalam membersihkan halaman dan taman.
1. Sapu lidi
2. Sekop besar dan kecil
3. Tempat sampah
4. Pengki
5. Selang untuk menyiram tanaman
6. Pupuk tanaman
Standard Operating Procedure
1. Siapkan bahan dan alat yang akan dipakai
2. Sapu halaman dari sampah yang ada, pagi dan sebelum pulang
3. Buang sampah pada tempat sampah
4. Bersihkan saluran pembuangan air limbah tiap hari
5. Kuras tendon SPAL 1 kali seminggu
6. Bersihkan tempat sampah khususnya untuk sampah basah
7. Potong rumput dan tanaman minimal 1 kali sebulan
8. Beri pupuk pada tanaman 1 kali sebulan
9. Siram halaman, rumput dan tanaman, pagi dan sebelum pulang
Unit Terkait
1. Dalam hal ini sepenuhnya tugas cleaning service yang tentunya dalam pengawasan
petugas
~ 173 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. PENGERTIAN
Klinik Sanitasi merupakan suatu wahana bagi masyarakat yang mengalami masalah
bidang kesehatan lingkungan, guna mendapatkan bimbingan, penyuluhan serta bantuan
teknis [bengkel sanitasi] dari petugas yang berkompeten [sanitarian] secara terpadu dan
bekerjasama dengan program yang lalin.
2. TUJUAN
UMUM
Untuk meningkatkan derajat kesehatan lingkungan masyarakat melalui upaya yang
dilakukan secara terpadu, terarah, dan terus menerus.
KHUSUS
a. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya
lingkungan sehat dan perilaku hidup sehat.
b. Membantu masyarakat memecahkan masalah yang berhubungan dengan kesehatan
lingkungan, missal : penyuluhan sarana air bersih, jamban keluarga, rumah sehat
dan lain-lain.
c. Mengupayakan adanya keterpaduan antara program-program kesehatan yang
dilaksanakan di puskesmas, dengan pendekatan penanganan secara holitistik
terhadap masalah kesehatan masyarakat.
3. SASARAN
a. Pasien/penderita yang berobat ke puskesmas yang menderita suatu penyakit
disebabkan oleh pengaruh lingkungan, termasuk keluarga penderita.
~ 174 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 175 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Luar Gedung
a. Kegiatannya yaitu kunjungan rumah/lokasi yang sebenarnya merupakan
KUSADES [kunjungan sanitarian ke desa] yang lebih dipertajam sasarannya
sebagai rencana tindak lanjut kunjungan pasien/klien ke klinik sanitasi pada
kunjungannya, sanitarian mengikut sertakan kader kes-ling, ketua Pokmair
[kelompok pemakai air], perangkat Desa, tokoh masyarakat dan sebagainya
b. Maksudnya agar masyarakat turut berperan aktif memecahkan masalah yang
timbul di lingkungan mereka [Link] diharapkan kelak jika timbul
masalah yang kurang lebih sama, mereka mampu menangani sendiri.
~ 176 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. TUJUAN
2. RUANG LINGKUP
3. REFERENSI/KETERANGAN
3.4 Perda Kabupaten Tabalong Nomor 21 Tahun 2011 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan
pada Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Pos-pos Kesehatan Desa (Poskesdes), Pondok
Bersalin Desa (Polindes) dan Puskesmas Keliling.
4. PENANGGUNG JAWAB
5. KETENTUAN UMUM
~ 177 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
5.1 Proses penyetoran dana dan pencairan uang belanja Puskesmas dilakukan melalui
bendahara Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.
5.2 Laporan atas pendapatan Puskesmas dilakukan 1 bulan sekali berupa Laporan Penerimaan
dan Penyetoran uang Retribusi.
5.3 Dari ROP yang telah diterbitkan oleh Kabupaten , Puskesmas melaksanakan pembelanjaan
sesuai anggaran yang tercantum dalam DPA.
5.4 Laporan SPJ terdiri dari :
6. PETUNJUK KERJA
~ 178 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
6.1.5. Berdasarkan Buku Form Bend 10, diakhir bulan Bendahara Operasional
Puskesmas membuat Lapran Penerimaan dan Pengeluaran Uang yang
ditandatangani oleh Kepala Puskesmas.
6.2. Proses Pembelian Barang , pembuatan SPJ ( Surat Pertanggung Jawaban ) dan
Pecairan Dana Kegiatan.
6.2.1. Bendahara Operasional dan bendahara Proyek melakukan pembelian barang dan
jasa sesuai dengan ROP. Setiap pembelian dilengkapi dengan bukti pembelian
berupa kuitansi dan nota pembelian dan kegiatan program dilengkapi denga
proposal kegiatan.
6.2.2. Bendahara Operasional dan bendahara proyek membuat SPJ setiap transaksi
pembelian dan pelaksanaan kegiatan program.
6.2.3. SPJ yang telah dibuat diberikan ke Kepala Puskesmas untuk dilakukan
pengesahan dengan membubuhkan tanda tangan.
6.2.4. Bendahara Operasional mengirim SPJ ke Dinas Kesehatan dan Dinas Pengelola
Keuangan Daerah. Bendahara proyek mengirim SPJ ke PPTK ( Pejabat Pelaksana
Teknis Kegiatan ) Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan.
6.2.5. Bendahara Operasional dan bendahara proyek mengambil dana dari Dinkes
dengan tanda tangan pada kuitansi pembayaran.
6.2.6. Setelah dana diterima, bendahara proyek merekap pencairan dana dari Dinkes
pada Buku Kas Umum
~ 179 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
1. TUJUAN
Prosedur Pengelolaan Keamanan ini bertujuan untuk menetapkan tata cara pelaksanaan,
pengawasan dan pengkoordinasian keamanan Puskesmas untuk mendukung pelaksanaan
pelayanan di Puskesmas Ngempit Kabupaten Pasuruan.
2. RUANG LINGKUP
Ruang lingkup dari prosedur ini adalah pelaksaan kegiatan pengelolaan keamanan Puskesmas.
3. REFERENSI
-
4. DEFINISI
-
5. PENANGGUNG JAWAB
5.1. Subbag Tata Usaha bertanggung jawab atas pengelolaan keamanan Puskesmas di
lingkungan Puskesmas.
5.2. Petugas keamanan bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan pelaksanaan
keamanan, ketertiban dan kenyamanan lingkungan Puskesmas sekaligus
memberikan pengawasan dan menegakkan tata tertib keamanan
6. KETENTUAN UMUM
6.1 Penjagaan wilayah di Puskesmas Ngempit dipusatkan dalam 1 (satu) Pos Pantau (pintu
masuk gedung).
~ 180 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 181 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
B. Pengelolaan Logistik
1. TUJUAN
Prosedur
ini bertujuan untuk menetapkan tata cara penerimaan, penyimpanan dan pendistribusian
semua barang dan fasilitas Puskesmas.
2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini mengatur prosedur pengelolaan logistik mulai dari penerimaan, pendistribusian
sampai pengendalian barang dan fasilitas di Puskesmas Hikun.
3. REFERENSI
Buku Pedoman Pengelolaan Peralatan Kesehatan Puskesmas Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, Dirjen Pembinaan Kesehatan Masyarakat, Direktorat Bina Upaya
Kesehatan Puskesmas, 1998.
4. PENANGGUNG JAWAB
5. KETENTUAN UMUM
~ 182 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
6. URAIAN PROSEDUR
Pembantu Pengurus Barang menerima dan mengecek barang yang datang atas
kesesuaiannya dengan yang meliputi : tanggal, nama, jumlah, dan asal barang atau
Surat Jalan yang meliputi jumlah, nama barang, dan keterangan.
Kemudian Pembantu Pengurus Barang mencatatkan barang yang diterima dalam Buku
Penerimaan Barang (Pakai Habis), Buku Penerimaan Barang (Inventaris), Buku Barang
Inventaris, dan Buku Barang Pakai Habis .
Khusus untuk penerimaan barang berupa kendaraan bermotor dicatat dalam Berita
Acara Penerimaan Barang.
Apabila barang perlu langsung didistribusikan, maka barang yang akan dikirim ke Unit
terkait dicatat terlebih dahulu pada Buku Pengeluaran Barang (Pakai Habis) atau Buku
Pengeluaran Barang (Inventaris).
Pembantu Pengurus Barang mencatat barang yang akan didistribusikan ke unit terkait
dalam Bukti pengeluaran barang.
Apabila barang sudah diterima, maka Petugas Unit menandatangani Bukti pengeluaran
sebagai bukti tanda terima barang.
Untuk barang yang tidak langsung didistribusikan, barang disimpan di gudang barang.
Penyimpanan di Gudang Inventaris :
6..1. Pembantu Pengurus Barang mencatat barang yang masuk sebagai stok gudang
~ 183 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
menuliskan tujuan mutasi dan tanggal mutasi pada kolom keterangan di Kartu Inventaris
Ruangan (KIR) dan Daftar Inventaris Ruangan.
7. LAMPIRAN
Surat Tanda Terima
Berita Acara Penerimaan Barang
Buku Penerimaan Barang (Inventaris)
Buku Penerimaan Barang (Pakai Habis)
Buku Barang Inventaris
Buku Barang Pakai Habis
Buku Pengeluaran Barang (Pakai Habis)
Buku Pengeluaran Barang (Inventaris)
Kartu Barang
Bukti Pengeluaran Barang
Surat Permintaan
Daftar Inventaris Ruangan
Kartu Inventaris Ruang (KIR)
1. TUJUAN
Prosedur ini dibuat sebagai panduan dalam proses penataan, pemindahan dan penyusutan
arsip non medis dengan tujuan agar pengelolaannya lebih mudah, efektif dan efisien.
2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini ditetapkan untuk mengatur :
~ 184 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
3. REFERENSI
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 30 Tahun 1997 Tentang Tata Kearsipan Dalam
Negeri.
4. DEFINISI
Arsip adalah naskah surat yang dibuat dan diterima oleh semua Perangkat Daerah dalam
bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok untuk
pelaksanaan tugas.
Arsip Dinamis adalah arsip yang masih dipergunakan dalam penyelenggaraan dan
pelaksanaan tugas.
Arsip Aktif adalah arsip yang masih dipergunakan secara langsung dalam proses
pelaksanaan tugas.
Arsip Inaktif adalah arsip yang tidak lagi dipergunakan secara langsung dalam
pelaksanaan tugas.
Arsip Statis adalah arsip yang tidak lagi dipergunakan dalam pelaksanaan tugas, tetapi
mempunyai nilai guna dalam pelaksanaan tugas dan disimpan sebagai arsip sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
5. PENANGGUNG JAWAB
Personil Umum dan Kepegawaian bertanggung jawab dalam hal identifikasi dan
penyimpanan arsip serta menjamin bahwa selama penyimpanan tidak terjadi kerusakan
dan atau kehilangan arsip.
Petugas Adminstrasi bertanggung jawab membantu Personil Umum dan Kepegawaian
dalam hal identifikasi dan penyimpanan arsip serta menjamin bahwa selama
penyimpanan tidak terjadi kerusakan dan/atau kehilangan arsip.
6. KETENTUAN UMUM
Terdapat 2 (dua) jenis surat dinas yang ada di Puskesmas Hikun , yaitu :
Surat dinas aktif yaitu surat dinas yang dikirimkan dengan meminta
tanggapan, tindak lanjut, maupun balasan dari pihak yang dikirimi surat
dalam batas waktu tertentu.
Surat dinas pasif yaitu surat dinas yang dikirimkan dengan tanpa meminta
tanggapan, tindak lanjut, maupun balasan dari pihak yang dikirimi surat.
~ 185 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
o Semua surat dinas/non dinas yang masuk dan keluar dari Puskesmas melalui
Bagian Tata Usaha.
o Lamanya masa simpan arsip ditentukan dengan melihat ketentuan masa
retensi arsip dalam Daftar Induk Arsip Non Medis.
o Arsip yang dimusnahkan adalah arsip-arsip yang sudah statis (habis masa
retensinya), tidak terkait dengan arsip lain dan tidak bertentangan dengan
peraturan perundang-undangan.
7. URAIAN PROSEDUR
Pengelolaan Surat Masuk
7..1. Setiap surat yang ditujukan ke Puskesmas masuk ke Bagian Tata Usaha
7..2. Penerimaan surat :
~ 186 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
Puskesmas untuk disetujui. Sedangkan jika masih terdapat koreksi, maka surat
akan dikembalikan kepada Petugas Administrasi untuk diperbaiki.
7..5. Kepala Puskesmas melakukan pemeriksaan terhadap surat yang diajukan.
7..6. Jika disetujui, maka Kepala Puskesmas memberikan tanda tangan di kolom tanda
tangan pada surat keluar. Sedangkan jika tidak disetujui, maka akan diserahkan
kembali kepada Koordinator Kepegawaian untuk dilakukan perbaikan.
7..7. Petugas Administrasi mengagendakan surat yang telah ditandatangani oleh Kepala
Puskesmas dan memberi nomor surat keluar berdasarkan Buku Agenda Surat
Keluar.
7..8. Petugas Administrasi mengirim surat sesuai tujuan. Pengiriman surat dapat
Penyusutan arsip
~ 187 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
7..1. Penyusutan dilakukan untuk menghemat tempat penyimpanan dan biaya serta
7..2.1. Petugas Administrasi dan petugas setiap unit, sekali dalam setahun
berkewajiban :
a. Meneliti dan memisahkan arsip yang telah melebihi jangka waktu
inaktifnya dalam Daftar Induk Arsip Non Medis
b. Membuat Daftar Arsip yang Akan Dimusnahkan, dengan
persetujuan dari Koordinator Bagian/Unit terkait.
c. Mengumpulkan arsip tersebut dan diajukan ke Tim
Pemusnahan/Tim Penghapusan Barang.
7..2.2. Proses Pemusnahan Arsip
a. Tim Pemusnahan/Tim Penghapusan Barang melakukan penilaian
terhadap isi arsip-arsip yang akan dimusnahkan
b. Arsip-arsip inaktif yang dinilai tidak mempunyai nilai guna karena
masa inaktifnya habis, dibuatkan telaah dalam Berita Acara
Pemeriksaan Barang untuk Penghapusan dan dilaporkan ke Dinas
Kesehatan Kabupaten Pasuruan untuk mendapat persetujuan
pemusnahan.
c. Bila arsip dinilai mempunyai nilai guna tertentu, maka arsip tidak
dimusnahkan. Petugas Administrasi menyimpan arsip tersebut
dengan jangka waktu tertentu.
8. DATA PETUGAS
Daftar Induk Arsip Non Medis
Daftar Arsip yang Akan Dimusnahkan
Berita Acara Pemeriksaan Barang untuk Penghapusan
Buku Agenda Surat Masuk
Lembar Disposisi
Buku Agenda Surat Keluar
~ 188 ~
PEDOMAN TATA KELOLA
~ 189 ~