RS UMUM ARO
Jl. dr. Sutomo – Gamer ( Timur Terminal ) Pekalongan
Telp. (0285) 4416443 / 4416445 Fax. (0285) 4416447
SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR RSU ARO PEKALONGAN
NOMOR : 88/RSUA/V/2018
TENTANG
PEMBENTUKAN
TIM PENCEGAHAN KECURANGAN ( FRAUD )
PROGRAM JAMINAN KESEHATAN
PADA RUMAH SAKIT UMUM ARO PEKALONGAN
DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM ARO PEKALONGAN
Menimbang : a. bahwa dalam penyelenggara program jaminan kesehatan dalam
sistem jaminan sosial nasional ditemukan berbagai
permasalahan termasuk potensi kecurangan (fraud) yang dapat
menimbulkan kerugian bagi dana jaminan sosial nasional;
b. bahwa kerugian dana jaminan sosial kesehatan akibat
kecurangan (fraud) perlu dicegah dengan kebijakan nasional
pencegahan kecurangan (fraud) agar dalam pelaksanaan
program jaminan kesehatan nasional dalam sistem jaminan
sosial nasional dapat berjalan dengan efektif dan efisien;
c. bahwa berdasarkan bagian keempat paragraf 2 peraturan
Menteri Kesehatan Kesehatan Republik Indonesia Nomor 36
Tahun 2015 dinyatakan Tim Pencegahan Kecurangan Jaminan
Kesehatan Nasional di fasilitas kesehatan rujukan tingkat
lanjutan terdiri atas unsur satuan pemeriksaan internal komite
medik, perekam medik, koder, dan unsur lain yang terkait;
d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada
huruf a, b dan c perlu menetapkan surat keputusan direktur
Rumah Sakit Umum Daerah Bengkalis tentang pembentukan Tim
Pencegahan Kecurangan ( Fraud ) program jaminan kesehatan
pada Rumah Sakit Umum ARO Pekalongan;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1999 tentang pemberantasan
tindak pidana korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan
undang-undang nomor 20 tahun 2001;
2. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan
Negara;
3. Undang-Undang Nomor 1 tahun 2004 tentang pembendaharaan
Negara;
4. Undang-Undang Nomor 15 tahun 2004 tentang pemeriksaan
pengelolaan dan tanggung jawab keuangan Negara;
5. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang praktek
kedokteran;
6. Undang-Undang Nomor 40 tahun 2004 tentang tentang sistem
jaminan sosial nasional;
7. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan;
8. Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit;
9. Undang-Undang Nomor 24 tahun 2011 tentang Badan
Penyelenggara Jaminan Sosial;
10. Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan
Daerah;
11. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga
Kesehatan:
12. Peraturan pemerintah nomor 49 tahun 2013 tentang Badan
Pengawas Rumah Sakit:
13. Peraturan Presiden nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan
Kesehatan;
14. Peraturan Presiden nomor 32 tahun 2014 tentang Pengelolaan
dan Pemanfaatan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional
pada fasilitas kesehatan tingkat pertama milik pemerintahan
daerah;
15. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 755/Menkes/Per/IV/2011
tentang Penyelenggaraan Komite Medik di Rumah Sakit ;
16. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 71 tahun 2013 tentang
Pedoman Penyelenggaraan jaminan kesehatan nasional;
17. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 9 tahun 2014 tentang
klinik;
18. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 10 tahun 2014 tentang
Dewan Pengawas Rumah Sakit;
19. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 14 tahun 2014 tentang
Pengendalian Gratifikasi di Lingkungan kementrian kesehatan;
20. Peraturan Mentri Kesehatan nomor 19 tahun 2014 tentang
Pengelolaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional untuk
Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan Biaya Operasional pada
Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah daerah;
21. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 27 tahun 2014 tentang
Petunjuk Teknis Sistem Indonesia Case Base Groups;
22. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 28 tahun 2014 tentang
Pedoman Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional;
23. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 59 tahun 2014 tentang
Standar Tarif Pelayanan Kesehatan dalam penyelenggaraan
program jaminan kesehatan Berita Negara Republik Indonesia
tahun 2014 nomor 1287;
24. Peraturan Menteri Kesehatan nomor 36 tahun 2015 tentang
Pencegahan Kecurangan ( Fraud) dalam pelaksanaan program
jaminan kesehatan pada sistem jaminan social nasional.
MEMUTUSKAN :
MENETAPKAN :
PERTAMA : Pembentukan tim Pencegahan Kecurangan (Fraud) Program
Jaminan Kesehatan pada Rumah Sakit Umum ARO Pekalongan
dengan susunan keanggotaan sebagaimana tercantum dalam
lampiran keputusan ini;
KEDUA : Tim Pencegahan Kecurangan (Fraud) sebagaimana dimaksud pada
diktum pertama mempunyai tugas sebagai berikut:
a. Melakukan deteksi dini Kecurangan JKN berdasarkan data klaim
pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum
ARO Pekalongan.
b. Menyosialisasikan kebijakan, regulasi, dan budaya baru yang
berorientasi pada kendali mutu dan kendali biaya.
c. Mendorong pelaksanaan tata kelola organisasi dan tata kelola
klinik yang baik.
d. Meningkatkan kemampuan koder dokter dan petugas lain yang
berkaitan dengan klaim.
e. Melakukan upaya pencegahan, deteksi dan penindakan
Kecurangan JKN.
f. Monitoring dan evaluasi; dan
g. Pelaporan.
KETIGA : Dalam melaksanakan tugasnya Tim Pencegahan Kecurangan
(Fraud) bertanggung jawab kepada Direktur Rumah Sakit Umum
ARO Pekalongan;
KEEMPAT : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila terjadi
kekeliruan akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di : Pekalongan
Pada tanggal : 23 April 2018
DIREKTUR RSU ARO PEKALONGAN
dr. BROTO RAHARDJO
NIK. 1404000029
LAMPIRAN : KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH
SAKIT UMUM ARO PEKALONGAN
NOMOR : 88/RSUA/V/2018
TANGGAL : 23 April 2018
TIM PENCEGAHAN KECURANGAN ( FRAUD )
PROGRAM JAMINAN KESEHATAN
PADA RUMAH SAKIT UMUM ARO PEKALONGAN
NO NAMA JABATAN JABATAN DALAM TIM
1 dr. BROTO RAHARDJO Direktur Ketua
2 dr. PUTRI UTAMI HADIYATI Kabid. Yanmed Sekretaris
3 ZAKIROH, AMK Asuransi BPJS Anggota
4 TRI NIVE KURNIATI, [Link] Asuransi BPJS Anggota
5 DWIANI KARTIKA, AMK Asuransi BPJS Anggota
6 ISNAENI MUFIDA, AMK Asuransi BPJS Anggota
DIREKTUR RSU ARO PEKALONGAN
dr. BROTO RAHARDJO
NIK. 1404000029