0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan2 halaman

PNET: Tumor Neuroektodermal Primer

Primitive Neuroectodermal Tumors (PNET) adalah kelompok sel bulat kecil yang berasal dari jaringan ektodermal dan mempengaruhi jaringan lunak dan tulang. Beberapa PNET berkembang di sistem saraf pusat seperti otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan yang lain berkembang di luar otak seperti anggota badan dan dinding dada. PNET disebabkan oleh faktor-faktor seperti hereditas, sisa-sisa sel embrional, radiasi

Diunggah oleh

Anonymous qtaS6YsXe
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
127 tayangan2 halaman

PNET: Tumor Neuroektodermal Primer

Primitive Neuroectodermal Tumors (PNET) adalah kelompok sel bulat kecil yang berasal dari jaringan ektodermal dan mempengaruhi jaringan lunak dan tulang. Beberapa PNET berkembang di sistem saraf pusat seperti otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan yang lain berkembang di luar otak seperti anggota badan dan dinding dada. PNET disebabkan oleh faktor-faktor seperti hereditas, sisa-sisa sel embrional, radiasi

Diunggah oleh

Anonymous qtaS6YsXe
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

WOC PNET (Primitive Neuroectodermal Tumors)

Definisi

Primitive Neuroectodermal Tumors (PNET) adalah


sekelompok yang terdiri dari sel bulat kecil yang berasal
dari jaringan ektodermal yang mempengaruhi jaringan
lunak dan tulang. Jaringan ektodermal adalah jaringan
yang terbentuk pada masa embrio dan ini nantinya akan
membentuk sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.
Beberapa PNET berkembang di sistem saraf pusat
termasuk otak dan sumsum tulang belakang, dan lainnya
berkembang di di luar otak seperti anggota badan, panggul,
Herediter Trauma Virus Onkogenik (Rotavirus) Radiasi dan dinding dada (perifer PNET)

Mengenai lobus oksipitalis Pertumbuhan Sel yang Abnormal Obstruksi cairan Peregangan Epidural
serebrospinal dari ventrikel
lateral ke sub arachnoid
Gangguan visual TUMOR OTAK Nyeri Kepala
Factor Reseiko
HIDROSEPALUS Papiledema
Penambahan Massa Otak dan atau Cairan Otak  Herediter
 Sisa-Sisa Sel Embrional (Embryonic Cell Rest)
 Radiasi
Bergesernya ginus  Virus
Kerusakan pembuluh darah otak Kompresi jaringan otak Mengenai lobus frontalis Mengenai batang otak  Substansi-substansi Karsinogenik
terhadap sirkulasi darah & O2 medialis lobus temporal  Trauma kepala
ke inferior melalui
Perpindahan cairan intravaskuler Kompresi daerah motorik Iritasi pusat vagal di
insisura tentorial
ke jaringan serebral Penurunan suplai O2 ke medula oblongata
jaringan otak akibat obstruksi KLASIFIKASI
Hemiparesis a. Tumors of the Neuroepithelial tissue :
Herniasi medula b. Ependymal tumors
Volume intrakranial naik (PTIK) Mual & Muntah oblongata
Iskemik c. Choroid plexus tumors
MK. Gangguan d. Pineal Parenchymal tumors
Menggangu fungsi spesifik Mobilitas Fisik MK. Nutrisi e. Embryonal tumors :
Menekan pusat saraf napas  Medulloblastoma
bagian otak tempat tumor MK. Gangguan Perfusi Kurang dari  Primitive neuroectodermal tumors
Jaringan Cerebral Kebutuhan Tubuh (PNET)
Mengenai lobus parietalis f. Meningeal tumors :Meningioma
MK. Ketidakefektifan
MK. Nyeri Kronis g. Primary CNS Lymphoma
MK. Risiko Pola Napas h. Germs cell tumors
Kejang fokal
Tinggi Cedera i. Tumors of the sellar region
j. Brain metastase of the systemic cancers.

MANIFESTASI
1. Manifestasi klinis
 Perubahan status mental
 Sakit kepala
 Mual dan muntah
 Papil edema
 Kejang
2. Manifestasi local
Pemeriksaan penunjang  Kelemahan Fokal ( misal, hemiparesis)
Konsep asuhan keperawatan Komplikasi  Gangguan sensoris, antara lain tidak dapat merasakan
1. CT Scan dan MRI Penatalaksanaan (anestesia), atau sensasi abnormal (Parestesia)
Meliputi, Identitas,Keluhan Utama, Riwayat 1. Peningkatan tekanan intra cranial
2. Foto polos dada 1. Pembedahan  Gangguan bahasa
2. Epilepsy
Penyakit Sekarang, Riwayat Penyakit Dahulu, 2. Terapi kemoterapi  Gangguan koordinasi (misal, jalan sempoyongan)
3. Berkurangnya fungsi neurologis 3. Pemeriksaan cairan cerebrospinal
 Gangguan penglihatan seperti diplopia (pandangan
Riwayat Nutrisi, Pemeriksaan Fisik 4. Ensefalopati radiasi 4. Biopsy stereostatik 3. Terapi radiasi ganda) atau gangguan lapang pandang (monopia)
5. Metastase ke tempat lain 5. Angiografi serebral
6. Kematian 6. Elektroensefalogram (EEG)
NO DX INTERVENSI NO DX INTERVENSI NO DX INTERVENSI

1 NOC NIC 4 NOC NIC


2 NOC NIC
Nyeri - Pain Control Resiko - Falls Occurrence - Identifikasi tingkah laku dan
Gangguan - Intracranial Pressure (ICP) Monitoring
Kronis - Pain: Disruptive Effects [Link]/menghilangkan tinggi - Physical Injury Severity faktor yang berpengaruh pada
perfusi Kriteria hasil 1. Kaji perubahan tingkat
Kriteria hasil faktor-faktor yang Cedera Kriteria hasil risiko jatuh
jaringan kesadaran, orientasi, memori,
- Klien mengungkapkan memimbulkan / meningkatkan - Tidak terjadi jatuh - Memberikan tanda untuk
serebral - Menunjukkan tingkat kesadaran normal periksa nilai GCS
nyeri yang dirasakan pengalaman nyeri - Cedera bedah kepala mengingatkan klien untuk
berkurang atau dapat [Link] dan - Orientasi pasien baik 2. Kaji tanda vital dan bandingkan tidak ada meminta tolong ketika pergi
dengan keadaan sebelumnya - Penurunan kesadaran dari tempat tidur, yang tepat
diadaptasi ditunjukkan mengimplementasikan satu
3. Kaji fungsi autonom: jumlah tidak terjadi - Menggunakan teknik yang
penurunan skala nyeri. jenis tindakan (farmakologi,
dan pola pernapasan, ukuran - Perdarahan tidak terjadi sesuai untuk mengantar klien
Skala = 2 non-farmakologi, interpersonal)
dan reaksi pupil, pergerakan
- Klien tidak merasa untuk memfasilitasi dari kursi roda, tempat tidur,
otot toilet dan lainnya
kesakitan. pertolongan nyeri
4. Kaji adanya nyeri kepala, mual, - Kaji tekanan darah pasien saat
- Klien tidak gelisah [Link] jenis dan
muntah, papila edema, diplopia, pasien mengadakan perubahan
sumber nyeri ketika memilih
kejang posisi tubuh.
strategi pertolongan nyeri
4. Mendorong klien untuk
menggunakan pengobatan nyeri 3 NOC NIC 5 NOC NIC
yang adekuat Ketidak - Respiratory status Airway Management (3140) Nutrisi - Nutritional Status 1. Kaji tanda dan gejala
5. Instruksikan pasien/keluarga Efektifan - Vital sign status kurang Kriteria hasil kekurangan nutrisi: penurunan
- Monitor status respirasi dan
untuk melaporkan nyeri dengan pola nafas Kriteria hasil dari - Intake nutrisi adekuat berat badan, tanda-tanda
oksigenasi, yang tepat
segera jika nyeri timbul. - Tanda-tanda vital dalam rentang normal kebutuhan - Intake makanan adekuat anemia, tanda vital
Respiratory Management (3350)
6. Mengajarkan tehnik relaksasi - Pola nafas efektif tubuh - Intake cairan adekuat 2. Monitor intake nutrisi pasien
1. Monitor kecepatan, irama,
dan metode distraksi - Tidak ada tanda-tanda sianosis - Hidrasi 3. Berikan makanan dalam porsi
kedalaman dan upaya
7. Observasi adanya tanda-tanda pernafasan. kecil tapi sering.
nyeri non verbal seperti 2. Monitor pola pernapasan 4. Timbang berat badan 3 hari
ekspresi wajah, gelisah, 3. Monitor tingkat saturasi oksigen sekali
menangis/meringis, perubahan dalam klien yang tenang 5. Monitor hasil laboratorium: Hb,
tanda vital. 4. Auskultasi suara napas, mencatat albumin
Kolaborasi:Analgesic Administration area penurunan ketiadaan 6. Kolaborasi dalam pemberian
- Menentukan lokasi, ventilasi dan keberadaan suara obat antiemetic
karakteristik, kualitas, dan tambahan 6 NOC NIC
keparahan nyeri sebelum Gangguan - Mobility - Kaji fungsi motorik secara
pengobatan klien mobilitas Kriteria hasil berkala
- Mengecek permintaan medis fisik - Keseimbangan terjaga - Menjaga pergelangan kaki 90
untuk obat, dosis, dan frekuensi - Koordinasi terjaga derajat dengan papan kaki.
dari analgesik yang telah - Bergerak dengan mudah Gunakan trochanter rolls
ditentukan (resep) sepanjang paha saat di ranjang
- Ukur dan pantau tekanan darah
pada fase akut atau hingga stabil.
Ubah posisi secara perlahan
- Inspeksi kulit setiap hari. Kaji
terhadap area yang tertekan dan
memberikan perawatan kulit
secara teliti
- Membantu mendorong
pulmonary hygiene seperti napas
dalam, batuk, suction

Anda mungkin juga menyukai