0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
403 tayangan5 halaman

Model Prototipe dalam Pengembangan Sistem

Prototyping Model merupakan metode pengembangan perangkat lunak yang melibatkan interaksi antara pengembang dan pelanggan. Metode ini digunakan ketika pelanggan hanya mendefinisikan kebutuhan secara umum atau pengembang kurang yakin dengan algoritma atau desain sistem. Proses prototyping meliputi pengumpulan kebutuhan, pembuatan prototipe awal, evaluasi oleh pelanggan, pengkodean sistem, pengujian, dan evaluasi sistem selesai.

Diunggah oleh

Mitzgun Ajah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
403 tayangan5 halaman

Model Prototipe dalam Pengembangan Sistem

Prototyping Model merupakan metode pengembangan perangkat lunak yang melibatkan interaksi antara pengembang dan pelanggan. Metode ini digunakan ketika pelanggan hanya mendefinisikan kebutuhan secara umum atau pengembang kurang yakin dengan algoritma atau desain sistem. Proses prototyping meliputi pengumpulan kebutuhan, pembuatan prototipe awal, evaluasi oleh pelanggan, pengkodean sistem, pengujian, dan evaluasi sistem selesai.

Diunggah oleh

Mitzgun Ajah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Prototyping Model

Menurut Pressman (2010, p43-44), seringkali pelanggan mendefinisikan satu set tujuan umum
untuk perangkat lunak, tetapi tidak mengidentifikasi persyaratan rinci untuk fungsi dan fitur.
Di lain kasus, pengembang mungkin tidak yakin dari efisiensi dari sebuah algoritma, adaptasi
dari sistem operasi, atau bentuk yang interaksi manusia-mesin harus ambil. Dalam hal ini, dan
situasi lain, paradigma prototipe mungkin menawarkan pendekatan yang terbaik.

Gambar 1 Prototype Model (Sumber: Pressman, 2010, p43)

Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan kebutuhan

Pelanggan dan developer bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat lunak,


mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan dibuat.

2. Membangun prototyping

Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus pada


penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format output).

3. Evaluasi prototyping

Evaluasi ini dilakukan oleh pelanggan apakah prototyping yang sudah dibangun sudah sesuai
dengan keinginan pelanggan. Jika sudah sesuai maka langkah 4 akan diambil. Jika tidak
prototyping direvisi dengan mengulangi langkah 1, 2, dan 3.
4. Mengkodekan sistem

Dalam tahap ini prototyping yang sudah disepakati diterjemahkan ke dalam bahasa
pemrograman yang sesuai.

5. Menguji sistem

Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu
sebelum digunakan. Pengujian ini dilakukan dengan White Box, Black Box, Basis Path,
pengujian arsitektur dan lain-lain.

6. Evaluasi sistem

Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sudah sesuai dengan yang diharapkan.
Jika ya, langkah 7 dilakukan, jika tidak, ulangi langkah 4 dan 5.

7. Menggunakan sistem

Perangkat lunak yang telah diuji dan diterima pelanggan siap untuk digunakan
PROTOTYPING MODEL PROSES

1. Sejarah

Pada tahun 1960-an: Teknik-teknik prototyping pertama cepat menjadi diakses pada tahun
delapan puluhan kemudian dan mereka digunakan untuk produksi komponen prototipe dan
model. Sejarah prototipe cepat dapat ditelusuri sampai akhir tahun enam puluhan, ketika
seorang profesor teknik, Herbert Voelcker, mempertanyakan dirinyasendiri tentang
kemungkinan melakukan hal-hal menarik dengan alat komputer dikontroldan otomatis mesin.
Alat-alat mesin baru saja mulai muncul di lantai pabrik itu. Voelcker berusaha mencari jalan
di mana alat-alat mesin otomatis dapat diprogram denganmenggunakan output dari program
desain [Link] 1970: Voelcker mengembangkan alat dasar matematika yang
dengan jelas menggambarkan tiga aspek dimensi dan menghasilkan teori-teori awal
teorialgoritma dan matematika untuk pemodelan solid. Teori-teori ini membentuk dasar
program komputer modern yang digunakan untuk merancang hampir segala hal mekanis,mulai
dari mobil mainan terkecil ke gedung pencakar langit tertinggi. teori Volecker berubah metode
perancangan pada tahun tujuh puluhan, namun, metode lama untuk merancang masih sangat
banyak digunakan. Metode lama terlibat baik alat masinis ataumesin dikendalikan oleh
komputer. Para cowok logam dipotong dan bagian yangdibutuhkan tetap sesuai kebutuhan.
Namun, pada tahun 1987, Carl Deckard, bentuk peneliti dari University of Texas,datang
dengan ide yang revolusioner yang baik. Dia memelopori manufaktur yang berbasis lapisan,
dimana ia memikirkan membangun lapisan model dengan lapisan. Diadicetak model 3D
dengan menggunakan sinar laser untuk bedak sekering logam dalam prototipe solid, single
layer pada suatu waktu. Deckard mengembangkan ide ini menjadisebuah teknik yang disebut
"Selective Laser Sintering".

Definisi Prototyping Model


Prototyping merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak digunakan.
Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling berinteraksi selama proses
pembuatan sistem. Sering terjadi seorang pelanggan hanya mendefinisikan secara umum apa
yang dikehendakinya tanpa menyebutkan secara detal output apa saja yang dibutuhkan,
pemrosesan dan data-data apa saja yang dibutuhkan. Sebaliknya disisi pengembang kurang
memperhatikan efesiensi algoritma,kemampuan sistem operasi dan interface yang menghubungkan
manusia dan [Link] mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang maka harus
dibutuhakan kerjasama yang baik diantara keduanya sehingga pengembang akan mengetahui
dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan segi-segi teknis
dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalmmenyelasaikan system yang diinginkan.
Dengan demikian akan menghasilkan system sesuai dengan jadwal waktu penyelesaian yang
telah [Link] agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan
mendefinisikan aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembangharus
setuju bahwa prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan
sebagian atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasadengan kualitas dan
implementasi yang sudah ditentukan.
Pada Prototyping Model kadang-kadang klien hanya memberikan beberapakebutuhan umum
software tanpa detil input, proses atau detil output. Di lain waktu mungkin dimana tim
pembangun (developer) tidak yakin terhadap efisiensi darialgoritma yang digunakan, tingkat
adaptasi terhadap sistem operasi atau rancangan formuser interface. Ketika situasi seperti ini
terjadi model prototyping sangat membantu proses pembangunan software. Proses pada model
prototyping bisa dijelaskan sebagai berikut:

 Pengumpulan kebutuhan: developer dan klien bertemu dan menentukan tujuanumum,


kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akandibutuhkan
berikutnya. Detil kebutuhan mungkin tidak dibicarakan disini, pada awal pengumpulan
kebutuhan
 Perancangan : perancangan dilakukan cepat dan rancangan mewakili semua
aspek software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan prototype.
 Evaluasi prototype: klien mengevaluasi prototype yang dibuat dan digunakan
untuk memperjelas kebutuhan software.

Teknik Prototyping,
Terdapat beberapa terdapat beberapa teknik yang digunakan untuk membuat rapid prototype,
seperti:

STORYBOARD, adalah bentuk prototype yang paling sederhana berupa gambaransecara


grafis dari tampilan sistem yang akan dibangun tanpa fungsi dari sistem.
SIMULASI FUNGSI TERBATAS, fungsi sistem disertakan pada prototype tidak sekadar
gambar tampilannya saja.
HIGH-LEVEL PROGRAMING SUPPORT, HyperTalk adalah contoh dari special- purpose
high-level programming language yang memudahkan desainer membuat fitur tertentu dari
sebuah sistem interaktif.

Keunggulan dan Kelemahan Prototyping.


Keunggulan prototyping adalah:
1. Adanya komunikasi yang baik antara pengembang dan pelanggan
2. Pengembang dapat bekerja lebih baik dalam menentukan kebutuhan pelanggan
3. Pelanggan berperan aktif dalam pengembangan system
4. Lebih menghemat waktu dalam pengembangan system
5. Penerapan menjadi lebih mudah karena pemakai mengetahui apa yang diharapkannya.

Kelemahan prototyping adalah :


1. Pelanggan kadang tidak melihat atau menyadari bahwa perangkat lunak yang
ada belum mencantumkan kualitas perangkat lunak secara keseluruhan dan juga
belummemikirkan kemampuan pemeliharaan untuk jangja waktu lama.
2. Pengembang biasanya ingin cepat menyelesaikan proyek. Sehingga
menggunakanalgoritma dan bahasa pemrograman yang sederhana untuk membuat
prototyping lebihcepat selesai tanpa memikirkan lebih lanjut bahwa program tersebut
hanya merupakancetak biru sistem .
3. Hubungan pelanggan dengan komputer yang disediakan mungkin
tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik

Anda mungkin juga menyukai