SAMPLING ASPAL
(STANDARD PRACTICE FOR
SAMPLING BITUMINOUS MATERIALS
ASTM D 140 - 01) DAN
SINKRONISASI DENGAN AASHTO T
40-02 (2006)
Oleh :
ARLUKY NOVANDY
Ruang Lingkup
Metode ini mencakup sampling material bituminous
di aspalt plant, tangki penyimpanan, drum,
kendaraan angkut aspalt, wadah penyimpan aspalt,
dan penyaluran.
Siknifikansi dan Kegunaan
Sampling sama pentingnya dengan uji sehingga
kehati-hatian dalam sampling perlu diutamakan
untuk menjaga keaslian dari kondisi sample tersebut
Tujuan sampling :
Untuk memperoleh sample yang mewakili dari
material bulk yang diambil sebagai sample
Untuk menentukan batasan maksimum dan minimum
karakteristik yang dimiliki oleh material tersebut
JUMLAH SAMPLE YG DIPERLUKAN
Banyaknya sample aspalt cair sebagai berikut :
Untuk uji lab rutin diperlukan 1 Liter (jika bentuk emulsi
sebanyak 4 liter)
Dari penyimpanan besar (bulk storage) diperlukan
sample sebanyak 1 Liter untu setiap sampling valve,
atau
Pengambilan sample dari drum diperlukan sebanyak 1
Liter
JUMLAH SAMPLE YG DIPERLUKAN
(lanjutan)
Banyaknya sample solid atau semi solid sebagai
berikut :
Jika diambil dari drum diperlukan sebanyak 1 s.d 2 kg
Jika material dalam bentuk bubuk atau butiran
kecil/besar didalam suatu kantong wadah diambil
sebanyak 1 s.d 2 kg
WADAH SAMPLE
Type wadah :
Jika sample dalam bentuk aspalt cair (kecuali
yang bentuk emulsi) adalah wadah kaleng
persegi dengan mulut yang lebar dan tutup
berulir yang memiliki double seal friction. Bisa
juga menggunakan kaleng dengan mulut kecil
dan bertutup ulir. Bila menggunakan material
wadah gelas pastikan tidak bermasalah dengan
hasil uji.
Wadah untuk sample aspal emulsi anionic harus
memiliki mulut wadah yang lebar dengan tutup
berulir yg terlapisi. Material wadah bisa terbuat
dari botol plastik atau gelas.
Wadah untuk aspal emulsi cationic adalah botol
plastik dengan mulut lebar atau kaleng dengan
mulut lebar dan bertutup ulir
Ukuran Wadah :
Ukuran wadah disesuaikan dengan banyaknya
sample yang diambil
Perlindungan dan Pengawetan
Sample
Wadah sample harus baru. Wadah sample tidak boleh
di bilas atau di cuci, atau di lap dengan kain yang
berminyak. Bila diketahui wadah sample yang akan
digunakan terdapat flux solder, atau tidak bersih dan
kering, maka wadah tidak boleh digunakan. Antara
tutup wadah dan muut wadah harus mampu menutup
rapat.
Untuk menghindari kontaminasi maka sesegera mungkin
wadah sample ditutup dengan rapat setelah dilakukan
pengisian.
Sample bentuk emulsi tidak boleh didinginkan
Perlindungan dan Pengawetan Sample
(lanjutan)
Jika sampling aspal emulsi, harus dilakukan hati-hati. Jangan
melakukan sampling jika sample dalm kondisi bertekanan sehingga
menyebabkan udara terjebak di sample.
Semua keberadaan gelembung yang terdapat di sample
menandakan adanya udara yg terjebak di sample
Wadah sample harus terisi penuh untuk menghindari terbentuknya
skin formation (yaitu lapisan yg terjebak diinterface udara dan
aspal emulsi dalam bentuk gelembung)
Pemindahan sample dari wadah satu ke wadah lainnya sebisa
mungkin dihindari karena dikhawatirkan terjadi kontaminasi dan
berbahnya karakteristik sample
Segera setelah pengisian sample ke wadah, tutup wadah, bersihkan
wadah, keudian berilah label identitas di wadah tersebut. Penulisan
label jangan di tutupnya
Kegiatan Sampling di Aspalt Plant
Sampling di aspalt plant umumnya di lakukan di
tangki.
Sampling aspalt di tangki yang tidak dilengkapi
dengan pengaduk mekanis (sample aspal cair
atau sample aspal cair akibat pemanasan) dapat
dilakukan dengan salah satu metode berikut :
Metode Tank Tap
Metode Thief sampler
Metode Throw away container
Kegiatan Sampling di Aspalt Plant
(lanjutan)
• Sampling Metode Tank Tap (Tap sampling)
Sampling dilakukan dengan menggunakan valve atau Tap
(kran) pada lokasi bagian top, middle, and lower.
Lakukan flushing sebanyak 4 liter
Ambil sample sebanyak 1 s.d 4 liter dari setiap bagian (top,
middle, lower)
Kelengkapan Tap sampling seperti pada gambar berikut :
(figure 1)
Typical
submerged
asphalt
sampling
device
Figure 1 :
Typical
submerged
asphalt sampling
device
Figure 1 :
Typical
submerged
asphalt sampling
device
Kegiatan Sampling di Aspalt Plant
(lanjutan)
Samping metode Thief
Sampler (tidak cocok
untuk aspalt cement)
Sample harus diambil
pada titik top, middle,
dan lower dengan
menurunkan peralatan
thief sampler
Kegiatan Sampling di Aspalt Plant
(lanjutan)
Metode Sampling Throw Away Container
Sample harus diambil pada bagian top, middle, dan
lower dengan menurunkan peralatan sampling seperti
pada gambar berikut : (figure 3)
Setelah sample di titik sampling tertentu telah berada
di wadah sampler, tarik wadah sampler ke permukaan,
kemudian pindahkan ke wadah lainnya yang bersih
dan kering.
Kemudian buang wadah sampler tadi
Ambil wadah sampler baru lagi untuk mengambil
sample di titik sampling lainnya
PENANGANAN HASIL SAMPLE
Tiga sample (Top, Middle,
Lower) yang diambil dari
tangki simpan bisa diuji
secara terpisah
Bisa juga tiga sample
tersebut di mix untuk diuji.
Maksud dan tujuan hasil
mixing Tiga sample (Top,
Middle, Lower) yang diuji
ini adalah untuk
mengetahui karakteristik
sample secara average
ALAT MIXER ASPHALT
Kegiatan Sampling di Mobil Tangki,
RTW, dan Recirculating Storage Tank
Sample bisa diambil di sample valve atau Tap sampling jika mobil
tangki dilengkapi dengan fasilitas tersebut. Pengambilan sample
yang dilengkapi dengan Tap sampling sama dengan prosedur Tap
sampling diatas, yaitu flushing dulu sebanyak 4 liter, kemudian
sampling.
Selain dengan Tap sampling, pengambilan sample aspalt cair atau
aspal cair akibat pemanasan dapat dilakukan dengan
menggunakan metode Dip Sampler, yaitu dengan menggunakan
peralatan kaleng bersih bertutup lebar atau kaleng dengan
lapisan friction top dimana kaleng ini dilengkapi dengan holder
seperti pada gambar berikut ini : (figure 4)
Setelah dilakukan sampling pindahkan ke wadah lainnya yang
kering dan bersih
Kegiatan Sampling di Mobil Tangki, RTW,
dan Recirculating Storage Tank (lanjutan)
Jika mobil tangki dilengkapi dengan discharge line
(pipa outlet) yang bisa digunakan untuk sampling
(sampling di pipa), maka sampling dilakukan sesuai
Tap sampling, yaitu dilakukan flushing dulu
sebanyak 4 liter. Sedangkan fitur pipa yang bisa
digunakan untuk sampling adalah sepetrti pada
gambar diatas : (figure 5)
Kegiatan Sampling di Kapal Tanker
atau Kapal Tongkang
Untuk sample cair (termasuk semua cut back aspalt
cair akibat pemanasan) harus diambil di bagian
Top, Middle, dan Lower dengan salah satu metode
sampling, yaitu :
Thiefmethods
Throw away container
Semua sample cair akibat pemanasan , top sample
hanya diambil dengan metode dip, thief, atau
throw away container
Kegiatan Sampling di Jalur Pipa (Pipe
Line) Selama Proses Loading/Unloading
Ketika kapal tanker dan kapal tongkang melakukan
loading/unloading, maka sebaiknya sample diambil
dari pipe line (jalur pipa)
Kelengkapan in-line sampling pipa seperti gambar
(Figur 5) diatas
Kegiatan Samplig di Jalur Pipa (Pipe Line)
Selama Proses Loading/Unloading (lanjutan)
Pipa tempat sampling
(pipa sampling) harus
memiliki diameter tidak
lebih dari 1/8 in
Bagian ujung pipa inlet
harus menghadap pada
laju aliran sample di
pipa
Pipa ini harus dilengkapi
dengan valve atau plug
cock . Dan pipa ini
menuju sample receiver.
Kegiatan Sampling di Jalur Pipa (Pipe Line)
Selama Proses Loading/Unloading (lanjutan)
Pada loading/unloading setidaknya setiap 4 liter
sample diambil dengan interval tertentu dan nantinya di
mix. Hasil mixing diambil 4 liter untuk uji di lab
Jika sampling di tanker dan tongkang dengan kapasitas
4000 m3 atau lebih kecil, maka setidaknya 4 liter
sample harus diambil setiap interval tertentu sampai 5
kali, tetapi Jika kapasitasnya lbih dari 4000 m3
pengambilan sampai 10 kali.
Jika telah selesai loading/unloading, maka semua
sample interval tersebut di mix.
Hasil mix sample tersebut diambil 4 liter untuk uji lab
Kegiatan Sampling di Drum atau Pile
Dilakukan pengambilan random dalam 1 batch
(single run) mengikuti persyaratan berikut ini :
Kegiatan Sampling di Drum atau Pile
(lanjutan)
Setelah terpilih, maka
ambil sample aspalt cair,
kemudian lakukan mixing.
Hasil mixing diambil
sebanyak 1 liter untuk uji di
lab.
Prosedur pengambilan
sample aspal cair di drum :
Sample di drum harus
diambil setidaknya 75 mm
dari dasar drum dan 75 mm
dari dinding drum (jangan
mepet dasar dan dinding
drum) PIPET DRUM KEGIATAN
SAMPLER SAMPLING DI
DRUM
Kegiatan Sampling untuk Bentuk Bubuk atau
Granular (pecahan) kecil/besar
Sampling di Bulk Storage
Padatan bituminous yang
terhancurkan atau dalam
bentuk bubuk harus diambil
sesuai dengan ASTM D 346.
Berat gross sample yang di
bawa tidak lebih dari 25 kg.
Dari 25 kg tersebut di
lakukan pengambilan lagi
(sub sampling) sebanyak 1 –
2 kg untuk di uji di lab.
Sampling di Drum, Pile,
Kantong, dan Kantong
Karton
kemasan kantong/drum/pile
di ambil secara acak sesuai
dengan :
Kegiatan Sampling untuk Bentuk Bubuk
atau Granular (pecahan) kecil/besar
Sample yang diambil di masing-masing kantong
terpilih adalah setiap 0,5 kg. Pengambilan sample
di kantong sebanyak setiap 0,5 kg adalah dimulai
dari pinggir hingga tengah kantong, sehingga total
sample keselurahnnya adalah 25 kg per kantong.
Dari 25 kg tersebut diambil lagi sebanyak 1 s.d 2
kg untuk diuji di lab.
Prosedur lengkap ikuti ASTM D 346
Kegiatan Sampling Pada Titik
Pengiriman (Shipment)
Sampling material bituminous harus dilakukan
sesegera mungkin setelah bituminous tersebut tiba
di Aspal plant, tempat simpan, atau tempat dimana
akan dilakukan pengerjaan aspal, atau saat
unloading.
Persyaratan jumlah sample yang diambil :
dianggap pengiriman jumlah kecil adalah
maksimum 40 m3
Kegiatan Sampling Pada Titik
Pengiriman (Shipment) (lanjutan)
Sampling harus dilakukan dengan 3 metode berikut
:
Seperti halnya sampling di tangki
Dengan cara bleeding melalui sebuah valve atau Tap
di suatu transfer line selama masa unloading.
Pengambilan Tap adalah pada titik tengah dari isi
tangki kapal
Dengan cara menggunakan peralatan sampling yang
diturunkan sampai pada titik middle third (tengah) dari
isi tangki kapal
TERIMA KASIH