Profil Kesehatan Puskesmas Kasang Pudak
Profil Kesehatan Puskesmas Kasang Pudak
PENDAHULUAN
1
1. Memberikan Pelayanan Kesehatan
2. Meningkatkan Kualitas SDM
3. Meningkatkan peran serta aktif masyarakat terhadap kesehatan.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Tersedianya data atau informasi yang akurat, tepat waktu dan sesuai
kebutuhan dalam rangka meningkatkan kemampuan manajemen secara berhasil
guna dan berdaya guna.
2
1.3 Ruang Lingkup
1. Jenis Data/Informasi
a. Data umum yang meliputi data geografi, topografi, hidrologi, iklim dan
cuaca, kependudukan dan sosial ekonomi.
b. Data upaya kesehatan yang dilakukan meliputi data layanan kesehatan
dasar, program layanan keluarga, kesehatan lingkungan, program KIA
dan KB, Program Gizi Masyarakat dan Promosi Kesehatan
c. Data sumber daya kesehatan yang meliputi data pustu, tenaga kesehatan,
pembiayaan kesehatan, manajemen kesehatan, sarana dan alat-alat
kesehatan yang dimiliki.
2. Sumber Data
Data yang digunakan untuk penyusunan Laporan Profil Puskesmas
Kasang Pudak tahun 2017 ini bersumber dari :
3
BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1. Geografi
Puskesmas Kasang Pudak terletak di Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten
Muaro Jambi. Jarak dari ibu kota kabupaten yaitu Sengeti ± 40 km dan jarak ke ibu
kota propinsi yaitu Jambi ±13 km. Batas wilayah Puskesmas Kasang Pudak yaitu :
1. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kota Karang dan Pudak
2. Sebelah barat berbatasan dengan Kota Jambi
3. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Lopak Alai
4. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Tangkit.
Puskesmas Kasang Pudak mulai memberikan layanan kesehatan ke
masyarakat sejak tahun 2017, dimana puskesmas ini merupakan pemekaran dari
Puskesmas Muaro Kumpeh yang memiliki 18 wilayah kerja. Sejak Tahun 2017
Puskesmas Muaro Kumpeh memiliki 13 wilayah kerja dan Puskesmas Kasang
Pudak memiliki 5 wilayah kerja yaitu Desa Kasang Pudak, Desa Kasang Kumpeh,
Desa Kota Karang, Desa Kasang Lopak Alai dan Desa Solok.
4
Tabel II.1. Luas Wilayah Administrasi Menurut Desa di Wilayah Kerja
Puskesmas Kasang Pudak Tahu 2017
No Desa Luas Wilayah (Ha)
1 Kasang Pudak 1.100
2 Kasang Kumpeh 165
3 Kasang Kota Karang 363
4 Kasang Lopak Alai 4.300
5 Solok 2.450
Jumlah 8.378
Sumber : Data Kecamatan Kumpeh Ulu 2017
Untuk jarak desa ke puskesmas yang paling jauh adalah desa solok yaitu
sekitar ±7 km dengan jarak tempuh 15 menit dan Puskesmas Kasang Pudak sendiri
ada dalam wilayah desa Kasang Pudak.
2.2 Demografi
Sebagian besar masyarakat yang ada dalam wilayah kerja Puskesmas
Kasang Pudak adalah petani dengan areal perkebunan yang dimiliki sendiri dan
sebagian kecilnya adalah pegawai negeri dan buruh harian. Gambaran penduduk
pada wilayah kerja Puskesmas Kasang Pudak dapat dilihat dari tabel – tabel berikut
ini :
Tabel II.2 Jumlah Penduduk Menurut Desa di Wilayah Kerja PKM. Kasang
Pudak Tahun 2017
No Desa Jumlah Jumlah KK
Penduduk
1 Kasang Pudak 17.212 4.379
2 Kasang Kumpeh 6.952 1.612
3 Kasang Kota Karang 1.925 482
4 Kasang Lopak Alai 2.351 617
5 Solok 1.950 580
Jumlah 30.390 7.670
Sumber : Data Kecamatan Kumpeh Ulu 2017
Dari tabel tesebut dapat dilihat bahwa desa yang memiliki jumlah penduduk
yang terbanyak adalah Desa Kasang Pudak dan yang paling sedikit adalah Kasang
Kota Karang.
5
Tabel II.3 Kepadatan Penduduk Wilayah Kerja PKM Kasang Pudak Tahun
2017
Dari data tersebut diketahui bahwa desa dengan kepadatan penduduk yang
tinggi yaitu Desa Kasang Kumpeh dan dengan kepadatan penduduk yang terendah
adalah Desa Kasang Lopak Alai.
10000
9000
8859
8000 8353
7000
6000
5000 Laki-laki
4000 Perempuan
3000 34313521
2000
1000 12161135
956 969 1050 900
0
Ks. Pudak Ks. Ks. Kota Ks. Lopak Solok
Kumpeh Karang Alai
6
Tabel II.4 Jumlah Keluarga Miskin di Wilayah Kerja PKM Kasang Pudak
Tahun 2017
No Desa Jumlah KK Jumlah KK Persentase
Miskin (%)
1 Kasang Pudak 4.379 109 2,5
2 Kasang Kumpeh 1.612 12 0,7
3 Kasang Kota Karang 482 20 4,1
4 Kasang Lopak Alai 617 201 32,6
5 Solok 580 97 16,7
Jumlah 7670 439 5,7 %
Sumber : Data Kecamatan Kumpeh Ulu 2017
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah keluarga miskin di wilayah
kerja PKM Kasang Pudak sebanyak 5,7 % dan desa yang memiliki jumlah keluarga
miskin yang cukup tinggi adalah Desa Kasang Lopak Alai dengan persentase 32,6
%.
Tabel II.5 Jumlah Nakes Menurut Jenis Pendidikan di PKM Kasang Pudak
Tahun 2017
PNS/PTT/
No Jenis Tenaga
TKL/TKS
* Sarjana (S.1) :
1 Dokter Umum 1
2 Dokter Gigi 0
3 Farmasi/ Apoteker 0
6 D IV Kebidanan 2
7 D IV Gigi 1
7
* Diploma 3 Kesehatan :
9 Akademi Kebidanan 28
12 AKZI 0
13 AKFIS 0
14 AKG 0
15 AKFAR 2
16 Analis / AAK 3
18 D.1 kebidanan 2
19 SPK/SPKU 0
20 SPPH 1
21 SPRG 0
22 SPAG 0
25 LCPK 0
26 SLTA/SMP/SD 1
JUMLAH 48
Sumber : Bagian Tata Usaha PKM Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017
Tabel II.6 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja di Lingkungan PKM
Kasang Pudak Tahun 2017
Jumlah Yg
No Unit Kerja
Ada
1 Puskesmas Induk 39
2 Puskesmas Pembantu
8
3 Jumlah Polindes
- Polindes Solok 1
- Kasang Pudak 1
- Kasang Kumpeh 1
- Solok 1
JUMLAH 48
Sumber : Bagian Tata Usaha Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017
TENAGA
NO JUMLAH RASIO (per 10.000 jiwa)
KESEHATAN
2 Dokter Gigi 0
4 Serjana Keperawatan 0
5 Bidan 31 1 : 980
6 Perawat 5 1 : 6078
7 Gizi 1 1 : 30.390
10 SPK/SPPH 1 1 : 30.390
11 Analis/AKK 3 1 : 10.130
Sumber : Bagian Tata Usaha Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017
9
Tabel II.8 Proporsi Jumlah Pegawai Menurut Golongan
Di Lingkungan Dinas Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017
I PNS
2 Golongan II 15 30,61
3 Golongan I 0 0
II PTT
1 Dokter Umum 0 0
2 Dokter Gigi 0 0
3 Bidan D3 0 0
4 Bidan D1 2 4,08
JUMLAH 48 100
Sumber : Bagian Tata Usaha Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017
KEADAAN
N0 SARANA
B RR RB JUMLAH
2 Puskesmas Pembantu 2 0 0 2
3 Rumah Medis 1 0 0 1
4 Rumah Paramedis 0 0 0 0
6 Puskesmas Keliling 0 0 0 0
7 Sepeda Motor 2 0 0 2
Jumlah 7 1 0 8
Sumber : Tata Usaha Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017
10
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa kondisi sarana Kesehatan di
Puskesmas Kasang Pudak pada tahun 2017 masih mengalami kondisi baik.
Selanjutnya untuk melihat sarana dan prasarana kesehatan dalam unit kerja
Puskesmas Talang Bukit dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
SEPEDA MOTOR
RUMAH
PKM INDUK
PUSLING
Polindes
PARAMEDIS
PUSTU
BIDAN
No PUSKESMAS DESA
DESA
MEDIS
1 Kasang Pudak Ks. Pudak 1 1 0 0 2 0 1 0
Ks. Kumpeh 0 0 0 0 0 0 0 0
Solok 0 0 1 0 0 0 0 0
JUMLAH 1 2 2 0 2 0 1 0
Sumber : Bagian Tata Usaha Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017
11
2.3 Pembiayaan Puskesmas
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas Kasang Pudak bersumber dari
Dana APBD II dan BOK yang dalam pengajuan dan pengelolaannya dilaksanakan
secara langsung oleh puskesmas berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran
Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dan khusus untuk keluarga miskin
kegiatannya dilaksanakan dari dana Jamkesmas.
1 DAU - - - -
2 APBN - - - -
3 HWS (BLN) - - - -
Sumber : Bendaharawan Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017
12
BAB III
HASIL KEGIATAN
5 Rawat Inap 0 0
13
Tabel III.2 Jumlah Kunjungan Kapasitet Puskesmas Kasang Pudak Tahun
2017
NO KUNJUNGAN JUMLAH PERSENTASE
3 UKS 0 0
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa kunjungan di PKM. Kasang Pudak
lebih tinggi dari pasien umum, yaitu 14,41% sedangkan pasien BPJS hanya 4,58 %
dari total penduduk wilayah kerja PKM Ks. Pudak.
14
a. Program Kesehatan Gigi dan Mulut
Tabel III.4 Hasil Kegiatan Program Kesehatan Gigi Dan Mulut Di Puskesmas
Kasang Pudak Tahun 2017
Jumlah 0
b. Program Laboratorium
JUMLAH 64
15
2. Kegiatan Gudang Farmasi PKM Kasang Pudak 2017
Pemakaian/
NO JENIS OBAT GENERIK Perbulan KEBUTUHAN
16
3.2.2 Tujuan Program
a. Tujuan Umum
Meningkatnya kepedulian dan kemampuan masyarakat, serta pelayanan
kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat sehingga angka kesakitan
dan kematian serta kecacatan akibat penyakit menular dapat ditekan.
b. Tujuan Khusus
1. Dilaksakannya seluruh program pencegahan dan pemberantasan penyakit
menular.
2. Melaksanakan deteksi kasus malaria dengan diagnostik laboratoris
3. Tercapainya cakupan penemuan penderita secara bertahap hingga
mencapai 70% dari perkiraan semua penderita baru BTA +
4. Tercapainya angka kesembuhan minimal 85 % dari semua penderita baru
BTA + yang ditemukan Tahun 2017
5. Tercapainya Status UCI pada tingkat desa
6. Terkendalinya kejadian penyakit tidak menular
7. Melaksanakan SKD – KLB
8. Meningkatnya sistim surveilans terpadu Puskesmas.
3.2.3 Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan sepanjang tahun 2017 pada puskesmas Kasang
Pudak sepenuhnya telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan apa yang
diprogramkan oleh Dinas Kesehatan dan mengacu terhadap sasaran yang telah
ditetapkan. Diantara kegiatan tersebut adalah:
1. Penyakit Malaria
TABEL III.7 DISTRIBUSI PENDERITA MALARIADI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017
JUMLAH SEDIAAN
MAL SPR
DESA AMI % DARAH
NO P M + %
DIPERIKSA
1 Ks. Pudak 0 0 0 0 0 0
2 Ks. Kumpeh 0 0 0 0 0 0
5 Solok 0 0 0 0 0 0
17
Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017
Keterangan :
P : Penderita
M : Meninggal
AMI : Annual Malaria Incidence
SPR : Slide Positif Rate
Pemeriksaan malaria pada penderita diwilayah puskesmas kasang pudak
telah mencapai 100% dimana dalam satu tahun tidak ada penderita malaria di
wilayah kerja puskesmas kasang pudak.
2. Penyakit Filariasis
TABEL III.8 DISTRIBUSI PENDERITA FILARIASIS DI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017
2 Ks. Kumpeh 1 0 0 1
5 Solok 0 0 0 0
Jumlah 1 0 0 1
Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Tahun 2017
Pada pemeriksaan filariasis di wilayah kerja PKM. Kasang Pudak yang
dilakukan sepanjang tahun 2017 ditemukan 1 (satu) penderita filariasis di desa
Kasang Kumpeh.
18
3. Penyakit Rabies
TABEL III.9 DISTRIBUSI PENDERITA RABIES DI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017
2 Ks. Kumpeh 0 0 0 0
5 Solok 1 0 0 1
Jumlah 3 0 0 3
Penderita rabies di wilayah kerja PKM. Kasang Pudak sepanjang tahun 2017
sebanyak 3 kasus yang terjadi di desa Ks. Pudak, Ks. Lopak Alai da Dan Solok.
Semua kasus rabies yang terjadi di berikan VAR.
1 Ks. Pudak 0 0 0 0 0 0
2 Ks. Kumpeh 0 0 0 0 0 0
3 Ks. Kota
Karang 0 0 0 0 0 0
4 Ks. Lopak
Alai 0 0 0 0 0 0
5 Solok 0 0 0 0 0 0
Jumlah 0 0 0 0 0 0
Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Kasang PudakTahun 2017
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sepanjang tahun 2017 dalam wilayah
kerja PKM Kasang Pudak tidak ditemukan adanya kasus demam berdarah.
19
5. Penyakit Kusta
TABEL III.11 DISTRIBUSI PENDERITA KUSTA DI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017
JML JML PENDERITA
PREVALEN/10.00
NO Desa DESA TOTAL
PB MB 0 PDDKS
KUSTA
1 Ks. Pudak 0 2 0 2 0
2 Ks. Kumpeh 0 0 0 0
3 Ks. Kota Karang 0 0 0 0
4 Ks. Lopak Alai 0 0 0 0
5 Solok 0 1 0 1
Jumlah 0 3 0 3
Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Kasang PudakTahun 2017
Penderita kusta di Puskesmas Kasang Pudak tahun 2017 ditemukan 3 kasus
yang terjadi di dua desa yaitu Desa Kasang Pudak dan Desa Ks. Lopak Alai. Pada
penderita kasus penyakit kusta ini sudah diberlakukan pengobatan sebagaimana
harusnya.
6. Penyakit Diare
TABEL III.12 DISTRIBUSI FREKUENSI KASUS DIARE DI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017
2 Ks. Kumpeh 31
5 Solok 15
Jumlah 123
20
7. Penyakit ISPA
TABEL III.13 DISTRIBUSI CAKUPAN PNEUMONI DI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017
NO DESA PNEUMONI
1 Ks. Pudak 7
2 Ks. Kumpeh 2
5 Solok 3
Jumlah 21
Penyakit TBC dengan BTA+ di wilayah kerja PKM. Kasang Pudak tahun
2017 ditemukan 14 kasus, dimana kasus terbanyak ada di wilayah desa Ks. Pudak.
Upaya untuk menemukan penderita TBC terus dilakukan dengan melakukan
pemeriksaan bagi anggota masyarakat yang memiliki tanda-tanda menderita TBC.
Upaya kesembuhan yang dilakukan juga dengan terus memberikan pengobatan rutin
dan edukasi kepada penderita dan pada keluarga penderita yang terketa TBC.
21
9. Imunisasi
TABEL III.15 PRESENTASE STATUS UCI TINGKAT DESA DALAM
WILAYAH PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017
Capaian
Sasaran Jlh. % STATU
NO DESA TARGET
Imunisasi Capaian S UCI
Lengkap
1 Kasang Pudak 90% 320 306 95,63 UCI
2 Kasang Kumpeh 90% 121 118 97,52 UCI
3 Ks. Kota Karang 90% 43 43 100 UCI
4 Ks. Lopak Alai 90% 47 45 95,74 UCI
5 Solok 90% 45 44 97,78 UCI
a. Campak
b. Tetanus Neonatorum
c. Poliomyelitis dan Acute Flaccid Paralysis (AFP)
d. Pemeriksaan Kesehatan Haji
22
3.3 PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN
3.3.1 Dasar Kegiatan Program
Dimasa masa yang akan datang lingkungan akan semakin tidak
menguntungkan terhadap kesehatan. Pencemaran lingkungan yang meliputi
pencemaran udara, air, tanah dan makanan akan semakin meningkat. Pencemaran
udara di dalam ruangan makin perlu diwaspadai karena masih tingginya kebiasaan
merokok di masyarakat, penanganan limbah rumah tangga, baik limbah padat
maupun limbah cair yang belum memperhitungkan dampaknya terhadap kesehatan
masyarakat merupakan ancaman bagi penduduk sekitarnya. Pencemaran lingkungan
dapat pula terjadi akibat bencana, baik bencana oleh kegiatan alam maupun akibat
ulah manusia.
Program – program dalam Lingkungan Sehat tersebut haruslah dapat
dipantau dan dievaluasi hasil pencapaiannya, sehingga segala masalah / kendala
yang terjadi dapat dideteksi dan dilakukan upaya penanggulangannya. Pemantauan
yang dimaksud adalah suatu pengamatan terhadap suatu kegiatan pada periode
waktu tertentu dalam rangka pencapaian target pelaksanaan.
Namun program-program yang dilaksanakan tersebut harus juga didukung
oleh peran serta masyarakat dan bimbingan dari petugas kesehatan lingkungan yang
ada. Di Puskesmas Markanding petugas yang mendukung kegiatan program tersebut
sebanyak 2 orang dan kegiatan yang ditetapkan oleh dinas kesehatan telah
dilaksanakan secara maksimal.
3.3.2 Tujuan Program
Untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat agar dapat
melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari lingkungan sehingga
tercapai derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang optimal.
3.3.3 Sasaran Program
Sasaran yang hendak dicapai melalui program ini adalah meningkatnya mutu
lingkungan hidup, serta kemauan dan kemampuan individu, keluarga dan peran serta
masyarakat dan pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang
berwawasan kesehatan.
3.3.4 Hasil Kegiatan Program
Program kesehatan lingkungan yang dilakukan di wilayah Puskesmas
KAsang Pudak mengacu pada program yang ditentuksan noleh Dinas Kesehatan
Kab. Muaro Jambi yang disesuaikan dengan eilayah kerja PKM. Kasang Pudak.
Upaya – upya pembinaan masyarakat terkait kesehatan lingkungan juga dilakukan
23
dengan melakukan koordinasi dengan pihak desa baik dalam pelaksaan kegiatan
maupun pendataan yang dilakukan secara rutin. Beberapa kegiatan kesehatan
lingkungan yang dilakukan di PKM. Kasang Pudak antara lain dapat dilihat pada
tabel – tabel berikut:
24
25
26
27
28
29
30
31
3.4 PROGRAM KIA & KB
3.4.1. Dasar Kegiatan Program
Masih tingginya kasus kematian ibu dan bayi membuat kegiatan program
KIA dan KB merupakan hal pokok yang masih perlu menjadi perhatian serius.
3.4.2. Tujuan Program
a. Tujuan Umum :
1. Menurunkan angka kematian ibu dan anak
2. Pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini Bumil dan Balita
b. Tujuan Khusus :
1. Peningkatan Cakupan Antenatal Care (ANC) dan Kesehatan Anak
2. Peningkatan Cakupan Persalinan dan Nifas oleh nakes
3. Peningkatan kemandirian dalam Pengembangan Desa Siaga
3.4.3. Hasil Kegiatan Program
I. Pelayanan Kesehatan Ibu
1. PWS KIA
Tabel III.23 Pencapaian K1, K4, Bumil Resti, Persalinan Nakes, Persalinan
DDB Di Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017
Bumil
Bumil Total
Resti Pers. Pers.
DESA K1% K4% Resti Persalina
Ditanga Nakes DDB
Dirujuk n
ni
32
desa Ks. Kumpeh yaitu sebanyak 52 dan yang dirujuk sebanyak 35 bumil resti.
Jumlah persalinan tenaga kesehatan yang paling tertinggi di desa Kasang Pudak dan
yang terndah pada Desa Kota Karang.
.2. Otopsi Verbal Maternal Perinatal
Data jumlah persalinan, kejadian BBLR dan kematian dapat dilihat pada
tabel berikut ini :
Tabel III.24 Jumlah Persalinan, Bblr Dan Kematian Neonatal, Bayi, Balita Dan
Ibu Di Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017
Kematian Neonatus-
Jumlah Kematian Ibu
Persalinan Bayi-Balita
No DESA
Lahir BBLR Lahir <7 >28 1-4 Bumil Bulin Bufas
mati Hr Hr Thn
2 Ks. Kumpeh 92 0 0 0 0 0 0 0 0
5 Solok 35 1 0 0 0 0 0 0 0
Jumlah 448 2 0 0 0 0 0 0 0
Dari data diatas dapat diketahu bahwa dari persalinan yang dilakukan
terdapat kasus BBLR di Desa Kasang Pudak sebanyak 1 kasus dan di Desa Solok
sebanyak 1 kasus. Namun, untuk kematian neonates – Bayi- Balita dan kematian ibu
tidak ada kasus..
1 Ks. Pudak 167 153 159 147 95,2 96 722 661 681 646 94,3 97,,7
2 Ks. Kumpeh 62 59 61 53 98,3 89,9 265 254 246 236 92,8 92,9
33
Ks. Kota 22 21 22 21 100 100 93 92 64 65 88,9 91,5
3
Karang
Jumlah 299 277 282 272 94,3 98,1 1286 1195 1195 1111 90,5 92,9
34
35
36
37
38
3.7 PROGRAM GIZI MASYARAKAT
3.7.1 Dasar Kegiatan Program
Gizi adalah merupakan hal pokok yang harus diperhatikan terutama
terhadap anak balita mengingat gizi sangat diperlukan untuk perkembangan otak
anak. Apabila asupan gizi tersebut tidak memenuhi syarat maka anak akan
mengalami gangguan dan bahkan akan mengalami berbagai macam penyakit.
3.7.2 Tujuan Program
1. Umum : Memberikan perhatian khusus terhadap pemenuhan gizi balita.
2. Khusus :
a. Melakukan penimbangan dan pengukuran berat badan untuk mangetahui
keadaan gizi balita
b. Memberikan makanan tambahan terhadap baita gizi kurang.
c. Penaggulangan kekurangan Vit A pada Balita serta ibu nifas dan Fe pada
ibu hamil.
d. Pemberian ASI Ekslusif.
3.7.3 Hasil Kegiatan Program
a. Pengembangan Sistem Informasi Gizi
b. Pemantauan Status Gizi (PSG)
Tabel III.29 Hasil Pemantauan Status Gizi Balita Di Puskesmas Kasang Pudak
Tahun 2017
Jumlah 4 2.029 15 2
39
3.7.4 Penimbangan Balita dan Status Gizi Balita
Jumlah 216 216 192 142 766 100 88,8 65,7 73,9
Jumlah 299 299 253 189 1040 100 84,6 63,2 74,7
40
Sumber : Laporan Program GIZI Puskesmas Tahun 2017
Sasaran Februari
No Desa
Bayi Balita Bayi % Balita %
Cakupan pemberian vitamin A pada balita balita sudah mencapai 99,77% dari
sasaran balita.
41
kesehatan yang optimal. Dengan perkataan lain masyarakat diharapkan mampu
berpartisipasi aktif dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya
sendiri, dengan demikian masyarakat mampu menjadi subjek dalam pembangunan
kesehatan.
Penyuluhan kesehatan masyarakat, merupakan program pokok yang
disebutkan pada urutan pertama, diantara 6 program pokok dan 10 program
unggulan dalam pembangunan kesehatan. Sedangkan pembangunan kesehatan
mempunyai peran menentukan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia
yang merupakan fokus pembangunan nasional. Oleh karena itu program Penyuluhan
kesehatan masyarakat perlu diselenggarakan dengan sebaik-baiknya, agar dapat
memberikan sumbangan yang nyata dalam pembangunan kesehatan pada khususnya
dan pembangunan nasional pada umumnya.
3.11 Terwujudnya masyarakat yang berbudaya hidup bersih dan sehat, serta
tumbuhnya gerakan hidup sehat dimasyarakat.
3.6.3. Hasil Kegiatan Program
TABEL III.37
SARANA PROMOSI KESEHATAN
DI PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017
No Jenis Sarana Jumlah Satuan
1 Televisi 0 Unit
2 DVD 0 Unit
42
b. Penyebarluasan Informasi Kesehatan
No KEGIATAN HASIL
1 Tenaga Penyuluh
1. Tenaga Kesehatan
a. Jumlah
2
b. Frekwensi
2. Tenaga Kader
a. Jumlah
b. Frekwensi
65
25
1. Langsung 6
2. Melalui Media
0
43
2. Penyakit menular 6
3. Air&Kesehatan Lingkungan
0
4. Obat Berbahaya
5. Kesehatan jiwa 6
6. Kesehatan gigi&Mulut
0
7. PHBS
0
Tingkat Perkembangan
%
Pratama Madya Purnama Mandiri
No PUSKESMAS Purnama +
Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Mandiri
44
III. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
1. Pengertian
[Link].1 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau
menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan
masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi
dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan
perilaku, melalui pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana (social
support), dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) sebagai suatu
upaya untuk membantu masyarakat mengenali dan mengatasi
masalahnya sendiri.
2. Sasaran
Sasaran primer tatanan rumah tangga yaitu sasaran utama yang akan dirubah
perilakunya atau anggota keluarga yang bermasalah.
Sasaran primer dari tatanan institusi pendidikan yaitu Individu dalam keluarga
yang bermasalah, siswa dalam sekolah yang bermasalah,
Sasaran sekunder adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu yang
bermasalah
45
Sasaran sekunder: kepala keluarga, ibu, orang tua, tokoh keluarga, kader,
tokoh agama, tokoh masyarakat, petugas kesehatan dan PKK
Sasaran tersier adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu
dalam menunjang atau mendukung dalam hal dana, kebijakan dan kegiatan
untuk tercapainya pelaksanaan PHBS di rumah tangga.
Sasaran tersier: Kader, guru, tokoh masyarakat, dll.
46
Tahun 2016 Tahun 2017
1. Klasifikasi I 0% 1. Klasifikasi I 0%
2. Klasifikasi II 2. Klasifikasi II
0% 0%
3. Klasifikasi III 3. Klasifikasi III
4. Klasifikasi IV 0% 4. Klasifikasi IV 85 %
0% 15 %
47
TABEL III.43 PERBANDINGAN KLASIFIKASI PHBS TATANAN
INSTITUSI PENDIDIKAN DI PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2016
- 2017
1. Klasifikasi I 0% 1. Klasifikasi I 0%
2. Klasifikasi II 2. Klasifikasi II
0% 0%
3. Klasifikasi III 3. Klasifikasi III
4. Klasifikasi IV 0% 4. Klasifikasi IV 95 %
0% 5%
1. Klasifikasi I 0% 1. Klasifikasi I 0%
2. Klasifikasi II 2. Klasifikasi II
0% 0%
3. Klasifikasi III 3. Klasifikasi III
4. Klasifikasi IV 0% 4. Klasifikasi IV 75 %
0% 25 %
1. Klasifikasi I 0% 1. Klasifikasi I 0%
2. Klasifikasi II 2. Klasifikasi II
0% 0%
3. Klasifikasi III 3. Klasifikasi III
4. Klasifikasi IV 4. Klasifikasi IV
48
100 % 100 %
0% 0%
49
BAB IV
Dana APBD
Restribusi
Dana BOK
Dana JAMKESMAS dan
Dana Jampersal
a. WEAKNESS (KELEMAHAN)
- Tenaga
Tenaga yang ada di Puskesmas Kasang Pudak masih belum
mencukupi terutama tenaga pelaksana program Puskesmas,
yang menyebabkan Masih banyak petugas yang berkerja secara
rangkap tugas.
Motifasi kerja petugas masih kurang dikarenakan kejenuhan
dalam melaksanakan pekerjaan yng bukan tupoksinya.
- Sarana / Prasarana
50
Sarana dan Prasaran yang ada di Puskesmas Kasang Pudak
cukup memadai namun masih ada terdapat kekurangan antara lain:
- Metoda
Petunjuk teknis yang harus dilaksanakan sering berubah-ubah
sehingga membingungkan petugas dalam pelaksanaan kegiatan
di Puskesmas.
Kepatuhan petugas dalam melaksanakan Standard Operasional
Prosedur (SOP) masih kurang. Hal ini desebabkan kurangnya
pengetahuan petugas tentang pentingnya melaksanakan SOP
dengan benar.
- Dana
Dana yang diterima sudah cukup memadai dengan
dipercayanya Puskesmas untuk mengelola dana yang
dialokasikan sesuai dengan petunjuk dan kegunanannya.
Puskesmas dinyatakan oleh Pemda tidak memungut restribusi
atau karcis tetapi dalam kenyataannya puskesmas masih
dibebankan setoran dengan alasan yang disetorkan tersebut
adalah merupakan dana tindakan medis yang dilakukan. Namun
dana tindakan tersebut tidak akan mencukupi untuk menutupi
jumlah setoran yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan.
b. OPPORTUNITY (PELUANG)
- Kebijakan
Kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pusat, Propinsi,
Kabupaten/Kota dalam upaya pelayanan kesehatan yang
dilaksanakan di Puskesmas adalah berpihak kepada masyarakat
dengan mengutamakan 6 (Enam) program dasar dan melaksanakan
kebijakan Mentri Kesehatan No 125 tentang Desa Siaga
- Desentralisasi
51
Mengenai Azas Pembiayaan, Tarif, Perda dan Program
pengembangan yang lain dapat diatur oleh Pemda dengan
memperhatikan keadaan pada masing-masing Puskesmas.
c. THREAT (ANCAMAN)
- Keadaan Geografis
Puskemas Kasang Pudak terletak di Kecamatan Pemekaran
dari Kecamatan Sungai Bahar menjadi kecamatan Bahar Utara
Kabupaten Muaro Jambi. Jarak dari Ibu Kota Kabupaten yaitu
Sengeti ± 90 KM, dan dari pusat Kecamatan ± 500 meter.
- Kebijakan
Kebijakan yang selalu berubah dan kadangkala tidak sesuai
dengan keadaan dilapangan membuat petugas kesulitan untuk
52
melaksanakannya dan ditambah dengan penetapan target yang tidak
sesuai dengan kenyataannya.
- Desentralisasi
Pemda dalam melaksanakan desentralisasi masih belum siap
sepenuhnya terlihat dari pendanaan dan penetepan kebijakan masih
belum sesuai dengan apa yang diharapkan dan kurang memikirkan
kesejahteraan dan pemberdayaan pegawai dengan cara memberikan
pelatihan, penyegaran atau insentif kepada petugas yang berada
didaerah jauh dari kota yang berdampak terhadap pemerataan
penempatan pegawai tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
- Doble Bulden
Kasus penyakit yang dulunya adalah merupakan kasus
penyakit menular yang sampai kini masih belum dapat teratasi dan
sekarang timbul kasus penyakit menular yang baru dan bahkan
sekarang kasus penyakit degeneratif semakin meningkat jumlahnya.
53
BAB V
54
BAB VI
55
BAB VII
PENUTUP
7.1 Kesimpulan
[Link] Masih rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat serta kepedulian
masyarakat terhadap kesehatan lingkungan disekitarnya. Hal ini karena
belum optimalnya upaya penyampaian informasi dan pemberdayaan
masyarakat terhadap budaya hidup bersih dan sehat. Untuk itu diperlukan
upaya yang efektif dan efisien untuk memberdayakan masyarakat terhadap
kesehatan. Hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan metode
penyampaian informasi yakni penyuluhan langsung maupun penyuluhan
tidak langsung (melalui poster, leafleat, bookleat dan buku-buku
penyuluhan). Peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam kesehatan
melalui Posyandu, hal yang perlu dilakukan adalah telaah kemandirian
Posyandu sehingga Posyandu-Posyandu yang ada dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat.
[Link] Masih rendahnya pemanfaatan Puskesmas oleh masyarakat dalam
pelayanan kesehatan. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat untuk
menggunakan sarana prasarana kesehatan yang ada belum optimal. Untuk itu
upaya yang diperlukan adalah peningkatan akses pelayanan ke pada
masyarakat yang bermutu dengan menerapkan jaminan mutu pelayanan
kesehatan (Quality Assurance) di Puskesmas dan peningkatan pelayanan luar
gedung.
[Link] Meningkatkan Koordinasi lintas program dan lintas sektoral dalam
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan serta memberikan
arahan serta bimbingan kepada petugas didesa agar dapat berkerja secara
benar sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
7.2 SARAN
1. Kepada Dinas Kesehatan agar dapat memberikan bimbingan serta arahan
kepada petugas penanggung jawab program Puskesmas agar mengetahui
arah serta kebijakan program.
56
2. Kepada Puskesmas agar meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar
melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pendayagunaan potensi seluruh
sumberdaya yang ada dengan pendekatan Paradigma Sehat
3. Melakukan pemantapan upaya Promosi Kesehatan melalui penyebarluasan
informasi kesehatan dan kemitraan kepada seluruh masyarakat dalam
mewujudkan Pembangunan Berwawasan Kesehatan
7.3 USULAN
1. Kepada Pemerintah Daerah agar dapat membuat kebijakan terhadap
pemerataan pegawai agar tidak terjadi penumpukan tenaga disalah satu unit
kerja sehingga dapat terwujudnya pelayanan kesehatan yang Prima.
2. Dinas Kesehatan hendaknya memberikan masukan dan informasi yang
perlukan oleh Puskesmas dan mengadakan evaluasi secara
berkesinambungan.
3. Puskesmas hendaknya dapat memfasilitasi kegiatan-kegitan yang dilakukan
baik didalam maupun diluar gedung.
4. Petugas Kesehatan agar dapat memberikan pelayan yang baik kepada
masyarakat.
5. Kepada Masyarakat untuk dapat berkerjasama dengan petugas dalam
masalah kesehatan yang timbul di lingkungannya.
57