0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
452 tayangan57 halaman

Profil Kesehatan Puskesmas Kasang Pudak

Dokumen tersebut membahas tentang gambaran umum Puskesmas Kasang Pudak. Puskesmas ini berlokasi di Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi dan melayani 5 desa dengan total luas wilayah 8.378 ha dan jumlah penduduk 30.390 jiwa. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani. Puskesmas ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat wilayah kerjanya.

Diunggah oleh

Anni Mariana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
452 tayangan57 halaman

Profil Kesehatan Puskesmas Kasang Pudak

Dokumen tersebut membahas tentang gambaran umum Puskesmas Kasang Pudak. Puskesmas ini berlokasi di Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi dan melayani 5 desa dengan total luas wilayah 8.378 ha dan jumlah penduduk 30.390 jiwa. Sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani. Puskesmas ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat wilayah kerjanya.

Diunggah oleh

Anni Mariana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kesehatan adalah hak asasi manusia dan sekaligus merupakan investasi
untuk mencapai keberhasilan pembangunan bangsa. Oleh karena itu,
diselenggarakan pembangunan dibidang kesehatan secara menyeluruh dan
berkesinambungan, dengan tujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan dalam bidang kesehatan juga
merupakan pembangunan yang bertujuan untuk pemenuhan hak dasar manusia,
dimana hak dasar tersebut adalah hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang
sesuai dalam amanat Undang – Undang Dasar 1945 pasal 28 ayat 1.

Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan


berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Menurut
Peraturan Menteri Kesehatan Republik No 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat yang selanjutnya di sebut PUSKESMAS adalah fasilitas pelayanan
kesehatan yang menyelengarakan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama
dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi- tingginya diwilayah kerjanya. Puskesmas
sebagai organisasi pelayanan kesehatan yang terdekat dengan masyarakat berfungsi
dalam memberikan pelayanan secara merata kepada masyarakat, melalui kegiatan
promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak, perbaikan gizi
masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, pelayanan kesehatan
dan farmasi yang intensif, berkesinambungan dan merata dan didukung dengan
adanya peningkatan sarana, prasarana dan sumber daya yang memadai serta sistem
informasi kesehatan.

Puskesmas Kasang Pudak dibentuk tahun 2017 yang merupakan pemecahan


dari Puskesmas Muaro Kumpeh, dimana wilayah kerja Puskesmas Kasang Pudak
terdiri dari 5 desa. Dibentuknya Puskesmas Kasang Pudak untuk mempermudah
akses masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan guna meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat di wilayah tersebut. Visi Puskesmas Kasang Pudak
adalah “Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Kasang Pudak” dan Misi yang
ditetapkan Puskesmas Kasang Pudak untuk mencapai visi tersebut adalah :

1
1. Memberikan Pelayanan Kesehatan
2. Meningkatkan Kualitas SDM
3. Meningkatkan peran serta aktif masyarakat terhadap kesehatan.

Upaya-upaya kesehatan untuk mencapai Visi dan Misi diatas, telah


dilakukan namun masih perlu dilakukan perbaikan – perbaikan dalam pelaksanaan
kegiatan, koordinasi lintas program, koordinasi lintas sektor, pendekatan pada
masyarakat dan peningkatan fasilitas kesehatan yang ada serta perbaikan dalam
pelaporan agar layanan kesehatan yang terselangara dapat berjalan lebih optimal,
mengingat Puskesmas Kasang Pudak baru berjalan sejak tahun 2017.

Dalam rangka memenuhi kebutuhan informasi, Puskesmas Kasang Pudak


menyusun Profil Kesehatan Kasang Pudak Tahun 2017 yang berisi tentang situasi
dan kondisi kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kasang Pudak beserta hasil dari
upaya yang telah dilaksanakan disepanjang Tahun 2017, dimana penyusunan ini
diharapkan dapat memberikan informasi yang diperlukan dalam proses perencanaan,
pemantauan dan evaluasi pencapaian hasil pembangunan kesehatan yang dilakukan
oleh Puskesmas Kasang Pudak diwilayah kerjanya.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum

Tersedianya data atau informasi yang akurat, tepat waktu dan sesuai
kebutuhan dalam rangka meningkatkan kemampuan manajemen secara berhasil
guna dan berdaya guna.

1.2.2 Tujuan Khusus


1. Memberikan gambaran secara umum dan menyeluruh tentang kegiatan yang
telah dilakukan oleh Puskesmas Kasang Pudak melalui masing-masing
program dan bagian yang ada.
2. Sebagai bahan untuk mengevaluasi pencapaian program yang ada di
Puskesmas Kasang Pudak melalui kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan
guna mencapai indikator yang telah ditetapkan.
3. Memberikan gambaran tentang kendala atau hambatan-hambatan yang
dialami Puskesmas Kasang Pudak dalam melakukan kegiatan guna
peningkatan pencapaian program.
4. Sebagai bahan untuk membuat perencanaan untuk tahun-tahun berikutnya

2
1.3 Ruang Lingkup
1. Jenis Data/Informasi

Data yang digunakan untuk penyusunan Laporan Profil Puskesmas


Talang Bukit Tahun 2017 meliputi :

a. Data umum yang meliputi data geografi, topografi, hidrologi, iklim dan
cuaca, kependudukan dan sosial ekonomi.
b. Data upaya kesehatan yang dilakukan meliputi data layanan kesehatan
dasar, program layanan keluarga, kesehatan lingkungan, program KIA
dan KB, Program Gizi Masyarakat dan Promosi Kesehatan
c. Data sumber daya kesehatan yang meliputi data pustu, tenaga kesehatan,
pembiayaan kesehatan, manajemen kesehatan, sarana dan alat-alat
kesehatan yang dimiliki.
2. Sumber Data
Data yang digunakan untuk penyusunan Laporan Profil Puskesmas
Kasang Pudak tahun 2017 ini bersumber dari :

a. Laporan Program Puskesmas yang meliputi kegiatan dalam gedung


maupun di luar gedung.
b. Data dari balai desa yang berkaitan dalam Penyususnan Profil Puskesmas
Kasang Pudak Tahun 2017
c. Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi berupa rekapan laporan dari
sekretariat dan masing - masing bidang yang melaksanakan program.
d. Badan Pusat Statistik, BKKBN, Bapelitbangda, Dinas Pendidikan dan
Instansi terkait lainnya dalam Kabupaten Muaro Jambi.

3
BAB II
GAMBARAN UMUM
2.1. Geografi
Puskesmas Kasang Pudak terletak di Kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten
Muaro Jambi. Jarak dari ibu kota kabupaten yaitu Sengeti ± 40 km dan jarak ke ibu
kota propinsi yaitu Jambi ±13 km. Batas wilayah Puskesmas Kasang Pudak yaitu :
1. Sebelah selatan berbatasan dengan Desa Kota Karang dan Pudak
2. Sebelah barat berbatasan dengan Kota Jambi
3. Sebelah timur berbatasan dengan Desa Lopak Alai
4. Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Tangkit.
Puskesmas Kasang Pudak mulai memberikan layanan kesehatan ke
masyarakat sejak tahun 2017, dimana puskesmas ini merupakan pemekaran dari
Puskesmas Muaro Kumpeh yang memiliki 18 wilayah kerja. Sejak Tahun 2017
Puskesmas Muaro Kumpeh memiliki 13 wilayah kerja dan Puskesmas Kasang
Pudak memiliki 5 wilayah kerja yaitu Desa Kasang Pudak, Desa Kasang Kumpeh,
Desa Kota Karang, Desa Kasang Lopak Alai dan Desa Solok.

Gambar 1. Peta Wilayah Kerja

Sebagian besar wilayah kerja Puskesmas Kasang Pudak adalah areal


perkebunan , rawa, perumahan dan ladang. Jalan menuju Puskesmas Kasang Pudak
saat ini masih jalan tanah yang apabila hujan cukup sulit untuk dilewati oleh
kendaraan. Adapun luas wilayah setiap desa yaitu :

4
Tabel II.1. Luas Wilayah Administrasi Menurut Desa di Wilayah Kerja
Puskesmas Kasang Pudak Tahu 2017
No Desa Luas Wilayah (Ha)
1 Kasang Pudak 1.100
2 Kasang Kumpeh 165
3 Kasang Kota Karang 363
4 Kasang Lopak Alai 4.300
5 Solok 2.450
Jumlah 8.378
Sumber : Data Kecamatan Kumpeh Ulu 2017
Untuk jarak desa ke puskesmas yang paling jauh adalah desa solok yaitu
sekitar ±7 km dengan jarak tempuh 15 menit dan Puskesmas Kasang Pudak sendiri
ada dalam wilayah desa Kasang Pudak.
2.2 Demografi
Sebagian besar masyarakat yang ada dalam wilayah kerja Puskesmas
Kasang Pudak adalah petani dengan areal perkebunan yang dimiliki sendiri dan
sebagian kecilnya adalah pegawai negeri dan buruh harian. Gambaran penduduk
pada wilayah kerja Puskesmas Kasang Pudak dapat dilihat dari tabel – tabel berikut
ini :
Tabel II.2 Jumlah Penduduk Menurut Desa di Wilayah Kerja PKM. Kasang
Pudak Tahun 2017
No Desa Jumlah Jumlah KK
Penduduk
1 Kasang Pudak 17.212 4.379
2 Kasang Kumpeh 6.952 1.612
3 Kasang Kota Karang 1.925 482
4 Kasang Lopak Alai 2.351 617
5 Solok 1.950 580
Jumlah 30.390 7.670
Sumber : Data Kecamatan Kumpeh Ulu 2017
Dari tabel tesebut dapat dilihat bahwa desa yang memiliki jumlah penduduk
yang terbanyak adalah Desa Kasang Pudak dan yang paling sedikit adalah Kasang
Kota Karang.

5
Tabel II.3 Kepadatan Penduduk Wilayah Kerja PKM Kasang Pudak Tahun
2017

No Desa Luas Wilayah (km2) Jumlah Kepadatan


Penduduk Penduduk (jiwa/km2)
1 Kasang Pudak 11 17.212 1565
2 Kasang Kumpeh 1,65 6.952 4213
3 Kasang Kota Karang 3,63 1.925 530
4 Kasang Lopak Alai 43 2.351 55
5 Solok 24,5 1.950 80
Sumber : Data Kecamatan Kumpeh Ulu 2017

Dari data tersebut diketahui bahwa desa dengan kepadatan penduduk yang
tinggi yaitu Desa Kasang Kumpeh dan dengan kepadatan penduduk yang terendah
adalah Desa Kasang Lopak Alai.

Berikut dibawah ini adalah grafik yang menggambarkan perbandingan


penduduk menurut jenis kelamin dalam wilayah kerja PKM Kasang Pudak Tahun
2017.

10000
9000
8859
8000 8353

7000
6000
5000 Laki-laki
4000 Perempuan
3000 34313521

2000
1000 12161135
956 969 1050 900
0
Ks. Pudak Ks. Ks. Kota Ks. Lopak Solok
Kumpeh Karang Alai

Sumber : Data Kecamatan Kumpeh Ulu 2017


Gambar 2. Gambar Grafik Perbandingan Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis
Kelamin

6
Tabel II.4 Jumlah Keluarga Miskin di Wilayah Kerja PKM Kasang Pudak
Tahun 2017
No Desa Jumlah KK Jumlah KK Persentase
Miskin (%)
1 Kasang Pudak 4.379 109 2,5
2 Kasang Kumpeh 1.612 12 0,7
3 Kasang Kota Karang 482 20 4,1
4 Kasang Lopak Alai 617 201 32,6
5 Solok 580 97 16,7
Jumlah 7670 439 5,7 %
Sumber : Data Kecamatan Kumpeh Ulu 2017
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa jumlah keluarga miskin di wilayah
kerja PKM Kasang Pudak sebanyak 5,7 % dan desa yang memiliki jumlah keluarga
miskin yang cukup tinggi adalah Desa Kasang Lopak Alai dengan persentase 32,6
%.

2.2.1. Sumber Daya Manusia

Jumlah tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Kasang Pudak yaitu 49


orang yang terdiri dari PNS, PTT, TKL dan TKS (Tenaga Kerja Sukarela). Jumlah
tenaga kesehatan yang bertugas di PKM. Kasang Pudak terdiri dari 23 orang PNS, 2
orang PTT, 2 orang TKL, dan 22 orang TKS.

Tabel II.5 Jumlah Nakes Menurut Jenis Pendidikan di PKM Kasang Pudak
Tahun 2017

PNS/PTT/
No Jenis Tenaga
TKL/TKS

* Sarjana (S.1) :

1 Dokter Umum 1

2 Dokter Gigi 0

3 Farmasi/ Apoteker 0

4 Sarjana Kesehatan Masyarakat 1

5 [Link] / S.1 Gizi 1

6 D IV Kebidanan 2

7 D IV Gigi 1

7
* Diploma 3 Kesehatan :

8 Akademi Perawat (Akper) 5

9 Akademi Kebidanan 28

10 Tenaga Sanitasi (APK/AKL) 0

11 Akademi Kesehatan Kerja 0

12 AKZI 0

13 AKFIS 0

14 AKG 0

15 AKFAR 2

16 Analis / AAK 3

* Sekolah Menengah Kesehatan : -

18 D.1 kebidanan 2

19 SPK/SPKU 0

20 SPPH 1

21 SPRG 0

22 SPAG 0

* Sekolah Menengah Non Kesehatan :

25 LCPK 0

26 SLTA/SMP/SD 1

JUMLAH 48
Sumber : Bagian Tata Usaha PKM Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017

Tabel II.6 Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Unit Kerja di Lingkungan PKM
Kasang Pudak Tahun 2017

Jumlah Yg
No Unit Kerja
Ada

1 Puskesmas Induk 39

2 Puskesmas Pembantu

- Pustu Kasang Pudak 1

- Pustu Kasang Kota arang 1

8
3 Jumlah Polindes

- Polindes Kasang Lopak Alai 1

- Polindes Solok 1

4 Tenaga Kesehatan di Desa

- Kasang Pudak 1

- Kasang Kumpeh 1

- Kasang Kota Karang 1

- Kasang Lopak Alai 1

- Solok 1

JUMLAH 48

Sumber : Bagian Tata Usaha Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017

Tabel II.7 Rasio Tenaga Kesehatan Menurut Jumlah Penduduk di Lingkungan


Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017

TENAGA
NO JUMLAH RASIO (per 10.000 jiwa)
KESEHATAN

1 Dokter Umum 1 1 : 30.390

2 Dokter Gigi 0

3 Sarjana Kesehatan 1 1: 30.390

4 Serjana Keperawatan 0

5 Bidan 31 1 : 980

6 Perawat 5 1 : 6078

7 Gizi 1 1 : 30.390

8 Akedemi Farmasi 2 1 : 15.195

9 Perawat Gigi 2 1 : 15.195

10 SPK/SPPH 1 1 : 30.390

11 Analis/AKK 3 1 : 10.130

Sumber : Bagian Tata Usaha Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017

9
Tabel II.8 Proporsi Jumlah Pegawai Menurut Golongan
Di Lingkungan Dinas Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017

NO GOLONGAN JUMLAH PERSENTASE

I PNS

1 Golongan III 8 16,32

2 Golongan II 15 30,61

3 Golongan I 0 0

II PTT

1 Dokter Umum 0 0

2 Dokter Gigi 0 0

3 Bidan D3 0 0

4 Bidan D1 2 4,08

III Honorer (PNO) dan TKS 2 48,98

JUMLAH 48 100

Sumber : Bagian Tata Usaha Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017

2.2.2 Sumber Daya Sarana dan Prasarana


Sarana pendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang ada di Puskesmas
Kasang Pudak Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2017, antara lain sebagai berikut :

Tabel II. 9 Data Sarana Kesehatan Di Lingkungan Puskesmas Kasang


Pudak Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2017

KEADAAN
N0 SARANA
B RR RB JUMLAH

1 Puskesmas Non Perawatan 1 0 0 1

2 Puskesmas Pembantu 2 0 0 2

3 Rumah Medis 1 0 0 1

4 Rumah Paramedis 0 0 0 0

5 Rumah Bidan Desa 1 1 0 2

6 Puskesmas Keliling 0 0 0 0

7 Sepeda Motor 2 0 0 2

Jumlah 7 1 0 8

Sumber : Tata Usaha Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017

10
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa kondisi sarana Kesehatan di
Puskesmas Kasang Pudak pada tahun 2017 masih mengalami kondisi baik.
Selanjutnya untuk melihat sarana dan prasarana kesehatan dalam unit kerja
Puskesmas Talang Bukit dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel II.10 Data Sarana Dan Prasarana Menurut Unit Kerja


Dilingkungan Puskesmas Kasang Pudak Kabupaten Muaro Jambi Tahun 2017

SEPEDA MOTOR
RUMAH

PKM INDUK

PUSLING
Polindes

PARAMEDIS
PUSTU

BIDAN
No PUSKESMAS DESA

DESA
MEDIS
1 Kasang Pudak Ks. Pudak 1 1 0 0 2 0 1 0

Ks. Kumpeh 0 0 0 0 0 0 0 0

Ks. Kota Karang 0 1 0 0 0 0 0 0

Ks. Lopak Alai 0 0 1 0 0 0 0 0

Solok 0 0 1 0 0 0 0 0

JUMLAH 1 2 2 0 2 0 1 0

Sumber : Bagian Tata Usaha Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017

Puskesmas Kasang pudak memiliki 2 pustu dan 2 polindes, sementara ada 1


bidan desa yang melakukan pelayanan di rumah milik pribadi. Didalam wilayah kerja
PKM Kasang Pudak memiliki 2 sepeda motor yang digunakan di puskesmas induk.

11
2.3 Pembiayaan Puskesmas
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Puskesmas Kasang Pudak bersumber dari
Dana APBD II dan BOK yang dalam pengajuan dan pengelolaannya dilaksanakan
secara langsung oleh puskesmas berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran
Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) dan khusus untuk keluarga miskin
kegiatannya dilaksanakan dari dana Jamkesmas.

Tabel II.11 SUMBER PEMBIAYAAN PUSKESMAS KASANG PUDAK


KABUPATEN MUARO JAMBI TAHUN 2017

No Sumber Dana Program Jumlah Realisasi Saldo Ket

1 DAU - - - -

2 APBN - - - -

3 HWS (BLN) - - - -

4 APBD Semua Kegiatan Rp. Rp. -

5 Jamkesmas Keluaga Miskin -

6 RETRIBUSI Insentif Petugas -

7 BOK Semua Kegiatan Rp. 296.128.600 Rp. 296.128.600 -

Total Rp. 296.128.600

Sumber : Bendaharawan Puskesmas Kasang Pudak Kab. Muaro Jambi Tahun 2017

12
BAB III
HASIL KEGIATAN

3.1 PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN KELUARGA


3.1.1. Dasar Kegiatan Program
Program kesehatan di bidang pelayanan kesehatan hakikatnya memiliki 2
(dua) tujuan utama yaitu meningkatkan aksesibilitas atau keterjangkauan pelayanan
kesehatan oleh masyarakat dan meningkatkan kualitas (mutu) pelayanan kesehatan
itu sendiri. Upaya peningkatan aksesibilitas dan mutu pelayanan kesehatan
dilakukan dengan meningkatkan ketersediaan dan kelengkapan sarana dan prasarana
kesehatan, peningkatan dan pengembangan SDM kesehatan, peningkatan
manajemen Puskesmas (P1, P2, dan P3) yang terarah agar pelayanan kesehatan yang
diberikan kepada masyarakat dapat dilakukan dengan optimal dan
berkesinambungan dan dapat mencapai sasaran.

3.1.2. Sasaran Program


Sasaran dari program ini meliputi upaya pelayanan pengobatan terhadap
masyarakat, pelayanan kesehatan gigi dan mulut, kesehatan jiwa, kesehatan mata,
puskesmas keliling, serta kefarmasian.

3.1.3. Hasil Kegiatan Program


1. Kegiatan Pelayanan Kesehatan Dasar
Tabel III.1 Jumlah Kunjungan Kapasitet Puskesmas Tahun 2017
NO KUNJUNGAN JUMLAH PERSENTASE

1 Kunjungan Baru 3.654 12,02

2 Kunjungan Lama 2.389 7,86

3 Kasus Baru 2.039 6,71

4 Kunjungan Kasus 4.020 13,22

5 Rawat Inap 0 0

TOTAL KUNJUNGAN 12.102 -

JUMLAH PENDUDUK 30.390 -

Sumber : Laporan Puskesmas Kasang PudakTahun 2017

Kunjungan baru Puskesmas Kasang Pudak di tahun 2017 sebanyak 12,02 %


dan kasus baru sebanyak 6,71 % dari jumlah penduduk.

13
Tabel III.2 Jumlah Kunjungan Kapasitet Puskesmas Kasang Pudak Tahun
2017
NO KUNJUNGAN JUMLAH PERSENTASE

1 Pasien Umum 4.380 14,41

2 BPJS 1.391 4,58

3 UKS 0 0

TOTAL KUNJUNGAN 5.771 18,99

JUMLAH PENDUDUK 30.390 -

Sumber : Laporan Puskesmas Kasang Pundak Tahun 2017

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa kunjungan di PKM. Kasang Pudak
lebih tinggi dari pasien umum, yaitu 14,41% sedangkan pasien BPJS hanya 4,58 %
dari total penduduk wilayah kerja PKM Ks. Pudak.

Tabel III.3 10 Penyakit Terbesar Di Puskesmas Kasang Pudak 2017

No Nama Penyakit Penderita


Jumlah %
1 ISPA 1.157 3,81
2 DKA ( Dermatitis kontak Alergi) 246 0,81
3 Hipertensi 224 0,74
4 Febris 210 0,69
5 Sakit Kepala 196 0,64
6 Gastritis 146 0,48
7 Diare 133 0,44
8 Rematik 57 0,19
9 Sakit Gigi 46 0,15
10 Conjungtivitas 37 0,09
Jumlah 2.452 8,08
Sumber : Laporan Puskesmas Kasang PudakTahun 2017

Penyakit ISPA ada pada urutan pertama dari 10 penyakit terbesar di


puskesmas Kasang Pudak yakni 3,81 %.

14
a. Program Kesehatan Gigi dan Mulut

Tabel III.4 Hasil Kegiatan Program Kesehatan Gigi Dan Mulut Di Puskesmas
Kasang Pudak Tahun 2017

No. Kegiatan Jumlah

1 Penambalan Gigi Tetap 0

2 Pencabutan Gigi Tetap 0

3 Murid SD yang perlu perawatan Kesehatan gigi. 0

4 Murid SD yang mendapat perawatan kesehatan gigi 0

5 Perawatan gigi lainnya 0

Jumlah 0

Sumber : Laporan Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017

b. Program Laboratorium

TABEL III.5 HASIL KEGIATAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM DI


PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017

NO PEMERIKSAAN LAPRATORIUM JUMLAH

1 [Link] darah yg diperiksa 14

2 [Link] air seni yg diperiksa 6

3 [Link] tinja yg diperiksa 0

4 [Link] BTA /TBC (sputum) 35

5 [Link] BTA/TBC (sputum) positif. 14

6 [Link] darah utk malaria 0

7 [Link] darah utk malaria positif 0

8 [Link] darah utk malaria (+) P. Falsiparum 0

9 [Link] BTA/Kusta (Reiz serum) positif 14

JUMLAH 64

Sumber : Laporan Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017

15
2. Kegiatan Gudang Farmasi PKM Kasang Pudak 2017

TABEL III.6 10 PEMAKAIAN OBAT TERBANYAK DI PUSKESMAS


KASANG PUDAK TAHUN 2017

Pemakaian/
NO JENIS OBAT GENERIK Perbulan KEBUTUHAN

1 Paracetamol Tablet 500mg 1.703 30.654

2 Klorfeniramin Maleat (CTM ) 1.490 26.820

3 Amoxillin Tablet 500mg 778 14.000

4 Antasida DEON Tablet 732 13.176

5 Asam Mefenamat 338 6.084

6 Gliseril Guaiacolat Tablet - -

7 Dexametason Tablet 980 17.640

8 Catopril 25mg 230 4.140

9 Kalsium Lactat 227 4.086

10 Prednison Tablet 50 900

Sumber : Laporan Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017

3.2 PROGRAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYAKIT


MENULAR (P2M)
3.2.1 Dasar Kegiatan Program
Sampai saat ini penyakit menular masih menjadi masalah utama kesehatan
masyarakat disamping munculnya penyakit–penyakit baru. Berbagai upaya
penanggulangan penyakit menular telah, sedang dan terus dilakukan secara
berkesinambungan dengan kerjasama dari semua pihak sebagai bentuk pelaksanaan
program bidang kesehatan, maka perlu dilakukan evaluasi dalam bentuk laporan
tahunan. Melihat dari kegiatan program yang telah dilaksanakan mengindikasikan
bahwa program yang telah dilaksanakan cukup efektif namun masih perlu terus
ditingkatkan upaya program pencegahan dan pemberantasan penyakit menular
tersebut.

16
3.2.2 Tujuan Program
a. Tujuan Umum
Meningkatnya kepedulian dan kemampuan masyarakat, serta pelayanan
kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat sehingga angka kesakitan
dan kematian serta kecacatan akibat penyakit menular dapat ditekan.

b. Tujuan Khusus
1. Dilaksakannya seluruh program pencegahan dan pemberantasan penyakit
menular.
2. Melaksanakan deteksi kasus malaria dengan diagnostik laboratoris
3. Tercapainya cakupan penemuan penderita secara bertahap hingga
mencapai 70% dari perkiraan semua penderita baru BTA +
4. Tercapainya angka kesembuhan minimal 85 % dari semua penderita baru
BTA + yang ditemukan Tahun 2017
5. Tercapainya Status UCI pada tingkat desa
6. Terkendalinya kejadian penyakit tidak menular
7. Melaksanakan SKD – KLB
8. Meningkatnya sistim surveilans terpadu Puskesmas.
3.2.3 Kegiatan
Kegiatan yang dilakukan sepanjang tahun 2017 pada puskesmas Kasang
Pudak sepenuhnya telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan apa yang
diprogramkan oleh Dinas Kesehatan dan mengacu terhadap sasaran yang telah
ditetapkan. Diantara kegiatan tersebut adalah:

1. Penyakit Malaria
TABEL III.7 DISTRIBUSI PENDERITA MALARIADI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017
JUMLAH SEDIAAN
MAL SPR
DESA AMI % DARAH
NO P M + %
DIPERIKSA

1 Ks. Pudak 0 0 0 0 0 0

2 Ks. Kumpeh 0 0 0 0 0 0

3 Ks. Kota Karang 0 0 0 0 0 0

4 Ks. Lopak Alai 0 0 0 0 0 0

5 Solok 0 0 0 0 0 0

17
Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017
Keterangan :
P : Penderita
M : Meninggal
AMI : Annual Malaria Incidence
SPR : Slide Positif Rate
Pemeriksaan malaria pada penderita diwilayah puskesmas kasang pudak
telah mencapai 100% dimana dalam satu tahun tidak ada penderita malaria di
wilayah kerja puskesmas kasang pudak.

2. Penyakit Filariasis
TABEL III.8 DISTRIBUSI PENDERITA FILARIASIS DI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017

N JUMLAH DESA JUMLAH


Desa ADR
O FILARIASIS TERSERANG KASUS
1 Ks. Pudak 0 0 0 0

2 Ks. Kumpeh 1 0 0 1

3 Ks. Kota Karang 0 0 0 0

4 Ks. Lopak Alai 0 0 0 0

5 Solok 0 0 0 0
Jumlah 1 0 0 1
Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Tahun 2017
Pada pemeriksaan filariasis di wilayah kerja PKM. Kasang Pudak yang
dilakukan sepanjang tahun 2017 ditemukan 1 (satu) penderita filariasis di desa
Kasang Kumpeh.

18
3. Penyakit Rabies
TABEL III.9 DISTRIBUSI PENDERITA RABIES DI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017

JML KASUS SPECIMEN KASUS


LYSSA
DESA GIGITAN HEWAN DIBERI
NO /MATI
HPR POSITIF VAR
1 Ks. Pudak 1 0 0 1

2 Ks. Kumpeh 0 0 0 0

3 Ks. Kota Karang 0 0 0 0

4 Ks. Lopak Alai 1 0 0 1

5 Solok 1 0 0 1

Jumlah 3 0 0 3

Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Tahun 2017

Penderita rabies di wilayah kerja PKM. Kasang Pudak sepanjang tahun 2017
sebanyak 3 kasus yang terjadi di desa Ks. Pudak, Ks. Lopak Alai da Dan Solok.
Semua kasus rabies yang terjadi di berikan VAR.

4. Penyakit Demam Berdarah Dengue ( DBD )


TABEL III.10 DISTRIBUSI PENDERITA DEMAM BERDARAH DI
PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017

N JML JML CFR KEC. DESA 1R/


Desa
O PENDERITA KEMATIAN % TERJANGKIT TERJANGKIT 100 rb

1 Ks. Pudak 0 0 0 0 0 0
2 Ks. Kumpeh 0 0 0 0 0 0
3 Ks. Kota
Karang 0 0 0 0 0 0

4 Ks. Lopak
Alai 0 0 0 0 0 0

5 Solok 0 0 0 0 0 0
Jumlah 0 0 0 0 0 0
Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Kasang PudakTahun 2017

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa sepanjang tahun 2017 dalam wilayah
kerja PKM Kasang Pudak tidak ditemukan adanya kasus demam berdarah.

19
5. Penyakit Kusta
TABEL III.11 DISTRIBUSI PENDERITA KUSTA DI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017
JML JML PENDERITA
PREVALEN/10.00
NO Desa DESA TOTAL
PB MB 0 PDDKS
KUSTA
1 Ks. Pudak 0 2 0 2 0
2 Ks. Kumpeh 0 0 0 0
3 Ks. Kota Karang 0 0 0 0
4 Ks. Lopak Alai 0 0 0 0
5 Solok 0 1 0 1
Jumlah 0 3 0 3
Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Kasang PudakTahun 2017
Penderita kusta di Puskesmas Kasang Pudak tahun 2017 ditemukan 3 kasus
yang terjadi di dua desa yaitu Desa Kasang Pudak dan Desa Ks. Lopak Alai. Pada
penderita kasus penyakit kusta ini sudah diberlakukan pengobatan sebagaimana
harusnya.
6. Penyakit Diare
TABEL III.12 DISTRIBUSI FREKUENSI KASUS DIARE DI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017

NO DESA JML KASUS


1 Ks. Pudak 56

2 Ks. Kumpeh 31

3 Ks. Kota Karang 11

4 Ks. Lopak Alai 10

5 Solok 15

Jumlah 123

Sumber : Laporan Prorgram P2M Puskesmas KAsang Pudak Tahun 2017.


Kasus diare Yang terjadi pada wilayah kerja PKM Kasang Pudak sepanjang
tahun 2017 sebanyak 123 kasus yang terjadi pada semua golongan umur. Kasus
yang tertinggi terjadi di desa Kasang Pudak dan yang terendah di desa Ks. Lopak
Alai. Upaya pencegahan penyakit diare ini tetap dilakukan dengan memberikan
edukasi kepada masyarakat.

20
7. Penyakit ISPA
TABEL III.13 DISTRIBUSI CAKUPAN PNEUMONI DI PUSKESMAS
KASANG PUDAK TAHUN 2017
NO DESA PNEUMONI

1 Ks. Pudak 7

2 Ks. Kumpeh 2

3 Ks. Kota Karang 1

4 Ks. Lopak Alai 8

5 Solok 3

Jumlah 21

Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Tahun 2017

8. Penyakit TBC Paru


TABEL III.14 DISTRIBUSI PENYAKIT TBC DENGAN BTA + DI
PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017
DESA SEMBU
NO TARGET TB + KONVERSI
H
1 Ks. Pudak 11
2 Ks. Kumpeh 0
3 Ks. Kota Karang 0
4 Ks. Lopak Alai 2
5 Solok 1
Jumlah 14
Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017

Penyakit TBC dengan BTA+ di wilayah kerja PKM. Kasang Pudak tahun
2017 ditemukan 14 kasus, dimana kasus terbanyak ada di wilayah desa Ks. Pudak.
Upaya untuk menemukan penderita TBC terus dilakukan dengan melakukan
pemeriksaan bagi anggota masyarakat yang memiliki tanda-tanda menderita TBC.
Upaya kesembuhan yang dilakukan juga dengan terus memberikan pengobatan rutin
dan edukasi kepada penderita dan pada keluarga penderita yang terketa TBC.

21
9. Imunisasi
TABEL III.15 PRESENTASE STATUS UCI TINGKAT DESA DALAM
WILAYAH PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017

Capaian
Sasaran Jlh. % STATU
NO DESA TARGET
Imunisasi Capaian S UCI
Lengkap
1 Kasang Pudak 90% 320 306 95,63 UCI
2 Kasang Kumpeh 90% 121 118 97,52 UCI
3 Ks. Kota Karang 90% 43 43 100 UCI
4 Ks. Lopak Alai 90% 47 45 95,74 UCI
5 Solok 90% 45 44 97,78 UCI

JUMLAH 90% 576 556 96,53 UCI


Sumber : Laporan Program P2M Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017
Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa seluruh desa yang ada di wilayah
kerja Puskesmas Kasang Pudak telah ber status UCI. Capaian target juga terpenuhi
khususnya di daerah Ks. Kota Karang juga diketahui bahwa seluruh sasarn imunisasi
mendapatkan imunisasi lengkap.
10. Surveilens
Pengamatan secara terus menerus dilakukan melalui kegiatan surveilens
terhadap besarnya masalah kesehatan dari aspek kejadian kasus penyakit dengan
pengumpulan data penyakit terpilih yang dilaporkan oleh puskesmas dan secara aktif
mencari informasi data pada lintas program dan di dokumentasikan dalam
Surveilens Terpadu Puskesmas (STP). Untuk pelaporan STP terhadap 25 penyakit,
diwaspadai akan menimbulkan peningkatan kasus. Kegiatan utama yang dilakukan
di deteksi Pengamatan Penyakit Menular adalah kegiatan surveilans terhadap
penyakit menular sebagai berikut :

a. Campak
b. Tetanus Neonatorum
c. Poliomyelitis dan Acute Flaccid Paralysis (AFP)
d. Pemeriksaan Kesehatan Haji

22
3.3 PROGRAM KESEHATAN LINGKUNGAN
3.3.1 Dasar Kegiatan Program
Dimasa masa yang akan datang lingkungan akan semakin tidak
menguntungkan terhadap kesehatan. Pencemaran lingkungan yang meliputi
pencemaran udara, air, tanah dan makanan akan semakin meningkat. Pencemaran
udara di dalam ruangan makin perlu diwaspadai karena masih tingginya kebiasaan
merokok di masyarakat, penanganan limbah rumah tangga, baik limbah padat
maupun limbah cair yang belum memperhitungkan dampaknya terhadap kesehatan
masyarakat merupakan ancaman bagi penduduk sekitarnya. Pencemaran lingkungan
dapat pula terjadi akibat bencana, baik bencana oleh kegiatan alam maupun akibat
ulah manusia.
Program – program dalam Lingkungan Sehat tersebut haruslah dapat
dipantau dan dievaluasi hasil pencapaiannya, sehingga segala masalah / kendala
yang terjadi dapat dideteksi dan dilakukan upaya penanggulangannya. Pemantauan
yang dimaksud adalah suatu pengamatan terhadap suatu kegiatan pada periode
waktu tertentu dalam rangka pencapaian target pelaksanaan.
Namun program-program yang dilaksanakan tersebut harus juga didukung
oleh peran serta masyarakat dan bimbingan dari petugas kesehatan lingkungan yang
ada. Di Puskesmas Markanding petugas yang mendukung kegiatan program tersebut
sebanyak 2 orang dan kegiatan yang ditetapkan oleh dinas kesehatan telah
dilaksanakan secara maksimal.
3.3.2 Tujuan Program
Untuk mewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat agar dapat
melindungi masyarakat dari ancaman bahaya yang berasal dari lingkungan sehingga
tercapai derajat kesehatan individu, keluarga dan masyarakat yang optimal.
3.3.3 Sasaran Program
Sasaran yang hendak dicapai melalui program ini adalah meningkatnya mutu
lingkungan hidup, serta kemauan dan kemampuan individu, keluarga dan peran serta
masyarakat dan pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang
berwawasan kesehatan.
3.3.4 Hasil Kegiatan Program
Program kesehatan lingkungan yang dilakukan di wilayah Puskesmas
KAsang Pudak mengacu pada program yang ditentuksan noleh Dinas Kesehatan
Kab. Muaro Jambi yang disesuaikan dengan eilayah kerja PKM. Kasang Pudak.
Upaya – upya pembinaan masyarakat terkait kesehatan lingkungan juga dilakukan

23
dengan melakukan koordinasi dengan pihak desa baik dalam pelaksaan kegiatan
maupun pendataan yang dilakukan secara rutin. Beberapa kegiatan kesehatan
lingkungan yang dilakukan di PKM. Kasang Pudak antara lain dapat dilihat pada
tabel – tabel berikut:

24
25
26
27
28
29
30
31
3.4 PROGRAM KIA & KB
3.4.1. Dasar Kegiatan Program
Masih tingginya kasus kematian ibu dan bayi membuat kegiatan program
KIA dan KB merupakan hal pokok yang masih perlu menjadi perhatian serius.
3.4.2. Tujuan Program
a. Tujuan Umum :
1. Menurunkan angka kematian ibu dan anak
2. Pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini Bumil dan Balita
b. Tujuan Khusus :
1. Peningkatan Cakupan Antenatal Care (ANC) dan Kesehatan Anak
2. Peningkatan Cakupan Persalinan dan Nifas oleh nakes
3. Peningkatan kemandirian dalam Pengembangan Desa Siaga
3.4.3. Hasil Kegiatan Program
I. Pelayanan Kesehatan Ibu
1. PWS KIA
Tabel III.23 Pencapaian K1, K4, Bumil Resti, Persalinan Nakes, Persalinan
DDB Di Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017

Bumil
Bumil Total
Resti Pers. Pers.
DESA K1% K4% Resti Persalina
Ditanga Nakes DDB
Dirujuk n
ni

Ks. 75,10 73,80 52 34 257 0 257


Pudak

Ks. 75,90 69,90 25 10 92 0 92


Kumpeh

Ks. Kota 74,40 63,80 8 6 30 0 30


Karang

Ks. 73,00 71,10 10 10 34 0 34


Lopak
Alai

Solok 73,40 71,40 6 1 35 0 35

Sumber : Laporan Program KIA/KB Puskesmas Kasang PudakTahun 2017


Kunjungan K1 pada ibu hamil diwilayah kerja Puskesmas Kasang Pudak
tahun 2017 yakni tertinggi pada desa Ks. Kumpeh dan yang terendah pada desa Ks.
Lopak Alai. Namun untuk kunjungan K4 tertinggi pada desa Ks. Pudak dan terendah
pada desa Ks. Kota Karang. Untuk Desa Kota Karang persentase K1 dan K4 ada
perbedaan yang cukup signifikan. Untuk Bumil resti yang ditangani aterbanyak pada

32
desa Ks. Kumpeh yaitu sebanyak 52 dan yang dirujuk sebanyak 35 bumil resti.
Jumlah persalinan tenaga kesehatan yang paling tertinggi di desa Kasang Pudak dan
yang terndah pada Desa Kota Karang.
.2. Otopsi Verbal Maternal Perinatal
Data jumlah persalinan, kejadian BBLR dan kematian dapat dilihat pada
tabel berikut ini :
Tabel III.24 Jumlah Persalinan, Bblr Dan Kematian Neonatal, Bayi, Balita Dan
Ibu Di Puskesmas Kasang Pudak Tahun 2017

Kematian Neonatus-
Jumlah Kematian Ibu
Persalinan Bayi-Balita
No DESA
Lahir BBLR Lahir <7 >28 1-4 Bumil Bulin Bufas
mati Hr Hr Thn

1 Ks. Pudak 257 1 0 0 0 0 0 0 0

2 Ks. Kumpeh 92 0 0 0 0 0 0 0 0

3 Ks. Kota Karang 30 0 0 0 0 0 0 0 0

4 Ks. Lopak Alai 34 0 0 0 0 0 0 0 0

5 Solok 35 1 0 0 0 0 0 0 0

Jumlah 448 2 0 0 0 0 0 0 0

Sumber : Laporan Program KIA/KB Puskesmas Tahun 2017

Dari data diatas dapat diketahu bahwa dari persalinan yang dilakukan
terdapat kasus BBLR di Desa Kasang Pudak sebanyak 1 kasus dan di Desa Solok
sebanyak 1 kasus. Namun, untuk kematian neonates – Bayi- Balita dan kematian ibu
tidak ada kasus..

3.4.4. Program Kesehatan Bayi Dan /Balita


Tabel III.25 Jumlah Pencapaian DDTK Bayi Dan Balita Di Puskesmas Kasang
Pudak Tahun 2017

DDTK Bayi DDTK Balita


N DESA Sasaran Cakupan % Sasaran Cakupan %
O
L P L P L P L P L P L P

1 Ks. Pudak 167 153 159 147 95,2 96 722 661 681 646 94,3 97,,7

2 Ks. Kumpeh 62 59 61 53 98,3 89,9 265 254 246 236 92,8 92,9

33
Ks. Kota 22 21 22 21 100 100 93 92 64 65 88,9 91,5
3
Karang

Ks. Lopak 25 22 25 22 100 100 109 95 85 71 77,9 76,3


4
Alai

5 Solok 23 22 15 29 100 65,2 97 93 89 93 91,7 100

Jumlah 299 277 282 272 94,3 98,1 1286 1195 1195 1111 90,5 92,9

Sumber : Laporan Program KIA/KB Puskesmas Tahun 2017

3.4.5. Pelayanan Kesehatan Reproduksi Remaja


Pelayanan kesehatan reproduksi telah dilaksanakan pada Puskesmas Kasang
Pudak yang memberikan pelayanan dan peyuluhan terhdap anak sekolah khususnya
di SMP dan SMA guna menyampaikan tentang pengetahunan yang berkaiatan
dengan masalah reproduksi remaja.
Tabel III.26 Kegiatan Kesehatan Reproduksi Remaja Di Puskesmas Kasang
Pudak Tahun 2017

No Kegiatan Jumlah Siswa


Pelatihan Konselor Sebaya
1 SMPN 8 Kasang Pudak 20
2 SMP Darma Pertiwi 20
Penyuluhan Kespro
1 SMPN 8 Kasang Pudak 20
2 SMP Darma Pertiwi 20
Penyuluhan NAPZA
1 SMPN 8 Kasang Pudak 20
2 SMP Darma Pertiwi 20
Pemeriksaan Berkala
1 SMPN 8 Kasang Pudak 20
2 MTS Alfaqih 20
3 MTS Mathailul Huda 20
4 SMP Darma Pertiwi 20
5 MTS Lopak Alai 20

34
35
36
37
38
3.7 PROGRAM GIZI MASYARAKAT
3.7.1 Dasar Kegiatan Program
Gizi adalah merupakan hal pokok yang harus diperhatikan terutama
terhadap anak balita mengingat gizi sangat diperlukan untuk perkembangan otak
anak. Apabila asupan gizi tersebut tidak memenuhi syarat maka anak akan
mengalami gangguan dan bahkan akan mengalami berbagai macam penyakit.
3.7.2 Tujuan Program
1. Umum : Memberikan perhatian khusus terhadap pemenuhan gizi balita.
2. Khusus :
a. Melakukan penimbangan dan pengukuran berat badan untuk mangetahui
keadaan gizi balita
b. Memberikan makanan tambahan terhadap baita gizi kurang.
c. Penaggulangan kekurangan Vit A pada Balita serta ibu nifas dan Fe pada
ibu hamil.
d. Pemberian ASI Ekslusif.
3.7.3 Hasil Kegiatan Program
a. Pengembangan Sistem Informasi Gizi
b. Pemantauan Status Gizi (PSG)
Tabel III.29 Hasil Pemantauan Status Gizi Balita Di Puskesmas Kasang Pudak
Tahun 2017

No Desa Gizi Lebih Gizi Baik Gizi Kurang Gizi Buruk

1 Kasang Pudak 1 1024 8 1


2 Ks. Kumpeh 2 433 1 0
3 Ks. Kota Karang 1 165 4 0
4 Ks. Lopak Alai 0 206 1 0
5 Solok 0 201 1 1

Jumlah 4 2.029 15 2

Sumber : Laporan Program GIZI Puskesmas Tahun 2017

Hasil pemantauan status gizi balita di wilayah kerja puskesmas Kasang


Pudak tahun 2017 yang berupa gizi baik urutan kesatu desa Kasang Pudak namun
untuk kasus Gizi kurang masih ada untuk disetiap desa khususnya desa Kasang
Pudak dan Desa Ks. Kota Karang. Demikian juga dengan gizi buruk masih ditemui
di Desa Kasang Pudak dan Solok.

39
3.7.4 Penimbangan Balita dan Status Gizi Balita

TABEL III.30 HASIL PENIMBANGAN BADUTA (0 - 23 Bulan) DI


POSYANDU (SKDN) DI PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017

DESA S K D N JML K/S D/S N/S N/D

Kasang Pudak 65 65 58 42 230 100 89,2 64,6 72,4

Sumber Mulya 26 26 23 17 92 100 88,4 65,3 73,9

Bahar Mulya 39 39 35 29 142 100 89,7 74,3 82,8

Sumber Jaya 28 28 25 17 98 100 89,2 60,7 68

Talang Datar 40 40 36 26 142 100 90 65 72,2

Mulya Jaya 18 18 15 11 62 100 83,3 61,1 73,3

Jumlah 216 216 192 142 766 100 88,8 65,7 73,9

Sumber : Laporan Program GIZI Puskesmas Tahun 2017

TABEL III.35 HASIL PENIMBANGAN BALITA ( 24 - 59 Bulan ) DI


POSYANDU (SKDN) DI PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017

DESA S K D N JML K/S D/S N/S N/D

Kasang Pudak 88 88 79 57 312 100 89,7 64,7 72,1

Sumber Mulya 39 39 32 23 133 100 82 58,9 71,8

Bahar Mulya 55 55 45 34 189 100 81,8 61,8 75,5

Sumber Jaya 39 39 33 26 137 100 84,6 66,6 78,7

Talang Datar 45 45 38 29 157 100 84,4 64,4 76,3

Mulya Jaya 33 33 26 20 112 100 78,7 60,6 76,9

Jumlah 299 299 253 189 1040 100 84,6 63,2 74,7

40
Sumber : Laporan Program GIZI Puskesmas Tahun 2017

3.8 Penanggulangan Kekurangan Vitamin A


TABEL III.36 CAKUPAN PEMBERIAN VITAMIN A BULAN FEBRUARI DI
PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017

Sasaran Februari
No Desa
Bayi Balita Bayi % Balita %

1 Kasang Pudak 13 140 13 100 139 99,28

2 Sumber Mulya 5 60 5 60 47 100

3 Bahar Mulya 9 79 9 79 95 100

4 Sumber Jaya 5 56 5 56 48 100

5 Talang Datar 10 79 10 79 66 100

6 Mulya Jaya 7 43 7 43 33 100

Puskesmas 49 457 65 100 456 99,77

Sumber : Laporan Program GIZI Puskesmas Tahun 2017

Cakupan pemberian vitamin A bulan februari tahun 2017 diwilayah kerja


puskesmas Kasang Pudak pada bayi urutan kesatu yang telah mencapai 100% di
desa Kasang Pudak, urutan kedua di desa bahar mulya dan talang datar mencapai
79%, urutan ketiga desa sumber mulya mencapai 60% dan urutan keempat desa
sumber jaya mencapai 56%, dan urutan kelima di desa mulya jaya mencapai 43%.

Cakupan pemberian vitamin A pada balita balita sudah mencapai 99,77% dari
sasaran balita.

3.9 PROGRAM PROMOSI KESEHATAN


3.6.1. Dasar Kegiatan Program
Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatan kesadaran, kemampuan dan
kemauan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat

41
kesehatan yang optimal. Dengan perkataan lain masyarakat diharapkan mampu
berpartisipasi aktif dalam memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya
sendiri, dengan demikian masyarakat mampu menjadi subjek dalam pembangunan
kesehatan.
Penyuluhan kesehatan masyarakat, merupakan program pokok yang
disebutkan pada urutan pertama, diantara 6 program pokok dan 10 program
unggulan dalam pembangunan kesehatan. Sedangkan pembangunan kesehatan
mempunyai peran menentukan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia
yang merupakan fokus pembangunan nasional. Oleh karena itu program Penyuluhan
kesehatan masyarakat perlu diselenggarakan dengan sebaik-baiknya, agar dapat
memberikan sumbangan yang nyata dalam pembangunan kesehatan pada khususnya
dan pembangunan nasional pada umumnya.

3.6.2. Tujuan Program

3.10 Tersosialisasikannya program-program kesehatan kepada masyarakat.

3.11 Terwujudnya masyarakat yang berbudaya hidup bersih dan sehat, serta
tumbuhnya gerakan hidup sehat dimasyarakat.
3.6.3. Hasil Kegiatan Program

I. Pengembangan Metode dan Penyebarluasan Informasi Kesehatan


a. Pengembangan Metode Penyuluhan

TABEL III.37
SARANA PROMOSI KESEHATAN
DI PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017
No Jenis Sarana Jumlah Satuan

1 Televisi 0 Unit
2 DVD 0 Unit

42
b. Penyebarluasan Informasi Kesehatan

TABEL III.38 HASIL KEGIATAN PENYEBARLUASAN INFORMASI DI


PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017

No KEGIATAN HASIL

1 Tenaga Penyuluh

1. Tenaga Kesehatan
a. Jumlah
2
b. Frekwensi
2. Tenaga Kader
a. Jumlah
b. Frekwensi
65

25

2 Frekwensi Penyuluhan Perkelompok sasaran :

1. Anak Sekolah 490


2. Karang Taruna
20
3. Tokoh Masyarakat
4. Alim Ulama 6
5. Masyarakat Pekerja
6

3 Frekwensi Bentuk Penyuluhan sasaran :

1. Langsung 6
2. Melalui Media
0

4 Frekwensi Pembinaan kader 49

5 Kelurahaan/desa yang dijangkau penyuluhan 6

6 Frekwensi Materi Penyuluhan

1. KB Kes-Terpadu & Kesga

43
2. Penyakit menular 6
3. Air&Kesehatan Lingkungan
0
4. Obat Berbahaya
5. Kesehatan jiwa 6
6. Kesehatan gigi&Mulut
0
7. PHBS
0

Sumber : Laporan Program Promkes Puskesmas Tahun 2017

II. Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM)

TABEL III.39 ANALISA PERKEMBANGAN POSYANDU DI


PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017

Tingkat Perkembangan
%
Pratama Madya Purnama Mandiri
No PUSKESMAS Purnama +
Jlh % Jlh % Jlh % Jlh % Mandiri

1 Kasang Pudak 0 0 1 33,3 1 14,2 1 33,3 47,5

2 Sumber Mulya 0 0 1 33,3 1 14,2 0 0 14,2

3 Bahar Mulya 0 0 1 33,3 2 28,4 0 0 28,4

4 Sumber Jaya 0 0 0 0 1 14,2 0 0 14,2

5 Talang Datar 0 0 0 0 1 14,2 1 33,3 47,5

6 Mulya Jaya 0 0 0 0 1 14.2 1 33,3 47,5

JUMLAH 0 0 3 99,99 7 99,4 3 99,4

Sumber : Laporan Program Promkes Puskesmas Tahun 2017

44
III. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

1. Pengertian
[Link].1 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau
menciptakan suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan
masyarakat, dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi
dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan
perilaku, melalui pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana (social
support), dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) sebagai suatu
upaya untuk membantu masyarakat mengenali dan mengatasi
masalahnya sendiri.

[Link].2 PHBS di Tatanan Rumah Tangga


Adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk
berperilaku hidup bersih dan sehat di dalam kehidupan rumah tangga.

[Link].3 PHBS di Tatanan Insititusi Pendidikan


Adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk
berprilaku bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

[Link].4 PHBS di Tatanan Tempat-Tempat Umum (TTU)


Adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk
berperilaku hidup bersih dan sehat di kawasan tempat-tempat umum
seperti sarana ibadah, rumah makan.

[Link].5 PHBS di Tatanan Sarana Kesehatan


Adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan untuk
berperilaku hidup bersih dan sehat pada sarana pelayanan kesehatan

2. Sasaran

 Sasaran primer tatanan rumah tangga yaitu sasaran utama yang akan dirubah
perilakunya atau anggota keluarga yang bermasalah.
 Sasaran primer dari tatanan institusi pendidikan yaitu Individu dalam keluarga
yang bermasalah, siswa dalam sekolah yang bermasalah,
 Sasaran sekunder adalah sasaran yang dapat mempengaruhi individu yang
bermasalah

45
 Sasaran sekunder: kepala keluarga, ibu, orang tua, tokoh keluarga, kader,
tokoh agama, tokoh masyarakat, petugas kesehatan dan PKK
 Sasaran tersier adalah sasaran yang diharapkan dapat menjadi unsur pembantu
dalam menunjang atau mendukung dalam hal dana, kebijakan dan kegiatan
untuk tercapainya pelaksanaan PHBS di rumah tangga.
 Sasaran tersier: Kader, guru, tokoh masyarakat, dll.

3.12 Indikator PHBS


Dalam melakukan pengkajian PHBS, indikator merupakan suatu petunjuk
yang membatasi fokus perhatian. Sehingga dalam kegiatan penilaian nantinya dapat
membandingkan antara hasil pengkajian dengan hasil penilaian PHBS. Indikator
PHBS di tatanan rumah tangga melipuit indikator input, proses dan output
dikembangkan untuk melakukan penilaian PHBS. Indikator PHBS di tatanan
keluarga diarahkan pada 10 Indikator, indikator PHBS di Tatanan Insititusi
Pendidikan diarahkan pada 8 Indikator, indikator PHBS di Tatanan sarana kesehatan
diarahkan pada 8 Indikator dan indikator PHBS di Tatanan TTU diarahkan pada 8
Indikator

3.13 Pemantauan PHBS


Pemantauan PHBS dilaksanakan untuk mengetahui seberapa jauh suatu
progran PHBS telah berjalan dan memberikan hasil seperti yang diharapkan
terhadap perilaku keluarga, perilaku siswa serta masyarakat atau seberapa jauh
dampak program PHBS telah tercapai. Kegiatan pemantauan berupa:

- Monitoring kegiatan yang ada dirumah tangga, dan di sekolah


- Pertemuan bulanan bagi kader dan koordinator PKM di Puskesmas atau
Koordinator PHBS Kabupaten
- Melihat buku laporan kegiatan PHBS di Puskesmas
- Pertemuan bulanan di Kabupaten
- Waktu pemantauan disesuaikan dengan rencana yang ditetapkan yakni
per 6 bulan sekali

TABEL III.40 PERBANDINGAN PRIORITAS MASALAH PHBS TATANAN


RT DI PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017

46
Tahun 2016 Tahun 2017

Masalah Peresntase Masalah Persentase

1. Kebiasaan Merokok 40 % 1. Kebiasaan Merokok 40 %


Dirumah Dirumah
Sumber : Laporan Program Promkes Puskesmas Tahun 2016

TABEL III.41 PERBANDINGAN KLASIFIKASI PHBS TATANAN RUMAH


TANGGA DI PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2016-2017

Tahun 2016 Tahun 2017

Klasifikasi Persentase Klasifikasi Persentase

1. Klasifikasi I 0% 1. Klasifikasi I 0%
2. Klasifikasi II 2. Klasifikasi II
0% 0%
3. Klasifikasi III 3. Klasifikasi III
4. Klasifikasi IV 0% 4. Klasifikasi IV 85 %

0% 15 %

Sumber : Laporan Program Promkes Puskesmas Tahun 2017

TABEL III.42 PERBANDINGAN PRIORITAS MASALAH PHBS INSTITUSI


PENDIDIKAN DI PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2016-2017

Tahun 2016 Tahun 2017

Masalah Persentase Masalah Persentase

1. Tdk Punya Tempat 7% 1. Tdk Punya Tempat Cuci 5%


Cuci Tangan Tangan
Sumber : Laporan Program Promkes Puskesmas Tahun 2017

47
TABEL III.43 PERBANDINGAN KLASIFIKASI PHBS TATANAN
INSTITUSI PENDIDIKAN DI PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2016
- 2017

Tahun 2015 Tahun 2016

Klasifikasi Persentase Masalah Persentase

1. Klasifikasi I 0% 1. Klasifikasi I 0%
2. Klasifikasi II 2. Klasifikasi II
0% 0%
3. Klasifikasi III 3. Klasifikasi III
4. Klasifikasi IV 0% 4. Klasifikasi IV 95 %

0% 5%

Sumber : Laporan Program Promkes Puskesmas Tahun 2017


TABEL III.44 PERBANDINGAN KLASIFIKASI PHBS TATANAN
TEMPAT-TEMPAT UMUM DI PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN
2017
Warung Makanan Tempat Ibadah

Klasifikasi Persentase Masalah Persentase

1. Klasifikasi I 0% 1. Klasifikasi I 0%
2. Klasifikasi II 2. Klasifikasi II
0% 0%
3. Klasifikasi III 3. Klasifikasi III
4. Klasifikasi IV 0% 4. Klasifikasi IV 75 %

0% 25 %

Sumber : Laporan Program Promkes Puskesmas Tahun 2017

TABEL III.45 PERBANDINGAN KLASIFIKASI PHBS TATANAN SARANA


KESEHATAN DI PUSKESMAS KASANG PUDAK TAHUN 2017

Puskesmas Puskesmas Pembantu

Klasifikasi Persentase Masalah Persentase

1. Klasifikasi I 0% 1. Klasifikasi I 0%
2. Klasifikasi II 2. Klasifikasi II
0% 0%
3. Klasifikasi III 3. Klasifikasi III
4. Klasifikasi IV 4. Klasifikasi IV

48
100 % 100 %

0% 0%

Sumber : Laporan Program Promkes Puskesmas Tahun 2017

49
BAB IV

PERMASALAHAN DAN PENYEBAB MASALAH

4.1 Analisis Pencapaian Program


1. Identifikasi Faktor Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Ancaman (SWOT)
- Metode
Metode yang dilaksanakan di Puskesmas Kasang Pudak
adalah sesuai dangan petunjuk teknis yang dikeluarkan oleh Dinas
Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi berupa:

 Pelaksanaa program Puskesmas berupa 6 program Pokok


Puskesmas antara lain: Promosi Kesehatan, KIA/KB, Gizi,
Kesehatan Lingkungan, P2M, dan Pelayanan Kesehatan Dasar.
 Setiap Program melaksanakan Petunjuk teknis yang telah dibuat
dan harus merekap laporan setiap bulan dari hasil kegiatan yang
dilakukan termasuk kegiatan yang dilaksanakan di Puskesmas
Pembantu.
 Laporan bulanan tersebut dikirimkan ke Dinas kesehatan paling
lambat tanggal 05 setiap bulannya.
- Dana
Pembiayaan Operasianal Puskesmas Bersumber dari:

 Dana APBD
 Restribusi
 Dana BOK
 Dana JAMKESMAS dan
 Dana Jampersal
a. WEAKNESS (KELEMAHAN)
- Tenaga
 Tenaga yang ada di Puskesmas Kasang Pudak masih belum
mencukupi terutama tenaga pelaksana program Puskesmas,
yang menyebabkan Masih banyak petugas yang berkerja secara
rangkap tugas.
 Motifasi kerja petugas masih kurang dikarenakan kejenuhan
dalam melaksanakan pekerjaan yng bukan tupoksinya.
- Sarana / Prasarana

50
Sarana dan Prasaran yang ada di Puskesmas Kasang Pudak
cukup memadai namun masih ada terdapat kekurangan antara lain:

 Masih banyak alat-alat medis yang belum lengkap


 Lemari, Meja dan Kursi sudah banyak yang kurang

- Metoda
 Petunjuk teknis yang harus dilaksanakan sering berubah-ubah
sehingga membingungkan petugas dalam pelaksanaan kegiatan
di Puskesmas.
 Kepatuhan petugas dalam melaksanakan Standard Operasional
Prosedur (SOP) masih kurang. Hal ini desebabkan kurangnya
pengetahuan petugas tentang pentingnya melaksanakan SOP
dengan benar.
- Dana
 Dana yang diterima sudah cukup memadai dengan
dipercayanya Puskesmas untuk mengelola dana yang
dialokasikan sesuai dengan petunjuk dan kegunanannya.
 Puskesmas dinyatakan oleh Pemda tidak memungut restribusi
atau karcis tetapi dalam kenyataannya puskesmas masih
dibebankan setoran dengan alasan yang disetorkan tersebut
adalah merupakan dana tindakan medis yang dilakukan. Namun
dana tindakan tersebut tidak akan mencukupi untuk menutupi
jumlah setoran yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan.

b. OPPORTUNITY (PELUANG)
- Kebijakan
Kebijakan yang telah ditetapkan oleh Pusat, Propinsi,
Kabupaten/Kota dalam upaya pelayanan kesehatan yang
dilaksanakan di Puskesmas adalah berpihak kepada masyarakat
dengan mengutamakan 6 (Enam) program dasar dan melaksanakan
kebijakan Mentri Kesehatan No 125 tentang Desa Siaga

- Desentralisasi

51
Mengenai Azas Pembiayaan, Tarif, Perda dan Program
pengembangan yang lain dapat diatur oleh Pemda dengan
memperhatikan keadaan pada masing-masing Puskesmas.

- Kerjasama Lintas Sektoral


Dalam melaksanakan kegiatannya Puskesmas harus
berkoordinasi/ berkerjasama dengan petugas Kecamatan atau Desa
yang bersangkutan agar program yang dilaksanakan dapat berjalan
sesuai dengan yang diharapkan. Semua itu tidak terlepas dari
dukungan tokoh masyarakat dan masyarakat desa itu sendiri seperti
pelaksanaan posyandu, Desa Siaga dll.

c. THREAT (ANCAMAN)
- Keadaan Geografis
Puskemas Kasang Pudak terletak di Kecamatan Pemekaran
dari Kecamatan Sungai Bahar menjadi kecamatan Bahar Utara
Kabupaten Muaro Jambi. Jarak dari Ibu Kota Kabupaten yaitu
Sengeti ± 90 KM, dan dari pusat Kecamatan ± 500 meter.

Wilayah kerja Puskesmas Markanding terdiri dari 6 Desa,


Masing-masing Desa dari puskesmas Kasang Pudak berjarak ± 500
Meter s/d 4 KM dan dihubungkan dengan jalan sebagian yang besar
adalah jalan tanah merah yang apabila hujan jalan tersebut sulit
ditempuh dengan kendaraan terutama mobil Puskesmas Keliling

Hampir seluruh penduduk diwilayah kerja Puskesmas Kasang


Pudak ± 70 % adalah petani Kelapa sawit milik sendiri dan ± 20 %
merupakan pegawai negri, sisanya ± 10 % adalah buruh harian pada
kebun kelapa sawit baik kebun milik PTPN VI atau pun kebun milik
masyarakat. Jumlah penduduk Wilayah kerja Puskesmas Markanding
yang tercatat adalah 6.765 Jiwa.

- Kebijakan
Kebijakan yang selalu berubah dan kadangkala tidak sesuai
dengan keadaan dilapangan membuat petugas kesulitan untuk

52
melaksanakannya dan ditambah dengan penetapan target yang tidak
sesuai dengan kenyataannya.

Petugas dilapangan selalu disibukkan dengan pembuatan SPJ


kegiatan, sementara tugas pokok dan fungsinya sering terabaikan
mengingat SPJ tersebut harus diselesaikan sesegera mungkin untuk
diserahkan ke Dinas Kesehatan Kab. Muaro Jambi.

- Desentralisasi
Pemda dalam melaksanakan desentralisasi masih belum siap
sepenuhnya terlihat dari pendanaan dan penetepan kebijakan masih
belum sesuai dengan apa yang diharapkan dan kurang memikirkan
kesejahteraan dan pemberdayaan pegawai dengan cara memberikan
pelatihan, penyegaran atau insentif kepada petugas yang berada
didaerah jauh dari kota yang berdampak terhadap pemerataan
penempatan pegawai tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

- Doble Bulden
Kasus penyakit yang dulunya adalah merupakan kasus
penyakit menular yang sampai kini masih belum dapat teratasi dan
sekarang timbul kasus penyakit menular yang baru dan bahkan
sekarang kasus penyakit degeneratif semakin meningkat jumlahnya.

2. Analisis Sebab Akibat (Penyebab Masalah)


Dari kegiatan yang telah dilakukan tersebut penyebab masalahnya
yang menyebabkan tidak tercapainya target beberapa program tersebut antara
lain adalah:

a. Kurangnya koordinasi dari semua pihak untuk mendukung terlaksananya


program
b. Tidak adanya evaluasi yang dilakukan secara terus menerus terhadap
keberhasilan program
c. Tingginya beban kerja dari setiap petugas serta tidak adanya insentif
kepada petugas tersebut dan hukuman yang jelas bagi yang tidak
melaksanakan pekerjaan tersebut.
d. Situasi wilayah kerja yang kurang memungkinkan dengan kondisi jalan
yang bila hujan tidak dapat dilalui

53
BAB V

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

Untuk mengatasi masalah yang timbul maka dilakukan tindakan


sebagai berikut:

1. Meminta kepada Dinas Kesehatan untuk dapat memenuhi segala kebutuhan


Puskesmas baik alat maupun dana.
2. Melakukan koordinasi kepada semua staf Puskesmas untuk melaksanakan
kegiatan program sesuai dengan petunjuk teknis yang ada.
3. Memberikan pengawasan baik yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan
maupun oleh Kepala Puskesmas terhadap Stafnya
4. Memberikan penilaian kinerja petugas dan memberikan sanksi bagi yang
melanggarnya.
5. Meningkatkan Promosi kesehatan guna mendukung kegiatan promotif dan
prefentif tanpa mengesampingkan kuratif dan rehabilitatif.
6. Mengikut sertakan seluruh tokoh masyarakat dalam melaksanakan kegiatan
program agar program tersebut dapat terlaksana dengan baik.
7. Mengajak seluruh masyarakat untuk mau dan mampu menaggulangi masalah
kesehatan yang ditimbulkan.

54
BAB VI

RENCANA STRATEGI TAHUN 2017

Untuk Tahun 2017 Puskesmas Kasang Pudak telah merencanakan strategi


(Renstra) yang pada dasarnya adalah melanjutkan rencana sebelumnya. Antara lain
rencana tersebut adalah:

1. Meningkatkan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat dengan melalui


promosi kesehatan.
2. Meningkatkan hasil pencapaian imunisasi agar tetap mencapai desa Universal
Child Immunization (UCI).
3. Menurunkan angka kesakitan dan kematian penyakit menular tertentu yang
sering terjadi di masyarakat.
4. Meningkatkan Kualitas kesehatan lingkungan agar mencapai target yang
diharapkan.
5. Meningkatkan akses cakupan pelayanan kesehatan kepada maeyarakat terutama
masyarakat Suku Anak Dalam (SAD).
6. Tetap melaksanakan program pengendalian dan perbaikan gizi serta
meningkatkan mutu kesehatan keluarga.
7. Melaksanakan pelayanan kesehatan yang prima dan bermutu kepada masyarakat
serta meningkatkan kinerja petugas kesehatan.
8. Akan terus berupaya melakukan program pengembangan yang berpotensi pada
Puskesmas Markanding seperti upaya kesehatan usia lanjut dll.
9. Melaksanakan kegiatan yang sudah di rencanakan atau disusun baik oleh Dinas
Kesehatan maupun Puskesmas.
10. Mengusulkan kepada Dinas Kesehatan tentang kebutuhan yang diperlukan oleh
Puskesmas untuk menunjang terlaksananya kegiatan.
11. Tetap melakukan Koordinasi kepada seluruh petugas kesehatan yang ada
diwilayah kerja Puskesmas Kasang Pudak dengan cara melakukan Mini
Lokakarya setiap bulannya sekaligus melakukan evaliasi kegiatan yang
dilaksanakan.

55
BAB VII

PENUTUP

7.1 Kesimpulan
[Link] Masih rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat serta kepedulian
masyarakat terhadap kesehatan lingkungan disekitarnya. Hal ini karena
belum optimalnya upaya penyampaian informasi dan pemberdayaan
masyarakat terhadap budaya hidup bersih dan sehat. Untuk itu diperlukan
upaya yang efektif dan efisien untuk memberdayakan masyarakat terhadap
kesehatan. Hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan metode
penyampaian informasi yakni penyuluhan langsung maupun penyuluhan
tidak langsung (melalui poster, leafleat, bookleat dan buku-buku
penyuluhan). Peningkatan pemberdayaan masyarakat dalam kesehatan
melalui Posyandu, hal yang perlu dilakukan adalah telaah kemandirian
Posyandu sehingga Posyandu-Posyandu yang ada dapat dimanfaatkan oleh
masyarakat.
[Link] Masih rendahnya pemanfaatan Puskesmas oleh masyarakat dalam
pelayanan kesehatan. Hal ini dikarenakan kesadaran masyarakat untuk
menggunakan sarana prasarana kesehatan yang ada belum optimal. Untuk itu
upaya yang diperlukan adalah peningkatan akses pelayanan ke pada
masyarakat yang bermutu dengan menerapkan jaminan mutu pelayanan
kesehatan (Quality Assurance) di Puskesmas dan peningkatan pelayanan luar
gedung.
[Link] Meningkatkan Koordinasi lintas program dan lintas sektoral dalam
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang telah direncanakan serta memberikan
arahan serta bimbingan kepada petugas didesa agar dapat berkerja secara
benar sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.
7.2 SARAN
1. Kepada Dinas Kesehatan agar dapat memberikan bimbingan serta arahan
kepada petugas penanggung jawab program Puskesmas agar mengetahui
arah serta kebijakan program.

56
2. Kepada Puskesmas agar meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dasar
melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pendayagunaan potensi seluruh
sumberdaya yang ada dengan pendekatan Paradigma Sehat
3. Melakukan pemantapan upaya Promosi Kesehatan melalui penyebarluasan
informasi kesehatan dan kemitraan kepada seluruh masyarakat dalam
mewujudkan Pembangunan Berwawasan Kesehatan

7.3 USULAN
1. Kepada Pemerintah Daerah agar dapat membuat kebijakan terhadap
pemerataan pegawai agar tidak terjadi penumpukan tenaga disalah satu unit
kerja sehingga dapat terwujudnya pelayanan kesehatan yang Prima.
2. Dinas Kesehatan hendaknya memberikan masukan dan informasi yang
perlukan oleh Puskesmas dan mengadakan evaluasi secara
berkesinambungan.
3. Puskesmas hendaknya dapat memfasilitasi kegiatan-kegitan yang dilakukan
baik didalam maupun diluar gedung.
4. Petugas Kesehatan agar dapat memberikan pelayan yang baik kepada
masyarakat.
5. Kepada Masyarakat untuk dapat berkerjasama dengan petugas dalam
masalah kesehatan yang timbul di lingkungannya.

57

Anda mungkin juga menyukai