0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan4 halaman

Perancangan Tebal Perkerasan Jalan Kaku

Modul ini membahas contoh soal perancangan tebal perkerasan jalan kaku untuk jalan arteri 6 lajur. Langkah-langkahnya adalah menentukan mutu beton 350 kg/cm2, beban lalu lintas masa depan 16,1 juta sumbu, kekuatan tanah dasar 22 kPa/mm, dan kekuatan pelat beton minimal 20 cm agar fatigue di bawah 100%.

Diunggah oleh

teguh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
62 tayangan4 halaman

Perancangan Tebal Perkerasan Jalan Kaku

Modul ini membahas contoh soal perancangan tebal perkerasan jalan kaku untuk jalan arteri 6 lajur. Langkah-langkahnya adalah menentukan mutu beton 350 kg/cm2, beban lalu lintas masa depan 16,1 juta sumbu, kekuatan tanah dasar 22 kPa/mm, dan kekuatan pelat beton minimal 20 cm agar fatigue di bawah 100%.

Diunggah oleh

teguh
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul Bahan Ajar Mata Kuliah Perancangan Perkerasan Jalan

4.7 Contoh Soal


Diketahui :
Akan direncanakan tebal perkerasan untuk jalan baru dengan ketentuan :
 Peranan Jalan : Jalan Arteri
 Tipe Jalan : 6 lajur 2 arah terbagi (6/2B)
 Usia Rencana : 20 Tahun
 Rencana Jenis Perkerasan : Kaku (rigid)

Data yang tersedia :


 Tanah Dasar : Harga CBR Rencana pada beberapa titik yang mewakili,

2,5 – 2,5 – 2 – 3 - 3 – 4 – 3 – 5 – 4 – 3 – 2 – 3,5 – 4 – 4 – 5


 Kondisi / iklim setempat : curah hujan rata-rata 750 mm per tahun
 Kelandaian rata-rata : 4 %
 Jumlah LHR pada awal (LHRo) :

Jenis Volume Beban Subu (ton)


Kendaraan (bh. kend.) depan belakang
Mobil
Penumpang 1400 1 1
Bus 450 3 5
Truk 10 ton 90 4 6
Truk 20 ton 45 6 2x7  Angka
pertumbuhan
lalu-lintas :6% per tahun

Penyelesaian :
1). MUTU BETON RENCANA
Akan digunakan beton dengan kuat tekan 28 hari sebesar 350 kg/cm3

2). BEBAN LALU-LINTAS RENCANA :


a) Jumlah Sumbu Kendaraan Niaga :

Konfigurasi
Jenis Jumlah Beban Subu (ton) Sumbu
Kendaraan kendaraan sumbu depan belakang depan belakang
Bus 450 900 3 5 STRT STRG
Truk 10
ton 90 180 4 6 STRT STRG
Truk 20
ton 45 90 6 14 STRT STRG
Jumlah 585 1170
 Jumlah sumbu kendaraan niaga :
JSKN = 365 x JSKNH x R

Modul 4Disain Konstruksi Lapisan Perkerasan Kaku IV-1


Modul Bahan Ajar Mata Kuliah Perancangan Perkerasan Jalan

Maka : JKSN = 365 x 1170 x 37,876 = 16.174.945,8 buah


 Dari rumus JSKN x % kombinasi terhadap JSKNH xCd dengan nilai Cd=
0,4 diperoleh harga repetisi kumulatif drkombinasi konfigurasi / beban
sumbu pada lajur rencana seperti ditampilkan pada tabel perhitungan
dibawah.
b) Jumlah Repetisi Beban :

Beban Persentase Konfigurasi


Konfigurasi Sumbu Sumbu Jumlah Repetisi
Selama Usia
Sumbu (ton) (%) rencana
STRT 3 450: 1170 = 38,46 24,88 x 105
STRT 4 90: 1170 = 7,69 4,98 x 105
STRG 5 450: 1170 = 38,46 24,88 x 105
STRT 6 45: 1170 = 3,85 2,49 x 105
STRG 6 90: 1170 = 7,69 4,98 x 105
SGRG 14 45: 1170 = 3,85 2,49 x 105

3). KEKUATAN TANAH DASAR


Dari data yang sama dengan contoh tanah yang digunakan diperoleh nilai CBR
yang mewakili = 2,4%
Dari grafik korelasi hubungan antara nilai k dan CBR diperoleh k = 22 kPa/mm
untuk CBR 2,4%

4). KEKUATAN PELAT BETON (Tebal = 18cm) :

Modul 4Disain Konstruksi Lapisan Perkerasan Kaku IV-2


Modul Bahan Ajar Mata Kuliah Perancangan Perkerasan Jalan

Sebagai langkah awal diperkirakan tebal pelat beton (rencana dengan dowel) =
180 mm > 150 mm (minimum yang diisyaratkan)
Dengan bantuan grafik – 10, 11, dan 12 (pada lampiran Perkerasan), diperiksa
apakah estimasi tebal pelat cukup atau tidak, dari jumlah persentase fatigue yang
terjadi (diisyaratkan ≤ 100%).

Beban Beban Repetisi Tegangan Jumlah


Koefisien Sumbu Rencana Beban yang Perbandingan Repetisi Persentase
Beban
terjadi Yang Fatique
Sumbu (ton) FK - 1,1 (Mpa) Tegangan Diijinkan (%)
1 2 3 4 5 6 7 8
STRT 3 3,3 24,88 - - - -
STRT 4 4,4 4,98 1,65 - - -
STRG 5 5,5 24,88 1,45 - - -
STRT 6 6,6 2,49 2,25 0,625 16.000 1.556
STRG 6 6,6 4,98 1,80 - - -
SGRG 14 15,4 2,49 2,30 0,640 11.000 2.264
Jumlah 3.82
Dengan tebal pelat = 18cm, ternyata Jumlah Fatigue 3.820 > 100%, maka
perhitungan harus diulang dengan tebal pelat = 20 cm (dicoba)
Keterangan Tabel Perhitungan:
Kolom-3 : perkalian kolom 2 dengan FK
Kolom-5: dari grafik NAASRA(pada lampiran perkerasan) dengan nilai k = 22
kPa/mm
Kolom-6: kolom 5 dibagi dengan fr
Kolom-7: dari tabel -7.16 dengan nilai kolom 6
Kolom-8: kolom 4 dibagi dengan kolom 7 dikalikan 100

Beban Beban Repetisi Tegangan Jumlah


Koefisien Sumbu Rencana Beban yang Perbandingan Repetisi Persentase
Beban
terjadi Yang
Sumbu (ton) FK - 1,1 (Mpa) Tegangan Diijinkan Fatique (%)
1 2 3 4 5 6 7 8
STRT 3 3,3 24,88 - - - -
STRT 4 4,4 4,98 1,40 - - -
STRG 5 5,5 24,88 1,40 - - -
STRT 6 6,6 2,49 1,88 0,52 300.000 83
STRG 6 6,6 4,98 1,54 - - -
SGRG 14 15,4 2,49 1,65 - - -
Jumlah 83

Modul 4Disain Konstruksi Lapisan Perkerasan Kaku IV-3


Modul Bahan Ajar Mata Kuliah Perancangan Perkerasan Jalan

5). KEKUATAN PELAT BETON (Tebal = 20cm) :


Dengan tebal pelat = 20 cm, ternyata jumlah Fatigue 83 < 100%, maka tebal pelat
minimal yang harus digunakan = 20 cm

Modul 4Disain Konstruksi Lapisan Perkerasan Kaku IV-4

Anda mungkin juga menyukai