I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pariwisata merupakan salah satu kebutuhan primer masyarakat modern serta tradisional yang
dapat dinikmati dengan cara berbeda. Pariwisata merupakan salah satu sektor usaha yang dapat
mendatangkan keuntungan bagi banyak pihak. Kawasan Puncak menjadi salah satu objek wisata
untuk wilayah Jabodetabek, untuk memberikan kenyamanan maka disekitar kawasan Puncak di
bangun fasilitas-fasilitas penunjang seperti vila, kolam renang, kebun bunga dan sebagainya
yang dapat memanjakan para wisatawan.
Kawasan ini terletak 58 km dari Jakarta dan 2,5 km dari jalan raya Puncak arah Bogor-
Puncak. Untuk sampai di kawasan Mega Mendung dapat dijangkau dengan akses yang cepat
karena dapat melewati jalan TOL.
1.2 Tujuan Studi
1.3 Kegunaan Studi ANDAL
II RUANG LINGKUP STUDI
BAB II
RONA LINGKUP STUDI
2.1 Lingkup Rencana Usaha/Kegiatan yang akan Ditelaah
2.1.1 Deskripsi kegiatan yang sudah dan sedang berjalan
Kawasan wisata Mega Indah merupakan kawasan wisata alami yang terdiri dari areal hutan yang
secara administrative terletak di Desa Mega Mendung, Kabupaten Bogor. Pembangunan ini dilakukan di
atas lahan seluas ±218,6 Ha, semula lahan tersebut dikuasi oleh kehutanan dengan luasan 176,50 Ha dan
lahan bekas perkebunan N.V. Comi Coy yang dikembalikan ke Negara seluas ±42,1 Ha. Pengembangan
kawasan ini dimulai sekitar tahun 1974 dengan sambutan positif dengan tujuan pembangan
kepariwisataan dalam bentuk rekomendasi pada Mei 1974. Terjadinya pertukaran dengan tanah lain di
Desa Bojongkoneng dan Karang Tengah Citereup seluas 180 Ha, pada April 1980 perusahaan pertama
melepaskan haknya seluas 218,6 Ha kepada PT. Gunung Salak Permai (GSP) yang diikuti oleh izin lokasi
dan penggunaan tanah untuk objek wisata pada Januari 1981. Seiring dengan pengendalian tata ruang
kawasan puncak pada Juli 1985, pembangunan terus dilakukan secara bertahap. Dasar perpanjangan
jangka waktu atas hak pakai tanah didasarkan kepada surat keputusan Kepala Badan Pertahanan Nasional
Nomor 19/HP/BPN/2000 dan Nomor 1/HP/BPN/2001. Oleh karena itu di dalam studi AMDAL mengenai
kegiatan dalam kawasan wisata Mega Indah ini dibedakan menjadi kegiatan yang sudah ada dan yang
sedang berjalan dengan rencana kegiatan pengembangan kawasan wisata.
PT. Gunung Salak Permai mewujudkan kawasan pariwisata Mega Indah dengan membagi areal
seluas 2.185.950 m2 menjadi empat kawasan.
[Link] Pembangunan Vila
Berdasarkan penataan kavling untuk vila atau rumah peristirahatan kawasan wisata Mega Indah
terbagi ke dalam sepuluh blok, yaitu: blok A-S. Dengan penataan batas yang didasarkan pada penataan
jalan dan batas alam. Sesuai dengan luasan kavling 1.051.765 m 2 maka jumlah vila atau rumah
perisitahatan yang dapat dibangun sebanyak 434 buah, dengan jumlah vila yang sudah dibangun 149
buah. Dari rencana pembangunan 18 blok kavling sebanyak 4 blok, yaitu blok O, Q, R, dan S sama sekali
belum terealisasi. Sedangkan blok lainnya yang telah tersedia kavling hasil pengukuran sebanyak 367
buah. Pembangunan vila yang dilakukan mengacu kepada peraturan yang dikeluarkan oleh pemda
kabupaten bogor c q, Dinas PU dan cipta karya serta ketentuan yang dikeluarkan oleh PT Gunung salak
permai dalam bentuk pedoman peraturan dan tata tertib membangun serta tata tertib hunian. Pembanguna
vila yang masih berlangsung yang ramah lingkungan tampa mengensampngkan factor keamanan
bangunan, Vila dibangungan dengan sisten rumah panggung dengan ketinggian maksimum 8m dan
mengunakan pondasi system Bore pile dan Strauss pile
[Link] Pemeliharaan Villa dan Lahan
Kegiatan pemeliharaan terhasap vila – vila yang telah dibangun umumnya dilakukan oleh pemilik vila
dengan merekrut tenaga kerja yang sekaligus bertugas menjaga vila. Tenaga kerja yang direkrut berasal
dari daerah sekitar atau penduduk sekitar.
[Link] Pemeliharaan Kavling
Kegiatan pemeliharaan kavling – kavling yang belum dilakukan pembangunan vila diatasnya lebih
berupa pemeliharaan pohon – pohon yang telah ada dan ditanam dengan jenis – jenis tertentu sesuai
dengan peraturan yang ada dan dikeluarkan oelh pengelola kawasan dengan kepadatan minimal 400
pohon per hektar.
[Link] Pemeliharaan Jalan
Kegiatan pemeliharan jalan merupakan tanggung jawab pengelolaan kawasan. Kegiatan yang
dilakukan bersifat insidentil berupa kegiatan memperbaiki jalan – jalan yang rusak. ( aspal terkelupas dan
pembersihan badan jalan dari sampah/serasah daun tumbuh – tumbuhan dengan tujuan menjaga
kenyamanan penghuni. Pekerjaan pemelharaan jalan diutamakan mengunakan tenaga kerja lokal.
[Link] Pemeliharaan Saluran Air
Kegiartan pemeliharaan saluran air merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pemilik kavling
( bagi saluran air diwilayah vial dan kavling.). kegiatan pemeliharaan dapat bersifat periodic dapat berupa
kegiatan pemeriksaan (inpeksi) sedangkan kegiatan perbaikan saluran-saluran air yang rusak merupakan
kegiatan yang bersifat insidentil. Kegiatan pemeliharaan saluran air ini bertujuan untuk menjaga aliran air
yang berasal dari air hujan dan aktivitas villa mengalir dengan baik ke badan air.
[Link] Pemeliharaan Fasilitas Penunjang
Kegiatan pemeliharaan fasilitas penunjang berupa pusat rekreasi (RC) dan sub pusat rekreasi
(Sub RC) merupakan tanggung jawab pengelola kawasan. Untuk melaksanakan kegiatan ini pengelola
kawasan merekrut tenaga kerja.
[Link] Pemeliharaan Kantor Pengelolaan Kawasan
Kegiatan pemeliharaan kantor pengelola yang terdiri kantor pemasaran dan kantor satuan
pengamanan merupakan tanggung jawab pengelola kawasan.
[Link] Pemeliharaan Fasilitas Distribusi Air Minum
Kegiatan pemeliharaan fasilitas air terdiri ats 2 unit penampungan air beserta jaringan pipa
paralonnya ke seluruh kawasan pemukiman, semula dilakukan oleh pengelola kawasan, tetpai sejak tahun
2000 kegiatan pemeliharaan fasilitas air dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Kabupaten Bogor, dan pengelola kawasan hanya melakukan kegiatan pemasangan jaringan pada saat pipa
pembangunan vill awal.
[Link] Pemeliharaan Areal Pemukiman
Kegiatan pemeliharaan areal pemukiman secara kseluruhan (termasuk fasilitas penunjang)
dilakukan oleh pengawas kawasan.
[Link] Pemeliharaan Areal Konservasi
Pembangunan kavling villa dan fasilitas kawasan yang berupa sarana olah raga, rekreasi hanya
diijinkan pada ketinggian dibawah 1000 m dpl. Sedangkan areal yang berada pada ketinggian di atas 1000
m dpl ditetapkan sebagai kawasan konservasi, berupa hutan lindung dengan luas total 609.988 m 2.
Sebagian besar kawasan konservasi tersebut merupakan hutan tanaman dari jenis pinus (Pinus
merkusii), agathis ( Agathis damara), puspa (Schima walichii), rasamala (Altingia excels), dan jenis
lainnya.
Kegiatan pemeliharaan areal konservasi merupakan tanggung jawab pengelola kawasan yaitu PT.
Gunung Salak Permai yang berkoordinasi dengan aparat keamanan serta instansi-instansi terkait seperti
(Dinas Kehutanan dan Perkebunan serta PT. Perhutani). Kegiatan pemeliharaan ini meliputi pengamanan
dan perlindungan terhadap tumbuhan dan satwa-satwa liar yang ada di dalam areal kawasan konservasi.
[Link] Pemeliharaan Areal Pertanian Campuran (Mix Farming)
Areal pertanian campuran merupakan areal yang diperuntukkan bagi masyarakat setempat untuk
dapat menanam tanaman budidaya dan manfaat sumberdaya lahan yang ada, dengan harapan masyarakat
setempat tidak menganggu kawasan konservasi.
[Link]. Pembangunan Saluran air dan Gorong-gorong
Pembangunan 4 buah gorong-gorong dan saluran tepi jalan dilakukan di blok O,Q, dan R.
Pembuatan sluran air dan gorong-gorong dilakukan pula dalam pembangunan di areal fasilitas umum,
Training Center, Areal piknik dan perkemahan. Guest house yang dikelola oleh kawasan wisata mega
indah.
[Link]. Pembangunan Pusat Pelatihan (Training Center)
Pembangunan fasilitas umum (terbuka untuk umum selain penghuni kawasan) ini direncanakan
untuk dapat menampung berbagai kegiatan pelatihan yang bersifat umum. Sehingga pusat pelatihan ini
akan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti ruang serbaguna, cottage, ruang kelas, dan lain-lain.
Pusat pelatihan ini direncanakan akan di bangun di Blok C.
[Link]. Pembangunan Areal Piknik dan Berkemah (Picnic Area & Camping Ground)
Pembangunan areal piknik dan berkemah ini direncanakan unutk menampung kegiatan yang
bersifat rekreasi alam. Karenanya akan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas seperti jalan setapak,
aula/saung terbuka, rumah-rumah kayu, kantin, wc, semua nya bernuansa alami.
Pembangunan areal piknik dan berkemah ini merupakan pengembangan dari areal yang sudah ada
di ujung blok K. Pengembangan areal ini diusahakan tidak banyak mengubah kondisi yang ada pada saat
ini.
[Link]. Pembangunan Fasilitas Pendukung
Pembangunan fasilitas pendukung ini direncanakan sebagai penunjang bagi pengunjung atau
pengguna fasilitas umum yang telah disebutkan terlebih dahulu.
[Link]. Pembangunan Villa
Pembangunan villa dilakukan bersamaandengan selesainya kegiatan pembanguna kavling
dikawasan pengembangan seperti halnya pembangunan villa-villa sebelumnya, yang ramah lingkungan
tanpa mengesampingkan faktor keamanan [Link] akan dibangun dengan sistem rumah panggung
dengan ketinggian maksimum 8 m, menggunakan fondasi dengan sistem Bore pile dan Strauss pile.
[Link] Pembangunan villa
Pada tahap ini pembangunan dilakukan secara terus menerus selama kvling yang telah tersedia
masih ada yang kosong. Pembanguna villa-villa ini akan dilaksanakan seperti halnya pembangangunan
villa-villa sebelumnya.
[Link]. Pemeliharaan Villa dan Lahan
Pemeliharaan villa-villa yang telah dibangun beserta lahan pekarangannya umumnya akan
dilakukan oleh pemilik villa dengan cara pemeliharaan villa yang telah ada sebelumnya.
[Link]. Pemeliharaan Kavling
Kegiatan pemeliharaan yang akan dilakukan terhadap kavling-kavilng yang belum dilakukan
pembangunan villa diatasnya merupakan tanggung jawab pemelik kavling dan pengelola kawasan
[Link]. Pemeliharaan Jalan
Kegiatan pemeliharaan jalan yang akan dibangun dikawsan pengembangan akan menjadi
tanggung jawab pengelola kawsan. Kegiatan pemeliharaan jalan-jalan ini direncanakan serupa dengan
kegitan pemeliharaan terhadap sarana jalan yang telah ada sebelumnya.
[Link]. Pemeliharaan Saluran Air
Kegiatan pemeliharaan saluran air akan menjadi tanggunag jawab pemilik kavling (bagi saluran
air di wilayah villa dan kavling) dan kawasan (bagi saluran air diluar wilayah kavling). Kegiatan
pemeliharaan saluran air ini direncanakan dalam bentuk kegiatan pemeriksaan yang bersifat periodik.
Sementara kegiatan perbaikan terhadap saluran-saluran air yang rusak direncanakan merupakan kegiatn
yang bersifat insidentil. Tujuan kegiatn pemeliharaan saluran air ini adalah menjaga aliran air yang timbul
pada saat hujan dan dari rumah tangga mengalir dengan baik ke badan sungai yang ada dikawasan wisata.
[Link] Pemeliharaan Fasilitas Penunjang
Kegiatan pemeliharaan terhadap fasilitas penunjang berupa pusat rekreasi dan sub pusat rekreasi,
akan menjadi tanggung jawab pengelola kawasan untuk melaksanakan kegitaan ini pengelola akan
merekrut tenaga kerja yang diutamakan dari penduduk setempat.
[Link] Pemeliharaan Kantor Pengelila Kawsan
Kegiatan pemeliharaan kantor pengelola yag terdiri dari kantor pemasaran dan kantor satuan
pengamanan menjadi tanggung jawab pengelola kawasan. Kegiatan pengelolaan ini akan dilakukan
selama kegiatan awasan wisata Mega Indah tetap berjalan dan mendaptkan ijin dari pemerintah.
[Link] Pemeliharaan Fasilitas dan Distribusi Air
Kegiiatan pemeliharaan fasilitas air terdiri dari 2 bak penampungan air berserta jaringan pipa dan
distribusi ke seluruh kawsan pemukiman menjadi tanggung jawab pengelola kawasan dan Perusahaan
Daerah Air Minum (PDAM) Kabipaten Bogor.
[Link] Pemeliharaan Areal Pemukiman
Kegiatan pemeliharaan areal pemukiman secara keseluruhan berupa kegiatan pengamanan,
merupakan tanggung jawab pengelola kawasan. Dalam melaksanakan kegiatan ini, pengelola kawasan
akan merekrut tenaga kerja dan berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat.
[Link] Pemeliharaan Areal Konservasi
Kegiatan pemeliharaan areal konsevasi akan menjadi tanggung jawab pengelola kawsan. Dalam
pelaksanaannya pihak pengelola kawasan berkoordinasi degan parat keamanan serta instansi-instasi
terkait. Kegiatan konservasi beruapa kegiatan pemgamanan dan perlindungan terhadap tumbuha dan
satwa-satwa liar yang ada di kawasan konservasi dan di luar areal konservasi tetapi masih dalam kawasan
wisata Mega Indah.
[Link] Pemeliharaan Areal Pertanian Campurn (Mixed farming)
Kegiatan pemeliharaan areal pertanian campuran tanggung jawab masyarakat penggaral lahan. Di
dalam pelaksanaanya masyarakat yang menggarap lahan akan dibimbing oleh pengelola kawasan dengan
Dinas Pertanian dan Desa Kegamendung.
2.1.3 Kegiatan Lain di Sekitar Proyek
Bebragai kegiatan lain terdapat d luar kawasan wisata Mega Indah. Di bagian selatan berbatasan
dengan mepmukiman masyaralat Desa Megamendung. Bagian utara merupakan kawsan kehitanan PT.
Perhitani, di bagiann timur berbatasan degan Pusdik intel Polri dan lahan milik Yayasan Halim Gani.
Sedangkan di bagian barat berbatasan dengan perladangan areal eks perternakan ayam PT .Cinpendawa
dari group Mercu Buana.
Sampai saat ini tidak ada permasalahan ataupun konflik anatara pengelila kawasan wisata Mega
Indah dengan kegiatan lain yang ada di sekotar lingkungannya.
2.1 Lingkup Telaah Rona Lingkungan Awal
2.2.1 Iklim
Tipe iklim kawasan Mega Indah menurut klasifikasi Koppen yaitu Af, hal tersebut
berdaarkan analisis data suhu dan curah hujan tahun 1990-1996 dari stasiun pengamatan Citeko
di Kecamatan Cisarua, yang merupakan stasiun pengamatan yang terdekat dari daerah studi.
Suhu udara rata-rata tahunan 20,20C dengan suhu maksimal rata 23,80C dan suhu minimum rata-
rata 180C. Pada daerah studi tersebut memiliki curah hujan yang cukup tinggi yaitu 3753mm
dengan empat bulan basah (November-Februari) dan tujuh bulan lembab (Maret-September)
selama setahun. Daerah tersebut memiliki kelembaban maksimum rata-rata sebesar 99% dan
kelembaban udara minimum rata-rata sebesar 67%.
2.2.2 Kualitas Udara
Di daerah tersebut memiliki kualitas udara yang masih baik, hal ini dikarenakan frekuensi
lalu lintas kendaraan yang masih rendah dimana udara yang dihirup terasa segar. Frekuensi lalu
lintas kendaraan merupakan indikator rendahnya tingkat kebisingan pada daerah tersebut.
2.2.3 Hidrologi
Sungai utama yang melintasi kawasan wisata Mega Indah yaitu Sungai Cirangrang dan
Sungai Cinangka, mata air kedua sungai tersebut terdapat di daerah lembah diantara Gunung
Garungsang dan Gunung Malang yang terletak di bagian Timur daerah daerah studi. Kawasan
wisata Mega Indah termasuk kedalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung Sub DAS Ciesek
dan Sub – Sub DAS Cinangka – Cirangrang
Sungai – sungai di daerah studi berbentuk dendritik (seperti pokok kayu dengan cabang -
cabangnya). Sungai tersebut mengalir di antara lereng – lereng yang terjal. Sungai – sungai
tersebut selalu berair sepanjang tahun, dengan aliran cukup deras saat musim hujan. Lembah
sungai umumnya terjal yang menunjukkan bahwa belum ada pengaruh endapan erosi. Bentuk
belokan – belokan sungai lebih dikendalikan batuan – batuan keras dari lava dan breksi vulkanik
daripada oleh pengikisan lateralnya.
2.2.4 Fisiografi, Geologi dan Tanah
[Link] Fisiografi
Daerah studi memiliki fisiografi daerah perbukitan dengan ketinggian bervariasi antara
650 – 1200m dpl. Fisiografi perbukitan memiliki keadaan fisiografi yang beragam, yaitu berkisar
antara landai sampai berbukit atau bahkan bergunung. Kondisi topografi yang beragam
menunjukkan kondisi relief dan lereng yang beragam pula. Dilihat dari kelerengannya kawasan
ini secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam tiga kelas lereng sebagai berikut.
No Kemiringan Lereng Fisiografi Luas Areal Prosentase Luas
(%) (Ha) (% Luas Total)
1 3–8 Berombak 8,9 4,1
2 8 – 15 Bergelombag 34,0 15,5
3 15 – 40 Berbukit 176,0 80,4
Total 218,9 100,0
Tabel 1 Distribusi Luas Kawasan Wisata Mega Indah Berdasarkan Kelas Kemiringan Lereng dan Fisiografi
[Link] Geologi
Kawasan Mega Indah dibentuk oleh hasil hasil endapan gunung api yang berupa lahar
lava andesit, breksi gunung api (aglomerat) berdasarkan peta geologi regional dengan skala
1:50.000 (Peta Geologi Teknik Jakarta Bogor,1976). Kondisi ini tampak pada pelapukan dari
tufa yang umumnya berwarna coklat – coklat merah, berupa lempung, lempung pasiran dengan
sisa – sisa bogkah andesit. Sedangkan pelapukan dari breksi vulanik, lebih banyak berupa pasir,
pasir lempung, berwarna coklat – coklat kuning dengan bongkah – bongkah dan kerikil dari
andesit yag setengah lapuk. Pelapukan lava andesit berupa pasir berbutir sedang kasar, beberapa
bersifat pasir lempung, yang setengah lapuk masih menunjukkan struktur kekar lapis.
Kawasan Mega Indah terbentuk oleh sebuah bukit dan tiga punggungan bukit kaki
gunung yang terletak di bagian utara. Bagian barat merupakan lereng dari sebagian lembah
Sungai Cinangka, sedangkan di sebelah Timur merupakan bagian dari lembah Sungai
Cirangrang. Diantara kedua sungai tersebut terdapat lembah kecil yang merupakan tempat anak
sungai Cirangrang dan Cinangka.
[Link] Tanah
Kondisi lapisan tanah di kawasan Mega Indah tampak berlapis-lapis dengan warna
berbeda-beda. Pada saat pengamatan profil tanah tampak endapan hasil gunung api dan
diendapkan secara bertahap.
Permeabilitas tanah di areal hutan, menunjukan tingkat kelulusan: 99,9 x 10-3 cm/det, ini
menunjukkan permukaan tufa mempunyai nilai permeabilitas yang cukup tinggi. Pada kawasan
ini, kecuali pada lahan yang sudah didatarkan, tidak dijumpai lahan dengan sudut lereng kurang
dari 3%. Nilai permeabilitas yang tinggi dimungkinkan juga karena tanah yang diukur sudah
bersifat gembur dan agak retak-retak.
Berdasarkan sifat kestabilannya, hasil pengamatan sementara menunjukan bahwa tebing-
tebing alam yang membentuk sudut lereng kurang lebih 100 % dapat dikatakan stabil, terutama
pada tebing-tebing yang dibentuk oleh lava dan vulkanik yang masih segar. Longsor umumnya
terjadi pada daerah-daerah yang telah ada aktivitas serta tebing-tebing yang terbntuk oleh tanah
pelapukan.
2.2.5 Kualitas Air
Kawasan wisata Mega Indah termasuk dalam Sub-Sub DAS Cirangrang-Cinangka, Sub
DAS Ciesek dan daerah aliran sungai Ciliwung. Pengamatan fisik sumber-sumber air serta
daerah aliran sungai Cirangrang dan Cinangka secara fisik tampak jernih, dengan nilai kekeruhan
di bawah 3 NTU dan total padatan terlarut (TDS) rata-rata 30,4 mg/L. Berdasarkan pengamatan
yang dilakukan secara langsung, pH berada pada kisaran 5-9 denga kisaran pengukuran antara
5,5-6,6 dan rata-rata 5,8. Nilai DO berkisar antara 6,4-8,4 mg/L dengan rata-rata 7,7 mg/L dan
BOD5 berkisar antara 2,2-5,2 dan rata-rata 3,8 mg/L. Secara umum kualitas air di daerah ini
menunjukkan kualitas air baku yang umum terdapat di daerah hulu sungai dengan proses aerasi
alami yang masih sangat baik.
2.2.6 Biota Darat
Luas kawasan Wisata Mega Indah seluas 218,9 Ha, dan 106 Ha berupa hutan konservasi.
Pembagian kawasan hutan tersebut berupa 9 Ha hutan pinus yang terletak di bagian barat laut
lereng lembah sungai Cinangka, ± 8 Ha hutan damar yang terletak di timur laut lembah sungai
Cirangrang. Selebihnya dari luas hutan tersebut merupakan hutan campuran dengan jenis pohon :
dammar, puspa, sengon, akasia, dan rasamala.
Diameter dari pohon-pohon tersebut antara 75-100 cm, dengan kerapatan antara 30-40
pohon per 1000 2 atau sekitar 400 pohon per hektar. Tinggi pohon antara 20-40 m. Sebagian
besar pohon bertajuk kerucut, berakar dalam dengan laju evapotranspirasi sekitar 1000 mm per
tahun. Tumbuhan bawah berupa pakis, paku-pakuan, palem, rotan, dan pinang sebagai penutup
lantai hutan.
Jenis satwaliar yang dijumpai dan teridentifikasi melalui pengamatan langsung
didominasi beberapa jenis burung seperti burung elang, burung uncuing, burung sikatan bambo,
dan burung cabean api. Sedangkan berdasarkan tanda-tanda keberadaannya diketahui beberapa
jenis mamalia seperti babi hutan dan musang.
2.2.7 Biota Perairan
Berdasarkan pengamatan di sungai Cirangrang, Cinangka, dan sumber air. Fitoplankton
yang ditemukan termasuk dalam marga Bacillariophyceae, Diophyceae, dan Chlorophyceae.
Sedangkan zooplanktonnya yaitu Protozoa dan Rotifera.
Benthos yang ditemukan terdiri atas Diptera, Oligochaeta, Crustacea, Plecoptera,
Odonata, Trichoptera, Coleoptera, Gastropoda, dan Ephemeroptera. Sedangkan untuk nektonnya
antara lain Beunteur (Puntius sp.), Gabus/Bogo (Ophiochephalus striatus), Lele (Clarias
melanoderma BLKR).
2.2.8 Sosial Ekonomi dan Budaya
Secara administrative kawasan wisata Mega Indah terletak di desa Megamendung,
Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, terletak di sebelah kiri jalur Bogor-
Puncak, berjarak ± 60 Km dari Jakarta atau ± 10 Km dari Bogor.
Sebagai wilayah pemerintahan desa ini memiliki luas areal sekitar 1200ha,120 ha
diantaranya merupakan kawasan wisata Mega Indah. Kawasan wisata Mega Indah
berbatasan dengan Desa Karang Tengah dan Desa Bojongkoneng (bagian utara), Desa
Cilember, bagian selatan Desa Jogjogan, Desa Cipayung Girang dan, Desa Sirnagalih di
bagian barat.
Jumlah penduduk desa Megamendung (yang ber-KTP Desa Megamendung) hingga tahun
2001 berjumlah 4.508 jiwa (2.035 KK), sehingga raa-rata 2 orang/KK. Jika dihitung
kepadatannya, maka kpadatan penduduk desa Megamendung sebesar 4 jiwa/ha (tingkat
kepadatan sangat rendah). Tetapi karena penduduk hanya mendiami areal pemukiman
seluas 578,6 ha, maka tingkat kepadatannya sebesar 8 jiwa/ha (77,9 jiwa/ha). Artinya
penduduk desa ini reatif padat.
Berdasarkan data usia penduduk, di Desa Megamendung dapat diperoleh Rasio
Beban Tanggung (RBT) pada tahun 2001 sebesar 23.78%, artinya setiap orang penduduk
usia non produktif ditanggung oleh empat orang penduduk usia produktif.
Sementara itu pada kelompok usia non produktif dan produktif (usia kerja)
oenduduk desa Megamendung, memmiliki rasio jenis kelamin sebesar 1 : 1, hal ini
menunjukan kondisi yang berimbang antara penduduk laki-laki dan perempuan.
Berdasarkan pemanfaatan lahan, dari kawasan 1200 ha, 350 ha berupa
perladangan, 270 ha jalur hijau merupakan arela konservasi, 140 ha untuk fasilitas umum
perkebunan dan sebagian besar yaitu 578,60 ha merupakan permukiman/perumahan.
Luasan lahan yang terakhir merupakan wilayah di luar lahan PT. Gunung Salak Permai,
yaitu pemukiman penduduk yang tersebar pada kampung Gerbong Koneng, Mega Alam,
Cisadar, Paseban, Bungur,Rasa Sedek, Gung dua, Sirna galih, dan Cibulan.
Didalam perkampungan tersebut juga berdiri sejumlah vila peristirahatan (± 90
buah sampai dengan tahun 2001), yang dimiliki perorangan maupun lembaga. Di
kampung Cisadar terdapat kawasan Pusat Pendidikan Reserse Kepolisian Republik
Indonesia.
Berdasarkan agama yang dipeluk penduduk desa ini tercatat 4.393 jiwa (97%)
beragama islam, 102 jiwa (2,3%) beragam kristen dan sisanya 0,7% beragam
Katolik/Budha.
2.3 Isu-isu Pokok
Langkah awal yang harus dilakukan dalam proses AMDAL adalah pelingkupan.
Pelingkupan merupakan suatu proses berkesinambungan untuk menentukan lingkup
permasalahan dan mengidentifikasi dampak potensial dan dampak penting hipotetik serta isu
pokok yang terkait dengan rencana kegiatan.
Langkah-langkah dalam pelingkupan di dalam studi AMDAL pengembangan kawasan
wisata Mega Indah berturu-turut adalah sebagai berikut:
a) Identifikasi dampak potensial: bertujuan untuk menentukan dampak yang berpotensi
terjadi pada komponen lingkungan akibat dilaksanakannya kegiatan.
b) Evaluasi dampak potensial: bertujuan menghilangkan dampak-dampak potensial yang
tidak penting.
c) Pemusatan dampak hipotetik: bertujuan mengurutkan dan kemudian mengelompokan
dampak-dampak penting hipotetik sehingga dapat ditentukan isu0isu pokok.
d) Pelingkupan wilayah studi dan kealaman studi, yang dimaksudkan untuk membatasi
wilayah studi serta metode pengupuolan dan analisis yan gdilakukan.
Isu-isu pokok yang akan terjadi karena kegiatan kawan wisata Meda Indah baik kegiatan
yang sudah dan sedang berjalan dengan rencana kegiatan pengembangan kawasan antara
lain:
a) Erosi
Dampak potensial berupa peningkatan erosi dan penurunana permeabilitas tanah
diprakirakan akan terjadi pada waktu kegiatan pengembangan kawasan dilaksanakannya
yaitu mulai akhir tahun 2002 sampai dengan 2006.
b) Debit dan aliran air
Dampak potensial berupa peningkatan debit air dan aliran air terjadi sebagai dampak
lanjutan karena adanya penutunan permeabilitas tanahm yag diperkirakan akan terjadi
pada waktu kegiatan pengembangan kawasan wisata dilaksanakan dengan asumsi curah
hujan yang terjadi minimal dama dengan tahu sebelumnya. Tetapi kalau curah hujan
lebih rendah maka dampak potensial peningkatan debit air dan aliran air dapat
dihidarkan, begitu juga kalau perubahan lahan dan fasilitas lain tidak dilakuan pada
periode banyak hujan.
c) Keanekaragaman Hayati
Dampak perubahan keanekaragaman hayati dapat terjadi baik berupa peingkatan ataupun
penurunan keanekaragaman jenis tumbuhan ataupun satwaliar. Peningkatan
keanekaragaman kayati terjadi karena adanya kegiatan yang sudah dan sedang berjalan
terutama dengan adanya pemeliharaan kawwasan hutan konservasi dan perbanyakan atau
pengayaan jenis-jenis tanaman di areal kavling. Sedang penurunan keanekaragaman
hayati akan terjadi pada saat kegiatan pengembangannya kawasan wisata dilaksanakan
terutama terjadi perpindahan satwa dari areal yang akan dibuka untuk jalan dan fasilitas
lainnya.
d) Perekonomian Masyarakat
Dampak peningkatan perekonomian masyarakat lokal akan terjadi terutama pada waktu
rencana pengembangan kawasan wisata dilaksanakan pertengahan tahun 2001 sapai
2006.
2.4 Lingkup Wilayah Studi
Batas wilayah studi Analisis Mengnai dampak Ingkungan (AMDAL) Pengembangan
Kawasana Wisata Mega Indah, Megamendung, pada dasaranya erupaka ruang yang di dalamnya
terdapat parameter lingkungan yang saling berhubungan satu sama lain karena bersifat
Holokoenotik. Adanya kegiatan ini akan merubah dan mempengaruhi kualitas dan komponen
lingkungan tersbeut. Lingkup wilayah studi berdasarkan batas proyek, batas ekologis, batas
sosial dan batas administrative.
2.4.1 Batas Proyek
Batas proyek adalah batas areal wisata Mega Indah yang terdiri dari areal pengembagan
kavling, areal pengmbangan fasilitas rekreasi alam fasilitas pelatihan dan pendukungnya, areal
kawasan hutan konsevasi, areal kavling dan villa yang sudah dibangun sebelumnya luas arela
proyek ini 218,6 Ha.
2.4.2 Batas Ekologis
Batas ekologis dalam studi ANDAL ini ditentukan berdasarkan pendekatan sistem
ekologis, yaitu berupa ruanga persebaran dampak akibat kegiatan pengembangan kawasan wisata
Mega Indah, dimana proses alam yang berlangsung di dalam ruang tersebut akan mengalami
perubahan. Hal-hal yang menjadi pertimbangan adalah suatu wilayah yang di dalamnya terapat
keterkaitan erat yang saling mempengaruhi anatara paramaeter-parameter kualitas air, hidrologi,
tanahm ruang dan lahan, vegetasi serta satwa liar. Sehingga diperkirakan batas ekologis adalah
seluruh kawasan wisata alam Mega Indah, perkebunan campuran, beserta areal hutan alam yang
berada di dekat/sekitar kawasan wisata alam tersebut yang secara ekologi berada dalam wilayah
sib-sub Derah Aliras Sungai Cirangrang dan Cinangka yang akan terkena dampak kegiatan
wisata Mega Indah.
2.4.3 Batas Sosial
Batas sosial adalah ruag di sekitar proyek atau rencana legiatan yang merupakan tempat
berlangsungnya berbagai interaksi sosial yang mengandung norma dan nilai tertentu yang sudah
mapan, sesuai dengan proses dinamika suatu kelompok masyarakat, diprakirakanakan
mengalami perunahan mendasar akibat suatu rencana kegiatan. Batas wilayah studi dalam hala
ini meliputi desa Megamendung yang letaknya berdmapingan dengan wilayah kawasan wisata
serta Kecamatan Megamndung secara keseluruhan dimana kedua desa tersebut merupakan
wilayah dari Kecamatan tersebut.
2.4.4 Batas Administratif
Secara administratif rencana kegiatan pengembangan kawsan wisata Mega Indah berda di
desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor.
2.2 Lingkup Wilayah Studi
III METODE STUDI
3.1 Metode Pengumpulan dan Analisis Data
3.2 Metode Perikiraan dan Penentuan Dampak Penting
3.3 Metode Evaluasi Dampak
IV PELAKSANAAN STUDI
4.1 Tim Studi
4.2 Biaya Studi
4.3 Waktu Studi