100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
550 tayangan44 halaman

Devil Program

Dokumen ini membahas tentang keamanan komputer dan penyusupan. Dokumen ini menjelaskan berbagai aspek keamanan komputer seperti privasi, kerahasiaan, integritas data, dan juga berbagai jenis penyusup komputer beserta karakteristiknya.

Diunggah oleh

Irsyad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
550 tayangan44 halaman

Devil Program

Dokumen ini membahas tentang keamanan komputer dan penyusupan. Dokumen ini menjelaskan berbagai aspek keamanan komputer seperti privasi, kerahasiaan, integritas data, dan juga berbagai jenis penyusup komputer beserta karakteristiknya.

Diunggah oleh

Irsyad
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DEVIL PROGRAM

1.1 LATAR BELAKANG

keamanan dan kerahasian data pada jaringan komputer saat ini menjadi isu
yang sangat penting dan terus berkembang. Beberapa kasus menyangkut
keamanan jaringan komputer saat ini menjadi suatu pekerjaan yang membutuhkan
biaya penanganan dan pengamanan yang sedemikian besar. Sistem-sistem vital,
seperti sistem pertahanan, sistem perbankan, sistem bandara udara dan sistem-
sistem yang lain setingkat itu, membutuhkan tingkat keamanan yang sedemikian
tinggi. Hal ini lebih disebabkan karena kemajuan bidang jaringan komputer
dengan konsep open system-nya sehingga siapapun, di mananapun dan kapanpun,
mempunyai kesempatan untuk mengakses kawasan-kawasan vital tersebut. Untuk
menjaga keamanan dan kerahasiaan pesan, data, atau informasi dalam suatu
jaringan komputer maka diperlukan beberapa enkripsi guna membuat pesan, data,
atau informasi agar tidak dapat dibaca atau dimengerti oleh sembarang orang,
kecuali oleh penerima yang berhak. Pengamanan pesan, data, atau informasi
tersebut selain bertujuan untuk meningkatkan keamanan, juga berfungsi
untuk:[Link] pesan, data, atau informasi agar tidak dapat dibaca oleh
orang-orang yang tidak [Link] agar orang-orang yang tidak berhak,
menyisipkan atau menghapus pesan, data dan atau informasi. Salah satu hal yang
penting dalam komunikasi menggunakan komputer dan dalam jaringan komputer
untuk menjamin kerahasiaan pesan, data, ataupun informasi adalah enkripsi
Salah satu dari bagian kriptografi adalah fungsi hash satu arah. Fungsi hash satu
arah adalah dimana kita dengan mudah melakukan enkripsi untuk mendapatkan
cipher-nya tetapi sangat sulit untuk mendapatkan plaintext-nya. Salah satu fungsi
hash yang paling banyak digunakan adalah Message Digest 5 (MD-5). MD-5
merupakan fungsi hash satu arah yang diciptakan oleh Ron Rivest pada tahun
1991 untuk menggantikan hashfunction

sebelumnya. MD-5 adalah salah satu aplikasi yang digunakan untuk


mengetahui bahwa pesan yang dikirim tidak ada perubahan sewaktu berada di
jaringan. Algoritma MD-5 secara garis besar adalah mengambil pesan yang
mempunyai panjang variabel diubah menjadi ‘sidik jari’ atau ‘intisari pesan’ yang
mempunyai panjang tetap yaitu 128 bit. ‘Sidik jari’ ini tidak dapat dibalik untuk
mendapatkan pesan, dengan kata lain tidak ada orang yang dapat melihat pesan
dari ‘sidik jari’ MD-5.
.

1
BAB II
PEMBAHASAN KEAMANAN KOMPUTER
2.1 Pengertian Keamanan Komputer
Keamanan komputer adalah suatu cabang teknologi yang dikenal dengan
nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan
komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi terhadap pencurian
atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan
keamanan.
Menurut Garfinkel dan Spafford, ahli dalam computer security, komputer
dikatakan aman jika bisa diandalkan dan perangkat lunaknya bekerja sesuai
dengan yang diharapkan. Keamanan komputer memiliki 5 tujuan, yaitu:
1. Availability
2. Confidentiality
3. Data Integrity
4. Control
5. Audit
Keamanan komputer memberikan persyaratan terhadap komputer yang
berbeda dari kebanyakan persyaratan sistem karena sering kali berbentuk
pembatasan terhadap apa yang tidak boleh dilakukan komputer. Ini membuat
keamanan komputer menjadi lebih menantang karena sudah cukup sulit untuk
membuat program komputer melakukan segala apa yang sudah dirancang untuk
dilakukan dengan benar. Persyaratan negatif juga sukar untuk dipenuhi dan
membutuhkan pengujian mendalam untuk verifikasinya, yang tidak praktis bagi
kebanyakan program komputer. Keamanan komputer memberikan strategi teknis
untuk mengubah persyaratan negatif menjadi aturan positif yang dapat
ditegakkan.
Pendekatan yang umum dilakukan untuk meningkatkan keamanan komputer
antara lain adalah dengan membatasi akses fisik terhadap komputer, menerapkan
mekanisme pada perangkat keras dan sistem operasi untuk keamanan komputer,

2
serta membuat strategi pemrograman untuk menghasilkan program komputer
yang dapat diandalkan.
Keamanan Komputer dibutuhkan karena :
 “information-based society”, menyebabkan nilai informasi menjadi sangat
penting dan menuntut kemampuan untuk mengakses dan menyediakan
informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah
organisasi,

 Infrastruktur Jaringan komputer, seperti LAN dan Internet, memungkinkan


untuk menyediakan informasi secara cepat, sekaligus membuka potensi
adanya lubang keamanan (security hole)

Kejahatan Komputer semakin meningkat karena :


 Aplikasi bisnis berbasis TI dan jaringan komputer meningkat : online banking,
e-commerce, Electronic data Interchange (EDI).
 Desentralisasi server.
 Transisi dari single vendor ke multi vendor.
 Meningkatnya kemampuan pemakai (user).
 Kesulitan penegak hokum dan belum adanya ketentuan yang pasti.
 Semakin kompleksnya system yang digunakan, semakin besarnya source code
program yang digunakan.
 Berhubungan dengan internet.

Klasifikasi kejahatan Komputer :

Level annoying Level Dangerous

Menurut David Icove [John D. Howard, “An Analysis Of Security


Incidents On The Internet 1989 - 1995,” PhD thesis, Engineering and Public

3
Policy, Carnegie Mellon University, 1997.] berdasarkan lubang keamanan,
keamanan dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu:
1. Keamanan yang bersifat fisik (physical security): termasuk akses orang
ke gedung, peralatan, dan media yang digunakan. Contoh :
 Wiretapping atau hal-hal yang ber-hubungan dengan akses ke kabel
atau komputer yang digunakan juga dapat dimasukkan ke dalam
kelas ini.
 Denial of service, dilakukan misalnya dengan mematikan peralatan
atau membanjiri saluran komunikasi dengan pesan-pesan (yang dapat
berisi apa saja karena yang diuta-makan adalah banyaknya jumlah
pesan).
 Syn Flood Attack, dimana sistem (host) yang dituju dibanjiri oleh
permintaan sehingga dia menjadi ter-lalu sibuk dan bahkan dapat
berakibat macetnya sistem (hang).
2. Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel), Contoh :
 Identifikasi user (username dan password)
 Profil resiko dari orang yang mempunyai akses (pemakai dan
pengelola).

3. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi


(communications).
4. Keamanan dalam operasi: Adanya prosedur yang digunakan untuk
mengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga ter-masuk prosedur
setelah serangan (post attack recovery).

Karakteristik Penyusup :
1. The Curious (Si Ingin Tahu) - tipe penyusup ini pada dasarnya
tertarik menemukan jenis sistem dan data yang anda miliki.
2. The Malicious (Si Perusak) - tipe penyusup ini berusaha untuk
merusak sistem anda, atau merubah web page anda, atau sebaliknya membuat
waktu dan uang anda kembali pulih.

4
3. The High-Profile Intruder (Si Profil Tinggi) - tipe penyusup ini
berusaha menggunakan sistem anda untuk memperoleh popularitas dan
ketenaran. Dia mungkin menggunakan sistem profil tinggi anda untuk
mengiklankan kemampuannya.
4. The Competition (Si Pesaing) - tipe penyusup ini tertarik pada data
yang anda miliki dalam sistem anda. Ia mungkin seseorang yang beranggapan
bahwa anda memiliki sesuatu yang dapat menguntungkannya secara keuangan
atau sebaliknya.

Istilah bagi penyusup :


1. Mundane ; tahu mengenai hacking tapi tidak mengetahui metode
dan prosesnya.
2. lamer (script kiddies) ; mencoba script2 yang pernah di buat oleh
aktivis hacking, tapi tidak paham bagaimana cara membuatnya.
3. wannabe ; paham sedikit metode hacking, dan sudah mulai berhasil
menerobos sehingga berfalsafah ; HACK IS MY RELIGION.
4. larva (newbie) ; hacker pemula, teknik hacking mulai dikuasai
dengan baik, sering bereksperimen.
5. hacker ; aktivitas hacking sebagai profesi.
6. wizard ; hacker yang membuat komunitas pembelajaran di antara
mereka.
7. guru ; master of the master hacker, lebih mengarah ke penciptaan
tools-tools yang powerfull yang salah satunya dapat menunjang aktivitas
hacking, namun lebih jadi tools pemrograman system yang umum.

2.2 Aspek Keamanan Komputer :


Menurut Garfinkel [Simson Garfinkel, “PGP: Pretty Good Privacy,”
O’Reilly & Associ-ates, Inc., 1995. ]

1. Privacy / Confidentiality
 Defenisi : menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses.

5
 Privacy : lebih kearah data-data yang sifatnya privat , Contoh : e-mail seorang
pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh administrator.
 Confidentiality : berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain
untuk keperluan tertentu dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu
tersebut.
 Contoh : data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama, tempat tanggal lahir,
social security number, agama, status perkawinan, penyakit yang pernah
diderita, nomor kartu kredit, dan sebagainya) harus dapat diproteksi dalam
penggunaan dan penyebarannya.
 Bentuk Serangan : usaha penyadapan (dengan program sniffer).
 Usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan privacy dan
confidentiality adalah dengan menggunakan teknologi kriptografi.

2. Integrity
 Defenisi : informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi.
 Contoh : e-mail di intercept di tengah jalan, diubah isinya, kemudian
diteruskan ke alamat yang dituju.
 Bentuk serangan : Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang
mengubah informasi tanpa ijin, “man in the middle attack” dimana seseorang
menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.

3. Authentication
 Defenisi : metoda untuk menyatakan bahwa informasi betul-betul asli, atau
orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang
yang dimaksud.
 Dukungan :
 Adanya Tools membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan
teknologi watermarking(untuk menjaga “intellectual property”, yaitu
dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan “tanda tangan”
pembuat ) dan digital signature.

6
 Access control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang yang dapat
mengakses informasi. User harus menggunakan password, biometric
(ciri-ciri khas orang), dan sejenisnya.
[Link]
 Defenisi : berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan.
 Contoh hambatan :
 “denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi permintaan
(biasanya palsu) yang bertubi-tubi atau permintaan yang diluar perkiraan
sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down,
hang, crash.
 mailbomb, dimana seorang pemakai dikirimi e-mail bertubi-tubi (katakan
ribuan e-mail) dengan ukuran yang besar sehingga sang pemakai tidak
dapat membuka e-mailnya atau kesulitan mengakses e-mailnya.

5. Access Control
 Defenisi : cara pengaturan akses kepada informasi. berhubungan dengan
masalah
 authentication dan juga privacy
 Metode : menggunakan kombinasi userid/password atau dengan
 menggunakan mekanisme lain.

6. Non-repudiation
 Defenisi : Aspek ini menjaga agar seseorang tidak dapat menyangkal telah
melakukan sebuah transaksi. Dukungan bagi electronic commerce.

2.3 Security Attack Models


Menurut W. Stallings [William Stallings, “Network and Internetwork Security,”
Prentice Hall, 1995.] serangan (attack) terdiri dari :

7
 Interruption: Perangkat sistem menjadi rusak atau tidak tersedia. Serangan
ditujukan kepada ketersediaan (availability) dari sistem. Contoh serangan
adalah “denial of service attack”.

 Interception: Pihak yang tidak berwenang berhasil mengakses asset atau


informasi. Contoh dari serangan ini adalah penyadapan (wiretapping).

 Modification: Pihak yang tidak berwenang tidak saja berhasil mengakses,


akan tetapi dapat juga mengubah (tamper) aset. Contoh dari serangan ini
antara lain adalah mengubah isi dari web site dengan pesan-pesan yang
merugikan pemilik web site.

 Fabrication: Pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam


sistem. Contoh dari serangan jenis ini adalah memasukkan pesan-pesan palsu
seperti e-mail palsu ke dalam jaringan komputer.

2.4 Security Breach Accident

1996 U.S. Federal Computer Incident Response Capability (FedCIRC)


melaporkan bahwa lebih dari 2500 “insiden” di system komputer
atau jaringan komputer yang disebabkan oleh gagalnya sistem
keamanan atau adanya usaha untuk membobol sistem keamanan
1996 FBI National Computer Crimes Squad, Washington D.C.,
memperkirakan kejahatan komputer yang terdeteksi kurang dari
15%, dan hanya 10% dari angka itu yang dilaporkan
1997 Penelitian Deloitte Touch Tohmatsu menunjukkan bahwa dari 300
perusahaan di Australia, 37% (dua diantara lima) pernah mengalami
masalah keamanan sistem komputernya.
1996 Inggris, NCC Information Security Breaches Survey menunjukkan
bahwa kejahatan komputer menaik 200% dari tahun 1995 ke 1996.
Kerugian rata-rata US $30.000 / insiden.
1998 FBI melaporkan bahwa kasus persidangan yang berhubungan
dengan kejahatan komputer meroket 950% dari tahun 1996 ke
tahun 1997, dengan penangkapan dari 4 ke 42, dan terbukti
(convicted) di pengadilan naik 88% dari 16 ke 30 kasus.
Dan lain-lain. Dapat dilihat di [Link]

8
Contoh akibat dari jebolnya sistem keamanan, antara lain:

1988 Keamanan sistem mail sendmail dieksploitasi oleh Robert


Tapan Morris sehingga melumpuhkan sistem Internet. Kegiatan
ini dapat diklasifikasikan sebagai “denial of service attack”.
Diperkirakan biaya yang digunakan untuk memperbaiki dan hal-hal
lain yang hilang adalah sekitar $100 juta. Di tahun 1990 Morris
dihukum (convicted) dan hanya didenda $10.000.
10 Maret Seorang hacker dari Massachusetts berhasil mematikan sistem
1997 telekomunikasi di sebuah airport local (Worcester, Massachusetts)
sehingga mematikan komunikasi di control tower dan menghalau
pesawat yang hendak mendarat.
Dia juga mengacaukan sistem telepon di Rutland, Massachusetts.
[Link]
1990 Kevin Poulsen mengambil alih system komputer telekomunikasi di
Los Angeles untuk memenangkan kuis di sebuah radio local.
1995 Kevin Mitnick, mencuri 20.000 nomor kartu kredit, menyalin
system operasi DEC secara illegal dan mengambil alih hubungan
telpon di New York dan California.
1995 Vladimir Levin membobol bank-bank di kawasan Wallstreet,
mengambil uang sebesar $10 juta.
2000 Fabian Clone menjebol situs [Link] dan Jakarta mail dan
membuat directory atas namanya berisi peringatan terhadap
administrator situs tersebut.
2000 Beberapa web site Indonesia sudah dijebol dan daftarnya (beserta
contoh halaman yang sudah dijebol) dapat dilihat di koleksi
<[Link]
2000 Wenas, membuat server sebuah ISP di singapura down

2.5 Prinsip Dasar Perancangan Sistem Yang Aman

9
1. Mencegah hilangnya data
2. Mencegah masuknya penyusup

Lapisan Keamanan :
1. Lapisan Fisik :
 membatasi akses fisik ke mesin :
o Akses masuk ke ruangan komputer
o penguncian komputer secara hardware
o keamanan BIOS
o keamanan Bootloader
 back-up data :
o pemilihan piranti back-up
o penjadwalan back-up
 mendeteksi gangguan fisik :
 log file : Log pendek atau tidak lengkap, Log yang berisikan waktu yang
aneh, Log dengan permisi atau kepemilikan yang tidak tepat, Catatan
pelayanan reboot atau restart, Log yang hilang, masukan su atau login
dari tempat yang janggal
 mengontrol akses sumber daya.

2. Keamanan lokal
Berkaitan dengan user dan hak-haknya :
 Beri mereka fasilitas minimal yang diperlukan.
 Hati-hati terhadap saat/dari mana mereka login, atau tempat seharusnya
mereka login.
 Pastikan dan hapus rekening mereka ketika mereka tidak lagi
membutuhkan akses.

3. Keamanan Root

10
 Ketika melakukan perintah yang kompleks, cobalah dalam cara yang tidak
merusak dulu, terutama perintah yang menggunakan globbing: contoh,
anda ingin melakukan "rm foo*.bak", pertama coba dulu: "ls foo*.bak" dan
pastikan anda ingin menghapus file-file yang anda pikirkan.
 Beberapa orang merasa terbantu ketika melakukan "touch /-i" pada sistem
mereka. Hal ini akan membuat perintah-perintah seperti : "rm -fr *"
menanyakan apakah anda benar-benar ingin menghapus seluruh file. (Shell
anda menguraikan "-i" dulu, dan memberlakukannya sebagai option -i ke
rm).
 Hanya menjadi root ketika melakukan tugas tunggal tertentu. Jika anda
berusaha mengetahui bagaimana melakukan sesuatu, kembali ke shell
pemakai normal hingga anda yakin apa yang perlu dilakukan oleh root.
 Jalur perintah untuk pemakai root sangat penting. Jalur perintah, atau
variabel lingkungan PATH mendefinisikan lokal yang dicari shell untuk
program. Cobalah dan batasi jalur perintah bagi pemakai root sedapat
mungkin, dan jangan pernah menggunakan '.', yang berarti 'direktori saat
ini', dalam pernyataan PATH anda. Sebagai tambahan, jangan pernah
menaruh direktori yang dapat ditulis pada jalur pencarian anda, karena hal
ini memungkinkan penyerang memodifikasi atau menaruh file biner dalam
jalur pencarian anda, yang memungkinkan mereka menjadi root ketika
anda menjalankan perintah tersebut.
 Jangan pernah menggunakan seperangkat utilitas rlogin/rsh/rexec (disebut
utilitas r) sebagai root. Mereka menjadi sasaran banyak serangan, dan
sangat berbahaya bila dijalankan sebagai root. Jangan membuat file .rhosts
untuk root.
 File /etc/securetty berisikan daftar terminal-terminal tempat root dapat
login. Secara baku (pada RedHat Linux) diset hanya pada konsol virtual
lokal (vty). Berhati-hatilah saat menambahkan yang lain ke file ini. Anda
seharusnya login dari jarak jauh sebagai pemakai biasa dan kemudian 'su'
jika anda butuh (mudah-mudahan melalui ssh atau saluran terenkripsi
lain), sehingga tidak perlu untuk login secara langsung sebagai root.

11
 Selalu perlahan dan berhati-hati ketika menjadi root. Tindakan anda dapat
mempengaruhi banyak hal. Pikir sebelum anda mengetik!

4. Keamanan File dan system file


 Directory home user tidak boleh mengakses perintah mengubah system
seperti partisi, perubahan device dan lain-lain.
 Lakukan setting limit system file.
 Atur akses dan permission file : read, writa, execute bagi user maupun
group.
 Selalu cek program-program yang tidak dikenal

5. Keamanan Password dan Enkripsi


 Hati-hati terhadap bruto force attack dengan membuat password yang
baik.
 Selalu mengenkripsi file yang dipertukarkan.
 Lakukan pengamanan pada level tampilan, seperti screen saver.

6. Keamanan Kernel
 selalu update kernel system operasi.
 Ikuti review bugs dan kekurang-kekurangan pada system operasi.

7. Keamanan Jaringan
 Waspadai paket sniffer yang sering menyadap port Ethernet.
 Lakukan prosedur untuk mengecek integritas data
 Verifikasi informasi DNS
 Lindungi network file system
 Gunakan firewall untuk barrier antara jaringan privat dengan jaringan
eksternal

12
2.6 Keamanan Dari Devil Program

Taksonomi ancaman perangkat lunak / klasifikasi program jahat (malicious


program):
1. Program-program yang memerlukan program inang (host program).
Fragmen program tidak dapat mandiri secara independen dari suatu
program aplikasi, program utilitas atau program sistem.
2. Program-program yang tidak memerlukan program inang. Program sendiri
yang dapat dijadwalkan dan dijalankan oleh sistem operasi.

Tipe-tipe program jahat :


1. Bacteria : program yang mengkonsumsi sumber daya sistem dengan
mereplikasi dirinya sendiri. Bacteria tidak secara eksplisit merusak file.
Tujuan program ini hanya satu yaitu mereplikasi dirinya. Program bacteria
yang sederhana bisa hanya mengeksekusi dua kopian dirinya secara
simultan pada sistem multiprogramming atau menciptakan dua file baru,
masing-masing adalah kopian file program bacteria. Kedua kopian in
kemudian mengkopi dua kali, dan seterusnya.

2. Logic bomb : logik yang ditempelkan pada program komputer agar


memeriksa suatu kumpulan kondisi di sistem. Ketika kondisi-kondisi yang
dimaksud ditemui, logik mengeksekusi suatu fungsi yang menghasilkan
aksi-aksi tak diotorisasi.
 Logic bomb menempel pada suatu program resmi yang diset meledak
ketika kondisi-kondisi tertentu dipenuhi.
 Contoh kondisi-kondisi untuk memicu logic bomb adalah ada atau
tudak adanya file-file tertentu, hari tertentu daru minggu atau tanggal,
atau pemakai menjalankan aplikasi tertentu. Begitu terpicu, bomb
mengubah atau menghapus data atau seluruh file, menyebabkan mesin
terhenti, atau mengerjakan perusakan lain.

13
3. Trapdoor : Titik masuk tak terdokumentasi rahasia di satu program untuk
memberikan akses tanpa metode-metode otentifikasi normal.
 Trapdoor telah dipakai secara benar selama bertahun-tahun oleh
pemogram untuk mencari kesalahan program. Debugging dan testing
biasanya dilakukan pemogram saat mengembangkan aplikasi. Untuk
program yang mempunyai prosedur otentifikasi atau setup lama atau
memerlukan pemakai memasukkan nilai-nilai berbeda untuk
menjalankan aplikasi maka debugging akan lama bila harus melewati
prosedur-prosedur tersebut. Untuk debug program jenis ini,
pengembang membuat kewenangan khusus atau menghilangkan
keperluan setup dan otentifikasi.
 Trapdoor adalah kode yang menerima suatu barisan masukan khusus
atau dipicu dengan menjalankan ID pemakai tertentu atau barisan
kejahatan tertentu. Trapdoor menjadi ancaman ketika digunakan
pemrogram jahat untuk memperoleh pengkasesan tak diotorisasi.
 Pada kasus nyata, auditor (pemeriks) perangkat lunak dapat
menemukan trapdoor pada produk perangkat lunak dimana nama
pencipta perangkat lunak berlakuk sebagai password yang memintas
proteksi perangkat lunak yang dibuatnya. Adalah sulit
mengimplementasikan kendali-kendali perangkat lunak untuk
trapdoor.

4. Trojan horse : Rutin tak terdokumentasi rahasia ditempelkan dalam satu


program berguna. Program yang berguna mengandung kode tersembunyi
yang ketika dijalankan melakukan suatu fungsi yang tak diinginkan.
Eksekusi program menyebabkan eksekusi rutin rahasia ini.
 Program-program trojan horse digunakan untuk melakukan fungsi-
fungsi secara tidak langsung dimana pemakai tak diotorisasi tidak
dapat melakukannya secara langsung. Contoh, untuk dapat mengakses
file-file pemakai lain pada sistem dipakai bersama, pemakai dapat
menciptakan program trojan horse.

14
 Trojan horse ini ketika program dieksekusi akan mengubah ijin-ijin file
sehinga file-file dapat dibaca oleh sembarang pemakai. Pencipta
program dapat menyebarkan ke pemakai-pemakai dengan
menempatkan program di direktori bersama dan menamai programnya
sedemikian rupa sehingga disangka sebagai program utilitas yang
berguna.
 Program trojan horse yang sulit dideteksi adalah kompilator yang
dimodifikasi sehingga menyisipkan kode tambahan ke program-
program tertentu begitu dikompilasi, seperti program login. Kode
menciptakan trapdoor pada program login yang mengijinkan pencipta
log ke sistem menggunakan password khusus. Trojan horse jenis ini tak
pernah dapat ditemukan jika hanya membaca program sumber.
Motivasi lain dari trojan horse adalah penghancuran data. Program
muncul sebagai melakukan fungsi-fungsi berguna (seperti kalkulator),
tapi juga secara diam-diam menghapus file-file pemakai.
 Trojan horse biasa ditempelkan pada program-program atau rutin-rutin
yang diambil dari BBS, internet, dan sebagainya.

5. Virus : Kode yang ditempelkan dalam satu program yang menyebabkan


pengkopian dirinya disisipkan ke satu program lain atau lebih, dengan cara
memodifikasi program-program itu.
 Modifikasi dilakukan dengan memasukkan kopian program virus yang
dapat menginfeksi program-program lain. Selain hanya progasi, virus
biasanya melakukan fungsi yang tak diinginkan.
 Di dalam virus komputer, terdapat kode intruksi yang dapat membuat
kopian sempurna dirinya. Ketika komputer yang terinfeksi
berhubungan (kontak) dengan perangkat lunak yang belum terinfeksi,
kopian virus memasuki program baru. Infeksi dapat menyebar dari
komputer ke komputer melalui pemakai-pemakai yang menukarkan
disk atau mengirim program melalui jaringan. Pada lingkungan

15
jaringan, kemampuan mengakses aplikasi dan layanan-layanan
komputer lain merupakan fasilitas sempurna penyebaran virus.
 Masalah yang ditimbulkan virus adalah virus sering merusak sistem
komputer seperti menghapus file, partisi disk, atau mengacaukan
program.
 Siklus hidup Virus melalui empat fase (tahap), yaitu :
 Fase tidur (dormant phase). Virus dalam keadaan menganggur.
Virus akan tiba-tiba aktif oleh suatu kejadian seperti tibanya
tanggal tertentu, kehadiran program atau file tertentu, atau
kapasitas disk yang melewati batas. Tidak semua virus
mempunyai tahap ini.
 Fase propagasi (propagation phase). Virus menempatkan
kopian dirinya ke program lain atau daerah sistem tertentu di
disk. Program yang terinfeksi virus akan mempunyai kloning
virus. Kloning virus itu dapat kembali memasuki fase propagasi.
 Fase pemicuan (triggering phase). Virus diaktifkan untuk
melakukan fungsi tertentu. Seperti pada fase tidur, fase pemicuan
dapat disebabkan beragam kejadian sistem termasuk
penghitungan jumlah kopian dirinya.
 Fase eksekusi (execution phase). Virus menjalankan fungsinya,
fungsinya mungkin sepele seperti sekedar menampilkan pesan
dilayar atau merusak seperti merusak program dan file-file data,
dan sebagainya. Kebanyakan virus melakukan kerjanya untuk
suatu sistem operasi tertentu, lebih spesifik lagi pada platform
perangkat keras tertentu. Virus-virus dirancang memanfaatkan
rincian-rincian dan kelemahan-kelemahan sistem tertentu.

 Klasifikasi tipe virus :


a. Parasitic virus. Merupakan virus tradisional dan bentuk virus yang
paling sering. Tipe ini mencantolkan dirinya ke file .exe. Virus

16
mereplikasi ketika program terinfeksi dieksekusi dengan mencari
file-file .exe lain untuk diinfeksi.
b. Memory resident virus. Virus memuatkan diri ke memori utama
sebagai bagian program yang menetap. Virus menginfeksi setiap
program yang dieksekusi.
c. Boot sector virus. Virus menginfeksi master boot record atau boot
record dan menyebar saat sistem diboot dari disk yang berisi virus.
d. Stealth virus. Virus yang bentuknya telah dirancang agar dapat
menyembunyikan diri dari deteksi perangkat lunak antivirus.
e. Polymorphic virus. Virus bermutasi setiap kali melakukan infeksi.
Deteksi dengan penandaan virus tersebut tidak dimungkinkan.
Penulis virus dapat melengkapi dengan alat-alat bantu penciptaan
virus baru (virus creation toolkit, yaitu rutin-rutin untuk
menciptakan virus-virus baru). Dengan alat bantu ini penciptaan
virus baru dapat dilakukan dengan cepat. Virus-virus yang
diciptakan dengan alat bantu biasanya kurang canggih dibanding
virus-virus yang dirancang dari awal.

6. Worm : Program yang dapat mereplikasi dirinya dan mengirim kopian-


kopian dari komputer ke komputer lewat hubungan jaringan. Begitu tiba,
worm diaktifkan untuk mereplikasi dan progasai kembali. Selain hanya
propagasi, worm biasanya melakukan fungsi yang tak diinginkan.
 Network worm menggunakan hubungan jaringan untuk menyebar dari
sistem ke sistem lain. Sekali aktif di suatu sistem, network worm dapat
berlaku seperti virus atau bacteria, atau menempelkan program trojan
horse atau melakukan sejumlah aksi menjengkelkan atau
menghancurkan.
 Untuk mereplikasi dirinya, network worm menggunakan suatu layanan
jaringan, seperti : Fasilitas surat elektronik (electronic mail facility),
yaitu worm mengirimkan kopian dirinya ke sistem-sistem lain.

17
 Kemampuan eksekusi jarak jauh (remote execution capability), yaitu
worm mengeksekusi kopian dirinya di sistem lain.
 Kemampuan login jarak jauh (remote login capability), yaitu worm log
pada sistem jauh sebagai pemakai dan kemudian menggunakan
perintah untuk mengkopi dirinya dari satu sistem ke sistem lain.
Kopian program worm yang baru kemudian dijalankan di sistem jauh
dan melakukan fungsi-fungsi lain yang dilakukan di sistem itu, worm
terus menyebar dengan cara yang sama.
 Network worm mempunyai ciri-ciri yang sama dengan virus komputer,
yaitu mempunyai fase-fase sama, yaitu : Dormant phase, Propagation
phase, Trigerring phase, Execution phase.
 Network worm juga berusaha menentukan apakah sistem sebelumnya
telah diinfeksi sebelum mengirim kopian dirinya ke sistem itu.

Antivirus
Solusi ideal terhadap ancaman virus adalah pencegahan. Jaringan diijinkan virus
masuk ke sistem. Sasaran ini, tak mungkin dilaksanakan sepenuhnya. Pencegahan
dapat mereduksi sejumlah serangan virus. Setelah pencegahan terhadap masuknya
virus, maka pendekatan berikutnya yang dapat dilakukan adalah :
1. Deteksi. Begitu infeksi telah terjadi, tentukan apakah infeksi memang
telah terjadi dan cari lokasi virus.
2. Identifikasi. Begitu virus terdeteksi maka identifikasi virus yang
menginfeksi program.
3. Penghilangan. Begitu virus dapat diidentifikasi maka hilangkan semua
jejak virus dari program yang terinfeksi dan program dikembalikan ke
semua (sebelum terinfeksi). Jika deteksi virus sukses dilakukan, tapi
identifikasi atau penghilangan jejak tidak dapat dilakukan, maka alternatif
yang dilakukan adalah menghapus program yang terinfeksi dan kopi
kembali backup program yang masih bersih.

18
Perkembangan program antivirus dapat diperiode menjadi empat generasi, yaitu :
1. Generasi pertama : sekedar scanner sederhana.
Antivirus menscan program untuk menemukan penanda (signature) virus.
Walaupun virus mungkin berisi karakter-karakter varian, tapi secara esensi
mempunyai struktur dan pola bit yang sama di semua kopiannya. Teknis
ini terbatas untuk deteksi virus-virus yang telah dikenal. Tipe lain antivirus
generasi pertama adalah mengelola rekaman panjang (ukuran) program
dan memeriksa perubahan panjang program.
2. Generasi kedua : scanner yang pintar (heuristic scanner).
Antivirus menscan tidak bergantung pada penanda spesifik. Antivirus
menggunakan aturan-aturan pintar (heuristic rules) untuk mencari
kemungkinan infeksi [Link] yang dipakai misalnya mencari
fragmen- fragmen kode yang sering merupakan bagian virus. Contohnya,
antivirus mencari awal loop enkripsi yang digunakan polymorphic virus
dan menemukan kunci enkripsi. Begitu kunci ditemukan, antivirus dapat
mendeskripsi virus untuk identifikasi dan kemudian menghilangkan
infeksi virus. Teknik ini adalah pemeriksanaan integritas. Checksum dapat
ditambahkan di tiap program. Jika virus menginfeksi program tanpa
mengubah checksum, maka pemeriksaan integritas akan menemukan
perubahan itu. Untuk menanggulangi virus canggih yang mampu
mengubah checksum saat menginfeksi program, fungsi hash terenkripsi
digunakan. Kunci enkripsi disimpan secara terpisah dari program sehingga
program tidak dapat menghasilkan kode hash baru dan mengenkripsinya.
Dengan menggunakan fungsi hash bukan checksum sederhana maka
mencegah virus menyesuaikan program yang menghasilkan kode hash
yang sama seperti sebelumnya.
3. Generasi ketiga : jebakan-jebakan aktivitas (activity
trap). Program antivirus merupakan program yang menetap di memori
(memory resident program). Program ini mengidentifikasi virus melalui
aksi- aksinya bukan dari struktur program yang diinfeksi. Dengan antivirus
semacam in tak perlu mengembangkan penanda-penanda dan aturan-

19
aturan pintar untuk beragam virus yang sangat banyak. Dengan cara ini
yang diperlukan adalah mengidentifikasi kumpulan instruksi yang
berjumlah sedikit yang mengidentifikasi adanya usaha infeksi. Kalau
muncul kejadian ini, program antivirus segera mengintervensi.
4. Generasi keempat : proteksi penuh (full featured
protection). Antivirus generasi ini menggunakan beragam teknik antivirus
secara bersamaan. Teknik-teknik ini meliputi scanning dan jebakan-
jebakan aktivitas. Antivirus juga mempunyai senarai kapabilitas
pengaksesan yang membatasi kemampuan virus memasuki sistem dan
membatasi kemampuan virus memodifikasi file untuk menginfeksi file.
Pertempuran antara penulis virus dan pembuat antivirus masih berlanjut.
Walau beragam strategi lebih lengkap telah dibuat untuk menanggulangi
virus, penulis virus pun masih berlanjut menulis virus yang dapat melewati
barikade-barikade yang dibuat penulis antivirus. Untuk pengaman sistem
komputer, sebaiknya pengaksesandan pemakaian komputer diawasi
dengan seksama sehingga tidak menjalankan program atau memakai disk
yang belum terjamin kebersihannya dari infeksi virus. Pencegahan terbaik
terhadap ancaman virus adalah mencegah virus memasuki sistem disaat
yang pertama.

2.7 Keamanan System Informasi


Linux
Komponen Arsitektur Keamanan Linux :
1. Account Pemakai (user account)
Keuntungan :
 Kekuasaan dalam satu account yaitu root, sehingga mudah dalam
administrasi system.
 Kecerobohan salah satu user tidak berpengaruh kepada system
secara keseluruhan.
 Masing-masing user memiliki privacy yang ketat
Macam User :

20
Root : kontrol system file, user, sumber daya (devices) dan akses jaringan
User : account dengan kekuasaan yang diatur oleh root dalam melakukan
aktifitas dalam
system.
Group : kumpulan user yang memiliki hak sharing yang sejenis terhadap suatu
devices
tertentu.

2. Kontrol Akses secara Diskresi (Discretionary Access control)


Discretionary Access control (DAC) adalah metode pembatasan yang ketat,
yang meliputi :
 Setiap account memiliki username dan password sendiri.
 Setiap file/device memiliki atribut(read/write/execution) kepemilikan, group,
dan user umum.

Virus tidak akan mencapai file system, jika sebuah user


terkena, maka akan berpengaruh pada file-file yang dimiliki
oleh user yang mengeksekusi file tersebut.

Jika kita lakukan list secara detail menggunakan $ls –l, kita dapat melihat
penerapan DAC pada file system linux :

d rw- - -x - - - 5 fade users 1024 Feb 8 12:30 Desktop


- rw- r - - r - - 9 Goh hack 318 Mar 30 09:05 [Link]

- rw- r - r - 9 Goh hack 318 Mar 30 09:05 [Link]


- -
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Keterangan :

21
1 = tipe dari file ; tanda dash ( - ) 5 = Jumlah link file
berarti file biasa, d berarti 6 = Nama pemilik (owner)
directory, l berarti file link, 7 = Nama Group
dsb
2 = Izin akses untuk owner 8 = Besar file dalam byte
(pemilik), r=read/baca, 9 = Bulan dan tanggal update
w=write/tulis, 10 = terakhir
x=execute/eksekusi Waktu update terakhir
3 = Izin akses untuk group 11 = Nama file/device
4 = Izin akses untuk other (user
lain yang berada di luar group
yang didefinisikan
sebelumnya)

Perintah-perintah penting pada DAC :


 Mengubah izin akses file :
1. bu : chmod < u | g | o > < + | - > < r | w | e > nama
file,
contoh :
chmod u+x g+w o-r [Link] ; tambahkan akses eksekusi(e) untuk
user (u), tambahkan juga akses write(w) untuk group (g) dan kurangi izin
akses read(r) untuk other(o) user.
2. chmod metode octal, bu: chmod - - - namafile , digit
dash ( - ) pertama untuk izin akses user, digit ke-2 untuk izin akses group
dan digit ke-3 untuk izin akses other, berlaku ketentuan : r(read) = 4,
w(write) = 2, x (execute) = 1 dan tanpa izin akses = 0.
Contoh :
Chmod 740 [Link]
Berarti : bagi file [Link] berlaku
digit ke-1  7=4+2+1=izin akses r,w,x penuh untuk user.
digit ke-2  4=4+0+0=izin akses r untuk group

22
digit ke-3  0=0+0+0=tanpa izin akses untuk other user.

 Mengubah kepemilikan : chown <owner/pemilik><nama file>


 Mengubah kepemilikan group : chgrp <group owner><nama file>
 Menggunakan account root untuk sementara :
~$su ; system akan meminta password
password : **** ; prompt akan berubah jadi pagar, tanda login sebagai root
~#
 Mengaktifkan shadow password, yaitu membuat file /etc/passwd menjadi
dapat dibaca (readable) tetapi tidak lagi berisi password, karena sudah
dipindahkan ke /etc/shadow

Contoh tipikal file /etc/passwd setelah diaktifkan shadow:



root:x:0:0::/root:/bin/bash
fade:x:1000:103: , , , :/home/fade:/bin/bash

Lihat user fade, dapat kita baca sebagai berikut :


username : fade
Password :x
User ID (UID) : 1000
Group ID (GUID) : 103
Keterangan tambahan : -
Home directory : /home/fade
Shell default : /bin/bash

Password-nya bisa dibaca (readable), tapi berupa huruf x saja, password


sebenarnya disimpan di file /etc/shadow dalam keadaan dienkripsi :

root:pCfouljTBTX7o:10995:0:::::

23
fade:oiHQw6GBf4tiE:10995:0:99999:7:::

Perlunya Pro aktif password


Linux menggunakan metode DES (Data Encription Standart) untuk
password-nya. User harus di training dalam memilih password yang akan
digunakannya agar tidak mudah ditebak dengan program-program crack password
dalam ancaman bruto force attack. Dan perlu pula ditambah dengan program
Bantu cek keamanan password seperti :
 Passwd+ : meningkatkan loging dan mengingatkan user jika mengisi
password yang mudah ditebak, [Link]
 Anlpasswd: dapat membuat aturan standar pengisian password seperti batas
minimum, gabungan huruf besar dengan huruf kecil, gabungan angka dan
huruf dsb, [Link]

3. Kontrol akses jaringan (Network Access Control)


Firewall linux:
alat pengontrolan akses antar jaringan yang membuat linux dapat memilih host
yang berhak / tidak berhak mengaksesnya.

Fungsi Firewall linux :


 Analisa dan filtering paket
Memeriksa paket TCP, lalu diperlakukan dengan kondisi yang sudah
ditentukan, contoh paket A lakukan tindakan B.
 Blocking content dan protocol
Bloking isi paket seperti applet java, activeX, Vbscript, Cookies

 Autentikasi koneksi dan enkripsi


Menjalankan enkripsi dalam identitas user, integritas satu session dan melapisi
data dengan algoritma enkripsi seperti : DES, triple DES, Blowfish, IPSec,
SHA, MD5, IDEA, dsb.

24
Tipe firewall linux :
 Application-proxy firewall/Application Gateways
Dilakukan pada level aplikasi di layer OSI, system proxy ini meneruskan /
membagi paket-paket ke dalam jaringan internal. Contoh : software TIS
FWTK (Tursted Information System Firewall Toolkit)
 Network level Firewall, fungsi filter dan bloking paket dilakukan di router.
Contoh : TCPWrappers, aplikasinya ada di /usr/sbin/tcpd. Cara kerjanya :
Lihat isi file /etc/[Link] :
...
telnet stream tcp nowait root /usr/sbin/telnetd
shell stream tcp nowait root /usr/sbin/rshd
pop3 stream tcp nowait root /usr/sbin/pop3d

dengan diaktifkan TCPwrappers maka isi file /etc/[Link] :
...
telnet stream tcp nowait root /usr/sbin/tcpd [Link]
shell stream tcp nowait root /usr/sbin/tcpd [Link] -L
pop3 stream tcp nowait root /usr/sbin/tcpd in.pop3d

Setiap ada permintaan layanan jarak jauh, dipotong dulu dengan pencocokan
rule set yang telah diatur oleh tcp in, jika memenuhi syarat diteruskan ke file yang
akan diekseskusi, tapi jika tidak memenuhi syarat digagalkan.

Pengaturan TCPWrapper dilakukan dengan mengkonfigurasi 2 file, yaitu :

 /etc/[Link]  host yang diperbolehkan mengakses.


 /etc/[Link]  host yang tidak diperbolehkan mengakses.

BAB III
PEMBAHASAN KRIPTOGRAFI

25
3.1 Defenisi
Cryptography adalah suatu ilmu ataupun seni mengamankan pesan, dan dilakukan
oleh cryptographer.
Cryptanalysis adalah suatu ilmu dan seni membuka (breaking) ciphertext dan
orang yang melakukannya disebut cryptanalyst.

3.2 Elemen

3.3 Cryptosystem
Cryptographic system atau cryptosystem adalah suatu fasilitas untuk
mengkonversikan plaintext ke ciphertext dan sebaliknya. Dalam sistem ini,
seperangkat parameter yang menentukan transformasi pencipheran tertentu
disebut suatu set kunci. Proses enkripsi dan dekripsi diatur oleh satu atau beberapa
kunci kriptografi.

1. Kriptografi dapat memenuhi kebutuhan umum suatu transaksi:


1. Kerahasiaan (confidentiality) dijamin dengan melakukan enkripsi
(penyandian).
2. Keutuhan (integrity) atas data-data pembayaran dilakukan dengan fungsi
hash satu arah.
3. Jaminan atas identitas dan keabsahan (authenticity) pihak-pihak yang
melakukan transaksi dilakukan dengan menggunakan password atau
sertifikat digital. Sedangkan keotentikan data transaksi dapat dilakukan
dengan tanda tangan digital.

26
4. Transaksi dapat dijadikan barang bukti yang tidak bisa disangkal (non-
repudiation) dengan memanfaatkan tanda tangan digital dan sertifikat
digital.

2. Karakteristik cryptosytem yang baik sebagai berikut :

1. Keamanan sistem terletak pada kerahasiaan kunci dan bukan pada


kerahasiaan algoritma yang digunakan.
2. Cryptosystem yang baik memiliki ruang kunci (keyspace) yang besar.
3. Cryptosystem yang baik akan menghasilkan ciphertext yang terlihat acak
dalam seluruh tes statistik yang dilakukan terhadapnya.
4. Cryptosystem yang baik mampu menahan seluruh serangan yang telah
dikenal sebelumnya

3.4 Macam-macam Cryptosystem


A. Symmetric Cryptosystem
Dalam symmetric cryptosystem ini, kunci yang digunakan untuk proses
enkripsi dan dekripsi pada prinsipnya identik, tetapi satu buah kunci dapat pula
diturunkan dari kunci yang lainnya. Kunci-kunci ini harus dirahasiakan. Oleh
karena itulah sistem ini sering disebut sebagai secret-key ciphersystem. Jumlah
kunci yang dibutuhkan umumnya adalah :

nC2 = n . (n-1)
--------
2
dengan n menyatakan banyaknya pengguna.
Contoh dari sistem ini adalah Data Encryption Standard (DES), Blowfish, IDEA.

B. Assymmetric Cryptosystem

27
Dalam assymmetric cryptosystem ini digunakan dua buah kunci. Satu
kunci yang disebut kunci publik (public key) dapat dipublikasikan, sedang kunci
yang lain yang disebut kunci privat (private key) harus dirahasiakan. Proses
menggunakan sistem ini dapat diterangkan secara sederhana sebagai berikut : bila
A ingin mengirimkan pesan kepada B, A dapat menyandikan pesannya dengan
menggunakan kunci publik B, dan bila B ingin membaca surat tersebut, ia perlu
mendekripsikan surat itu dengan kunci privatnya. Dengan demikian kedua belah
pihak dapat menjamin asal surat serta keaslian surat tersebut, karena adanya
mekanisme ini. Contoh sistem ini antara lain RSA Scheme dan Merkle-Hellman
Scheme.

3.5 Protokol Cryptosystem


Cryptographic protocol adalah suatu protokol yang menggunakan
kriptografi. Protokol ini melibatkan sejumlah algoritma kriptografi, namun secara
umum tujuan protokol lebih dari sekedar kerahasiaan. Pihak-pihak yang
berpartisipasi mungkin saja ingin membagi sebagian rahasianya untuk
menghitung sebuah nilai, menghasilkan urutan random, atau pun menandatangani
kontrak secara bersamaan.
Penggunaan kriptografi dalam sebuah protokol terutama ditujukan untuk
mencegah atau pun mendeteksi adanya eavesdropping dan cheating.

3.6 Jenis Penyerangan Pada Protokol


 Ciphertext-only attack. Dalam penyerangan ini, seorang cryptanalyst
memiliki ciphertext dari sejumlah pesan yang seluruhnya telah dienkripsi
menggunakan algoritma yang sama.
 Known-plaintext attack. Dalam tipe penyerangan ini, cryptanalyst
memiliki akses tidak hanya ke ciphertext sejumlah pesan, namun ia juga
memiliki plaintext pesan-pesan tersebut.

28
 Chosen-plaintext attack. Pada penyerangan ini, cryptanalyst tidak hanya
memiliki akses atas ciphertext dan plaintext untuk beberapa pesan, tetapi ia
juga dapat memilih plaintext yang dienkripsi.
 Adaptive-chosen-plaintext attack. Penyerangan tipe ini merupakan suatu
kasus khusus chosen-plaintext attack. Cryptanalyst tidak hanya dapat
memilih plaintext yang dienkripsi, ia pun memiliki kemampuan untuk
memodifikasi pilihan berdasarkan hasil enkripsi sebelumnya. Dalam
chosen-plaintext attack, cryptanalyst mungkin hanya dapat memiliki
plaintext dalam suatu blok besar untuk dienkripsi; dalam adaptive-chosen-
plaintext attack ini ia dapat memilih blok plaintext yang lebih kecil dan
kemudian memilih yang lain berdasarkan hasil yang pertama, proses ini
dapat dilakukannya terus menerus hingga ia dapat memperoleh seluruh
informasi.
 Chosen-ciphertext attack. Pada tipe ini, cryptanalyst dapat memilih
ciphertext yang berbeda untuk didekripsi dan memiliki akses atas plaintext
yang didekripsi.
 Chosen-key attack. Cryptanalyst pada tipe penyerangan ini memiliki
pengetahuan tentang hubungan antara kunci-kunci yang berbeda.
 Rubber-hose cryptanalysis. Pada tipe penyerangan ini, cryptanalyst
mengancam, memeras, atau bahkan memaksa seseorang hingga mereka
memberikan kuncinya.

3.7 Jenis Penyerangan Pada Jalur Komunikasi


 Sniffing: secara harafiah berarti mengendus, tentunya dalam hal ini
yang diendus adalah pesan (baik yang belum ataupun sudah dienkripsi)
dalam suatu saluran komunikasi. Hal ini umum terjadi pada saluran publik
yang tidak aman. Sang pengendus dapat merekam pembicaraan yang
terjadi.

29
 Replay attack [DHMM 96]: Jika seseorang bisa merekam pesan-
pesan handshake (persiapan komunikasi), ia mungkin dapat mengulang
pesan-pesan yang telah direkamnya untuk menipu salah satu pihak.
 Spoofing [DHMM 96]: Penyerang – misalnya Maman – bisa
menyamar menjadi Anto. Semua orang dibuat percaya bahwa Maman
adalah Anto. Penyerang berusaha meyakinkan pihak-pihak lain bahwa tak
ada salah dengan komunikasi yang dilakukan, padahal komunikasi itu
dilakukan dengan sang penipu/penyerang. Contohnya jika orang
memasukkan PIN ke dalam mesin ATM palsu – yang benar-benar dibuat
seperti ATM asli – tentu sang penipu bisa mendapatkan PIN-nya dan copy
pita magentik kartu ATM milik sang nasabah. Pihak bank tidak tahu bahwa
telah terjadi kejahatan.
 Man-in-the-middle [Schn 96]: Jika spoofing terkadang hanya
menipu satu pihak, maka dalam skenario ini, saat Anto hendak
berkomunikasi dengan Badu, Maman di mata Anto seolah-olah adalah
Badu, dan Maman dapat pula menipu Badu sehingga Maman seolah-olah
adalah Anto. Maman dapat berkuasa penuh atas jalur komunikas ini, dan
bisa membuat berita fitnah.

3.8 Metode Cryptografi


1. Metode Kuno
475 S.M. bangsa Sparta, suatu bangsa militer pada jaman Yunani kuno,
menggunakan teknik kriptografi yang disebut scytale, untuk kepentingan perang.
Scytale terbuat dari tongkat dengan papyrus yang mengelilinginya secara spiral.
Kunci dari scytale adalah diameter tongkat yang digunakan oleh pengirim harus
sama dengan diameter tongkat yang dimiliki oleh penerima pesan, sehingga pesan
yang disembunyikan dalam papyrus dapat dibaca dan dimengerti oleh penerima.

30
Julius Caesar, seorang kaisar terkenal Romawi yang menaklukkan banyak
bangsa di Eropa dan Timur Tengah juga menggunakan suatu teknik kriptografi
yang sekarang disebut Caesar cipher untuk berkorespondensi sekitar tahun 60
S.M. Teknik yang digunakan oleh Sang Caesar adalah mensubstitusikan alfabet
secara beraturan, yaitu oleh alfabet ketiga yang mengikutinya, misalnya, alfabet
‘’A" digantikan oleh "D", "B" oleh "E", dan seterusnya. Sebagai contoh, suatu
pesan berikut :

Gambar 2. Caesar Cipher

Dengan aturan yang dibuat oleh Julius Caesar tersebut, pesan sebenarnya adalah
"Penjarakan panglima divisi ke tujuh segera".

2. Teknik Dasar Kriptografi


a. Substitusi
Salah satu contoh teknik ini adalah Caesar cipher yang telah dicontohkan
diatas. Langkah pertama adalah membuat suatu tabel substitusi. Tabel substitusi
dapat dibuat sesuka hati, dengan catatan bahwa penerima pesan memiliki tabel
yang sama untuk keperluan dekripsi. Bila tabel substitusi dibuat secara acak, akan
semakin sulit pemecahan ciphertext oleh orang yang tidak berhak.

31
A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K-L-M-N-O-P-Q-R-S-T-U-V-W-X-Y-Z-1-2-3-4-5-6-7-8-9-0-.-,
B-F-1-K-Q-G-A-T-P-J-6-H-Y-D-2-X-5-M-V-7-C-8-4-I-9-N-R-E-U-3-L-S-W-,-.-O-Z-0

Tabel substitusi diatas dibuat secara acak. Dengan menggunakan tabel


tersebut, dari plaintext "5 teknik dasar kriptografi" dihasilkan ciphertext "L
7Q6DP6 KBVBM 6MPX72AMBGP". Dengan menggunakan tabel substitusi
yang sama secara dengan arah yang terbalik (reverse), plaintext dapat diperoleh
kembali dari ciphertext-nya.

b. Blocking
Sistem enkripsi terkadang membagi plaintext menjadi blok-blok yang
terdiri dari beberapa karakter yang kemudian dienkripsikan secara independen.
Plaintext yang dienkripsikan dengan menggunakan teknik blocking adalah :
BLOK 1
BLOK 2

BLOK 3 BLOK 4
BLOK 5 BLOK 6
BLOK 7

Gambar 4. Enkripsi dengan Blocking

Dengan menggunakan enkripsi blocking dipilih jumlah lajur dan kolom


untuk penulisan pesan. Jumlah lajur atau kolom menjadi kunci bagi kriptografi
dengan teknik ini. Plaintext dituliskan secara vertikal ke bawah berurutan pada
lajur, dan dilanjutkan pada kolom berikutnya sampai seluruhnya tertulis.
Ciphertext-nya adalah hasil pembacaan plaintext secara horizontal berurutan
sesuai dengan blok-nya. Jadi ciphertext yang dihasilkan dengan teknik ini adalah

32
"5K G KRTDRAEAIFKSPINAT IRO". Plaintext dapat pula ditulis secara
horizontal dan ciphertextnya adalah hasil pembacaan secara vertikal.

c. Permutasi

Salah satu teknik enkripsi yang terpenting adalah permutasi atau sering
juga disebut transposisi. Teknik ini memindahkan atau merotasikan karakter
dengan aturan tertentu. Prinsipnya adalah berlawanan dengan teknik substitusi.
Dalam teknik substitusi, karakter berada pada posisi yang tetap tapi identitasnya
yang diacak. Pada teknik permutasi, identitas karakternya tetap, namun posisinya
yang diacak. Sebelum dilakukan permutasi, umumnya plaintext terlebih dahulu
dibagi menjadi blok-blok dengan panjang yang sama.

Untuk contoh diatas, plaintext akan dibagi menjadi blok-blok yang terdiri dari 6
karakter, dengan aturan permutasi sebagai berikut :

Gambar 5. Permutasi

Dengan menggunakan aturan diatas, maka proses enkripsi dengan


permutasi dari plaintext adalah sebagai berikut :

33
Gambar 6. Proses Enkripsi dengan Permutasi

Ciphertext yang dihasilkan dengan teknik permutasi ini adalah "N ETK5
SKD AIIRK RAATGORP FI".

d. Ekspansi
Suatu metode sederhana untuk mengacak pesan adalah dengan
memelarkan pesan itu dengan aturan tertentu. Salah satu contoh penggunaan
teknik ini adalah dengan meletakkan huruf konsonan atau bilangan ganjil yang
menjadi awal dari suatu kata di akhir kata itu dan menambahkan akhiran "an".
Bila suatu kata dimulai dengan huruf vokal atau bilangan genap, ditambahkan
akhiran "i". Proses enkripsi dengan cara ekspansi terhadap plaintext terjadi
sebagai berikut :

Gambar 7. Enkripsi dengan Ekspansi


Ciphertextnya adalah "5AN EKNIKTAN ASARDAN RIPTOGRAFIKAN".
Aturan ekspansi dapat dibuat lebih kompleks. Terkadang teknik ekspansi

34
digabungkan dengan teknik lainnya, karena teknik ini bila berdiri sendiri terlalu
mudah untuk dipecahkan.

e. Pemampatan (Compaction)
Mengurangi panjang pesan atau jumlah bloknya adalah cara lain untuk
menyembunyikan isi pesan. Contoh sederhana ini menggunakan cara
menghilangkan setiap karakter ke-tiga secara berurutan. Karakter-karakter yang
dihilangkan disatukan kembali dan disusulkan sebagai "lampiran" dari pesan
utama, dengan diawali oleh suatu karakter khusus, dalam contoh ini digunakan
"&". Proses yang terjadi untuk plaintext kita adalah :

Gambar 8. Enkripsi dengan Pemampatan

Aturan penghilangan karakter dan karakter khusus yang berfungsi sebagai


pemisah menjadi dasar untuk proses dekripsi ciphertext menjadi plaintext
kembali.
Dengan menggunakan kelima teknik dasar kriptografi diatas, dapat diciptakan
kombinasi teknik kriptografi yang amat banyak, dengan faktor yang membatasi
semata-mata hanyalah kreativitas dan imajinasi kita. Walaupun sekilas terlihat
sederhana, kombinasi teknik dasar kriptografi dapat menghasilkan teknik
kriptografi turunan yang cukup kompleks, dan beberapa teknik dasar kriptografi
masih digunakan dalam teknik kriptografi modern.

35
3.9 Berbagai Solusi Enkripsi Modern
1. Data Encryption Standard (DES)
 standar bagi USA Government
 didukung ANSI dan IETF
 popular untuk metode secret key
 terdiri dari : 40-bit, 56-bit dan 3x56-bit (Triple DES)

2. Advanced Encryption Standard (AES)


 untuk menggantikan DES (launching akhir 2001)
 menggunakan variable length block chipper
 key length : 128-bit, 192-bit, 256-bit
 dapat diterapkan untuk smart card.

3. Digital Certificate Server (DCS)


 verifikasi untuk digital signature
 autentikasi user
 menggunakan public dan private key
 contoh : Netscape Certificate Server

4. IP Security (IPSec)
 enkripsi public/private key
 dirancang oleh CISCO System
 menggunakan DES 40-bit dan authentication
 built-in pada produk CISCO
 solusi tepat untuk Virtual Private Network (VPN) dan Remote
Network Access

5. Kerberos
 solusi untuk user authentication
 dapat menangani multiple platform/system

36
 free charge (open source)
 IBM menyediakan versi komersial : Global Sign On (GSO)
6. Point to point Tunneling Protocol(PPTP), Layer Two Tunneling Protocol
(L2TP)
 dirancang oleh Microsoft
 autentication berdasarkan PPP(Point to point protocol)
 enkripsi berdasarkan algoritm Microsoft (tidak terbuka)
 terintegrasi dengan NOS Microsoft (NT, 2000, XP)
7. Remote Access Dial-in User Service (RADIUS)
 multiple remote access device menggunakan 1 database untuk
authentication
 didukung oleh 3com, CISCO, Ascend
 tidak menggunakan encryption

8. RSA Encryption
 dirancang oleh Rivest, Shamir, Adleman tahun 1977
 standar de facto dalam enkripsi public/private key
 didukung oleh Microsoft, apple, novell, sun, lotus
 mendukung proses authentication
 multi platform

9. Secure Hash Algoritm (SHA)


 dirancang oleh National Institute of Standard and Technology
(NIST) USA.
 bagian dari standar DSS(Decision Support System) USA dan
bekerja sama dengan DES untuk digital signature.
 SHA-1 menyediakan 160-bit message digest
 Versi : SHA-256, SHA-384, SHA-512 (terintegrasi dengan AES)

10. MD5
 dirancang oleh Prof. Robert Rivest (RSA, MIT) tahun 1991

37
 menghasilkan 128-bit digest.
 cepat tapi kurang aman

11. Secure Shell (SSH)


 digunakan untuk client side authentication antara 2 sistem
 mendukung UNIX, windows, OS/2
 melindungi telnet dan ftp (file transfer protocol)

12. Secure Socket Layer (SSL)


 dirancang oleh Netscape
 menyediakan enkripsi RSA pada layes session dari model OSI.
 independen terhadap servise yang digunakan.
 melindungi system secure web e-commerce
 metode public/private key dan dapat melakukan authentication
 terintegrasi dalam produk browser dan web server Netscape.

13. Security Token


 aplikasi penyimpanan password dan data user di smart card

14. Simple Key Management for Internet Protocol


 seperti SSL bekerja pada level session model OSI.
 menghasilkan key yang static, mudah bobol.

3.10 Aplikasi Enkripsi


Beberapa aplikasi yang memerlukan enkripsi untuk pengamanan data atau
komunikasi diantaranya adalah :

a. Jasa telekomunikasi
 Enkripsi untuk mengamankan informasi konfidensial baik berupa
suara, data, maupun gambar yang akan dikirimkan ke lawan bicaranya.

38
 Enkripsi pada transfer data untuk keperluan manajemen jaringan dan
transfer on-line data billing.
 Enkripsi untuk menjaga copyright dari informasi yang diberikan.

b. Militer dan pemerintahan


 Enkripsi diantaranya digunakan dalam pengiriman pesan.
 Menyimpan data-data rahasia militer dan kenegaraan dalam media
penyimpanannya selalu dalam keaadan terenkripsi.

c. Data Perbankan
 Informasi transfer uang antar bank harus selalu dalam keadaan
terenkripsi

d. Data konfidensial perusahaan


 Rencana strategis, formula-formula produk, database
pelanggan/karyawan dan database operasional
 pusat penyimpanan data perusahaan dapat diakses secara on-line.
 Teknik enkripsi juga harus diterapkan untuk data konfidensial untuk
melindungi data dari pembacaan maupun perubahan secara tidak sah.

e. Pengamanan electronic mail


 Mengamankan pada saat ditransmisikan maupun dalam media
penyimpanan.
 Aplikasi enkripsi telah dibuat khusus untuk mengamankan e-mail,
diantaranya PEM (Privacy Enhanced Mail) dan PGP (Pretty Good
Privacy), keduanya berbasis DES dan RSA.

f. Kartu Plastik
 Enkripsi pada SIM Card, kartu telepon umum, kartu langganan TV
kabel, kartu kontrol akses ruangan dan komputer, kartu kredit, kartu
ATM, kartu pemeriksaan medis, dll

39
 Enkripsi teknologi penyimpanan data secara magnetic, optik, maupun
chip.
a. Penerapan Enkripsi di linux :
 Enkripsi password  menggunakan DES ( Data Encryption Standard )
 Enkripsi komunikasi data :
1. Secure Shell (SSH)  Program yang melakukan loging terhadap
komputer lain dalam jaringan, mengeksekusi perintah lewat mesin secara
remote dan memindahkan file dari satu mesin ke mesin lainnya. Enkripsi
dalam bentuk Blowfish, IDEA, RSA, Triple DES. Isi SSH Suite :
 scp (secure shell copy)  mengamankan penggandaan data
 ssh (secure shell client)  model client ssh seperti telnet
terenkripsi.
 ssh-agent  otentikasi lewat jaringan dengan model RSA.
 sshd (secure shell server)  di port 22
 ssh-keygen  pembuat kunci (key generator) untuk ssh
Konfigurasi dilakukan di :
 /etc/sshd_config (file konfigurasi server)
 /etc/ssh_config (file konfigurasi client)
2. Secure socket Layer (SSL)  mengenkripsi data yang dikirimkan lewat
port http.
Konfigurasi dilakukan di : web server APACHE dengan ditambah PATCH
SSL.

b. Logging
Def : Prosedur dari Sistem Operasi atau aplikasi merekam setiap kejadian dan
menyimpan rekaman tersebut untuk dapat dianalisa.
Semua file log linux disimpan di directory /var/log, antara lain :
 Lastlog : rekaman user login terakhir kali
 last : rekaman user yang pernah login dengan mencarinya pada file
/var/log/wtmp

40
 xferlog : rekaman informasi login di ftp daemon berupa data wktu akses,
durasi transfer file, ip dan dns host yang mengakses, jumlah/nama file, tipe
transfer(binary/ASCII), arah transfer(incoming/outgoing), modus
akses(anonymous/guest/user resmi), nama/id/layanan user dan metode
otentikasi.
 Access_log : rekaman layanan http / webserver.
 Error_log : rekaman pesan kesalahan atas service http / webserver berupa
data jam dan waktu, tipe/alasan kesalahan
 Messages : rekaman kejadian pada kernel ditangani oleh dua daemon :
o Syslog  merekam semua program yang dijalankan, konfigurasi
pada [Link]
o Klog  menerima dan merekam semua pesan kernel

c. Deteksi Penyusupan (Intrusion Detection)


Def : aktivitas mendeteksi penyusupan secara cepat dengan menggunakan
program khusus secara otomatis yang disebut Intrusion Detection System

Tipe dasar IDS :


 Ruled based system : mencatat lalu lintas data jika sesuai dengan database dari
tanda penyusupan yang telah dikenal, maka langsung dikategorikan
penyusupan. Pendekatan Ruled based system :
o Preemptory (pencegahan) ; IDS akan memperhatikan semua lalu lintas
jaringan, dan langsung bertindak jika dicurigai ada penyusupan.
o Reactionary (reaksi) ; IDS hanya mengamati file log saja.
 Adaptive system : penerapan expert system dalam mengamati lalu lintas
jaringan.

41
Program IDS :
 Chkwtmp : program pengecekan terhadap entry kosong
 Tcplogd : program pendeteksi stealth scan (scanning yang dilakukan tanpa
membuat sesi tcp)
 Host entry : program pendeteksi login anomaly (perilaku aneh)  bizarre
behaviour (perilaku aneh), time anomalies (anomaly waktu), local
anomaly.

42
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Keamanan komputer adalah suatu cabang teknologi yang dikenal dengan
nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan
komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi terhadap pencurian
atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan
keamanan.
Menurut Garfinkel dan Spafford, ahli dalam computer security, komputer
dikatakan aman jika bisa diandalkan dan perangkat lunaknya bekerja sesuai
dengan yang diharapkan. Keamanan komputer memiliki 5 tujuan, yaitu:
6. Availability
7. Confidentiality
8. Data Integrity
9. Control
10. Audit
Keamanan komputer memberikan persyaratan terhadap komputer yang
berbeda dari kebanyakan persyaratan sistem karena sering kali berbentuk
pembatasan terhadap apa yang tidak boleh dilakukan komputer. Ini membuat
keamanan komputer menjadi lebih menantang karena sudah cukup sulit untuk
membuat program komputer melakukan segala apa yang sudah dirancang untuk
dilakukan dengan benar. Persyaratan negatif juga sukar untuk dipenuhi dan
membutuhkan pengujian mendalam untuk verifikasinya, yang tidak praktis bagi
kebanyakan program komputer. Keamanan komputer memberikan strategi teknis
untuk mengubah persyaratan negatif menjadi aturan positif yang dapat
ditegakkan.

43
Keamanan Komputer dibutuhkan karena :
 “information-based society”, menyebabkan nilai informasi menjadi sangat
penting dan menuntut kemampuan untuk mengakses dan menyediakan
informasi secara cepat dan akurat menjadi sangat esensial bagi sebuah
organisasi,

 Infrastruktur Jaringan komputer, seperti LAN dan Internet, memungkinkan


untuk menyediakan informasi secara cepat, sekaligus membuka potensi
adanya lubang keamanan (security hole)

Lapisan Keamanan Komputer :


 1. Lapisan Fisik
 2. Keamanan lokal
 3. Keamanan Root
 4. Keamanan File dan system file
 5. Keamanan Password dan Enkripsi
 6. Keamanan Kernel
 7. Keamanan Jaringan

44

Anda mungkin juga menyukai