0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan10 halaman

Kelebihan dan Kekurangan Tablet Obat

Berdasarkan berbagai sumber, tablet didefinisikan sebagai sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan aktif dengan atau tanpa bahan pengisi yang dibuat dengan cara kempa dan cetak. Tablet memiliki berbagai keuntungan seperti mudah dikonsumsi, dosisnya dapat diatur dengan tepat, dan mudah diproduksi secara massal, namun juga memiliki beberapa keterbatasan sepertu beberapa bahan aktif sulit dijadikan tablet

Diunggah oleh

Fitri Norhasanah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan10 halaman

Kelebihan dan Kekurangan Tablet Obat

Berdasarkan berbagai sumber, tablet didefinisikan sebagai sediaan padat yang mengandung satu atau lebih bahan aktif dengan atau tanpa bahan pengisi yang dibuat dengan cara kempa dan cetak. Tablet memiliki berbagai keuntungan seperti mudah dikonsumsi, dosisnya dapat diatur dengan tepat, dan mudah diproduksi secara massal, namun juga memiliki beberapa keterbatasan sepertu beberapa bahan aktif sulit dijadikan tablet

Diunggah oleh

Fitri Norhasanah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ü Menurut FI Edisi IV

Tablet adalah sediaan padat mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi.

ü Menurut USP 26 (hal : 2406)


Tablet adalah sediaan bentuk padat yang mengandung obat dengan atau tanpa bahan pengisi.
Berdasarkan metode pembuatannya, dapat diklasifikasikan sebagai tablet atau tablet
kompresi.

ü Menurut British Pharmacopeae ( BP 2002)


Tablet adalah Sediaan padat yang mengandung satu dosis dari beberapa bahan aktif dan
biasanya dibuat dengan mengempa sejumlah partikel yang seragam.

ü Menurut Formularium Nasional Edisi II


Tablet adalah sediaan padat kompak, dibuat dengan cara kempa cetakdalam bentuk umumnya
tabung pipih yang kedua permukaannya rata atau cembung, mengandung obat dengan atau
tanpa zat pengisi.

ü Menurut ANSEL Edisi IV


Tablet adalah bahan obat dalam bentuk sediaan padat yang biasanya dibuat dengan
penambahan bahan tambahan farmasetika yang sesuai.

ü Menurut Buku Pelajaran Teknologi Farmasi


Tablet adalah sediaan obat padat takaran tunggal. Sediaan ini dicetak dari serbuk kering,
kristal atau granulat,umumnya dengan penambahan bahan pembantu,pada mesin yang sesuai
dengan menggunakan tekanan tinggi. Tablet dapat memiliki bentuk silinder,kubus, batang
dan cakram serta bentuk seperti telur atau peluru.

ü Menurut FI edisi III 1979


Tablet adalah sediaan padat, dibuat secara kempa – cetak berbentuk rata atau cembung
rangkap, umumnya bulat mengandung satu jenis obat atau lebih dengan atau tanpa zat
tambahan. Zat tambahan yang digunakan dapat berfungsi sebagai zat pengisi, zat
pengembang, zat pengikat, zat pelican, zat pembasah atau zat lain yang cocok.

ü Menurut The Art,Science, and Tecnology of Pharmaceutical Compounding


The tablet is the most frequently prescribed commercial dosage form.

ü Menurut HUSA’A Pharmaceutical Dispensing


Tablet are solid dosageforms containing medicinal substanceswith or without suitable
diluents.

Keuntungan dan kerugian tablet

 Menurut Lachman : 644-646

Keuntungan tablet
a. Tablet merupakan sediaan yang tahan terhadap pemasukan (tamperproop).
b. Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh dan menawarkan kemampuan
terbaik dari semua bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta
variabilitas kandungan yang paling rendah.
c. Tablet merupakan bentuk sediaan yang ongkos pembuatannya paling rendah.
d. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling ringan dan paling kompak.
e. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling mudah dan mudah untuk
dikemas serta dikirim.
f. Pemberian tanda pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah tidak
memerlukan langkah pekerjaan tambahan bila menggunakan permukaan
yang bermonogram atau berhiasan timbul.
g. Tablet paling mudah ditelan serta paling kecil kemungkinan tertinggal di
tenggorokan, terutama bila bersalut yang memungkinkan pecah / hancurnya
tablet tidak segera terjadi.
h. Tablet bisa dijadikan produk dengan profil penglepasan khusus, seperti
penglepasan di usus atau produk lepas lambat.
i. Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang paling mudah untuk diproduksi
secara besar-besaran
j. Tablet merupakann bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran
kimia, mekanik, dan stabilitas mikrobiologi.

Kerugian tablet
a. Beberapa obat tidak dapat dikempa menjadi padat dan kompak pada
keadaan amorfnya, flakulasi, atau rendahnya berat jenis.
b. Obat yang sukar dipisahkan, lambat melarut, dosisnya cukupan atau tinggi,
absorbsi optimumnya tinggi melalui saluran cerna atau setiap kombinasi dari
sifat di atas, akan sukar atau tidak mungkin diformulasi dan dipabrikasi dalam
bentuk tablet yang masih menghasilkan biovailabilitas obat cukup.
c. Obat yang rasanya pahit, oabt dengan bau yang tidak dapat dihilangkan atau
obat yang beku terhadap oksigen atau kelembapan udara perlu pegapsulan
atau penyelubungan atau sebelum dikempa bila mungkin atau memerlukan
penyalutan dulu.

 Menurut parrot : 73-74

Keuntungan tablet
a. Tablet oral merupakan bentuk sediaan termudah yang dapat digunakan untuk
pengobatan sendiri dengan cara ditelan utuh dengan bantuan meminum
segelas air.
b. Ukuran tablet sebagian besar ditentukan oleh dosis, dimana seharusnya
diameter tablet tidak boleh melebihi 7/16 dan di saat dosis melebihi 500mg,
dosis terapeutik dan kedua tablet dan itu sudah mengandung dosis terapeutik
yang sesuai dengan yang diresepkan.
c. Untuk anak-anak dan bagi orang-orang yang merasa secara kejiwaan tidak
mungkin menelan tablet, tablet dapat dihancurkan dan dibasahi dengan air
terlebih dahulu sebelum pemberian.
d. Dapat dibuat tablet kunyah yang berasal dari bahan, dasar manihot atau
guisin yang dapat larut dan memiliki rasa manis dimana tablet dapat
diminum, dikunyah, atau dihancurkan didalam mulut.
e. Tablet dapat dilapisi atau disalut untuk menutupi rasa yang kurang
menyenangkan atau rasa pahit dengan cara diberi pelapis, pewarna, pembuat
tablet menarik perhatian anak-anak
f. Tablet memiliki bentuk yang kompak dan mudah untuk dikemas serta di
transfer atau disalurkan pada apotik.
g. Pasien dengan mudah dapat memecahkan tablet yang memiliki dosis tinggi
menjadi dosis yang lebih kecil dengan tablet dibagi dua.
h. Tablet sering dipasarkan dengan harga yang terjangkau karena metode
produksinya secara missal dan digunakan untuk meningkatan produksi dan
mengurangi biaya tenaga kerja.

Kerugian tablet
a. Tablet semua dan obat harus disimpan diluar jangkauan anak-anak untuk
menjaga terjadinya suatu kecelakaan karena menurut meraka tablet tersebut
adalah permen
b. Banyak orang yang sukar menelan obat dalam bentuk tablet karena rasanya
atau baunya
c. Beberapa obat tidak dapat dikempa menjadi padat dan kompak

 Menurut Dom Martin :781-782

Keuntungan tablet
a. Rasa pahit atau rasa yang tidak enak dari tablet dapat di tutupi dengan
membuat lpisan pelindung yang sesuai
b. Dosis tablet dapat diatur secara akurat
c. Tablet tidak mengandung alkohol-alkohol yang sering digunakan untuk
pengobatan daya larut dan stabilitas dari pengobatan.
d. Tablet dapat disesuaikan dengan berbagai dosis oleh karena itu konsentrasi
yang sesuai akan memudahkan dokter dan apoteker untuk member
penjelasan pada pasien.
e. Kenyamanan dalam penggunaan tablet dapat diperlihatkan karena tablet
merupakan suatu bentuk sediaan yang efisien dan praktis.
f. Tablet lebih disukai oleh apoteker sebab dari peracikan, pembungkusan,
pembagian lebih mudah dilakukan.
g. Tablet juga memberi kenyamanan pada pabrik dalam memproduksinya.

Kerugian tablet
a. Didalam merancang dan melaksanakan pembuatan tablet terdapat
keterbatasan persyaratan seperti sifat fisik, kimia, efek terapeutika, yang
dimiliki oleh segolongan kecil bahan-bahan yang merugikan.
b. Sebagian besar kerugian yang nyata adalah pengolahan dari beberapa
individu yang secara phisiologi sukar menelan atau meminum tablet.

Jenis-jenis tablet
- Menurut Ansel : 246
a. Tablet kompresi
Yaitu tablet kompresi dibuat dengan sekali tekanan menjadi berbagai bentuk
tablet dan ukuran, biasanya ke dalam bahan obatnya, diberi tambahan
sejumlah bahan pembantu antara lain : pengisi, pengikat atau perekat,
penghancur, antirekat, pelincir, atau zat pelincir dan bahan tambahan lain.
b. Tablet kompresi ganda
Yaitu tablet kompresi berlapis dalam pembuatannya memerlukan lebih dari
satu tekanan.
c. Tablet salut gula
Tablet kompresi ini mungkin diberi lapisan gula berwarna dan mungkin juga
tidak, lapisan ini larut dalam air dan cepat terurai begitu ditelan.
d. Tablet diwarnai coklat
Yaitu lapisan coklat merupakan hal yang penting dalam sejarah karena
diwaktu itu hanya coklat yang di pakai untuk menyalut untuk dan mewarnai
tablet
e. Tablet salut selaput
Tablet kompresi ini disalut dengan selaput tipis dari polimer yang larut atau
tidak larut dalam air maupun membentuk lapisan yang meliputi tablet.
f. Tablet salut enterik
Adalah tablet yang disalut dengan lapisan yang tidak melarut atau hancur
dilambung tapi di usus.
g. Tablet sublingual atau bukal
Yaitu tablet yang disisipkan dipipih dan dibawah lidah biasanya berbentuk
datar, tablet oral yang direncanakan larut dalam kantung pipih atau dibawah
lidah untuk diabsorbsi melalui mukosa oral.
h. Tablet kunyah
Lembut segera hancur ketika dikunyah atau dibiarkan melarut dalam mulut,
menghasilkan dasar seperti krim dari mannitol yang berasa dan berwarna
khusus.
i. Tablet effervescent
Yaitu tablet berbuih dibuat dengan cara kompresi granul yang mengandung
garam effervescent atau bahan-bahan lain yang mampu melepaskan gas
ketika bercampur dengan air.
j. Tablet triturat
Tablet ini bentuknya kecil dan biasanya silinder dibuat dengan cetakan (MTT)
atau dibuat dengan kompresi (CTT), dan biasanya mengandung sejumlah
kecil obat keras.
k. Tablet hipodermik
Yaitu tablet untuk membuat dimasukkan dibawah kulit, merupakan tablet
triturate, asalnya dimasukkan untuk digunakan oleh dokter dalam membuat
larutan parenteral secara mendadak.
l. Tablet pembagi
Yaitu tablet untuk membuat resep lebih tepat disebut tablet campuran, karena
para ahli farmasi memakai tablet ini untuk pencampuran dan tidak pernah
diberikan kepada pasien sebagai tablet itu sendiri.
m. Tablet dengan penglepasan terkendali
Yaitu tablet dan kapsul yang penglepasan obatnya secara terkendali.

 Menurut FI III : 6
a. Tablet bersalut
Adalah tablet yang disalut dengan zat penyalut yang cocok untuk maksud
dan tujuan tertentu.
b. Tablet bersalut gula, disingkat tablet salut gula
Adalah tablet yang disalut dengan larutan gula atau zat lain yang cocok
dengan atau tanpa penambahan zat warna.
c. Tablet bersalut kempa
Adalah tablet yang disalut secara kempa cetak dengan massa granulat yang
terdiri dari laktosa kalium fosfat, atau zat lain yang cocok.
d. Tablet bersalut selaput
Adalah tablet yang disalut dengan lapisan yang dimuat dengan cara
pengendapan zat penyalut dari pelarut yang cocok.
e. Tablet bersalut enterik
Adalah tablet yang disalut dengan zat penyalut yang relatif tidak larut dalam
asam lambung, tetapi larut dan hancur dalam lingkungan basa usus halus.

- Menurut FI IV : 4
a. Tablet cetak
Dibuat dengan cara menekan massa serbuk lembab dengan tekanan rendah
kedalam tabung cetakan.
b. Tablet triturat
Merupakan tablet cetak atau kempa berbentuk kecil, umumnya silindris
digunakan untuk memberikan jumlah terukur yang tepat untuk peracikan obat.
c. Tablet hipodermik
Adalah tablet cetak yang dibuat dari bahan yang mudah melarut atau melarut
sempurna dalam air, dulu umumnya digunakan untuk membuat sediaan
injeksi hipodermik.
d. Tablet bukal
Digunakan dengan cara meletakkan tablet di antara pipih dan gusi, sehingga
zat aktif diserap secara langsung melalui mukosa mulut.
e. Tablet sublingual
Digunakan dengan cara meletakkan tablet di bawah lidah, sehingga zat aktif
diserap secara langsung melalui mukosa mulut.
f. Tablet effervescent
Yang larut dibuat dengan cara dikempa, selain zat aktif juga mengandung
campuran asam (asam nitrat, asam tartrat) dan natrium bikarbonat, yang jika
dilarutkan dalam air akan menghasilkan karbondioksida.

- Menurut Lachman : 707-701


a. Tablet yang digunakan melalui mulut
1) Tablet kempa atau tablet kempa standar
Tablet yang tidak disalut standar dibuat dengan pencetakan dan
menggunakan salah satu dari ketiga metode dasar dari pembuatan tablet
yaitu granulasi basah, pencetakan ganda atau pencetakan langsung.
2) Tablet kempa ganda
Ada dua kelompok tablet dikempa beberapa kali yaitu : tablet berlapis dan
tablet yang disalut dengan pengempaan.
3) Tablet dengan kerja berulang dan batasan-batasan yang berdasarkan
pada pengosongan lambung yang tidak dapat dikontrol dan tidak dapat
diramalkan, sudah disebutkan diatas.
4) Tablet aksi diperlama dan tablet salut enteric
Bentuk sediaan tablet aksi diperlama dimasukkan untuk melepas obat
sesudah penundaan beberapa lama atau setelah tablet melalui satu
bagian saluran cerna kebagian lainnya.
5) Tablet salut gula dan tablet salut coklat
Tablet yang disalut dengan coklat sebetulnya sudah kuno. anak-anak
mudah salah sangka, dikiranya permen. Tablet yang disalut dengan gula
yang menyebabkan kerugian yang serupa.

b. Tablet yang digunakan dalam rongga mulut


- Tablet bukal dan sublingual
Kedua jenis tablet ini dimaksudkan untuk diletakkan di dalam mulut, agar
dapat melepaskan obatnya sehingga diserap langsung oleh selaput lendir
mulut.
- Troches dan lozenges (tablet isap)
Kedua jenis tablet ini adalah bentuk lain dari tablet untuk pemakaian
dalam rongga mulut.
- Kerucut gigi (dental cones)
Dental cones adalah suatu bentuk tablet yang cukup kecil, dirancang
untuk ditempatkan di dalam akar gigi yang kosong setelah pencabutan
gigi.
c. Tablet-tablet yang diberikan dengan cara lain
1. Tablet implantasi
Tablet implantasi atau tablet depo dimaksudkan untuk ditanam dibawah
kulit manusia atau hewan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan efek
obat dalam jangka waktu yang lama, berkisar dari suatu bulan sampai
satu tahun.
2. Tablet vaginal
Tablet vaginal atau tablet yang disisipkan dimaksudkan agar dapat larut
secara perlahan-lahan dan melepaskan obat yang terkandung di
dalamnya ke rongga vagina.

d. Tablet yang digunakan untuk membuat larutan


a) Tablet effervescent
Tablet effervescent dimaksudkan untuk menghasilkan larutan secara
cepat dengan menghasilkan CO2 secara serentak.
b) Tablet dispensing (DT)
Tablet dispensing dimaksudkan untuk ditambahkan ke dalam air dengan
volume tertentu oleh ahli farmasi atau konsumen untuk mendapatkan
suatu larutan obat dengan konsentrasi tertentu.
c) Tablet hipodermik
Tablet hipodermik terdiri dari satu obat atau lebih dengan bahan-bahan
yang dapat segera larut dalam air dan dimaksudkan untuk ditambahkan
ke dalam air yang steril atau untuk injeksi.
d) Tablet triturasi (TT)
Tablet triturasi biasanya kecil dan silindris dibuat dengan menuang atau
dengan mengempa.

Kesimpulan
Jenis-jenis tablet
Tablet kompresi, tablet salut, tablet kunyah, tablet sublingual, tablet effervescent,
tablet triturate, tablet hipodermik, tablet bagi, tablet isap, tablet implantasi, tablet
vaginal, tablet dispensing.

Komponen Tablet

Komponen atau formulasi tablet kempa terdiri dari zat aktif bahan pengisi, bahan pengikat,
desintegran, dan lubrikan, dapat juga mengandung bahan pewarna, yang diabsorpsikan pada
alumunium hidroksida yang tidak larut yang di izinkan pada pengaroma dan bahan pemanis.

1. Zat aktif
Secara luas obat atau bahan aktif yang diberikan secara oral dalam bentuk tablet
dikelompokkan menjadi :
a. Zat Aktif Tidak Larut Air (Insoluble Drugs)

Zat ini cenderung digunakan untuk memberikan efek lokal pada saluran pencernaan
(seperti antasida dan adsorben).

b. Zat Aktif Larut Air (Suluble Drugs)

Zat ini cenderung digunakan untuk memberikan efek sistemik dengan terdisolusi dan
terabsorpsi pada usus.

2. Eksipien atau bahan tambahan.


Eksipien adalah zat yang bersifat inert secara farmakologi yang digunakan sebagai zat
pembantu dalam formulasi tablet untuk memperbaiki sifat zat aktif, membentuk tablet
dan mempermudah teknologi pembuatan tablet. Eksipien harus memiliki kriteria sebagai
berikut :

a. Bahan pengisi (diluent)

Berfungsi untuk memperbesar volume massa agar mudah di cetak atau di buat. Bahan
pengisi di tambahkan jika zat aktif sedikit sulit dikempa biasanya digunakan
Saccharum lactis, Amylum manihot, calcii phospas, calcii carbonas dan zat lain yang
cocok.

b. Bahan pengikat (binder)

Dimaksudkan agar tablet tidak pecah atau retak, dapat [Link] yang
digunakan adalah mucilago Gummi Arabici 10 -20 % (panas solutio
Mythylcellulosum 5%).

c. Bahan penghancur/pengembang(disintegrant)

Dimaksudkan agar tablet dapat hancur dalam [Link] yang digunakan adalah
amilum manihot kering, gelatinum, agar – agar, natrium alginat.

d. Bahan pelicin (lubrikan/lubricant)

berfungsi mengurangi gesekan selama proses pengempaan tablet dan juga berguna
untuk mencegah massa tablet melekat pada cetakan(matrys). Biasanya digunakan
talkum 5 %,Magnesium stearas,Acidum Stearicum.

e. Perbaikan Aliran atau Glidan

Bahan yang dapat meningkatkan kemampuan, mengalir serbuk, umumnya di gunakan


dalam kempa langsung tanpa proses granulasi. misal: silika pirogenik koloidal.
f. Bahan Penyalut

Untuk maksud dan tujuan tertentu tablet disalut dengan zat penyalut yang
cocok,biasanya berwarna atau tidak.

3. Adjuvant

Adjuvant adalah zat tambahan dalam formula sediaan obat yang ditambahkan dalam jumlah
kecil untuk maksud pemberian warna, penawar bau, dan [Link] :

1. Bahan pewarna (coloris agent)

Berfungsi untuk menutupi warna obat yang kurang baik, identifikasi produk, dan untuk
membuat suatu produk lebih menarik.

Tabel Jenis pewarna (sintetik yang biasa digunakan)

Pewarna Nama umum


Red 3 Erytrosine
Red 40 Allura red AC
Yellow 5 Tartrazine
Yellow 6 Sunset Yellow
Blue 1 Brilliant Blue

1. Pemanis dan pemberi rasa (Sweetners dan Flavor)

Penambahan pemanis dan pemberi rasa biasanya hanya untuk tablet-tablet kunyah, hisap,
buccal, sublingual, effervesen dan tablet lain yang dimaksudkan untuk hancur atau larut di
mulut.

Tabel beberapa pemanis yang biasa digunakan

Pemanis Alami Pemanis Sintetis atau Buatan


Mannitol Sakarin
Lactosa Siklamat
Sukrosa Aspartame
Dektrosa

Common questions

Didukung oleh AI

Formulating certain drugs into tablets poses challenges such as low compressibility, moisture sensitivity, and taste masking. Drugs with a high dosage and low density may not compact well, requiring modified processing techniques like wet granulation to enhance compressibility . Moisture-sensitive drugs need careful selection of excipients and protective coatings to prevent degradation . Unpleasant flavors or odors can be addressed by adding flavors or encapsulating the tablets with taste-masking coatings . For drugs with slow dissolution rates, enhancing solubility through micronization or using disintegrants can improve bioavailability . Addressing these challenges often requires innovative formulation and process adjustments.

The choice of tablet type significantly influences drug absorption mechanisms. Oral tablets like immediate-release formulations dissolve rapidly, allowing absorption primarily in the stomach and upper small intestine . Sublingual and buccal tablets enable direct absorption through the mucosa into the bloodstream, bypassing hepatic metabolism and offering faster onset of action . Enteric-coated tablets release their contents in the intestines, preventing drug degradation in the stomach and reducing gastric irritation . Modified-release tablets control the drug release rate, optimizing absorption at predetermined intervals and enhancing therapeutic efficacy . Thus, the selection of tablet type can tailor drug release profiles to specific therapeutic needs.

Selecting an appropriate tablet formulation requires consideration of factors such as drug properties, therapeutic requirements, and patient convenience. Drugs sensitive to stomach acid need enteric coatings to protect them until they reach the intestines . For drugs with poor water solubility, formulation techniques that enhance dissolution rates, such as using disintegrants or micronization, are important . Patient age and ability to swallow must also be considered; for example, chewable tablets or liquid formulations might be preferable for children . Regulatory and production feasibility, cost-effectiveness, and stability during shelf life also play crucial roles in selecting the optimal tablet formulation for a specific drug.

Optimizing tablet production and formulation involves streamlining manufacturing processes, selecting cost-effective materials, and enhancing patient-centric design. Employing direct compression can reduce processing steps, lowering production costs and enhancing consistency in tablet formation . Using excipients that perform multiple roles, such as binders that also act as disintegrants, can simplify formulations and reduce material costs . Consumer satisfaction can be improved by employing palatable coatings for taste masking and designing user-friendly forms such as fast-dissolving tablets for easy administration . Additionally, automation and scale-up strategies in manufacturing can enhance production efficiency and reduce labor costs, fostering greater cost-effectiveness while maintaining quality standards.

The processes of tablet production, such as wet granulation, compression, and encapsulation, significantly influence the properties of the final product. Wet granulation involves moistening the powder blend to form granules, offering uniform particle size and improved compression characteristics, which enhances tablet hardness and dissolution profiles . Compression directly affects the tablet's uniformity and mechanical strength, which are crucial for ensuring consistent dosage delivery . Encapsulation, used primarily in tablet coatings, can protect drugs from degradation due to environmental exposure and mask unpleasant tastes, improving patient compliance . These varied processes ensure the optimization of mechanical, chemical, and performance characteristics in the final tablet.

Tablet coatings serve multiple roles in drug delivery systems. They provide a protective layer to safeguard the active ingredients from light, moisture, and air, thus extending the shelf life . Enteric coatings ensure the tablet passes through the stomach and releases the drug in the intestines, beneficial for drugs degraded by stomach acid or irritating to the stomach lining . Coatings can also be used to mask bitter tastes, improving patient compliance, and to create visually appealing products . Furthermore, coatings can facilitate controlled drug release, ensuring a sustained therapeutic effect and enhancing the efficiency of the treatment regimen.

The advantages of tablets, such as tamper resistance, low production cost, ease of packaging and transport, and the ability to produce controlled-release profiles, contribute positively to patient compliance and drug stability . Tablets are also lightweight and compact, making them convenient for patients to handle and swallow . However, disadvantages such as difficulties in compressing certain drugs and issues with taste or odor adversely affect compliance . Additionally, certain drugs, due to slow dissolution rates or complex absorption profiles, might not be suitable for tablet formulation without affecting bioavailability . Overall, while tablets offer stability in storage and ease of administration, their limitations can hinder patient adherence if not properly addressed.

Tablet formulations involve various excipients that serve different roles. Fillers such as incipient matters like Saccharum lactis, Amylum manihot, and calcii phosphates are used to increase mass . Binders like Gummi Arabici and Methylcellulosum ensure tablets do not break apart before use . Disintegrants such as dry Amylum manihot and gelatin help tablets dissolve properly in the body . Lubricants like talkum and magnesium stearate minimize friction during tablet formation . Glidants enhance powder flow, aiding in efficient tablet production . These excipients collectively aid in the manufacturing process and maintain tablet integrity until ingestion.

The definitions of tablets according to various guidelines highlight key differences in their formulation and production. FI Edisi IV and USP 26 define tablets as solid preparations containing medicinal substances with or without excipients, focusing on the incorporation of these substances into a solid dosage form . The British Pharmacopeia emphasizes the dosage and uniformity of particles . National Formulary Edisi II describes tablets as compact forms made by compression molding, specifically mentioning their typical flat or convex cylindrical shapes . Ansel IV highlights the addition of pharmaceutical excipients appropriate for formulation . The primary variations lie in the emphasis on the manufacturing process and the inclusion of excipients, alongside the shape and dosage considerations.

Excipients used in tablet formulation must possess several essential qualities. They should be pharmacologically inert, ensuring no interaction with active drug components that could alter efficacy . Excipients like fillers need to have appropriate bulk to provide sufficient volume for compaction . Binders must impart adequate mechanical strength without causing tablet brittleness . Disintegrants need to promote rapid dissolution upon ingestion for efficient drug release . Lubricants should minimize friction during tablet processing without affecting tablet integrity . Additionally, all excipients must be compatible with other formulation components and stable under storage conditions to ensure consistent tablet performance.

Anda mungkin juga menyukai