0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan8 halaman

Tahapan MDLC dalam Virtual Tour

Dokumen tersebut membahas tentang perancangan website virtual tour dengan menggunakan teknologi virtual reality dan algoritma Dijkstra untuk memudahkan pengguna dalam mengenal Program Studi Teknik Informatika di Politeknik Negeri Lhokseumawe. Tujuan dari website ini adalah memudahkan mahasiswa, calon mahasiswa, dan orang tua dalam mengetahui ruangan dan fasilitas di kampus melalui akses website. Metode perancangan yang digunakan adalah Multimedia Development Life

Diunggah oleh

Ajiyr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan8 halaman

Tahapan MDLC dalam Virtual Tour

Dokumen tersebut membahas tentang perancangan website virtual tour dengan menggunakan teknologi virtual reality dan algoritma Dijkstra untuk memudahkan pengguna dalam mengenal Program Studi Teknik Informatika di Politeknik Negeri Lhokseumawe. Tujuan dari website ini adalah memudahkan mahasiswa, calon mahasiswa, dan orang tua dalam mengetahui ruangan dan fasilitas di kampus melalui akses website. Metode perancangan yang digunakan adalah Multimedia Development Life

Diunggah oleh

Ajiyr
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi informasi yang meningkat pesat tiap harinya, memunculkan


banyak inovasi baru salah satunya adalah inovasi perkembangan teknologi pada sektor promosi
ataupun pengenalan suatu lokasi. Dengan adanya Virtual Tour merupakan simulasi dari suatu
tempat yang benar -benar ada. Bagi mereka yang ingin mencari ruang tertentu pada Program Studi
Teknik Informatika harus datang terlebih dahulu untuk mengetahui dimana ruangan tersebut dan
juga mengetahui kondisinya serta fasilitasnya. Virtual tour ini akan memudahkan bagi mahasiswa
baru, calon mahasiswa dan orang tua mahasiswa untuk mengetahui ruangan dan fasilitas yang ada
dengan hanya mengakses website kemudian melakukan pencarian pada menu search , lalu akan
diarahkan ke ruangan yang dituju dari titik awal melalui Virtual Tour lengkap dengan navigasi
arahnya.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di bahas pada sub bab 1.1, maka dapat dirumuskan
permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana cara merancang dan membuat web Virtual Tour dengan tampilan yang user
friendly, navigasi yang jelas dan memiliki informasi yang baik.
2. Bagaimana menerapkan algoritma Dijkstra dan metode Multimedia Development Life
Cycle (MDLC) dan Virtual Reality Photography (VRP) dalam sistem ini.
Bagaimana menambahkan fitur pencarian pada website Virtual Tour agar memudahkan
pencarian lokasi.

Batasan Masalah
Adapun batasan masalah dari penelitian ini dibuat bertujuan agar bahasan berfokus pada
tujuan yang diharapkan, maka penulis membatasi permasalahan penelitian pada beberapa poin,
yaitu:

1. Website ini berisi informasi hanya pada Program Studi Teknik Informatika Politeknik Negeri
Lhokseumawe
2. Website Virtual Tour ini akan dapat diakses oleh semua orang, terutama calon mahasiswa,
mahasiswa, orang tua mahasiswa namun tetap bersifat dinamis untuk keperluan penambahan
data dan lokasi.
3. Foto panorama 360 derajat yang digunakan diambil menggunakan aplikasi Google Camera.
4. Sistem ini dirancang dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP, HTML, Javascript,
CSS dan MySQL.
5. Metode perancangan yang digunakan untuk pembuatan website ini adalah Multimedia
Development Life Cycle (MDLC).

Tujuan
Adapun Tujuan akhir dari penelitian ini adalah :

1. Memudahkan bagi mahasiswa baru, calon mahasiswa dan orang tua mahasiswa untuk mengenal
kawasan Program Studi Teknik Informatika dengan hanya mengakses website.
2. Pengembangan dari sistem informasi denah Program Studi Informatika agar lebih baik dan inovatif.

Manfaat
Manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Dengan adanya web Virtual Tour ini akan membantu bagi mahasiswa baru, calon mahasiswa dan
orang tua mahasiswa untuk mengetahui ruangan dan fasilitas yang ada dengan hanya mengakses
website untuk menjelajahi seputaran Program Studi Teknik Informatika tanpa harus datang ke
Politeknik Negeri Lhokseumawe dan melihat denah tercetak.
2. Pengguna website Virtual Tour akan merasakan sensasi nyata, seakan–akan berada di ruangan
ketika foto tersebut diambil dengan tampilan panorama 360 derajat, bahkan sebelum pengguna
masuk kedalam ruangan tersebut.
Road Map

Penulis Tahun Judul Hasil

Fli Yana Fitri 2013 Sistem Informasi Dilakukan kuisioner dengan jumlah
Lokasi Gedung responden yang menjawab 2
Dan pertanyaan. Hasil yang diperoleh
Ruang setelah menggunakan aplikasi ini
Menggunakan terdapat 90 persen dari responden
Algoritma Dijkstra yang menjawab aplikasi mudah
(Studi Kasus digunakan. Responden yang
Kampus menjawab aplikasi membantu
Politeknik Negeri mengetahui jalur terdekat ada 95
Lhokseumawe) persen. Pada percobaan yang
dilakukan menunjukkan bahwa jumlah
rata – rata perbedaan sistem adalah
0,15 persen.

Rosihan Arbi Said dan 2016 Rancang Bangun Dengan mempresentasikan informasi
Muhammad Siddik Website Virtual dalam bentuk gambar panorama 360
Hasibuan Tour 360° Cagar derajat dapat menambah wawasan
Budaya pengguna tentang teknik photography
Kota Medan terbarukan dan juga memudahkan
pengguna untuk menerima dan
memahami apa yang ingin
disampaikan. Teknologi Virtual Reality
Photography ini akan semakin
memudahkan masyarakat dalam hal
mengenal lingkungan sekitar lokasi
yang dijadikan objek foto. Website ini
dibuat untuk memudahkan
masyarakat untuk melihat secara
detail kondisi lingkungan disekitar
lokasi wisata dan juga meningkatkan
minat membaca bagi masyarakat.
Mamay Syani dan 2017 Virtual Tour Dengan adanya Virtual Tour di
Fadli Rahman Interaktif Politeknik TEDC Bandung maka calon
Panorama 360° mahasiswa, orang tua mahasiswa dan
Berbasis Web Di bahkan yang ingin
Politeknik TEDC mengetahui tentang fasilitas yang
Bandung Studi ada di kampus mereka hanya
Kasus Program mengakses website kampus untuk
Studi Teknik menjelajahi seputaran kampus
Informatika Politeknik TEDC Bandung.

Helga Aditya Rizqi 2016 Implementasi Hasil dari penerapan algoritma


Geovani Algoritma Dijkstra untuk pencarian rumah
Dijkstra Untuk ibadah memiliki akurasi tinggi.
Mengetahui Dimana lokasi rumah ibadah umat
Lokasi Tempat muslim dapat dengan mudah
Ibadah Umat ditemukan dengan rute terpendek.
Muslim Di Kota Berdasarkan percobaan yang
Malang Pada dilakukan terdapat 4 opsi rute yang
Aplikasi Mobile ditemukan dari opsi tersebut rute
Phone yang terpendeklah yang di pilih
oleh sistem.
(Studi Kasus
Tempat Ibadah
Di Wilayah
Kecamatan
Lowokwaru)
Riyadhush Sholichin 2012 Implementasi Algoritma Dijkstra dapat di
dan Algoritma implementasikan dalam Pencarian
Mohamad Yasindan Dijkstra Dalam Lintasan Terpendek Lokasi Rumah
Lucky Tri Oktoviana Pencarian Sakit, Hotel dan Terminal Kota
Lintasan Malang Berbasis Web diawali
Terpendek dengan perencanaan pembuatan
Lokasi Rumah program selanjutnya dilakukan
Sakit, Hotel Dan pembangunan web dan diakhiri
Terminal Kota dengan publikasi web.
Malang Berbasis
Web
Virtual Reality
Menurut Shaomei Wu (2005). Virtual Reality adalah teknologi yang powerfull dan menarik
yang bertujuan untuk meniru dunia nyata dengan lingkungan yang dihasilkan oleh komputer dan
melibatkan semua indra. Pengguna bisa masuk dan mengalami lingkungan yang digital secara real-
time, merasa seperti berada di sana sungguhan.
Virtual Tour
Menurut Shaomei Wu (2005). Virtual Tour adalah teknologi simulasi sebuah lokasi,
biasanya menggunakan video atau gambar. Selain itu dapat dikembangkan dari media foto
panorama yang memiliki pandangan yang tak terputus. Semua teknik tersebut digunakan untuk
mengembangkan Virtual Tour yang berasal dari realitas virtual yang dibuat oleh komputer untuk
menghasilkan pengalaman dunia maya.
2.5 Multimedia Development Life Cycle (MDLC)
Metodologi yang digunakan adalah MDLC (Multimedia Development Life Cycle)
bersumber dari Luther (1994) dijelaskan oleh Sutopo dalam Aplikasi Multimedia dalam
pendidikan, yang terdiri atas 6 tahapan yaitu :

Gambar 2.1 Tahapan pengembangan metodologi MDLC


Sumber : Sutopo, Ariesto Hadi.(2003)

Tahapan MDLC terdiri dari 6 fase, yaitu :


1. Concept
Tahap concept (pengonsepan) adalah tahap untuk menetukan tujuan dan siapa
pengguna program (identifikasi audiens).
2. Design
Design (perancangan) adalah tahap pembuatan spesifikasi mengenai arsitektur program,
gaya, tampilan, dan kebutuhan material/bahan untuk program.

3. Material Collecting
Material Collecting adalah tahap pengumpulan bahan yang sesuai dengan kebutuhan yang
dikerjakan.

4. Assembly
Tahap assembly adalah tahap pembuatan semua obyek atau bahan multimedia.
Pembuatan aplikasi didasarkan pada tahap design, seperti storyboard, bagan alir, dan/atau
struktur navigasi.

5. Testing
Tahap Testing (pengujian) dilakukan setelah menyelesaikan tahap pembuatan (assembly)
dengan menjalankan aplikasi/program dan melihatnya apakah ada kesalahan atau tidak.

6. Distribution
Pada tahap ini, aplikasi akan disimpan dalam suatu media penyimpanan. Jika media
penyimpanan tidak cukup untuk menampung aplikasinya, kompresi terhadap aplikasi tersebut
akan dilakukan.
2.6 Panorama 360°
Panorama adalah beberapa gambar/foto dan digabungkan bersama-sama dengan
menggunakan media digital untuk mendapatkan gambar/foto yang jauh lebi besar dan luas
dengan skala atau ukuran serta detail yang tidak bisa dilakukan oleh pemotretan standar
[[Link], 2012].
Algoritma Dijkstra
Algoritma Dijkstra adalah suatu algoritma yang ditemukan oleh Edsger Wybe Dijkstra pada
tahun 1959 yang dimana algoritma ini berfungsi menentukan rute terpendek.

Metode Dijkstra menurut pakar komputer dan ahli matematika adalah :

1. Metode Dijkstra adalah suatu metode yang namanya sesuai dengan nama penemunya
yaitu Edsger Dijkstra dimana metode ini digunakan untuk memecahkan masalah pencarian
rute terpendek antara tiap lokasi yang dihubungkan oleh jalur, dimana jarak antara jalur
bukan nilai negatif. (Cormen dkk, 1990)
Diskripsi matematis untuk grafik dapat diwakili G = {V. E}, yang berarti sebuah grafik (G)
didefenisikan oleh satu set simpul (Vertex = V) dan koleksi Edge (E). Dan menggunakan
perhitungan Minimum Value = Min(DestValue,MarkedValue EdgeWeight. Untuk menentukan rute
terpendek menggunakan metode Backtracking.
3.1 Alur Penelitian

Persiapan Penelitian

Identifikasi Latar Belakang Perumusan Tujuan


Masalah Masalah Masalah

1. Ensiklopedia
2. Multimedia Development Life Cycle Studi Pustaka
3. Virtual Reality Photography
4. Usecase Diagram
5. Activity Diagram
6. Pemograman PHP, HTML
7. Pemograman JavaScript

Pengolahan Data
1. Pengolahan foto panorama Pengumpulan Data
menjadi bentuk 360 derajat
view.
1. Data foto
2. Pengolahan Jarak menjadi 2. Data jarak ruangan
bobot graf 3. Data Denah
3. Data denah menajadi node

Pembuatan
Perancangan Metode MDLC
1. Implementasi Metode
1. Concept
Multimedia Development Life
2. Design Cycle pada sistem
3. Material Collecting 2. Implementasi Algoritma
4. Assembly Dijkstra pada sistem
5. Testing 3. Pembuatan script program
6. Destribution
Penutup Pengujian
Kesimpulan dan Saran
Pengujian tingkat keberhasilan
sistem dan kegagalan sistem serta
perbaikan

Anda mungkin juga menyukai