SURAT KEPUTUSAN
NOMOR: 075/ SK/ DIR / V / 2018
TENTANG
PANDUAN PELAYANAN SENTRAL STERILISASI
DI INSTALASI PUSAT STERILISASI (CSSD)
Menimbang : a. bahwa dalam upaya mencegah infeksi di
Rumah Sakit, dipandang perlu dilaksanakan
Sentra Sterilisasi di CSSD
b. bahwa Pedoman dan Tatalaksana Pelayanan
Sentra Sterilisasi di CSSD perlu ditetapkan
dengan Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit
Umum Syifa Medika Kota Banjarbaru.
Mengingat : 1. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor
29 tahun 2004 tentan Praktik Kedokteran;
2. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor
32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah,
berikut perubahan – perubahannya;
3. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor
36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
4. Undang – Undang Republik Indonesia Nomor
44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 1996
tentang Tenaga Kesehatan;
6. Keputusan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 1333/ Menkes/ SK/ XII/ 1999
tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit
MEMUTUSKAN
Menetapkan :
KESATU : Memberlakuan Pedoman dan Tatalaksana Sentra
Sterilisasi di CSSD RSU Syifa Medika Kota
Banjarbaru seperti pada lampiran surat keputusan
ini
KEDUA : Lampiran Surat Keputusan ini merupakan satu
kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan surat
keputusan ini
KETIGA : Pedoman dan Tatalaksana Sentra Sterilisasi di
CSSD agar dilaksanakan dengan baik dan penuh
tanggung jawab
KE EMPAT :
Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal
ditetapkan.
KELIMA :
Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Banjarbaru
Pada tanggal 17 Mei 2018
Oleh DIrektur RSU Syifa Medika
Dr. Annisa Fitria
NIP 05102016003
Lampiran
DIREKTUR RSU SYIFA MEDIKA KOTA BANJARBARU
TENTANG :
KEBIJAKAN PELAYANAN STERILISASI DI INSTALASI SENTRA
STERILISASI
(CSSD = CENTRAL SUPPLY AND STERILIZATION DEPARTEMEN)
1. Pelayanan sterilisasi untuk memenuhi kebutuhan alat kesehatan
dan instrument steril diseluruh unit kerja yang membutuhkannya
dilakukan di Instalasi Sentra Sterilisasi (CSSD = Central Supply and
Sterilization Departemen)
2. Tujuan pelayanan sterilisasi adalah :
a. mencegah terjadinya infeksi nosokomial
b. melayani proses sterilisasi alat dan instrument baik dari dalam
maupun dari luar RSU Syifa Medika Kota Banjarbaru
c. menyediakan dan melayani alat dan instrument steril untuk
permintaan kamar bedah, ruang rawat dan unit lain yang
membutuhkan.
3. Semua instrumen/alat bekas pakai diserahkan ke Instalasi Sentra
Sterilisasi (CSSD)
4. Penerimaan barang didokumentasikan dalam buku penerimaan
yang memuat :d
a. No
b. Jam penerimaan
c. Asal Ruangan
d. Jumlah barang yang diserahkan
e. Jenis barang yang diserahkan
f. Petugas ruangan yang menyerahkan
g. Petugas CSSD yang menerima
5. Pengambilan barang/alat didokumentasikan dalam buku
pengambilan yang memuat :
a. No
b. Jam pengambilan
c. Asal Ruangan
d. Jumlah barang yang diambil
e. Jenis barang yang diambil
f. Petugas ruangan yang mengambil
g. Petugas CSSD yang menyerahkan
6. Petugas CSSD yang melakukan pencucian wajib memakai APD :
a. Apron
b. Topi
c. Masker
d. Kacamata
e. Sarung Tangan karet sampai sikut
f. Sepatu boot
7. Sebelum pencucian alat/instrument dilakukan “Pre Cleaning”
dengan air mengalir, selanjutnya di rendam dengan air
demineralisasi selama 10 menit dengan memakai enzyme
disinfector atau cairan chlorine 0,5%.
8. Dekontaminasi manual dilakukan dengan mempergunakan sikat
Plastik, tidak diperkenankan dengan sikat kawat/logam.
9. Penyusunan Instrumen/alat dalam mesin washer sesuai tray/rak
yang tersedia :
a. Rak 1 untuk Bedah Umum
b. Rak 2 untuk Bedah Ortopedi
c. Rak 3 untuk obgyn/kandungan
d. Rak 4 untuk Bedah mulut
e. Rak 5 untuk alat mata/THT
10. Pengemasan barang/alat dengan memakai :
a. Linen 2 lapis
b. Wrapping Papper 2 lapis
c. Pouches/kertas kemas
d. Kertas perkamen/kertas sampul coklat
11. pemberian labeling dengan menggunakan adhesive tape
12. Dilakukan penyusunan dalam mesin sesuai bahan :
a. Instrumen/logam
b. Alat tenun
c. Karet
d. Plastik
13. Proses sterilisasi sesuai mesin yang digunakan :
a. Autoclave suhu 121℃
b. Dry Heat Sterilization 134℃
c. Plasma (Suhu rendah 37℃ - 55℃)
14. Instrumen/bahan steril steril disimpan ditempat/ruang penyimpanan
yang difasilitasi :
a. AC
b. Hygromanometer
c. Petugas memakai baju kerja
15. Penyimpanan dan pendistribusian alat kesehatan dan instrument
steril dilakukan berdasarkan system “FEFO” (First Expired, First
Out)
16. Ruangan/tempat penyimpanan barang steril harus memenuhi
syarat antara lain :
a. Suhu antara 18 - 22℃
b. Kelembaban antara 35 – 75%
c. Petugas memakai baju kerja
d. Tempat penyimpanan/rak terbuat dari stenless dan mobil.
17. Distribusi instrument/alat /bahan , dilakukan pendistribusian diambil
oleh masing-masing unit dan dilakukan pendokumentasian dalam
buku pengambilan yang didalamnya berisi :
a. No
b. Jam pengambilan
c. Asal Ruangan
d. Jumlah barang yang diambil
e. Jenis barang yang diambil
f. Petugas ruangan yang mengambil
g. Petugas CSSD yang menyerahkan
18. Dilakukan kontrol kualitas dengan menggunakan :
a. Indikator kimia/eksternal INDIKATOR dengan adhesive tape
b. Internal indikator
c. Bowie – Dick tes
d. Indikator Biologi.
19. Hasil pelaksanaan kontrol kualitas didokumentasikan antara lain :
a. Hari
b. Tanggal
c. Nama mesin
d. Hasil
e. Operator
20. Untuk Indikator Biologi bekerjasama dengan mikrobiologi RSU
Syifa Medika Kota Banjarbaru.
21. Semua yang berhubungan dengan pelayanan sterilisasi dibuatkan
SPO (Standar Prosedur Operaionalnya).
22. Maintenance pengelolaan air bersih dilakukan setiap 2 (dua) tahun
23. Uji kualitas air dilakukan tiap 6 bulan sekali bekerjasama dengan
instalasi sanitasi.
24. Sterilisasi ruangan dilakukan setiap 2 minggu sekali setiap hari
sabtu bekerjasama dengan instalasi Sanitasi.
25. Setiap kehilangan alat/barang di unit pemakai menjadi tanggung
jawab unit yang bersangkutan dan wajib menggantinya.
26. Semua alat kesehatan yang dapat disterilisasi ulang (Reuseable)
dan tidak dapat disterilisasi ulang adalah alat-alat yang telah
direkomendasikan oleh Panitia Pengendalian Infeksi RSU SYIFA
MEDIKA, antara lain :
A. Alat Kesehatan yang boleh disterilisasi ulang (Reusesable)
1. Gudel
2. Konektor ETT
3. ETT
4. Mucus extractor
5. Selang oksigen
6. Selang respirator
7. Nasal prong
8. T- piece
9. Com Respirator
10. Botol humidifier
11. Botol suction
12. Tubing ventilator
13. Cap vacuum ekstraksi
B. Alat kesehatan yang tidak boleh disterilisasi ulang
(Disposible)
1. Three way
2. Catheter urine bercabang
3. Spatel Plastik
4. Catheter suction
5. Sarung tangan
6. NGT/Magslang/Sonde
7. Inserter
8. Cyto brush
9. Silicon shunting
10. Semua bentuk catheter
SKEMA ALUR KERJA
PELAYANAN INSTALASI SENTRA STERILISASI (CSSD)
RSU SYIFA MEDIKA KOTA BANJARBARU
USER
PENERIMAAN ALAT
Tidak
SELEKSI/PENCATATAN
PENGEMASAN
LABELING
STERILISASI
KONTROL INDIKATOR Tidak
1X24 JAM
PENYIMPANAN RUANGAN DI
HUBUNGI
Ruangan
2X24 JAM
TIDAK
DISTRIBUSI
DIAMBIL,
STERIL ULANG