0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan15 halaman

Fungsi dan Desain Indirect Retainer

Dokumen tersebut membahas tentang indirect retainer pada gigi tiruan sebagian, termasuk faktor yang mempengaruhinya dan fungsi tambahannya. Indirect retainer berfungsi untuk mencegah pergerakan landasan gigi tiruan menjauhi jaringan lunak dengan mengaktivasi bagian-bagian rigid gigi tiruan. Lokasi dan jaraknya dari garis fulkrum, serta kekakuan konektornya mempengaruhi efektivitasnya. Indirect retainer juga

Diunggah oleh

errelyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan15 halaman

Fungsi dan Desain Indirect Retainer

Dokumen tersebut membahas tentang indirect retainer pada gigi tiruan sebagian, termasuk faktor yang mempengaruhinya dan fungsi tambahannya. Indirect retainer berfungsi untuk mencegah pergerakan landasan gigi tiruan menjauhi jaringan lunak dengan mengaktivasi bagian-bagian rigid gigi tiruan. Lokasi dan jaraknya dari garis fulkrum, serta kekakuan konektornya mempengaruhi efektivitasnya. Indirect retainer juga

Diunggah oleh

errelyo
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

Dalam pembuatan gigi tiruan tentu saja pasien maupun dokter mengharapkan protesa
dapat berfungsi dengan baik agar dapat mencapai tujuannya. Tujuan dari pembuatan gigi tiruan
sebagian lepasan antara lain pemulihan fungsi estetik, peningkatan fungsi bicara, perbaikan dan
peningkatan fungsi pengunyahan, pelestarian jaringan mulut yang tersisa, pencegahan migrasi
gigi, dan peningkatan distribusi beban kunyah.
Untuk dapat mencapai tujuan dari pembuatan gigi tiruan sebagian, ada hal-hal yang harus
diperhatikan dalam mendesain gigi tiruan diantaranya yaitu perluasan landasan, retensi,
stabilisasi, support.
Pada saat proses pengunyahan berlangsung, akan timbul berbagai gaya yang bekerja pada
basis gigi tiruan sebagian lepasan. Salah satu gaya tersebut adalah gaya oklusal. Gaya yang
timbul pada saat mastikasi mula-mula diterima oleh elemen tiruan , lalu diteruskan ke basis
untuk disalurkan ke jaringan pendukung. Akhirnya seluruh gaya oklusal diterima tulang rahang.
Pergerakan basis gigi tiruan kearah linggir sisa dapat dicegah oleh oklusal rest yang
ditempatkan pada gigi penyangga. Rangka geligi tiruan yang kuat dan juga penempatan rest
dengan tepat, maka gaya atau tekanan oklusal dapat disalurkan kepada gigi penyangga melalui
rest. Pada geligi tiruan sebagian lepasan Kennedy kelas I dan kelas II yang berujung bebas, tidak
seluruh gaya oklusal disupport gigi penyangga. Hal yang sama terjadi pula pada kelas III dan
kelas IV, keduanya tidak mendapat support penuh dari gigi penyangga, tapi support kombinasi.
Dalam kasus seperti ini pergerakan basis kearah linggir sisa dapat terjadi, karena tidak ada gigi
penyangga di posterior.
Gerakan yang terjadi bisa rotasi atau pemindahan. Suatu cara yang digunakan untuk
mengimbangi gerakan-gerakan tersebut adalah dengan pembuatan indirect retainer.

1
BAB II
ISI

INDIRECT RETAINER
Pergerakan gigi tiruan sebagian dapat terjadi pada tiga bidang. Gigi tiruan bersandaran
gigi menggunakan gigi untuk mengontrol lepasnya dari jaringan lunak. Gigi tiruan bersandaran
gigi dan jaringan lunak tidak memiliki kemampuan ini karena salah satu ujung protesa bebas
bergerak menjauh dari jaringan lunak. Ini dapat terjadi karena gravitasi pada lengkung rahang
atas atau makanan lengket pada salah satu lengkung. Perhatian terhadap detil desain dan lokasi
bagian-bagian dari gigi tiruan untuk mengontrol pergerakan pada saat fungsi merupakan strategi
yang digunakan dalam desain gigi tiruan sebagian.
Ketika sayap distal gigi tiruan terlepas dari dudukan dasar, gigi tiruan cenderung berputar
di sekitar garis fulkrum. Secara teori, pergerakan dari jaringan lunak dapat ditahan dengan
mengaktivasi direct retainer, stabilisasi bagian-bagian cangkolan, dan bagian rigid dari gigi
tiruan kerangka logam yang terletak pada daerah yang berlawanan dengan garis fulkrum
menjauh dari dasar sayap distal. Bagian-bagian ini merujuk pada indirect retainer (gambar 8-1
dan 8-2). Bagian-bagian indirect retainer sebaiknya sedapat mungkin diletakkan jauh dari dasar
sayap distal, yang menghasilkan manfaat terbaik dari ungkitan mencegah pelepasan (gambar 8-
3).
R

   

 
Gambar 8-1 Gigi tiruan sebagian lepasan rahang bawah dengan perluasan distal menunjukkan perluasan
landasan distal terangkat dari linggir, bagian-bagian cangkolan diaktivasi, indirect retainer berfungsi sebagai
stabilisasi mencegah pelepasan. Terangkatnya perluasan sayap distal dikontrol oleh indirect retainer ketika
direct retainer dan proximal plate bekerja untuk menjaga cangkolan tetap pada tempatnya selama
pergerakan landasan menjauh dari support jaringan lunak.

2
Demi kejelasan dalam mendiskusikan lokasi dan fungsi indirect retainer, garis fulkrum
harus dianggap sebagai poros dimana gigi tiruan akan berputar saat landasan menjauh dari
linggir.
Sebuah indirect retainer terdiri dari satu atau lebih rest dan minor konektor yang
menyangganya (gambar 8-4 dan 8-5). Bidang proksimal, berdekatan dengan daerah tidak bergigi,
juga merupakan indirect retainer. Walaupun biasanya seluruh bagian diidentifikasi sebagai
indirect retainer, harus diingat bahwa rest merupakan indirect retainer yang disatukan dengan
konektor mayor oleh konektor minor. Hal ini penting untuk mengindari interpretasi setiap bagian
yang kontak dengan gigi sebagai indirect retainer. Indirect retainer sebaiknya ditempatkan sejauh
mungkin dari sayap distal agar memungkinkan menyiapkan dudukan rest pada gigi yang mampu
memberikan dukungan pada saat fungsi.
Walaupun lokasi yang paling efektif dari indirect retainer biasanya di sekitar gigi insisif,
dimana giginya mungkin tidak cukup kuat untuk menahan indirect retainer dan mungkin
memiliki inklinasi miring yang tidak memungkinkan untuk menyangga rest. Pada beberapa
keadaan, gigi taring yang paling dekat atau permukaan mesio oklusal pada gigi premolar satu
merupakan lokasi yang paling baik untuk indirek retention, meskipun kenyataannya tidak biasa
memindahkan terlalu jauh dari garis fulkrum. Apabila memungkinkan, dua indirect retainer lebih
dekat dengan garis fulkrum agar dapat digunakan untuk mengimbangi dalam hal jarak.

2.1 FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS INDIRECT


RETAINER
Berikut ini, beberapa faktor yang mempengaruh efektivitas indirect retainer:
1. Prinsip oklusal rest gigi penyangga utama harus tetap berada di tempatnya oleh tangan
retentive dari indirect retainer. Apabila rest berada pada tempatnya, rotasi terhadap sumbu
dapat terjadi sehingga mengaktivasi indirect retainer. Apabila terjadi pemindahan rest,
tidak akan ada rotasi tdi sekitar fulkrum, dan indirect retainer tidak akan diaktivasi.
2. Jarak dari garis fulkrum. Berikut ini tiga bidang yang harus dipertimbangkan :
a. Panjang dari sayap distal
b. Lokasi garis fulkrum
c. Sejauh mana diantara garis fulkrum , indirect retainer dapat ditempatkan.

3
3. Kekakuan dari konektor yang menyangga indirect retainer. Semua konektor harus rigid
jika menginginkan indirect retainer berfungsi sebagaimana mestinya.
4. Efektivitas permukaan gigi penyangga. Indirect retainer harus ditempatkan pada dudukan
rest yang pasti dimana kelicinan atau kegoyangan gigi tidak akan terjadi. Gigi miring dan
gigi lemah sebaiknya tidak digunakan untuk menyangga indirect retainer.

2.2 FUNGSI TAMBAHAN DARI INDIRECT RETAINER


Sebagai tambahan efektivitas dalam mengaktivasi indirect retainer untuk mencegah pergerakan
sayap distal dari jaringan lunak, indirect retainer dapat berfungsi tambahan sebagai berikut:
1. Ini dapat mengurangi ungkitan pada kemiringan antero posterior dari gigi penyangga. Hal
ini sangat penting ketika sebuah gigi yang terisolasi dijadikan sebagai penyangga,
keadaan yang sebaiknya dihindari walaupun memungkinkan. Biasanya, kontak
proksimal yang berdekatan dengan gigi mencegah kemiringan dari gigi penyangga dan
juga landasan yang terangkat dari jaringan.
2. Kontak dari konektor minor dengan permukaan aksial gigi menambah stabilisasi
menghindari pergerakan gigi tiruan. Seperti permukaan gigi ketika dibuat sejajar dengan
arah penempatan, dapat juga menjadi guiding planes tambahan.
3. Gigi anterior yang menyangga indirect retainer merupakan stabilisasi melawan
pergerakan ke lingual.
4. Ini dapat menjadi rest tambahan untuk mendukung konektor mayor memfasilitasi
penyebaran tekanan. Sebagai contoh, lingual bar mungkin didukung untuk tidak
menempel ke jaringan lunak oleh indirect retainer sebagai tambahan rest. Satu harus bisa
membedakan antara penempatan rest tambahan untuk mendukung konektor mayor, satu
ditempatkan sebagai indirect retainer, dan satu lagi dapat ditempatkan untuk tujuan
kedua-duanya. Pada beberapa rest tambahan dapat ditambahkan hanya untuk mendukung
rest pada bagian gigi tiruan dan tidak dibingungkan dengan indirect retention.
5. Dapat juga sebagai indikasi visual pertama untuk kebutuhan reline landasan gigi tiruan
sebagian. Kekurangan dukungan pada dasar dudukan dapat mengakibatkan pelepasan
indirect retainer dari rest yang sudah dipersiapkan ketika landasan gigi tiruan tertekan dan
terjadi rotasi di sekitar fulkrum.

4
Fungsi-fungsi tambahan dari indirect retainer ini sangat penting untuk dipertimbangkan,
khususnya diberikan untuk mengingat kontroversi yang dilaporkan mengenai efektivitas indirect
retainer.

 
Gambar 8-2 Garis fulkrum ditemukan pada beberapa jenis kehilangan gigi sebagian, disekitar gigi tiruan dapat
berputar ketika landasan dikenakan beban langsung menuju atau menjauh linggir alveolar. Tanda panah
menunjukkan posisi indirect retainer yang paling menguntungkan. A dan B, pada lengkung kelas I, garis fulkrum
melewati gigi penyangga paling posterior, menyediakan bagian rigid dari kerangka logam, dari oklusal terhadap
ketinggian dan kontur gigi penyangga. C, pada lengkung kelas I dan kelas II, garis fulkrum diagonal, melewati gigi
penyangga pada sisi perluasan distal dan gigi penyangga paling posterior sisi lawannya. D, jika gigi penyangga
anterior dan area modifikasi terletak jauh dari garis fulkrum, dapat digunakan sebagai support yang efektif pada
indirect retainer. E dan F, pada lengkung kelas IV, garis fulkrum melewati dua gigi penyangga berdekatan ke area
tidak bergigi. G, pada lengkung kelas III dengan gigi posterior di sisi kanan, dimana memiliki prognosa buruk dan
bahkan mungkin akan hilang, garis fulkrum dipertimbangkan dengan gigi posterior dianggap tidak ada. Dengan
demikian, nantinya tidak memerlukan perubahan desain dari gigi tiruan sebagian lepasan kerangka logam. H, pada
lengkung kelas III yang tidak disupport gigi anterior, daerah kehilangan gigi yang berdekatan dipertimbangkan untuk
menjadi support jaringan lunak, dengan garis fulkrum diagonal melewati dua gigi peyangga utama seperti pada
lengkung kelas II.

5
2.3 BENTUK-BENTUK INDIRECT RETAINER

Indirect retainer dapat berupa beberapa bentuk. Semua efektif secara proporsional pada semua
dukungannya dan jarak dari garis fulkrum.

2.3.1 Oklusal rest tambahan


Indirect retainer yang biasanya digunakan yaitu oklusal rest tambahan yang ditempatkan pada
permukaan oklusal dan sejauh mungkin dari sayap distal. Pada lengkung mandibular kelas I,
biasanya pada mesial marginal ridge gigi premolar satu di setiap sisi dari lengkung (gambar 8-4).
Posisi ideal indirect retainer tegak lurus dengan garis fulkrum akan berada di sekitar gigi insisiv,
dimana terlalu lemah dan memiliki permukaan lingual yang terlalu tegak lurus untuk mendukung
rest.
Prinsip yang sama diaplikasikan pada gigi tiruan sebagian kelas I maksila ketika
indirect retainer digunakan. Rest bilateral pada marginal ridge mesial gigi premolar satu biasanya
digunakan dalam preferensi unttuk rest pada gigi insisisv (lihat gambar 8-5). Tidak hanya efektif
tanpa membahayakan kelemahan dari gigi berakar tunggal, tapi juga gangguan dengan lidah
lebih sedikit ketika konektor minor dapat ditempatkan pada embrasure antara gigi taring dan
premolar daripada di anterior gigi taring.
Indirect retainer pada gigi tiruan sebagian kelas II biasanya ditempatkan pada marginal
ridge gigi premolar satu di sisi yang berlawanan dengan perluasan sayap distal (gambar 8-6).
Bilateral rest jarang diindikasikan kecuali ketika oklusal rest tambahan dibutuhkan untuk
mendukung konektor mayor atau jika prognosa dari penyangga distal jelek dan ketentuan
dipertimbangkan untuk kemudian dikonversikan ke gigi tiruan sebagian kelas I.

2.3.2 Kaninus rest


Jika marginal ridge mesial gigi premolar satu terlalu dekat dengan garis fulkrum atau jika gigi
overlapping sehingga garis fulkrum tidak tampak, rest dapat ditambahkan pada gigi kaninus.
Beberapa rest dapat menjadi efektif dengan menempatkan konektor minor pada embrasure
anterior gigi kaninus, baik melengkung kembali ke rest lingual yang telah dipreparasi atau
meluas ke rest mesioincisal. Jenis yang sama dari kaninus rest seperti yang telah diuraikan
sebelumnya, dimana rest lingual atau incisal bisa digunakan.

6
2.3.3 Oklusal rest diperluas ke kaninus
Sesekali perluasan dari rest premolar ditempatkan fissure lingual yang telah dipreparasi dari gigi
kaninus terdekat (gambar 8-7). Perluasan semacam itu digunakan untuk efek retensi dengan
meningkatkan jarak bagian-bagian penyangga dari garis fulkrum. Metode ini terutama dapat
diaplikasikan ketika gigi premolar satu dijadikan penyangga primer. Jarak anterior ke garis
fulkrum hanya jarak antara rest mesio oklusal dan batas anterior dari perluasan finger. Dalam hal
ini, walaupun perluasan rest pada permukaan yang dipreparasi, ini digunakan dalam hubungan
dengan batasan rest pada marginal ridge mesial gigi premolar. Bahkan ketika mereka tidak
digunakan sebagai indirect retainer, perluasan kaninus, continuous bar retainer, dan linguoplates
sebaiknya tidak digunakan tanpa terminal rest karena kekuatan yang dihasilkan efektif bila
ditempatkan pada bidang miring saja.

7
Gambar 8­3 Prinsip indirect retainer. A, balok disupport di berbagai point. B, gaya angkat akan
menggantikan seluruh balok dengan tidak adanya retainer. C, dengan direct retainer (dr  ) pada
fulkrum, gaya angkat akan menekansalah satu ujung balok dan mengangkat ujung lainnya. D,
dengan fungsi direct retainer dan indirect retainer  (ir),  gaya angkat tidak akan menggantikan
balok. Semakin jauh indirect retainer dari fulkrum, semakin efisien mengontrol pergerakan.

8
Gambar 8.4 Merencanakan lokasi indirect retainer untuk gigi tiruan sebagian lepasan kelas II mod 2.
Jarak terbaik sumbu rotasi disekitar distal rest (garis fulkrum) akan jatuh di gigi 22. Keputusan untuk
menggunakan incisal rest atau cingulum rest tergantung dari perhatian pasien akan dampak estetik dari
incisal rest versus memiliki crown (yang bisa saja memiliki cingulum rest).

 
Gambar 8-5 Contoh indirect retention yang digunakan di sambungan palatal plate- mayor konektor.
Indirect retainer merupakan proksimal plate pada gigi premolar dua dan oklusal rest pada gigi premolar
satu. Fungsi sekunder dari oklusal rest tambahan untuk mencegah menurunnya bagian anterior dari
mayor konektor dan untuk memberikan stabilisasi melawan rotasi horisontal.

9
 

Gambar 8­6 Desain mandibular kelas II menunjukkan lokasi terbaik untuk indirect retainer pada
mesio oklusal gigi premolar satu #28. Lokasi ini 90 derajat terhadap garis fulkrum diantara rest
utama, dan memberikan resistensi efisien terhadap terangkatnya landasan gigi tiruan.

Gambar 8­7 Desain mandibular kelas I menggunakan perluasan kaninus dari oklusal rest sebagai 
indirect retainer. Perluasan kaninus harus ditempatkan pada rest seat yang dipreparasi  sehingga 
resistensi dapat berada sedekat mungkin  sepanjang sumbu penyangga kaninus.

10
   
2.3.4 Cingulum bar (continuous bars) dan linguoplates
Secara teknis, cingulum bar dan linguoplates bukan indirect retainer karena rest-nyat terletak
pada gigi anterior yang tidak dipreparasi. Indirect retainer sebenarnya memiliki terminal rest
pada kedua ujungnya dalam bentuk oklusal rest tambahan dan kaninus rest.
Pada gigi tiruan kelas I dan kelas II khususnya, cingulum bar dan linguoplate dapat
menambah efektifitas indirect retainer jika digunakan terminal rest pada masing-masing
ujungnya. Pada gigi tiruan sebagian bersandaran gigi, cingulum bar dan linguoplate ditempatkan
karena alasan-alasan lain tetapi selalu dengan terminal rest.
Pada gigi tiruan kelas I dan kelas II khususnya, continuous bar retainer batas atas
linguoplate sebaiknya tidak ditempatkan diatas sepertiga gigi sehingga pergerakan ortodonti
dicegah selama rotasi dari perluasan distal gigi tiruan. Guideline ini tidak penting ketika enam
gigi anterior terletak pada sebuah garis lurus, tetapi jika lengkungnya sempit dan tapering,
cingulum bar dan linguoplate pada gigi anterior meluas dengan baik diluar terminal rest –
pergerakan ortodonti ini lebih mungkin terjadi. Walaupun terutama ditujukan untuk menstabilkan
gigi anterior yang lemah, mereka mungkin memiliki efek sebaliknya jika tidak digunakan dengan
bijaksana.

2.3.5 Daerah modifikasi


Biasanya oklusal rest pada gigi penyangga sekunder dalam kasus gigi tiruan sebagian kelas II
merupakan indirect retainer. Penggunaan ini akan tergantung pada seberapa jauh letak abutmen
sekunder dari garis fulkrum.
Gigi penyangga primer pada gigi tiruan kelas II modifikasi 1 merupakan gigi penyangga
tambahan kearah landasan sayap distal dan gigi penyangga paling distal pada sisi yang didukung
gigi. Garis fulkrum membentuk sumbu diagonal antara dua ujung gigi penyangga. (gambar 8-8).
Gigi penyangga anterior pada sisi yang didukung gigi merupakan gigi penyangga
sekunder, berfungsi untuk mendukung dan menahan salah satu ujung daerah yang didukung gigi
dan menambah stabilisasi horizontal dari gigi tiruan. Apabila tidak ada daerah modifikasi, sama
seperti pada lengkung kelas II yang tidak dimodifikasi, oklusal rest tambahan dan komponen
stabilisasi pada posisi yang sama akan tetap penting pada disain gigi tiruan (gambar 8-9).

11
Bagaimanapun, keberadaan daerah modifikasi dengan mudah memberikan gigi penyangga untuk
support, stabilisasi dan retensi .
Apabila oklusal rest pada gigi penyangga sekunder terletak jauh dari garis fulkrum, ini
dapat berfungsi dengan baik sebagai indirect retainer. Ini adalah fungsi ganda yaitu dukungan
gigi untuk salah satu ujung daerah modifikasi dan dukungan untuk indirect retainer. Contoh
yang paling khas yaitu oklusal rest distal pada gigi premolar satu sebagai salah satu penyangga
primer ketika gigi premolar dua dan molar satu tidak ada . sumbu yang paling tegak lurus dengan
garis fulkrum di sekitar gigi premolar satu, membuat posisi indirect retainer mendekati ideal.
Di sisi lain, apabila hanya ada satu gigi, misalnya molar satu, hilang di area modifikasi,
oklusal rest pada gigi penyangga premolar dua terlalu dekat dengan garis fulcrum untuk menjadi
efektif. Pada beberapa kondisi, dibutuhkan oklusal rest tambahan pada marginal ridge mesial gigi
premolar satu, keduanya untuk indirect retention dan untuk support jika mayor konektor tidak
didukung.
Support untuk area modifikasi diperluas ke anterior sampai gigi penyangga kaninus
diperoleh oleh salah satu bentuk rest kaninus yang diterima. Pada keadaan ini, gigi kaninus
menjadi indirect retention yang mendekati ideal dan dapat mendukung mayor konektor dengan
baik.

2.3.6 Rugae support


Beberapa klinisi mempertimbangkan penutupan rugae di lengkung rahang atas dapat menjadi
indirect retention karena area rugae keras dan biasanya letaknya baik untuk indirect retention
untuk gigi tiruan sebagian lepasan kelas I. Walaupun benar bahwa penutupan yang luas di area
rugae, dapat memberikan support, kenyataannya bahwa support jaringan lunak lebih kecil
efektivitasnya dibandingkan dengan support gigi dan apabila bisa dihindari, penutupan rugae ini
tidak diinginkan.
Penggunaan rugae sebagai indirect retention merupakan bagian dari desain palatal
horseshoe. Karena retensi posterior biasanya tidak memadai, persyaratan untuk indirect retention
mungkin lebih besar daripada yang bisa diberikan oleh jenis support jaringan ini.
Pada lengkung rahang bawah, retensi dari perluasan landasan distal, biasanya tidak
memadai untuk mencegah landasan lepas dari jaringan. Pada lengkung rahang atas, dimana
hanya tersisa gigi anterior, dibutuhkan perluasan landasan penuh di palatal. Faktanya, gigi tiruan

12
sebagian lepasan rahang atas kelas I perluasan distal dari gigi premolar satu, kecuali ketika torus
maksila mencegah penggunaannya, penutupan palatal dapat digunakan manfaatnya. Walaupun
penutupan seluruhnya dapat dilakukan pada bentuk landasan resin, penambahan retensi dan
pengurangan ketebalan dari metal case palate merupakan pilihan yang lebih baik.
Bagaimanapun, apabila tidak dilakukan penutupan palatal, indirect retainer sebaiknya digunakan
dengan desain konektor mayor palatal untuk gigi tiruan sebagian lepasan kelas I lainnya.

 
 

Gambar 8­8 kelas II modifikasi 1, gigi tiruan kerangka logam. Garis fulkrum dari gigi premolar dua kiri ke gigi 
molar dua kanan. Ketika ada gaya yang melepaskan gigi tiruan dari dasar, distal oklusal rest pada gigi premolar satu 
kanan berperan sebagai indirect retainer.

 
 
Gambar 8-9 Desain gigi tiruan kerangka logam kelas II maksila. Garis fulkrum dari gigi kaninus kanan pasien ke
molar dua kiri. Gaya yang melepaskan gigi tiruan dapat dicegah dengan bagian retentive kaninus dan molar,
menggunakan bagian supportive pada gigi premolar pertama sebagai indirect retainer

13
BAB III
SIMPULAN

Dalam pembuatan gigi tiruan tentu saja pasien maupun dokter mengharapkan protesa
dapat berfungsi dengan baik agar dapat mencapai tujuannya. Pada saat proses pengunyahan
berlangsung, akan timbul berbagai gaya yang bekerja pada basis gigi tiruan sebagian lepasan.
Gerakan yang terjadi bisa rotasi atau pemindahan. Suatu cara yang digunakan untuk
mengimbangi gerakan-gerakan tersebut adalah dengan pembuatan indirect retainer.
Perhatian terhadap detil desain dan lokasi bagian-bagian dari gigi tiruan untuk
mengontrol pergerakan pada saat fungsi merupakan strategi yang digunakan dalam desain gigi
tiruan sebagian. Salah satunya yaitu penempatan indirect retainer dengan tepat.
Fungsi-fungsi tambahan dari indirect retainer diantaranya, mencegah ungkitan, dapat
menjadi guiding plane tambahan, menambah stabilisasi dan juga sebagai rest tambahan. Indirect
retainer dapat berupa beberapa bentuk yaitu oklusal rest tambahan, kaninus rest, Oklusal rest
diperluas ke kaninus, cingulum bar dan linguoplate, daerah modifikasi dan rugae support.

14
BAB III
DAFTAR PUSTAKA

Carr, A. B. & Brown, D . T. McCracken’s Removable Partial Prosthodontics. 12th ed. Missouri:
Elsevier Mosby. 2011

15

Anda mungkin juga menyukai