LOGAM RADIUM (Ra)
Sejarah Radium
Radium merupakan unsur kimia yang memiliki nomor atom 88 dan
termasuk dalam golongan 2 atau alkali tanah. Radium ditemukan pertama kali
oleh Marie Skłodowska-Curie (Marie Curie) beserta suaminya Pierre pada tanggal
21 desember 1898. Radium ditemukan dalam bentuk senyawa radium klorida
(RaCl2) pada sampel pitchblende atau uraninite (uranium dioksida) yang
ditemukan di Joachimsthal,Bohemia, Republik Ceko. Ketika uranium sudah
dipisahkan dari sampel uraninite, Marie dan suaminya menemukan bahwa
material yang tersisa masih bersifat radioaktif,mereka lalu memisahkan komponen
radioaktif tersebut. Dalam komponen itu mereka mendapatkan unsur barium yang
memberikan nyala api berwarna hijau serta suatu spektrum garis berwarna merah
carmine (merah tua) yang belum pernah diketahui sebelumnya. Marie beserta
suaminya lalu mengumumkan unsur penemuannya itu kepada Akademi Sains
Perancis (French Academy of Sciences). Pierre dan Marie Currie di laboratorium
tempat radium ditemukan Nama „radium‟ diambil dari bahasa latin „radius‟ yang
berarti sinar‟ dikarenakan kekuatannya dalam mengemisikan energi dalam bentuk
cahaya. Pada tahun1910, radium dipisahkan sebagai logam murni oleh Marie
Curie dan Andre Louis Debierne melalui proses elektolisis radium klorida murni
dengan katoda raksa dananoda platina-iridium. Amalgam yang dihasilkan terurai
dalam gas hidrogenmenghasilkan logam radium murni. Radium pertama kali
diproduksi secara industry oleh perusahaan milik UMHK (Union Minière du Haut
Katanga) di Belgia pada awalabad ke-20.
Keberadaan Logam Radium di Alam
Radium dihasilkan dari peluruhan unsur yang lebih berat. Waktu paruh
radium yang singkat menyebabkan unsur radium sangat jarang ditemukan. Keberadaannya
dialam pun sangat sedikit, dalam 7 ton batuan uranium ( pitchblende) hanya terdapat
sekitar 1 gram radium. Kelimpahan radium pada kerak bumi adalah 1x107 ppm,
sedangkan kelimpahannya dalam laut adalah 2 x 10-11ppm.2. Logam ini
ditemukan dalam jumlah kecil dalam bijih uranium dan thorium dalam batu
pitchblende. Diperkirakan bahwa setiap kilometer persegi permukaan bumi
(hingga kedalaman 40 cm) berisi 1 gram radium. Jumlah radium dalam bijih
uranium bervariasi antara 150 dan 350 mg/ton. Dan juga terkandung dalam bijih
Zaire Radium dapat ditemukan dalam berbagai matriks lingkungan, seperti batu-
batuan, tanah, air (air tanah, air laut, air mineral, dan air dari sumber air panas),
tanaman (tanaman darat dan tanaman air), hewan (hewan darat dan hewan air),
udara, dan manusia.
Persenyawaan Radium
Dikarenakan waktu paruhnya yang pendek serta intensitas
radioaktifitasnya yangbesar, senyawa radium cukup jarang ditemukan.
Kebanyakan senyawa radium terdapatdalam bijih uranium. Senyawa dari radium
yang paling banyak ditemukan dari bijihuranium (pitchblende) adalah radium
[Link] Klorida (RaCl2)Radium klorida merupakan padatan berwarna
putih dan dapat memancarkancahaya berwarna biru-kehijauan. Kelarutannya
dalam air lebih kecil jika dibandingkandengan senyawa klorida dari logam alkali
tanah yang lain. Padatan radium kloridabiasanya diperoleh dalam bentuk radium
klorida dihidrat, [Link] mendapatkan radium klorida anhidrat pelu
dilakukan pemanasan di udara pada suhu100oC diikuti dengan pemanasan dalam
gas argon pada suhu 520oC selama 5 1 / 2 [Link] dari radium klorida
adalah untuk pemisahan logam radium dari logambarium dengan memanfaatkan
kelarutannya yang rendah. Pada bidang kesehatan,digunakan untuk memproduksi gas
radon yang dulunya digunakan untuk [Link] radium klorida, radium
juga ditemui dalam bentuk persenyawaannyadengan halida lain seperti radium
bromida (RaBr2) dan radium iodida (RaI2), namunsifat-sifatnya serta
kegunaannya masih belum banyak diketahui. Senyawa radiumoksida (RaO) dan
radium nitrida (Ra3N2) merupakan senyawa yang dihasilkan jikaradium terekspos
di udara. Sedangkan senyawa radium hidroksida (RaOH2) dihasilkandari
reaksinya dengan air. Radium hidroksida lebih mudah larut jika
dibandingkandengan hidroksida dari alkali tanah lainnya, membuatnya dapat
dipisahkan dengan carapresipitasi menggunakan larutan amonia (NH3).Senyawa
radium halida, radium hidroksida, dan radium nitrida larut dalam [Link]
senyawa atau garam lainnya yang dihasilkan dari radium merupakan garamyang
sukar larut, diantaranya adalah radium sulfat (RaSO4), radium kromat
(RaCrO4)dan radium karbonat (RaCO3).
Penggunaan Radium
Pada awalnya radium bersama fosfor digunakan sebagai cat pada jam
dinding, jam tangan, dan tombol pada alat-alat instrumental dengan
memanfaatkan sifatnya yangdapat menyala dalam gelap. Namun pada
pertengahan tahun 1920 terjadi kasus kematian 5 orang gadis yang mengenakan jam
radium tersebut (radium girl), sehingga pamakaiannya dihentikan. Self-luminous
white paint which containsradium on the face and hand of an old clock. Radium
juga pernah digunakan sebagai zat aditif pada beberapa produk, sepertipasta gigi,
krim rambut, dan bahkan pada makanan, karena dianggap dapat menyembuhkan
(seperti air radium atau radithor ). Namun penggunaan radium tersebut tidak
bertahan lama dan banyak negara melarang penggunannya karena telah terungkap dapat
menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.
Pada akhir tahun 1940an penyinaran radium digunakan pada anak-anak
untuk mengatasi masalah pendengaran dan mencegah pembesaran tonsil/amandel.
Setelah ituradium banyak digunakan pada bidang medis atau kesehatan untuk
memproduksi gasradon untuk proses radioterapi dalam mengobati kanker.
Radioterapi merupakan jenisterapi yang menggunakan radiasi tingkat tinggi untuk
menghancurkan sel-sel kanker. Di Indonesia sendiri banyak menggunakan
Radium-226 sebagai sumber radiasiyang dipakai dalam brachyteraphy.
Brachyteraphy adalah suatu radioterapi dengan zatradioaktif sebagai sumber
radiasinya. Brachyteraphy dilakukan dengan cara penyinaran pada jarak sangat
dekat, bahkan pada kondisi tertentu sumber radiasi dimasukkan kedalam tubuh
pasien. Biasanya digunakan untuk terapi kanker leher rahim. Aplikasi radium
dalam medis dan industri biasanya terbungkus dalam platina,platina-iridium atau
paduan lainnya dan bahkan kadang-kadang dalam emas. Bentuk seperti ini
biasanya disebut jarum atau kapsul tergantung dari penggunaannya.
Bentuk jarum mempunyai diameter 1,7 mm dan panjang 15,20mm sedangkan ka
psul mempunyai diameter 3 mm dan panjang 20 -25 mm. Untuk penggunaan
khusus dalam dunia medis dapat menggunakan jarum dengan ukuran sampai 60
mm dan biasa disebut cell. Cell ini berisi jarum yang mempunyai diameter 0,8
mm dan panjang 15-45 mm. Untuk keperluan medis, radium yang digunakan
mempunyai aktivitas maksimum 4 GBq (100 mg) dengan aktivitas rata-rata
sumber sekitar 200 MBq (5,6mg) untuk yang berbentuk jarum dan sekitar 260
MBq (7mg) untuk yang berbentuk kapsul. Sedangkan untuk pemakaian non
medis, radium digunakan dalam aktivitas yang lebih tinggi, misalnya sumber
neutron Ra-Be mempunyai aktivitas sekitar 20GBq(5000 mg) dan pemakaian
lainnya sekitar 40 GBq (1000mg).
Radium juga dimasukkan ke dalam beberapa makanan untuk
mempertahankan rasa dan sebagai pengawet, namun dampaknya banyak orang
terkena radiasi. Radium pernah menjadi aditif dalam produk seperti pasta gigi,
krim rambut, dan bahkan makanan. Produk semacam itu dilarang oleh pemerintah
di beragai negara, setelah ditemukan dapat menimbulkan efek kesehatan yang
sangat serius karena dapat merugikan. (Lihat misalnya Radithor.) Di AS, radium
digunakan untuk mencegah masalah telinga tengah atau pembesaran tonsil pada
anak-anak dari akhir 1940-an hingga awal 1970-an. Pada tahun 1909, yang
terkenal percobaan Rutherford yaitu radium yang digunakan sebagai sumber alpha
untuk menyelidiki struktur atom emas. Percobaan ini menyebabkan model
Rutherford atom dan merevolusionerkan bidang fisika nuklir. Radium (biasanya
dalam bentuk radium klorida) digunakan dalam obat-obatan untuk menghasilkan
gas radon yang digunakan sebagai pengobatan kanker, misalnya beberapa sumber
radon ini digunakan di Kanada pada 1920-an dan 1930-an. Isotop 223 Ra saat ini
sedang diselidiki untuk digunakan dalam obat sebagai kanker pengobatan
tulang metastasis.