67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
1K tayangan13 halaman

RPP Hidrolisis Problem Based Learning

rpp materi hidrolisis kimi sma model PBL

Diunggah oleh

YUNI NUR AZIZAH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
67% menganggap dokumen ini bermanfaat (3 suara)
1K tayangan13 halaman

RPP Hidrolisis Problem Based Learning

rpp materi hidrolisis kimi sma model PBL

Diunggah oleh

YUNI NUR AZIZAH
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMAN ...


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/II
Materi Pokok : Hidrolisis Garam
Alokasi Waktu : 3 x 2 JP (3 kali pertemuan)

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan pro-aktif) dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dalam ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,
kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi
3.11 Menganalisis kesetimbangan 3.11.1 Menentukan sifat garam yang terhidrolisis dari
ion dalam larutan garam dan persamaan reaksi ionisasi
mengitung pH-nya 3.11.2 Mengidentifikasi ciri-ciri beberapa jenis garam
yang dapat terhidrolisis dalam air
3.11.3 Menghitung pH larutan garam yang
terhidrolisis
4.11 Melakukan percobaan untuk 4.11.1 Melakukan percobaan sifat garam yang
menunjukkan sifat asam dan terhidrolisis
basa berbagai larutan garam 4.11.2 Mengkomunikasikan hasil percobaan dengan
presentasi di depan kelas

C. Tujuan Pembelajaran
Melalui model Problem Based Learning, dengan menggali informasi dari berbagai sumber
belajar, dan mengolah informasi, diharapkan peserta didik terlibat aktif selama proses
pembelajaran berlangsung, memiliki sikap ingin tahu, teliti dalam melakukan pengamatan dan
bertanggungjawab dalam menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan
kritik, serta dapat menganalisis data hasil percobaan, serta dapat mempresentasikan dan
mengomunikasikan data hasil penelusuran informasi dan percobaan sifat larutan garam yang
mengalami hidrolisis.

D. Materi Pembelajaran
Faktual
Menampilkan berbagai jenis garam di kehidupan sehari-hari

Garam dapur Pupuk

Soda kue Zat Pengawet (Na-benzoat)


Konseptual
 Sifat-sifat garam berdasarkan komponen penyusunnya
 Pengertian hidrolisis garam
 Jenis-jenis hidrolisis
 Perhitungan pH garam yang terhidrolisis

Prosedural
Langkah-langkah melakukan percobaan sifat larutan garam

Metakognisi
Mengapa garam dapat mengalami hidrolisis?
Mengapa jenis garam yang mengalami hidrolisis dapat mempengaruhi harga pH?

F. Metode Pembelajaran
Model : Problem Based Learning
Pendekatan : Saintifik
Metode : Eksperimen, Diskusi Kelompok

G. Media dan Sumber Belajar


1. Media
a. Powerpoint
b. LKPD

2. Alat dan Bahan


a. Whiteboard
b. Spidol
c. LCD Proyektor
d. Laptop
e. Alat dan bahan praktikum
3. Sumber Belajar
Watoni, A. 2016. Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu
Alam. Bandung: Yrama Widya.
Priyambodo, E. 2016. Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI. Jakarta: Intan Pariwara.

H. Langkah-langkah Pembelajaran
Pertemuan 1
A. IPK : 3.11.1, 4.11.1, dan 4.11.2
B. Model pembelajaran : Problem Based Learning
C. Alokasi waktu : 2 JP x 45 menit
Fase Alokasi
Deskripsi Kegiatan PPK
Pembelajaran Waktu
Pembukaan Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberikan salam, menanyakan kabar dan berdoa bersama Religius
dipimpin oleh salah satu peserta didik.
2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik Disiplin
3. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar
mengajar seperti kerapian dan kebersihan ruang kelas, menyiapkan
media dan buku pelajaran yang diperlukan.
Apersepsi
4. Guru memberikan apersepsi dengan mengingatkan kembali materi Rasa ingin
yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya tentang larutan asam tahu
dan basa. Guru memperlihatkan gambar garam NaCl dan CH3COONa Gemar
pada PPT. Berdasarkan gambar tersebut, guru meminta 2 orang peserta membaca
didik untuk menuliskan reaksi pembentukan NaCl dan CH3COONa Berani
dari asam dan basa penyusunnya di depan kelas.

Guru menanyakan kepada peserta didik yang lain, apakah jawaban


temannya itu sudah benar atau kurang tepat Kritis
5. Guru memberikan apresiasi kepada peserta didik yang telah maju dan
peserta didik yang telah berpartisipasi
Motivasi
6. Guru memberikan motivasi dengan mengarahkan peserta didik
mengamati kembali gambar garam dapur yang ditampilkan pada PPT,
garam tersebut tersusun atas senyawa dengan sifat yang berbeda yaitu
asam dan basa. Guru mempertegas bahwa tidak semua garam bersifat
netral.
7. Guru menampilkan tujuan pembelajaran pada PPT, dan meminta salah
seorang peserta didik untuk membacakannya.
Kegiatan Inti 1. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok secara Kerjasama 60 menit
Fase 1. Orientasi heterogen, diharapkan peserta didik dapat bekerja sama dalam
peserta didik kelompoknya saat berdiskusi.
pada masalah 2. Guru menyajikan masalah dalam bentuk wacana pada LKPD Rasa ingin
mengenai kegunaan garam dalam kehidupan sehari-hari yaitu tahu
“bagaimana penentuan pupuk yang tepat untuk tanah dengan sifat
keasaman yang berbeda?”
Fase 2. 3. Guru mengajak peserta didik untuk mendiskusikan wacana yang Kerjasama
Mengorganisasi- terdapat pada LKPD
kan peserta 4. Guru meminta peserta didik untuk menjawab pertanyaan berdasarkan Mandiri
didik wacana yang disajikan
Fase 3. 5. Guru menyampaikan informasi tentang percobaan yang berhubungan Ber-
Membimbing dengan wacana dalam LKPD. Percobaan yang akan dilakukan yaitu tanggung
penyelidikan percobaan menentukan sifat asam basa larutan garam yang dapat jawab
individu dan mengalami hidrolisis dalam air Jujur
kelompok 6. Guru membimbing peserta didik untuk melakukan percobaan dan Kerjasama
mencatat hasil pengamatan
Fase 4. 7. Guru membimbing peserta didik untuk mendiskusikan hasil percobaan Kerjasama
Mengembang- dan membuat laporan hasil percobaan
kan dan 8. Guru mengarahkan kelompok peserta didik untuk melakukan Mandiri
menyajikan presentasi hasil diskusi di depan kelas
hasil karya 9. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik lain untuk
memberi penjelasan tambahan, tanggapan, masukan maupun
sanggahan terhadap kelompok penyaji maupun kelompok lain terkait
laporan yang telah dipresentasikan
Fase 5. 10. Guru mengarahkan peserta didik untuk menghubungkan hasil Kritis
Menganalisis percobaannya dengan wacana yang tersaji dalam LKPD yaitu tentang
dan sifat-sifat larutan garam yang dapat terhidrolisis dalam air dan
mengevaluasi pengaruhnya terhadap pemberian pupuk pada jenis tanah yang berbeda
proses 11. Guru membantu peserta didik dengan merefleksi cara mereka dalam Rasa ingin
pemecahan memecahkan masalah misalnya pemilihan pupuk harus disesuaikan tahu
masalah dengan jenis tanah. Kalau tanahnya asam jangan gunakan pupuk yang
bersifat asam juga, melainkan pupuk yang bersifat basa, dan kalau
tidak ada yang cocok, minimal menggunakan pupuk yang bersifat
netral seperti ZK
Penutup 1. Guru meminta peserta didik untuk menarik kesimpulan tentang Jujur 15 menit
pembelajaran yang telah dilakukan Ber-
2. Guru memberikan informasi terkait tugas yang harus dikerjakan oleh tanggung
peserta didik di rumah dan materi pembelajaran yang akan dipelajari jawab
pada pertemuan berikutnya Religius
3. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan
mengucapkan salam.
Pertemuan 2
A. IPK : 3.11.2
B. Model pembelajaran : Problem Based Learning
C. Alokasi waktu : 2 JP x 45 menit
Fase Alokasi
Deskripsi Kegiatan
Pembelajaran PPK Waktu
Pembukaan Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberikan salam, menanyakan kabar dan berdoa bersama Religius
dipimpin oleh salah satu peserta didik.
2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik Disiplin
3. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar
mengajar seperti kerapian dan kebersihan ruang kelas, menyiapkan
media dan buku pelajaran yang diperlukan
Apersepsi
4. Guru memberikan apersepsi dengan menayangkan gambar orang Rasa ingin
sedang mencuci pakaian menggunakan sabun cuci kemudian tahu
mengajukan pertanyaan:
“Pernahkah kalian mencuci baju?” Kritis
“Apa yang akan dihasilkan oleh sabun ketika digunakan untuk
mencuci?”
“Terkadang pada saat kita mencuci, busa yang dihasilkan tidak
banyak. Hal ini terjadi karena air yang digunakan merupakan air
sadah yang mengandung ion kalsium/magnesium. Ion tersebut dapat
bereaksi dengan senyawa pada sabun cuci sehingga mengurangi busa
yang dihasilkan. Senyawa apakah yang terkandung dalam sabun
cuci?”
Kegiatan Inti 1. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok secara Kerjasama 60 menit
Fase 1. Orientasi heterogen, diharapkan peserta didik dapat bekerja sama dalam
peserta didik kelompoknya saat berdiskusi.
pada masalah 2. Guru menyajikan masalah dalam bentuk wacana pada LKPD Kritis
mengenai sabun cuci yang mengandung senyawa garam natrium
stearat. Garam tersebut dapat larut dalam air dan menyebabkan
terjadinya dua kemungkinan yaitu a) ion-ion yang berasal dari asam
lemah/basa lemah akan bereaksi dengan air, dan b) ion-ion yang
berasal dari asam kuat/basa kuat tidak bereaksi dengan air
Fase 2. 3. Guru mengajak peserta didik untuk mendiskusikan wacana yang Kerjasama
Mengorganisasi- terdapat pada LKPD
kan peserta 4. Guru meminta peserta didik untuk menjawab pertanyaan berdasarkan Mandiri
didik wacana yang disajikan
Fase 3. 5. Guru membimbing peserta didik untuk melakukan penyelidikan Kerjasama
Membimbing tentang reaksi kesetimbangan ion dari berbagai larutan garam
penyelidikan 6. Guru mengarahkan peserta didik untuk berdiskusi dan mengumpulkan Ber-
individu dan informasi dari berbagai literatur tanggung
kelompok jawab
Fase 4. 7. Guru menunjuk beberapa kelompok untuk mempresentasikan hasil Komuni-
Mengembang- diskusi tentang reaksi kesetimbangan ion berbagai larutan garam katif
kan dan dengan tata bahasa yang benar
menyajikan 8. Guru mempersilahkan kelompok lain untuk memberikan tanggapan, Kritis
hasil karya sanggahan, atau saran kepada kelompok yang melakukan presentasi
Fase 5. 9. Guru meminta peserta didik untuk merekonstruksi pemikiran dan
Menganalisis aktivitas yang telah dilakukan selama proses kegiatan belajarnya Kritis
dan 10. Guru membantu peserta didik dengan merefleksi cara mereka dalam
mengevaluasi memecahkan masalah dengan cara memberikan penekanan pada
proses konsep materi yang penting
pemecahan
masalah
Penutup 1. Guru meminta peserta didik untuk menarik kesimpulan tentang 15 menit
pembelajaran hari ini Ber-
2. Guru memberikan informasi terkait tugas yang harus dikerjakan oleh tanggung
peserta didik di rumah dan materi pembelajaran yang akan dipelajari jawab
pada pertemuan berikutnya.
3. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan Religius
mengucapkan salam.

Pertemuan 3
A. IPK : 3.11.3
B. Model pembelajaran : Problem Based Learning
C. Alokasi waktu : 2 JP x 45 menit

Fase Alokasi
Deskripsi Kegiatan
Pembelajaran PPK Waktu
Pembukaan Pendahuluan 15 menit
1. Guru memberikan salam, menanyakan kabar dan menyuruh ketua Religius
kelas untuk memimpin doa.
2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik Disiplin
3. Guru mempersiapkan kelas agar lebih kondusif untuk proses belajar
mengajar seperti kerapian dan kebersihan ruang kelas, menyiapkan
media dan buku pelajaran yang diperlukan.
Apersepsi
4. Guru memberikan apersepsi dengan mengingatkan kembali materi Rasa ingin
yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya tentang larutan tahu
garam yang tidak selamanya bersifat netral. Guru memperlihatkan
gambar obat maag pada powerpoint. Berdasarkan gambar, guru Kritis
mengajukan pertanyaan:
“Bagaimana caranya obat maag yang ada di pasaran dapat
meredakan sakit maag?”
“Senyawa apa saja yang terkandung dalam obat maag sehingga dapat
meredakan sakit maag?”
“Bagaimana pengaruh pH dalam menetralkan asam lambung yang
meningkat pada penderita maag?”
Motivasi
5. Guru memberikan motivasi dengan mengarahkan peserta didik untuk
mengetahui pentingnya pH larutan garam dalam kehidupan sehari-hari,
misalnya pada obat sakit maag.
6. Guru menampilkan tujuan pembelajaran pada Powerpoint
Kegiatan Inti 1. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok secara Kerjasama 65 menit
Fase 1. Orientasi heterogen, diharapkan peserta didik dapat bekerja sama dalam
peserta didik kelompoknya saat berdiskusi.
pada masalah 2. Guru menyajikan masalah dalam bentuk wacana pada LKPD Kritis
mengenai obat sakit maag (antasida) dan kandungan pH senyawa
dalam antasida
Fase 2. 3. Guru mengajak peserta didik untuk mendiskusikan masalah yang Kerjasama
Mengorganisasi- disajikan dalam LKPD
kan peserta 4. Guru meminta peserta didik untuk menjawab pertanyaan berdasarkan Mandiri
didik wacana yang disajikan
Fase 3. 5. Guru mengarahkan peserta didik untuk mengumpulkan informasi Mandiri
Membimbing mengenai perhitungan pH larutan garam dari berbagai campuran
penyelidikan 6. Guru membimbing penyelidikan peserta didik dalam menghitung pH Ber-
individu dan beberapa larutan garam yang digunakan pada percobaan di pertemuan tanggung
kelompok pertama jawab
7. Guru membimbing peserta didik untuk membandingkan nilai pH
beberapa larutan garam berdasarkan hasil perhitungan dan Jujur
berdasarkan penggunaan pHmeter (yang sudah dilakukan pada
percobaan di pertemuan pertama) Kerjasama

Fase 4. 8. Guru mengarahkan kelompok peserta didik untuk melakukan Komunika-


Mengembang- presentasi hasil diskusi di depan kelas tif
kan dan 9. Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memberi
menyajikan penjelasan, tambahan, tanggapan, masukan maupun sanggahan Kritis
hasil karya terhadap kelompok penyaji maupun kelompok lain terkait laporan
yang telah dipresentasikan
Fase 5. 10. Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat kesimpulan Kritis
Menganalisis berdasarkan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan daan
dan menuliskannya pada LKPD yang tersedia
mengevaluasi 11. Guru membantu peserta didik dengan merefleksi cara mereka dalam Rasa ingin
proses memecahkan masalah. Misalnya karena lambung mengandung asam tahu
pemecahan maka obat maag harus terdiri atas senyawa yang bersifat basa, dengan
masalah demikian akan terbentuk senyawa netral yang berfungsi untuk
menurunkan rasa sakit penderita maag.
Penutup 1. Guru meminta peserta didik untuk menarik kesimpulan tentang Ber- 10 menit
pembelajaran hari ini tanggung
2. Guru memberikan informasi terkait tugas yang harus dikerjakan oleh jawab
peserta didik di rumah dan materi pembelajaran yang akan dipelajari
pada pertemuan berikutnya.
3. Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan Religius
mengucapkan salam.

I. Penilaian Hasil Pembelajaran


1. Jenis/Teknik penilaian
No Aspek Teknik Bentuk Instrumen
1. Sikap Observasi kegiatan diskusi - Lembar Observasi
kelompok dan presentasi
2. Pengetahuan 1. Penugasan - Soal Penugasan
2. Tes Tertulis - Soal Uraian
3. Keterampilan Kinerja, laporan praktik dan - Rubrik Penilaian Kinerja
diskusi

2. Remedial dan Pengayaan


No Aspek Teknik
1. Remedial a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi peserta didik yang
capaian KD nya belum tuntas
b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial
teaching (klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri
dengan tes.
c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3
kali tes remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial
dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.
2. Pengayaan a. Bagi peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan
diberikan pembelajaran pengayaan sebagai berikut:
- Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)  n  n(maksimum)
diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan
pendalaman sebagai pengetahuan tambahan
- Siwa yang mencapai nilai n  n(maksimum) diberikan materi
melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai
pengetahuan tambahan.
Lampiran
Materi Pembelajaran Hidrolisis Garam

1. Garam dari asam kuat dan basa lemah, dimana pelarutan garam ini di dalam air akan
mengakibatkan berkurangnya ion OH- dan bertambahnya ion H+ sehingga larutan bersifat
asam atau mempunyai pH < 7.
2. Garam dari asam lemah dan basa lemah, harga pHnya tidak tergantung pada konsentrasi
ion-ion garam dalam larutan tetapi bergantung pada harga Ka dan Kb dari asam dan basa
pembentuknya.
 Jika Ka=Kb maka larutan bersifat netral (pH=7)
 Jika Ka>Kb maka larutan bersifat asam (pH<7)
 Jika Ka<Kb maka larutan bersifat basa (pH>7)

a. Sifat Larutan Garam


Garam merupakan senyawa ion yang terdiri dari kation dan anion sisa asam. Setiap
garam mempunyai komponen basa (kation) dan komponen asam (anion).
Contoh:
Natrium Klorida (NaCl) terdiri dari kation Na+ yang dapat dianggap berasal dari NaOH, dan
anion Cl- yang berasal dari HCl. Di dalam air, NaCl terdapat sebagai ion-ion yang terpisah.
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq)
Sifat larutan garam tergantung pada kekuatan relatif asam-basa penyusunnya:
 Garam dari asam kuat dan basa kuat bersifat netral.
 Garam dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam.
 Garam dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa.
 Garam dari asam lemah dan basa lemah bergantung pada harga tetapan ionisasi
asam dan ionisasi basanya (Ka dan Kb).
b. Konsep Hidrolisis
Sifat larutan garam dapat dijelaskan dengan konsep hidrolisis. Hidrolisis merupakan
istilah yang umum digunakan untuk reaksi zat dengan air (hidrolisis berasal dari kata hydro
yang berarti air dan lysis yang berarti peruraian). Menurut konsep ini, komponen garam
(kation atau anion) yang berasal dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air
(terhidrolisis). Hidrolisis kation menghasilkan ion H3O+ (=H+), sedangkan hidrolisis anion
menghasilkan ion OH-.
1) Garam dari asam kuat dan basa kuat
Contoh: Garam yang terbentuk
dari asam kuat dan basa
NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq)
kuat tidak terhidrolisis
Na+(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)
Cl-(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)
Jadi, NaCl tidak mengubah perbandingan konsentrasi ion H+ dan OH- dalam air, dengan kata
lain, larutan NaCl bersifat netral.

2) Garam dari basa kuat dan asam lemah


Garam yang terbentuk
Contoh: dari basa kuat dan
NaCH3COO(aq) Na+(aq) + CH3COO-(aq) basa lemah
CH3COO-(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH- terhidrolisis sebagian

Na+(aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)


Hidrolisis menghasilkan ion OH-, maka larutan bersifat basa.

3) Garam dari asam kuat dan basa lemah


Contoh:
Garam yang terbentuk dari
NH4Cl (aq) NH4+(aq) + Cl- (aq) asam kuat dan basa lemah
NH4+(aq) + H2O(l) NH3(aq) + H3O+(aq) terhidrolisis sebagian
Cl- (aq) + H2O(l) (tidak ada reaksi)
Hidrolisis menghasilkan ion H3O+, maka larutan bersifat asam.

4) Garam dari asam lemah dan basa lemah


Baik kation maupun anion Dari garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah
terhidrolisis dengan air, sehingga disebut hidrolisis total.
Garam yang terbentuk dari
Contoh: asam lemah dan basa
NH4CH3COO (aq) NH4+(aq) + CH3COO-(aq) lemah terhidrolisis total
NH4+(aq) + H2O(l) NH3(aq) + H3O+(aq)
CH3COO-(aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH-(aq)

Anda mungkin juga menyukai