0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
163 tayangan4 halaman

SOP Terapi Bermain Puzzle Anak

Bermain

Diunggah oleh

Diyah Mardhasanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
163 tayangan4 halaman

SOP Terapi Bermain Puzzle Anak

Bermain

Diunggah oleh

Diyah Mardhasanti
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KELOMPOK 9

DIYAH MARDHASANTI (P3.[Link].167)

DYA OKTA SUPRIYATNO (P3.[Link].168)

III REGULER D

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Masalah Kesehatan : Hemato Onkologi

Tindakan Keperawatan : Terapi Bermain Puzzle Pada Anak

Refrensi : Wong, Donna L. ,2003, Pedoman Klinis Keperawatan


Pediatrik, Edisi-4. Jakarta: EGC.

Wardhani, H. 2012. Terapi bermain: cooperative play dengan


puzzle meningkatkan kemampuan sosialisasi anak retardasi mental.

Raihanatussaziah. 2015. Satuan Acara Penyuluhan Terapi


Bermain Puzzle. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.

Standar Operasional Prosedur :

1. Pengertian Adalah suatu bentuk permainan menyusun gambar yang


membutuhkan konsentrasi dan kemampuan berfikir. Melalui
terapi menyusun puzzle ini diharapkan dapat melatih
kemampuan kosentrasi dan mengarahkan perilaku serta
emosi anak kearah yang positif.
2. Tujuan a. Menstimulasi perkembangan motorik halus anak.
b. Melatih keterampilan anak.
c. Melatih kemampuan kosentrasi anak.
d. Anak dapat bersosialisasi dan berkomunikasi dengan
teman sebaya
e. Anak dapat mengekspresikanide kreatifdanminat
3. Indikasi Terapi ini dapat dilakukan pada anak berusia minimal 2
tahun
4. Persiapan 1. Persiapan Alat
a. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan seperti
puzzle.
b. Mencek kembali kelengkapan peralatan yang akan
dipergunakan.
2. Persiapan Klien
a. Anak dan orang tua diberitahu tujuan bermain.
b. Melakukan kontrak waktu dan tempat pelaksanaan.
c. Mengecek kesiapan dan kondisi anak untuk bermain
(anak tidak mengantuk, anak tidak rewel, kondisi
anak memungkinkan untuk diajak bermain, keadaan
umum anak membaik).
d. Bermain dapat dilakukan di tempat tidur anak atau
duduk/disesuaikan dengan kondisi anak.
3. Persiapan Lingkungan
a. Ciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi
pasien
b. Jaga privacy klien
5. Prosedur Pelaksanaan 1. Pembukaan (Orientasi)
a. Mengucapkan salam.
b. Memperkenalkan diri.
c. Memanggil anak dengan nama panggilan yang dia
senangi.
d. Menjelaskan tujuan dan langkah-langkah
pelaksanaan kegiatan terapi bermain menyusun
puzzle pada orang tua/anak.
e. Memberi kesempatan pada anak dan orang tua untuk
bertanya kalau ada hal yang belum jelas.
f. Menanyakan kesiapan anak sebelum kegiatan
dilakukan.
2. Menyusun Puzzle
a. Menyusun Puzzle
b. Memberi petunjuk pada anak tentang prosedur
lomba menyusun puzzle.
c. Memotivasi keterlibatan anak dan orang tua.
d. Mempersilahkan anak untuk memilih tempat duduk
yang disenangi.
e. Anak mulai menyusun puzzle didampingi oleh orang
tua anak.
f. Mengobservasi emosi dan hubungan interpersonal
anak.
g. Menanyakan perasaan anak apakah sudah merasa
bosan.
h. Memberi pujian ketika anak berhasil menyusun
puzzle dengan benar.
i. Memberikan Reward kepada para pemenang.
3. Terminasi
a. Menanyakan perasaan anak setelah mewarnai.
b. Menanyakan perasaan dan pendapat orang tua
tentang bermain menyusun puzzle.
c. Berpamitan dengan anak dan orang tua.
d. Membereskan peralatan.
e. Mengembalikan alat ke tempat semula.
f. Mencuci tangan.
g. Mencatat respon anak dan orang tua.
6. Indikator Pencapaian a. Evaluasi Struktur
1) Kondisi lingkungan tenang, dilakukan ditempat
tertutup dan memungkinkan klien untuk
berkonsentrasi terhadap kegiatan.
2) Orang tua klien dan klien sepakat untuk mengikuti
kegiatan.
3) Alat yang digunakan dalam kondisi baik.
b. Evaluasi Proses
1) Leader mampu memimpin acara.
2) Anak mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal
hingga akhir.
c. Evaluasi Hasil
1) Anak mampu mencocokkan puzzel dengan arahan
terapis dan orang tua
2) Anak tampak senang saat dilakukan terapi bermain
3) Dengan terapi ini anak mau melakukan anjuran dokter
dan perawat (seperti tidak menarik tangan saat
disuntik, mau minum obat teratur).
4) Dapat menstimulasi perkembangan motorik halus
anak
5) Anak dapat bersosialisasi dengan orang-orang
disekitar.
6) Ketakutan dan kejenuhan selama dirawat di rumah
sakit menjadi berkurang.
7. Hal-Hal Yang Perlu a. Usia 2 tahun
Diperhatikan b. Jumlah anak 1 orang dan didampingi orang tua
c. Keadaan umum anak mulai membaik
d. Anak dapat duduk
e. Anak kooperatif
f. Anak tidak menderita demam netropenia
g. Anak yang sedang terpasang obat kemoterapi atau yang
sedang menjalani transfusi boleh mengikuti terapi
bermain

Anda mungkin juga menyukai