Home
Matematika SD
Matematika SMP
Matematika SMA
Matematika Dasar
Matematika Umum
Contoh Soal
Home » RUMUS MATEMATIKA SMA » RUMUS MATEMATIKA SMP » SMA » SMP » Memahami Rumus Segitiga
Pascal dalam Matematika
Memahami Rumus Segitiga Pascal dalam Matematika
Rumus Segitiga Pascal - Di dalam pelajaran matematika, segitiga pascal dapat diartika sebagai
sebuah aturan geometrri yang berisi susunan koefisien binomial yang bentuknya menyerupai
segitiga. Aturan ini ditemukan dan dikembangkan oleh sorang matematikawan asal perancis yang
bernama Blaise Pascal. Perlu kalian ketahio bahwa ada beragam fakta unik yang tersimpan di
dalam segitiga pascal ini. Segitiga pascal terdiri dari beberapa baris dimana dalam setiap barisnya
terkandung bilangan-bilangan yang berupa koefisien daripada bentuk ekspansi pangkat bilangan
cacah dari binomial. Jika belum paham dengan aturan segitiga pascal, berikut adalah salah satu
contoh gambar dari segitiga pascal yang bisa kalian amati:
Bisa dilihat dari gambar diatas bahwa puncak atau bagian teratas dari segitiga pascal (baris ke 0)
diisi dengan angka 1. Kemudian di bawahnya (baris ke 1) diisi dengan angka 1 dan 1. Kemudian
baris elanjutnya (baris ke-2) tetap di isi dengan angka 1 dan 1 dibagian sisinya kemudian pada
bagian dalam diisi dengan hasil dari penjumlahan dua bilangan yang ada di atasnya (1+1=2).
Sedangkan untuk baris ketiga diisi dengan angka 1 dan 1 pada bagian sisi kemudian bagian
tengahnya diisi dengan angka hasil dari penjumlahan dua buah bilangan yang ada pada baris ke-2
(1+2 =3). Kemudian perhatikan pada baris keempat, angka 4 di dapatkan dari hasil penjumlahan
dua bilangan yang ada di atasnya (1+3) begitu juga angka 6 diperoleh dari penjumlahan dua
bilangan yang ada di atasnya (3 + 3). dan begitu seterusnya.
Penjelasan Rumus Segitiga Pascal dalam Matematika
Bilangan-bilangan yang ada pada setiap baris segitiga pascal menunjuhkan koefisien yang
berupapenyederhanaan bentuk dari (a + b)n.
Apabila kita menjabarkan bentuk (a + b)n tersebut, maka akan terlihat bahwakoefisien yang
diperoleh dari bentuk tersebut sama persis dengan tiap-tiap bilangan yang ada pada setiap baris
dari segitiga pascal di atas. Coba perhatikan penyederhanaan berikut ini:
1. (a + b)1 = a + b koefisiennya adalah 1 dan 1
2. (a + b)2 = a2 + 2ab + b2 koefisiennya adalah 1, 2, dan 1
3. (a + b)3 = (a + b)(a2 + 2ab + b2)
= a3 + 2a2b + ab2 + a2b + 2ab2 + b3
= a3 + 3a2b + 3ab2 + b3 koefisiennya adalah 1, 3, 3, dan 1
Jika kita perhatikan, pola bilangan tersebut sebenarnya adalah koefisien dari expansi pangkat
binomial, coba kalian perhatikan contoh berikut ini:
(x + y)4 = x4 + 4x3y + 6x2y2 + 4xy3 + y4
artinya, pada i=4 diperoleh koefisien dari expansi pangkat binomial 4 yaitu 1, 4, 6, 4, dan 1 yang
ternyata adalah bilangan-bilangan yang mengisi baris ke-4 pada sebuah segitiga Pascal. Sekarang
coba perhatikan Teorema Binomial di bawah ini:
Dari penguraian rumus diatas, dapat disimpulkan secara umum bahwasannya barisan bilangan
yang ada pada baris i=k di dalam sebuah segitiga Pascal dapat dituliskan menjadi seperti berikut
ini:
Untuk lebih jelasnya mari kita ambil contoh untuk bilangan ke-2 dan ke-3 yang ada pada baris
ke-5 dalam segitiga Pascal adalah:
Dari pola di atas juga bisa diperoleh sebuah rumus baru yang dapat digunakan untuk menentukan
bilangan a i, j yang merupakan bilangan yang ada padabaris ke-i dan kolom ke-j seperti berikut
ini:
Kita umpamakan saja misalkan kita ingin mencari bilangan yang ada di posisi baris ke-7 dan
tepat pada kolom ke-6 maka perhitungan rumusnya adalah:
Dari penjabaran rumus tersebut, kita dapat menuliskan barisan bilangan yang ada pada diagonal
ke-d menjadi sebagai berikut:
Sehingga pada akhirnya didapatkan rumus suku ke-n dari barisan bilangan yang ada pada
diagonak ke-d seperti di bawah ini:
untuk membuktikan rumus tersebut, mari kita coba mencari diagonal ke-3 pada sebuah segitiga
Pascal yang memiliki pola n(n + 1)/2. Berikut adalah hasil ujinya:
Kurang lebih begitulah cara Memahami Rumus Segitiga Pascal dalam Matematika yang
bisa Rumus Matematika Dasar jelaskan kepada kalian semua. Semoga kalian bisa
memahaminya dengan baik dan mengerti tentang pola bilangan yang berlaku dalam segitiga
Pascal. Sampai jumpa lagi dalam materi matematika lainnya.
Perpangkatan Bentuk Aljabar dengan
Segitiga Pascal
21MAR
Aljabar adalah cabang dari matematika yang mempelajari penyerdehanaan dan pemecahan masalah
dengan menggunakan simbol sebagai pengganti konstanta dan variabel.
Di Kelas VII, kita telah mempelajari pengertian bentuk aljabar, koefisien, variabel, konstanta, suku,
dan suku sejenis. Untuk mereview kembali, perhatikan contoh-contoh berikut.
1. 5xy
2. 2x + 5
3. 2x + 3y –5
Bentuk aljabar nomor (1) disebut suku tunggal atau suku satu karena hanya terdiri atas satu suku,
yaitu 2pq. Pada bentuk aljabar tersebut, 5 disebut koefisien, sedangkan x dan y disebut variabel
karena nilai x dan y bisa berubah-ubah. Adapun bentuk aljabar nomor (2) disebut suku dua karena
bentuk aljabar ini memiliki dua suku, sebagai berikut.
1. Suku yang memuat variabel x, koefisiennya adalah 2.
2. Suku yang tidak memuat variabel x, yaitu -5, disebut konstanta. Konstanta adalah suku yang
nilainya tidak berubah.
Pada bagian ini materi tersebut akan dikembangkan, yaitu memangkatkan bentuk aljabar. Bilangan
berpangkat didefinisikan sebagai berikut.
Untuk a bilangan riil dan n bilangan asli.
Definisi bilangan berpangkat berlaku juga pada bentuk aljabar.
Untuk lebih jelasnya, pelajari uraian berikut.
a. a5 = a × a × a × a × a
b. (2a)3 = 2a × 2a × 2a = (2 × 2 × 2) × (a × a × a) = 8a3
c. (–3p)4 = (–3p) × (–3p) × (–3p) × (–3p) = ((–3) × (–3) × (–3) × (–3)) × (p × p × p × p) = 81p4
d. (4x2y)2 = (4x2y) × (4x2y) = (4 × 4) × (x2 × x2) × (y × y) = 16x4y2
Sekarang, bagaimana dengan bentuk (a + b)2? Bentuk (a + b)2 merupakan
bentuk lain dari (a + b) (a + b). Jadi, dengan menggunakan sifat distributif,
bentuk (a + b)2 dapat ditulis:
(a + b)2 = (a + b) (a + b)
= (a + b)a + (a + b)b
= a2 + ab + ab + b2
= a2 + 2ab + b2
Dengan cara yang sama, bentuk (a – b)2 juga dapat ditulis sebagai:
(a – b)2 = (a – b) (a – b)
= (a – b)a + (a – b)(–b)
= a2 – ab – ab + b2
= a2 – 2ab + b2
Selanjutnya, akan diuraikan bentuk (a + b)3. Perhatikan uraian penyelesaian berikut.
(a + b)3 = (a + b) (a + b)2
= (a + b) (a2 + 2ab + b2)
= a(a2 + 2ab + b 2 ) + b (a2 + 2 ab + b 2 )
= a3 + 2a2b + ab2 + a2b + 2ab2 + b3
= a3 + 2a2b + a2b + ab2 +2ab2 + b3
= a3 + 3a2b + 3ab2 + b3
Melihat uraian di atas, akan memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikannya. Coba bayangkan
bagaimana jika kita dihadapkan soal (a + b)5, (a + b)6, (a + b)7, dan seterusnya.
Untuk memudahkan penguraian perpangkatan bentuk-bentuk aljabar tersebut, kita bisa
menggunakan pola segitiga Pascal.
Perhatikan berikut ini !
Hubungan antara segitiga Pascal dengan perpangkatan suku dua bentuk aljabar adalah sebagai
berikut.
Sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa bentuk aljabar (a + b)2 dapat diuraikan menjadi a2 +
2ab + b2. Jika koefisien-koefisiennya dibandingkan dengan baris ketiga pola segitiga Pascal, hasilnya
pasti sama, yaitu 1, 2, 1.
Jadi, bentuk aljabar (a + b)2 mengikuti pola segitiga Pascal. Kemudian, perhatikan variabel pada
bentuk a2 + 2ab + b2. Semakin ke kanan, pangkat a semakin berkurang (a2 kemudian a). Sebaliknya,
semakin ke kanan pangkat b semakin bertambah (b kemudian b2).
Jadi, dengan menggunakan pola segitiga Pascal dan aturan perpangkatan variabel, bentuk-bentuk
perpangkatan suku dua (a + b)3, (a + b)4, (a + b)5, dan seterusnya dapat diuraikan sebagai berikut.
(a + b)3 = a3 + 3a2b + 3ab2 + b3
(a + b)4 = a4 + 4a3b + 6a2b2 + 4ab3 + b4
(a + b)5 = a5 + 5a4b + 10a3b2 + 10a2b3 + 5ab4 + b5
dan seterusnya.
Perpangkatan bentuk aljabar (a – b)n dengan n bilangan asli juga mengikuti pola segitiga Pascal.
Akan tetapi, tanda setiap koefisiennya selalu berganti dari (+) ke (–), begitu seterusnya. Pelajarilah
uraian berikut.
(a – b)3 = a3 – 3a2b + 3ab2 – b3
(a – b)4 = a4 – 4a3b + 6a2b2 – 4ab3 + b4
(a – b)5 = a5 – 5a4b + 10a3b2 – 10a2b3 + 5ab4 – b5
Dari penjelasan singkat di atas, cara mengerjakan soal dalam bentuk aljabar dapat disimpulkan
dengan cara sebagai berikut :
1. Gunakan segitiga pascal untuk menentukan hasil dari (a + b)n
2. Gunakan permisalan untuk memudahkan dalam pengerjakan soal-soal tersebut
3. Substitusikan permisalan tadi ke hasil yang diperoleh dalam segitiga Pascal. Silahkan lihat
contoh soalnya.
Aplikasi Segitiga Pascal
Pengertian Segitiga Pascal adalah pola bilangan yang tersusun membentuk sebuah segi tiga dengan
pola tertentu. Pola bilangan tersebut ditemukan oleh Blaise Pascal. Secara deskriptif jumlah dua
bilangan yang berdekatan pada baris n sama dengan bilangan di antara pada baris n-1.
Pendeskripsian lebih bisa dilihat pada gambar di bawah ini.
Contoh Segitiga Pascal
Jika diperhatikan pada baris pertama yang dilingkari merah, jumlah bilangan pada baris ke dua (1+1)
adalah bilangan dua. Selanjutnya perhatikan lingkaran hijau, dimana (1+3) sama dengan 4 untuk
angka dibawahnya. Demikian juga dengan bagian yang dilingkari biru. Angka 10 di dapat dari
penjumlahan 2 bilangan berdekatan di atasnya.
Pola Jumlah Bilangan - Bilangan Segitiga Pascal
Jika diamati ternyata jumlah bilangan-bilangan yang terdapat pada segitiga Pascal pada setiap barisnya
membentuk suatu pola yaitu ,
Baris ke-1 = 1 = 1 = 20 = 21-1Baris ke-2 = 1 + 1 = 2 = 21 = 22-1Baris ke-3 = 1
+ 2 + 1 = 4 = 22 = 23-1
Baris ke-4 = 1 + 3 + 3 + 1 = 8 = 23 = 24-1
Hal tersebut berlaku untuk kelanjutannya. Berdasrkan pola diatas dapat disimpulkan bahwasanya secara umum
baris ke- n dari segitiga Pascal ini bisa dirumuskan dalam bentuk umum, 2n-1. Untuk menentukan baris ke
berapanya tinggal subtitusi deret ke berapa itu ke rumus umum itu. Misalkan ingin mencari jumlah baris ke 20
maka silahkan ganti nilai n tersebut dengan 20.
Pola-Pola yang Terdapat Pada Diagonal-Diagonal Segitiga Pascal
Bila diamati lebih saksama lagi, ternyata bilangan-bilangan pada semua diagonal segitiga Pascal pun
membentuk suatu pola. Pola tersebut adalah jika diuraikan akan menjadi sebagai berikut,
Diagonal ke-1 = 1, 1, 1, 1, 1, 1, ...
Diagonal ke-2 = 1, 2, 3, 4, 5, 6, ... (Diagonal ke-2 diperoleh dari penjumlahn bilangan pada diagonal
pertama yaitu: 1, 1 + 1, 1 + 1 + 1, 1 + 1 + 1 + 1, ...)
Diagonal ke-3 = 1, 3, 6, 10, 15, 21, ... (Diagonal ke-3 diperoleh dari penjumlahan bilangan pada diagonal
ke-2, yaitu: 1, 1 + 2, 1 + 2 + 3, 1 + 2 + 3 + 4, ...)
Diagonal ke-4 = 1, 4, 10, 20, 35, ... (Diagonal ke-4 diperoleh dari penjumlahan bilangan pada diagonal
ke-3, yaitu: 1, 1 + 3, 1 + 3 + 4, ...)
Sehingga dengan menggunakan pola yang telah kita pahami, kita dapat menentukan bilangan-bilangan terdapat
pada diagonal ke berapa pun pada segitiga Pascal. Secara umum dapat dirumuskan, diagonal pada ke-n
merupakan penjumlahan dari diagonal n-1.
Penggunaan Segitiga Pascal
Blaise Pascal menyusun segitiga Pascal tidak hanya sekedar menyusun bilangan-bilangan dalam bentuk segitiga.
Ia pun menemukan bahwa segitiga Pascal memiliki kegunaan tertentu. Kegunaan dari segitiga Pascal ini
adalah membantu penyelesaian beberapa permasalaha matematika seperti contoh di bawah ini.
Menentukan Koefisien Suku-suku Pada Pemangkatan Suku Dua. Contoh aplikasi segitiga pascal dalam
permasalahan ini sebagai berikut, misalkan persamaan suku dua yang dimiliki (a + b)2 = (a + b)(a +
b) jika dikalikan secara aljabar akan diperoleh a2 + 2ab + b2. Koefisien dari a2 adalah 1. Koefisien dari ab adalah
2. Koefisien dari b2 adalah 1. Bila diamati bilangan 1, 2, dan 1 merupakan bilangan baris ke-2 pada segitiga
Pascal.
Hal tersebut berarti koefisien pada (a + b)3 adalah 1, 3, 3, dan 1. Agar lebih jelas mari kita buktikan bersama. (a
+ b)3 = (a + b)(a + b)(a + b) = (a2 + 2ab + b2)(a + b) = a3 + 3a2b + 3ab3 + b3. Sehingga diperoleh masing masing,
Koefisien a3 = 1. Koefisien a2b = 3. Koefisien ab2 = 3. Koefisien b3= 1. Dengan demikian terbukti bahwa
perkiraan kita di atas adalah benar, karena itu dapat disimpulkan: Jila (a + b)n maka kefisien dari suku-sukunya
merupakan bilangan baris ke-n pada Segitiga Pascal.
Menentukan Nilai Peluang atau Kemungkinan Suatu Kejadian, Di kelas dua SLTP, telah dipelajari tentang
peluang. Jika tiga buah kartu (sebelah atas bergambar dan sebelah bawah bertuliskan angka) dilempar ke atas
secara bersama-sama maka: P (tiga gambar) adalah 1/8, P ( Tiga gambar satu angka) adalah 3/8. P menyatakan
Peluang. P (Satu gambar tiga angka) adalah 3/8, P (Tiga angka) adalah 1/8. Kita amati pembilang dari nilai-nilai
peluang pada kejadian tesebut di atas, yaitu: 1, 3, 3, dan 1 ternyata angka tersebut merupakan angka-angka baris
ketiga pada segitiga Pascal. Selain itu, penyebut dari nilai-nilai peluang pada kejadian tesebut di atas, yaitu
angka 8 sama dengan jumlah angka baris ketiga pada segitiga Pascal.
Dengan demikian dapat disimpulkan, Jika n merupakan banyak benda yang dicari peluangnya (nilai
kemungkinannya) maka nilai peluang dari kejadian tersebut merupakan angka dengan pembilangnya adalah
angka baris ke-n pada segitiga Pascal dan penyebutnya merupakan jumlah angka baris ke-n pada segitiga Pascal.
Itlah cara menyelesaikan soal Peluang dengan segitiga pascal.