0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan5 halaman

Pengantar Terapi Behavior dan Tujuannya

behavior

Diunggah oleh

esy andri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan5 halaman

Pengantar Terapi Behavior dan Tujuannya

behavior

Diunggah oleh

esy andri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Terapi Behavior

A. Pengertian Terapi Behavior

Dalam konteks Indonesia istilah Behavior sama dengan istilah tingkah laku
yang banyak membicarakan tentang perilaku- perilaku manusia sebagai
hasil dari proses belajar.

Gerald Corey menjelaskan bahwa behavior adalah pendekatanpendekatan


terhadap konseling dan psikoterapi yang berkaitan dengan pengubahan
tingkah laku. Pendekatan, teknik dan prosedur yang dilakukan berakar pada
berbagai teori tentang belajar.

Pelopor- pelopor aliran Behavioristik pada dasarnya berpegang pada


keyakinan bahwa perilaku manusia merupakan hasil dari proses belajar, oleh
karena itu dapat diubah dengan belajar baru

Terapi tingkah laku (Behavior Counseling). Sekilas Tentang Terapi Tingkah


Laku Menurut Marquis, terapi tingkah laku adalah suatu teknik yang
menerapkan informasi-informasi ilmiah guna menemukan pemecahan
masalah manusia. Jadi tingkah laku berfokus pada bagaimana orang-orang
belajar dan kondisi-kondisi apa saja yang menentukan tingkah laku mereka.
Istilah terapi tingkah laku atau konseling behavioristik berasal dari Bahasa
Inggris Behavior Counseling yang untuk pertama kali digunakan oleh Jhon
D. Krumboln (1964). Krumboln adalah promotor utama dalam menerapkan
pendekatan behavioristik terhadap konseling, meskipun dia melanjutkan
aliran yang sudah dimulai sejak tahun 1950.

Terapi Behavior adalah penerapan aneka ragam teknik dan prosedur yang
berakar pada berbagai teori tentang belajar. Terapi ini menyertakan
penerapan yang sistematis prinsip-prinsip belajar pada pengubahan tingkah
laku ke arah cara-cara yang lebih adaptif. Pendekatan ini, telah memberikan
sumbangan-sumbangan yang berarti, baik pada bidang-bidang klinis
maupun pendidikan

B. Tujuan Terapi Behavior


Dalam setiap pemberian terapi tentu saja mengharapkan sebuah hasil yang
tampak dari terapi tersebut. Dalam terapi behavior yang memfokuskan pada
persoalan- persoalan perilaku spesifik atau perilaku menyimpang, bertujuan
untuk menciptakan kondisi- kondisi baru bagi proses belajar dengan dasar
bahwa segenap tingkah laku adalah dipelajari termasuk tingkah laku yang
maladaptif.
Sedangkan Latipun dalam bukunya yang berjudul Psikologi Konseling
menjelaskan bahwa tujuan Terapi Behavior adalah mencapai kehidupan
tanpa mengalami perilaku simptomatik, yaitu kehidupan tanpa mengalami
kesulitan atau hambatan perilaku, yang dapat membuat ketidakpuasan
dalam jangka panjang, atau mengalami konflik dengan lingkungan sosial.
Berkaitan dengan definisi di atas, dapat diambil secara umum bahwa tujuan
terapi behavior adalah:
1. Menghapus pola tingkah laku maladaptive atau maladjustment,
2. Membantu balajar tingkah laku konstruktif,
3. Merubah tingkah laku.
C. Indikasi Terapi Perilaku
Indikasi utama ialah gangguan fobik dan perilaku kompulsif, disfungsi sexual
(misalnya impotensi dan frigiditas) dan deviasi sexual (misalnya
exhibisionisme). Dapat dicoba pada pikiran-pikiran obsesif, gangguan
kebiasaan atau pengawasan impuls (misalnya gagap, enuresis, dan berjudio
secara kompulsif), gangguan nafsu makan (obesitas dan anorexia) dan
reaksi konversi. Terapi perilaku tidak berguna pada skizofrenia akut, depresi
yang hebat dan (hipo) mania.
D. Teknik-teknik Terapi Perilaku

Teknik – teknik Terapi Behavior Untuk mencapai tujuan dalam proses


konseling diperlukan teknikteknik yang digunakan. Untuk pengubahan
perilaku ada sejumlah teknik yang dapat dilakukan dalam terapi behavior,
yaitu:

a. Desensitisasi Sistematis
Desensitisasi sistematis merupakan teknik relaksasi yang digunakan
untuk menghapus perilaku yang diperkuat secara negatif biasanya berupa
kecemasan, dan menyertakan respon yang berlawanan dengan perilaku
yang akan dihilangkan dengan cara memberikan stimulus yang berangsur
dan santai.
b. Terapi Implosif
Terapi Implosif dikembangkan atas dasar pandangan tentang seseorang
yang secara berulang - ulang dihadapkan pada situasi kecemasan dan
konsekuensi- konsekuensi yang menakutkan ternyata tidak muncul, maka
kecemasan akan hilang. Atas dasar itu klien diminta untuk
membayangkan stimulus - stimulus yang menimbulkan kecemasan.
c. Latihan Perilaku Asertif
Latihan perilaku asertif digunakan untuk melatih individu yang mengalami
kesulitan untuk menyatakan dirinya bahwa tindakannya layak atau benar.
d. Pengkondisian Aversi
Teknik pengkondisian diri digunakan untuk meredakan perilaku
simptomatik dengan cara menyajikan stimulus yang tidak menyenangkan,
sehingga perilaku yang tidak dikehendaki tersebut terhambat
kemunculannya.
e. Pembentukan Perilaku Model
Perilaku model digunakan untuk membentuk perilaku baru pada klien,
memperkuat perilaku yang sudah terbentuk dengan menunjukkan kepada
klien tentang perilaku model, baik menggunakan model audio, model fisik
atau lainnya yang dapat teramati dan dipahami jenis perilaku yang akan
dicontoh.
f. Kontrak Perilaku
Kontrak perilaku adalah persetujuan antara dua orang atau lebih
(konselor dan klien) untuk mengubah perilaku tertentu pada klien. Dalam
terapi ini konselor memberikan ganjaran positif dipentingkan daripada
memberikan hukuman jika kontrak tidak berhasil.
E. Strategi Modifikasi Perilaku
Sebelum memulai program, perawat harus melakukan hal-hal sebagai
berikut :
1. Pengkajian, mengumpulkan dan menetapkan masalah : Data
tentang perilaku klien (adaptif/maladaptif), mengerti tentang arti dan
maksud dari perilaku yang klien tampilkan
2. Rencana intervensi :
a. Menetapkan tujuan/tingkah laku yang diinginkan dan gambaran
hasil-hasil perilaku/kriteria
b. Menentukan langkah awal untuk mencapai tujuan
3. Menganalisa faktor pendukung yang ada dan orang-orang yg terlibat
dalam terapi tersebut.
4. Menetapkan konsekuensi sebagai reward/punishment yang disetujui
bersama klien. Jenis konsekuensi diantaranya :
a. Reward materi : uang, makanan
b. Reward pengganti/surogate reward : puji-pujian
c. Reward sosial : dukungan di dalam group
d. Reward tingkah laku : kesempatan melakukan aktifitas
DAFTAR PUSTAKA

Guilfoyle, M. (2015). From therapeutic power to resistance: Therapy and cultural


hegemony. Theory & Psychology, 15(1), 101-124
Sadock, Benjamin James; Sadock, Virginia Alcott. Kaplan & Sadock's Synopsis
of Psychiatry: Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry, 10th Edition, 925 –
931.

Anda mungkin juga menyukai