50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan19 halaman

Pembelajaran Mandiri dalam Keperawatan

self directed learning merupakan salah satu model pembelajaran dalam student center learning yang baik digunakan dalam konsep pembelajaran orang dewasa.

Diunggah oleh

khairun nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
50% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
1K tayangan19 halaman

Pembelajaran Mandiri dalam Keperawatan

self directed learning merupakan salah satu model pembelajaran dalam student center learning yang baik digunakan dalam konsep pembelajaran orang dewasa.

Diunggah oleh

khairun nisa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas Individu

MAKALAH
“SELF DIRECTED LEARNING”

Mata Kuliah : Pendidikan dalam Keperawatan


Dosen Pengampu : Dr. Fitri Haryanti, [Link].,[Link]

Oleh :

Nama : Khairun Nisa


Nim :18/433626/PKU/17539

MAGISTER KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN, KESEHATAN MASYARAKAT DAN ILMU
KEPERAWATAN
2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan
rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah
tentang hasil review literatur “Self directed Learning” ini dengan baik meskipun
banyak kekurangan didalamnya. Dan juga saya berterima kasih pada Dr. Fitri
Haryanti, [Link].,[Link] selaku Dosen mata kuliah Pendidikan dalam Keperawatan
yang telah memberikan tugas ini.
Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai model pembelajaran dewasa yaitu
student center learning yang dikemas dalam bentuk self directed learning, Saya
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh
dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan
demi perbaikan makalah yang telah saya buat di masa yang akan datang.
Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi saya sendiri maupun
orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat
kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan saya memohon kritik dan saran
yang membangun demi perbaikan makalah ini di waktu yang akan datang.

Yogyakarta, 27 November 2018

Khairun Nisa

2
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................ i

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii

DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ............................................................................................. 4

B. Tujuan Penulisan .......................................................................................... 5

C. Pertanyaan Klinis ......................................................................................... 5

BAB II

ANALISIS HASIL REVIEW LITERATUR

A. Self Directed Learning ................................................................................. 7

B. Penelitian yang terkait SDL ......................................................................... 7

C. Kelebihan dan kekurangan Self directed Learning .................................... 13

BAB III

IMPLIKASI DAN KESIMPULAN

A. Penerapan Dalam Pendidikan Keperawatan Di Indonesia ........................ 15

B. Kesimpulan ................................................................................................ 18

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 19

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sistem pendidikan di Indonesia bertujuan menggali potensi dan
memperhatikan perkembangan moral dan sosial untuk mempersiapkannya
terjun dalam masyarakat. Pelaksanaan pembelajaran di sekolah sebaiknya
berorientasi pada model dan tujuan pembelajaran tersebut, yaitu
mengembangkan kemampuan akademik dan interaksi sosial dengan
meningkatkan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran. Agar tercipta
pembelajaran atau pengajaran yang efektif perlu digunakan pendekatan, model,
atau metode pembelajaran yang tepat. Pemilihan pendekatan, model, metode
mengajar/pembelajaran hendaknya didasarkan atas beberapa pertimbangan.
Pemilihan model pembelajaran yang sesuai bertujuan agar tercipta
pembelajaran yang efektif dan pelayanan terhadap kemampuan, potensi,
minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik yang beragam sehingga terjadi
interaksi yang optimal antara pengajar dengan peserta didik (Tim
Pengembang Ilmu Pendidikan, 2007).
Pendidikan keperawatan saat ini mulai berusaha untuk meningkatkan
kualitas dalam pendidikan meskipun hal tersebut tidak terlepas dari hambatan
internal dan eksternal. Faktor internal meliputi motivasi, konsep diri, minat,
kemandirian belajar. Sedangkan faktor eksternal seperti sarana prasarana,
pengajar dan orang tua.(Riza & Tarmidi, 2010)
Seperti dipaparkan diatas salah satu yang menjadi faktor mutu
pendidikan saat ini adalah kemandirian belajar. Dalam konsep pembelajaran
SCL (student centerd learning) ditawarkan salah satu metode pembelajaran
yaitu self directed learning yang didefenisikan sebagai satu proses dimana
individu berinisiatif belajar dengan atau tanpa bantuan dari orang lain,
mendiagnosa kebutuhan belajarnya sediri, merumuskan tujuan belajar,
mengidentifikasi sumber belajar yang dapat digunakan, memilih dan

4
menerapkan strategi belajar dan mengevaluasi hasil belajarnya (Sumarmo,
2004)
Pembelajaran dengan mandiri telah direkomendasikan sebagai
metodelogi yang menjanjikan untuk pembelajaran seumur hidup khususnya
untuk mahasiwa medik. Pembelajaran ini menantang asumsi bahwa
pembelajaran dapat terjadi hanya didepan pengajar, SDL ini merupakan salah
satu upaya untuk menjaga arus pada pengetahuan yang terus berubah
(Benedict, Schonder, & McGee, 2013).
Self directed learning penting dalam pengembangan professional
pendidikan keperawatan serta dalam proses belajar mengajar. Sebagai
pembelajar mandiri pendidik akan berperan penting dalam mendukung siswa
lebih efektif dalam hasil belajar. Namun tantangannya adalah, untuk
melaksanakan pembelajaran self directed learning pengajar harus mengarahkan
siswa untuk tepat pada sasaran tujuan pembelajaran yang ditetapkan. (Gisela
H. Van Rensburg, 2015)
Besarnya tuntutan pada tenaga kerja keperawatan membuthkan
perubahan besar dalam pelaksanaan pendidikan perawat. SDL merupakan salah
satu metode yang mampu mendorong siswa keperawatan menjadi proaktif
dalam kebutuhan belajar mereka.

B. Tujuan Penulisan
Makalah ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan pembelajaran
melalui metode self directed learning untuk mahasiswa keperawatan.

C. Pertanyaan Klinis
Apakah model pembelajaran Self Directed Learning berpengaruh
terhadap keefektifan pembelajaran mahasiswa keperawatan?

Pencarian literatur dalam menunjang makalah ini dilakukan dengan


menggunakan analisis PICO yaitu :
P : Medical Student
I : Self Directed Learning

5
C : Convenntonal method
O : Understanding
Penulis melakukan penulusuran literatur melalu PUBMED, EBSCO
dan Sciencedirect dengan menggunakan kata kunci yang sama berdasaran
PICO yang telah ditetapkan.

6
BAB II
ANALISIS HASIL REVIEW LITERATUR

A. Self Directed Learning


Self directed learning (SDL) didefenisikan sebagai satu proses dimana
individu berinisiatif belajar dengan atau tanpa bantuan dari orang lain,
mendiagnosa kebutuhan belajarnya sediri, merumuskan tujuan belajar,
mengidentifikasi sumber belajar yang dapat digunakan, memilih dan
menerapkan strategi belajar dan mengevaluasi hasil belajarnya (Sumarmo,
2004)
Menurut Knowles 2014 dalam (Chakkaravarthy, Ibrahim, Mahmud, &
Venkatasalu, 2018) SDL adalah, melakukan tanggung jawab individu untuk
mengidentifikasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, merancang tujuan
pembelajaran individu dan mencari sember belajar untuk terlibat dalam
kegiatan belajar mandiri dan terus mengevaluasi diri dalam proses
pembelajaran. Study melaporkan bahwa pendekatan pembelajaran seumur
hidup berbasis SDL membantu perawat dan bidan dalam mengembangkan
kompetensi. Yang dan Jiang, 2014 dalam (Chakkaravarthy et al., 2018)
melaporkan bahwa SDL adalah metode pembelajaran seumur hidup yang
efektif untuk dikembangkan dan dipromosikan dan dipercaya dalam praktik
klinis, yang bergantung pada kesiapan individu terhadap SDL.

B. Penelitian yang terkait SDL


Ada beberapa penelitian yang membahas tentang seberapa efektif model
pembelajaran Self Directed Learning (SDL) dalam penerapannya pada
mahasiswa kesehatan.
Penelitian ini dilakukan oleh (Kastenmeier et al., 2018) meneliti tentang
“Individual learning plans foster self-directed learning skills and contribute to
improved educational outcomes in the surgery clerkship” dimana siswa dinilai
dengan membandingkan nilai sebelum dan sesudah menggunakan ILP
(individual learning plan) hasil penelitiannya adalah dengan menggunakan ILP

7
(Individual Learning Plan) memiliki peningkatan hasil belajar yang baik. Skor
rata-rata untuk hasil surgery subject exam (SSE) meningkat secara signifikan
setelah pelaksaan metode pembelajaran SDL dalam bentuk ILP dimana
didapatkan peningkatan hasil yaitu (74.9 vs 76.6; p= ,042; d = 0.21) dan siswa
melaporkan hasil yang baik dengan menggunakan pendekatan SDL tersebut.
Didapatkan kesimpulan bahwa penggunaan ILP sebagai cara untuk
melaksanakan self directed learning mampu meningkatkan pengetahuan medis,
keterampilan dalam merawat pasien, dan kesiapan untuk melakukan ujian yang
dilaksanakan oleh institusi dan pelaksanaan ILP ini secara keseluruhan dapat
berkontribusi pada peningkatan hasil pembelajaran dan meningkatkan
kemampuan siswa dalam menerapkan SDL.
Penelitian lain dilakukan oleh (Murad & MD, MPH, Prathibha Varkey,
MBBS, 2008) dengan judul “The effectiveness of self-directed learning in
health professions education: a systematic review” dalam laporan systematic
review yang dilakukan oleh dengan menggunakan 59 penelitian disimpulkan
bahwa SDL yang dibandingkan dengan model pembelajaran tradisonal, hasil
menunjukkan SDL lebih efektif dalam domain pengetahuan dan cenderung
sama efektifnya pada domain keterampilan dan sikap dan SDL ini cocok untuk
pelajar tingkat lanjut. Selain itu SDL tampaknya lebih efektif ketika peserta
didik terlibat dalam mengidentifikasi sumber belajar mereka. Knowles
menyarankan bahwa dalam penerapan model SDL ini siswa harus
berkonsultasi kepada pendidik dan menentukan metode dan sumberdaya yang
paling sesuai dengan gaya belajar dan tujuan kurikulum misalnya tujuan
kognitif bisa tercapai.
Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh (Tao, Li, Xu, & Jiang, 2015)
Dengan judul penelitian “Development of a nursing education program for
improving Chinese undergraduates' self-directed learning: A mixed-method
study” penelitian ini dilakukan dengan sampel 156 mahasiswa keperawatan
yang kemudian dibagi kedalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen (n=
32) dan kontrol (n = 133) pra dan pasca tes dilakukan untuk mengevaluasi
efektifitas program yang dilakukan dengan menggunakan skala belajar mandiri

8
dan wawancara dilakukan untuk mengetahui wawasan mereka tentang program
self directed learning. Dari penelitian ini didapatkan hasil baik analisis
kuantitatif dan kualitatif didapatkan hasil bahwa program SDL (Self directed
learning) berkontribusi pada mahasiswa keperawatan. Dalam kelompok
eksperimen skor post tes menunjukkan peningkatan dibandingkan dengan skor
pretes (p < 0.05) setelah dilakukan pelatihan selama 18 bulan. Sementara tidak
ada perubahan yang terjadi pada mereka sebelum program ini. Hasil kualitatif
dari pengalaman 9 siswa yang dilakukan wawancara dirumuskan 3 katagori
tematik utama yaitu pengaruh pada kesadaran, pengaruh pada kegiatan
pembelajaran, dan pengaruh pada lingkungan belajar dan hal tersebut
didaptkan dalam program ini sehingga disimpulkan dalam penelitian ini bahwa
Self directed learning sangat menguntungkan dalam program yang dilakukan
dan SDL yang dirancang sebagai metode pembelajaran tambahan dalam kelas
mampu memberikan kontribusi yang baik dalam meningkatkan hasil belajar
pada siswa.
Dalam jurnal (M Hassan Murad et al, 2008) menjelaskan bahwa
komponen kunci dari pembelajaran self directed learning adalah sebagai
berikut:
1) Pendidik yang berperan sebagai fasilitator,
Seorang pelajar membutuhkan seorang pengajar/ ahli untuk
memperkenalkan mereka tentang dasar-dasar dari SDL, termaksud penilaian
kebutuhan dalam proses pembelajaran dan pengembangan tujuan
pembelajaran. Peran pengajar dalam SDL sebagai sumber keterampilan
dalam melakukan SDL bukan sumber konten dimana pengajar berperan
sebagai fasilitatator untuk pelajar.
2) Mengidentifikasi kebutuhan belajar yang sesuai
Kebutuhan belajar berbeda dengan kompetensi saat ini dan tingkat
kompetensi yang dibutuhkan. Mengidentifikasi kebutuhan belajar
merupakan komponen integral dari self directed learning.

9
3) Mengembangkan tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah hasil pembelajaran yang diinginkan dan
berasal dari kumpulan kebutuhan yang dihasilkan oleh peserta didik.
4) Mengidentifikasi sumber daya yang tepat
Peserta didik dalam berkonsultasi dengan ahli/ pengajar harus
memilih sumberdaya yang tepat berdasrkan metode pembelajaran pilihan
mereka dan jenis tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
5) Implementasi proses
Fasilitator dalam hal ini pengajar harus menjadwalkan pertemuan
pada peserta didik. Pertemuan itu menekankan tentang kemitraan antara
pelajar dan pendidik bukan ketergantungan siswa dengan pendidik.
6) Komitmen dengan kontrak pembelajaran yang telah disepakati
Kontrak pembelajaran adalah, dokumen formal yang disiapkan oleh
siswa dalam berkonsultasi dengan pengajar yang bertujuan untuk
menunjukkan apa-apa yang harus dipelajari, bagaimana hal itu dipelajari,
dan bagaimana pembelajaran akan diverivikasi.
7) Evalusi hasil dari proses pembelajaran
SDL telah direkomendasikan untuk profesi professional seperti
perawat yang telah menunjukkan perolehan pengetahuan, keterampilan,
sikap dan prestasi yang meningkat setelah SDL ini diterapkan. Peran
fasilitator atau guru dalam SDL ini salah satunya adalah mengevaluasi hasil
dari belajar yang dilakukan oleh siswa.

Meskipun self directed learning baik untuk diterapkan untuk pendidik,


akan tetapi studi masa depan harus memperhatikan kurikulum yang dibuat
karena akan menentukan keefektifan komponen-komponen dalam pelaksanaan
pembelajaran. Untuk membangun hubungan dan iklim pelaksanaan yang baik
dalam program self directed learning fasilitator dalam hal ini pengajar harus
mengatur pertemuan dengan peserta didik, pertemuan ini menekankan
hubungan antra siswa dan pengajar tetapi bukan ketergantungan siswa dengan
pengajar dan evaluasi proses pembelajaran sangat penting untuk melihat atau

10
menunjukkan perolehan peningkatan pengetahuan, keterapilan, sikap dan
prestasi yang telah dirumuskan diawal pelaksanaan pembelajaran (Murad &
MD, MPH, Prathibha Varkey, MBBS, 2008)
Dalam jurnal (Gisela H. Van Rensburg, 2015) dijelaskan bahwa
keberhasilan dalam pembelajaran seumur hidup/ SDL adalah kemampuan
untuk terlibat dalam pembelajaran mandiri yang membutuhkan keterbukaan
terhadap kesempatan belajar, konsep diri yang baik, mengambil inisiatif dan
mengilustrasikan kemandirian dalam belajar.
Dalam profesi keperawatan sudah menunjukkan bahwa pembelajaran
mandiri (self directed learning) memiliki hubungan lansung kearah
pengembangan pendekatan pembelajaran semuumr hidup yang sangat sesuai
dengan yang dibutuhkan oleh seorang perawat. Dengan mendukung siswa
menjadi pembeljar yang mandiri disepanjang kehidupan professional mereka
akan berdampak lansung pada kualitas praktek keperawatan peserta didik.
SDL dapat digunakan untuk membantu pembelajaran siswa dengan
dipinpin oleh pengajar. Perkembangan SDL membutuhkan perubahan
penekanan dan pandangan pendidik tentang peran mereka dalam SDL dan hal
ini harus dieksplorasi lebih dalam lagi. Strategi yang jelas untuk
memperkenalkan SDL kedalam kurikulum keperawatan sangat diperlukan.
Salah satu strategi pelaksanaan SDL dengan menggunakan prangkat mobile
misalnya menggunakan pasien virtual yang bisa diakses oleh mahasiswa
dengan mandiri seperti yang diteliti oleh (Benedict et al., 2013) yang
menemukan pembelajaran self directed learning dengan menggunakan pasien
virtual yang dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak pasien virtual
yang didasarkan pada model pengambilan keputusan naratif dan membuat
simulasi kasus pasien yang kompleks untuk menggantikan instruksi berbasis
ceramah. Penelitian tersebut membandingkan metode pembelajaran SDL dan
metode kuliah kelas (konvensional) dapa siswa angkatan 2011 dan 2012
dengan melihat pengetahuan siswa tentang pemahaman terhadap mual muntah
pada pasien pasca oprasi, didapatkan hasil ditemukan bahwa siswa bisa diatur
dalam pelaksanaan simulasi sebesar 90%, menyenangkan 82 %, menantang

11
intelektual 97% dan 91% meningkatkan pengetahuan. Penelitian ini
menunjukkan bahwa penyelesaian kasus pasien berbasis pasien virtual
memunkinkan penggunakan kelas yang lebih baik. Penelitian ini membuktikan
bahwa SDL lebih efektif dari pembelajaran konvensional.
Self directed learning adalah, sebuah kebutuhan untuk belajar seumur
hidup, dan merupakan komponen penting untuk berpikir kritis. SDL ini diakui
oleh banyak kurikulum menjadi keharusan untuk pengembangan siswa.
Keterampilan belajar mandiri adalah, kebutuhan untuk pelajar seumur hidup,
komponen vital untuk berpikir kritis, penting bagi penyelenggara pendidikan
untuk menerapkan metode pembelajaran ini dan memfasilitasinya dan
menanamkan pada siswa rasa professionalisme, kritis berpikir, dan belajar
sesuai dengan proses pembelajaran dewasa (Benedict et al., 2013)
Self directed learning berkembang ketika siswa mengambil inisiatfi
untuk pembelajaran mereka, mengenali kebutuhan, merumuskan tujuan,
mengidentifikasi sumber daya dan menerapkan strategi yang tepat dan
mengevaluasi hasil belajar.
Dilevel internasional berbagai instrumen telah digunakan untuk
mengukur kemampuan self directed learning salah satu contohnya adalah
(SRSSDL-ita) merupakan instrumen yang mampu menawarkan umpan balik
berkenaan dengan kemampuan SDL yang dilakukan oleh siswa fungsinya yaitu
:a) mempromosikan dan meningkatkan kesadaran dikalangan siswa mengenai
kemampuan mereka dengan SDL dan tanggung jawab dan otonomi mereka
dalam proses belajar, b) mengidentifikasi kemampuan siswa dalam melakukan
SDL c) mendorong siswa untuk memikirkan sendiri metode dan strategi
pembelajaran yang dibutuhkan d) mengidentifikasi masalah dan kebutuhan
belajar, menerapkan strategi untuk meningkatkan kemampuan dalam
melakukan SDL dan memamtau evaluasi dari efektivitasnya e) mendukung
pendidik dalam mengembangkan dan mengevaluasi program SDL dan dalam
merancang kurikulum untuk program serjana dan pasca sarjana. SRSSDL-ita
instrumen ini awalnya dikembangkan oleh Williamsn dan kemuadian
dikembangkan di Italia. Instrumen ini ada 40 item didistribusikan kedalam

12
delapan faktor yaitu. Faktor kesadaran ada 7 item, sikap 8 item, motivasi 6
item, strategi belajar 5 item, metode pembelajaran 4 item, belajar aktif 4 item,
kempuan interpersonal 4 item, membangun pengetahuan 2 item. Pengukuran
menggunakan skala liket dengan 5 poin dari 1 untuk tidak pernah samapi 5
untuk selalu total skor berkisar 60-300 yang kemudian skor ini yang bisa
menggambarkan bahwa SDL yang dilakukan siswa efektif atau tidak.(Cadorin,
Cheng, & Palese, 2016)

C. Kelebihan dan kekurangan Self directed Learning


Berdasarkan hasil analisis literarut yang dilakukan dapat disimpulkan
bahwa pembelajaran self directed learning ini memilik kelebihan dan
kekurangan yaitu :
1. Kelebihannya adalah:
a. Siswa bebas untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka sendiri,
sesuai dengan kecepatan belajar mereka dan sesuai dengan arah minat
dan bakat mereka dalam menggunakan kecerdasan majemuk yang
mereka miliki.
b. Menekankan sumber belajar secara lebih luas baik dari guru maupun
sumber belajar lain yang memenuhi unsur edukasi.
c. Mengembangkan pengetahuan, keahlian dan kemampuan seseorang
secara menyeluruh.
d. Pembelajaran mandiri memberikan siswa kesempatan yang luar biasa
untuk mempertajam kesadaran mereka akan lingkungan mereka dan
memungkinkan siswa untuk membuat pilihan-pilihan positif tentang
bagaimana mereka akan memecahkan masalah yang dihadapi sehari-
hari.
e. Pembelajaran mandiri memiliki kelebihan berupa kebebasan bagi siswa
untuk memilih materi yang sesuai dengan minat dan kebutuhan. Di
samping itu,cara belajar yang dilakukan sendiri juga lebih
menyenangkan.

13
2. Kekurangannya adalah:
Kekurangan dari SDL adalah bagi siswa yang malas maka self
directed ini sulit membuat mereka mampu untuk mengembangkan
kemampuan dan pengetahuannya dan kemampuan siswa dalam memilih
metode atau sumber belajar berbeda-beda sehingga siswa yang sulit dalam
memilih metode apa yang tepat akan kesulitan dalam menerapkan model
pembelajaran self directed learning ini.

14
BAB III
IMPLIKASI DAN KESIMPULAN

A. Penerapan Dalam Pendidikan Keperawatan Di Indonesia


Knowless, 1975 mengatakan dalam (M Hassan Murad et al, 2008)
Tidak semua orang bisa menjadi pembelajar yang mandiri yang sukses. Ada
kompetensi yang diperlukan agar berhasil dalam menggunakan strategi
pembelajaran self directed learning, beberapa kompetensinya yaitu:
1. Mengarahkan diri sendiri tidak tergantung dengan orang lain,
2. Kemampuan untuk berkolaborasi untuk melihat orang lain sebagai sumber
daya untuk mendiagnosis kebutuhan belajar, merencanakan pembelajaran,
3. Kemampuan untuk menerjemahkan kebutuhan belajar.
Sebagai seorang perawat yang memiliki ilmu yang dinamis yang selalu
berubah maka perawat dituntut untuk menjadi pembelajar seumur hidup (long
life learner) sehingga dengan melatih diri dengan menggunakan self directed
learning dalam proses perkuliahan sangat dibutuhkan untuk melatih diri belajar
dengan mandiri sesuai apa yang kita butuhkan. Mampu belajar dengan mandiri
merupakan tanggung jawab pendidik untuk mendidik orang dewasa menjadi
pembelajar yang mandiri.
Penerapan metode self directed learning yang merupakan salah satu
model dari student centered learning telah banyak digunakan oleh institusi
pendidikan baik diluar negri dan didalam negeri. Namun penelitian dalam
negeri yang melibatkan mahasiswa keperawatan penulis belum menemukan
namun ada beberapa penelitian penerapan SDL pada mahasiswa di Indonesia
misalnya penelitian yang dilakukan oleh (Siti Suminarti Fasikhah dan Siti
Fatimah, 2013) dengan judul penelitian “Self-Regulated Learning (SRL) dalam
Meningkatkan Prestasi Akademik pada mahasiswa” penelitian ini dilakukan
pada mahasiswa psikologi angkatan 2011 di Universitas Muhammadiyah
Malang dengan menggunakan metode penelitian self report dan dokumentasi,
Self-raport digunakan untuk mengetahui aspek-aspek yang membuat prestasi
subyek rendah, cara mengatasi yang sudah dilakukan, hambatan/dukungan dan

15
keberhasilannya yang dilakukan oleh subyek sebelum. Sedangkan dokumentasi
yang digunakan dalam penelitian ini adalah nilai IP subyek di semester 1 dan
semester 2. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dua kelompok
dengan random assignment dan analisa data menggunakan independent
sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kelompok yang diberi
pelatihan SRL/SDL memiliki prestasi akademik lebih tinggi dibandingkan
kelompok yang tidak diberi pelatihan SRL dengan nilai p< 0,003. Dimana
kelompok yang diberi pelatihan memiliki nilai rata-rata indeks prestasi (IP)
lebih tinggi dengan mean = 2,78 dibandingkan kelompok yang tidak diberi
pelatihan dengan nilai mean = 2,47.
Telah banyak penelitan yang membahas tentang keefektifan dari model
pembelajran self directed learning dan model ini sangat cocok digunakan oleh
pembelajar dewasa. Sehingga penerapan SDL untuk mahasiswa keperawatan
sangat memungkinkan untuk terlaksana dengan penawaran keefektifan
pembelajran selanjutnya.
Perlu ditekankan bahwa pembelajaran menggunakan SDL bukan belajar
sendiri tapi memerlukan seorang ahli dalam hal ini adalah guru yang siap
memberikan bimbingan, arahan dan mengevaluasi hasil dari proses
pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan proses pembelajaran ini harus
selalu dilatih sehingga nantinya untuk kedepan mahasiswa sudah mampu
menjadi pembelajar yang mandiri baik didunia pendidikan maupun didunia
kerja nantinya.
Borrow 198 Dalam jurnal (Murad & MD, MPH, Prathibha Varkey,
MBBS, 2008) menegaskan bahwa untuk meningkatkan kemampuan siswa
dalam melaksanakan self directed learning harus disempurnakan dengan
praktek yang aktif, berulang dan dipandu oleh oleh pengajar dalam proses
pembelajarannya. Pengajar memberikan kesempatan kepada siswa untuk
latihan dimana siswa terlibat dalam memilih topik study, mencari sumber daya,
dan membuat strategi belajar sendiri. Tugas pengajar adalah mengevaluasi
kinerja siswa dalam melakukan SDL dan kemudian membuat rencana untuk
pembelajaran berikutnya.

16
Menurut (Hiemstra, 2006) beberapa hal yang harus diperhatikan dalam
SDL adalah :
1. Pembelajar secara individu dapat mengambil tanggung jawab untuk
keputusan terkait masalah pembelajaran
2. Mengarahkan diri sendiri merupakan karateristik tersediri dalam situasi
belajar. Menagarhkan diri sendiri bukan berarti bahwa pembelajaran akan
berlansung secara terpisah dari orang lain.
3. Pelajar yang mampu mengarahkan diri sendiri tampak mampu mentransfer
pembelajaran, baik dari segi pengetahuan dan keterampilan belajar
4. Pembelajaran mandiri dapat melibatkan berbagai kegiatan dan sumber
daya. Seperti membaca self guide, partisipasi dalam kelompok belajar,
magang, diaglog elektronik, dan kegiatan menulis reflektik.
5. Peran efektif guru dalam pembelajaran mandiri seperti dialog dengan
peserta didik, menyarankan sumber daya, mengevaluasi hasil, dan
memberikan ide pemikiran kritis
6. Beberapa lembaga pendidikan menemukan cara untuk mendukung
pembelajaran madiri melalui program pembelajaran terbuka, pilihan study
individual, dan beberapa program inovatif lainnya.

Dalam penerapan SDL ini memiliki kelebihan dan kekurangan namun


untuk mampu melaksanakan SDL ini dengan baik penting diperhatikan faktor-
faktor yang menunjang keberhasilan dalam pelaksanaannya. Dalam jurnal (Siti
Suminarti Fasikhah dan Siti Fatimah, 2013) dijelaskan bahwa Menurut Stone,
Schunk & Swartz, 2003 self-regulated learning, dipengaruhi oleh tiga faktor
utama, yaitu keyakinan diri (self-efficacy), motivasi dan tujuan. Selfefficacy
mengacu pada kepercayaan seseorang tentang kemampuan dirinya untu belajar
atau melakukan ketrampilan pada tingkat tertentu. Sedangkan motivasi
merupakan sesuatu yang menggerakkan individu pada tujuan, dengan harapan
akan mendapatkan hasil dari tindakannya itu dan adanya keyakinan diri untuk
melakukannya. Tujuan merupakan kriteria yang digunakan individu untuk
memonitor kemajuan belajarnya. Ketiga faktor tersebut di atas, yakni tujuan,

17
motivasi dan self-efficacy saling berhubungan dengan SRL. Selfefficacy
merefleksikan kepercayaan akan kemampuan diri seseorang untuk
menyelesaikan tugas, yang akan mempengaruhi tujuan (apakah orientasi pada
tujuan belajar atau kinerja. Selanjutnya self-efficacy yang tinggi, akan lebih
memotivasi individu untuk meningkatkan regulasi diri, sehingga individu dapat
belajar dengan mengimplementasikan lebih banyak strategi self-regulated
learning, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap prestasi akademiknya.

B. Kesimpulan
Menurut Knowles 2014 dalam (Chakkaravarthy et al., 2018) SDL
adalah, melakukan tanggung jawab individu untuk mengidentifikasi
pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, merancang tujuan pembelajaran
individu dan mencari sember belajar untuk terlibat dalam kegiatan belajar
mandiri dan terus mengevaluasi diri dalam proses pembelajaran. Dan beberapa
study telah melaporkan bahwa pendekatan pembelajaran seumur hidup berbasis
SDL membantu perawat dalam mengembangkan kompetensi.
Perlu ditekankan bahwa pembelajaran menggunakan SDL bukan belajar
sendiri tapi memerlukan seorang ahli dalam hal ini adalah guru yang siap
memberikan bimbingan, arahan dan mengevaluasi hasil dari proses
pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan proses pembelajaran ini harus
selalu dilatih sehingga nantinya untuk kedepan mahasiswa sudah mampu
menjadi pembelajar yang mandiri baik didunia pendidikan maupun didunia
kerja nantinya.
Penerapan SDL ini sangat baik digunakan dalam proses pembelajaran
yang dilakukan oleh perawat dan untuk memaksimalkannya harus
memperhatikan faktor pendukung keberhasilannya yaitu keyakinan diri (self-
efficacy), motivasi dan tujuan.

18
DAFTAR PUSTAKA

Benedict, N., Schonder, K., & McGee, J. (2013). Promotion of self-directed


learning using virtual patient cases. American Journal of Pharmaceutical
Education, 77(7). [Link]
Cadorin, L., Cheng, S. F., & Palese, A. (2016). Concurrent validity of self-rating
scale of self-directed learning and self-directed learning instrument among
Italian nursing students. BMC Nursing, 15(1).
[Link]
Chakkaravarthy, K., Ibrahim, N., Mahmud, M., & Venkatasalu, M. R. (2018).
Predictors for nurses and midwives’ readiness towards self-directed learning:
An integrated review. Nurse Education Today, 69, 60–66.
[Link]
Gisela H. Van Rensburg, Y. B. (2015). Bridging the gap between self-directed
learning of nurse educators and effective student support. Acme, 13(4), 497–
507. [Link]
Hiemstra, R. (2006). Pembelajaran Kendiri. The International Encyclopedia of
Education, (1994), 1–11. [Link]
Kastenmeier, A. S., Redlich, P. N., Fihn, C., Treat, R., Chou, R., Homel, A., &
Lewis, B. D. (2018). Individual learning plans foster self-directed learning
skills and contribute to improved educational outcomes in the surgery
clerkship. American Journal of Surgery, 216(1), 160–166.
[Link]
Murad, M. H., & MD, MPH, Prathibha Varkey, MBBS, M. (2008). Self Directed
Learning in Health Professions Education. Medical Education-Review
Article, 69(9), 936–941.
Riza, A., & Tarmidi. (2010). Korelasi Antara Dukungan Sosial Orang Tua dan
Self ‐ Directed Learning pada Siswa SMA. Jurnal Psikologi, 37(2), 216–223.
[Link]
Siti Suminarti Fasikhah dan Siti Fatimah. (2013). Self-regulated learning. SELF-
REGULATED LEARNING (SRL) DALAM MENINGKATKAN PRESTASI
AKADEMIK PADA MAHASISWA, 01(01), 123–166.
Sumarmo, U. (2004). Kemandirian belajar: Apa, mengapa, dan bagaimana
dikembangkan Pada peserta didik. Makalah Disajikan Pada Seminar
Pendidikan Matematika Di Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA
Universitas Negeri Yogyakarta, (1983), 1–9. [Link]
8312.2011.01677.x
Tao, Y., Li, L., Xu, Q., & Jiang, A. (2015). Development of a nursing education
program for improving Chinese undergraduates’ self-directed learning: A
mixed-method study. Nurse Education Today, 35(11), 1119–1124.
[Link]
Tim pengembangan ilmu pendidikan FIP- UPI.(2007) Ilmu dan Aplikasi
Pendidikan. Bandung: PT. Imperial Bhakti Utama.

19

Anda mungkin juga menyukai