0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
229 tayangan15 halaman

Panduan E-SISMAL untuk Pengendalian Malaria

SISMAL

Diunggah oleh

Nurul Amaliah Abbas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
229 tayangan15 halaman

Panduan E-SISMAL untuk Pengendalian Malaria

SISMAL

Diunggah oleh

Nurul Amaliah Abbas
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PAPER

Sistem Informasi Kesehatan


(Sistem Informasi Malaria SiSMal)

OLEH :
A Dewi Utami Asma
Frederika Tuladan
Khusnul Amirah
Nurul Amaliah Abbas
Yulianti Syam

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR
JURUSAN [Link] KEBIDANAN
2018
A. Latar Belakang
Berdasarkan data WHO (2010), terdapat sebanyak 247 juta kasus malaria di
seluruh dunia dan menyebabkan lebih dari 1 juta kematian pada tahun 2008. Sebagian
besar kasus dan kematian malaria ditemukan di Afrika dan beberapa negara di Asia,
Amerika Latin, Timur Tengah serta Eropa. Setiap 45 detik seorang anak di Afrika
meninggal dunia akibat penyakit malaria.
Penyebaran penyakit malaria di dunia sangat luas yakni antara garis lintang
60º di utara dan 40º di selatan yang meliputi lebih dari 100 negara beriklim tropis dan
subtropis (Erdinal, 2006). Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2010,
penyakit malaria menyerang 108 negara dan kepulauan di dunia pada tahun
[Link] dunia yang berisiko terkena penyakit malaria hampir setengah dari
keseluruhan penduduk di dunia, terutama negara-negara berpenghasilan rendah. Di
beberapa negara lain untuk mengatasi permasalahan Malaria di negaranya, berbagai
cara dan strategi dilakukan dalam program pemberantasan Malaria. Departement of
Infectious and Tropical Disease Afrika memberi penyuluhan pada anak-anak di
sekolah-sekolah mereka melalui konsep approaches to school based
chemoprevention and treatment , anak-anak diberikan pengetahuan tentang tindakan
pencegahan khusus dan kelambu gratis. (Broker et al, 2008).
Sebuah studi kasus yang dilakukan oleh Ministry of Health of Zambia dan
World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa sejak tahun 2006 Zambia
telah melaksanakan program Roll Back Malaria (RBM) untuk mengontrol kasus
Malaria, program ini akan berakhir dan dievaluasi pada tahun 2011 nanti. Fokusnya
adalah tindakan pencegahan berbasis kepada strategi Integrated Vector Management
(IVM) yang memiliki 3 fase implementasi yaitu Introduction Phase, Consolidation
Phase and Expansion Phase .Dikatakan dalam penelitian ini bahwa
IVM telah meningkatkan coverage dan utilisasi intervensi Malaria,
sehingga dapat menurunkan angka kematian dan kesakitan Malaria.
Pengendalian malaria di Indonesia yang tertuang dalam Keputusan Menteri
KesehatanRepublik Indonesia Nomor 293/MENKES/SK/IV/2009 tanggal 28 April
2009 tentang Eliminasi Malaria di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan
masyarakat yang hidup sehat, yang terbebas dari penularan malaria secara bertahap
sampai tahun 2030 (Profil Kesehatan RI, 2009). Target yang disepakati secara
internasional oleh 189 negara adalah mengusahakan terkendalinya penyakit malaria
dan mulai menurunnya jumlah kasus malaria pada tahun 2015 dengan indikator
prevalensi malaria per 1.000 penduduk Berdasarkan laporan Kementria Kesehatan
Republik Indonesia tahun 2012 Angka kejadian malaria per 1000
penduduk pada tahun 2012 adalah 1.69% sedangkan data tahun 2011 adalah 1.75%.
Sementara itu, pengendalian vektor, prosentase Kabupaten/Kota yang melakukan
mapping vektor pada tahun 2012 adalah 47,23%, dan data tahun 2011 yaitu 40,5%.
Secara nasional kasus malaria selama tahun 2011 – 2012 cenderung
menurun.(Kemkes, 2013).
Sejalan dengan resolusi WHA Nomor 60.18 tahun 2017 tentang eliminasi
malaria bagi setiap negara, pemerintah telah menetapkan eliminasi malaria di
Indonesia tahun 2030 dengan keputusan Menteri Kesehatan No. 293 tahun 2009
tentang Eliminasi Malaria di Indonesia. Khusus untuk wilayah pulau Kalimantan dan
Sulawesi ditargetkan sudah mencapai tahap eliminasi pada tahun 2020.
Di Indonesia malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang
utama. Penyakit malaria mempunyai pengaruh yang sangat besar pada angka
kesakitan dan kematian bayi, anak balita, dan ibu hamil serta dapat menyebabkan
penurunan produktifitas kerja.
Angka kesakitan malaria di Kalimantan Timur terjadi trend penurunan sejak
dilakukannya intervensi secara komprehensif dan simultan sejak tahun 2011 dengan
bantuan hibah pendanaan dari Global Fund. Angka kesakitan malaria berdasarkan
indikator API (Annual Paracite Incident) di Kalimantan Timur menurun dari tahun
ketahun tahun 2010 s/d 2015 secara terus-menerus adalah berikut, tahun 2010 =
2.250/00; 2011 = 2.100/00; 2012 = 1.120/00; 2013 = 0,750/00; 2014 = 0.680/00;
2015=0.450/00; 2016=0.350/00.; 2017 = 0.34 0/00. Meskipun demikian setiap kabupaten
yang masih dalam tahap pra-eliminasi masih terdapat desa-desa fokus yang masih
menjadi kantong malaria.
Malaria merupakan salah satu masalah kesehatan utama di Indonesia yang
seringkali berpotensi menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa). Kunci utama dalam
pengendalian malaria adalah diterapkannya sistem surveilans yang mengamati faktor
resiko maupun kejadian penyakit yang diolah agar menjadi informasi untuk
mendukung pengambilan keputusan. Aplikasi ini memudahkan dinas kesehatan,
puskesmas, maupun rumah sakit dalam melakukan pencatatan, pelaporan, serta
analisis epidemiologi malaria karena didukung adanya fasilitas grafik dan peta.

B. Kajian Pustaka

1. Pengaertian
Simal (system informasi malariah) adalah suatu media atau system yang
memiliki format tertentu baik manual maupun dalam bentuk aplikasi sederhana
untuk mengumpulkan data penderita malaria. Sistem manual dalam pencatatan
dan pelaporan program P2Malaria belum bisa menghasilkan informasi situasi
malaria yang sesuai dengan kebutuhan program. Dalam pelaksanaannya, sistem
ini menghadapi kendala seperti keterlambatan, ketidaklengkapan dan validitas
data yang kurang.
Membuat prototip sistem informasi surveilans malaria berbasis komputer
yang berdasarkan kebutuhan pengguna sebagai alat bantu dalam pelaksanaan
program P2 Malaria dengan harapan akan diperoleh suatu model rancangan
prototip sistem informasi surveilans malaria yang sesuai dengan keinginan
pengguna.

2. Perkembangan Sismal
Sistem manual dalam pencatatan dan pelaporan program P2Malaria di
Kabupaten Bulungan belum bisa menghasilkan informasi situasi malaria yang
sesuai dengan kebutuhan program. Dalam pelaksanaannya, sistem ini menghadapi
kendala seperti keterlambatan, ketidaklengkapan dan validitas data yang kurang.
Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti ingin melakukan pengembangan
sistem informasi surveilans malaria yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan
mampu menghasilkan informasi situasi malaria yang lebih lengkap, akurat dan
bervariasi
Saat ini, data dari kasus-kasus malaria di berbagai wilayah endemic di
Indonesia masih disimpan dalam banyak file excel. Akibatnya, terdapat kesulitan
untuk memperoleh informasi yang cepat dalam pengambilan keputusan untuk
penanganan kasus malaria. Oleh karena itu, perlu dibangun sebuah data
warehouse untuk me-ngatur data tersebut secara terpusat. Pada artikel ini, dibuat
ontology untuk mengidentifikasi informasi dan parameter penting dari elemen -
elemen yang harus ada dalam data warehouse, seperti: entitas, ke-las, sub-kelas,
dan hubungan antar entitas
Salah satu upaya untuk meningkatkan validitas dan kelengkapan dalam
pelaporan data malaria, maka dikembangkan software E-SISMAL (Elektronik
Sistem Informasi Surveilans Malaria).
E-Sismal adalah sistem pencatatan dan pelaporan surveilans malaria
berdasarkan elektronik. Sistem ini menggunakan MS Excel yang sudah diperkaya
dengan visual basic. eSISMAL adalah sebuah tools untuk pencatatan dan
pelaporan data individual penderita Malaria. eSISMAL digunakan pada level
puskesmas, kabupaten, propinsi dan pusat. dengan adanya eSISMAL ini
diharapkan dapat membantu dalam hal pencatatan dan pelaporan data program
Malaria.
Input data dilakukan di tingkat puskesmas atau rumah sakit dan pada tingkat
Kabupaten/Kota, Provinsi dan pusat dilakukan rekapitulasi
Pada tahun 2012 sistem pencatatan dan pelaporan dengan menggunakan E-
SISMAL, sebenarnya telah pernah diimplementasikan ke 3 (tiga) Kabupaten/Kota
yaitu Kabupaten Indragiri Hilir, Kabupaten Rokan Hilir dan Pelalawan, namun
Kabupaten/Kota yang telah dilatih tersebut belum dapat merekap data dengan
menggunakan E-SISMAL tersebut
Sebagai tindak lanjut pembuatan e-SISMAL (elektronik sistem informasi
surveilans malaria) pada tanggal 9 sampai 14 Januari 2012 dilakukan pertemuan
Monitoring dan Evaluasi Program Malaria khusus wilayah Kalimantan dan
Sulawesi. Pada kegiatan tersebut, dilakukan pula sosialisasi e-SISMAL kepada
petugas ME (Monitoring dan Evaluasi).

Manfaat E- Sismal adalah sebagai berikut:


a. Pengisian data pasien Malaria kedalam sistem komputerisasi
b. Form Laporan yang baku
c. Menjadi sumber data dalam program pengendalian malaria (evidence
based)
d. Meminimalisir Tingkat kesalahan laporan
e. File dapat dikirim melalui email
f. Dokumentasi lebih rapih
g. Rekapitulasi mudah dilakukan (untuk kompilasi data tingkat kabupaten,
propinsi dan pusat dapat dilakukan secara otomatis tidak perlu melakukan
entri data secara manual)
h. Hasil capaian indikator mudah dinilai (secara otomatis)

Prevalensi malaria Maluku Utara adalah tertinggi ke-5 dari angka nasional.
Dari data Dinas kesehatan, di Maluku Utara, malaria telah menyebabkan kematian
272 orang selama kejadian luar biasa (KLB) tahun 2007. Usaha-usaha
pengendalian malaria yang dilakukan bersama antara pemerintah, masyarakat dan
lembaga-lembaga baik lokal maupun internasional telah berhasil menurunkan
angka malaria hingga di tahun 2014 tercatat 4,635 kasus positif malaria yang
berhasil diobati (API= 4 ‰, slide positivity rate atau SPR=15.4%). Diagnosis
secara mikroskopis maupun dengan Rapid Diagnostic Test (RDT) telah dilakukan
pada 93.35% pasien dengan demam atau gejala lainnya, yaitu mengalami 3.78%
peningkatan dibanding tahun 2013.

Upaya pengendalian malaria yang dipergunakan saat ini antara lain adalah:

a. Diagnosis dini (ketersediaan dan kompetensi mikroskopis, penjaminan


mutu dan logistik)
b. Pengobatan yang cepat dan tepat (stok DHP dan primakuin)
c. Kontrol terhadap vektor (kelambu, perubahan lingkungan, PLA
d. Metode pencegahan lainnya (repellent, obat nyamuk, profilaksis,
menyarankan penggunaan baju dan celana lengan panjang pada malam
hari).
Untuk mencatat upaya pengendalian malaria di atas maka digunakan salah
satu alat yaitu kartu penderita malaria. Kartu ini adalah salah satu alat (tools) yang
dapat digunakan untuk mencatat data pasien malaria, memonitor (follow up)
pengobatan dan mengetahui data mengenai kasus-per-kasus malaria sebagai salah
satu upaya epidemiologis untuk mengidentifikasi dan memetakan kasus malaria di
suatu wilayah. Penggunaan kartu penderita sangat penting untuk proses pencatatan
dan pelaporan (recording and reporting) dan untuk mendukung proses pendataan
malaria yang sedang digalakkan sebagai program nasional, saat ini pemerintah
telah merancang model pendataan elektronik yang disebut e-sismal.
Pencatatan E-Sismal merupakan modifikasi format dari bentuk manual ke
sistem elektronik. Ada model transisi sistem pencatatan pelaporan malaria dari
tingkat puskesmas sampai ke subdit yg sudah diperkenalkan oleh subdit dan sudah
dilakukan di Puskesmas Kab/Kota. Selama ini pencatatan dilakukan secara
manual, sedangkan e-sismal pencatatan dilihat dari kartu penderita. Pasien yang
tercatat adalah pasien terkonfirmasi positif. Sistematika pencatatan dalam bentuk
excel dengan system offline.
Pencatatan e-sismal sebenarnya tidak beda jauh dengan pencatatn manual.
Tujuan dilakukannya system e-SISMAL adalah meningkatkan kualitas pencatatan
pelaporan program malaria dari tingkat Puskesmas sampai di Pusat. System e-
SISMAL akan dilaksanakan setelah Puskesmas mendapatkan pelatihan system e-
SISMAL yang akan dilaksanakan tahun 2015. Pelaksanaan system e-SISMAL
direncanakan tahun 2016.
Pelaksanaan kegiatan ini selama 2 hari yaitu pada tanggal 16-17 Oktober
2015 yang dihadiri oleh 19 orang, ( laki-laki 11 dan perempuan 8 orang ). Peserta
berasal dari Dinas kesehatan kabupaten dan Kota se Maluku Utara serta 10 orang
dari Puskesmas. Turut hadir mendukung proses kegaitan Review surveilans
malaria antara lain; dr. Sri Riyati Sugiarto (Unicef Makassar) dan Tim BaKTI
(Arafah dan Nirwana Anar).
Review kartu penderita malaria diharapkan mampu diterapkan dan dipahami
dengan baik oleh para petugas malaria, baik yang ada di tingkat Puskesmas, rumah
sakit maupun Dinas kesehatan. Sebagai rencana tindak lanjut kegiatan ini, peserta
menyusun beberapa poin rekomendasi. Antara lain sebagai berikut;
a. Pengadaan kartu penderita diadakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Maluku
Utara
b. Berdasarkan diskusi yang berkembang kartu penderita malaria harus direvisi
sesuai informasi yang dibutuhkan, revisi ( pada romawi II nomor 2 dan 3,
romawi IV dan V yakni follow up pemeriksaan laboratorium
c. Pelatihan e-sismal menunggu konfirmasi tanggal pelaksanaan dari pengelola
kabupaten/kota, selanjutnya via kontak hp atau email ke tim GF malaria
Provinsi Maluku Utara
d. Operasional petugas pengelola malaria di puskesmas direncanakan pada
perencanaan manajemen program setiap tahunnya
e. Merencanakan pelatihan E-sismal bagi petugas Rumah Sakit
f. Melibatkan petugas rumah sakit dalam pengelolaan dan pengembangan
program pengendalian malaria secara berkala.
Pada tanggal 27 September – 1 Oktober 2015, telah dilaksanakan TOT
Implementasi E-SISMAL bagi pengolahan program Malaria Kabupaten/Kota se
Provinsi Riau. Oleh karena itu, untuk dapat mensosialisasikan E-SISMAL sampai
ke tingkat fasyankes puskesmas di provinsi riau, maka Global Fund Komponen
Malaria memandang perlu untuk mengadakan Traning Of Traning ( TOT ).
Implementasi E-SISMAL bagi pengolahan program Malaria Tingkat Puskesmas
di hotel Furaya Pekanbaru, Rabu (10/08/2016) yang dibuka langsung oleh Kepala
Dinas Kesehatan Provinsi Riau
Pada tanggal 25 – 28 Februari 2018, di Hotel Aston Imperial Bekasi Barat
diselenggarakan pertemuan sosialisasi aplikasi Elektronik Sistem Informasi
Surveilans Malaria (e-SiSMAL) Versi terbaru (Versi 2) oleh Subdirektorat
Malaria Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan
Zonotik (P2PTVZ) Kemenkes RI.
Sosialisasi diikuti seluruh pengelola program malaria dan pengelola program
surveilans dari 34 Dinas Kesehatan Provinsi. Meski sasaran utama sosialisasi
adalah pengelola program malaria dan program surveilans di tingkat provinsi,
namun BBTKLPP Yogyakarta berkesempatan mengirimkan 1 perwakilan peserta
sesuai dengan undangan. Peserta dari BBTKLPP Yogyakarta diwakili fungsional
entomolog kesehatan, sekaligus sebagai penanggung jawab Instalasi
Laboratorium Parasitologi. Sosialisasi bertujuan menyampaikan beberapa
perubahan pada aplikasi e-Sismal versi sebelumnya (versi 1), sekaligus cara
penggunaan e-Sismal versi 2.
Acara sosialisasi dibuka secara resmi oleh Direktur P2PTZ, dr. Elizabeth
Jane Soepandi, MPH, Dsc, didampingi oleh Kasubdit. Malaria, dr. Elvieda
Sariwati, [Link]. Dalam sambutannya, Direktur P2PTVZ berpesan agar e-Sismal
dapat diintegrasikan dengan sistem surveilans yang telah ada di Direktorat
Surveilans. Sebelum materi inti, terlebih dahulu dipaparkan beberapa materi
pengantar, terdiri dari: (1) Tantangan dan isu strategis eliminasi malaria di bidang
diagnosis dan pengobatan (Direktur P2PTVZ), (2) Kebijakan Surveilans Malaria
(Kasubdit. Malaria), (3) Update Kebijakan Tatalaksana Malaria (Subdit Malaria),
dan (4) SKDR (Subdit. Surveilans). Paparan materi inti dan praktikum aplikasi e-
Sismal versi 2 dipandu langsung oleh narasumber dari Subdit. Malaria.
Pengembangan e-Sismal versi 2 bertujuan mewujudkan sistem pelaporan
informasi hasil surveilans malaria yang efektif dan efisien. Dengan aplikasi e-
sismal, pelaporan dilakukan secara realtime, tidak lagi berjenjang yang
menyebabkan keterlambatan data/informasi sampai ke tingkat pengambil
keputusan di tingkat atas. Dengan aplikasi ini memungkinkan semua stakeholder
terkait di semua tingkatan administrasi dapat mengakses perkembangan situasi
kasus malaria yang ada, termasuk ketersediaan logistik pengendalian malaria.
Informasi yang dihasilkan dari penggunaan e-Sismal bermanfaat bagi stakeholder
terkait di masing-masing daerah sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan
kegiatan respon cepat maupun perencanaan kegiatan-kegiatan di tahun
berikutnya.

3. Sumber data Sismal


Surveilans dan sistem informasi malaria merupakan bagian integral dari
sistem surveilans epidemiologi nasional untuk mendukung tersedianya data dan
informasi yang cepat dan akurat, sebagai dasar pengambilan keputusan dalam
rangka perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi program pengendalian
malaria, termasuk SKD-KLB Penyelenggaraan surveilans dan sistem informasi
malaria sesuai dengan tahapan eliminasi masing-masing wilayah
a. Penyelenggaraan Survelians dan Sistem Informasi Malaria Pada Tahap
Pemberantasan
Penyelenggaraan surveilans dan sistem informasi malaria di daerah
program pengendalian malaria tahap pemberantasan malaria terdiri dari
surveilans rutin, surveilans khusus, data dan informasi kinerja program dan
SKD KLB malaria.
1) Surveilans Rutin
Surveilans rutin terdiri dari jenis surveilans rutin (sumber data, variabel,
perekaman dan pengolahan data) , pelaporan data, dan penyebarluasan
informasi

a) Jenis Surveilans

(1) Surveilans dan Sistem Informasi Malaria Bersumber Data


Penemuan Penderita Malaria Di Puskesmas Dan Rumah Sakit
Serta Fasilitas Pelayanan Kesehatan Lainnya
(a) Sumber Data surveilans rutin ini adalah penderita yang berobat ke
Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang
didiagnosis sebagai penderita malaria. Penderita malaria terdiri
dari kasus malaria suspek, kasus malaria suspek dengan pengujian
mikroskopis/ pemeriksaan cepat dan kasus malaria positif
(b)Perekaman dan Pengolahan Data Kasus malaria suspek yang
ditemukan saat melaksanakan kegiatan penemuan penderita
malaria secara aktif di lapangan direkam pada Register Penderita
Malaria Pada Penemuan Penderita Secara Aktif di Lapangan
(ACD). Kasus malaria suspek dengan pengujian
mikroskopis/pemeriksaan cepat direkam dalam Register
Pemeriksaan Mikroskopis Malaria Pada Penemuan Penderita
Malaria Secara Aktif di Lapangan (ACD). Data kasus malaria
suspek yang telah direkam pada Register Penderita Malaria Pada
Penemuan Penderita Secara Aktif di Lapangan (ACD) dan data
kasus malaria positif pada Register Pemeriksaan Mikroskopis
Malaria Pada Penemuan Penderita Malaria Secara Aktif di
Lapangan direkapitulasi dalam formulir Rekapitulasi Penderita
Malaria Pada Penemuan Penderita Malaria Secara Aktif di
Lapangan (ACD) setiap akhir minggu dan setiap akhir bulan
(lampiran 10.4)

(2) Surveilans dan Sistem Informasi Malaria Bersumber Data


Penemuan Penderita Malaria Secara Aktif di Lapangan (Active
Case Detection) Kegiatan Penemuan Penderita Malaria Secara Aktif
di Lapangan menjadi alternatif pengendalian malaria pada tahap
pemberantasan, antara lain karena sangat tingginya risiko sakit berat
atau meninggal, dan kegiatan penemuan penderita malaria secara pasif
tidak efektif menurunkan risiko penularan malaria di daerah tersebut.
Sumber data yang didapatkan yakni saat melakukan kunjungan rumah
atau yang berkunjung ke layanan pos pos kesehatan.

(3) Surveilans Dan Sistem Informasi Malaria Bersumber Data


Program Pengendalian Malaria Sumber data yakni distribusi
kelambu pada kegiatan ANC bersumber dari laporan cohort ibu hamil,
Rekapitulasi Bayi Puskesmas Program imunisasi, Catatan kartu
penderita malaria

(4) Surveilans dan Sistem Informasi Malaria Bersumber Data


Logistik Obat Dari laporan penggunaan obat Malaria di Fas Kes

(5) Surveilans dan Sistem Informasi Malaria berdasarkan hasil


Pengamatan Vektor data pengamatan vektor adalah pengukuran
vektor yang dilaksanakan pada lokasi-lokasi pengamatan yang telah
ditentukan berdasarkan riwayat kejadian KLB atau tingginya kejadian
malaria.

C. Hasil Pembahasan
Simal (system informasi malariah) adalah suatu media atau system yang
memiliki format tertentu baik manual maupun dalam bentuk aplikasi sederhana
untuk mengumpulkan data penderita malaria. Sistem manual dalam pencatatan
dan pelaporan program P2Malaria belum bisa menghasilkan informasi situasi
malaria yang sesuai dengan kebutuhan program. Dalam pelaksanaannya, sistem
ini menghadapi kendala seperti keterlambatan, ketidaklengkapan dan validitas
data yang kurang, yang kemudian dikembangkan menjadi E-Sismal adalah sistem
pencatatan dan pelaporan surveilans malaria berdasarkan elektronik. Sistem ini
menggunakan MS Excel yang sudah diperkaya dengan visual basic. eSISMAL
adalah sebuah tools untuk pencatatan dan pelaporan data individual penderita
Malaria. eSISMAL digunakan pada level puskesmas, kabupaten, propinsi dan
pusat. dengan adanya eSISMAL ini diharapkan dapat membantu dalam hal
pencatatan dan pelaporan data program Malaria.
Tesis Universitas Indonesia membahas tentang pengembangan software
pengolahan dan analisa data dari manual menjadi automasi dan terintegrasi di
Kabupaten Lampung Selatan. Tujuan pengembangan ini terbentuknya prototype
yang berguna untuk menghasilkan indikator, laporan PCD dan kewaspadaan dini
KLB Malaria. Hasil analisis pengembangan sistem, peluang untuk
mengembangkan software sistem informasi Malaria ini sangat memungkinkan di
Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan. E- Sismal dalam hal ini masih
menghadapi kendala dalam penerapannya, meski telah dilaksanakan berbagai
bentuk pelatihan penggunaan E sismal namun tenaga yang dibutuhkan masih
kurang. E sismal yang menggunakan aplikasi Microsoft Excel masih belum dapat
menghasilkan data yang valid dikarenakan tingkat keakuratan serta data yang
diinput masih manual. Dengan adanya sismal ini diharapkan agar dapat
pemahaman dan komitmen pimpinan di pusat dan daerah, tentang pentingnya
penyelenggaraan surveilans dan sistem informasi malaria berdasarkan tahapan
eliminasi dalam upaya pengendalian malaria, komitmen dan dukungan pelaksana
program pengendalian malaria dalam pelaksanaan surveilans dan sistem informasi
malaria, evaluasi dan penyempurnaan berkala pedoman penyelengggaraan
surveilans dan sistem informasi malaria, minimal 5 tahun sekali, Mendorong
pengembangan surveilans dan sistem informasi malaria inovatif sesuai dengan
kondisi, kebutuhan dan kemampuan daerah dengan tetap mengacu pada pedoman
penyelenggaraan surveilans dan sistem informasi malaria, kemampuan
pengumpulan dan pengolahan serta pelaporan data disetiap unit sumber data dan
unit pelaksana surveilans, baik perbaikan sistem, mekanisme kerja, dukungan
kelengkapan sarana, penerapan teknologi tepat guna, Pertemuan berkala petugas
teknis unit sumber data dan unit pelaksana surveilans dalam rangka validasi data,
peningkatan kemampuan dan keterampilan, pertukaran data dan Informasi,
jumlah dan jenis tenaga surveilans dan sistem informasi malaria di setiap unit
pelaksana dan unit sumber data di pusat dan daerah, memfasilitasi sumber daya
manusia surveilans dan sistem informasi agar mendapat pendidikan, pelatihan
dasar dan pelatihan berkelanjutan,

D. Kesimpulan dan Saran


Simal (system informasi malariah) adalah suatu media atau system yang
memiliki format tertentu baik manual maupun dalam bentuk aplikasi sederhana
untuk mengumpulkan data penderita malaria. Sistem manual dalam pencatatan
dan pelaporan program P2Malaria belum bisa menghasilkan informasi situasi
malaria yang sesuai dengan kebutuhan program. Dalam pelaksanaannya, sistem
ini menghadapi kendala seperti keterlambatan, ketidaklengkapan dan validitas
data yang kurang, yang kemudian dikembangkan menjadi E-Sismal adalah sistem
pencatatan dan pelaporan surveilans malaria berdasarkan elektronik. Sistem ini
menggunakan MS Excel yang sudah diperkaya dengan visual basic. eSISMAL
adalah sebuah tools untuk pencatatan dan pelaporan data individual penderita
Malaria. eSISMAL digunakan pada level puskesmas, kabupaten, propinsi dan
pusat. dengan adanya eSISMAL ini diharapkan dapat membantu dalam hal
pencatatan dan pelaporan data program Malaria.
Saran agar Sistem Informasi malaria disediakan dalam aplikasi yang lebih
terperinci dan terintegrasi di seluru Indonesia sehingga data yang diperoleh valid.
Meningkatkan sumber daya manusia melalui pelatihan penggunaan sismal dan
dapat melakukan evaluasi pada setiap kinerja yang telah dilakukan demi
perbaikan di masa yang akan dating.

E. Referensi
Riau,Go 2016 “E-SISMAL” (online)
[Link]
sistem-informasi-surveilans-malaria-e-sismal-bagi-pengolahan diakses 20
September 2018 Pukul 18.00 WITA
Jurnal Sistem Informasi (Journal of Information Systems). 1/12 (2016), 9-14
DOI: [Link] diakses 20 September 2018
Pukul 18.00 WITA
Iwandi, Rustam (online) UGM 2009
[Link]
elitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=43276 Di akses pada tanggal
10 September 2018 Pukul 10. 00 WITA

Anda mungkin juga menyukai