0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan15 halaman

Digitalisasi Pengadaan Barang/Jasa OKU Timur

Contoh project charter PIM III

Diunggah oleh

Ilur Ilur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
160 tayangan15 halaman

Digitalisasi Pengadaan Barang/Jasa OKU Timur

Contoh project charter PIM III

Diunggah oleh

Ilur Ilur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA AKSI PERUBAHAN

(PROJECT CHARTER)

01. IDENTITAS PROYEK

Nama DIGITALISASI SISTEM INFORMASI USULAN PELELANGAN


“SIULAN” PENGADAAN BARANG/JASA PADA BAGIAN
LAYANAN PENGADAAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN
OKU TIMUR

Deskripsi Sistem penyampaian usulan pelelangan yang telah berjalan selama ini masih
dalam bentuk manual melalui penyampaian berupa hardcopy. Hal ini
menyebabkan masih lambannya proses pelelangan paket pekerjaan
organisasi perangkat daerah dikarenakan beberapa persoalan seperti
bertumpuknya dokumen usulan lelang yang harus diverifikasi oleh
kelompok kerja (pokja) pengadaan barang/jasa apalagi bila dokumen usulan
lelang harus dikaji ulang dan direvisi oleh OPD apabila dokumen tersebut
belum lengkap sehingga OPD harus bolak-balik untuk memperbaiki usulan
pelelangan ke kantor Bagian Layanan Pengadaan (BLP). Oleh karena itu
melalui system informasi usulan pelelangan pengadaan barang/jasa secara
digital melalui aplikasi SIULAN akan mempercepat waktu penyampaian
usulan pelelangan semua OPD dimana apabila ada kekurangan dokumen
usulan lelang pada saat verifikasi oleh pokja BLP secara online maka pihak
OPD dapat memperbaiki kesalahan tersebut di kantor masing-masing.
Setelah proses tersebut selesai usulan pelelangan yang telah memenuhi
syarat berdasarkan hasil verifikasi dari pokja BLP, maka Kepala Bagian
Layanan Pengadaan akan langsung menunjuk pokja BLP melalui Surat
Perintah Tugas (SPT) untuk segera melakukan proses pelelangan paket
pekerjaan yang diusulkan. Sehingga laporan pertanggungjawaban
pengadaan barang/jasa dapat dilakukan setiap saat dan dimanapun berada
apabila telah disajikan secara online.

Sponsor Nama : Idrus Musa, [Link], M.M


NIP : NiP. 195902181981031010
Pangkat : Pembina Utama Muda
:
Jabatan Sekretaris Daerah

Project Charter | 1
Project Leader Nama : Feri Hadiansyah,ST, MM
NIP : 197906252005011009
Pangkat : Pembina
:
Jabatan Kepala Bagian Layanan Pengadaan Kabupaten
OKU Timur
Sumber Daya a. Peraturan : 1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang
Tim Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas
Perundang
dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran
Undangan Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor
75, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3851);
2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor
16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah;
3. Peraturan Kepala LKPP Nomor 15 Tahun 2018
tentang Pelaku Pengadaan Barang/Jasa;
4. Peraturan Kepala LKPP Nomor 9 Tahun 2018
tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan
Barang/Jasa Melalui Penyedia;
5. Peraturan Kepala LKPP Nomor 14 Tahun 2018
tentang Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa
Melalui Penyedia;
6. Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara
Nomor 19 Tahun 2015 tentang Pedoman
Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan
Kepemimpinan Tingkat III;
7. Peraturan Bupati Ogan Komering Ulu Timur
Nomor 39 Tahun 2012 tentang Pembentukan
Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah Kabupaten OKU TIMUR (Berita
Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
Nomor 39 Tahun 2012);
8. Peraturan Daerah Kabupaten Ogan Komering
Ulu Timur Nomor 6 Tahun 2016 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Daerah
dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
(Lembaran Daerah Kabupaten Ogan Komering
Ulu Timur Tahun 2016 Nomor 6);
9. Peraturan Bupati Ogan Komering Ulu Timur
Nomor Tahun 2016 Tentang Bagian Layanan
Pengadaan Kabupaten Ogan Komering Ulu
Timur;
10. Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Timur
Nomor 342 Tahun 2013 tentang Pembentukan
Organisasi Unit Layanan Pengadaan (ULP)
Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur
sebagaimana telah beberapa kali di ubah dengan
Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu Timur
Nomor 338 Tahun 2016 tentang Perubahan
Lampiran Keputusan Bupati Ogan Komering Ulu

Project Charter | 2
Timur Nomor 203 Tahun 2016 tentang
Penunjukan Kepala, Petugas Sekretariat dan
Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Ogan
Komering Ulu Timur.

b. Tim Efektif : Tim Efektif Proyek Perubahan, dengan susunan dan


nama personil sebagai berikut :
Mentor :
Sekretaris Daerah
Idrus Musa, [Link], MM

Coach :
Ir. Ibrahim Hamid, [Link]

Tim Ahli :
Zulfikriansyah, S.S

Project Leader :
Kepala Bagian Layanan Pengadaan
Feri Hadiansyah, ST, MM

Seksi Perumus Aplikasi SIULAN :


1. Andika Yuliawan, ST
2. Zulfikriansyah, SS
3. Mulawarman, SE

Seksi Implementasi Aplikasi SIULAN :


1. Aldi Gurlanda, ST, MM
2. Deddy Krisna Saputra, ST

Seksi Administrasi dan Dokumentasi :


4. Pirdaus, SE
5. Noni Ritu Marlina, ST
6. Rika Mulyasari

02. LATAR BELAKANG (BURNING PLATFORM)

Pengadaan barang/jasa pemerintah adalah kegiatan pengadaan barang/jasa yang


dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)/Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD), baik yang dilaksanakan secara swakelola maupun oleh penyedia
barang/jasa.
Tujuan adanya pengadaan barang/jasa pemerintah adalah memperoleh barang atau jasa
dengan harga yang dapat dipertanggungjawabkan, jumlah dan mutu yang sesuai serta
pengadaannya tepat waktu. Sejalan dengan kebijakan demokratisasi dan desentralisasi, proses
pengadaan (procurement) barang dan jasa di Indonesia kini tidak lagi dilaksanakan secara
sentralistis. Desentralisasi juga mengharuskan bahwa pengadaan tidak hanya melibatkan

Project Charter | 3
perumus kebijakan di jajaran pemerintah pusat tetapi pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi
maupun ditingkat kabupaten/kota. Diharapkan bahwa dengan sistem yang lebih demokratis,
desentralistis dan terbuka ini proses pengadaan akan lebih efektif, efisien dan akuntabel.
Namun sejauh ini tujuan untuk menciptakan sistem pengadaan barang dan jasa yang
ideal masih jauh dari harapan. Data dan informasi dari data sekunder maupun pengamatan
langsung dalam proses pengadaan menunjukkan bahwa ada banyak hal yang harus dibenahi
secara serius. Indonesia Procurement Watch (IPW) misalnya, menunjukkan bahwa 70% kasus
korupsi di Indonesia berbentuk penyimpangan pengadaan barang dan jasa. Persoalan korupsi di
bidang pengadaan memang bukan hanya di Indonesia tetapi juga terdapat di kebanyakan negara
berkembang lainnya. kontrak-kontrak yang diberikan oleh pemerintah di dalam proyek-proyek
infrastruktur memang merupakan lahan subur bagi berbagai bentuk transaksi di bawah meja
yang melibatkan para politisi maupun para birokrat pemerintah. Masalahnya adalah bahwa jika
angka 70% tersebut memang akurat, tidak dapat dipungkiri bahwa agenda untuk mencegah dan
mengurangi korupsi dalam pengadaan barang dan jasa memang demikian berat. Upaya untuk
membenahi situasi dengan melaksanakan reformasi pengadaan mungkin juga akan menghadapi
tantangan dari para politisi atau birokrat yang seringkali mengambil untung dari transaksi
pengadaan yang terjadi.
Sementara itu, upaya untuk mendesentralisasikan proses pengadaan di Kabupaten
OKU Timur yang diharapkan akan meningkatkan efisiensi dan transparansi ternyata sering
terbentur pada berbagai masalah di lapangan. Pengawasan yang ketat atas proses pengadaan
merupakan sesuatu yang mutlak dilakukan untuk mencegah meluasnya korupsi. Namun
gencarnya kebijakan anti-korupsi di tengah keterbatasan aparat pemerintah daerah Kabupaten
OKU Timur yang memenuhi syarat kemampuan dan kompetensi mengakibatkan semakin
lambatnya proses pengadaan dan daya serap anggaran oleh Instansi di lingkungan pemerintah
Kabupaten OKU Timur
Kebijakan untuk membuat sistem pengadaan yang terdesentralisasi harus bersamaan
dengan penyiapan sistem kelembagaan yang mendukung pola kerja yang efektif, efisien dan
terbuka dan sekaligus bertanggungjawab. Mekanisme hubungan antar-instansi di jajaran
pemerintah daerah relatif lebih terbuka dan demokratis tetapi menjadi sangat lemah di dalam
sistem koordinasi, minimnya akuntabilitas terhadap publik serta kurang responsif terhadap
kepentingan rakyat yang sesungguhnya. Sementara itu, upaya perbaikan mekanisme pengadaan
seringkali juga kurang memperhitungkan institusionalisasi dari fungsi-fungsi pengadaan sejak
perencanaan, pelaksanaan, maupun pelaporannya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada masa globalisasi ini dirasakan
semakin pesat dan modern. Perkembangan di bidang teknologi informasi memberikan
kemudahan bagi pelaku bisnis untuk membuat cara kerja yang lebih praktis dalam melakukan

Project Charter | 4
monitoring proses kegiatan untuk mencapai tujuan bisnis. Demikian halnya dengan instansi
pemerintahan, penerapan teknologi informasi di dalam pelaksanaan kegiatannya semakin
berkembang. Sebagai contoh, teknologi informasi dapat diterapkan di dalam pelaksanaan
kegiatan pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintahan khususnya pada Bagian Layanan
Pengadaan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur.
Proses pengadaan barang dan jasa pemerintah diatur dalam Peraturan Presiden
Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah.
Berdasarkan peraturan presiden tersebut, pengadaan barang/jasa adalah Pengadaan Barang/Jasa
Pemerintah yang selanjutnya disebut Pengadaan Barang/Jasa adalah kegiatan Pengadaan
Barang/Jasa oleh Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah yang dibiayai oleh APBN/APBD
yang prosesnya sejak identifikasi kebutuhan, sampai dengan serah terima hasil pekerjaan. Tujuan
pengadaan barang atau jasa adalah untuk memperoleh barang atau jasa yang dibutuhkan instansi
pemerintah dalam jumlah yang cukup, dengan kualitas dan harga yang dapat
dipertanggungjawabkan, dalam waktu dan tempat tertentu, secara efektif dan efisien, menurut
ketentuan dan proses yang berlaku atau dengan kata lain memperoleh barang dengan memenuhi
kriteria 6 T yaitu : tepat kualitas, tepat waktu, tepat harga, tepat prosedur, tepat jenis, tepat
jumlah.
Proses pengadaan barang/jasa harus sesuai dengan prinsip-prinsip pengadaan
barang/jasa, sehingga pelaksanaannya memerlukan waktu yang cukup lama, biaya yang cukup
besar, dan performansi orang-orang yang terlibat dalam pengadaan barang/jasa yang cukup
banyak. Dengan demikian, seringkali proses pengadaan barang/jasa tidak sesuai dengan jadwal
yang telah ditetapkan. Pengelolaan sumber daya manusia yang kurang mendapat perhatian juga
dapat menyebabkan pelaksanaan pengadaan barang / jasa terlambat, sehingga dapat
mempengaruhi pembangunan pemerintah secara umum juga terlambat.
Laporan pertanggungjawaban pengadaan barang/jasa merupakan kewajiban yang harus
disampaikan Kepala Bagian Layanan Pengadaan kepada kepala daerah setiap akhir tahun berupa
informasi tentang pengadaan barang/jasa setiap tahun berjalan sebagai dasar evaluasi terhadap
pelaksanaan pelelangan paket pekerjaan dan penyerapan anggaran baik pekerjaan konstruksi,
pengadaan barang, dan pengadaan jasa konsultansi dan jasa lainnya. Penyerahan paket pekerjaan
atau dalam proper ini dikenal dengan istilah usulan pelelangan merupakan salah satu data
penting dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban selain data Rencana Umum Pengadaan
dari SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) yg telah terintegrasi di website LKPP
dan data laporan penetapan pemenang dalam proses pelelangan yang diadopsi dari website
LPSE.
Sistem penyampaian usulan pelelangan secara digital melalui aplikasi SIULAN akan
memudahkan kepala daerah untuk melakukan control apabila terjadi kendala-kendala teknis

Project Charter | 5
dalam pengadaan barang/jasa di setiap Organisasi Perangkat Daerah. Program perubahan ini
disusun dengan maksud untuk mengembangkan Aplikasi Sistem Informasi Usulan Pelelangan
disingkat SIULAN pada Bagian Layanan Pengadaan yang bertujuan untuk mempermudah semua
stakeholder dalam memantau pengadaan barang/jasa di OPD, mengkaji apakah usulan
pelelangan yang dilaksanakan telah sesuai dengan rencana, serta mengidentifikasi masalah yang
timbul agar langsung dapat diselesaikan dan diorganisir dengan baik. Diharapkan dengan adanya
aplikasi ini proses pengadaan barang/jasa dalam upaya mendukung laporan pertanggungjawaban
pengadaan barang/jasa dapat berjalan dengan lebih efektif, efisien dan akuntabel. Berdasarkan
pemaparan diatas, maka akan diangkat sebuah judul, “DIGITALISASI SISTEM INFORMASI
USULAN PELELANGAN (SIULAN) PENGADAAN BARANG/JASA PADA BAGIAN
LAYANAN PENGADAAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN OKU TIMUR”
Laporan pertanggungjawaban pengadaan barang/jasa disusun untuk menyediakan
informasi yang efektif, efesien dan akuntabel mengenai proses perencanaan pelelangan berupa
dokumen pra lelang berupa dokumen informasi penyerahan paket pekerjaan (pekerjaan
konstruksi, pengadaan barang, jasa konsultansi, dan jasa lainnya) dan data informasi penetapan
pemenang lelang melalui proses pelelangan yang dilakukan oleh suatu entitas pelaporan selama
satu periode pelaporan.
Untuk mewujudkan hal tersebut salah satu implementasinya adalah menyajikan
informasi usulan pelelangan paket pekerjaan pengadaan barang/jasa dengan cepat dan akurat
dengan menggunakan Aplikasi SIULAN (Sistem Informasi Usulan Pelelangan) yang bermanfaat
bagi para pengguna dalam menilai dan mengevaluasi akuntabilitas pengadaan barang/jasa serta
akan memudahkan kepala daerah dalam membuat kebijakan baik keputusan ekonomi, sosial,
maupun politik dalam perencanaan pembangunan infrastruktur dimasa yang akan datang.

03. TUJUAN

Tujuan umum yang akan dicapai dalam penyusunan proyek perubahan ini adalah tersedianya
aplikasi SIULAN seluruh OPD terkait yang terintegrasi pada website daerah dan website LKPP
untuk mendukung laporan pertanggungjawaban pengadaan barang/jasa ke kepala daerah.
Adapun tujuan khusus yang akan dicapai pada proyek perubahan ini adalah sebagai berikut:

1. Tujuan jangka pendek (2 bulan)

Project Charter | 6
1) Pembentukan tim internal Sistem Informasi Usulan Pelelangan “SIULAN” pada
BLP Sekretariat Daerah Kabupaten OKU Timur.
2) Perumusan dan Pembuatan Aplikasi SIULAN pada BLP Sekretariat Daerah
Kabupaten OKU Timur dan 2 (dua) OPD yang mempunyai paket pekerjaan
pada APBD Perubahan tahun 2018
3) Pembuatan Draft Peraturan Bupati tentang Impelementasi Aplikasi SIULAN

2. Tujuan Jangka Menengah (6 bulan)

Perluasan pemanfaatan sistem penyampaian usulan pelelangan (SIULAN) seluruh


Organisasi Perangkat Daerah untuk pelelangan pengadaan barang/jasa APBD tahun
anggaran 2019 yang terintegrasi pada website daerah.

3. Tujuan Jangka Panjang (2 tahun)

Terlaksananya pengembangan yang berkelanjutan Aplikasi SIULAN kedalam


website LKPP.

04. MANFAAT

Manfaat yang diperoleh dari proyek perubahan yang dilaksanakan pada Bagian Layanan
Pengadaan Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dapat dikelompokkan menjadi :

A. Untuk Pemerintah Daerah


- Memberikan informasi sebagai bahan evaluasi kepala daerah terhadap efektifitas dan
efesiensi pengadaan barang/jasa di setiap OPD dalam perencanaan pembangunan
infrastruktur dimasa yang akan datang;
- Memudahkan kepala daerah dalam pengambilan kebijakan sosial, politik, dan ekonomi
dibidang pengadaan barang/jasa sehingga keputusan yang diambil lebih berkualitas dan
tepat sasaran.
- Mempercepat waktu pelaksanaan proses pelelangan pengadaan barang/jasa seluruh
OPD;
- Mengurangi penggunaan kertas dalam kegiatan administrasi pengadaan barang/jasa
(paperless);

B. Untuk Masyarakat
- Memberikan informasi pembangunan infrastruktur yang ada di Kabupaten Ogan
Komering Ulu Timur secara transfaran dan akuntabel

Project Charter | 7
C. Untuk Diri Sendiri
- Sebagai kontrol/alarm dalam evaluasi dan pelaporan pertanggungjawaban pengadaan
barang/jasa kepada kepala daerah apabila ada OPD yang belum menyampaikan usulan
pelelangan.

05. RUANG LINGKUP

Ruang lingkup Proyek Perubahan meliputi :


a. Perencanaan kegiatan pembuatan Aplikasi SIULAN (Sistem Informasi Usulan Pelelangan)
di Bagian Layanan Pengadaan dan 2 OPD yang mempunyai APBD Perubahan.
b. Uji coba implementasi aplikasi SIULAN secara offline di Bagian Layanan Pengadaan dan 2
OPD yang mempunyai APBD Perubahan.

06. OUTPUT KUNCI

Nama Deskripsi
Tersedianya Aplikasi SIULAN (Sistem Informasi Aplikasi berbasis SIULAN akan
Usulan Pelelangan) secara offline pada 2 organisasi mempercepat proses penyampaian
perangkat daerah yang mempunyai APBD usulan pelelangan pada 2 OPD yang
Perubahan. mempunyai APBD Perubahan untuk
mendukung percepatan laporan
pertanggungjawaban pengadaan
barang/jasa.

07. PENTAHAPAN (MILESTONE)

A. JANGKA PENDEK (6 September s.d. 5 Nopember 2018)

NO TAHAP UTAMA OUTPUT WAKTU

1 2 3 4

1 Melaksanakan koordinasi / rapat Undangan,


dengan tim proyek perubahan untuk notulen, daftar 7-9 September 2018
membuat rencana kerja hadir, foto

Project Charter | 8
2 Melakukan pengarahan teknis pada tim Tanda terima SK,
10 September 2018
perumus aplikasi foto

3 Koordinasi/rapat perumusan menu Undangan,


aplikasi notulen, daftar 10-11 September 2018
hadir, foto
4 Melakukan koordinasi dengan Data opd yang
stakeholder dalam rangka mempunyai APBD
12-13 September 2018
mengidentifikasi data usulan perubahan, foto
pelelangan

5 Format persyaratan
Mengumpulkan data usulan pelelangandata usulan 14-16 September 2018
pelelangan
6 Menyusun dan mengelola data usulan Checklist verifikasi
data usulan 17-19 September 2018
pelelangan
pelelangan, foto
7 Menyusun pedoman penggunaan Softcopy pedoman
20-27 September 2018
aplikasi SIULAN aplikasi, foto

8 Pemberian admin agency, admin PPK foto


28-30 September 2018
dan admin operator OPD

9 Ujicoba aplikasi SIULAN Foto presentasi 1-8 Oktober 2018


aplikasi
10 Penyusunan draft peraturan bupati Nota dinas, draft
9-22 Oktober 2018
untuk implementasi aplikasi SIULAN Perbup, foto

11 Evaluasi dan pelaporan penggunaan Print out laporan, 23 Oktober s.d. 05


aplikasi SIULAN foto Nopember 2018

B. JANGKA MENENGAH (6 Nopember s.d. 05 Mei 2019)

1. Penerapan aplikasi SIULAN ke seluruh Sistem aplikasi di 6 Nopember 2018 s.d. 5


OPD semua OPD, foto Januari 2019

2. Mensosialisasikan aplikasi SIULAN undangan, daftar


6 Januari 2019 s.d. 20
yang akan digunakan kepada seluruh hadir, foto
Januari 2019
admin OPD di Kabupaten OKU Timur dokumentasi,
materi kit
3. Melakukan pengintegrasian aplikasi Aplikasi SIULAN
SIULAN ke website daerah telah terintegrasi 21 Januari 2019 s.d. 30
ke website daerah, Januari 2019
foto dokumentasi
4. Melanjutkan pengentrian data usulan Data usulan
1 Februari 2019 s.d. 5 Mei
pelelangan seluruh OPD pada APBD pelelangan seluruh
2019
tahun 2019 OPD tahun 2019

C. JANGKA PANJANG (06 Mei 2019 s.d. 6 Mei 2021)

1. Melakukan pengembangan Aplikasi Aplikasi SIULAN 06 Mei 2019 s.d. 6


Sistem Informasi Usulan Pelelangan telah terintegrasi Mei 2021
(SIULAN) seluruh organisasi ke website LKPP,
perangkat daerah untuk diintegrasikan foto dokumentasi

Project Charter | 9
ke website LKPP

08. TATA KELOLA PROYEK

A. Struktur

B. Deskripsi

1. Mentor (Project Sponsor) bertugas mengarahkan, membimbing dan menyetujui serta


mendukung Proyek Perubahan;

2. Coach bertugas memberikan bimbingan, arahan, masukan serta konseling kepada Poject
Leader selama Proyek Perubahan berlangsung;

3. Project Leader bertanggung jawab terhadap seluruh tahapan, proses, pelaksanaan Proyek
Perubahan dan kesuksesan Proyek Perubahan;

4. Narasumber berfungsi untuk dan menjadi pendamping Tim Proyek Perubahan dalam
rangka mengevaluasi Aplikasi Excel sebagaimana tujuan Proyek Perubahan;

5. Seksi Perumus Aplikasi SIULAN bertugas membantu Project Leader untuk


mengkoordinasikan dengan stakeholder dalam bertugas merumuskan desain (rancang
bangun) dan analisa program sebagaimana tujuan proyek perubahan;

Project Charter | 10
6. Seksi Implementasi Aplikasi SIULAN bertugas membantu Project Leader untuk
mengkoordinasikan dengan stakeholder dan seksi perumus aplikasi untuk mengelola data
usulan pelelangan kedalam aplikasi;

7. Seksi Administrasi dan Dokumentasi bertugas membantu Project Leader dalam


menyiapkan seluruh administrasi dan dokumentasi kegiatan.

09. ESTIMASI ANGGARAN

JUMLAH DESKRIPSI
Tidak diperlukan biaya dalam - Aplikasi ini dibuat dan dirumuskan langsung oleh
pembuatan Aplikasi SIULAN project leader yang melibatkan tim kerja sebagai
tenaga ahli teknologi informasi

10. IDENTIFIKASI STAKEHOLDER

Stakeholder yang dapat diidentifikasi yang akan bersentuhan langsung maupun tidak
langsung terhadap proyek perubahan ini sebagai berikut :
Stakeholder Deskripsi

1) BUPATI Stakeholder promoters yang sangat berpengaruh dan


2) SEKDA berkepentingan terhadap penggunaan dan keberhasilan
3) ASISTEN II proyek perubahan dan sebagai pengambil kebijakan bagi
4) INSPEKTORAT kelanjutan dari kegiatan ini selanjutnya
DAERAH
5) BPKAD
6) PUTR
7) DISKOMINFO
8) DISDAGPRIN
9) RSUD MPA
10) DINKES
11) DIKNAS
12) BAPPEDA
13) DINSOS
14) DLH
15) DISDUKCAPIL
16) DISPERKIM
17) BPBD
18) DKP
19) SETWAN
20) POLPP
21) DISKOP
22) RSUD OKU TIMUR
23) DISKANAK
24) TPH
25) DISNAKERTRANS

Project Charter | 11
1) DISPORA Stakeholder latens yang tidak mempunyai kepentingan
2) PMD khusus namun mempunyai pengaruh yang besar terjadinya
3) BP2SDM keberhasilan proyek perubahan
4) BP2RD
5) BNNK
6) PTSP
7) ARPUSDA
8) KESBANG
9) PPDPA
10) KEJARI
11) POLRES
1) BAG ADPEM Stakeholder defender tidak mempunyai pengaruh namun
2) BAG HUKUM mempunyai kepentingan besar terhadap keberhasilan
3) KASUBAG PBJ BLP proyek perubahan
4) KASUBAG EV & P BLP
5) POKJA BLP
6) STAF BLP
7) PENYEDIA JASA
1) LSM Stakeholder apathetics yang kurang memiliki kepentingan dan
2) MEDIA pengaruh bahkan tidak mengetahui adanya proyek perubahan.
3) MASYARAKAT

Project Charter | 12
Diagram 1 : Analisis Stakeholder

LATENTS PROMOTERS

1) DISPORA 1) BUPATI
2) PMD 2) SEKDA
3) BP2SDM
3) ASISTEN II
4) BP2RD
5) BNNK
4) 22 OPD
6) PTSP
7) ARPUSDA
8) KESBANG
9) PPDPA
10) KEJARI
11) POLRES

APATHETICS DEFENDERS

1) LSM 1) BAG ADPEM


2) BAG HUKUM
2) MEDIA
3) KASUBAG BLP
3) MASYARAKAT 4) STAF BLP
5) POKJA BLP
6) PENYEDIA JASA

11. IDENTIFIKASI POTENSI MASALAH

Potensi masalah yang akan menghambat kelancaran atau keberhasilan pencapaian target
dan tujuan proyek perubahan, sebagai berikut :

Problematik Deskripsi

1. Jaringan internet dan - Kabupaten OKU TIMUR sering mengalami


telekomunikasi yang sering gangguan telekomunikasi sehingga
terganggu kemungkinan akan memperlambat proses
pembuatan aplikasi SIULAN.

2. Keterbatan dan kualitas SDM - Jumlah dan kualitas SDM yang ada masih
sedikit dibanding beban kerja yang ada

Project Charter | 13
3. Perencanaan pekerjaan - Masih lambannya penyampaian usulan
pelelangan belum optimal karena sistem
perencanaan dari OPD belum optimal.

4. Prasarana dan sarana - Base server yang dimiliki Diskominfo masih


belum memadai untuk menyimpan data
aplikasi

- Alokasi waktu pelaksanaan sangat singkat


5. Keterbatasan waktu pelaksanaan
untuk mengintegrasikan seluruh OPD
kedalam aplikasi.

12. RESIKO
Resiko yang harus diantisipasi bagi keberhasilan pencapaian tujuan Proyek Perubahan yang
akan dilaksanakan, sebagai berikut :

Problematik Deskripsi
- Terganggungnya jaringan internet dan
1. Jaringan internet dan
telekomunikasi menyebabkan data dari OPD
telekomunikasi yang sering
menjadi terlambat untuk diolah
terganggu
- Kurangnya personil yang berkompeten
2. Keterbatasan dan kualitas SDM
menyebabkan beberapa orang harus
mendapatkan beban kerja yang lebih banyak
dari personil lainnya
3. Perencanaan pekerjaan
- Lambatnya sistem perencanaan dari OPD akan
menyebabkan lambatnya proses pelelangan
pekerjaan

4. Prasarana dan sarana - Kurang base server penyimpanan di


Diskominfo akan menyebabkan aplikasi
dilakukan secara offline

5. Keterbatasan waktu pelaksanaan - Tahapan pelaksanaan melampaui jadwal yang


telah ditetapkan.

13. KRITERIA KEBERHASILAN

Kriteria keberhasilan proyek perubahan dalam jangka pendek (2 bulan) adalah :

1. Tersedianya aplikasi SIULAN yang dapat mengakomodir percepatan usulan pelelangan


2 OPD yang mempunyai paket pekerjaan untuk dilelang

2. Termanfaatkannya Aplikasi SIULAN untuk percepatan proses pelelangan;

Project Charter | 14
14 . FAKTOR KUNCI KEBERHASILAN (FKK)

1. Dukungan dan masukan dari - Dukungan baik dari segi kebijakan maupun
Pimpinan Daerah anggaran oleh pimpinan daerah

2. Koordinasi Tim Kerja - Koordinasi tim kerja baik di internal BLP


maupun dengan pihak eksternal stakeholder
terkait

3. Motivasi Kerja - Motivasi kerja yang tinggi dari tim untuk


memberikan pelayanan yang efektif dan
efesien

15. PERSETUJUAN

Martapura, Agustus 2018


Project Sponsor, Project Leader,

Idrus Musa, [Link], MM Feri Hadiansyah, ST, MM


Pembina Utama Muda Pembina
NIP. 195902181981031010 NIP. 197906252005011009

Project Charter | 15

Anda mungkin juga menyukai