0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
252 tayangan8 halaman

Mobilisasi Post Operasi Dan Latihan Sendi Bahu Pada Pasien Fraktur Klavikula Post ORIF

Dokumen ini berisi tentang satuan acara penyuluhan mobilisasi post operasi dan latihan sendi bahu pada pasien fraktur klavikula post ORIF. Dokumen ini menjelaskan tujuan, tahapan, dan latihan yang dapat dilakukan pasien.

Diunggah oleh

ERNI FORWATY
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
252 tayangan8 halaman

Mobilisasi Post Operasi Dan Latihan Sendi Bahu Pada Pasien Fraktur Klavikula Post ORIF

Dokumen ini berisi tentang satuan acara penyuluhan mobilisasi post operasi dan latihan sendi bahu pada pasien fraktur klavikula post ORIF. Dokumen ini menjelaskan tujuan, tahapan, dan latihan yang dapat dilakukan pasien.

Diunggah oleh

ERNI FORWATY
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik : Mobilisasi Post Operasi Dan Latihan Sendi Bahu Pada


Pasien Fraktur Klavikula Post ORIF
Hari/Tanggal : Sabtu, 27 September 2018
Waktu : 15 menit
Tempat : Ruang Trauma Center RSUP Dr. M. Djamil
Sasaran : Pasien dan Keluarga Fraktur Klavikula Post ORIF

A. Tujuan Umum
Setelah dilakukan penyuluhan, pasien dan keluarga mengetahui dan
memahami serta dapat mempraktikkan Mobilisasi Post Operasi Dan Latihan
Sendi Bahu Pada Pasien Fraktur Klavikula Post ORIF secara mandiri.

B. Tujuan Khusus
1. Pasien dan keluarga mengetahui pengertian Mobilisasi Post Operasi
2. Pasien dan keluarga mengetahui tujuan Mobilisasi Post Operasi
3. Pasien dan keluarga mengetahui kerugian Mobilisasi Post Operasi
4. Pasien dan keluarga mengetahui pengertian immobilisasi
5. Pasien dan keluarga mengetahui dampak immobilisasi
6. Pasien dan keluarga mengetahui tahap-tahap Mobilisasi Post Operasi
7. Pasien dan keluarga mengetahui tahap-tahap latihan sendi bahu
8. Pasien dan keluarga dapat mengerti dan menerapkan Mobilisasi Post
Operasi secara mandiri
C. Sub Pokok Bahasan
1. Pengertian Mobilisasi Post Operasi
2. Tujuan Mobilisasi Post Operasi
3. Kerugian Mobilisasi Post Operasi
4. Pengertian immobilisasi
5. Dampak immobilisasi

6. Tahap-tahap Mobilisasi Post Operasi


7. Tahap-tahap latihan sendi bahu

D. Kegiatan Penyuluhan
Tahap
Kegiatan
Kegiat Kegiatan Penyuluh Metode Waktu
Peserta
an
Pembukaan 1. Salam Mendengarkan Ceramah 5 menit
2. Perkenalan dan
3. Menjelaskan tujuan umum dan memperhatikan
khusus
4. Mengkaji tingkat pengetahuan
keluarga tentang Mobilisasi
Post Operasi
Pelaksanaan Menjelaskan tentang : Mendengarkan Ceramah 10
1. Pengertian Mobilisasi Post dan mengamati dan me
Operasi Tanya nit
2. Tujuan Mobilisasi Post jawab
Operasi
3. Kerugian Mobilisasi Post
Operasi
4. Pengertian immobilisasi
5. Dampak immobilisasi
6. Tahap-tahap Mobilisasi Post
Operasi
7. Tahap-tahap latihan sendi
bahu
Penutup 1. Memberikan kesempatan Bertanya dan Tanya 5 menit
bertanya kepada peserta menjawab Jawab
penyuluhan pertanyaan
2. Memberikan pertanyaan
tentang sub pokok bahasan
3. Membuat kesimpulan dari
materi

E. Media
1. Leaflet
2. Lembar balik

F. Metode
- Ceramah
- Tanya Jawab

G. Materi
(terlampir)

H. Evaluasi
1. Peserta penyuluhan memberikan pertanyaan tentang materi penyuluhan
2. Peserta penyuluhan mampu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan
materi penyuluhan
3. Pasien dan keluarga mampu mendemonstrasikan tahap-tahap Mobilisasi
Post Operasi dan tahap-tahap latihan sendi bahu
MATERI

1. Pengertian Mobilisasi Post Operasi


Mobilisasi merupakan kemampuan seseorang untuk bergerak bebas,
mudah, teratur, mempunyai tujuan memenuhi kebutuhan hidup sehat, dan
penting untuk kemandirian (Barbara Kozier, 1995).
Mobilisasi setelah operasi yaitu proses aktivitas yang dilakukan setelah
operasi dimulai dari latihan ringan diatas tempat tidur sampai dengan bisa
turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi dan berjalan ke luar
kamar (Brunner & Suddarth, 2002)
Menurut Carpenito (2000), Mobilisasi Post Operasi merupakan suatu
aspek yang terpenting pada fungsi fisiologis karena hal itu esensial untuk
mempertahankan kemandirian. Dari Kedua definisi tersebut dapat
disimpulkan bahwa mobilisasi Post Operasi adalah suatu upaya
mempertahankan kemandirian sedini mungkin dengan cara membimbing
penderita untuk mempertahankan fungsi fisiologis.

2. Tujuan Mobilisasi Post Operasi


Tujuan dari mobilisasi menurut Susan J. Garrison (2004), antara lain :
a. Mempertahankan fungsi tubuh
b. Memperlancar peredaran darah sehingga mempercepat penyembuhan
luka
c. Membantu pernafasan menjadi lebih baik
d. Mempertahankan tonus otot
e. Memperlancar eliminasi urin
f. Mengembalikan aktivitas tertentu sehingga pasien dapat kembali
normal dan atau dapat memenuhi kebutuhan gerak harian.
g. Memberi kesempatan perawat dan pasien untuk berinteraksi atau
berkomunikasi

3. Kerugian Mobilisasi Post Operasi


a. Penyembuhan luka menjadi lama
b. Menambah rasa sakit
c. Badan menjadi pegal dan kaku
d. Kulit menjadi lecet dan luka
e. Memperlama perawatan dirumah sakit

4. Pengertian immobilisasi
Imobilisasi adalah suatu pembatasan gerak atau keterbatasan fisik dari
anggota badan dan tubuh itu sendiri dalam berputar, duduk dan berjalan,
hal ini salah satunya disebabkan oleh berada pada posisi tetap dengan
gravitasi berkurang seperti saat duduk atau berbaring (Susan J. Garrison,
2004).

5. Dampak immobilisasi
a. Atelektasis
b. pneumonia
c. Sulit buang air besar (BAB dan buang air kecil (BAK).
d. Distensi lambung

6. Tahap-tahap Mobilisasi Post Operasi


Menurut Kasdu (2003) mobilisasi Post Operasi dilakukan secara bertahap
berikut ini akan dijelaskan tahap mobilisasi Post Operasi pada pasien post
operasi seksio sesarea :
a. Setelah operasi, pada 6 jam pertama pasien paska operasi seksio
sesarea harus tirah baring dulu. Mobilisasi Post Operasi yang bisa
dilakukan adalah menggerakkan lengan, tangan, menggerakkan
ujung jari kaki dan memutar pergelangan kaki, mengangkat tumit,
menegangkan otot betis serta menekuk dan menggeser kaki
b. Setelah 6-10 jam, diharuskan untuk dapat miring kekiri dan kekanan
mencegah trombosis dan trombo emboli
c. Setelah 24 jam pasien dianjurkan untuk dapat mulai belajar untuk
duduk
d. Setelah pasien dapat duduk, dianjurkan pasien belajar berjalan

7. Tahap-tahap latihan sendi bahu


a. Tahap I (hari pertama pasca operasi)
Setelah operasi, mobilisasi maksimal dari sendi-sendi lain penting
dilakukan untuk mengurangi pembengkakan lengan dan mencegah
kekakuan sendi. Latihan yang dilakukan berupa fleksi dan ekstensi
siku menggerakan pergelangan tangan fleksi, ekstensi, dan rotasi,
serta menggenggam bola.
b. Tahap 2 (2-6 minggu pasca operasi)
Latihan gerakan sendi bahu secara pasif dan aktif, serta latihan fleksi
lengan di atas meja
c. Tahap 3 (6-12 minggu pasca operasi)
Penggunaan beban dan strengthening exercises sudah dapat dimulai.
Pasien dapat kembali ke aktivitas semula bila kekuatan ekstremitas
sudah kembali dan tulang sudah sembuh dari hasil rontgen 3 bulan.

LATIHAN TAHAP 2
(2-6 minggu pasca operasi)
LATIHAN TAHAP 3
(6-12 minggu pasca operasi)

Sumber: Maxey (2013)


LANJUTAN
LATIHAN TAHAP 3

Sumber: Maxey (2013)

DAFTAR PUSTAKA:

Brunner&[Link] medical bedahVol [Link]:EGC

Carpenito, Linda Juall. (2000). Buku Saku Diagnosa Kperawatan. Edisi 8.


Jakarta:Penerbit buku kedokteran EGC

Dini, Kasdu. (2003). Operasi Caesar Masalah dan Solusinya. Jakarta : Puspa
Swara

Kozier, Barbara, (1995). Fundamental of Nursing, Calofornia : Copyright by.


Addist Asley Publishing Company

Susan J. Garrison, 2004. Dasar-dasar Terapi dan Latihan Fisik. Jakarata :


Hypocrates

Maxey, L. (2013). Rehabilitation for the Postsurgical Orthopedic Patient (Third).


Elsevier.

Anda mungkin juga menyukai