Proses Kerja Mesin Diesel Empat Tak
Proses Kerja Mesin Diesel Empat Tak
1. Intake stroke
Hanya udara yang ditarik ke dalam cylinder.
2. Compression stroke
Piston menekan intake air dan meningkatkan
temperatur yang cukup bagi bahan bakar
untuk ignite.
compression ratio mesin diesel
lebih besar daripda mesin
bensin.
Rasio kompresi:
Mesin bensin: 9 - 11
Mesin diesel: 14 - 23
-1-
3. Combustion stroke
Bahan bakar diinjeksi ke dalam ruang
pembakaran. Bahan bakar mengalami
pengapian oleh udara kompresi, yang
berupa temperatur tinggi, lalu terbakar.
4. Exhaust stroke
Piston mendorong gas buangan
keluar dari cylinder.
(1/2)
-2-
Perbandingan mesin bensin dan mesin diesel selama setiap langkah ditunjukkan pada tabel di bawah
Engine
Gasoline engine Diesel engine
Stroke
Intake Air-fuel mixture is drawn into cylinder. Air only is drawn into cylinder.
Compression Piston compresses air-fuel mixture. Piston compresses air to increase both pressure to
approx. 3 MPa (30 kgf/cm2,430 psi) and temperature
to approx. 500 - 800 C (930 -1,470 F).
Combustion Spark plug ignites compressed air-fuel mixture. Fuel is injected into heated,highly compressed air,
where it ignites due to heat of pressurized air.
Exhaust Piston forces exhaust gases out of cylinder. Piston forces exhaust gases out of cylinder.
(1/2)
-3-
1. Kompresi
Mesin diesel menekan udara untuk
mendapatkan panas yang diperlukan
( C) bahan bakar untuk self-ignite.
700 Karena itu, kompresi di mesin diesel
600 Compression temperature melakukan peran pengapian yang sama
(Initial temperature 60 C)
500 sebagaiman di mesin bensin.
400 Juga dengan mesin bensin, tekanan
Temperature
300 letupan besar dapat dicapai
200
Compression temperature
(Initial temperature 20 C)
dengan menekan udara.
100
-4-
Output Control Pada Mesin Diesel
Controlled by controlling amount Controlled by controlling amount
Diesel
of fuel injected. (Amount of air en-
Gasoline
of air-fuel mixture supplied to
Pada mesin diesel, bahan bakar diinjeksi
engine engine
tering cylinder is not regulated.) cylinder using throttle valve. setelah udara dimampatkan menjadi
temperatur dan tekanan tinggi.
Untuk mendapatkan tekanan kompresi
Accelerator
pedal Accelerator tinggi bahkan pada kecepatan rendah,
pedal
Injector
sejumlah besar udara harus ditarik
Injection ECU
nozzle
Spark plug ke dalam cylinder.
Karena itu, throttle valve tidak digunakan
karena intake resistance.
(Beberapa mesin menggunakan intake
shutter, yang bentuknya sama dengan
throttle valve.)
Pada mesin diesel, output mesin dikontrol
dengan mengendalikan jumlah bahan
Injection
pump bakar yang diinjeksi.
Volume injeksi bahan bakar
kecil: Output kecil
Volum injeksi bahan bakar menjadi
besar: Output menjadi besar
REFERENSI:
• Output Control Pada Mesin Diesel
Output pada mesin diesel dikontrol
dengan membuka dan menutup throttle
valve, yang kemudian mengontrol jumlah
campuran udara-bahan bakar yang diambil.
Volume campuran udara-bahan
bakar kecil: Output kecil
Volume campuran udara-bahan
bakar besar: Output besar
(1/1)
Siklus Pembakaran
1. Kemampuan pembakaran bahan bakar diesel
Meningkatnya suhu bahan bakar mengakibatkan bahan bakar mengalami pengapian secara spontan, bahkan
ketika tidak diapikan. Suhu minimum yang terjadi disebut autogenous ignition point (self-ignition temperature).
Bahan bakar diinjeksi ke dalam ruang pembakaran dan dipanasi oleh suhu dan tekanan. Kemudian, bahan
bakar mengalami self-ignite dan terbakar.
Pada mesin diesel, kemampuan pengapian bahan bakar ditingkatkan karena rasio kompresi meningkat, suhu
meningkat dengan cepat.
Juga performa pengapian ditingkatkan ketika menggunakan angka cetane yang tinggi.
Angka cetane
Angka cetane pada bahan bakar diesel berhubungan dengan angka octane pada bensin dan melambangkan
kemampuan pengapian bahan bakar.
Semakin tinggi angkanya, semakin rendah titik pengapian (ignition point) dan bahan bakar semakin baik.
• Untuk bahan bakar diesel, angka cetane yang biasanya diperlukan paling tidak 40 - 45.
• Umumnya digunakan cetane of 53 - 55.
-5-
2. Hubungan antara compression ratio dan
compression pressure atau suhu
Mesin diesel menekan udara di dalam cylinder dan
meningkatkan suhu untuk pembakaran.
(kgf/cm2) (MPa) ( C)
130 13 1300
Grafik di kiri menunjukkan hubungan antara compression
ratio dan compression pressure atau suhu. Diperkirakan
120 12 1200
tidak ada terjadinya kebocoran udara dan kehilangan panas
110 11 1100 antara piston dan cylinder. Ketika compression ratio 16,
100 10 1000 misalnya, grafik menunjukkan compression pressure
dan suhu dapat menjadi tinggi kira-kira masing-masing
Compression pressure
90 9 900
Air temperature
70 7 700
Air temperature
60 6 600
pressure dan suhu udara biasanya lebih rendah
daripada nilai teoritikal yang ditunjukkan di grafik
50 5 500
kareba panas dilepaskan.
40 4 400
30 3 300 (2/3)
20 2 200
Compression pressure
10 1 100
0 0 0
4 8 12 16 20 24 28 32
Compression ratio
-6-
3. Proses pembakaran mesin diesel.
Supaya proses pembakaran terjadi
di mesin diesel, pada mesin diesel,
(kgf/cm2) (MPa)
ada hubungan antara tekanan di dalam
60 6 ruang pembakaran dan crank angle
D
sebagaimana ditunjukkan di sebelah kiri.
Fuel injection
50 5
C
ends
Proses pembakaran ini dapat
dibagi ke dalam empat tingkat:
40 4
Ignition (1) Ignition delay (A - B)
B Untuk menyiapkan partikel halus pembakaran pada
Pressure
Fuel injection
30 3
starts E bahan yang diinjeksi agar menguap dan bercampur
dengan udara pada cylinder untuk membentuk
20 2 A Combustion
campuran yang mudah mengalampi pengapian.
Ignition delay
10 1 (2) Flame propagation (B - C)
Fuel injection
Pada tingkat ini, pengapian mulai dari
0 0 area di dalam gas udara-bahan bakar
100 75 50 25 TDC 25 50 75 100
yang mencapai rasio yang sesuai,
Crank angle dan berlanjut untuk terbakar keluar.
Dari titik B ke C, tekanan meningkat
tajam.
Meningkatnya tekanan diakibatkan
oleh volume bahan bakar yang diinjeksi
pada ignition delay, kondisi penyemprotan bahan
bakar dan campuran udara-bahan bakar, dll.
(3) Direct combustion (C - D)
Pada tingkat ini, bahan bakar dibakar
dengan api pada ruang pembakaran
secara segera setelah injeksi.
Tekanan dari pembakaran meningkat
bertahap karena bahan bakar terbakar
segera setelah injeksi.
Tekanan pada saat ini dapat
disesuaikan ke tahap tertentu dengan
menyesuaikan volum injeksi bahan bakar.
(4) After burning (D - E)
Injeksi bahan bakar ke dalam ruang
pembakaran berakhir pada titik D.
Namun, bahan bakar yang ada, yang
tidak bisa terbakar, mengalami
pembakaran selama periode ini.
Setelah periode pembakaran menjadi
makin lama, exhaust temperature mening-
kat dan efisiensi panas*1 menjadi rendah.
*1: Dengan mesin panas, efisiensi
panas berarti rasio heat
energy dikonversi ke dalam
beban mesin dan energi panas pada
bahan bakar yang disediakan.
• Combustion process (A - E)
(3/3)
-7-
Diesel Knock
Bahan bakar yang terakumulasi selama ignition delay period dibakar pada satu saat selama flame propagation
period. Kemudian tekanan di dalam ruang pembakaran meningkat tajam.
Tekanan di dalam ruang pembakaran meningkat tajam dalam proporsi ke jumlah bahan bakar yang diinjeksi
selama ignition delay. Pressure wave ini menyebabkan mesin bergetar dan membuat suara bising.
Hal ini disebut diesel knock. Mesin diesel menggunakan sistem pembakaran self-ignition, sehingga sampai ukuran
tertentu, diesel knock dapat dihindari.
Penyebab diesel knock sebagai berikut:
• Engine temperature rendah
• Intake air temperature rendah
• Fuel ignition temperature tinggi. (Angka cetane rendah.)
• Waktu injeksi awal. (Bahan bakar diinjeksi ketika compression temperature masih rendah.)
• Kondisi injeksi tidak baik. (Bahan bakar tidak bercampur baik dengan udara.)
Untuk mencegah diesel knock, pendekkan ignition delay, sehingga menghindari peningkatan tekanan tiba-tiba.
Gunakan metode-metode berikut:
• Menggunakan bahan bakar dengan angka cetane tinggi.
• Meningkatkan compression pressure dan intake air temperature hingga mulai injeksi bahan bakar.
• Meningkatkan suhu ruang pembakaran.
• Menjaga coolant temperature yang sesuai.
• Menjaga waktu injeksi bahan bakar yang sesuai, tekanan injeksi dan kondisi penyemprotan.
(1/2)
-8-
Engine Proper Piston
Piston pada mesin diesel dibuat kuat
karena compression pressure,
combustion temperature dan
Heat dam
combustion pressure lebh tinggi
No.1 piston ring groove daripada mesin bensin.
FRM Pada beberapa model, sebuah heat
(Fiber - Reinforced metal)
dam dibuat di atas No.1 piston ring
groove atau piston yang mengarah
Cooling channel
ke No.1 piston ring groove dibuat
dari FRM (Fiber-Reinforced Metal),
yang terbuat dari aluminum dan
serat keramik.
Juga, beberapa piston dibuat dengan cooling
channel di dalam piston head untuk mendi-
nginkan No.1 piston ring groove. Oli yang
diinjeksi dari oil nozzle mengalir melalui cooling
Oil jet
channel dan mendinginkan piston.
(1/1)
Piston Ring
1. Uraian
Berikut adalah tipe piston
ring:
Semi-keystone ring Role of the semi-keystone ring
(No.1 compression ring) No.1 piston ring (No.1 compres-
sion ring)
Cylinder
Piston A. Semi-keystone ring
Sludge
No.2 piston ring (No.2 compres-
sion ring)
Tapered ring Tapered under-cut ring
(No.2 compression ring) (No.2 compression ring) Semi-keystone
ring B. Tapered ring
C. Tapered under - cut ring
No.3 piston ring (Oil ring)
D. Solid ring dengan coil
E. Ring tipe three piece
Solid ring with coil Three piece type ring
(Oil ring) (Oil ring) 2. Peran semi-keystone ring
Permukaan atas piston ring ini
diruncingkan untuk mencegah piston
ring menempel karena jelaga karbon.
Ketika mesin bekerja, piston juga
bergerak sedikit pada arah radial,
menyebabkan celah antara piston ring
groove dan piston ring berubah.
Hal ini menyebabkan jelaga
karbon di dalam piston ring
groove mengalami pengikisan
dan didorong keluar piston ring
groove bersama dengan oli.
(1/1)
-9-
Ruang Pembakaran
1. Deskripsi
Pada mesin diesel, bahan bakar diinjeksikan dalam
Injection nozzle bentuk uap dari mulut pipa injeksi dan bercampur
dengan udara dan disulut dan terbakar.
Untuk mendapatkan pembakaran yang baik, bahan
bakar dan udara harus bercampur dengan baik dalam
ruang pembakaran.
2. Ruang pembakaran tipe injeksi langsung
Disini, ruang pembakaran utama dibentuk di antara
Cylinder head kepala silinder dan piston. Tipe ini menyebabkan
penyulutan dan pembakaran dengan menginjeksikan
bahan bakar bertekanan amat tinggi ke dalam udara
bertekanan dan bersuhu tinggi.
Karena konstruksinya sederhana, outputnya tinggi.
efisiensi panas tinggi dan kehilangan dingin rendah,
konsumsi bahan bakar rendah dan kemampuan
Combustion
chamber starter superior.
Oleh karena itu, beberapa jenis mesin menggunakan intake
Piston
heater atau glow plug walaupun beberapa mesin tidak memiliki
sistem preheating. Seiring dengan meningkatnya tekanan
pembakaran, suara dan getaran juga bertambah.
(1/3)
Piston
- 10 -
4. Bentuk kepala piston
Permukaan atas dari piston membentuk
bagian dari ruang pembakaran, dan di-
bentuk khusus untuk membuat gerak
Troidal type Reentrant type Square type Spring leaf type
putar (turbulensi) untuk meningkatkan
percampuran antara udara dan bahan
bakar. Bentuk cekung permukaan atas
piston lebih dalam pada tipe injeksi
langsung. Diantara mereka, tipe troidal
paling sering digunakan. Piston pada
ruang lingkar lebih dangkal karena
hampir semua campuran udara-bahan
bakar terbakar. Beberapa dari tipe
ini berpermukaan rata.
(3/3)
Cylinder Liner
Liner type 1. Deskripsi
Cylinder Cylinder dibagi ke dalam dua tipe: tipe linerless dan
liner tipe di mana cylinder liner dimasukkan ke dalam
cylinder block.
(1) Tipe liner
Ada dua tipe cylinder liner: Tipe basah, di mana coolant
menyentuh bagian belakang secara langsung, dan tipe
(A) kering, di mana coolant tidak menyentuh secara langsung.
Bagian atas cylinder liner dibuat menonjol sedikit
di atas bagian atas block.
Cylinder block Tonjolan (A) mencegah kebocoran gas dengan cara
Cylinder block
Cylinder liner memasuki cylinder gasket.
(A) = 0.01 — 0.1 mm ( ~ AUG.1998 B series engine) (2) Tipe linerless
Linerless type Tipe linerless menggunakan besi khusus yang
lebih tahan terhadap aus. Mesin dibuat kecil dan
ringan dengan mengecilkan bore pitch.
Cylinder block
PETUNJUK:
Cylinder block pada kebanyakan mesin diesel terbuat dari
besi tempaan. Belakangan ini, beberapa mesin menggunakan
aluminum cylinder block, di mana cylinder liner dimasukkan.
(1/1)
- 11 -
Cylinder Head Gasket
Mark B,D or F
Cylinder head gasket (3L engine) 1. Deskripsi
Cylinder head gasket diletakkan di antara
cylinder block dan cylinder head.
Alat itu mencegah gas pembakaran,
Cutout
mark coolant dan oil agar tidak bocor antara
cylinder block dan cylinder head. Ini
membutuhkan resisting pressure,
heat resistance dan elastisitas yang tepat.
Cylinder head gasket tipe steel laminate
digunakan untuk meningkatkan
A-A’ cross section
Piston ketahanan cylinder head gasket
Piston
protrusion sehingga kebocoran gas
pembakaran dicegah.
Cylinder block
Ketebalan cylinder head gasket
diseleksi untk meningkatkan
ketepatan compression ratio
menurut mesin. Ketebalan
cylinder head gasket ditentukan
oleh jumlah tonjolan pada
piston.
Contoh: Mesin 3L
Mesin 3L memiliki tiga tipe cylin-
der head gasket.
Tanda B: 1.40 - 1.50 mm (0.0551 -
0.0591 in.)
Tanda D: 1.50 - 1.60 mm (0.0591 -
0.0630 in.)
Tanda F: 1.60 - 1.70 mm (0.0630 -
0.0669 in.)
(1/1)
- 12 -
Mekanisme Katup
1. Mekanisme empat-katup
Mekanisme katup pada mesin
diesel pada dasarnya sama
Valve bridge dengan mesin bensin. Namun,
Valve rocker shaft
beberapa mekanisme katup
Guide pin
Adjusting screw (1)
adalah khas.
Valve rocker arm
Intake valve Exhaust valve
Roller Mekanisme empat-katup terdiri
Adjusting screw (2)
dari valve rocker arm dan valve
Valve bridge
Camshaft bridge.
Guide pin
Ketika rocker arm didorong oleh
camshaft, valve bridge bergeser
sejajar guide pin dan
mendorong dua valve secara
Valve rocker arm simultan untuk membukanya.
Adjusting screw (1) Dengan cara ini, satu camshaft mampu
mengoperasikan empat valve per cylinder.
Melalui penggunaan empat valve,
Valve bridge
bukan hanya efektivitas intake dan
exhaust ditingkatkan, namun juga
Adjusting screw (2)
injection nozzle dapat diletakkan
Guide pin di pusat ruang pembakaran.
PETUNJUK:
Celah katup disesuaikan menggunakan
dua adjusting screw, (1) dan (2).
(1/2)
- 13 -
Sistem Pelumasan Uraian
Sistem pelumas mesin diesel pada
Water-cooled type oil cooler dasarnya sama dengan pada mesin
bensin. Mesin diesel menggunakan
Oil cooler
saringan oli yang dirancang khusus karena
mesin menghasilkan oartikel-partikel karbon
lebih banyak selama pembakaran daripada
mesin bensin.
Mesin diesel juga mempunyai oil cooler untuk
A A : from Oil pump
C B : to Oil pan
menjaga performa pelumasan oli karena
C : to Main oil gallery temperatur pembakaran dan tekanan
D
B
D : to Oil pan
pembakaran lebih tinggi daripada mesin bensin.
1. Oil Cooler
Oil filter
Kebanyakan oil cooler adalah tipe
water-cooled, dan dipasang
pada sisi depan atau samping
Relief valve for oil pump
mesin, atau di bawah radiator.
Relief valve for oil cooler
Oli, yang ditarik dari oil pan
melalui saringan oli oleh pompa oli,
disediakan ke setiap bagian di-
mana gesekan terjadi setelah
didinginkan pada oil cooler.
Untuk mencegah kerusakan pada
oil cooler, dipasang relief valve.
(1/2)
2. Oil Nozzle
Pada banyak mesin diesel, oil nozzle tersedia pada
cylinder block untuk mendinginkan piston.
Piston
Bagian pemompaan oli pelumasan dari main oil gallery
Cylinder block pada cylinder block mengalir melalui check valve dan
diinjeksi dari oil nozzle untuk mendinginkan bagian
dalam piston.
Check ball menutup oil passage oleh daya pegas
ketika tekanan oli jatuh di bawah kira-kira 140 kPa (1.4
kgf/cm2).
Ini untuk mencegah oil pressure di rangkaian
pelumasan jatuh terlalu rendah dengan menutup
oil passage.
Check ball
Check valve
- 14 -
REFERENSI
1. 2.
Dua Tipe Check Valve
Check valve
Ada dua tipe check valve yang
digunakan untuk mesin diesel.
1. Satu tipe menggunakan single check
valve untuk semua oil nozzle.
2. Tipe lain menggunakan satu check
valve untuk setiap individual oil nozzle.
Oil nozzle (1/1)
Check valve
Spring
to Oil nozzles
from
Main oil
gallery
Check ball
Check ball
Spring
- 15 -
Sistem Bahan Bakar Uraian
Sistem bahan bakar mengantarkan
bahan bakar ke mesin. Injection pump
dikendalikan oleh timing belt atau
timing gear pada mesin.
PETUNJUK:
Injection pump
Fuel filter
Pompa injeksi dikendalikan oleh
camshaft sehubungan dengan
mesin.
Bahan bakar, yang dimampatkan
oleh injection pump, dikirim ke dalam
injection nozzle pada setiap cylinder
supaya diinjeksi ke dalam ruang
Injection
pembakaran.
nozzle Bahan bakar sisa juga dikembalikan
ke tangki bahan bakar.
(1/1)
Fuel tank
Priming Pump
1. Uraian
Priming pump adalah pompa manual yang digunakan untuk
menguras udara ketika tangki bahan bakar kosong, saringan bahan
bakar diganti atau udara dicampur ke dalam pipa bahan bakar.
Priming pump
Jika udara masuk ke saluran bahan bakar, hal itu mungkin
menyebabka injection pump mengalami kesulitan dalam memompa
bahan bakar ke atas dan mungkin sulit untuk mulai.
from Fuel tank to Injection pump
Karena itu, adalah penting untuk "menguras udara" dari
sistem bahan bakar, dengan menggunakan priming
pump sebelum menjalankan mesin.
Itu juga berguna ketika "menguras air" di
Fuel filter sedimenter.
(1/2)
Water sedimenter
Fuel fiow
- 16 -
2. Operasi
Pump chamber
Pump handle
Diaphragm
Inlet check
valve
Outlet check
valve
Injection
pump
Fuel tank
Injection
nozzle
Fuel
Fuel
Fuel tank
Injection
nozzle
Fuel
- 17 -
Sedimenter Bahan Bakar
Sedimenter bahan bakar memisahkan air
dari bahan bakar diesel.
Benda itu menggunakan perbedaan
berat jenis antara bahan bakar diesel
dan air untuk memisahkan air sebelum
bahan bakar memasuki injection pump.
Sliding portion di dalam injection pump
diminyaki oleh bahan bakar. Karena itu
adalah perlu untuk menguras air dari
bahan bakar karena pelumasan tidak
memadai bila bahan bakar bercampur dengan
Fuel
air karena dapat terjadi pengikisan pompa.
Kendorkan sumbat penguras pada saringan
bahan bakar dan dorong priming pump untuk
Water
mengeringkan air di sedimenter.
(1/1)
Drain plug
Injection Nozzle
1. Uraian
Injection nozzle mengubah bahan
bakar bertekanan tinggi, yang dikirim
dari injection pump, ke dalam mist
dengan menginjeksi bahan bakar ke
dalam ruang pembakaran. Mesin
diesel secara langsung menginjeksi
bahan bakar ke dalam ruang
pembakaran, yang berbeda dari mesin
bensin yang membuat campuran
udara-bahan bakar lebih awal. Kemudian,
waktu untuk mencampur dengan udara
menjadi lebih pendek. Karena itu, bahan
bakar diinjeksi pada tekanan tinggi dan
kecepatan tinggi untuk membuat mist yang
bercampur dengan mudah dengan udara,
sehingga meningkatkan performa pengapian.
(1/4)
- 18 -
2. Pentingnya menyesuaikan nozzle opening pressure
Untuk injection nozzle, waktu pembukaan nozzle bervariasi
Nozzle holder menurut nozzle needle opening pressure.
Overflow pipe
Jika injection nozzle tidak membuka atau menutup
dengan benar, hal itu mempengaruhi waktu
Adjusting shim
dan volume injeksi.
Pressure spring Karena itu, nozzle opening pressure harus
Pressure pin disesuaikan dengan nilai yang sudah ditetapkan.
Distance piece
Nozzle needle
Nozzle body
Retaining nut
Injection pump
discharge pressure
Correct nozzle Injection
opening pressure volume
Pressure
Time
Correct injection timing
- 19 -
Nozzle opening pressure dan injection timing volume
Pressure spring
Pressure pin Nozzle opening pressure disesuaikan dengan mengubah
Distance piece ketebalan adjusting shim dan menyesuikan daya
Nozzle needle
pressure spring.
Nozzle body Mengurangi ketebalan shim: Injection pressure rendah
Retaining nut Tingkatkan ketebalan shim: Injection pressure tinggi
(2/4)
Low
Pressure
Time
Advanced injection timing
Nozzle holder
Overflow pipe
Adjusting shim
Pressure spring
Pressure pin
Distance piece
Nozzle needle
Nozzle body
Retaining nut
High
Pressure
Time
Retarded injection timing
- 20 -
3. Injection nozzle dua tahap
Nozzle assembly No.2 pressure
spring seat Pada beberapa mesin diesel, digunakan
No.3 pressure
injection nozzle dua tahap.
spring washer Gunakan injection nozzle dua tahap
Needle
tip
No.2 pressure
spring
supaya mungkin menurunkan nozzle
Nozzle
body Straight pin
opening pressure. Karena itu,
Nozzle holder
stabilitas injeksi pada rentang beban rendah
Tip packing
retaining nut atau pada idling lebih baik daripada
injection nozzle normal. Juga,
diesel knock yang terjadi ketika
No.1 pressure
spring volume injeksi kecil dikurangi.
No.1 pressure
Nozzle holder body (1) Konstruksi
spring seat
Dua pressure spring dan dua
No.2 pressure spring washer
(adjusting shim) pressure pin dibuat di dalam
Pressure pin tubuh nozzle holder.
No.1 pressure spring washer Celah tersedia antara needle
(adjusting shim)
tip dan pressure pin akibat dua
tahap injeksi bahan bakar. Celah ini
disebut pre-lift. Un tuk menyesuaikan
tekanan injeksi bahan bakar pada
tahap 1 dan tahap 2, ganti
setiap pressure spring washer.
(3/4)
- 21 -
(2) Operasi
<1> Pengoperasian tahap 1
Ketika tekanan bahan bakar
Two-stage injection nozzle
No.1 pressure spring pada injection pump
Normal injection nozzle
mencapai kira-kira 18MPa
(180 kgf/cm2), needle tip mendorong
mm pressure pin ke atas melalui No.3 pressure
Maximum lift
0.25 pressure pin spring washer, melampaui daya spring
Nozzle needle lift
(4/4)
- 22 -
Delivery Valve
1. Konstruksi
Delivery valve dipasang pada
distributive head di injection pump.
Injection Injection
Valve spring dan delivery valve
pump side nozzle side dipasang pada delivery valve
holder.
Permukaan delivery valve seat
Valve seat Valve spring
Gasket Delivery valve Delivery valve holder dibuat dengan ketepatan tinggi.
(1/2)
- 23 -
2. Operasi
Injection pump Injection nozzle
Delivery valve menutup dengan cepat saluran bahan bakar pada
side side injeksi bahan bakar untuk menjaga tekanan residual di dalam
pipa injeksi.
Pada saat yang sama, bahan bakar ditarik untuk membiarkan
injection nozzle menutup, sehingga mencegah bahan
bakar "menetes (dribble/dripping)".
(1) Mulai injeksi bahan bakar
<1> Bahan bakar yang mengalami penekanan
tinggi dari injection pump dikirim ke delivery
valve sebelum injeksi.
<2> Bahan bakar yang mengalami penekanan tinggi
mendorong delivery valve untuk membuka saluran bahan bakar.
Relief valve Valve face
<3> Bahan bakar yang mengalami penekanan
tinggi dikirim ke injection nozzle.
(2) Akhir injeksi bahan bakar
<1> Pemompaan dari injection pump berakhir,
dan tekanan bahan bakar menurun.
<2> Delivery valve didorong ke belakang oleh
valve spring.
<3> Delivery valve kembali hingga bagian
valve face melekat ke valve seat.
<4> Proses di atas menjamin adanya jatuhnya tekanan
Operating stroke
tiba-tiba di dalam pipa injeksi. Nozzle needle
kemudian menarik kembali bahan bakar, yang
kalau tidak akan menjadi tetesan bahan bakar (fuel dribble).
(3) Menjaga airtightness (menjaga tekanan residual dan
mencegah reverse flow)
Airtightness (untuk menjaga tekanan residual
dan mencegah reverse flow) dikelola oleh valve
seat dan permukaan delivery valve.
Jika tekanan di dalam pipa injeksi setelah injeksi
bahan bakar rendah, volume bahan bakar berkurang.
Karena tekanan injeksi tidak cepat tercapai jika
tekanan di dalam pipa rendah.
Karena itu, adalah penting untuk menjaga tekanan
tetap konstan di dalam pipa injeksi setiap saat.
- 24 -
• Fuel dribble (dripping) setelah injeksi
Ini terjadi ketika persediaan bahan bakar tidak secara
tepat dipotong pada akhir injeksi bahan bakar dan
bahan bakar diakumulasi pada ujung nozzle.
Jika fuel dribble terjadi setelah injeksi bahan bakar, bahan
bakar di cylinder tidak akan terbakar sepenuhnya.
Hal ini akan mengakibatkan pada penghilangan asap
Injection nozzle hitam atau putih yang dikeluarkan.
Untuk mencegah fuel dribble, relief valve pada delivery
valve dirancang untuk menarik setiap bahan bakar
yang keluar dari nozzle setelah injeksi.
Fuel dribble terjadi jika ada kegagalan pada delivery valve
atau injection nozzle, sebagaimana tekana residual
tetap ada di pipa injeksi setelah injrksi bahan bakar.
Faulty (2/2)
Pump handle
(2) Secara bertahap pump handle resistance akan menjadi
lebih tinggi, dan pompa akan menarik untuk
Priming pump beroperasi. Kemudian udara mengalir ke dalam
tangki bahan bakar melalui return pipe.
(3) Melakukan pengurasan terhadap udara akan selesai ketika
pump handle menjadi keras untuk beroperasi.
PETUNJUK SERVIS:
Dalam kasus berikut, lakukan pengurasan terhadap udara antara
injection pump dan injection nozzle (sisi tekanan tinggi).
• Ketika mesin tidak beroperasi dengan sesuai
setelah mesin dipanaskan.
• Ketika bagian dari sisi tekanan tinggi sistem bahan
bakar diganti.
- 25 -
2. Menguras udara antara injection pump dan
injection nozzle (sisi tekanan tinggi)
(1) Kendorkan semua mur-mur union pipa injeksi pada
sisi nozzle holder.
(2) Lakukan crank pada mesin untuk mendorong bahan
Union nut bakar keluar dari pipa injeksi dan kuras udara.
(3) Kencangkan mur-mur union pipa injeksi .
PERHATIAN:
Untuk tipe common-rail, gunakan hand-held tester dan
operasikan injector untuk menguras udara. Jangan menguras udara
dengan mur-mur union pipa injeksi dalam keadaan kendor.
(1/1)
Glow Plug
Kendaran Toyota terbaru menampilkan
Thermal coil
glow plug dengan self-controlling
temperature. Kumparan kontrol dibuat di
dalam glow plug, di mana hambatan
Control coil meningkat ketika suhu naik.
Hambatan yang meningkat pada
1100
kumparan mengurangi jumlah arus
1000 ke thermal coil, yang terhubung secara
900 seri ke kumparan kontrol.
Glow plug 800 Dengan mengurangi jumlah arus,
temperature
(°C) suhu glow plug tidak meningkat.
700
Suhu glow plug meningkat kira-
600
kira 900°C (1,472 °F).
500
0 10 20 30 40 50 60
Duration of current flow (sec.) REFERENSI:
Glow plug terdahulu, yang tidak menampilkan
self-controlling temperature menampilkan
sistem ketika glow plug resistor diset
dalam secara seri, mengurangi arus yang
mengalir ke glow plug.
(1/1)
- 26 -
Sistem Glow
1. Uraian lampu indikator glow
Lampu indikator glow plug dipasang
di dalam meter kombinasi.
Ketika lampu mati, alat itu
memberitahu pengemudi
bahwa mesin siap untuk
dihidupkan.
PETUNJUK:
• Glow indicator light beroperasi secara
independen dari glow plug. Kemudian,
alat itu, tidak menunjukkan apakah
plug sudah benar dipanaskan atau belum.
• Light lighting time kurang lebih
0-10 detik.
Waktu nyala lampu bervarasi
menurut coolant temperature
dan menurut model mesin.
(1/2)
Ignition
ON
OFF
Kemudian, mereka dimatikan.
switch t2 Ketika timer 1 dimatikan, glow
Time (sec.)
ST
OFF
indicator light dimatikan.
ON t1 Coolant temp.
NE signal
OFF Ketika ignition switch dinyalakan
ON t1 Coolant temp. ke START, preheating timer
Glow
Time (sec.)
indicator OFF
t3
atau emission control ECU
Glow plug ON menyalakan glow plug relay,
relay OFF t2 t3 untuk mencegah suhu glow plug
Coolant temp.
jatuh selama starting dan
meningkatkan kemampuan start.
Ketika timer 3 beroperasi, alat itu
menyalakan glow relay untuk waktu yang
bergantung pada coolant temperature
dan mempengaruhi after-glow ketika mesin
dijalankan dan ignition switch dikembalikan
ke ON dari START.
(2/2)
- 27 -
REFERENSI:
Ignition switch
Circuit tipe Fixed-delay
AM1 IG1
Untuk sistem preheating pada tipe fixed-
AM2
IG2 delay, preheating timer mengontrol waktu
ST2
penyalaan glow indicator light dan
Glow indicator
light waktu di mana glow plug relay
dinyalakan (preheating time.)
Preheating timer
Waktu nyala lampu indikator: Sekitar 5
Glow plug
relay detik
to Voltege regulator Waktu preheating: Sekitar 18 detik
terminal L
Glow plugs Keduanya dikontrol pada waktu yang tepat.
(1/1)
to Voltege regulator
alternator voltage (yang berfungsi
Glow plug
relay
terminal L sebagai sinyal kerja mesin).
Waktu nyala lampu:
Glow plugs Sekitar 2 - 28 detik
Water
temperature Waktu preheating:
sensor
Sekitar 2 - 55 detik
Keduanya berbeda menurut coolant.
(1/1)
- 28 -
Peralatan Lain Intake Shutter
1. Uraian
Beberapa mesin diesel menggunakan intake shutter.
Intake shutter mempunyai fungsi berikut:
Diaphragm
(1) Menghentikan getaran segera setelah mesin dimatikan.
Valve Pada mesin diesel, udara terus ditarik ke dalam
cylinder dan dimampatkan bahkan setelah ignition
switch dimatikan.
Untuk mencegah getaran terjadi setelah mesin
dimatikan, intake shutter segera ditutup setelah
ignition switch dimatikan untuk menutup intake air
dan menghentikan mesin dengan halus.
(2) Mengurangi kebisingan intake air.
Selama deselerasi, atau kecepatan rendah dan
beban ringan, jumlah intake air dikurangi oleh intake
shutter. Kebisingan intake air dikurangi tanpa menarik
udara yang tak penting ke dalam intake manifold.
(3) Meningkatkan performa EGR
Intake shutter opening angle dikontrol untuk
mendapatkan efek EGR yang sesuai, bergantung
VSV kepada kondisi jalan mesin.
PETUNJUK:
Intake shutter juga disebut throttle valve.
(1/1)
- 29 -
Latihan
Ini adalah materi pre-course study untuk Pelatihan Frequent Service Job. Tujuan pelatihan ini adalah untuk
mempelajari prosedur kerja dan poin-poin frequent service job. Dalam pre-course study, Anda akan mem-
pelajari pengetahuan dasar yang diperlukan untuk pekerjaan perbaikan, dan mekanisme dasar dan pengo-
perasian kendaraan. Setelah Anda mempelajari semua bab, kerjakan Ujian.
- 30 -
Pertanyaan- 1
Tandai setiap pernyataan berikut Benar atau Salah.
Pertanyaan- 2
Grafik berikut menunjukkan hubungan antara tekanan di dalam ruang pembakaran dan sudut crank selama
langkah pembakaran. Dari kelompok kata berikut, pilih kata-kata yang sesuai dengan setiap pernyataan.
B
30 3 E 3. Bahan bakar dibakar oleh 4. Sisa bahan bakar yang tidak
20 2 A
nyala api di dalam ruang terbakar, tidak dapat dibakar.
pembakaran segera (D-E)
10 1
setelah injeksi. (C-D)
0 0
100 75 50 25 TDC 25 50 75 100
Crank angle
Jawaban: 1. 2. 3. 4.
Pertanyaan- 3
Dari kelompok kata berikut, pilih part-part yang sesuai dengan setiap pernyataan.
1. Part ini memisahkan air dari bahan bakar diesel. 2. Ia memanaskan udara masuk (intake air).
3. Part ini menginjeksikan bahan bakar bertekanan tinggi 4. Bahan bakar diberi tekanan tinggi dan dimampatkan
yang dikirim dari pompa injeksi ke ruang pembakaran. ke dalam nozzle-nozzle injeksi pada setiap silinder.
a) Pompa injeksi b) Priming pump c) Sedimenter bahan bakar d) Glow plug e) Nozzle injeksi
Jawaban: 1. 2. 3. 4.
- 31 -
Pertanyaan- 4
Pernyataan berikut berkaitan dengan lampu indikator glow plug. Pilih pernyataan yang Benar.
3. Lampu ini memberitahu pengemudi akan adanya malafungsi pada glow plug.
Pertanyaan- 5
Pertanyaan berikut berkaitan dengan kondisi dimana diesel knock muncul dengan mudah. Pilih pernyataan
yang Benar.
1. Diesel knock muncul dengan mudah saat mesin dan temperatur cairan pendingin tinggi.
2. Diesel knock muncul dengan mudah saat bahan bakar berangka cetane tinggi digunakan.
4. Diesel knock muncul dengan mudah saat temperatur udara masuk (intake air) tinggi.
Pertanyaan- 6
Pernyataan berikut berkaitan dengan mesin diesel. Pilih pernyataan yang Salah.
1. Mesin diesel melalui 4-siklus-langkah (hisap, kompresi, pembakaran dan buang) sama seperti
mesin bensin.
2. Temperatur kompresi naik pada rasio kompresi yang lebih tinggi daripada rasio kompresi mesin bensin.
- 32 -
Sistem pra pemanasan dalam mesin diesel memanasi udara kompresi secara elektrik agar mesin dingin lebih mudah untuk distart. Sistem ini meningkatkan efisiensi start dengan memastikan suhu udara cukup tinggi untuk pengapian sendiri bahan bakar . Jenis sistem ini meliputi tipe glow plug dan tipe intake heater yang masing-masing memanasi udara di dalam ruang bakar dan udara yang datang dari pembersih udara .
Mesin diesel mengontrol output dengan mengatur volume injeksi bahan bakar, sedangkan mesin bensin menggunakan throttle valve untuk mengatur campuran udara-bahan bakar yang masuk . Ini memungkinkan mesin diesel beroperasi lebih efisien pada berbagai kecepatan karena tidak ada pembatasan aliran udara yang dapat menyebabkan resistansi intake .
Nilai cetane yang tinggi penting karena menggambarkan kemampuan pengapian bahan bakar yang lebih baik dengan titik pengapian yang lebih rendah. Hal ini penting untuk performa mesin diesel terutama dalam meminimalisir penundaan pengapian, meningkatkan kemampuan start, dan memperbaiki efisiensi bahan bakar serta mengurangi kebisingan operasi .
Diesel knock terjadi ketika bahan bakar yang terakumulasi selama periode penundaan pengapian terbakar sekaligus, menyebabkan kenaikan tekanan mendadak di ruang bakar . Untuk mencegahnya, penting untuk meminimalkan penundaan pengapian melalui penggunaan bahan bakar dengan angka cetane tinggi dan memastikan suhu serta tekanan kompresi yang tepat sebelum injeksi bahan bakar .
Menyesuaikan tekanan pembukaan nozzle sangat penting karena mempengaruhi waktu dan volume injeksi bahan bakar. Tekanan pembukaan yang tepat memastikan waktu injeksi optimal, yang berakibat langsung pada performa pembakaran dan efisiensi mesin. Jika terlalu rendah atau tinggi, dapat mengakibatkan pembakaran yang tidak sempurna dan menurunkan kinerja mesin .
Sistem pemanas tambahan seperti heater viskous tipe power, heater tipe elektrikal, dan PTC heater dapat meningkatkan performa mesin diesel di daerah dingin dengan memanaskan coolant, sehingga mencegah mesin dari kerusakan akibat suhu yang sangat rendah . Ini memastikan mesin mencapai suhu operasi optimal lebih cepat, mengurangi waktu pemanasan sebelum start, dan memelihara efisiensi bahan bakar .
Diesel knock disebabkan oleh kesulitan dalam pengapian sendiri ketika semua campuran udara-bahan bakar terbakar sekaligus, mengakibatkan peningkatan tekanan mendadak. Gasoline knocking, sebaliknya, terjadi ketika campuran udara-bahan bakar mengapikan sendiri tidak terkontrol selama pembakaran normal di mesin bensin. Diesel knock lebih terfokus pada tekanan injeksi dan kondisi fisik bahan bakar, sementara gasoline knocking berhubungan dengan campuran dan tekanan yang berlebih .
Kelebihan mesin diesel termasuk efisiensi konsumsi bahan bakar yang lebih baik daripada mesin bensin karena rasio kompresi tinggi dan losses pompa yang rendah . Namun, mesin diesel memiliki kekurangan seperti getaran dan kebisingan yang lebih besar serta jumlah emisi gas berbahaya yang lebih tinggi dibandingkan mesin bensin .
Sistem pendingin minyak pelumas pada beberapa mesin diesel menyuntikkan oli melalui saluran pendingin di dalam kepala piston untuk mendinginkan groove ring piston. Ini mencegah overheating yang dapat menyebabkan kerusakan pada piston dan ring piston. Dengan menjaga suhu komponen kritis dalam batas yang aman, sistem ini meningkatkan keandalan dan umur panjang mesin diesel .
Sedimenter bahan bakar berfungsi memisahkan air dari bahan bakar diesel berdasarkan perbedaan berat jenis. Jika tidak berfungsi dengan baik, air dapat masuk ke dalam sistem bahan bakar dan merusak bagian injeksi karena pelumasan yang tidak memadai . Hal ini dapat menyebabkan korosi dan pengikisan di injection pump, memperpendek umur komponen tersebut .