Model Pengembangan RPP
@2017, Direktorat Pembinaan SMA
odel Pengembangan RPP
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang
Standar Proses disebutkan bahwa Standar Proses merupakan kriteria mengenai
pelaksanaan pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai standar kompetensi
lulusan. Pembelajaran yang baik apabila penerapannya dilaksanakan secara interaktif,
inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif,
serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. Untuk
itu setiap satuan pendidikan perlu melakukan perencanaan pembelajaran,
pelaksanaan proses pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran dengan strategi
yang benar untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi
lulusan. Selanjutnya, pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan baik
apabila guru merencanakannya dengan baik. Perencanaan pembelajaran ini dikenal
dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Setiap guru pada satuan pendidikan
berkewajiban menyusun RPP. Apabila guru menyusun RPP lengkap dan sistematis,
maka pembelajaran dapat berlangsung secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, efisien, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif,
serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian
sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa
sebagaimana diharapkan pada Standar Proses. Oleh karena itu, setiap guru wajib
menyusun RPP lengkap dan sistematis.
Di samping RPP, guru juga harus menyiapkan media dan sumber belajar, serta
penilaian pembelajaran yang dikembangkan baik secara individual maupun kelompok.
RPP merupakan taught curriculum yang berarti bahwa apa yang dirancang dalam
kurikulum harus tertuang dalam RPP untuk mencapai hasil belajar siswa atau learned
curriculum yang merupakan hasil langsung dari pengalaman belajar yang dirancangkan
dalam RPP. Agar harapan ini dapat tercapai dengan baik, maka guru harus menyusun
perencanaan pembelajaran lengkap dan sistematis termasuk penilaiannya.
RPP sering menjadi kendala tersendiri di kalangan guru. Beberapa faktor penyebab
antara lain (1) guru belum sepenuhnya memahami esensi dari masing-masing
komponen penyusun RPP, (2) Peraturan yang mengatur tentang pembelajaran belum
dibaca dengan utuh atau bahkan tidak pernah dibaca, (3) kemudahan mendapatkan file
RPP dari guru satu ke guru lain yang sebenarnya tidak bisa diterapkan di kelas karena
modalitas, karakteristik, potensi siswanya berbeda, namun RPP tersebut tetap saja
digunakan, dan (4) kecenderungan berpikir bahwa RPP merupakan pemenuhan
administrasi saja. Kendala ini dapat teratasi jika guru mau berubah, dari pemahaman
RPP sebagai pemenuhan administrasi menuju RPP sebagai kewajiban profesional.
Untuk menyiapkan kemampuan guru dalam menyusun RPP, maka Direktorat Pembinaan
SMA menyusun Model Pemgembangan RPP untuk membantu guru dalam
mengembangkan RPP sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampunya.
B. Tujuan
Naskah model pengembangan RPP ini bertujuan untuk memfasilitasi guru agar dapat:
a. Memahami konsep, prinsip pembelajaran dan pengalaman belajar.
b. Terampil menyusun perencanaan pembelajaran.
@2017, Direktorat Pembinaan SMA 1
Model Pengembangan RPP
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup naskah model pengembangan RPP ini meliputi:
a. Konsep, prinsip pembelajaran, dan pengalaman belajar.
b. Perencanaan Pembelajaran.
D. Landasan Hukum
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 sebagai perubahan atas Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2015 tentang
Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 tentang
Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang
Penilaian Hasil Belajar oleh Guru pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah;
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah;
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21
Tahun 2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah;
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22
Tahun 2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23
Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan; dan
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24
Tahun 2016 tentang Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Pelajaran pada Kurikulum
2013 pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
@2017, Direktorat Pembinaan SMA 2
Model Pengembangan RPP
BAB II
KONSEP, PRINSIP PEMBELAJARAN DAN PENGALAMAN BELAJAR
A. Konsep Pembelajaran
Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang SistemPendidikan Nasional, Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara. Sedangkan Pembelajaran adalah proses terjadinya interaksi antara siswa
dengan guru dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran
tersebut dirancang untuk mendukung pemerolehan pengalaman belajar yang
bermakna bagi siswa.
Pengertian pembelajaran berdasarkan Permendikbud No. 103 Tahun 2014 tentang
Pembelajaran adalah proses interaksi antarsiswa, antara siswa dengan tenaga guru dan
sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan suatu proses
pengembangan potensi dan pembangunan karakter setiap siswa sebagai hasil dari sinergi
antara pendidikan yang berlangsung di sekolah, keluarga dan masyarakat. Proses
tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi mereka
menjadi kemampuan yang semakin lama semakin meningkat dalam membangun
bertumbuhnya sikap (spiritual dan sosial), pengetahuan, dan keterampilan yang
diperlukan dirinya untuk hidup dan untuk bermasyarakat, berbangsa, serta berkontribusi
pada kesejahteraan hidup umat manusia. Dengan demikian sekolah bekerjasama dengan
keluarga dan masyarakat dalam rangka membangun karakter bangsa.
Sekolah merupakan tempat kedua pendidikan siswa yang dilakukan melalui program
intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler dilaksanakan
melalui mata pelajaran, sedangkan kokurikuler dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan di
luar sekolah yang terkait langsung dengan mata pelajaran, misalnya tugas individu,
tugas kelompok, dan pekerjaan rumah berbentuk proyek atau bentuk lainnya. Adapun
kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh peserta didik di
luar jam belajar kurikulum standar sebagai perluasan dari kegiatan kurikulum dan
dilakukan di bawah bimbingan sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan
kepribadian, bakat, minat, dan kemampuan peserta didik yang lebih luas atau di luar
minat yang dikembangkan oleh kurikulum.
Keluarga merupakan tempat pertama bersemainya bibit sikap (spiritual dan sosial),
pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Oleh karena itu, peran keluarga tidak dapat
sepenuhnya digantikan oleh sekolah dalam membangun karakter bangsa. Sedangkan
masyarakat merupakan salah satu tempat berlangsungya pendidikan yang beragam
yang perlu diselaraskan antara satu dengan yang lain, misalnya media massa, bisnis
industri, organisasi kemasyarakatan, dan lembaga keagamaan. Untuk itu para tokoh
masyarakat dapat saling berkoordinasi dan sinkronisasi dalam memainkan perannya
guna mendukung proses pembelajaran yang tengah dijalani siswa.
Siswa adalah subjek yang memiliki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah,
mengkonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Untuk itu pembelajaran harus
berkenaan dengan kesempatan yang diberikan kepada siswa untuk mengkonstruksi
pengetahuan dalam proses kognitifnya. Agar benar- benar memahami dan dapat
menerapkan pengetahuan, maka siswa perlu didorong untuk bekerja memecahkan
masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkan
ide-idenya. Pengalaman belajar ini nantinya akan diterapkan ke dalam kehidupan sehari-
hari di masyarakat dan sebaliknya siswa dapat memanfaatkan masyarakat sebagai
sumber belajar. Siswa membangun pengetahuan, keterampilan, dan sikap serta
@2017, Direktorat Pembinaan SMA 3
Model Pengembangan RPP
menerapkannya dalam berbagai situasi kehidupan baik di sekolah, keluarga, maupun
masyarakat. Oleh karena itu, pembelajaran ditujukan untuk mengembangkan potensi
siswa agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga negara yang beriman,
produktif, kreatif, inovaif, dan afektif, serta mampu berkontribusi pada kehidupan
masyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. Singkatnya, keterjalinan,
keterpaduan, dan konsistensi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat harus diupayakan
dan diperjuangkan secara terus menerus sebagai tripusat pendidikan sekaligus menjadi
sumber belajar yang saling menunjang.
B. Prinsip Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran menggunakan prinsip sebagai berikut.
1. Siswa difasilitasi untuk mencari tahu dan belajar dari berbagai sumber belajar.
2. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah, berbasis kompetensi,
berbasis keterampilan aplikatif, dan terpadu.
3. Pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran
multi dimensi.
4. Peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills
dan soft-skills.
5. Pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan siswa sebagai
pembelajar sepanjang hayat.
6. Pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (ing
ngarso sung tulodo), membangun kemauan(ing madyo mangun karso), dan
mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran (tutwurihandayani);
7. Pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat.
8. Pembelajaran yang menerapkan prinsip bahwa siapa saja adalah guru, siapa
saja adalah siswa, dan di mana saja adalah kelas.
9. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas pembelajaran.
10. Pengakuan atas perbedaan individual dan latar belakang budaya siswa.
@2017, Direktorat Pembinaan SMA 4
Model Pengembangan RPP
C. Pengalaman Belajar
Kurikulum 2013 menggunakan menekankan kepada pembelajaran langsung (direct
teaching) dan tidak langsung (indirect teaching). Pembelajaran langsung adalah
pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan
keterampilan menggunakan pengetahuan siswa melalui interaksi langsung dengan
sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP. Pembelajaran tidak langsung
adalah pembelajaran yang terjadi selama proses pembelajara langsung yang
dikondisikan menghasilkan dampak pengiring (nurturant effect). Pembelajaran tidak
langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam KI-1
dan KI-2.
Kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial pada mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti
dan mata pelajaran PPKn, dicapai melalui pembelajaran langsung (direct teaching) dan
tidak langsung (indirect teaching) sementara untuk mata pelajaran lainya, dicapai melalui
pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu lewat keteladanan, pembiasaan,
dan budaya sekolah, dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran serta
kebutuhan dan kondisi siswa. Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap
dilakukan sepanjang proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai
pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter siswa lebih lanjut. Pendekatan
saintifik memberikan pengalaman belajar sebagaimana tercantum dalam tabel 2.2
berikut.
Tabel 2 2. Deskripsi Pengalaman belajar
Pengalaman belajar Deskripsi Kegiatan yang Bentuk Hasil Belajar
Dilakukan
Mengamati (observing) Mengamati dengan indra Perhatian pada waktu mengamati
*) (membaca, suatu
mendengar, menyimak, objek/membaca suatu
melihat, menonton, dan tulisan/mendengar suatu
sebagainya) dengan atau penjelasan, catatan yang dibuat
tanpa alat. tentang yang diamati, kesabaran,
waktu (on task) yang digunakan
untuk mengamati.
Menanya (questioning) Membuat dan mengajukan Kemampuan mengajukan
*) pertanyaan, tanya jawab, pertanyaan faktual, konseptual,
berdiskusi tentang prosedural, dari kompleks ke yang
informasi lebih kompleks antara lain
yang belum dipahami, berbentuk hipotetik.
informasi tambahan yang
ingin diketahui, atau
sebagai klarifikasi.
Mengumpulkan Mengeksplorasi, mencoba, Jumlah dan kualitas sumber yang
informasi/mencoba berdiskusi, dikaji/digunakan, kelengkapan
(experimenting) *) mendemonstrasikan, informasi, validitas informasi yang
meniru bentuk/gerak, dikumpulkan, dan instrumen/alat
melakukan eksperimen, yang digunakan untuk
membaca sumber lain mengumpulkan data.
selain buku teks,
mengumpulkan data dari
nara sumber melalui
angket, wawancara, dan
memodifikasi/
menambahi/mengem-
@2017, Direktorat Pembinaan SMA 5
Model Pengembangan RPP
Pengalaman belajar Deskripsi Kegiatan yang Bentuk Hasil Belajar
Dilakukan
Menalar/Mengasosiasi Mengolah informasi yang Mengembangkan interpretasi,
(associating) *) sudah argumentasi dan kesimpulan
dikumpulkan, menganalisis mengenai keterkaitan informasi
data dalam bentuk dari dua fakta(konsep), interpretasi
membuat kategori, argumentasi dan kesimpulan
mengasosiasi atau mengenai keterkaitan lebih dari
menghubungkan dua interpretasi, struktur
fenomena/informasi yang baru, argumentasi dan kesimpulan
terkait dalam rangka dari konsep/teori/pendapat yang
menemukan suatu pola, berbeda dari berbagai jenis
dan menyimpulkan. sumber.
Mengomunikasikan Menyajikan laporan Menyajikan hasil
(communicating) *) dalam bentuk bagan, kajian (dari mengamati
diagram, atau grafik; sampai menalar) dalam bentuk
menyusun laporan tulisan, grafis, media elektronik,
tertulis; dan menyajikan multi media dan lain-lain.
laporan meliputi proses,
hasil, dan kesimpulan
secara lisan.
*) Dapat disesuaikan dengan kekhasan masing-masing mata pelajaran dan bukan
merupakan urutan atau langkah pembelajaran
@2017, Direktorat Pembinaan SMA 6
Model Pengembangan RPP
BAB III PERENCANAAN
PEMBELAJARAN
Perencanaan pembelajaran meliputi penyusunan RPP, penyiapan media dan sumber
belajar, perangkat penilaian pembelajaran, dan skenario pembelajaran dengan
memperhatikan komponen, prinsip dan langkah-langkah penyusunan RPP berikut.
A. Komponen RPP
Dalam Permendikbud Nomor 103 tahun 2014 tentang Pembelajaran dinyatakan
bahwa RPP merupakan rencana pembelajaran yang dikembangkan secara rinci
mengacu pada silabus, buku teks pelajaran, dan buku panduan guru. Adapun
komponen RPP sesuai dengan Permendikbud tersebut paling sedikit memuat: (1)
identitas sekolah, mata pelajaran, dan kelas/semester; (2) alokasi waktu; (3) KI, KD,
indikator pencapaian kompetensi; (4) materi pembelajaran; (5) kegiatan
pembelajaran (*); (6) penilaian; dan (7) media/alat, bahan, dan sumber belajar.
Selanjutnya, dalam Permendikbud No. 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses, bahwa
komponen RPP terdiri atas identitas sekolah, identitas mata pelajaran, kelas/semester,
materi pokok, alokasi waktu, tujuan pembelajaran, KD dan IPK, materi pembelajaran,
metode, media, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran (*) dan penilaian hasil
pembelajaran. Kedua Permendikbud tersebut sama-sama membahas komponen RPP.
Berdasarkan dua Permendikbud tersebut RPP dapat dikembangkan menggunakan tiga
alternatif (1) mengacu pada komponen Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014, (2)
mengacu pada komponen Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, dan (3) memadukan
komponen dari dua Permendikbud (saling melengkapi).
(*) meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup
B. Prinsip Penyusunan RPP
Prinsip-prinsip penyusunan RPP sebagai berikut.
1. Perbedaan individual siswa antara lain kemampuan awal, tingkat intelektual,
bakat, potensi, minat, motivasi belajar, kemampuan sosial, emosi, gaya
belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya,
norma, nilai, dan/atau lingkungan siswa.
2. Partisipasi aktif siswa.
3. Berpusat pada siswa untuk mendorong semangat belajar, motivasi, minat,
kreativitas, inisiatif, inspirasi, inovasi dan kemandirian.
4. Pengembangan budaya membaca dan menulis yang dirancang untuk
mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan,
dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan.
5. Pemberian umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan
program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi.
6. Penekanan pada keterkaitan dan keterpaduan antara KD, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi,
penilaian, dan
sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar.
7. Mengakomodasi pembelajaran tematik-terpadu, keterpaduan lintas
mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
8. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi,
sistematis,
dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi
@2017, Direktorat Pembinaan SMA 7
Model Pengembangan RPP
C. Langkah penyusunan RPP
1. Mengkaji silabus (dengan adanya Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, maka
silabus dikembangkan oleh guru mengacu pada komponen yang tercantum pada
Permendikbud tersebut) (lihat Panduan Pengembangan Silabus).
2. Melakukan analisis keterkaitan SKL, KI, KD dalam rangka merumuskan IPK, materi
pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan rencana penilaian sesuai dengan muatan
KD. Untuk mata pelajaran Agama dan PPKn merumuskan IPK dari pasangan KD pada
KI-1, KD pada KI-2, KD pada KI 3, dan KD pada KI 4, sedangkan mata pelajaran lain
IPK dari pasangan KD pada KI 3 dan KD pada KI 4 (lihat Panduan Analisis
Keterkaitan SKL, KI, dan KD)
3. Menentukan alokasi waktu untuk setiap pertemuan. Penentuan ini berdasarkan hasil
analisis waktu yang dibutuhkan untuk pencapaian tiap IPK dan disesuaikan dengan
karakteristik siswa di satuan pendidikan.
4. Merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan
berdasarkan KD dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat
diamati dan diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
5. Menyusun materi pembelajaran. Materi pembelajaran dapat berasal dari buku teks
pelajaran, buku panduan guru, sumber belajar lain berupa muatan lokal, materi
kekinian, atau konteks pembelajaran dari lingkungan sekitar. Materi pembelajaran
ini kemudian dikelompokkan menjadi materi untuk pembelajaran reguler,
pengayaan, dan remedial.
6. Menentukan Pendekatan/Model/Metode Pembelajaran yang sesuai.
7. Menentukan media, alat, bahan yang digunakan dalam proses pembelajaran.
8. Memastikan sumber belajar yang dijadikan referensi yang akan digunakan dalam
langkah penjabaran proses pembelajaran.
9. Menjabarkan langkah-langkah pembelajaran ke dalam bentuk yang lebih operasional
(mengutamakan pembelajaran aktif/active leaning).
10. Mengembangkan penilaian proses dan hasil belajar meliputi lingkup, teknik, dan
instrumen penilaian, serta pedoman penskoran (lihat Panduan Penilaian).
Contoh tiga alternatif RPP terdapat pada Lampiran 2.
@2017, Direktorat Pembinaan SMA 8
Model Pengembangan RPP
BAB IV
PENUTUP
Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun sebagai bahan acuan dalam pelaksanaan
kegiatan pembelajaran untuk menjamin pencapaian kompetensi yang harus dikuasai siswa.
Kegiatan pembelajaran harus dapat mengembangkan potensi siswa sehingga mencapai
perkembangan yang seimbang antara kebutuhan fisik, psikis, dan spritual yang mencakup ranah
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Naskah ini disusun sebagai salah satu bahan panduan bagi sekolah dalam membantu guru
menyusun dan mengembangkan RPP yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, siswa,
serta sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia di sekolah masing-masing.
@2017, Direktorat Pembinaan SMA 9
Model Pengembangan RPP
DAFTAR PUSTAKA
Anderson, Le.W. dan Kreathwohl, D.R. (2001). A Taxonomy For Learning, Teaching, And
Assesssing: A Revision of Bloom,s Taxonomy of Educational Objectives. New York.
Longman.
Bruner, J. (1996). The Culture of Education. Cambridge, MA: Harvard University Press.
Calabrese Barton, A. (1998).Reframing “science for all” through the politics of
[Link] Policy, 12, 525-541.
Harding, S. (1998). Is Science Multicultural? Postcolonialisms, Feminisms, and
Epistemologies. Bloomington: Indiana University Press.
Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 pengganti Peraturan Pemerintah Nomor 19
tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 59 Tahun 2014 tentang Kurikulum
2013 Sekolah Menengah Atas / Madrasah Aliyah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 103 Tahun 2014 tentang
Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 160 Tahun 2014 tentang
Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian
Hasil Belajar oleh Guru pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.
Surat Edaran Dirjen Pendidikan Menengah dan Dirjen Pendidikan Dasar No. 5685
/C/KR/2014 dan No. 8014/D/HP/2014 tentang Sekolah yang melaksanakan
Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun
2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun
2016 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun
2016 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun
2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun
2016 tentang Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar pada Kurikulum 2013 pada
Pendidikan Dasar dan Menengah.
@2017, Direktorat Pembinaan SMA 10
Model Pengembangan RPP
Contoh RPP
a. Alternatif Pertama
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah : SMA..................
Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X/1
Alokasi Waktu : 9 JP (3 x pertemuan)
A. Kompetensi Inti (KI)
Kompetensi Sikap Spiritual yaitu, “Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang
dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu, “Menunjukkan perilaku
jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
santun, responsif, dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan
dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia”.
KI 3: Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural
pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
B. Kompetensi Dasar/KD
3.10 Menganalisis komponen-komponen ekosistem dan interaksi antar
komponen tersebut
4.10 Menyajikan karya yang menunjukkan interaksi antar komponen
ekosistem
(jaring-jaring makanan, siklus
biogeokimia) C. Indikator Pencapaian
Kompetensi/IPK
3.10.1 Mengidentifikasi komponen penyusun ekosistem.
3.10.2 Menjelaskan hubungan antara komponen biotik dengan abiotik dan biotik
dengan biotik lainnya.
3.10.3 Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem.
3.10.4 Menjelaskan mekanisme aliran energi dalam ekosistem.
3.10.5 Membandingkan dua atau lebih daur biogeokimia dalam ekosistem.
3.10.6 Menganalisis peran mikroorganisme dalam berbagai daur Biogeokimia.
3.10.7 Menyeleksi komponen-komponen pada dua atau lebih daur biogeokimia yang
berperan dalam membentuk jaring-jaring makanan.
3.10.8 Meninjau komponen-komponen pada dua atau lebih daur biogeokimia yang
berperan dalam membentuk jaring-jaring makanan.
4.10.1 Mendesain karya yang menunjukkan adanya interaksi antar komponen
ekosistem berupa jaring-jaring makanan dan siklus biogekimia.
4.10.2 Mempresentasikan karya yang menunjukkan adanya interaksi antar
komponen
ekosistem berupa jaring-jaring makanan dan siklus
@2017-Direktorat Pembinaan SMA 11
biogekimia.
Model Pengembangan RPP
D. Materi Pembelajaran
Fakta:
@2017-Direktorat Pembinaan SMA 12
Model Pengembangan RPP
Komponen penyusun ekosistem.
Komponen-komponen pada daur biogeokimia yang berperan dalam membentuk
jaring-jaring makanan.
Konsep:
Hubungan antara komponen biotik dengan abiotik dan biotik dengan biotik
lainnya/ Jenis-jenis interaksi yang terjadi dalam ekosistem
Faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem.
Peran mikroorganisme dalam berbagai daur Biogeokimia
Prosedur
Aliran energi dalam ekosistem.
Daur biogeokimia dalam ekosistem.
E. Kegiatan Pembelajaran
a. Pertemuan Pertama: (3 JP)
1. Kegiatan Pendahuluan
Guru memberikan salam, meminta salah satu siswa memimpin doa,
dilanjutkan dengan presensi untuk mengecek kehadiran siswa.
Guru mengecek kesiapan ruang belajar.
Guru mengecek kesiapan mental siswa dan memberikan motivasi dengan
memberikan ilustrasi kondisi suhu udara di lingkungan sekolah yang
dipenuhi dengan RTH (Ruang Terbuka Hijau) dengan lingkungan sekitar
jalan raya.
Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan yang didahului
dengan pengantar berikut: pada saat kalian belajar di bangku SMP, kalian
pernah belajar tentang “Organisasi Kehidupan” Apa yang kalian pahami
tentang organisasi kehidupan tersebut?
Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran.
Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan siswa.
Guru menyampaikan hal-hal yang akan dinilai dalam pembelajaran termasuk
teknik dan bentuk penilaian yang akan digunakan.
2. Kegiatan Inti
Guru menunjukkan gambar ekosistem sawah yang disekitarnya terdapat
banyak burung yang sedang memakan padi yang mulai menguning melalui
layar LCD.
Siswa diminta mengemukakan pendapatnya apabila sawah yang terbentang
hijau tersebut pohon-pohon di sekitarnya ditebang untuk keperluan kayu
bakar warga setempat dan tempat pembuangan sampah dari perumahan
terdekat dengan sawah tersebut.
Berdasarkan pendapat siswa pada langkah sebelumnya, guru selanjutnya
mengarahkan siswa untuk menjelasakan faktor-faktor yang mungkin dapat
mempengaruhi keseimbangan ekosistem di sawah tersebut.
Guru memberikan beberapa beberapa gambar ekosistem yang berbeda dan
meminta siswa untuk mengidentifikasi dari setiap gambar ekosistem
tersebut untuk menemukan komponen-komponen penyusun ekosistem.
Guru mengajak siswa observasi ke taman/kebun sekolah untuk bekerjasama
mengidentifikasi komponen biotik dan abiotik penyusun ekosistem taman
sekolah.
Siswa diminta bekerjasama dan berdiskusi untuk menunjukkan adanya
hubungan antar komponen ekosistem dan rantai makanan yang terjadi
dalam ekosistem taman/kebun sekolah dan mekanisme terjadinya aliran
energy berdasarkan rantai makanan pada ekosistem tersebut.
@2017-Direktorat Pembinaan SMA 13
Model Pengembangan RPP
Guru menegaskan kembali agar masing-masing kelompok telah
mengidentifikasi komponen penyusun ekosistem pada taman/kebun
sekolah, mengetahui adanya hubungan antara komponen biotik dengan
abiotik dan biotik dengan biotik lainnya pada taman/kebun sekolah,
memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem baik
pada lingkungan sekolah maunpun di luar sekolah, dan mekanisme aliran
energi dalam ekosistem berdasarkan rantai makanan yang terdapat pada
ekosistem taman/kebun sekolah.
3. Kegiatan Penutup
Guru memfasilitasi siswa untuk menyusun kesimpulan dari pembelajaran
yang dilakukan.
Guru melakukan penilaian dengan memberikan pertanyaan lisan untuk
mengetahui tingkat ketercapaian indikator (komponen penyusun ekosistem
pada taman/kebun sekolah, hubungan antara komponen biotik dengan
abiotik dan biotik dengan biotik lainnya pada taman/kebun sekolah, faktor-
faktor yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem baik pada lingkungan
sekolah maunpun di luar sekolah, dan mekanisme aliran energi dalam
ekosistem berdasarkan rantai makanan yang terdapat pada ekosistem
taman/kebun sekolah)
Guru meminta siswa untuk merefleksi dengan menyampaikan manfaat
mengetahui konsep ekosistem dan faktor yang mempengaruhi
keseimbangan ekosistem.
Guru memberi penghargaan kepada siswa yang telah menunjukkan sikap
kerjasama dan peka terhadap lingkungan (peduli).
Guru menyampaikan tindak lanjut kegiatan pada pembelajaran selanjutnya.
Guru menutup pelajaran dengan memberi salam.
b. Pertemuan Kedua: (3 JP)
1. Kegiatan Pendahuluan
Guru memberikan salam, meminta salah satu siswa memimpin doa,
dilanjutkan dengan presensi untuk mengecek kehadiran siswa.
Guru mengecek kesiapan ruang belajar.
Guru mengecek kesiapan mental siswa dan memberikan motivasi ilustrasi
kerindangan kebun sekolah.
Guru melakukan apersepsi dengan memberikan pertanyaan: bagaimana
terjadinya aliran energy pada jaring-jaring makanan yang kalian amati di
taman/kebun sekolah kemarin?
Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran.
Guru mengingatkan siswa agar tetap berkomitmen membangun sikap
kerjasama dan peka terhadap lingkungan (peduli).
Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan siswa.
Guru menyampaikan hal-hal yang akan dinilai dalam pembelajaran termasuk
teknik dan bentuk penilaian yang akan digunakan.
2. Kegiatan Inti
Guru menayangkan video terbentuknya hujan asam dan dampaknya
terhadap kehidupan.
Siswa diminta menggali permasalahan-permasalahan yang mungkin terjadi
berdasarkan tayangan video dalam bentuk tabel (minimal memuat jenis
permasalahan, alternatif solusi, dan sumber informasi).
@2017-Direktorat Pembinaan SMA 14
Model Pengembangan RPP
Guru meminta siswa bekerjasama dengan anggota kelompoknya mencari
informasi dari berbagai sumber untuk mendapatkan solusi terhadap masalah
yang dikemukakan.
Siswa dalam kelompok bekerjasama dan berdiskusi untuk menganalisis
alternatif solusi yang didapatkan dari berbagai sumber dikaitkan dengan
konsep daur biogeokimia dan peran mikroorganisme dalam daur tersebut,
dan membandingkan dua atau lebih daur biogeokimia dalam ekosistem.
Guru meminta siswa menyeleksi komponen-komponen pada dua atau lebih
daur biogeokimia yang berperan dalam membentuk jaring-jaring makanan.
Siswa menggali kemungkinan terjadinya gangguan berlangsungnya daur
biogeokimia dan solusi yang harus dilakukan sebagai upaya rehabilitasi agar
keseimbangan proses tersebut bisa berlangsung dengan baik yang
berdampak kepada berlangsungnya jaring-jaring makanan sehingga aliran
energi berjalan dengan baik.
3. Kegiatan Penutup
Guru memfasilitasi siswa untuk menyusun kesimpulan dari pembelajaran
yang dilakukan.
Guru melakukan penilaian dengan memberikan pertanyaan lisan untuk
mengetahui tingkat ketercapaian indikator (dua atau lebih daur biogeokimia
dalam ekosistem, peran mikroorganisme dalam berbagai daur Biogeokimia,
komponen-komponen pada dua atau lebih daur biogeokimia yang berperan
dalam membentuk jaring-jaring makanan).
Guru meminta siswa untuk merefleksi dengan menyampaikan manfaat
mengetahui daur biogeokimia.
Guru memberi penghargaan kepada siswa yang telah menunjukkan
peningkatan sikap kerjasama dan peka terhadap lingkungan (peduli).
Guru memberikan tugas kelompok untuk mendesain karya yang
menunjukkan adanya interaksi antar komponen ekosistem berupa
jaring-
jaring makanan dan siklus biogekimia.
Guru menyampaikan tindak lanjut kegiatan pada pembelajaran selanjutnya.
Guru menutup pelajaran dengan memberi salam.
c. Pertemuan Ketiga
1. Kegiatan Pendahuluan
Guru memberikan salam, meminta salah satu siswa memimpin doa,
dilanjutkan dengan presensi untuk mengecek kehadiran siswa.
Guru mengecek kesiapan ruang belajar.
Guru mengecek kesiapan mental siswa dan memberikan motivasi dengan
bercerita peristiwa jatuhnya pesawat udara akibat cuaca buruk.
Guru melakukan apersepsi dengan menanyakan, “Apakah ada kaitan antara
daur biogeokimia dengan komponen ekosistem?”
Guru menyampaikan kompetensi yang akan dicapai dalam pembelajaran.
Guru mengingatkan siswa agar tetap berkomitmen membangun sikap
kerjasama dan peka terhadap lingkungan (peduli).
Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan
dilakukan siswa.
Guru menyampaikan hal-hal yang akan dinilai dalam pembelajaran termasuk
teknik dan bentuk penilaian yang akan digunakan.
2. Kegiatan Inti
Guru menayangkan gambar ekositem yang mengalami penurunan debit air
melalui layar LCD.
@2017-Direktorat Pembinaan SMA 15
Model Pengembangan RPP
Siswa diminta meninjau komponen-komponen pada dua atau lebih daur
biogeokimia yang berperan dalam membentuk jaring-jaring makanan
berdasarkan gambar, kemudian meminta siswa untuk berkerjasama dan
berdiskusi tentang permasalahan berikut:
a. Mengapa sampai terjadi penurunan debit air?
b. Bagaimana dampak yang terjadi akibat penurunan debit air tersebut?
c. Bagaimana kondisi ekosistem apabila mikroorganisma yang terdapat
pada perairan tersebut mengalami peningkatan populasi? Jelaskan
argumenmu!
Guru membimbing siswa membuat desain karya yang menunjukkan adanya
interaksi antar komponen ekosistem berupa jaring-jaring makanan dan
siklus
biogekimia.
Siswa bekerjasama dalam kelompok mendesain karya yang menunjukkan
adanya interaksi antar komponen ekosistem berupa jaring-jaring makanan
dan siklus biogekimia.
Siswa secara berkelompok menyajikan desain karya yang menunjukkan
adanya interaksi antar komponen ekosistem berupa jaring-jaring makanan
dan
siklus biogekimia.
3. Kegiatan Penutup
Guru memfasilitasi siswa untuk menyusun kesimpulan dari pembelajaran
yang dilakukan.
Guru melakukan penilaian dengan teknis tes tulis meliputi IPK yang belum
dikuasasi siswa dari hasil tes lisan(terlampir).
Guru meminta siswa untuk merefleksi bentuk hasil pembelajaran yang
diperoleh siswa meliputi ranah kompetensi sikap (kerjasama dan peduli
lingkungan), pengetahuan, maupun keterampilan.
Guru memberi penghargaan kepada siswa yang telah menunjukkan sikap
kerjasama dan peka terhadap lingkungan (peduli).
Guru menyampaikan tindak lanjut kegiatan dan meminta siswa membuat
“jembatan keledai” sesuai dengan strateginya masing-masing untuk
meningkatkan retensi mereka terhadap materi.
Guru menutup pelajaran dengan memberi salam.
F. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
a. Teknik penilaian:
Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama dan kepedulian atau
peka terhadap lingkungan) (Lampiran 1)
Pengetahuan : Tes lisan dan tes tulis (Lampiran 2)
Keterampilan : Produk (Lampiran 3)
b. Instrumen penilaian
1. Pertemuan Pertama
@2017-Direktorat Pembinaan SMA 16
Model Pengembangan RPP
Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama dan kepedulian atau
peka terhadap lingkungan)
Pengetahuan : tes lisan
Keterampilan : -
2. Pertemuan Kedua
Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama dan kepedulian atau
peka terhadap lingkungan)
Pengetahuan : tes lisan
Keterampilan : -
3. Pertemuan seterusnya
Sikap : Observasi dan jurnal (Kerjasama dan kepedulian atau
peka terhadap lingkungan)
Pengetahuan : tes tulis
Keterampilan : Produk
c. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
Pembelajaran remedial dilakukan segera setelah kegiatan penilaian:
1. Pembelajaran remidial diberikan kepada siswa yang belum mencapai KKM
(besaran angka hasil remedial disepakati dengan adanya “penanda” yaitu angka
sama dengan KKM sekolah).
2. Pengayaan diberikan kepada siswa yang telah mencapai nilai tertinggi dalam
bentuk pemberian tugas menyusun usulan perbaikan kualitas ekosistem di
lingkungan sekolah (tugas ini tidak dinilai akan tetapi publikasikan di majalah
dinding sekolah)
G. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar
1. Media/alat :
Proyektor
Laptop
Gambar Ekosistem
2. Bahan:
LKS
Power Point
3. Sumber Belajar:
Endang Sri Lestari dan Indun Kustinnah. 2009. Biologi SM/MA untuk Kelas X. BSE.
Gunawan Susilowarno. 2010. Biologi SMA Untuk SMA/MA Kelas X, Bandung:
Grasindo.
Bagod Sudjadi. 2009. Biologi Sains Dalam Kehidupan 1 A. Jakarta: Yudhistira.
Wigati Hadi Omegawati dan Rohana Kusumawati. 2010. Buku Panduan Guru
Biologi untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Intan Pariwara
@2017-Direktorat Pembinaan SMA 17
Model Pengembangan RPP
......................., .............., 2016
Mengetahui :
Kepala SMA......... Guru Mata Pelajaran,
.......................................... ...................................................
@2017-Direktorat Pembinaan SMA 18
Lampiran RPP (1) Penilaian Sikap (Kerjasama, kepedulian atau peka terhadap lingkungan,
dan displin) menggunakan teknis Observasi dan jurnal
a. Lembar Observasi Sikap
No Indikator Kriteria Keterangan (*)
Bekerjasama 1. Mendapat bagian dalam 1. Jika 4 kriteria muncul
mencari informasi maka diberi sebutan
2. Mendapat bagian dalam diskusi 2. selalu
Jika 3 kriteria muncul maka
atau presentasi diberi sebutan sering
3. Mendapat bagian dalam 3. Jika 2 kriteria muncul maka
melaksanakan kegiatan observasi di diberi sebutan kadang-
taman/kebun sekolah kadang
4. Mendapat bagian dalam mendesain 4. Jika 1 kriteria muncul maka
karya diberi sebutan jarang
Peka terhadap 1. Menjaga kebersihan taman
lingkungan sekolah (*) informasi ini selanjutkanya
2. Membuang sampah pada disampaikan kepada guru
tempatnya PPKn, Agama dan walikelas
3. Tidak merusak taman/kebun untuk dipertimbangkan menjadi
di sekolah nilai sikap
4. Menjalankan piket di kelas
b. Jurnal
No Waktu Nama Kejadian/Perilaku Aspek Pos/ Tindak lanjut
sikap Neg
1. 5/8/2016 Igo Menyiapkan tempat Peka + Apresiasi peka
sampah di kelas dan terhadap terhadap
di taman depan lingkungan lingkungan
kelasnya tanpa
ditugaskan
2. 12/8/2016 Ito Meninggalkan Kerjasama - Diapanggil untuk
kelompoknya pada saat diberi pembinaan
mencari informasi di (bersama BK dan
perpustakaan (berada walikelas jika
di kantin sekolah) diperlukan)
Dst
Lampiran RPP (2) Penilaian Pengetahuan menggunakan teknis tes tulis, tes lisan, penugasan
1. Tes Lisan
Pertemuan ke IPK Pertanyaan
1. 3.10.1 Mengidentifikasi komponen 1. Sebutkan komponen
penyusun ekosistem. penyusun ekosistem pada
3.10.2 Menjelaskan hubungan antara taman/kebun sekolah,
komponen biotik dengan abiotik dan hubungan antara
biotik dengan biotik lainnya. komponen biotik dengan
3.10.3 Menjelaskan faktor-faktor yang abiotik dan biotik dengan
mempengaruhi keseimbangan biotik lainnya pada
ekosistem. taman/kebun
3.10.4 Menjelaskan mekanisme aliran 2. Faktor-faktor apa saja
energi dalam ekosistem. yang mempengaruhi
keseimbangan ekosistem
baik pada lingkungan
sekolah maunpun di luar
sekolah,
3. Sampaikan tentang
mekanisme aliran energi
dalam ekosistem
berdasarkan rantai
makanan yang terdapat
pada ekosistem
taman/kebun sekolah)
2. 3.10.5 Membandingkan dua atau lebih daur 1.
biogeokimia dalam ekosistem.
3.10.6 Menganalisis peran mikroorganisme
dalam berbagai daur Biogeokimia.
3.10.7 Menyeleksi komponen-komponen
pada dua atau lebih daur biogeokimia
yang berperan dalam membentuk
jaring-jaring makanan.
2. Tes Tulis
No IPK Indikator Butir Soal Soal (*)
1 3.10.8 Meninjau komponen- yan peran dalam
komponen pada dua atau g membentuk
lebih daur biogeokimia ber jaring-jaring
makanan. 1. Disajikan Gambar (*) Menyesuaikan dengan
daur air, siswa indikator butir soal
dapat menilai
komponen yang
berperan dalam
membentuk
jaring- jaring
makanan
berdasarkan
gambar
2. Disajikan Gambar
daur sulfur, siswa
dapat menilai
komponen yang
berperan dalam
membentuk
jaring- jaring
makanan
No IPK Indikator Butir Soal Soal (*)
berdasarkan
gambar
3. Disajikan daur
oksigen, siswa
dapat menilai
komponen yang
berperan dalam
membentuk jaring-
jaring makanan
berdasarkan
gambar
4. Disajikan Tabel
komponen yang
mungkin berperan
dalam peristiwa
daur karbon, siswa
dapat menilai
komponen yang
berperan dalam
membentuk jaring-
jaring makanan
berdasarkan tabel
5. Disajikan ilustrasi
terjadinya daur
nitrogen, siswa
dapat menilai
komponen yang
berperan dalam
pembentukan
jaring-jaring
makanan
berdasarkan
ilustrasi.
Lampiran RPP (3) Penilaian Keterampilan menggunakan teknik produk
Rubrik Penilaian Produk
No Aspek Skor
1 2 3 4
1 Perencanaan Bahan
2 Proses Pembuatan;
a. Persiapan alat dan bahan
b. Teknik Pengolahan
c. K3 (Kemananan, keselamatan, dan kebersihan)
3 Hasil Produk
a. Tampilan hasil karya
b. Bahan murah atau berupa limbah
c. Warna serasi
d. Kebenaran konsep
Total Skor
............................................... ..........................................