PROMES
Program semester merupakan penjabaran dari program tahunanyang berisi hal-hal
yang ingin dicapai pada semester tersebut. Program semester adalah rumusan kegiatan
belajar mengajar untuk satu semester yang kegiatannya didasarkan pada materi yang
tertuang dalam SKKD. Program semester dibuat berdasarkan pertimbangan alokasi waktu
yan tersedia, jumlah pokok bahasan yang ada dalam semester tersebut dan frekuensi ujian
yang disesuaikan dengan kalender pendidikan. Program semester akan mempermudah
guru dalam alokasi waktu mengajarka materi yang harus dicapai dalam semester tersebut.
Pada dasarnya yang menjadi isi dari program semester adalah apa yang tercantum dala
GBPP, tetapi ada perluasan dan kelengkapan sehingga membentuksuatu program kerja
pengajaran.
Dalam penyusunan program semester, referensi yang digunakan adalah kalender
pendidikan, GBPP mata pelajaran, hasil analisis mata pelajaran, format program semester
(Wawan S. Suherman, 2001: 120). Penyusunan Program Semester berfungsi sebagai
acuan menyusun satuan pelajaran, acuan kalender kegiatan belajar mengajar, dan untuk
mencapai efesiensi dan efektifitas penggunaan waktu belaja yang tersedia (Moh. Uzer
Usman, 2002: 54)
Unsur-unsur yang biasanya terkandung di dalam program semester meliputi
(Syaiful Sagala, 2003: 165):
1) Tujuan
Tujuan yang dicantumkan dalam program semester adalah tujuan-tujuan yang
masih bersifat umum yang diambil dari SKKD yaitu tujuan kurikuler dan tujuan
instruksional.
2) Pokok bahasan
Pokok bahasan merupakan judul materi yang akan dipelajari atau diajarkan
dalam satu caturwulan yang bersangkutan. Perencanaan pembelajaran menyusun
pokok bahasan dan sub pokok bahasan dalam satu semester, dengan
memperhitungkan bahwa pokok bahasan tersebut dapat diselesaikan dalam satu
semester dengan pemenuhan kualitas yang disyaratkan.
3) Metode mengajar
Metode mengajar adalah cara yang digunakan oleh guru untuk menyampaikan
materi pelajaran. Dalam program semester hendaknya dicantumkan metode-
metode mengajar yang direncanakan akan digunakan dalam mengajarkan setiap
pokok bahasan yang bersangkutan. Penentuan metode mengajar ditentukan juga oleh
tujuan yang dirumuskan oleh guru.
4) Media dan Sumber
Disamping metode mengajar untuk setiap pokok bahasan dicantumkan pula
media dan buku sumber yang digunakan. Pencantuman buku sumber meliputi
nama penulis, nama buku, tahun dan penerbit, dan juga bagian atau bab yang diacu
dalam pengajaran pokok bahasan yang bersangkutan. Media akan memudahkan
siswa dalam mengalami, memahami dan mengerti pelajaran yang disampaikan oleh
guru.
5) Evaluasi pengajaran
Dalam program semester hendaknya dicantumkan kegiatan-kegiatan evaluasi yang
dilaksanakan di luar masing-masing pokok bahasan, seperti evaluasi/ tes sumatif.
Evaluasi digunakan untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan pendidikan yang
telah ditetapkan. Evaluasi digunakan juga untuk memperbaiki bahan ataupun juga
metode pengajaran.
6) Waktu
Untuk setiap pokok bahasan dan kegiatan evaluasi dalam semester yang
bersangkutan, perlu dicantumkan jumlah waktu yang dialokasikan, sehingga
dapat diketahui sejak awal apakah program semester yang dibuat tersebut dapat
diselesaikan tepat pada waktunya.
Langkah-langkah penyusunan program semester adalah (Wawan [Link], 2001:
122):
1) Menghitung jumlah minggu/ hari efektif dalam satu semester yang ada dalam
kalender pendidikan.
2) Menghitung jumlah jam pelajaran efektif untuk tatap muka dan non tatap muka.
Dihitung dengan jumlah minggu efektif dikalikan dengan jam pertemuan.
3) Mendistribusikan alokasi waktu berdasarkan pokok bahasan dalam GBPP,
jumlah jam efektif tatap muka dan kegiatan pada jam efektif non tatap muka.
Komponen yang harus ada dalam Promes diantaranya adalah:
1. Identitas :
Satuan Pendidikan
Mata Pelajaran
Kelas/ Semester
Tahun Pelajaran
2. Format Isian :
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Indikator
Jumlah Jam Pelajaran
Bulan
Bila seorang guru mengajar tanpa membuat prota dan promes maka yang terjadi
adalah banyak guru yang keteteran menyelesaikan materi yang akan diberikan kepada
siswanya, bahkan ada guru yang tidak dapat menyelesaikan materinya.
Pertama, Kemungkinan keterlambatan materi disebabkan oleh kurangnya siswa
menangkap materi yang disajikan sehingga guru harus mengulang-ulang materi agar
kelas yang diampunya dapat tuntas. Konsekuensinya adalah menambah alokasi waktu
untuk materi tersebut, dampaknya justru berpengaruh pada SK dan KD yang lain.
Kedua, Tidak ada peta materi dalam hitungan semester dan tahun. Peta materi penting
untuk mengetahui distribusi materi terhadap alokasi waktu. Peta materi yang dimaksud
tidak lain adalah Program tahunan (Prota) dan Program semester (Promes), kedua
program ini disusun untuk menjadi pedoman dan batasan guru untuk menyajikan materi
terhadap alokasi waktu, apakah selama satu semester atau selama satu tahun pelajaran.