KAPASITOR
Nama: Dhafiya Aqilla Aurelia
Kelas: XII MIPA 4
1. Defini dan Fungsi
Pada awal penyelidikan listrik tidak ada cara untuk dapat menyimpan muatan listrik
dalam waktu yang lama. Bahkan ketika benda bermuatan diletakkan pada tempat
berisolasi pun, muatan cenderung bocor.
Pada tahun 1746 di Universitas Leyden, Pieter Van Musschenbroek (1692-1761)
mencoba menyimoan sejumlah besar muatan listrik. Hasilnya adalah suatu
peralatan yang secara luas dikenal sebagai botol Leyden. Botol Leyden adalah
sebuah botol kaca dengan dinding dalam dan luarnya dilapisi oleh daun logam.
Botol Leyden menjadi dasar dari penelitian-penelitian listrik selama 50 tahun
berikutnya. Botol Leyden adalah “condenser” pertama atau yang sekarang kita
sebut kapasitor.
Kapasitor adalah perangkat komponen elektronika yang berfungsi untuk
menyimpan muatan listrik dan terdiri dari dua konduktor yang dipisahkan oleh
bahan penyekat (dielektrik) pada tiap konduktor atau yang disebut keping.
Kapasitor biasanya disebut dengan sebutan kondensator yang merupakan
komponen listrik dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menyimpan muatan
listrik.
Pada Peralatan Elektronika, Kapasitor merupakan salah satu jenis Komponen
Elektronika yang paling sering digunakan. Hal ini dikarenakan Kapasitor memiliki
banyak fungsi sehingga hampir setiap Rangkaian Elektronika memerlukannya.
Dibawah ini adalah beberapa fungsi daripada Kapasitor dalam Rangkaian
Elektronika:
Sebagai Penyimpan arus atau tegangan listrik
Sebagai Konduktor yang dapat melewatkan arus AC (Alternating Current)
Sebagai Isolator yang menghambat arus DC (Direct Current)
Sebagai Filter dalam Rangkaian Power Supply (Catu Daya)
Sebagai Kopling
Sebagai Pembangkit Frekuensi dalam Rangkaian Osilator
Sebagai Penggeser Fasa
Sebagai Pemilih Gelombang Frekuensi (Kapasitor Variabel yang
digabungkan dengan Spul Antena dan Osilator)
2. Jenis-Jenis Kapasitor
Ada beberapa jenis kapasitor yang sering dipakai dalam praktek elektronika
sehari-hari. Jenis-jenis kapasitor ini dibagi menurut beberapa kriteria, seperti
berdasarkan bahan dielektrikumnya, berdasarkan penentuan nilainya dan
berdasarkan polaritasnya. Tiap-tiap jenis kapasitor ini memiliki ciri fisik dan
karakteristik yang berbeda.
Penggunaan jenis-jenis kapasitor tersebut juga berbeda tergantung dari aplikasi dan
karakteristik rangkaian. Misalnya saat membuat pemancar FM kita biasanya
memerlukan kapasitor dengan jenis keramik, lalu saat membuat power supply kita
membutuhkan sebuah kapasitor elektrolit dengan polaritas, begitu juga dengan
aplikasi yang lainnya.
Jenis Kapasitor Berdasarkan Bahan Dielektrikum
Dielektrikum adalah bahan yang memisahkan dua plat kapasitor. Ada beberapa
bahan dielektrikum yang umum dipakai pada kapasitor seperti keramik, polyester,
kertas, metal film dan elektrolit. Berikut ini contoh beberapa jenis kapasitor
berdasarkan dielektrikumnya yang umum dipakai dalam praktek sehari-hari.
1. Kapasitor Keramik
Adalah kapasitor dengan bahan dielektrikum keramik. Kapasitor jenis ini banyak
digunakan pada aplikasi frekuensi tinggi seperti pada pemancar dan penerima radio.
Kapasitor keramik yang ada dipasaran biasanya memiliki kisaran nilai antara
1pikoFarad (1pF) sampai 100nanoFarad(100nF). Bentuk kapasitor keramik yang
umum adalah bulat pipih seperti cakram dengan warna didominasi oleh warna
coklat atau hijau.
Contoh Kapasitor Keramik
2. Kapasitor Polyester
Adalah kapasitor dengan bahan dielektrikum polyester. Kapasitor polyester banyak
dipakai pada rangkaian audio. Kapasitor Polyester memiliki bentuk segi empat
pipih seperti permen. Warna kapasitor polyester yang umum dijumpai adalah hijau,
merah dan putih. Kapasitor polyester yang ada dipasaran pada umumnya memiliki
nilai antara 1nanoFarad (nF) sampai 1mikroFarad (µF).
3. Kapasitor Elektrolit
Adalah kapasitor dengan bahan dielektrikum cairan elektrolit. Dalam praktek
sehari-hari, kapasitor elektrolit sering disebut dengan elco. Bentuk kapasitor
elektronika yang umum dijumpai dalam praktek sehari-hari adalah berbentuk bulat
panjang seperti tabung dengan pemasangan kaki ada yang dua kaki ditaruh pada
satu sisi dan ada yang dibagi masing-masing kaki ditaruh pada kedua sisi. Kapasitor
elektrolit memiliki nilai antara 0.1 mikroFarad (µF) sampai 1 Farad.
Contoh Kapasitor Elektrolit (Elco)
Kapasitor jenis ini banyak dipakai pada rangkaian power supply khususnya
kapasitor elektrolit dengan polaritas yaitu digunakan sebagai filter tegangan DC
hasil penyearahan dari tegangan AC. Kapasitor elektrolit juga banyak dijumpai
pada rangkaian audio, yaitu berfungsi sebagai penghubung atau kopling antar
penguat transistor atau op-amp.
Jenis Kapasitor Berdasarkan Polaritasnya
Polaritas adalah definisi arah/kutub pada sebuah titik. Maksud dari polaritas pada
kapasitor adalah penentuan titik positif dan negatif pada penggunaan. Dengan
ditentukan atau tidak ditentukan polaritasnya akan dipakai sebagai acuan saat
perancangan dan pemasangan kapasitor pada rangkaian. Ada tiga jenis kapasitor
yang dibedakan berdasarkan jenisnya, yaitu kapasitor polar, non-polar dan bipolar.
1. Kapasitor Non-Polar
Adalah kapasitor yang tidak mempunyai polaritas. Dalam rangkaian, pamasangan
kapasitor jenis ini boleh terbalik. Contoh kapasitor jenis non-polar adalah
kapasitor keramik dan polyester. Kapasitor non-polar terjadi karena bahan-bahan
yang digunakan memang tidak memiliki polaritas ion positif maupun negatif
sehingga tidak memunculkan polaritas tertentu.
2. Kapasitor Polar
Adalah kapasitor yang memiliki polaritas. Berbeda dengan kapasitor non-polar,
kapasitor jenis ini tidak boleh pemasangannya dalam rangkaian. Contoh kapasitor
polar adalah kapasitor elektrolit dan tantalum. Kapasitor ini memiliki polaritas
karena bahan dielektrikumnya memang memiliki polaritas, sehingga dalam
penggunaannya juga harus diperhatikan dengan benar polaritasnya.
3. Kapasitor Bipolar
Sekilas kapasitor bipolar memang mirip dengan non-polar, mengapa? karena
kapasitor bipolar boleh dipasang secara terbalik seperti kapasitor non-polar. Lalu
mengapa disebut kapasitor bipolar? jawabannya karena kapasitor ini memang
memiliki dua polaritas, dan ini terkait dengan bahan dielektrikum yang digunakan,
yaitu elektrolit.
Seperti diketahui bahwa kapasitor jenis keramik dan polyester yang memiliki jenis
non-polar memiliki keterbatasan nilai maksimal. lalu bagaimana jika kita
membutuhkan kapasitor tanpa polaritas dengan nilai yang lebih tinggi, tentu kita
harus menggunakan kapasitor elektrolit. Permasalahannya adalah kapasitor
elektrolit memiliki polaritas, lalu bagaimana solusinya?
Teknik yang digunakan untuk membuat kapasitor tanpa polaritas dari bahan
dielektrikum elektrolit inilah yang melahirkan kapasitor bipolar. Berbeda dengan
kapasitor non-polar yang bahan dielektrikumnya memang tidak memiliki polaritas,
kapasitor bipolar memiliki dua polaritas karena dibuat dari bahan dielektrikum
elektrolit.
Jenis Kapasitor Berdasarkan Penentuan Nilainya
Adalah kapasitor yang dibedakan berdasarkan penentuan nilainya. Seperti telah
dibahas pada tulisan sebelumnya bahwa kapasitor memiliki nilai kapasitansi yang
dinyatakan dalam satuan Farad. Berdasarkan penentuan nilainya, kapasitor
dibedakan menjadi tiga yaitu kapasitor tetap, kapasitor variabel dan varactor.
1. Kapasitor Tetap
Adalah kapasitor yang memiliki nilai tetap. Semua yang disebutkan diatas termasuk
jenis kapasitor tetap. Kapasitor ini memiliki suatu nilai dengan toleransi tertentu.
Nilai kapasitor tetap tidak akan berubah selama pemakaian kecuali terjadi
kerusakan.
2. Kapasitor Variabel
Adalah kapasitor dengan nilai yang dapat diatur/diubah. Biasanya nilai kapasitor
diubah dengan mengatur besarnya dielektrikum atau mengatur besarnya luas
penampang dari plat konduktor. Ada dua jenis kapasitor variabel yaitu Variabel
Capacitor dan Trimmer Capacitor.
Variabel Capacitor atau biasa disingkat dengan Varco adalah kapasitor variabel
yang nilainya diubah dengan cara memutar as mengunakan tangan. Sedangkan
trimmer capacitor adalah kapasitor variabel yang nilainya diubah dengan cara
memutar as-nya menggunakan obeng trim.
Contoh penggunaan kapasitor variabel yang umum kita jumpai adalah pada
pemacar dan penerima radio. Disini kapasitor variabel digunakan untuk mengatur
frekuensi resonansi dari penguat RF dan menentukan frekuensi outut rangkaian
osilator.
3. Varactor
Komponen ini sebenarnya merupakan jenis komponen dioda. Karena memiliki nilai
kapasitansi maka varactor saya masukkan kedalam jenis kapasitor yang
digolongkan berdasarkan penentuan nilainya. Varactor mempunyai kapasitansi
tertentu yang berubah seiring dengan tegangan bias yang diberikan kepadanya.
Dengan kelebihan ini maka varactor bisa diaplikasi pada sistem penala digital
seperti yang diterapkan pada sistem komunikasi modern.
Itulah jenis-jenis kapasitor yag sering kita jumpai dalam praktek elektronika sehari-
hari. Untuk membedakan masing-masing kapasitor ini bisa dilihat dari bentuk
fisiknya maupun dari tanda-tanda yang melekat pada body kapasitor.
Filed Under: Elektronika
3. Simbol
Simbol kapasitor terdiri dari beberapa model yang berbeda, hal ini tergantung jenis
kapasitor tersebut. Berikut simbol beberapa kapasitor yang banyak beredar di
pasaran.
Simbol kapasitor untuk setiap jenis memiliki lambang yang berbeda antara satu
dengan yang lainnya. Hal tersebut selain untuk membedakan bahan pembuatnya
juga untuk membedakan antara kapasitor tetap atau variabel.
Kapasitor tetap adalah kapasitor yang nilainya tetap atau tidak dapat diubah sesuai
dengan yang tertulis pada badan kapasitor tersebut.
Sedangkan kapasitor variabel adalah kapasitor yang nilainya dapat diubah ubah
sesuai dengan kebutuhan, namun perubahan nilai kapasitas terbesar biasanya sudah
tertera pada badan kapasitor variabel tersebut. Simbol kapasitor pada rangkaian
elektronik atau listrik yang tertera di pcb biasanya bertujuan untuk memudahkan
dalam perakitan komponen kapasitor. Simbol simbol kapasitor melindungi
kesalahan dalam pemasangan kaki kaki kapasitor. Untuk kapasitor yang memiliki
polar atau kaki negatif fan positif tidak boleh dipasang secara terbalik. Karena jika
kaki kaki polaritas terpasang kebalik, maka akan menyebabkan kapasitor tersebut
rusak atau meletus.
Contoh simbol untuk kapasitor elektrolit yang memiliki kaki postif dan negatif,
maka pemsangan komponen tersebut harus sesuai gambar atau simbol pada pcb
tersebut dengan simbol pada badan kapasitor elektrolit (elco) tersebut.
Sedangkan untuk kapasitor yang memiliki kaki non polar atau tidak ada kutub
negatif maupun positif, maka pemasangannya boleh sembarang atau dibolak balik.
Contoh pemasangan kapasitor keramik yang tidak memiliki polaritas, maka
pemasangannya bisa dibolak balik. Sehingga pada badan kapasitor keramik tidak
terdapat tanda polaritas seperti pada kapasitor elektrolit atau elco.
Dalam praktek elektronik, penulisan simbol kapasitor yang memiliki kaki polar
tidak boleh ditulis sembarangan, harus sesuai dengan skema atau gambar
rancangan. Sedangkan untuk simbol kapasitor non polar bisa ditulis atau dipasang
terbalik. Simbol untuk kapasitor tetap dan variabel hampir mirip.
Berikut beberapa simbol atau gambar untuk masing masing jenis kapasitor yang
ada di pasaran.
Simbol kapasitor elektrolit
Simbol kapasitor elektrolit atau elco terdiri dari beberapa macam. Namun semuanya
memiliki kaki berkutun positif dan negatif. Berikut gambar simbol atau lambang
kapasitor elektrolit.
Beberapa simbol kapasitor elektrolit
Simbol kapasitor epoxy Simbol kapasitor polyester
Simbol kapasitor mika Simbol kapasitor milar
Simbol kapasitor keramik
Simbol kapasitor variabel
Simbol kapasitor tetap
Simbol kapasitor tetap
Simbol kapasitor varco
Simbol kapasitor varco
Simbol dioda kapasitor
Dioda kapasitor sebenarnya termasuk dalam variasi dari komponen dioda, yang
nama aslinya adalah dioda varactor, namun ada beberapa orang yang menyebut
dioda varactor sebagai dioda kapasitor.
Simbol dioda kapasitor seolah olah merupakan gabungan antara simbol kapasitor
dan dioda yang disusun secara seri. Hal ini memang karena cara kerja dari kapasitor
dioda ini yang mirip dengan prinsip kerja kapasitor variabel dan dioda.
Simbol kapasitor dioda
Jika diperhatikan pada gambar diatas beberapa lambang kapasitor memiliki simbol
yang sama, hal tersebut karena kapasitor kapasitor diatas termasuk jenis kapasitor
non polar atau tidak berkutub. Selain itu juga kapasitor tersebut termasuk kapasitor
tetap.
Dalam sebuah pcb rangkain elektronika, kapasitor selain menggunakan simbol
untuk kaki kakinya, juga menggunakan kode atau simbol singkatan huruf.
Misalnya untuk kapasitor milar atau keramik, maka menggunakan kode huruf C,
dimana huruf C merupakan singkatan dari Capasitor atau Condensator sekaligus
singkatan untuk simbol internasional.
Sedangkan untuk simbol ukuran atau satuan kapasitor di rangkain pcb kadang
ditulis kadng juga tidak ditulis. Jika ditulis pada pcb rangkaian elektronik, biasanya
menggunakan simbol micro yang hurufnya mirip dengan huruf u kecil dan huruf F
misalnya untuk kapasitor electrolit ukuran 100 uF 50 Volt, maka ditulis 100 u/50
saja.
Simbol kaki positif pada kapasitor elektrolit ditulis dengan lambang atau tanda +
(Plus) dan kaki negatif ditulis dengan gambar – (minus).
Contoh simbol kapasitor 22n 100 volt misalnya, maka di pcb rangkaian akan ditulis
menggunakan simbol 223 dan dibawah tertulis 100 v.
Cara membaca membaca simbol kapasitor diatas adalah 22 merupakan angka tetap
sedangkan 3 adalah faktor kali pangkat 3 atau angka 0 (nol) ribuan, jadi kalau ditulis
menjadi 22.000. 22 ribu atau 22 K, namun dalam ukuran pico Farad. Nah untuk
menyederhanakan maka K diubah menjadi nano Farad sehingga 22 Kilo Pico akan
dibagi nano sehingga ketemu nilai 22 nF.
Secara teori , Kapasitor memiliki dua kaki atau pin yang berfungsi untuk input arus
dan tegangan listrik, baik arus listrik DC atau arus listrik AC. Akan tetapi dalam
prakteknya, sering kali kapasitor memiliki banyak kaki, ini karena penggabungan
beberapa kapasitor yang dirangkai secara seri atau paralel.
Sedangkan untuk dapat menghitung nilai kapasitor seri atau paralel digunakan
sebuah rumus dalam menghitung nilai kapasitas totalnya.
4. Muatan padaa kapasitor
a. Rumus Kapasitas Kapasitor
𝑄
C =
𝑉
Diketahui:
C = Kapasitas kapasitor (farad)
Q = Muatan listrik yang disimpan (coulomb)
V = Beda potensial di kedua ujungnya ( volt)
b. Rumus Kapasitor Keping Sejajar
𝐴
C = 𝜀0
𝑑
Diketahui:
C = Kapasitas kalor (farad)
𝜀0 = Permitivitas ruang hampa = 8.85 x 10−12 𝐶 2 /N.𝑚2
A = Luas penampang masing-masing keeping (𝑚2 )
D = Jarak antar keping
c. Rumus Kapasitas Kapasitor Bentuk Bola
𝐶 = 4 . 𝜋 . 𝜀0 . 𝑅
Diketahui:
C = Kapasitas kalor (farad)
𝜀0 = Permitivitas ruang hampa = 8.85 x 10−12 𝐶 2 /N.𝑚2
5. Karakteristik Kapsitor Keping Sejajar
kapasitor yang terdiri dari dua keping atau pelat konduktor yang sejajar, masing-
masing pelat mempunyai luas penampang (A) yang sama besar dan kedua pelat
terpisah sejauh jarak tertentu (d), seperti pada gambar di samping kiri. Pada tulisan
ini, anggap kedua pelat konduktor dipisahkan oleh ruang hampa. Pada gambar,
salah satu pelat konduktor bermuatan positif (+Q) sedangkan pelat konduktor
lainnya bermuatan negatif (-Q), di mana jumlah muatan listrik pada masing-masing
pelat sama besar.
Adanya perbedaan jenis muatan listrik pada kedua pelat konduktor menimbulkan
medan listrik dan beda potensial listrik di antara kedua pelat tersebut. Pelat
bermuatan positif mempunyai potensial listrik lebih tinggi sedangkan pelat
bermuatan negatif mempunyai potensial listrik lebih rendah. Sebagaimana telah
dijelaskan pada tulisan mengenai potensial listrik, jika ada beda potensial listrik
antara kedua pelat kapasitor maka ada energi potensial listrik pada kapasitor
tersebut. Energi potensial listrik yang tersimpan pada kapasitor mempunyai banyak
kegunaan.