Peningkatan Kualitas Cokelat dengan Kano-QFD
Peningkatan Kualitas Cokelat dengan Kano-QFD
190-204
ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online
[Link]
Abstract
The company strives to produce quality products or services. Therefore, companies seek
satisfaction or consumer needs so that consumers are satisfied. This study uses the Kano
method and QFD. Kano aims to find out the attributes of chocolate products according
to consumer desires. Furthermore, QFD gives priority to priority development. The
research objective is to find out the product attributes that consumers want and provide
information in an effort to improve quality. The results showed that there were 23
attributes which were consumers and 11 who were responsible for making new design
designs, checking the composition and quality of raw materials, choosing fonts that were
easy to read by consumers, adding filling nuts and eating in promotions via Instagram.
Abstrak
Perusahaan berusaha untuk menghasilkan produk atau pelayanan yang berkualitas.
Oleh karena itu, perusahaan berusaha mengetahui keinginan atau kebutuhan
konsumen agar konsumen puas. Penelitian ini menggunakan metode Kano dan QFD.
Kano bertujuan untuk mengetahui atribut produk cokelat yang sesuai dengan
keinginan konsumen. QFD bertujuan memberikan prioritas pengembangan. Tujuan
penelitian adalah mengetahui atribut produk cokelat yang diinginkan konsumen dan
memberikan usulan dalam upaya peningkatan kualitas. Hasil penelitian
menunjukkan terdapat 23 atribut yang merupakan keinginan konsumen dan 11
respons teknis yang menjadi prioritas pengembangan di antaranya membuat desain
kemasan baru, melakukan inspeksi komposisi dan kualitas bahan baku, memilih font
yang mudah dibaca konsumen, menambahkan filling kacang mete dan giat dalam
melakukan promosi melalui instagram.
Kata kunci: Kano, Quality Function Deployment, House of Quality, Produk Cokelat
1. Pendahuluan
Kualitas adalah fitur-fitur produk yang memenuhi kebutuhan konsumen dan
memberikan kepuasan [1]. Tujuan dari kualitas adalah untuk memberikan kepuasan
pelanggan yang lebih besar dan untuk meningkatkan pendapatan. Kepuasan pelanggan
menyebabkan pelanggan berperilaku positif. Kepuasan pelanggan menimbulkan
kelekatan emosional terhadap merek. Pelanggan yang tidak puas akan merubah
keputusan belinya dengan mencari produk lain [2]. Tingkat penjualan disebabkan oleh
tingkat kepuasan pelanggan, baik pengalaman sebelum membeli sebuah produk ataupun
setelah membeli sebuah produk. Jadi semakin baik suatu produk dapat memenuhi
kebutuhan konsumen maka dapat meningkatkan kepuasan konsumen yang dapat
berpengaruh terhadap tingkat penjualan produk tersebut.
Noriaki Kano adalah orang pertama yang mengembangkan metode Kano untuk
mengidentifikasi kebutuhan dan harapan pengguna melalui teknik klasifikasi preferensi
[3]. Sedangkan QFD menerjemahkan kebutuhan pelanggan untuk merencanakan dan
mengelola pengembangan produk baru [4], dan diterapkan dalam banyak penelitian
untuk meningkatkan desain produk untuk memuaskan kebutuhan pelanggan [5, 6].
Peningkatan kualitas dapat dilakukan melalui beberapa hal seperti desain produk,
pengembangan produk, peningkatan kualitas bahan baku atau proses produksinya. Salah
satu tools yang dapat digunakan adalah Quality Function Deployment. QFD merupakan
tools dalam pengembangan produk yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas
produk. QFD bertujuan untuk memenuhi keinginan konsumen dengan membuat dan
menerapkan desain yang berorientasi kepada keinginan konsumen [7]. Kemudian dengan
menggunakan metode Kano dapat diketahui keinginan konsumen yang dikelompokkan
berdasarkan persepsi konsumen, dan efeknya terhadap kepuasan konsumen. Beberapa
penelitian dengan menggunakan integrasi Kano dan QFD telah banyak dilakukan.
Pakizehkar, et al. [8] telah mengimplementasi di Bank, Hashim and Dawal [9] untuk
desain produk, Garibay, et al. [10] mengimplementasikan di perpustakaan, Lin, et al. [11]
mengimplementasikan di bidang pariwisata, Kuo, et al. [12] mengimplementasikan untuk
produk makanan sehat. Aji [13] menggunakan metode Kano dan QFD untuk merancang
dan membuat produk lampu meja belajar dengan penambahan fungsi sesuai kebutuhan
pengguna.
Beberapa penelitian menggunakan metode Kano dan QFD telah banyak
dilakukan. Namun, perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah pada
produk yang diteliti, pada penelitian sebelumnya lebih banyak penelitian pada
barang/produk rumah tangga. Penelitian ini fokus pada produk makanan cokelat.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi keinginan konsumen dari produk cokelat
menggunakan metode Kano dan memberikan usulan prioritas dalam upaya peningkatan
kualitas dengan metode Quality Function Deployment. Penelitian ini diharapkan
mampu memberikan gambaran tentang produk cokelat yang sesuai dengan keinginan
konsumen serta dapat meningkatkan kualitas produk tersebut dalam memenuhi
keinginan/kebutuhan konsumen.
2. Metode Penelitian
2.1 Penentuan Sampel
Penentuan sampel dilakukan dengan teknik non- probability sampling, di mana
teknik sampling ini tidak memberikan kesempatan (peluang) pada setiap anggota
populasi untuk dijadikan anggota sampel. Selanjutnya peneliti menggunakan sampling
aksidental yang merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan faktor spontanitas,
artinya siapa saja yang secara tidak sengaja bertemu dengan peneliti dan sesuai
dengan karakteristiknya, maka orang tersebut dapat digunakan sebagai sampel
(responden). Dalam penelitian ini karakteristik yang dimaksud adalah responden
mengetahui produk “bar love milk chocolate 60 gram” dan wawancara tidak dilakukan
didalam kawasan wisata Kampung Cokelat. Dalam penelitian ini terdapat 3x
penyebaran kuesioner, di mana penyebaran ke-1 (kuesioner pendahuluan) dan ke-2
(uji validitas dan reliabelitas) menggunakan jumlah sampel minimal yaitu sebanyak
35 responden. Sedangkan untuk penyebaran ke-3 (kuesioner Kano-QFD), penentuan
jumlah sampel dengan menggunakan persamaan Bernoulli yaitu sebanyak 70
responden.
mana responden dapat memilih jawaban yang disediakan peneliti atau menambahkan
jawaban/pendapatnya secara bebas. Untuk kuesioner penjaringan VoC ini disusun
dengan referensi jurnal penelitian terdahulu dan melakukan wawancara kepada pihak
perusahaan mengenai karakteristik/spesifikasi produk serta saran ataupun keluhan
konsumen.
192
Jurnal Teknik Industri, Vol. 19, No. 2, Agustus 2018, pp. 190-204
ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online
Dari perhitungan better dan worse kategori Kano dapat digambarkan melalui kuadran
Kano. Pada kuadran kano, better sebagai sumbu Y dan worse sebagai sumbu X, seperti
yang ditunjukkan pada Gambar 1.
∑𝐷𝐾𝑖
𝑋= (3)
𝑛
Di mana Dki merupakan derajat kepentingan responden atribut ke-i yang
diperoleh pada kuesioner Kano-QFD, sedang n adalah jumlah responden. Customer
satisfaction performance digunakan untuk mengetahui persepsi konsumen tentang
seberapa baik produk yang ada saat ini dalam pemenuhan kebutuhan konsumen.
Competitive satisfaction performance digunakan untuk mengetahui persepsi konsumen
mengenai produk [Link] menentukan customer satisfaction performance dan
competitive satisfaction performance digunakan persamaan (4).
∑𝐾𝑖
𝑋= (4)
𝑛
Di mana 𝐾𝑖 merupakan kepuasan responden terhadap atribut ke-i yang diperoleh
dari kuesioner Kano-QFD, sedang n adalah jumlah responden. Goal atau target
merupakan nilai harapan atau ekspektasi dari konsumen mengenai produk cokelat bar
love. Nilai ini diperoleh dari hasil perbandingan nilai tertinggi dari importance to
customer, customer satisfaction performance dan competitive satisfaction performance.
Adjustment factor (f) diperoleh dengan membandingkan nilai better dan worse yang
telah dihitung pada pengolahan data metode Kano. Adjustment factor ditentukan dari
persamaan (5).
𝑎𝑑𝑗𝑢𝑠𝑡𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑓𝑎𝑐𝑡𝑜𝑟 = max( [𝑏𝑒𝑡𝑡𝑒𝑟], [𝑤𝑜𝑟𝑠𝑒]) (5)
Improvement Ratio (R0) digunakan untuk mengukur tingkat kepuasan
konsumen, menunjukkan besarnya usaha perbaikan yang perlu dilakukan oleh
perusahaan dalam mencapai tujuannya. Improvement ratio (R0) ditentukan dari
persamaan (6).
𝑔𝑜𝑎𝑙(𝑡𝑎𝑟𝑔𝑒𝑡)
𝑖𝑚𝑝𝑟𝑜𝑣𝑒𝑚𝑒𝑛𝑡 𝑟𝑎𝑡𝑖𝑜 = 𝑠𝑎𝑡𝑖𝑠𝑓𝑎𝑐𝑡𝑖𝑜𝑛 𝑐𝑜𝑠𝑡𝑢𝑚𝑒𝑟 𝑝𝑒𝑟𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑛𝑐𝑒 (6)
Adjusted improvement ratio (R1) digunakan sebagai parameter penting dari
metode Kano untuk dimasukkan dalam matriks QFD. Nilai (R1) dapat diperoleh melalui
persamaan (7).
𝑅1 = (1 + 𝑓)𝑘 𝑥 𝑅0 (7)
Di mana dengan ketentuan nilai (k) adalah 0; 0,5; 1; dan 1,5 untuk kategori
indifferent, must be, one dimensional dan attractive [6]. Yang terakhir yaitu adjustment
importance digunakan untuk mengetahui prioritas dari atribut yang diinginkan
konsumen. Nilai tersebut dapat diperoleh dari hasil perkalian improvement ratio dengan
importance to customer.
194
Jurnal Teknik Industri, Vol. 19, No. 2, Agustus 2018, pp. 190-204
ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online
196
Jurnal Teknik Industri, Vol. 19, No. 2, Agustus 2018, pp. 190-204
ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online
b. Matriks Perencanaan
Matriks perencanaan ini terdiri dari beberapa perhitungan di antaranya yaitu
importance to customer. Nilai importance to customer bertujuan untuk memprioritaskan
keinginan konsumen. Pemberian bobot dimulai dari atribut yang sangat penting dengan
nilai 5 sampai atribut yang sangat tidak penting dengan nilai 1. Semakin tinggi nilai
importance to customer maka semakin penting kehadiran suatu atribut bagi
konsumen. Perhitungan importance to customer menggunakan persamaan (3). Hasil
keseluruhan nilai customer satisfaction performance dapat dilihat pada Gambar 3.
198
Jurnal Teknik Industri, Vol. 19, No. 2, Agustus 2018, pp. 190-204
ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online
c. Respons Teknis
Respons teknis perusahaan memberikan solusi-solusi untuk memenuhi keinginan
konsumen. Respons teknis diperoleh dengan melakukan wawancara dan diskusi dengan
pihak perusahaan. Terdapat 19 respons teknis yang diberikan dapat dilihat pada
Gambar 3.
Keinginan konsumen
(Customer needs)
Importance to Customer
Inspeksi komposisi dan kualitas bahan baku
Menyertakan label halal
Menyertakan nomor PIRT/BPOM
Menyertakan tanggal kadaluarsa
Menyertakan nomor telpon customer service
Menyertakan merek produk pada kemasan
Menyertakan informasi komposisi bahan bahan baku
Menyertakan informasi harga produk
Menyertakan informasi berat bersih/netto pada kemasan
Membuat desain kemasan baru
Tidak melakukan kerjasama dengan outlet/reseller/agen lain
Menyertakan informasi nilai gizi produk
Ciri khas dari produk Kampung Coklat
Menambahkan filling kacang mete
Menambahkan gambar buah kakao
Memilih font/tulisan yang mudah dibaca
Menambahkan simbol cinta produk Indonesia
Memberikan harga lebih murah dibanding produk lain
Giat melakukan promosi melalui instagram
Kategori Kano
k value
Customer Satisfaction Performance
Target
Adjustment Factor
Improvement Ratio
Adjusted improvement ratio
Adjusted importance
Rasa cokelat cukup manis 3,47 9 3,67 3,67 0,63 1,00 1,28 4,42
Muncul sedikit rasa pahit pada cokelat 3,57 9 3,63 3,63 0,61 1,00 1,27 4,53
Terdapat label halal dari MUI pada kemasan 4,00 3 9 1 3 2,00 4,00 0,87 2,00 2,74 10,94
Terdaftar BPOM 4,03 3 9 9 3 4,20 4,23 0,89 1,01 1,38 5,58
Mencantumkan tanggal kadaluarsa 4,07 9 3 1 4,27 4,27 0,86 1,00 1,36 5,54
Mencantumkan nomor telpon customer service 3,45 9 3 3 2,38 3,45 0,67 1,45 1,87 6,46
M 0,5
Mencantumkan merek produk 3,78 9 9 9 4,00 4,03 0,86 1,01 1,37 5,20
Mencantumkan informasi komposisi bahan baku 3,70 9 3 3 3,77 3,82 0,63 1,01 1,29 4,78
Mencantumkan informasi harga produk 4,10 9 3 3 4,15 4,15 0,77 1,00 1,33 5,46
Mencantumkan informasi berat bersih/netto 3,57 9 3 3 3,47 3,57 0,61 1,03 1,31 4,66
Desain kemasan perpaduan gambar dan tulisan 4,25 3 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 9 3 3,80 4,25 0,77 1,12 1,49 6,33
Produk hanya tersedia di wisata PT Kampung Coklat 3,75 9 3 4,15 4,15 0,63 1,00 1,28 4,79
Tekstur cokelat tidak keras, lembut (dapat digigit dengan gigi depan)3,12 9 3,33 3,53 0,71 1,06 1,82 5,66
Aroma cokelat sangat kuat (kadar kakao 50%) 3,60 9 3,72 3,85 0,63 1,04 1,69 6,07
Mencantumkan informasi nilai gizi produk 3,32 3 9 3 O 1 1,97 3,73 0,66 1,90 3,15 10,43
Memiliki bentuk unik (beda dari produk lain) 3,60 9 3,75 3,75 0,67 1,00 1,67 6,02
Memiliki citra sebagai oleh-oleh khas Blitar 3,77 3 3 3,90 3,90 0,76 1,00 1,76 6,62
Menambahkan filling/isian cokelat berupa kacang mete 3,83 9 9 2,00 3,83 0,71 1,92 4,30 16,49
Desain kemasan mencantumkan gambar buah kakao 3,13 3 9 3,63 3,63 0,73 1,00 2,27 7,12
Bentuk font/tulisan mudah dibaca konsumen 3,57 3 3 3 3 3 3 3 3 9 9 3,62 3,62 0,67 1,00 2,16 7,71
A 1,5
Menambahkan tagline cinta produk Indonesia 3,65 3 1 9 2,38 3,65 0,69 1,53 3,35 12,23
Memiliki harga lebih murah dibanding produk lain 3,40 3 9 3 4,12 4,12 0,80 1,00 2,41 8,21
Menggunakan instagram sebagai media promosi 3,60 9 3,00 3,60 0,64 1,20 2,53 9,10
Absolute Importance 384 191 103 92 100 127 85 91 84 393 62,9 113 54 173 83 286 129 74 141
Prioritas 2 4 10 12 11 8 14 13 15 1 18 9 19 5 16 3 7 17 6
ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online
Jurnal Teknik Industri, Vol. 19, No. 2, Agustus 2018, pp. 190-204
d. Matriks Hubungan
Matriks hubungan digunakan untuk menentukan hubungan yang terjadi antara
kebutuhan konsumen dengan respons teknis dari perusahaan. Matriks hubungan
memiliki skala hubungan 0 (tidak ada hubungan), artinya respons teknis tidak
memengaruhi terpenuhinya atribut customer needs. Skala 1 (hubungan lemah), artinya
respons teknis tidak begitu memengaruhi terpenuhinya atribut customer needs. Skala
3 (hubungan sedang), artinya respons teknis memengaruhi terpenuhinya atribut
customer needs dan skala 9 (hubungan kuat), artinya respons teknis sangat
memengaruhi terpenuhinya atribut customer needs. Adapun matriks hubungan dapat
dilihat pada Gambar 3.
e. Matriks Teknis
Dalam matriks teknis nilai absolute importance digunakan untuk menentukan
prioritas dari respons teknis yang ada. Semakin besar nilai absolute importance maka
semakin perlu atribut tersebut untuk diperbaiki/ditingkatkan karena akan berpengaruh
besar terhadap keinginan konsumen. Nilai absolute importance diperoleh dari
persamaan (8). Dengan menggunakan diagram pareto maka akan diketahui 80 %
peningkatan yang dapat dicapai dengan memprioritaskan 20% respons teknis tersebut,
sehingga dari 19 respons teknis diperoleh 11 respons teknis yang menjadi prioritas seperti
dapat dilihat pada Gambar 3.
f. Usulan Peningkatan Kualitas
Dari prioritas tersebut diberikan usulan dalam upaya peningkatan peningkatan
kualitas cokelat di antaranya membuat usulan desain kemasan baru yang dapat dilihat
pada Gambar 5, Gambar 6, dan Gambar 7, melakukan inspeksi komposisi dan kualitas
bahan baku dengan mematuhi SOP dan menambahkan pada SOP bahwa untuk setiap
karyawan yang masuk gudang harus menggunakan sarung tangan, masker dan
penutup kepala bagi laki-laki, memilih font yang mudah dibaca di antaranya jenis font
Arial, Garamond, Gill Sans MT, Gisha, Sans Serif, (Impact) [23], menambahkan filling
beberapa kacang mete, dan usulan terakhir giat melakukan promosi melalui instagram
dengan lebih aktif dalam menggunakan instagram dan mengatur outfit profile agar
lebih menarik. Desain Kemasan Lama dapat dilihat pada Gambar 4.
Referensi
[1] J. Juran and A. B. Godfrey, "Quality handbook," Republished McGraw-Hill, pp.
173-178, 1999.
202
Jurnal Teknik Industri, Vol. 19, No. 2, Agustus 2018, pp. 190-204
ISSN 1978-1431 print / ISSN 2527-4112 online
204
Atribut yang berada dalam kategori 'indifferent' tidak dianggap penting karena tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap kepuasan atau ketidakpuasan konsumen. Nilai better dan worse yang rendah dalam kuadran Kano menunjukkan bahwa perubahan pada atribut ini tidak mempengaruhi persepsi konsumen terhadap produk. Oleh karena itu, manajemen kualitas produk dapat mengabaikan peningkatan pada atribut ini dan fokus pada atribut lain yang lebih berpengaruh sehingga sumber daya dapat dialokasikan dengan lebih efisien .
Metode Kano mengkategorikan atribut produk berdasarkan jawaban responden terhadap pertanyaan menyangkut kesukaan dan harapan jika suatu atribut ada (functional) dan ketidaksukaan mereka jika atribut tersebut tidak ada (dysfunctional). Jawaban dikonversi menjadi kategori A (Attractive), M (Must-be), O (One-dimensional), I (Indifferent), R (Reverse), dan Q (Questionable). Nilai total dari masing-masing kategori digunakan untuk menentukan kategori dominan menggunakan Blauth's formula. Koefisien kepuasan ditentukan dengan persamaan kepuasan (better) dan ketidakpuasan (worse), yang kemudian diplot pada kuadran Kano untuk analisis visual .
Dalam House of Quality (HOQ), metode QFD diterapkan untuk memprioritaskan kebutuhan konsumen berdasarkan kategori Kano seperti must be, one-dimensional, dan attractive. Matriks WHAT’s dibentuk dengan mengintegrasikan hasil dari kategori tersebut sebagai kebutuhan konsumen. Matriks perencanaan mempertimbangkan pentingnya setiap atribut yang dihitung menggunakan persamaan importance to customer, dan mencakup goal yang ditentukan dari nilai terbaik antara importance to customer, customer satisfaction performance, dan competitive satisfaction performance. Adjustment factor dan improvement ratio digunakan untuk menentukan prioritas atribut dalam QFD, dengan nilai adjusted improvement ratio menambahkan bobot atribut dalam matriks untuk analisis lebih lanjut. Respons teknis diberikan berdasarkan wawancara dengan pihak perusahaan untuk memenuhi keinginan konsumen .
Competitive satisfaction performance mengukur persepsi konsumen tentang seberapa baik produk pesaing memenuhi kebutuhan konsumen dibandingkan dengan produk yang sedang dievaluasi. Nilai ini diterapkan dalam menentukan tujuan (goal) kualitas produk dengan membandingkan hasil antara tingkat kepuasan terhadap produk sendiri dan pesaing. Tujuan ditetapkan dari nilai tertinggi yang diperoleh antara importance to customer, customer satisfaction performance, dan competitive satisfaction performance untuk mengidentifikasi area peningkatan kritis yang dapat meningkatkan posisi kompetitif produk .
Kuesioner Kano-QFD adalah gabungan dari dua metode, Kano dan Quality Function Deployment (QFD), yang digunakan untuk memahami kebutuhan konsumen dan meningkatkan kualitas produk. Teknik ini melibatkan pembuatan kuesioner yang mengukur kepuasan fungsi dan ketidakpuasan fungsi (functional dan dysfunctional questions) dan menilai tingkat kepentingan pelanggan terhadap atribut produk serta performa kepuasan pelanggan terhadap produk dan produk pesaing menggunakan skala Likert. Kuesioner ini kemudian diuji untuk validitas dan reliabilitas menggunakan perangkat lunak SPSS .
Adjustment factor dalam metode Kano-QFD penting karena memberikan bobot ekstra pada atribut yang membawa kepuasan lebih atau ketidakpuasan lebih. Nilai ini dihitung dengan mengambil nilai tertinggi antara better atau worse dari kuadran Kano. Artinya, semakin tinggi adjustment factor, semakin signifikan atribut tersebut dalam memberikan dampak terhadap persepsi konsumen, baik secara positif ketika ada maupun negatif ketika tidak ada. Dengan demikian, membantu menentukan prioritas dalam peningkatan kualitas dan alokasi sumber daya .
Improvement ratio adalah ukuran usaha perbaikan yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai tujuan peningkatan kualitas produk. Nilai improvement ratio >1 menunjukkan bahwa atribut tertentu memerlukan perbaikan untuk meningkatkan kepuasan konsumen, sedangkan nilai <1 menunjukkan bahwa produk tersebut sudah mampu memuaskan konsumen. Jika nilai sama dengan 1, artinya produk telah cukup memuaskan kebutuhan konsumen. Interpretasi nilai ini membantu menentukan prioritas peningkatan pada atribut produk .
Respon teknis dalam metode QFD adalah elemen kritis yang memberikan solusi atau alat untuk memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen yang teridentifikasi sebelumnya. Dalam penerapan QFD, respon teknis dikembangkan melalui wawancara dan diskusi dengan pihak perusahaan untuk memastikan strategi peningkatan kualitas diterapkan secara tepat. Respon teknis memastikan bahwa ada langkah konkret yang dapat diambil perusahaan untuk memenuhi atau bahkan melampaui ekspektasi pelanggan, yang pada akhirnya meningkatkan daya saing produk dan kepuasan konsumen .
Validitas dan reliabilitas kuesioner penting untuk memastikan data yang dikumpulkan akurat dan konsisten sehingga menghasilkan analisis yang tepat. Kuesioner yang valid berarti mengukur apa yang seharusnya diukur, sedangkan kuesioner yang reliabel menunjukkan konsistensi hasil jika diulang. Dalam konteks Kano-QFD, validitas dan reliabilitas menjamin bahwa kategorisasi dan penilaian atribut produk dapat dipercaya dan digunakan untuk membuat keputusan peningkatan kualitas yang akurat .
Adjusted improvement ratio dihitung dengan mengalikan nilai improvement ratio dengan (1 + adjustment factor) dan disesuaikan dengan kategori dari Kano yaitu melalui faktor k (k=0 untuk indifferent, 0.5 untuk must be, 1 untuk one dimensional, dan 1.5 untuk attractive). Strategi yang seharusnya diambil perusahaan berdasarkan nilai ini adalah memfokuskan usaha perbaikan lebih pada atribut dengan adjusted improvement ratio yang tinggi karena atribut tersebut berpotensi memberikan dampak terbesar terhadap kepuasan konsumen dan keberhasilan produk di pasar .