100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
521 tayangan6 halaman

Tata Kelola Data untuk Organisasi

Data Governance

Diunggah oleh

Mahalelana Yoga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
521 tayangan6 halaman

Tata Kelola Data untuk Organisasi

Data Governance

Diunggah oleh

Mahalelana Yoga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Data Governance adalah bagaimana perusahaan/institusi mengola aset

datanya. Data Governance meliputi aturan, kebijakan, prosedur, peran & tanggung
jawab, hingga indicator kinerja yang mengarahkan keseluruhan pengelolaan aset
data tersebut. Arahan Data Governance adalah untuk memastikan aset data tersebut
bisa akurat, lengkap, konsisten, tersedia dan aman. Arahan Data Governance adalah
untuk memastikan aset data tersebut bisa akurat, lengkap, konsisten, tersedia dan
aman. Urgensi Data Governance yang terus tumbuh ini didorong oleh berbagai
organisasi yang menyadari permasalahan-permasalahan tentang data yang terus
bermunculan, dan mereka memberikan nilai ekspetasi yang tinggi kepada Data
Governance untuk memecahkan permasalan-permasalah krusial mereka tersebut.
Sementara organisasi-organsasi besar sudah terlebih dahulu dalam
mengimplemtasikan program Data Governance, survei menemukan bahwa
setengah dari organisasi perusahaan kecil menengah sudah mulai ikut serta atau
merencanakan untuk menerapkan Data Governance ke dalam organisasinya.

Panian (2009) dan Informatica (2010) menjelaskan tata kelola data memiliki
enam unsur diantaranya:

1) Aksesibilitas (data accessibility), yaitu data dapat diakses, terpercaya dari


sumbernya atau terstruktur.

2)Ketersediaan (data availability), yaitu data tersedia untuk pengguna dan aplikasi,
dan menyediakan keterangan tentang kapan, di mana dan bagaimanapun ketika
diperlukan.

3)Berkualitas (data quality), yaitu data harus lengkap dan akurat.

4)Konsisten (data consistency), yaitu arti data adalah konsisten dan dapat
dihubungkan secara lintas sistem, proses dan organisasi.

5)Dapat diaudit (data auditability), yang mengandung makna bahwa data yang
teraudit dapat memelihara visibilitas dan kontrol data.

6)Aman (data security), yaitu standar keamanan dan privasi dapat dilaksanakan.
Program tata kelola data dapat dibangun dari tiga langkah dasar yaitu:
 Menentukan Prinsip dan Filosofi
 Menimbulkan kesadaran dan motivasi
 Menentukan ruang Iingkup, rencana jangka panjang, dan ulruran
keberhasilan program.
1. Prinsip dan Filosofi.
Filosofi program tata kelola data harus dicerminkan dalam prinsip-prinsip, yang
sering disebut dengan prinsip pedoman karena prinsip ini akan menuntun
perilaku dan menentukan tindakan nyata. Kebijakan, rencana, program, proyek,
prosedur dan proses yang kemudian ditetapkan akan merefleksikan prinsip
prinsip ini.
Langkah awal untuk menjalankan program tata kelola data adalah
menentukan prinsip dasar yang terkait. Prinsip ini sebaiknya disertai dengan
filosofi mengenai pentingnya informasi dan kualitas informasi sehingga dapat
dijadikan argumentasi penting untuk membangun tata kelola. Prinsip-prinsip ini
kemudian dijadikan pedoman untuk membangun program tata kelola. Beberapa
contoh prinsip yang dapat digunakan misalnya :
1. Informasi dianggap sebagai hal yang esensial untuk mencapai sasaran bisnis
organisasi. Informasi dianggap sebagai asset dan sumber daya dan diperlakukan
sebagai sesuatu yang bemilai, seperli halnya produk perusahaan, inventory,
fasilitas, dan sumber daya keuangan dan perusahaan.
2. Sebagaimana halnya sumber daya perusahaan lainnya, maka akuntabiIitas
atas informasi perlu diformalisasikan agar pengelolaan sumber daya informasi
dapat dilakukan dengan lebih baik dan informasi dapat dimanfaatkan secara
optimal untuk kepentingan organisasi. Akuntabilitas formal dapat dicapai
melalui program tata kelola data dan penyediaan penyajian data yang tepat.
3. Kualitas informasi sangat ditentukan oleh penerapan prinsip-prinsip
manajemen bisnis yang tepat dan proses, metoda, alat dan pengalaman praktis
dalam manajemen informasi. Tata kelola data dan penyediaan penyajian data
adalah salah satu tindakan praktis yang esensial untuk mencapai kualitas
informasi yang baik.
4. Kualitas informasi merupakan hal yang esensial dalam memenuhi kesesuaian
atas suatu regulasi dan mengurani resiko diskualifikasi organisasi karena adan
ya ketidaksesuaian dengan regulasi.
Dengan prinsip-prinsip tersebut, kemudian dapat diturunkan pedoman tata
kelola data untuk organisasi.
2. Motivasi
Biasanya, para pemilik data baru menyadari pentingnya tata kelola data setelah
menghadapi masalah. Pengalaman buruk akan hilangnya data, data tidak akurat
dan tidak konsislen ketika terjadi perubahan dalam lingkungan dan proses bisnis
,menjadikan pemilik data menyadari pentingnya kualitas dan pemeliharaan
data. Perubahan sistem juga berpeluang menimbulkan resiko pada data. Jika
sistem ini melibatkan banyak unit organisasi atau pihak maka biasanya terjadi
konflik pada penanggung jawab atas kualitas data. Dengan mengemukakan
resiko dan dampak alas buruknya pengelolaan data maka diharapkan semua
pihak dapat termotivasi untuk menjalankan program tata kelola data ini.
3. Ruang Iingkup dan Perencanaan
Sebagaimana halnya pada program-program umum, program tata kelola data
sebaiknya memiliki ruang lingkup yang jelas. Idealnya tata kelola data
mencakup semua sistem yang ada di organisasi. Tetapi, dalam penerapannya
sebaiknya dilakukan bertahap. Tahapan dapat dimulai dengan menentukan
ruang lingkup program yang kecil, misalnya diterapkan pad a satu aplikasi. Jika
sudah terbukti berjalan dengan baik maka penerapan tata kelola data dapat
dikembangkan ke unit yang lebih luas. Perencanaan program tata kelola data
sebaiknya dilengkapi dengan ruang lingkup yang jelas, ukuran keberhasilan,
tahapan implemetnasi, rencana jangka panjang, jadwal, dan jalur (road map)
untuk mewujudkan rencana tersebut.

Data Governance memiliki banyak manfaat diantaranya:


 Data dan proses yang konsisten dan seragam di seluruh organisasi
merupakan prasyarat untuk dukungan keputusan yang baik dan lebih
komprehensif
 Mekanisme kontrol pusat menawarkan potensi untuk mengoptimalkan
biaya manajemen data.
 Keyakinan yang lebih tinggi dalam data melalui data yang terjamin kualitas
dan tersertifikasi serta dokumentasi lengkap dari proses data
 Keamanan untuk data internal dan eksternal dengan memantau dan
meninjau kebijakan privasi
 Peningkatan efisiensi proses dengan mengurangi proses koordinasi yang
panjang
 Komunikasi yang jelas dan transparan melalui standarisasi. Ini adalah
prasyarat untuk inisiatif pusat data-sentris perusahaan;

Program tata kelola data selalu mempengaruhi tingkat strategis, taktis, dan
operasional di perusahaan . Untuk mengatur dan menggunakan data secara efisien
dalam konteks perusahaan dan berkoordinasi dengan proyek data lainnya, program
tata kelola data harus diperlakukan sebagai proses berulang yang berkelanjutan.
Arahan Data Governance adalah untuk memastikan aset data tersebut bisa akurat,
lengkap, konsisten, tersedia dan aman. Kebanyakan Data Governance ini di
gunakan pada perusahaan perusahaan besar baik bisnis ataupun suatu organisasi
dan selain itu juga Data Governance ini juga di gunakan pada pemerintah yang
menerapkan konsep kota pintar dalam suatu wilayah karena Data Governance inilah
yang sangat membantu dalam kelengkapan data yang lebih akurat dan terlepas dari
10 faktor penurunan kualitas data seperti : sumber data yang beragam, subjektivitas
dalam produksi data, keterbatasan sumber daya komputasi, kebutuhan akses yang
mengorbankan keamanan, variasi kodifikasi data antar bidang, representasi data
yang kompleks, volume data yang besar, aturan pemasukan data terlalu ketat atau
tidak ada, kebutuhan data yang berubah-ubah, dan penerapan sistem-sistem yang
terdistribusi dan heterogen. Dalam penerapannya tata kelola data, rancangan
struktur merupakan point penting dalam Data Governance karena mengatur peran
dan fungsi yang bertanggung jawab atas pelaksanaan proses-proses tata kelola data.
Dalam paper tugas kami minggu lalu yang menyangkut pada Data Governance
dengan smart cities sangat berhubungan erat, mengapa demikian ? karena tata
kelola data inilah yang mengoperasionalkan dalam konsep kota pintar dan data yang
di buat di gunakan untuk tujuan pembangunan kota yang berkelanjutan. Dalam hal
ini pendekatan tata kelola kota cerdas dan gagasan pembangunan kota yang
berkelanjutan dan cerdas berfokus pada peran tata kelola data dengan pandangan
tentang penyelarasan potensi teknologi dengan strategi tata kelola kota dan proses
untuk membentuk pendekatan keberlanjutan yang konsisten untuk mengatasi
masalah perkotaan secara kolaboratif.
Informatica(2010). Lay the Foundataion for a Well-Managed Organization with
a Data Governance Program. Diakses 8 Oktober 2018.
< [Link]
Panian, Z. (2009). Recent Advances in Data Management. WSEAS
TRANSACTIONS on COMPUTERS, Vol. 8(Number 7 ISSN 1109-2750).
Thomas, G. (2006). The DGI Data Governance Framework. The Data
Governance Institute.
Witanti, W., & Falahah. (2007). Promosi Tata Kelola Data pada Lingkungan
Perusahaan Manufaktur (Mengacu pada Kerangka Kerja COBIT 4).

Common questions

Didukung oleh AI

Peran auditabilitas data adalah memastikan bahwa seluruh aktivitas pengelolaan data dapat dilacak dan diverifikasi untuk menegakkan akuntabilitas dan transparansi . Untuk mengimplementasikannya secara efektif, organisasi harus mengatur proses audit yang terencana, termasuk pencatatan, dokumentasi, dan pelaporan yang rutin. Sistem berbasis teknologi yang dapat otomatis mencatat setiap transaksi dan perubahan data sangat mendukung auditabilitas . Pelatihan untuk staf juga penting agar mereka memahami standar audit yang diterapkan .

Untuk mempertahankan konsistensi data, organisasi memerlukan penerapan standar dan kebijakan yang ketat untuk memastikan data dikelola dengan cara yang seragam di seluruh sistem dan proses. Ini mencakup pendekatan holistik terhadap auditabilitas data, dimana proses audit rutin membantu menjaga integritas dan konsistensi data . Organisasi juga dapat menggunakan alat manajemen data yang mengidentifikasi dan menyelaraskan variasi data dari sumber yang berbeda serta melibatkan komitmen dari seluruh departemen untuk mengikuti kebijakan dan standar yang telah ditetapkan .

Hubungan antara tata kelola data dan keamanan data sangat penting karena tata kelola menetapkan kerangka kerja untuk mengelola data secara tepat, sedangkan keamanan menjamin bahwa data tersebut dilindungi dari ancaman dan kebocoran. Dengan tata kelola yang baik, organisasi dapat mengidentifikasi risiko keamanan dengan lebih cepat dan mengambil langkah-langkah mitigasi yang efektif . Keberhasilan bisnis tergantung pada kepercayaan pemangku kepentingan terhadap keamanan informasi yang diolah, sehingga risiko reputasi dan regulasi dapat diminimalkan .

Organisasi kecil-menengah dapat menghadapi tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan finansial, konflik tanggung jawab antar unit, serta kurangnya kesadaran dan pemahaman akan pentingnya tata kelola data . Untuk mengatasi hal ini, organisasi dapat memulai dengan menentukan ruang lingkup program yang kecil dan bertahap . Meningkatkan kesadaran dan motivasi untuk partisipasi aktif dalam program juga penting agar setiap elemen organisasi terlibat .

Unsur-unsur penting dalam tata kelola data meliputi aksesibilitas, ketersediaan, kualitas, konsistensi, auditabilitas, dan keamanan . Unsur ini penting karena memastikan data yang digunakan oleh perusahaan akurat, lengkap, konsisten, dan aman. Hal ini esensial untuk mendukung keputusan bisnis, meminimalisir risiko, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi . Di samping itu, kualitas data yang baik dapat mengurangi dampak negatif dari hal-hal seperti kehilangan data atau konflik antar unit organisasi dalam penanganan data .

Pendekatan bertahap dianjurkan untuk memungkinkan organisasi menguji strategi tata kelola data dalam skala kecil sebelum penerapan luas . Pendekatan ini memudahkan pengelolaan risiko, penyesuaian strategi berdasarkan umpan balik awal, dan alokasi sumber daya yang efektif. Dengan pendekatan bertahap, kesalahan atau keterbatasan dalam rencana dapat diidentifikasi dan diperbaiki sebelum diterapkan pada seluruh organisasi, sehingga memastikan hasil yang lebih dapat diprediksi dan minim risiko .

Prinsip-prinsip tata kelola data dianggap landasan penting karena mereka menuntun perilaku dan tindakan nyata dalam pengelolaan data. Prinsip ini membantu memastikan bahwa informasi dipandang sebagai aset esensial yang setara dengan sumber daya organisasi lainnya, memperjelas akuntabilitas, dan mengarahkan penerapan manajemen bisnis yang baik untuk mencapai kualitas informasi yang unggul . Akuntabilitas formal dan penggunaan metode manajemen informasi yang tepat sangat diperlukan untuk mematuhi regulasi dan mengurangi risiko bisnis .

Kriteria ukuran keberhasilan dalam program tata kelola data penting karena mereka memberikan tolok ukur untuk mengevaluasi keberhasilan implementasi program. Ukuran keberhasilan ini memastikan bahwa program tata kelola mencapai tujuan jangka panjangnya seperti memelihara kualitas data, kepatuhan regulasi, dan pengelolaan risiko yang efektif . Dengan ukuran keberhasilan yang jelas, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik mengenai penyesuaian strategi atau alokasi sumber daya .

Pendekatan tata kelola data berkontribusi terhadap pengembangan kota pintar dengan memungkinkan koordinasi dan penyelarasan antara potensi teknologi dan strategi tata kelola kota. Tata kelola data memfasilitasi penciptaan data yang akurat dan lengkap yang dapat digunakan untuk mendukung inisiatif pembangunan berkelanjutan dan membuat keputusan terkait masalah perkotaan secara kolaboratif . Dengan data yang dikelola dengan baik, kota dapat mengoptimalkan sumber daya dan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan penduduk secara lebih efisien .

Organisasi dapat merancang program tata kelola data yang adaptif dengan mengintegrasikan fungsi evaluasi dan pembaruan berkala dalam program tersebut. Langkah ini memastikan bahwa kebijakan dan prosedur tata kelola data dapat diubah sesuai dengan perubahan kebutuhan bisnis dan sistem . Proses ini juga memerlukan pelibatan pemangku kepentingan pada semua tingkatan organisasi untuk mendapatkan umpan balik yang relevan dan dapat bertindak cepat terhadap perubahan .

Anda mungkin juga menyukai