sadar maka posisikan dalam keadaan mantap
PENGERTIAN agar jalan napas tetap bebas dan sekret dapat
keluar dengan sendirinya.
Resusitasi atau reanimasi mengandung
Langkah-Langkah Melakukan RJP
arti harfiah menghidupkan kembali,
dimaksudkan usaha-usaha yang dapat
1. Danger (D)
dilakukan untuk mencegah suatu episode henti
Yaitu kewaspadaan terhadap
jantung berlanjut menjadi kematian biologis.
bahaya dimana pertama penolong
Resusitasi jantung paru adalah suatu tindakan
harus mengamankan diri sendiri dengan
gawat darurat akibat kegagalan sirkulasi dan
memakai alat proteksi diri (APD). Alat
pernafasan untuk dikembalikan ke fungsi
proteksi yang paling dianjurkan adalah
optimal guna mencegah kematian biologis.
sarung tangan untuk mencegah terjadinya
Resusitasi jantung paru (RJP) atau juga dikenal
penularan penyakit dari pasien kepada
dengan cardio pulmonier resusitation (CPR)
penolong.
merupakan gabungan antara pijat jantung dan
pernafasan buatan.
OLEH : Komplikasi dari teknik ini adalah
perdarahan hebat. Jika korban mengalami
perdarahan hebat, maka pelaksanaan RJP
akan memperbanyak darah yang keluar
sehingga kemungkinan korban meninggal
dunia lebih besar. Namun, jika korban tidak
segera diberi RJP, korban juga akan meninggal
PROGRAM STUDI S1 ILMU KEPERAWATAN
dunia. RJP harus segera dilakukan dalam 4-6
2. Respon (R)
STIKES NANI HASANUDDIN menit setelah ditemukan telah terjadi
Mengecek kesadaran atau respon
MAKASSAR hentijantung dan henti napas untuk mencegah
korban dapat dilakukan secara verbal
kerusakan sel-sel otak dan lain-lain. Jika
2018 maupun nonverbal. Secara verbal dilakukan
penderita ditemukan bernapas namun tidak
dengan memanggil nama. Sedangkan
secara nonverbal dilakukan dengan 3. Shout For Help (S) /meminta bantuan Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
Jika pasien tidak berespons melakukan tindakan RJP
menepuk-nepuk bahu korban. Jika dengan
selanjutnya penolong harus segera 1. RJP jangan berhenti lebih dari 5 detik
memanggil dan menepuk tidak ada respos, memanggil bantuan baik dengan cara dengan alasan apapun.
maka lakukan pengecekan kesadaran berteriak, menelepon, memberi tanda
2. Tidak perlu memindahkan penderita ke
dengan melakukan rangsangan nyeri. pertolongan dan cara lainya. Berteriak
contohnya dengan memanggil orang tempat yang lebih baik, kecuali bila ia
Lakukan rangsang nyeri dengan menekan disekitar lokasi kejadian agar membantu sudah stabil.
tulang dada pasien dengan cara penolong pertolongan atau disuruh mencari
3. Jangan menekan prosesus xifoideus
menekuk jari-jari tangan kanan, lalu tekan pertolongan lebih lanjut. Selanjutnya
menelepon yaitu menghubungi pusat pada ujung tulang dada, karena dapat
dengan sudut ruas jari-jari tangan yang telah
bantuan darurat (emergency call number) berakibat robeknya hati
ditekuk. Jika tidak ada respon dengan sesuai dengan nomor dilokasi / negara 4. Diantara tiap kompresi, tangan harus
rangsangan nyeri berarti pasien tidak sadar masing-masing, seperti 911 dan 118. Ketiga
melepas tekanan tetapi melekat pada
adalah Emergency signal yaitu dengan
dan dalam kondisi koma.
membuat asap, kilauan cahaya, suara dan sternum, jari-jari jangan menekan iga
lain-lain jika lokasi ada didaerah terpencil. korban.
5. Hindarkan gerakan yang menyentak.
Kompresi harus lembut, teratur dan tidak
terputus
6. Perhatikan komplikasi yang mungkin
karena RJP seperti :
a. Patah tulang dada dan tulang iga
b. Bocornya paru-paru (pneumotoraks)
c. Perdarahan dalam paru-paru / rongga
dada (hemotoraks)
d. Luka dan memar pada paru-paru
e. Robekan pada hati