0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan11 halaman

Manajemen Pelayanan Laboratorium Kesehatan

Manajemen Laboarotorium

Diunggah oleh

Dhea Amanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
79 tayangan11 halaman

Manajemen Pelayanan Laboratorium Kesehatan

Manajemen Laboarotorium

Diunggah oleh

Dhea Amanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH MANAJEMEN LABORATORIUM

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN LABORATORIUM

DISUSUN OLEH :
1. Zayyana Anggun A. (P1337434116059)
2. Dhita Zumrotul Maghfiroh (P1337434116063)
3. Yeni Sulistyawati P. (P1337434116080)
4. M Yunus (P1337434116089)

TINGKAT III / REGULER B

PROGRAM STUDI DIII TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

2018
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Laboratorium Kesehatan merupakan salah satu sarana kesehatan yang
diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik terhadap kebutuhan individu dan
masyarakat dalam rangka mewujudkan Indonesia Sehat 2010 yang berperan sebagai
pendukung maupun penegak dari sebuah diagnosis penyakit dalam upaya peningkatan
kesehatan yang optimal.
Menurut [Link] No.943/Menkes/SK/VIII/2002 yang dimaksud dengan
Laboratorium Kesehatan adalah sarana kesehatan yang melaksanakan pengukuran,
penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau bahan bukan
berasal manusia untuk penentuan jenis penyakit, kondisi kesehatan atau faktor yang
dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan masyarakat. Sebagai bagian yang
integral dari pelayanan kesehatan, pelayanan laboratorium sangat dibutuhkan dalam
pelaksanaan berbagai program dan upaya kesehatan, dan dimanfaatkan untuk
keperluan penegakan diagnosis, pemberian pengobatan dan evaluasi hasil pengobatan
serta pengambilan keputusan lainnya.
Oleh karena itu mutu pelayanan laboratorium kesehatan haruslah baik dan
bermutu agar dapat memberikan hasil pemeriksaan laboratorium yang tepat, teliti,
benar, dapat dipercaya dan memuaskan pengguna jasa. Dalam penatalaksanaan
penyakit secara umum kita mengenal proses penanganan pasien yang diawali dengan :
anamnesa pasien dan pemeriksaan fisik. Dalam kasus ringan mungkin dokter atau
pengguna jasa lain dapat segera menentukan diagnosa sehingga langsung dapat
memberikan terapi. Namun pada kasus-kasus yang lebih serius, pemeriksaan
laboratorium menjadi sangat dibutuhkan dalam penentuan diagnosa, prediksi, terapi
dan pemantauan suatu penyakit. Maka sebagai konsekuensi, hasil pemeriksaan
laboratorium yang berkualitas/bermutu sangat diperlukan oleh dokter atau pengguna
jasa lainnya agar diagnosa dapat ditegakkan dan terapi yang diberikan menjadi lebih
tepat dan efisien. Pemberian pelayanan Laboratorium Kesehatan di masyarakat dapat
kita jumpai dalam bentuk pelayanan terintegrasi dengan pelayananan kesehatan
lainnya (misalnya ; laboratorium di rumah sakit dan puskesmas), dan dalam bentuk
pelayanan tersendiri atau mandiri (Balai laboratorium kesehatan, Balai Teknik
Kesehatan Lingkungan & Laboratorium Kesehatan Swasta/LKS).
B. Rumusan Masalah
1. Definisi Laboratorium kesehatan
2. Macam-macam laboratorium kesehatan
3. Fungsi laboratorium kesehatan
4. Peranan pelayanan kesehatan laboratorium

C. Tujuan

1. Pembuatan makalah yang berjudul “Manajemen Pelayanan Kesehatan


Laboratorium” ini diharapkan dapat menjadi wahana untuk menambah ilmu dan
pengetahuan tentang pentingnya pemeriksaan laboratorium dalam rangka
peningkatan kesehatan masyarakat.
2. Untuk mengenalkan mahasiswa tetang fungsi-fungsi pelayanan laboratorium
kesehatan bagi masyarakat.
3. Mengenalkan peranan laboratorium dalam pengaruhnya terhadap kesehatan
masyarakat.
BAB II
ISI

I. Definisi Manajemen Laboratorium


Manajemen laboratorium (laboratory management) adalah usaha untuk
mengelola laboratorium. Suatu laboratorium dapat dikelola dengan sangat baik
ditentukan oleh beberapa faktor yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya.
Beberapa alat-alat laboratorium yang canggih, dengan staf profesional yang terampil
belum tentu dapat berfungsi dengan baik, jika tidak didukung oleh adanya
manajemen laboratorium yang baik. Oleh karena itu manajemen laboratorium adalah
suatu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan laboratorium sehari-hari.
Pengelolaan laboratorium akan berjalan dengan lebih efektif, jika dalam
struktur organisasi laboratorium didukung oleh Board of Management yang berfungsi
sebagai pengarah dan penasehat. Board of Management terdiri atas para
senior/profesor yang mempunyai kompetensi dengan kegiatan laboratorium yang
bersangkutan.

II. Definisi Laboratorium Kesehatan


Laboratorium kesehatan adalah sarana kesehatan yang melaksanakan
pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau
bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit,
kondisi kesehatan atau faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan
kesehatan masyarakat. Laboratorium kesehatan merupakan sarana penunjang upaya
pelayanan kesahatan, khususnya bagi kepentingan preventif dan curative, bahkan
promotif dan rehabilitative.
Laboratorium klinik terdiri dari laboratorium klinik umum dan khusus.
Laboratorium klinik umum melaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang
hematologi, kimia klinik, mikrobiologi klinik, parasitologi klinik & imunologi klinik
serta bidang lainnya, sedangkan laboratorium klinik khusus hanya melaksanakan
pelayanan satu bidang pemeriksaan khusus (misalnya ; khusus mikrobiologi,
parasitologi, patologi anatomi dll) dengan kemampuan pemeriksaan tertentu.
Laboratorium kesehatan masyarakat adalah laboratorium kesehatan yang
melaksanakan pelayanan pemeriksaan di bidang mikrobiologi, fisika, kimia dan atau
bidang lain yang berkaitan dengan kepentingan kesehatan masyarakat dan kesehatan
lingkungan terutama untuk menunjang upaya pencegahan penyakit dan peningkatan
kesehatan masyarakat.
Penyelenggaraan laboratorium kesehatan masyarakat umumnya dilaksanakan
di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan. Sementara sampai saat ini fungsi Balai
Labkes merupakan laboratorium yang mampu menyelenggarakan pelayanan klinik
dan kesehatan masyarakat. Berdasarkan keterbatasan dan keluasan kemampuan
parameter pemeriksaan yang dapat dilakukan oleh suatu laboratorium maka
laboratorium kesehatan tersebut diklasifikasi menjadi laboratorium pratama dan
utama.
Laboratorium kesehatan terdiri dari :
a. Laboratorium klinik
b. Laboratorium kesehatan masyarakat
c. Laboratorium kesehatan lingkungan

III. Fungsi Laboratorium Kesehatan


Laboratorium sebagai pelaksana teknis Kesehatan dan sebagai
satuan penelitian kesehatan mempunyai fungsi antara lain :
1. Pelaksana kesehatan sesuai dengan pembangunan kesehatan.
2. Pelaksana dan Pembina hubungan kerjasama dengan tenaga kesehatan yang lain
dan masyarakat .
Agar pembangunan bidang kesehatan ini dapat berhasil serta tugas dan fungsi
kesehatan dapat dilaksanakan dengan baik, maka perlu peningkatan Sumber Daya
Manusia (SDM) dan peningkatan pemberdayaan sarana dan
prasarana laboratorium bagi penunjangnya, yang merupakan salah satu faktor penentu
keberhasilan dalam peningkatan mutu kesehatan dan akan mempengaruhi pula
efisiensi dan efektivitas dalam pelaksanaannya.

IV. Pelayanan Laboratorium Kesehatan


Pelayanan Laboratorium merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
yang diperlukan untuk menunjang upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, dan
pengobatan, serta pemulihan kesehatan.
Penyelenggara sarana laboratorium kesehatan bisa dilakukan oleh pemerintah
(pusat/daerah) atau swasta, baik secara perseorangan atau berbadan hukum sesuai
dengan persyaratan jenis dan fungsi laboratorium yang diatur berdasarkan undang-
undang dan peraturan pemerintah, dan secara lebih khusus terhadap penyelenggaraan
pelayanan laboratorium kesehatan ini pemerintah telah mengeluarkan aturan main
dalam bentuk [Link] No.04/Menkes/SK.I/2002 tentang Laboratorium
Kesehatan Swasta yang terdiri dari laboratorium klinik dan laboratorium kesehatan
masyarakat.
Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat terhadap kondisi kesehatan
individunya, maka ke depan nantinya mereka dapat menggunakan pelayanan
laboratorium kesehatan tersebut secara lebih efisien dan efektif sehingga kebutuhan
untuk mengetahui dan mendeteksi secara dini kesehatan dirinya tidak selalu harus
dengan rujukan dari tenaga medis lainnya (terutama parameter pemeriksaan yang
berhubungan dengan upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan.
Dengan demikian laboratorium kehilangan kemandirian motivasi dan inisiatif
pengembangan dan menunjukkan kesehatan , termasuk perbaikan
mutu kesehatan yang merupakan salah satu tujuan kesehatan nasional. Peran serta
masyarakat, khususnya tenaga kesehatan dalam penyelenggara kesehatan selama ini
sangat minim. Dengan demikian hasil laboratorium mempunyai beban untuk
mempertanggung jawabkan hasil penelitian kepada pasien, klien ataupun tenaga
kesehatan lainya sebagai penentu tindakan selanjutnya.
Laboratorium kesehatan yang bermutu menunjukkan pada derajat atau tingkat
keunggulan suatu kesehatan dalam memadukan berbagai input seperti bahan dan alat
penelitian, sarana kesehatan, suasana laboratorium yang kondusif, lingkungan yang
nyaman dan dukungan administrasi, sehingga terjadi interaksi pelayanan yang baik.
Apabila dikaitkan dengan tuntutan program kesehatan yang menginginkan
masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan dan sekrining penyakit dari gejala-
gejala yang di rasakan dan mendapat kepastian diagnosa agar bisa membatasi ataupun
dapat mengobati lebih dini agar tercapainya kesehatan masyarakat yang baik,
menginginkan mutu kesehatan yang meningkat sementara kemampuan dan
keberadaaan laboratorium sangat jarang di masyarakat sehingga untuk
menjawab diagnosa itu sangat memprihatinkan.
V. Jenis Pelayanan Kesehatan
Menurut Muninjaya (2004) jenis pelayanan kesehatan adalah merupakan sub
sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk pencegahan atau
preventif dan peningkatan kesehatan atau promotif, pelayanan pengobatan atau kuratif
dan pemulihan kesehatan atau rehabilitatif dengan sasaran masyarakat.
Menurut WHO (1999), terdapat beberapa jenis pelayanan kesehatan antara lain
1. Pelayanan kesehatan tingkat pertama. Pelayanan ini merupakan jenis pelayanan
yang primary health care dimana pelayanan ini sangat dibutuhkan oleh sebagian
besar masyarakat dan mempunyai nilai strategis untuk meningkatkan derajad
kesehatan masyarakat. Pada umumnya pelayanan kesehatan tingkat pertama ini
bersifat pelayanan rawat jalan (ambulatory/out patient services) dan posyandu
merupakan bagian pelayanan kesehatan ini,
2. Pelayanan kesehatan tingkat kedua. Ruang lingkup pelayanan kesehatan
masyarakat menyangkut kepentingan rakyat banyak, maka peranan pemerintah
dalam pelayanan kesehatan mempunyai porsi yang besar, namun demikian
karena keterbatasan sumberdaya pemerintahan, maka potensi masyarakat perlu
digali atau diikutsertakan dalam upaya pelayanan kesehatan masyarakat tersebut
.
VI. Ruang Lingkup Pelayanan Laboratorium
Pelayanan laboratorium adalah hasil yang ditimbulkan oleh kegiatan pada titik
temu antara pihak laboratorium dan pasien oleh berbagai kegiatan internal
laboratorium, dalam hal ini laboratorium melakukan pelayanan material mencakup
pra analitik, analitik, pasca analitik dan pelayanan pribadi mencakup interaksi pihak
laboratorium dengan pasien, merupakan kerja secara kualitas dan kuantitas seorang
petugas laboratorium dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tugas dan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya yaitu : Penampilan fisik (tangibility) ,
kehandalan (reliability) , ketanggapan (responsiveness), jaminan keamanan
(assurance ), dan sikap peduli (empati ).
Laboratorium Kesehatan adalah unit kerja yang mempunyai fungsi dan tugas
pelayanan laboratorium kesehatan secara menyeluruh meliputi bidang Hematologi,
Kimiaklinik, Mikrobiologi, Immunoserologi, Toksikologi, Kimialingkungan,
Patologianatomi (Histologi, Sitologi) , Biologi dan Fisika.
Dengan pengukuran dan pemeriksaan laboratorium akan didapatkan data
ilmiah yang tajam untuk digunakan dalam menghadapi masalah yang diidentifikasi
melalui pemeriksaan klinis dan merupakan bagian esensial dari data pokok
pasien,indikasi dalam meminta suatu pemeriksaan laboratorium merupakan
pertimbangan penting dalam kedokteran laboratorium. Informasi laboratorium dapat
digunakan untuk mendiagnosis atau memastikan suatu dignosis awal yang dibuat
berdasarkan riwayat penyakit dan pemeriksaan fisik. Analisis laboratorium juga
merupakan bagian integral dari kesehatan dan tindakan preventif.

VII. Batasan Operasional


Kegiatan pelayanan laboratorium dirumah sakit dapat dibagi menjadi
pelayanan laboratorium klinik dan manajemen laboratorium .Kegiatan laboratorium
klinik antara lain terdiri dari pelayanan kepersonal yaitu pelayanan laboratorium
umum dan atau spesifik yang dilakukan untuk pemeriksaan Kimia Klinik,
Hematologi, Immunologi, Serologi dan Parasitologi dengan metode kwalitatif,
semikwantitatif, kwantitatif dan dilaksanakan dengan cara manual, semiotomat,
otomatik dan robotik. Pelayanan manajemen laboratorium adalah pelayanan
administratf,informasi dan pemasaran, manajemen ketenagaan (SDM ),logistik
laboratorium, kegiatan ini meliputi staffing, schedulling, assigmen dan budgetting.
.
VIII. Landasan Hukum
1. Undang – undang No 32 Tahun 2004 Tentang pemerintah Daerah
2. Undang – undang No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan
3. Undang – undang No 44 Tahun 2009 Tentang Rumah Sakit
4. Peraturan Mentri Kesehatan RI No 411 Menkes/Per/III/2010 Tentang
Laboratorium Klinik.
5. Keputusan Mentri Kesehatan RI No 1267 Menkes/SK/XII/2007 Tentang
Pedoman Klasifikasi dan Kodefikasi Jenis Pemeriksaan, Spesimen, Metode
Pemeriksaan Laboratorium Kesehatan.
6. Keputusan Mentri Kesehatan RI Tahun 2004 Pedoman Praktek Laboratorium
Yang Benar (GLP) .
7. SK Direktur RSU Haji Makassar No 1998/TU/RSH/III/2008 Tentang Standar
Operasional Prosedur Laboratorium
IX. Aspek Mutu Pelayanan Laboratorium Kesehatan

Salah satu standar mutu pelayanan laboratorium klinik Rumah Sakit adalah
tersedianya SDM dengan jumlah yang cukup dan memenuhi kualifikasi tenaga sesuai
dengan jenis pelayanan laboratorium klinik yang ada.
Berkaitan dengan mutu pelayanan laboratorium kesehatan, ada 3 variabel yang dapat
digunakan untuk mengukur mutu, yaitu :
1. Input (struktur), ialah segala sumber daya yang diperlukan untuk melakukan
pelayanan laboratorium kesehatan, seperti SDM, dana, fasilitas, peralatan,
bahan, teknologi, organisasi, informasi dan lain-lain. Pelayanan laboratorium
kesehatan yang bermutu memerlukan dukungan input yang bermutu pula.
Hubungan input dengan mutu adalah dalam perencanaan dan penggerakan
pelaksanaan pelayanan kesehatan.
2. Proses, ialah interaksi professional antara pemberi layanan dengan konsumen
(pasien/ masyarakat). Proses ini merupakan variable penilaian mutu yang
penting.
3. Output/outcome, ialah hasil pelayanan kesehatan, merupakan perubahan yang
terjadi pada konsumen (pasien/masyarakat), termasuk kepuasan dari konsumen
tersebut.
Untuk meningkatkan mutu pelayanan, laboratorium klinik yang terdapat dalam
seluruh Rumah Sakit perlu dikelola dengan menggunakan prinsip-prinsip manajemen
yang tepat. Salah satu pendekatan mutu yang digunakan adalah Manajemen Mutu
Terpadu (Total Quality Magement, TQM).
Pendekatan Manajemen Mutu Terpadu dalam pelayanan laboratorium adalah
menggunakan konsep dari Creech, yaitu suatu pendekatan manajemen yang
merupakan suatu sistem yang mempunyai struktur yang mampu menciptakan
partisipasi menyeluruh dari seluruh jajaran organisasi dalam merencanakan dan
menerapkan proses peningkatan yang berkesinambungan untuk memenuhi bahkan
melebihi harapan pelanggan. Terdapat lima pilar Manajemen Mutu Terpadu, yaitu
kepemimpinan, proses, organisasi, komitmen, produk dan layanan (service).
Manajemen mutu terpadu berfokus pada peningkatan proses. Proses adalah
transformasi dari input, dengan menggunakan mesin peralatan, perlengkapan metoda
dan SDM untuk menghasilkan produk atau jasa bagi pelanggan .
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Laboratorium kesehatan adalah sarana kesehatan yang melaksanakan
pengukuran, penetapan dan pengujian terhadap bahan yang berasal dari manusia atau
bahan bukan berasal dari manusia untuk penentuan jenis penyakit, penyebab penyakit,
kondisi kesehatan atau faktor yang dapat berpengaruh pada kesehatan perorangan dan
kesehatan masyarakat
Laboratorium sebagai pelaksana teknis Kesehatan dan sebagai satuan
penelitian kesehatan mempunyai fungsi antara lain
1. Pelaksana kesehatan sesuai dengan pembangunan kesehatan
2. Pelaksana dan Pembina hubungan kerjasama dengan tenaga kesehatan yang lain
dan masyarakat .
3. Pelayanan laboratorium merupakan salah satu bagian dari pelayanan kesehatan
yang sangat dibutuhkan masyarakat.
Pelayanan Laboratorium merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan
yang diperlukan untuk menunjang upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, dan
pengobatan, serta pemulihan kesehatan.
Daftar Pustaka

[Link]
diakses 15 november 2018
[Link]
diakses 15 november 2018

Anda mungkin juga menyukai