ANALISIS TREND INDIKATOR RAWAT INAP MENURUT GRAFIK
BABER JHONSON DI RSU PKU MUHAMMADIYAH
DELANGGUTAHUN 2015-2017
KARYA RULIS ILMIAH
Disusun Untuk Memanuhi Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan Program Studi
Diploma III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan
APIKES CITRA MEDIKA SURAKARTA
Oleh:
Pramita Zulfiyanti
2016084
AKADEMI PEREKAM MEDIK DAN INFORMATIKA KESEHATAN
APIKES CITRA MEDIKA SURAKARTA
2018
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks,
padat pakar, padat modal (Rustiyanto, 2010 : 27). Sedangkan menurut Undang-
Undang Republik Indonesia tentang Rumah Sakit Nomor 44 Tahun 2009, rumah
sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap,
rawat jalan, dan gawat darurat.
Rumah sakit harus ditunjang dengan sarana yang memadahi salah satunya
adalah dengan menyelenggarakan rekamedis. Rekamedis berperan dalam
menyediakan informasi yang dapat dipakai sebagai alat untuk menganalisa dan
evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien (Rustiyanto,
2010 : 21).
Menurut pasal 1 PERMENKES 269/MENKES/PER/III/2008 rekam medis
adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien,
pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan pada
pasien.
Sedangkan menurut DepKes RI (2006) rekam medis dapat diartikan sebagai
keterangan baik yang tertulis maupun yang terekam tentang identitas, anamnesa,
pemeriksaan fisik laboratorium, diagnose, serta segala pelayanan dan tindakan
2
medis yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang rawat inap, rawat
jalan, maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat. Proses kegiatan
peyelenggaraan rekamedis dimulai pada saat diterimanya pasien dirumah sakit,
dilanjutkan dengan kegiatan pencatatan data medis pasien oleh dokter/dokter
gigi/tenaga kesehatan lainya yang memberikan pelayanan kesehatan langsung
kepada pasien.
Instalasi rekam medis selain memberi pelayanan secara langsung kepada
pasien juga berperan penting dalam menyediakan data atau informasi tentang
kegiatan pelayanan dirumah sakit. Data yang dihasilkan dari instalasi rekamedis
digunakan untuk mengolah data yang selanjutnya digunakan untuk menyusun
laporan rumah sakit. Salah satu informasi yang dihasilkan dalam instalasi
rekamedis adalah efisiensi penggunaanempat tidur dengan indikator Bed
Occupancy Rate (BOR), Average Length og Stay (ALOS), Turn Over Interval
(TOI), Bed Turn Over (BTO).
RSU PKU Muhammadiyah Delanggu merupakan rumah sakit kelas D
dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.05/I/1599/11 tentang Penetapan
Kelas RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, sejak 28 Juni 2011. Di RSU PKU
Muhammadiyah Delanggu untuk perhitungan trend indikator BOR (Bed
Occupancy Rate, ALOS (Average Length og Stay), TOI (Turn Over Interval),
BTO (Bed Turn Over) belum pernah dilakukan. Di RSU PKU Muhammadiyah
Delanggu pada tahun 2015-2017 mengalami perubahan tempat tidur yang tersedia
di unit rawat inap. Berdasarkan pertimbangan di atas penulis tertarik untuk
3
melakukan penelitian di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu dengan judul
“Analisis Trend Indikator Rawat Inap menurut Grafik Baber Jhonson Di PKU
Muhammadiyah Delanggu tahun 2015-2017”.
B. Rumusan Masalah
Bagaimanakah Analisis Trend Indikator Rawat Inap menurut Grafik Baber
Jhonson Di PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2015-2017?
C. Tujuan Penelitian
1. Tujuan Umum
Menganalisa Trend Indikator Rawat Inap menurut Grafik Baber Jhonson di
PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2015-2017
2. Tujuan Khusus
a. Menghitung BOR, ALOS, TOI dan BTO di RSU PKU Muhammadiyah
Delanggu tahun 2015-2017.
b. Menghitung Trend Indikator BOR, ALOS, TOI dan BTO di RSU PKU
Muhammadiyah Delanggu tahun 2015-2017.
c. Mengetahui kecenderungan Trend Indikator BOR, ALOS, TOI dan BTO
di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2015-2017.
4
D. Manfaat Penelitian
Dalam penelitian ini diharapkan akan memberikan beberapa manfaat sebagai
berikut:
1. Bagi Penulis
a. Menambah wawasan dan pengalaman dalam menghitung trend indikator
BOR, ALOS, TOI dan BTO.
b. Mengaplikasikan teori yang telah didapatkan selama perkuliahan.
c. Sebagai latihan bagi peneliti sebelum memasuki dunia kerja.
2. Bagi Akademik
a. Sebagai referensi bagi perpustakaan APIKES Citra Medika Surakarta
demi perkembangan ilmu rekam medis.
b. Sebagai sarana untuk mengukur seberapa jauh pemahaman mahasiswa
terhadap teori yang diberikan sehingga menjadi bahan evaluasi bagi
akademik.
3. Bagi Rumah Sakit
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan serta evaluasi bagi pihak rumah
sakit dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan mutu pelayanan
kesehatan.
E. Ruang Lingkup
1. Lingkup Keilmuan
5
Lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah ilmu rekam medis dari
informasi kesehatan.
2. Lingkup Materi
Lingkup mteri dalam penelitian ini adalah statistik rumah sakit.
3. Lingkup Lokasi
Lokasi dalam penelitian ini adalah bagian pelaporan di RSU PKU
Muhammadiyah Delanggu.
4. Lingkup Metode
Penelitian ini menggunakan metode penelitian secara deskriptif dengan
pengumpulan data melalui observasi dan wawancara.
5. Lingkup Objek
Objek dalam penelitian ini adalah Instalasi Rekam Medis bagian pelaporan
di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
6. Lingkup Waktu
Penelitian ini dilaksanakan pada 2018
F. Keaslian Penelitian
Tinjauan terhadap karya tulis ilmiah yang relevan dengan kompetensi yang
diambil dengan tujuan membandingkan keaslian Karya Tulis Ilmiah dan
mengetahui perbedaan serta persamaan dari beberapa judul Karya Tulis Ilmiah
sebelumnya dapat di lihat dalam tabel berikut:
6
Tabel 1.1
Keaslian Karya Tulis Ilmiah
No Judul KTI Oleh/ Lokasi Variable Metode
tahun penelitian yang diteliti penelitian
1 Tinjauan Trend Umi RSUD Trend Jenis
Indikator BOR, Marfuah/ Karanganyar Indikator penelitian
LOS, TOI dan BTO 2011083/ BOR, LOS, analisis
menurut Grafik APIKES TOI dan deskriptif
Baber Jhonson Di Citra BTO serta
RSUD Karanganyar Medika menurut pengumpula
tahun 2010-2013 Surakarta Grafik Baber n data
Jhonson Di dengan
RSUD observasi
Karanganyar dan
tahun 2010- wawancara
2013
2 Analisa Trend Zidnal RSUD RA Trend Metode
Indikator Rawat Inap Hanak/ Kartini Indikator observasi
menurut Bangsal D22.2013. Jepara Rawat Inap dan
Tahun 2010-2015 di 01349/ menurut wawancara
RSUD RA Kartini Universita Bangsal
7
Jepara s Dian Tahun 2010-
Nuswantor 2015 di
o RSUD RA
Semarang Kartini
Jepara
1. Penelitian oleh Umi Marfuah 2014 dengan judul “Tinjauan Trend Indikator
BOR, LOS, TOI dan BTO menurut Grafik Baber Jhonson Di RSUD
Karanganyar tahun 2010-2013”. Persamaan penelitian ini adalah metode
penelitian dan pengumpulan data dengan menggunakan metode penelitian
analisis deskriptif dan pengumpulan data dengan observasi dan wawancara.
Sedangkan perbedaannya adalah periode tahun, tempat penelitian.
2. Penelitian oleh Zidnal Hanak dengan judul “Analisa Trend Indikator Rawat
Inap menurut Bangsal Tahun 2010-2015 di RSUD RA Kartini Jepara”.
Persamaan penelitian ini adalah pada metode penelitian dengan
pengumpulan data observasi dan wawancara, sedangkan perbedaannya
adalah periode tahun, tempat penelitian.
G. Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh gambaran singkat, Karya Tulis Ilmiah ini dibagi dalam lima
bab yang secara garis besarnya bab demi bab disusun sebagai berikut:
8
BAB I PENDAHULUAN
Menjelaskan Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian,
Manfaat Penelitian, Lingkup Penelitian, Keaslian Penelitian dan
Sistematika Penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab II ini dijelaskan tentang rumah sakit, rekam medis, statistik
rumah sakit, sensus harian rawat inap, indikator rawat inap, Grafik
Baber Jhonson, trend, kerangka teori, dan kerangka konsep.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
Pada bab III ini dijelaskan tentang jenis penelitian, variabel
penelitian, definisi operasional, objek penelitian, instrumen
penelitian, pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada bab IV ini jelaskan tentang hasil pengamatan di rumah sakit dan
pembahasan.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab V ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
9
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Rumah Sakit
Rumah sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks,
padat pakar, dan padat modal. Kompleksitas ini mucul karena pelayanan rumah
sakit menyangkut berbagai fungsi pelayanan pendidikan, dan penelitian serta
mencakup berbagai tingkatan maupun jenis disiplin, agar rumah sakit mampu
melaksanakan fungsi yang profesional baik dibidang teknis medis maupun
administrasi kesehatan (Rustiyanto, 2010 : 27)
Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
340/MENKES/PER/III/2010, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan
yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang
menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.
B. Rekam Medis
Menurut PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008 yang dimaksud
rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas
pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan
pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Catatan merupakan tulisan-
tulisan yang dibuat oleh dokter atau dokter gigi mengenai tindakan-tindakan
yang dilakukan kepada pasien dalam rangka palayanan kesehatan.
10
Rekam medis dilaksanakan dengan tujuan tercapainya tertib administrasi
dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan di sarana pelayanan
kesehatan. Selain itu rekam medis juga memiliki kegunaan, kegunaan rekam
medis biasadikenaldengansingkatan “ALFRED” yaitu:
1. Administration (Administrasi)
Suatu berkas rekam medis yang berisi tentang tindakan berdasarkan wewenang
dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dan para medis dalam mencapai
tujuan pelayanan kesehatan.
2. Legal(Hukum)
Suatu berkas rekam medis yang berisi tentang adanya jaminan kepastian
hokum dasar keadilan pelayanan kesehatan sebagai usaha menegakkan hukum
serta penyediaan tanda bukti untuk menegakkan keadilan.
3. Financial (Keuangan)
Suatu berkas rekam medis yang dapat dijadikan sebagai bahan informasi untuk
menetapkan biaya pembayaran jasa pelayanan kesehatan. Tanpa adanya bukti
catatan tindakan atau pelayanan maka pembayaran tidak dapat
dipertanggungjawabkan.
4. Research(Penelitian)
Suatu berkas rekam medis yang mempunyai nilai penelitian karena isinya
menyangkut data atau informasi yang dapat digunakan sebagai aspek
penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan bidang kesehatan.
11
5. Education(Pendidikan)
Suatu berkas rekam medis yang berisi data-data yang dapat digunakan untuk
mengetahui kronologis suatu tindakan pelayanan medis yang diberikan kepada
pasien dan pelayanan medik yang diberikan kepada pasien dan mengetahui
sistem pengelolaan rekam medis.
6. Documentation(Dokumentasi).
Suatu berkas rekam medis yang digunakan sebagai sumber ingatan yang harus
didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan
sarana kesehatan.
C. Statistik Rumah Sakit
Statistik Rumah Sakit memiliki pengertian statistik yang menggunakan
dan mengolah sumber data dari pelayanan-pelayanan kesehatan di rumah sakit
untuk menghasilkan informasi, fakta dan pengetahuan berkaitan dengan
pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. (Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan
Indonesia Vol. 1 No.2 Tahun 2013).
Statistik rumah sakit menurut pendapat Sudra (2010:3) yaitu statistik
yang menggunakan dan mengolah sumber data dari pelayanan kesehatan di
rumah sakit untuk menghasilkan informasi, fakta dan pengetahuan berkaitan
dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dalam pelayanan pasien di rumah
sakit, data dikumpullkan setiap hari dari pasien rawat inap, rawat jalan, dan rawat
12
darurat. Data tersebut berguna untuk memantau perawatan pasien setiap hari,
mingguan, bulanan dan lain-lain.
Menurut Sudra (2010:3) informasi dari statistik rumah sakit digunakan
untuk berbagai kepentingan, antara lain :
1. Perencanaan, pemantauan pendapatan dan pengeluaran dari pasien olehpihak
manajemen rumah sakit
2. Pemantauan kinerja medis
3. Pemantauan kinerja non medis.
D. Sensus Harian Rawat Inap
1. Pengertian Sensus Harian Rawat Inap (SHRI)
Sensus harian pasien rawat inap adalah kegiatan pencacahan/
penghitungan pasien yang dilakukan setiap hari pada suatu ruang rawat inap.
Berisi tentang mutasi keluar masuk pasien selama 24 jam mulai dari pukul
00.00 sampai dengan 24.00.
2. Tujuan
Untuk memperoleh informasi semua pasien yang masuk dan keluar Rumah
Sakit selama 24 jam.
3. Kegunaan
a. Untuk mengetahui jumlah pasien masuk, pasien keluar Rumah Sakit,
meninggal di Rumah Sakit.
b. Untuk mengetahui tingkat penggunaan tempat tidur.
13
c. Untuk mengitung penyediaan sarana atau fasilitas pelayanan kesehatan.
4. Tanggung Jawab Pelaksanaan
a. Kepala perawat pada masing-masing ruang rawat inap bertanggungjawab
dalam pengisian sensus harian.
b. Perawat atau Bidan yang memutasikan pasien atau petugas yang ditunjuk
oleh kepala perawat ruang rawat inap melaksanakan pengisian sensus
harian sesuai petunjuk yang telah ditetapkan.
c. Formulir sensus harian disediakan oleh unit pencatatan medik Rumah
Sakit.
5. Mekanisme Pengisian
a. Sensus harian diisi segera setelah pasien masuk ruang rawat, pindah intern
Rumah Sakit dan keluar Rumah Sakit.
b. Sensus Harian untuk satu hari ditutup jam 24.00 dan sesudah itu dibuat
resume sensus harian untuk hari yang bersangkutan.
c. Jika ada pasien masuk Rumah Sakit atau keluar atau meninggal sesudah
jam 24.00 maka harus dicatat pada formulir sensus harian berikutnya.
d. Sensus harian dibuat rangkap tiga
1) 1 lembar untuk subbagian catatan medik
2) 1 lembar untuk P2RI
3) 1 lembar untuk arsip ruang rawat
e. Sensus harian dikirimkan pukul 08.00 setiap pagi.
14
f. Lain-lain Untuk Rumah Sakit kecil mekanisme pembuatan Sensus Harian
disesuaikan dengan kebutuhan (Depkes, 2005).
E. Indikator Rawat Inap
1. BOR (Bed Occupancy Rate)
Bed Occupancy Rate adalah angka yang menunjukkan prosentase
penggunaan tempat tidur pada periode tertentu. Indikator ini memberikan
gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit.
Menurut Baber Johnson nilai idealnya antara 75%-85%. (Sudra, 2010)
Rumus yang digunakan untuk menghitung adalah.
O
BOR x 100%
A
O
HP
t
Keterangan:
O = Rata-rata tempat tidur terpakai
A = Jumlah tempat tidur tersedia
HP = Hari perawatan
t = Jumlah hari dalam periode tertentu
2. ALOS (Average Lenght Of Stay)
Average Lenght Of Stay adalah rata-rata lama dirawatnya seorang
pasien. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efesien dan mutu
15
pelayanan. Menurut Barber Johnson, nilai idealnya antara 3-12 hari. (Sudra,
2010)
Rumus yang digunakan untuk menghitung adalah :
O
LOS xt
D
Keterangan:
O = Rata-rata tempat tidur terpakai
D= Jumlah pasien keluar (H+M)
t = Jumlah hari pada periode tertentu
HP = Hari perawatan
3. TOI (Turn Over Interval)
Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak terpakai
dari saat terisi ke saat berikutnya. Idikator ini menggambarkan tingkat
efisiensi pengunaan tempat tidur. Menurut Barber Johnson, idealnya tempat
tidur kosong hanya dalam waktu 1-3 hari. ( Sudra, 2010)
Rumus yang digunakan :
( A O)
TOI xt
D
Keterangan:
O = Rata-rata tempat tidur terpakai
D = Jumlah pasien keluar (H+M)
t = Jumlah hari pada periode tertentu
16
A = Jumlah tempat tidur yang tersedia
HP = Hari perawatan
4. BTO (Bed Turn Over)
Bed Turn Over adalah frekuensi pemakaian tmpat tidur, berapa kali
satuan waktu tempat tidur rumah sakit di pakai. Indikator ini memberikan
gambaran tingkat efisien dari pamakaian tempat tidur. Menurut Barber
Johnson, idealnya selama 1 tahun. 1 tempat tidur minimal 30 kali dipakai oleh
pasien. (Sudra, 2010)
Rumus yang di gunakan :
D
BTO
A
Keterangan:
D = Jumlah pasien keluar (H+M)
A = Jumlah tempat tidur tersedia
F. Grafik Baber Jhonson
1. Pengertian Grafik Barber Jonson
Pada tahun 1973, Barry Barber, A.A., PhD., First P., AFIMA dan
David Johnson, [Link] berusaha merumuskan dan memadukan empat
parameter untuk memantau dan menilai tingkat efisiensi penggunaan tempat
tidur tersedia untuk bangsal perawatan pasien.
17
Keempat parameter yang dipadukan tersebut yaitu BOR, ALOS, TOI,
dan BTO. Perpaduan keempat parameter tersebut lalu diwujudkan dalam
bentuk grafik yang akhirnya dikenal sebagai grafik Barber Johnson.
(Sudra,2010)
2. Manfaat Grafik Barber Johnson
Grafik Barber Johnson bisa dimanfaatkan untuk :
a. Membandingkan tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur tersedia dari
suatu unit (RS atau bangsal) dari waktu ke waktu dalam periode tertentu.
b. Memonitor perkembangan pencapaian target efisiensi penggunaan tempat
tidur tersedia yang telah ditentukan dalam suatu periode tertentu.
c. Membandingkan tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur tersedia antar
unit (misalnya antar bangsal disuatu RS) dalam periode tertentu
memantau dampak dari suatu penerapan kebijakan terhadap efisiensi
penggunaan tempat tidur tersedia.
d. Mengecek kebenaran laporan hasil perhitungan empat parameter efisiensi
penggunaan tempat tidur tersedia (BOR, ALOS, TOI, dan BTO). Jika
keempat garis bantunya berpotongan disatu titik berarti laporan hasil
perhitungan tersebut benar.
3. Cara membuat grafik Barber Johnson
Ketentuan-ketentuan yang harus diingat waktu membuat grafik Barber
Johnson yaitu :
18
a. Skala pada sumbu horizontal tidak harus sama dengan skala sumber
vertikal.
b. Skala pada suatu sumbu harus konsisten
c. Skala pada sumbu horizontal dan vertikal dimulai dariangka 0 dan
berhimpit membentuk koordinat 0,0.
d. Judul grafik harus secara jelas menyebutkan nama RS, nama bangsal (bila
perlu), dan periode waktu.
e. Garis bantu BOR yang akan dibuat dengan cara :
1) Tentukan nilai BOR yang akan dibuat garis bantunya,misalnya BOR =
75%
2) Tentukan koordinat titik bantu BOR nya sesuai nilai BOR
tersebut,misalnya untuk BOR 75% maka koordinat titik bantunya
adalah ALOS =nilai BOR dibagi 10, 75/10 = 7,5 dan TOI = 10-nilai
LOS =10-7,5 = 2,5. (Contoh lain, untuk membuat garis bantu BOR =
60% maka koordinat titik bantunya adalah ALOS = 6 dan TOI = 4
3) Tarik garis mulai dari koordinat 0,0 melewati titik bantu BOR tersebut
4) Beri keterangan, misalnya bahwa garis tersebut adalah BOR = 75%
f. Garis bantu BTO dibuat dengan cara :
1) Tentukan nilai BTO yang akan dibuat garis bantunya,misalnya BTO =
10
2) Tentukan titik bantu disumbu ALOS dan TOI (nilainya sama) dengan
cara : titik bantu (jumlah hari dalam periode laporan) dibagi (nilai
19
BTO) = 30/10 = 3. Jadi lokasi titik bantunya adalah ALOS = 3 dan
TOI = 3 (contoh lain,untuk membuat garis bantu BTO = 20 untuk
periode tribulan 1 maka titik bantunya adalah ALOS = 4,5 dan TOI =
4,5. Angka 4,5 ini didapat dari 90/20, dimana 90 adalah jumlah hari
dalam periode tribulan satu dan 20 adalah nilai BTO yang akan dibuat
garis bantunya).
3) Tarik garis yang menghubungkan kedua titik bantu tersebut.
4) Beri keterangan, misalnya bahwa garis tersebut adalah BTO = 10.
g. Daerah efisiensi dibuat dan merupakan daerah oleh perpotongan garis :
1) TOI = 1
2) TOI = 3
3) BOR = 75%
4) ALOS = 12
4. Cara menggunakan grafik Barber Johnson
Setelah blangko grafik Barber Johnson dibuat sesuai ketentuan
tersebut diatas maka bisa dimulai menggunakannya untuk menilai efisiensi
penggunaan tempat tidur tersedia di suatu RS atau bangsal pada periode
tertentu dengan cara berikut ini :
a. Siapkan data yang dibutuhkan untuk menghitung empat parameter (BOR,
ALOS, TOI, dan BTO) untuk periode yanga akan dibuat grafik Barber
Johnson nya. Periode Barber Johnson bisa tahunan,semester,tribulan, atau
bulanan. Data ini bisa diambil dari lembar laporan RL-1 periode yang
20
bersangkutan atau lembar RP (Rekapitulasi bulanan SHRI) atau sumber
lainnya.
b. Hitung nilai BOR, ALOS,TOI, dan BTO untuk periode tersebut.
c. Tentukan titik Barber Johnson dalam grafik Barber Johnson yang
merupakan perpotongan dari keempat nilai parameter tersebut dengan cara
sebagai berikut :
1) Tarik garis bantu BOR = 80%
2) Tarik garis bantu ALOS = 14,6
3) Tarik garis bantu TOI = 3,65
4) Tarik garis bantu BTO =20
5. Cara Membuat Grafik Barber Johnson
Saat membaca grafik Barber Johnson, lihatlah posisi Barber Johnson
terhadap daerah efisien. Apabila titik Barber Johnson terletak dalam daerah
efisiensi berarti penggunaan tempat tidur tersedia pada periode yang
bersangkutan sudah efisiensi. Sebaliknya, apabila titik Barber Johnson masih
berada diluar daerah efisien berarti penggunaan tempat tidur tersedia pada
periode tersebut masih belum efisien.
G. Trend
1. Pengertian Analisis Trend
Analisis trend merupakan suatu metode analisis statistika yang
ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa yang
21
akan datang. Untuk melaukan peramalan dengan baik maka dibutuhkan
berbagai macam informasi (data)yang cukup banyak dan diamati dalam
periode waktu yang relatif cukup panjang, sehingga hasil analisis tersebut
dapat mengetahui sampai berapa besar fluktuasi yang terjadi dan faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhi terhadap perubahan tersebut.
2. Trend Linier
Trend linier dapat di gunakan untuk menentukan nilai proyeksi suatu
variabela atau periode yang akan datang, baik jangka pendek maupun jangka
panjang. Nilai proyeksi trend linier selalu memiliki kecenderungan positif
yang artinya menunjukkan peningkatan.
Metode yang dapat digunakan untuk analisis time series (trend linier) ini
adalah :
a. Metode Garis Linier Secara Bebas (Free Hand Method)
b. Metode Setengah Rata-rata (Semi Average Method)
c. Metode Rata-rata Bergerak (Moving Average Method) dan
d. Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method)
22
H. Kerangka Teori
Rumah Sakit
Instalasi Rekam Medis
Pengambilan Keputusan
oleh Pimpinan Rumah
SHRI
Sakit / Direktur
Pengolahan data:
1. Perhitungan BOR, ALOS, TOI, BTO
2. Perhitungan Nilai Trend
Evaluasi
Gambar 2.1 Kerangka Teori
23
I. Kerangka Konsep
Input Proses Output
1. Tempat tidur 1. Menghitung BOR, 1. Nilai BOR,
ALOS, TOI dan ALOS, TOI dan
tersedia (A)
BTO BTO tahun 2015-
2. Jumlah pasien
2. Menghitung trend 2017
keluar hidup dan indikator BOR, 2. Nilai trend
ALOS, TOI dan indikator BOR,
mati (D)
BTO ALOS, TOI dan
3. Jumlah hari (t)
3. Mengetahui nilai BTO tahun 2015-
4. Jumlah hari trend indikator 2017
BOR, ALOS, TOI 3. Kecenderungan
perawatan (HP)
dan BTO nilai BOR,
ALOS, TOI dan
BTO tahun 2015-
2017
Gambar 2.2 Kerangka Konsep
24
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
deskriptif, yaitu dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau
mendeskripsikan dari nilai hasil perhitungan BOR, ALOS, TOI, dan BTO di
RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
2. Metode Pengambilan Data
Metode pengambilan data dalam penelitian ini adalah metode
observasi, yaitu dengan mengamati dibagian pelaporan rekam medis di RSU
PKU Muhammadiyah Delanggu dan mencatat secara sistematis terhadap
subjek penelitian. Kegiatan observasi meliputi mencatat, pertimbangan dan
penilaian. Selain menggunakan metode observasi, dalam penelitian ini juga
menggunakan metode wawancara, yaitu pengumpulan data dengan cara tanya
jawab antara pewanwancara dengan responden yang dilakukan secara
langsung (Saryono, 2013 180). Adapun kegiatan wawancara dilakukan
dengan salah satu petugas bagian pelaporan RSU PKU Muhammadiyah
Delanggu.
3. Pendekatan
25
Pendekatan dalam pengambilan data ini menggunakan pendekatan
restropektif, dimana pengumpulan data dimulai dari akibat yang terjadi pada
masa lalu dan dilakukan analisis terhadap variabel yang bersangkutan
(Notoatmodjo, 2012 :27). Adapun data yang diambil adalah data pada tahun
sebelumnya yaitu hasil rekapitulasi tahun 2015-2017.
B. Identifikasi Variabel
Menurut Saryono, (2013) :143) variabel merupakan gejala yang
bervariasi, dan gejala merupakan obyek penelitian. Jadi variable adalah obyek
penelitian yang bervariasi. Variabel dalam penelitian ini adalah rekapitulasi
sensus harian rawat inap yang meliputi:
1. Hari Perawatan (HP) pada tahun 2015-2017
2. Jumlah Hari (t) pada tahun 2015-2017
3. Jumlah Tempat Tidur Tersedia (A) pada tahun 2015-2017
4. Jumlah Tempat Tidut Terpakai (O) pada tahun 2015-2017
5. Pasien keluar hidup dan mati (D) pada tahun 2015-2017
6. BOR (Bed Occupancy Rate)
7. ALOS (Averange Length Of Stay)
26
8. TOI (Turn Over Interval)
9. BTO (Bed Turn Over)
10. Trend
11. Grafik Barber Johnson
C. Definisi Operasional
Table 3.1
Defnisi Operasional
No Variabel Definisi
1 Hari Perawatan (HP) Jumlah pasien yang ada saat dilakukan sensus ditambah
pasien yang masuk dan keluar pada hari yang sama
pada hari sensus diambil jumlah/ jumlah pasien yang
menggunakan tempat tidur dalam periode waktu 24
jam.
2 Jumlah Hari (t) Jumlah hari pada periode tertentu.
3 Jumlah Tempat Tidur Tidur Jumlah tempat tidur yang tersedia dan siap
Tersedia (A) digunakan sewaktu-waktu untuk pelayanan rawat inap
di masing-masing bangsal, sebagai catatan bahwa
27
jumlah tempat tidur merupakan jumlah tempat tidur
kosong dan terisi yang siap untuk digunakan
4 Jumlah Tempat Tidur Jumlah tempat tidur yang tersedia yang terisi atau
Terpakai (O) digunakan untuk tempat perawatan.
5 Pasien keluar hidup Banyaknya pasien rawat inap yang keluar dari rumah
dan mati (D) sakit baik dalam keadaan hidup maupun mati setelah
dilakukan perawatan.
6 BOR (Bed Prosentase pemakaian tempat tidur pada periode
Occupancy Rate) tertentu yang diketahui dari rata-rata tempat tidur siap
pakai dikali seratus persen. Rumus BOR = O/A x 100
%.
7 ALOS (Averange Rata-rata jumlah hari pasien dirawat inap di rumah sakit
Length of Stay) yang diketahui dari rata-rata tempat tidur terisi dikali
dengan waktu dalam periode tertentu dibagi dengan
jumlah pasien keluar hidup dan mati. Rumus ALOS =
O x t/D.
8 TOI (Turn Over Rata- rata jumlah hari sebuah tempat tidur tidak
Interval) ditempati untuk perawatan pasien. Rumus TPI = (A-O)
x t/D.
28
9 BTO (Bed Turn Berapa kali suatu tempat tidur dipakai oleh pasien pada
Over) periode tertentu yang dapat diketahui dari jurnlah
pasien keluar hidup dan mati dibagi dengan jumiah
tempat tidur siap pakai. Rumus BTO = D/A .
10 Trend Suatu gerakan (kecenderungan) naik atuu turun dalam
jangka panjang seperti diperoleh dari rata rata
perubahan dari waktu ke waktu.
11 Grafik Baber Grafik yang diciptakan oleh Barry Barber dan Davit
Jhonson Johnson dengan memadukan empat parameter yaitu
BOR, ALOS, TOI dun BTO.
D. Objek Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah hasil rekapitulasi sensus harian rawat
inap tahun 2015 - 2017 yang di dapat dari Instalasi Rekam Medis RSU PKU
Muhammadiyah Delanggu bagian pelaporan.
E. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mencatat dalam
pengambilan data dalam suatu penelitian. Instrumen yang digunakan dalam
penelitian ini adalah:
1. Tabel kerja
29
Tabel kerja untuk mencatat data tentang tempat tidur tersedia (A),
jumlah puisien keluar hidup dan mati (D), jumlah hari (t), dan jumlah hari
perawatan (HP) di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
2. Pedoman Obscrvasi dan Wawancara
Pedoman observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
mengamati dibagian pelaporan dan mencatat secara sistematis terhadap
masalah yang akan diteliti, selain itu juga mengambil data atau formulir yang
akan digunakan di tempat pelaporan. Sedangkan pedomar wawancara yang
digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kertas yang berisi sejumlah
pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh informasi. Informasi itu
diperolch dari narasumber atau responden yaitu petugas pelaporan di Instalasi
Rekam Medis RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
3. Komputer
Mengaplikasikan perhitungan nilai BOR, ALOS, TOI dan BTO ke
dalam grafik Barber Jhonson dan Grafik Trend.
F. Cara Pengumpulan Data
G. Pengolahan Data
30
Pengolahan data dalam penclitian ini adalah sebagai berikut:
1. Collecting
Pcneliti mengumpulkan data data yang dibutuhkan. Data berasal dari
bagian pelaporan Instalasi Rekam Medis RSU PKU Muhammadiyah Delanggu
2. Ediring
Editing yaitu langkah mengkoreksi dan melengkapi data yang telah
dikumpulkan dari sensus harian rawat inap di RSU PKU Muhammadiyah
Delanggu tahun 2015-2017.
3. Klasifikasi
Klasifikasi adalah langkah mengelompokkan data yang telah
dikumpulkan untuk mempermudah perhitungan.
4. Tabulasi
Tabulasi adalah langkah memasukkan data yang telah dikumpulkan
olch peneliti dalam tabel.
5. Perhitungan
Data yang telah dikumpulkan digumakan untuk menghitung BOR,
ALOS, TOI dan BTO di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.
6. Penyajian data
31
Penyajian data adalah langkah untuk menyajikan data dan hasil
perhitungan BOR, ALOS, TOI dan BTO di RSU PKU Muhammadiyah
Delanggu kedalan bentuk tabel ataupun grafik.
H. Analisis Data
Hasil penelitian ini dianalisis dengan menegunakan analisis deskriptif,
yaitu dengan cara menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah
dikumpulkan dan kemudian data diolah hingga menghasilkan nilai BOR, ALOS,
TOI dan BTO. Trend dianalisis secara time series, yaitu pengamatan yang
dilakukan dengan deretan nilai nilai variabel menurut waktu, dimana
penggambaran time series secara grafik dapat dilakukan dengan cara
menggambarkan suatu titik pada susunan koordinat tegak lurus. Dengan memakai
nilai variabel tersebut sebagai ordinatnya dan angka yang menunjukkan waktu
sebagai absis.
32