0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan32 halaman

Analisis Trend Indikator Rawat Inap 2015-2017

Wer

Diunggah oleh

Pramita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan32 halaman

Analisis Trend Indikator Rawat Inap 2015-2017

Wer

Diunggah oleh

Pramita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISIS TREND INDIKATOR RAWAT INAP MENURUT GRAFIK

BABER JHONSON DI RSU PKU MUHAMMADIYAH

DELANGGUTAHUN 2015-2017

KARYA RULIS ILMIAH

Disusun Untuk Memanuhi Salah Satu Syarat Dalam Menyelesaikan Program Studi

Diploma III Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

APIKES CITRA MEDIKA SURAKARTA

Oleh:

Pramita Zulfiyanti

2016084

AKADEMI PEREKAM MEDIK DAN INFORMATIKA KESEHATAN

APIKES CITRA MEDIKA SURAKARTA

2018

1
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Rumah Sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks,

padat pakar, padat modal (Rustiyanto, 2010 : 27). Sedangkan menurut Undang-

Undang Republik Indonesia tentang Rumah Sakit Nomor 44 Tahun 2009, rumah

sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan

kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap,

rawat jalan, dan gawat darurat.

Rumah sakit harus ditunjang dengan sarana yang memadahi salah satunya

adalah dengan menyelenggarakan rekamedis. Rekamedis berperan dalam

menyediakan informasi yang dapat dipakai sebagai alat untuk menganalisa dan

evaluasi terhadap kualitas pelayanan yang diberikan kepada pasien (Rustiyanto,

2010 : 21).

Menurut pasal 1 PERMENKES 269/MENKES/PER/III/2008 rekam medis

adalah berkas yang berisikan catatan dan dokumen tentang identitas pasien,

pemeriksaan, pengobatan, tindakan, dan pelayanan lain yang telah diberikan pada

pasien.

Sedangkan menurut DepKes RI (2006) rekam medis dapat diartikan sebagai

keterangan baik yang tertulis maupun yang terekam tentang identitas, anamnesa,

pemeriksaan fisik laboratorium, diagnose, serta segala pelayanan dan tindakan

2
medis yang diberikan kepada pasien dan pengobatan baik yang rawat inap, rawat

jalan, maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat. Proses kegiatan

peyelenggaraan rekamedis dimulai pada saat diterimanya pasien dirumah sakit,

dilanjutkan dengan kegiatan pencatatan data medis pasien oleh dokter/dokter

gigi/tenaga kesehatan lainya yang memberikan pelayanan kesehatan langsung

kepada pasien.

Instalasi rekam medis selain memberi pelayanan secara langsung kepada

pasien juga berperan penting dalam menyediakan data atau informasi tentang

kegiatan pelayanan dirumah sakit. Data yang dihasilkan dari instalasi rekamedis

digunakan untuk mengolah data yang selanjutnya digunakan untuk menyusun

laporan rumah sakit. Salah satu informasi yang dihasilkan dalam instalasi

rekamedis adalah efisiensi penggunaanempat tidur dengan indikator Bed

Occupancy Rate (BOR), Average Length og Stay (ALOS), Turn Over Interval

(TOI), Bed Turn Over (BTO).

RSU PKU Muhammadiyah Delanggu merupakan rumah sakit kelas D

dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.03.05/I/1599/11 tentang Penetapan

Kelas RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, sejak 28 Juni 2011. Di RSU PKU

Muhammadiyah Delanggu untuk perhitungan trend indikator BOR (Bed

Occupancy Rate, ALOS (Average Length og Stay), TOI (Turn Over Interval),

BTO (Bed Turn Over) belum pernah dilakukan. Di RSU PKU Muhammadiyah

Delanggu pada tahun 2015-2017 mengalami perubahan tempat tidur yang tersedia

di unit rawat inap. Berdasarkan pertimbangan di atas penulis tertarik untuk

3
melakukan penelitian di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu dengan judul

“Analisis Trend Indikator Rawat Inap menurut Grafik Baber Jhonson Di PKU

Muhammadiyah Delanggu tahun 2015-2017”.

B. Rumusan Masalah

Bagaimanakah Analisis Trend Indikator Rawat Inap menurut Grafik Baber

Jhonson Di PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2015-2017?

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Menganalisa Trend Indikator Rawat Inap menurut Grafik Baber Jhonson di

PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2015-2017

2. Tujuan Khusus

a. Menghitung BOR, ALOS, TOI dan BTO di RSU PKU Muhammadiyah

Delanggu tahun 2015-2017.

b. Menghitung Trend Indikator BOR, ALOS, TOI dan BTO di RSU PKU

Muhammadiyah Delanggu tahun 2015-2017.

c. Mengetahui kecenderungan Trend Indikator BOR, ALOS, TOI dan BTO

di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu tahun 2015-2017.

4
D. Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini diharapkan akan memberikan beberapa manfaat sebagai

berikut:

1. Bagi Penulis

a. Menambah wawasan dan pengalaman dalam menghitung trend indikator

BOR, ALOS, TOI dan BTO.

b. Mengaplikasikan teori yang telah didapatkan selama perkuliahan.

c. Sebagai latihan bagi peneliti sebelum memasuki dunia kerja.

2. Bagi Akademik

a. Sebagai referensi bagi perpustakaan APIKES Citra Medika Surakarta

demi perkembangan ilmu rekam medis.

b. Sebagai sarana untuk mengukur seberapa jauh pemahaman mahasiswa

terhadap teori yang diberikan sehingga menjadi bahan evaluasi bagi

akademik.

3. Bagi Rumah Sakit

Sebagai bahan masukan dan pertimbangan serta evaluasi bagi pihak rumah

sakit dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan mutu pelayanan

kesehatan.

E. Ruang Lingkup

1. Lingkup Keilmuan

5
Lingkup keilmuan dalam penelitian ini adalah ilmu rekam medis dari

informasi kesehatan.

2. Lingkup Materi

Lingkup mteri dalam penelitian ini adalah statistik rumah sakit.

3. Lingkup Lokasi

Lokasi dalam penelitian ini adalah bagian pelaporan di RSU PKU

Muhammadiyah Delanggu.

4. Lingkup Metode

Penelitian ini menggunakan metode penelitian secara deskriptif dengan

pengumpulan data melalui observasi dan wawancara.

5. Lingkup Objek

Objek dalam penelitian ini adalah Instalasi Rekam Medis bagian pelaporan

di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.

6. Lingkup Waktu

Penelitian ini dilaksanakan pada 2018

F. Keaslian Penelitian

Tinjauan terhadap karya tulis ilmiah yang relevan dengan kompetensi yang

diambil dengan tujuan membandingkan keaslian Karya Tulis Ilmiah dan

mengetahui perbedaan serta persamaan dari beberapa judul Karya Tulis Ilmiah

sebelumnya dapat di lihat dalam tabel berikut:

6
Tabel 1.1

Keaslian Karya Tulis Ilmiah

No Judul KTI Oleh/ Lokasi Variable Metode

tahun penelitian yang diteliti penelitian

1 Tinjauan Trend Umi RSUD Trend Jenis

Indikator BOR, Marfuah/ Karanganyar Indikator penelitian

LOS, TOI dan BTO 2011083/ BOR, LOS, analisis

menurut Grafik APIKES TOI dan deskriptif

Baber Jhonson Di Citra BTO serta

RSUD Karanganyar Medika menurut pengumpula

tahun 2010-2013 Surakarta Grafik Baber n data

Jhonson Di dengan

RSUD observasi

Karanganyar dan

tahun 2010- wawancara

2013

2 Analisa Trend Zidnal RSUD RA Trend Metode

Indikator Rawat Inap Hanak/ Kartini Indikator observasi

menurut Bangsal D22.2013. Jepara Rawat Inap dan

Tahun 2010-2015 di 01349/ menurut wawancara

RSUD RA Kartini Universita Bangsal

7
Jepara s Dian Tahun 2010-

Nuswantor 2015 di

o RSUD RA

Semarang Kartini

Jepara

1. Penelitian oleh Umi Marfuah 2014 dengan judul “Tinjauan Trend Indikator

BOR, LOS, TOI dan BTO menurut Grafik Baber Jhonson Di RSUD

Karanganyar tahun 2010-2013”. Persamaan penelitian ini adalah metode

penelitian dan pengumpulan data dengan menggunakan metode penelitian

analisis deskriptif dan pengumpulan data dengan observasi dan wawancara.

Sedangkan perbedaannya adalah periode tahun, tempat penelitian.

2. Penelitian oleh Zidnal Hanak dengan judul “Analisa Trend Indikator Rawat

Inap menurut Bangsal Tahun 2010-2015 di RSUD RA Kartini Jepara”.

Persamaan penelitian ini adalah pada metode penelitian dengan

pengumpulan data observasi dan wawancara, sedangkan perbedaannya

adalah periode tahun, tempat penelitian.

G. Sistematika Penulisan

Untuk memperoleh gambaran singkat, Karya Tulis Ilmiah ini dibagi dalam lima

bab yang secara garis besarnya bab demi bab disusun sebagai berikut:

8
BAB I PENDAHULUAN

Menjelaskan Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan Penelitian,

Manfaat Penelitian, Lingkup Penelitian, Keaslian Penelitian dan

Sistematika Penulisan.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab II ini dijelaskan tentang rumah sakit, rekam medis, statistik

rumah sakit, sensus harian rawat inap, indikator rawat inap, Grafik

Baber Jhonson, trend, kerangka teori, dan kerangka konsep.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab III ini dijelaskan tentang jenis penelitian, variabel

penelitian, definisi operasional, objek penelitian, instrumen

penelitian, pengumpulan data, pengolahan data dan analisis data.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada bab IV ini jelaskan tentang hasil pengamatan di rumah sakit dan

pembahasan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab V ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran.

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

9
BAB II

LANDASAN TEORI

A. Rumah Sakit

Rumah sakit adalah suatu institusi pelayanan kesehatan yang kompleks,

padat pakar, dan padat modal. Kompleksitas ini mucul karena pelayanan rumah

sakit menyangkut berbagai fungsi pelayanan pendidikan, dan penelitian serta

mencakup berbagai tingkatan maupun jenis disiplin, agar rumah sakit mampu

melaksanakan fungsi yang profesional baik dibidang teknis medis maupun

administrasi kesehatan (Rustiyanto, 2010 : 27)

Menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.

340/MENKES/PER/III/2010, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan

yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang

menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.

B. Rekam Medis

Menurut PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008 yang dimaksud

rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas

pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan

pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Catatan merupakan tulisan-

tulisan yang dibuat oleh dokter atau dokter gigi mengenai tindakan-tindakan

yang dilakukan kepada pasien dalam rangka palayanan kesehatan.

10
Rekam medis dilaksanakan dengan tujuan tercapainya tertib administrasi

dalam rangka upaya peningkatan pelayanan kesehatan di sarana pelayanan

kesehatan. Selain itu rekam medis juga memiliki kegunaan, kegunaan rekam

medis biasadikenaldengansingkatan “ALFRED” yaitu:

1. Administration (Administrasi)

Suatu berkas rekam medis yang berisi tentang tindakan berdasarkan wewenang

dan tanggung jawab sebagai tenaga medis dan para medis dalam mencapai

tujuan pelayanan kesehatan.

2. Legal(Hukum)

Suatu berkas rekam medis yang berisi tentang adanya jaminan kepastian

hokum dasar keadilan pelayanan kesehatan sebagai usaha menegakkan hukum

serta penyediaan tanda bukti untuk menegakkan keadilan.

3. Financial (Keuangan)

Suatu berkas rekam medis yang dapat dijadikan sebagai bahan informasi untuk

menetapkan biaya pembayaran jasa pelayanan kesehatan. Tanpa adanya bukti

catatan tindakan atau pelayanan maka pembayaran tidak dapat

dipertanggungjawabkan.

4. Research(Penelitian)

Suatu berkas rekam medis yang mempunyai nilai penelitian karena isinya

menyangkut data atau informasi yang dapat digunakan sebagai aspek

penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan bidang kesehatan.

11
5. Education(Pendidikan)

Suatu berkas rekam medis yang berisi data-data yang dapat digunakan untuk

mengetahui kronologis suatu tindakan pelayanan medis yang diberikan kepada

pasien dan pelayanan medik yang diberikan kepada pasien dan mengetahui

sistem pengelolaan rekam medis.

6. Documentation(Dokumentasi).

Suatu berkas rekam medis yang digunakan sebagai sumber ingatan yang harus

didokumentasikan dan dipakai sebagai bahan pertanggungjawaban dan laporan

sarana kesehatan.

C. Statistik Rumah Sakit

Statistik Rumah Sakit memiliki pengertian statistik yang menggunakan

dan mengolah sumber data dari pelayanan-pelayanan kesehatan di rumah sakit

untuk menghasilkan informasi, fakta dan pengetahuan berkaitan dengan

pelayanan kesehatan di Rumah Sakit. (Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan

Indonesia Vol. 1 No.2 Tahun 2013).

Statistik rumah sakit menurut pendapat Sudra (2010:3) yaitu statistik

yang menggunakan dan mengolah sumber data dari pelayanan kesehatan di

rumah sakit untuk menghasilkan informasi, fakta dan pengetahuan berkaitan

dengan pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dalam pelayanan pasien di rumah

sakit, data dikumpullkan setiap hari dari pasien rawat inap, rawat jalan, dan rawat

12
darurat. Data tersebut berguna untuk memantau perawatan pasien setiap hari,

mingguan, bulanan dan lain-lain.

Menurut Sudra (2010:3) informasi dari statistik rumah sakit digunakan

untuk berbagai kepentingan, antara lain :

1. Perencanaan, pemantauan pendapatan dan pengeluaran dari pasien olehpihak

manajemen rumah sakit

2. Pemantauan kinerja medis

3. Pemantauan kinerja non medis.

D. Sensus Harian Rawat Inap

1. Pengertian Sensus Harian Rawat Inap (SHRI)

Sensus harian pasien rawat inap adalah kegiatan pencacahan/

penghitungan pasien yang dilakukan setiap hari pada suatu ruang rawat inap.

Berisi tentang mutasi keluar masuk pasien selama 24 jam mulai dari pukul

00.00 sampai dengan 24.00.

2. Tujuan

Untuk memperoleh informasi semua pasien yang masuk dan keluar Rumah

Sakit selama 24 jam.

3. Kegunaan

a. Untuk mengetahui jumlah pasien masuk, pasien keluar Rumah Sakit,

meninggal di Rumah Sakit.

b. Untuk mengetahui tingkat penggunaan tempat tidur.

13
c. Untuk mengitung penyediaan sarana atau fasilitas pelayanan kesehatan.

4. Tanggung Jawab Pelaksanaan

a. Kepala perawat pada masing-masing ruang rawat inap bertanggungjawab

dalam pengisian sensus harian.

b. Perawat atau Bidan yang memutasikan pasien atau petugas yang ditunjuk

oleh kepala perawat ruang rawat inap melaksanakan pengisian sensus

harian sesuai petunjuk yang telah ditetapkan.

c. Formulir sensus harian disediakan oleh unit pencatatan medik Rumah

Sakit.

5. Mekanisme Pengisian

a. Sensus harian diisi segera setelah pasien masuk ruang rawat, pindah intern

Rumah Sakit dan keluar Rumah Sakit.

b. Sensus Harian untuk satu hari ditutup jam 24.00 dan sesudah itu dibuat

resume sensus harian untuk hari yang bersangkutan.

c. Jika ada pasien masuk Rumah Sakit atau keluar atau meninggal sesudah

jam 24.00 maka harus dicatat pada formulir sensus harian berikutnya.

d. Sensus harian dibuat rangkap tiga

1) 1 lembar untuk subbagian catatan medik

2) 1 lembar untuk P2RI

3) 1 lembar untuk arsip ruang rawat

e. Sensus harian dikirimkan pukul 08.00 setiap pagi.

14
f. Lain-lain Untuk Rumah Sakit kecil mekanisme pembuatan Sensus Harian

disesuaikan dengan kebutuhan (Depkes, 2005).

E. Indikator Rawat Inap

1. BOR (Bed Occupancy Rate)

Bed Occupancy Rate adalah angka yang menunjukkan prosentase

penggunaan tempat tidur pada periode tertentu. Indikator ini memberikan

gambaran tinggi rendahnya tingkat pemanfaatan tempat tidur rumah sakit.

Menurut Baber Johnson nilai idealnya antara 75%-85%. (Sudra, 2010)

Rumus yang digunakan untuk menghitung adalah.

O
BOR  x 100%
A

O
 HP
t

Keterangan:

O = Rata-rata tempat tidur terpakai

A = Jumlah tempat tidur tersedia

HP = Hari perawatan

t = Jumlah hari dalam periode tertentu

2. ALOS (Average Lenght Of Stay)

Average Lenght Of Stay adalah rata-rata lama dirawatnya seorang

pasien. Indikator ini memberikan gambaran tingkat efesien dan mutu

15
pelayanan. Menurut Barber Johnson, nilai idealnya antara 3-12 hari. (Sudra,

2010)

Rumus yang digunakan untuk menghitung adalah :

O
LOS  xt
D

Keterangan:

O = Rata-rata tempat tidur terpakai

D= Jumlah pasien keluar (H+M)

t = Jumlah hari pada periode tertentu

HP = Hari perawatan

3. TOI (Turn Over Interval)

Turn Over Interval adalah rata-rata hari tempat tidur tidak terpakai

dari saat terisi ke saat berikutnya. Idikator ini menggambarkan tingkat

efisiensi pengunaan tempat tidur. Menurut Barber Johnson, idealnya tempat

tidur kosong hanya dalam waktu 1-3 hari. ( Sudra, 2010)

Rumus yang digunakan :

( A  O)
TOI  xt
D

Keterangan:

O = Rata-rata tempat tidur terpakai

D = Jumlah pasien keluar (H+M)

t = Jumlah hari pada periode tertentu

16
A = Jumlah tempat tidur yang tersedia

HP = Hari perawatan

4. BTO (Bed Turn Over)

Bed Turn Over adalah frekuensi pemakaian tmpat tidur, berapa kali

satuan waktu tempat tidur rumah sakit di pakai. Indikator ini memberikan

gambaran tingkat efisien dari pamakaian tempat tidur. Menurut Barber

Johnson, idealnya selama 1 tahun. 1 tempat tidur minimal 30 kali dipakai oleh

pasien. (Sudra, 2010)

Rumus yang di gunakan :

D
BTO 
A

Keterangan:

D = Jumlah pasien keluar (H+M)

A = Jumlah tempat tidur tersedia

F. Grafik Baber Jhonson

1. Pengertian Grafik Barber Jonson

Pada tahun 1973, Barry Barber, A.A., PhD., First P., AFIMA dan

David Johnson, [Link] berusaha merumuskan dan memadukan empat

parameter untuk memantau dan menilai tingkat efisiensi penggunaan tempat

tidur tersedia untuk bangsal perawatan pasien.

17
Keempat parameter yang dipadukan tersebut yaitu BOR, ALOS, TOI,

dan BTO. Perpaduan keempat parameter tersebut lalu diwujudkan dalam

bentuk grafik yang akhirnya dikenal sebagai grafik Barber Johnson.

(Sudra,2010)

2. Manfaat Grafik Barber Johnson

Grafik Barber Johnson bisa dimanfaatkan untuk :

a. Membandingkan tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur tersedia dari

suatu unit (RS atau bangsal) dari waktu ke waktu dalam periode tertentu.

b. Memonitor perkembangan pencapaian target efisiensi penggunaan tempat

tidur tersedia yang telah ditentukan dalam suatu periode tertentu.

c. Membandingkan tingkat efisiensi penggunaan tempat tidur tersedia antar

unit (misalnya antar bangsal disuatu RS) dalam periode tertentu

memantau dampak dari suatu penerapan kebijakan terhadap efisiensi

penggunaan tempat tidur tersedia.

d. Mengecek kebenaran laporan hasil perhitungan empat parameter efisiensi

penggunaan tempat tidur tersedia (BOR, ALOS, TOI, dan BTO). Jika

keempat garis bantunya berpotongan disatu titik berarti laporan hasil

perhitungan tersebut benar.

3. Cara membuat grafik Barber Johnson

Ketentuan-ketentuan yang harus diingat waktu membuat grafik Barber

Johnson yaitu :

18
a. Skala pada sumbu horizontal tidak harus sama dengan skala sumber

vertikal.

b. Skala pada suatu sumbu harus konsisten

c. Skala pada sumbu horizontal dan vertikal dimulai dariangka 0 dan

berhimpit membentuk koordinat 0,0.

d. Judul grafik harus secara jelas menyebutkan nama RS, nama bangsal (bila

perlu), dan periode waktu.

e. Garis bantu BOR yang akan dibuat dengan cara :

1) Tentukan nilai BOR yang akan dibuat garis bantunya,misalnya BOR =

75%

2) Tentukan koordinat titik bantu BOR nya sesuai nilai BOR

tersebut,misalnya untuk BOR 75% maka koordinat titik bantunya

adalah ALOS =nilai BOR dibagi 10, 75/10 = 7,5 dan TOI = 10-nilai

LOS =10-7,5 = 2,5. (Contoh lain, untuk membuat garis bantu BOR =

60% maka koordinat titik bantunya adalah ALOS = 6 dan TOI = 4

3) Tarik garis mulai dari koordinat 0,0 melewati titik bantu BOR tersebut

4) Beri keterangan, misalnya bahwa garis tersebut adalah BOR = 75%

f. Garis bantu BTO dibuat dengan cara :

1) Tentukan nilai BTO yang akan dibuat garis bantunya,misalnya BTO =

10

2) Tentukan titik bantu disumbu ALOS dan TOI (nilainya sama) dengan

cara : titik bantu (jumlah hari dalam periode laporan) dibagi (nilai

19
BTO) = 30/10 = 3. Jadi lokasi titik bantunya adalah ALOS = 3 dan

TOI = 3 (contoh lain,untuk membuat garis bantu BTO = 20 untuk

periode tribulan 1 maka titik bantunya adalah ALOS = 4,5 dan TOI =

4,5. Angka 4,5 ini didapat dari 90/20, dimana 90 adalah jumlah hari

dalam periode tribulan satu dan 20 adalah nilai BTO yang akan dibuat

garis bantunya).

3) Tarik garis yang menghubungkan kedua titik bantu tersebut.

4) Beri keterangan, misalnya bahwa garis tersebut adalah BTO = 10.

g. Daerah efisiensi dibuat dan merupakan daerah oleh perpotongan garis :

1) TOI = 1

2) TOI = 3

3) BOR = 75%

4) ALOS = 12

4. Cara menggunakan grafik Barber Johnson

Setelah blangko grafik Barber Johnson dibuat sesuai ketentuan

tersebut diatas maka bisa dimulai menggunakannya untuk menilai efisiensi

penggunaan tempat tidur tersedia di suatu RS atau bangsal pada periode

tertentu dengan cara berikut ini :

a. Siapkan data yang dibutuhkan untuk menghitung empat parameter (BOR,

ALOS, TOI, dan BTO) untuk periode yanga akan dibuat grafik Barber

Johnson nya. Periode Barber Johnson bisa tahunan,semester,tribulan, atau

bulanan. Data ini bisa diambil dari lembar laporan RL-1 periode yang

20
bersangkutan atau lembar RP (Rekapitulasi bulanan SHRI) atau sumber

lainnya.

b. Hitung nilai BOR, ALOS,TOI, dan BTO untuk periode tersebut.

c. Tentukan titik Barber Johnson dalam grafik Barber Johnson yang

merupakan perpotongan dari keempat nilai parameter tersebut dengan cara

sebagai berikut :

1) Tarik garis bantu BOR = 80%

2) Tarik garis bantu ALOS = 14,6

3) Tarik garis bantu TOI = 3,65

4) Tarik garis bantu BTO =20

5. Cara Membuat Grafik Barber Johnson

Saat membaca grafik Barber Johnson, lihatlah posisi Barber Johnson

terhadap daerah efisien. Apabila titik Barber Johnson terletak dalam daerah

efisiensi berarti penggunaan tempat tidur tersedia pada periode yang

bersangkutan sudah efisiensi. Sebaliknya, apabila titik Barber Johnson masih

berada diluar daerah efisien berarti penggunaan tempat tidur tersedia pada

periode tersebut masih belum efisien.

G. Trend

1. Pengertian Analisis Trend

Analisis trend merupakan suatu metode analisis statistika yang

ditujukan untuk melakukan suatu estimasi atau peramalan pada masa yang

21
akan datang. Untuk melaukan peramalan dengan baik maka dibutuhkan

berbagai macam informasi (data)yang cukup banyak dan diamati dalam

periode waktu yang relatif cukup panjang, sehingga hasil analisis tersebut

dapat mengetahui sampai berapa besar fluktuasi yang terjadi dan faktor-faktor

apa saja yang mempengaruhi terhadap perubahan tersebut.

2. Trend Linier

Trend linier dapat di gunakan untuk menentukan nilai proyeksi suatu

variabela atau periode yang akan datang, baik jangka pendek maupun jangka

panjang. Nilai proyeksi trend linier selalu memiliki kecenderungan positif

yang artinya menunjukkan peningkatan.

Metode yang dapat digunakan untuk analisis time series (trend linier) ini

adalah :

a. Metode Garis Linier Secara Bebas (Free Hand Method)

b. Metode Setengah Rata-rata (Semi Average Method)

c. Metode Rata-rata Bergerak (Moving Average Method) dan

d. Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method)

22
H. Kerangka Teori

Rumah Sakit

Instalasi Rekam Medis

Pengambilan Keputusan
oleh Pimpinan Rumah
SHRI
Sakit / Direktur

Pengolahan data:
1. Perhitungan BOR, ALOS, TOI, BTO
2. Perhitungan Nilai Trend

Evaluasi

Gambar 2.1 Kerangka Teori

23
I. Kerangka Konsep

Input Proses Output

1. Tempat tidur 1. Menghitung BOR, 1. Nilai BOR,


ALOS, TOI dan ALOS, TOI dan
tersedia (A)
BTO BTO tahun 2015-
2. Jumlah pasien
2. Menghitung trend 2017
keluar hidup dan indikator BOR, 2. Nilai trend
ALOS, TOI dan indikator BOR,
mati (D)
BTO ALOS, TOI dan
3. Jumlah hari (t)
3. Mengetahui nilai BTO tahun 2015-
4. Jumlah hari trend indikator 2017
BOR, ALOS, TOI 3. Kecenderungan
perawatan (HP)
dan BTO nilai BOR,
ALOS, TOI dan
BTO tahun 2015-
2017

Gambar 2.2 Kerangka Konsep

24
BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis

deskriptif, yaitu dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau

mendeskripsikan dari nilai hasil perhitungan BOR, ALOS, TOI, dan BTO di

RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.

2. Metode Pengambilan Data

Metode pengambilan data dalam penelitian ini adalah metode

observasi, yaitu dengan mengamati dibagian pelaporan rekam medis di RSU

PKU Muhammadiyah Delanggu dan mencatat secara sistematis terhadap

subjek penelitian. Kegiatan observasi meliputi mencatat, pertimbangan dan

penilaian. Selain menggunakan metode observasi, dalam penelitian ini juga

menggunakan metode wawancara, yaitu pengumpulan data dengan cara tanya

jawab antara pewanwancara dengan responden yang dilakukan secara

langsung (Saryono, 2013 180). Adapun kegiatan wawancara dilakukan

dengan salah satu petugas bagian pelaporan RSU PKU Muhammadiyah

Delanggu.

3. Pendekatan

25
Pendekatan dalam pengambilan data ini menggunakan pendekatan

restropektif, dimana pengumpulan data dimulai dari akibat yang terjadi pada

masa lalu dan dilakukan analisis terhadap variabel yang bersangkutan

(Notoatmodjo, 2012 :27). Adapun data yang diambil adalah data pada tahun

sebelumnya yaitu hasil rekapitulasi tahun 2015-2017.

B. Identifikasi Variabel

Menurut Saryono, (2013) :143) variabel merupakan gejala yang

bervariasi, dan gejala merupakan obyek penelitian. Jadi variable adalah obyek

penelitian yang bervariasi. Variabel dalam penelitian ini adalah rekapitulasi

sensus harian rawat inap yang meliputi:

1. Hari Perawatan (HP) pada tahun 2015-2017

2. Jumlah Hari (t) pada tahun 2015-2017

3. Jumlah Tempat Tidur Tersedia (A) pada tahun 2015-2017

4. Jumlah Tempat Tidut Terpakai (O) pada tahun 2015-2017

5. Pasien keluar hidup dan mati (D) pada tahun 2015-2017

6. BOR (Bed Occupancy Rate)

7. ALOS (Averange Length Of Stay)

26
8. TOI (Turn Over Interval)

9. BTO (Bed Turn Over)

10. Trend

11. Grafik Barber Johnson

C. Definisi Operasional

Table 3.1
Defnisi Operasional

No Variabel Definisi

1 Hari Perawatan (HP) Jumlah pasien yang ada saat dilakukan sensus ditambah

pasien yang masuk dan keluar pada hari yang sama

pada hari sensus diambil jumlah/ jumlah pasien yang

menggunakan tempat tidur dalam periode waktu 24

jam.

2 Jumlah Hari (t) Jumlah hari pada periode tertentu.

3 Jumlah Tempat Tidur Tidur Jumlah tempat tidur yang tersedia dan siap

Tersedia (A) digunakan sewaktu-waktu untuk pelayanan rawat inap

di masing-masing bangsal, sebagai catatan bahwa

27
jumlah tempat tidur merupakan jumlah tempat tidur

kosong dan terisi yang siap untuk digunakan

4 Jumlah Tempat Tidur Jumlah tempat tidur yang tersedia yang terisi atau

Terpakai (O) digunakan untuk tempat perawatan.

5 Pasien keluar hidup Banyaknya pasien rawat inap yang keluar dari rumah

dan mati (D) sakit baik dalam keadaan hidup maupun mati setelah

dilakukan perawatan.

6 BOR (Bed Prosentase pemakaian tempat tidur pada periode

Occupancy Rate) tertentu yang diketahui dari rata-rata tempat tidur siap

pakai dikali seratus persen. Rumus BOR = O/A x 100

%.

7 ALOS (Averange Rata-rata jumlah hari pasien dirawat inap di rumah sakit

Length of Stay) yang diketahui dari rata-rata tempat tidur terisi dikali

dengan waktu dalam periode tertentu dibagi dengan

jumlah pasien keluar hidup dan mati. Rumus ALOS =

O x t/D.

8 TOI (Turn Over Rata- rata jumlah hari sebuah tempat tidur tidak

Interval) ditempati untuk perawatan pasien. Rumus TPI = (A-O)

x t/D.

28
9 BTO (Bed Turn Berapa kali suatu tempat tidur dipakai oleh pasien pada

Over) periode tertentu yang dapat diketahui dari jurnlah

pasien keluar hidup dan mati dibagi dengan jumiah

tempat tidur siap pakai. Rumus BTO = D/A .

10 Trend Suatu gerakan (kecenderungan) naik atuu turun dalam

jangka panjang seperti diperoleh dari rata rata

perubahan dari waktu ke waktu.

11 Grafik Baber Grafik yang diciptakan oleh Barry Barber dan Davit

Jhonson Johnson dengan memadukan empat parameter yaitu

BOR, ALOS, TOI dun BTO.

D. Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah hasil rekapitulasi sensus harian rawat

inap tahun 2015 - 2017 yang di dapat dari Instalasi Rekam Medis RSU PKU

Muhammadiyah Delanggu bagian pelaporan.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian adalah alat yang digunakan untuk mencatat dalam

pengambilan data dalam suatu penelitian. Instrumen yang digunakan dalam

penelitian ini adalah:

1. Tabel kerja

29
Tabel kerja untuk mencatat data tentang tempat tidur tersedia (A),

jumlah puisien keluar hidup dan mati (D), jumlah hari (t), dan jumlah hari

perawatan (HP) di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.

2. Pedoman Obscrvasi dan Wawancara

Pedoman observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah

mengamati dibagian pelaporan dan mencatat secara sistematis terhadap

masalah yang akan diteliti, selain itu juga mengambil data atau formulir yang

akan digunakan di tempat pelaporan. Sedangkan pedomar wawancara yang

digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kertas yang berisi sejumlah

pertanyaan yang digunakan untuk memperoleh informasi. Informasi itu

diperolch dari narasumber atau responden yaitu petugas pelaporan di Instalasi

Rekam Medis RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.

3. Komputer

Mengaplikasikan perhitungan nilai BOR, ALOS, TOI dan BTO ke

dalam grafik Barber Jhonson dan Grafik Trend.

F. Cara Pengumpulan Data

G. Pengolahan Data

30
Pengolahan data dalam penclitian ini adalah sebagai berikut:

1. Collecting

Pcneliti mengumpulkan data data yang dibutuhkan. Data berasal dari

bagian pelaporan Instalasi Rekam Medis RSU PKU Muhammadiyah Delanggu

2. Ediring

Editing yaitu langkah mengkoreksi dan melengkapi data yang telah

dikumpulkan dari sensus harian rawat inap di RSU PKU Muhammadiyah

Delanggu tahun 2015-2017.

3. Klasifikasi

Klasifikasi adalah langkah mengelompokkan data yang telah

dikumpulkan untuk mempermudah perhitungan.

4. Tabulasi

Tabulasi adalah langkah memasukkan data yang telah dikumpulkan

olch peneliti dalam tabel.

5. Perhitungan

Data yang telah dikumpulkan digumakan untuk menghitung BOR,

ALOS, TOI dan BTO di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu.

6. Penyajian data

31
Penyajian data adalah langkah untuk menyajikan data dan hasil

perhitungan BOR, ALOS, TOI dan BTO di RSU PKU Muhammadiyah

Delanggu kedalan bentuk tabel ataupun grafik.

H. Analisis Data

Hasil penelitian ini dianalisis dengan menegunakan analisis deskriptif,

yaitu dengan cara menggambarkan atau mendeskripsikan data yang telah

dikumpulkan dan kemudian data diolah hingga menghasilkan nilai BOR, ALOS,

TOI dan BTO. Trend dianalisis secara time series, yaitu pengamatan yang

dilakukan dengan deretan nilai nilai variabel menurut waktu, dimana

penggambaran time series secara grafik dapat dilakukan dengan cara

menggambarkan suatu titik pada susunan koordinat tegak lurus. Dengan memakai

nilai variabel tersebut sebagai ordinatnya dan angka yang menunjukkan waktu

sebagai absis.

32

Anda mungkin juga menyukai