Penilaian Sanitasi Bus Eka Surabaya-Cilacap
Penilaian Sanitasi Bus Eka Surabaya-Cilacap
Dosen Pembimbing :
1. Bambang Sunarko, SKM., [Link]
2. Rusmiati, SKM., [Link]
3. Fitri Rokhmalia, SST., [Link]
Disusun Oleh :
Kelompok B
1. Dewi Fatimah (P27833116002) 8. Rafida Eka Primadias (P27833116019)
2. Riska Dewi Fitriyanti (P27833116005) 9. Wahyu Lailatul Fitri (P27833116021)
3. Lutfi Yasinta Yahya (P27833116007) 10. Apridha Widodo Putri (P27833116025)
4. Nila Lovita Arisanto (P27833116009) 11. Lovina Cahyaningtyas (P27833116028)
5. Firly Oktaviani (P27833116013) 12. Febli Tri Arditasari (P27833116030)
6. Silvi Maharani (P27833116015) 13. Agung Wahyu Dwi S.B (P27833116034)
7. Eunike Febe Nungky O. (P27833116016) 14. Febri Khairunnisa (P27833116002)
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, pertolongan-
Nya dan kerja keras kami sehingga penyusunan Laporan Praktikum Sanitasi Transportasi,
Pariwisata, dan Matra mengenai “Penilaian Sanitasi Lingkungan Moda Transportasi Bus Eka
Jurusan Surabaya-Cilacap” dapat terselesaikan. Dalam penulisan laporan praktikum klinik
sanitasi ini kami masih banyak kekurangan, baik pada teknis penulisan maupun materi,
mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Kami juga menyampaikan ucapan terima
kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan laporan ini.
Laporan Praktikum ini dibuat untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Sanitasi
Transportasi, Pariwisata, Matra. Dalam penyusunan laporan ini masih banyak sekali
kekurangan baik dari segi isi maupun penulisan, jadi besar harapan kami atas kritik dan saran
yang bersifat membangun dari para pembaca dan dosen pembimbing khususnya sehingga
dapat menjadi suatu masukan untuk perbaikan.
Penulis
ii
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
kabupaten. Bentuknya ada dua macam yaitu bentuk berhidung dan tanpa hidung.
Sekarang kebanyakan bus didesain tanpa hidung sehingga lebih praktis dan ringkas.
Bus dinyatakan memenuhi syarat kesehatan lingkungan apabila memenuhi kebutuhan
fisiologis, psikologis dan dapat mencegah penularan penyakit antar pengguna, penghuni
dan masyarakat sekitarnya. Selain itu juga harus memenuhi persyaratan dalam
pencegahan terjadinya kecelakaan dan hal yang tidak diinginkan lainnya.
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
2.2. Pembahasan
2.2.1. Kebersihan Ruang
Dari hasil observasi dan wawancara untuk variabel penilaian kebersihan
runag mendapatkan prposentase sebesar 100% hal ini dikarenakan semua variabel
telah memenuhi syarat. Tersedianya tempat sampah dengan tutup terbuat dari bahan
yang kedap air dan ringan. Kemudian tersedianya kantong wadah muntah yang
disiapkan pada masing-masing kursi penumpan. Tersedianya toilet yang sudah
memenuhi kebutuhan untuk penumpang dan anak buah bus toilet berfungsi dengan
baik tidak berbau dan bersih. Untuk kamar mandi/toilet sudah memenuhi syarat
karena dapat memenuhi untuk penumpang dan air yang memenuhi
8
persayaratan fisik air (tidak berbau,tidak berwarna dan tidak berasa). Fasilitas
tempat duduk penumpang yang memenuhi syarat berjarak kira-kira 40cm dari
depan dan belakang kemudian seluruh kaca pada pintu dan jendela tidak kotor
dan bersih.
2.2.2. Pengelolaan Makanan
Berdasarkan hasil rekapitulasi pengelolaan makanan didapatkan hasil
sebesar 100% dikategorikan baik hal ini berarti sudah memenuhi syarat. Dapat
didlihat dari penjamah makanan yang tidak memiliki penyakit kulit, mata, dll
kemudian penjamah makanan menggunakan pakaian yang bersih danrapi.
Kemudian untuk penyimpanan makanan disimpan pada tempat yang bebas dari
vektor begitu juga untuk peralatan menggunakan peralatan makan yang bersih
bebas dari kotoran.
2.2.3. Pengendalian Serangga dan Tikus
Berdasarkan hasil rekapitulasi pengendalian serangga dan tikus
didapatkan hasil sebanyak 100% yang dikategorikan baik. Menurut hasil
wawancara pengendalian vektor sudah dilakukan dengan baik seperti
melakukan penyemprotan dan pembersihan setiap kali bus sudah tidak jalan
lagi/berhenti. Ketika ditemukan serangga atau vektor di dalam bus awak bus
langsung bertindak dengan melakukan penyemprotan pada bus tersebut.
2.2.4. Kenyamanan dan Keselamatan
Dari hasil perhitungan untuk kenyamanan dan keselamatan didapatkan
prosentase sebesar 52,95% hal ini dapat dilihat dari tidak terdapatnya pintu
darurat untuk keluar masuk sedangkan pintu darurat memiliki fungsi yang cukup
penting karena pintu darurat dapat digunakan jika terdapat keadaan darurat.
Sedangkan untuk variabel lainnya sudah mendapatkan prosentase 100% karena
memenuhi syarat. Untuk antisipasi bahaya pada bus sudah terdapat kotak P3K
yang diletakkan pada bagian supir yang dapat digunakan jika diperlukan oleh
penumpang atau awak bus. Di dalam bus sudah terdapat instruksi-intruksi
sepoerti intruksi untuk memecah kaca ketika dalam kedaan darurat kemudian
perintah untuk mematikan lampu jika diperlukan,kemudian di dalam toilet
terdapat instruksi untuk menyiram air dengan benar.
9
BAB III
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada bus Eka jurusan Surabaya
Cilacap diperoleh hasil :
1. Variabel Penilaian Kebersihan Runag mendapatkan prposentase sebesar 100% hal
ini dikarenakan semua variabel telah memenuhi syarat.
2. Variabel Pengelolaan Makanan didapatkan hasil sebesar 100%dikategorikan baik
hal ini berarti sudah memenuhi syarat.
3. Variable Pengendalian Serangga Dan Tikus didapatkan hasil sebanyak 100% yang
dikategorikan baik.
4. Variable Kenyamanan Dan Keselamatan didapatkan prosentase sebesar 52,95% hal
ini dapat dilihat dari tidak terdapatnya pintu darurat untuk keluar masuk sedangkan
pintu darurat memiliki fungsi yang cukup penting karena pintu darurat dapat
digunakan jika terdapat keadaan darurat.
3.2. Saran
1. Untuk mahasiswa sebaiknya menambah pengetahuan dan wawasan tentang kondisi
sanitasi lingkungan pada moda transportasi bus.
2. Untuk pihak pengelola bus sebaiknya melengkapi alat pemecah kaca guna untuk
menyelamatkan diri pada kondisi darurat.
iii
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
(Diakses 05 Nopember 2018 Pukul 19.00WIB)
Sujarno, M. Ichsan. Sri Muryani. 2018. Sanitasi Transportasi Pariwisata dan Matra. Jakarta:
Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia.
Undang-Undang Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.
iv
LAMPIRAN I
Kondisi dalam
Bus Eka jurusan
Surabaya
Cilacap.
LAMPIRAN II
FORMULIR PENILAIAN PEMERIKSAAN KESEHATAN LINGKUNGAN
INSPEKSI SANITASI SARANA ANGKUTAN UMUM/DARAT
1. Beri tanda centang (√) pada kotak (kolom 4, dan lingkari nilai ( kolom 5) untuk
komponen penilai yang sesuai.
2. Apabila kenyataan yang ada tidak memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum pada
komponen yang dinilai, maka nilainya 0 (nol), sebaliknya apabila memenuhi persyaratan
maka nilainya adalah sebesar nilai yang tercantum pada kolom 5.
3. Skor (kolom 6) adalah bobot (kolom 3) dikalikan dengan nilai (kolom 5) pada komponen
penilaian yang sesuai (kolom 4).
4. Setiap bagian atau kegiatan dari komponen yang diperiksa memiliki nilai antara 0 (nol)
sampai 10 (sepuluh).
5. Perhitungan :
a) Persentase Skor = ℎ ℎ
× 100%
ℎ
I. UMUM
1. Jenis Perusahaan Angkutan Umum/Darat : Terminal Bus
2. Nama Perusahaan Angkutan : Terminal Purabaya
3. Klasifikasi Sarana yang Dinilai : Bisnis
4. Alamat : Jalan Letjen Sutoyo, Bugurasih, Waru
5. Pemilik : Pemerintah
6. Tanggal Pemeriksaan : 28 Oktober 2018
II. KHUSUS
No Variabel Upaya Bobot Komponen yang Diperiksa Nilai Skore
Kesehatan Lingkungan
1 2 3 4 5 6
I. Kebersihan Ruang (Jumlah Bobot = 60)
1. Tempat Sampah 10 Tersedia tempat sampah yang 4 40
cukup
Terbuat dari bahan yang kuat, 4 40
kedap air dan ringan
Dilengkapi dengan penutup 2 20
2. Kantong wadah muntah 10 Tersedia kantong plastik untuk 6 60
muntah dalam jumlah yang cukup
Kantong plastik terbuat dari
bahan yang kuat dan mudah 4 40
dipakai
3. Toilet 30 Tersedia sarana toilet sesuai 2 75
dengan kebutuhan
Toilet masih berfungsi dengan 2,5 75
baik
Toilet dalam keadaan bersih dan 2,5 75
tidak bau
Air bersih tersedia dalam jumlah 2,5 75
yang cukup
4. Fasilitas tempat duduk 10 Tempat duduk kuat dan 4 40
penumpang ergonomis
Jarak antara tempat duduk dengan 4 40
tempat duduk didepannya ≤40 cm
Bebas kutu busuk 2 20
5. Jenis kaca pada 10 Kaca pada semua jendela/pintu 6 60
jendela/pintu dalam keadaan utuh
vii
LAMPIRAN III
7. Beri tanda centang (√) pada kotak (kolom 4, dan lingkari nilai ( kolom 5) untuk
komponen penilai yang sesuai.
8. Apabila kenyataan yang ada tidak memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum pada
komponen yang dinilai, maka nilainya 0 (nol), sebaliknya apabila memenuhi persyaratan
maka nilainya adalah sebesar nilai yang tercantum pada kolom 5.
9. Skor (kolom 6) adalah bobot (kolom 3) dikalikan dengan nilai (kolom 5) pada komponen
penilaian yang sesuai (kolom 4).
10. Setiap bagian atau kegiatan dari komponen yang diperiksa memiliki nilai antara 0 (nol)
sampai 10 (sepuluh).
11. Perhitungan :
c) Persentase Skor = ℎ ℎ
× 100%
ℎ
III. UMUM
7. Jenis Perusahaan Angkutan Umum/Darat : Kereta Api/ Bus Kota/ Ferry
8. Nama Perusahaan Angkutan : ..............................................
9. Klasifikasi Sarana yang Dinilai : Eksekutif/ Bisnis/ Ekonomi
10. Alamat : .............................................
11. Pemilik : .............................................
12. Tanggal Pemeriksaan : ..............................................
IV. KHUSUS