0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
214 tayangan20 halaman

Penilaian Sanitasi Bus Eka Surabaya-Cilacap

Laporan ini memberikan penilaian sanitasi lingkungan pada moda transportasi bus Eka jurusan Surabaya-Cilacap. Variabel yang dinilai meliputi kebersihan ruang, pengelolaan makanan, pengendalian serangga dan tikus, serta kenyamanan dan keselamatan. Hasil penilaian digunakan untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan pada moda transportasi tersebut.

Diunggah oleh

lailul fitriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
214 tayangan20 halaman

Penilaian Sanitasi Bus Eka Surabaya-Cilacap

Laporan ini memberikan penilaian sanitasi lingkungan pada moda transportasi bus Eka jurusan Surabaya-Cilacap. Variabel yang dinilai meliputi kebersihan ruang, pengelolaan makanan, pengendalian serangga dan tikus, serta kenyamanan dan keselamatan. Hasil penilaian digunakan untuk mengetahui kondisi sanitasi lingkungan pada moda transportasi tersebut.

Diunggah oleh

lailul fitriani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM SANITASI TRANSPORTASI, PARIWISATA DAN MATRA

PENILAIAN SANITASI LINGKUNGAN MODA TRANSPORTASI BUS EKA


JURUSAN SURABAYA-CILACAP

Dosen Pembimbing :
1. Bambang Sunarko, SKM., [Link]
2. Rusmiati, SKM., [Link]
3. Fitri Rokhmalia, SST., [Link]

Disusun Oleh :
Kelompok B
1. Dewi Fatimah (P27833116002) 8. Rafida Eka Primadias (P27833116019)
2. Riska Dewi Fitriyanti (P27833116005) 9. Wahyu Lailatul Fitri (P27833116021)
3. Lutfi Yasinta Yahya (P27833116007) 10. Apridha Widodo Putri (P27833116025)
4. Nila Lovita Arisanto (P27833116009) 11. Lovina Cahyaningtyas (P27833116028)
5. Firly Oktaviani (P27833116013) 12. Febli Tri Arditasari (P27833116030)
6. Silvi Maharani (P27833116015) 13. Agung Wahyu Dwi S.B (P27833116034)
7. Eunike Febe Nungky O. (P27833116016) 14. Febri Khairunnisa (P27833116002)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA
PRODI D-III KESEHATAN LINGKUNGAN SURABAYA
SEMESTER V
2018/2019
i

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, pertolongan-
Nya dan kerja keras kami sehingga penyusunan Laporan Praktikum Sanitasi Transportasi,
Pariwisata, dan Matra mengenai “Penilaian Sanitasi Lingkungan Moda Transportasi Bus Eka
Jurusan Surabaya-Cilacap” dapat terselesaikan. Dalam penulisan laporan praktikum klinik
sanitasi ini kami masih banyak kekurangan, baik pada teknis penulisan maupun materi,
mengingat akan kemampuan yang kami miliki. Kami juga menyampaikan ucapan terima
kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan laporan ini.
Laporan Praktikum ini dibuat untuk memenuhi nilai tugas mata kuliah Sanitasi
Transportasi, Pariwisata, Matra. Dalam penyusunan laporan ini masih banyak sekali
kekurangan baik dari segi isi maupun penulisan, jadi besar harapan kami atas kritik dan saran
yang bersifat membangun dari para pembaca dan dosen pembimbing khususnya sehingga
dapat menjadi suatu masukan untuk perbaikan.

Surabaya, 06 Nopember 2018

Penulis
ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................ i

DAFTAR ISI .............................................................................................................................. ii


BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 3
1.1. Latar Belakang ............................................................................................................ 3
1.2. Rumusan Masalah ....................................................................................................... 4
1.3. Tujuan Praktikum ........................................................................................................ 4
1.4. Manfaat Praktikum ...................................................................................................... 4
BAB II HASIL DAN PEMBAHASAN ..................................................................................... 5
2.1. Hasil Praktikum ........................................................................................................... 5
[Link] Penilaian Moda Tranportasi Bus Eka Setiap Variabel dan Komponen ...... 5
[Link] Rekapitulasi Penilaian Moda Transportasi Bus Eka .................................. 7
2.2. Pembahasan ................................................................................................................. 7
2.2.1. Kebersihan Ruang ................................................................................................ 7
2.2.2. Pengelolaan Makanan .......................................................................................... 8
[Link] Serangga dan Tikus ....................................................................... 8
2.2.4. Kenyamanan dan Keselamatan ............................................................................ 8
BAB III PENUTUP ................................................................................................................... 9
3.1. Kesimpulan.................................................................................................................. 9
3.2. Saran ............................................................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. iii
LAMPIRAN I ........................................................................................................................... iv
LAMPIRAN II ........................................................................................................................... v
LAMPIRAN III ......................................................................................................................... ix
3

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Pembangunan dibidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dengan melakukan tindakan pengawasan
di bidang hygiene dan sanitasi tempat-tempat umum. Sarana dan bangunan umum
merupakan tempat dan atau alat yang dipergunakan oleh masyarakat umum dan
dikelola demi kehidupan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial. Program hygiene dan
sanitasi tempat-tempat umum merupakan salah satu pokok program lingkungan sehat
yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas tempat-tempat umum yang memenuhi
persyaratan kesehatan, sehingga dapat melindungi masyarakat dari penularan penyakit,
keracunan, kecelakaan, pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan lainnya.
Lingkungan yang harus dijaga kesehatannya salah satunya adalah angkutan umum. Bus
merupakan salah satu angkutan umum yang mempunyai peran penting dalam pelayanan
transportasi/mobilitas penduduk.
Kementerian Kesehatan telah menetapkan sebagai pokok program lingkungan
sehat yaitu program wilayah/kawasan sehat, program kesehatan dan keselamatan kerja,
program hygiene dan sanitasi tempat-tempat umum serta program pemukiman,
perumahan dan bangunan sehat. Berdasarkan Undang-Undang RI No.36 Tahun 2009
tentang kesehatan menyatakan bahwa “setiap tempat dan sarana pelayanan umum wajib
memelihara dan meningkatkan lingkungan yang sehat sesuai dengan standar dan
persyaratan”. Salah satu tempat umum yang memerlukan pengawasan dalam hal
sanitasi adalah moda transportasi merupakan alat yang memiliki peranan yang sangat
penting dalam pembangunan suatu negara. Hal ini dikarenakan bahwa didalam moda
transportasi terdapat kegiatan dimana orang banyak berkumpul dan mengadakan
interaksi pemindahan barang dan manusia dari tempat asal ke tempat tujuan. Moda
transportasi dibedakan menjadi 3 bagian yaitu transportasi darat, laut,dan udara.
Pengertian bus adalah Kendaraan Bermotor angkutan orang yang memiliki tempat
duduk lebih dari 8 (delapan) orang, termasuk untuk Pengemudi atau yang beratnya lebih
dari 3.500 (tiga ribu lima ratus) kilogram. Istilah bus ini berasal dari bahasa Latin, omnibus,
yang berarti "(kendaraan yang berhenti) di semua (perhentian)". Ukurannya bermacam-
macam. Bus besar untuk beroperasi di jalan-jalan raya yang lebar dan transportasi jarak
jauh. Bus kecil beroperasi di kampung atau jalan kecil antar kota
4

kabupaten. Bentuknya ada dua macam yaitu bentuk berhidung dan tanpa hidung.
Sekarang kebanyakan bus didesain tanpa hidung sehingga lebih praktis dan ringkas.
Bus dinyatakan memenuhi syarat kesehatan lingkungan apabila memenuhi kebutuhan
fisiologis, psikologis dan dapat mencegah penularan penyakit antar pengguna, penghuni
dan masyarakat sekitarnya. Selain itu juga harus memenuhi persyaratan dalam
pencegahan terjadinya kecelakaan dan hal yang tidak diinginkan lainnya.

1.2. Rumusan Masalah


Bagaimanakah kondisi sanitasi lingkungan pada moda transportasi bus?

1.3. Tujuan Praktikum


a. Tujuan Umum
Mengetahui dan menilai kondisi lingkungan pada moda transportasi bus.
b. Tujuan Khusus
1) Mengetahui dan menilai kondisi kebersihan ruang moda transportasi bus.
2) Mengetahui dan menilai kondisi pengolahan makanan yang disediakan oleh
moda trasnportasi bus
3) Mengetahui dan menilai pengendalian serangga dan tikus yang dilakukan pada
moda trasnportasi bus
4) Mengetahui dan menilai kenyamana dan keselamatan moda transportasi bus

1.4. Manfaat Praktikum


1) Mahasiswa dapat mengamati dan menilai kelayakan dari transportasi umum.
2) Mahasiswa dapat mengamati dan menilai kelayakan sarana dan sanitasi yang
tersedia di transportasi umum bus.
3) Mahasiswa dapat mengamati dan menilai kelayakan sarana dan prasarana
lingkungan di transportasi umum bus.
5

BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1. Hasil Praktikum


2.1.1. Hasil Penilaian Moda Tranportasi Bus Eka Setiap Variabel dan Komponen
Tabel 2.1 Hasil Penilain Moda Tranportasi Bus Eka
No Variabel Upaya Bobot Komponen yang Diperiksa Nilai Skore
Kesehatan Lingkungan
1 2 3 4 5 6
I. Kebersihan Ruang (Jumlah Bobot = 60)
1. Tempat Sampah 10 Tersedia tempat sampah 4 40
yang cukup
Terbuat dari bahan yang 4 40
kuat, kedap air dan ringan
Dilengkapi dengan 2 20
penutup
2. Kantong wadah muntah 10 Tersedia kantong plastik
untuk muntah dalam 6 60
jumlah yang cukup
Kantong plastik terbuat
dari bahan yang kuat dan 4 40
mudah dipakai
3. Toilet 30 Tersedia sarana toilet 2,5 75
sesuai dengan kebutuhan
Toilet masih berfungsi 2,5 75
dengan baik
Toilet dalam keadaan 2,5 75
bersih dan tidak bau
Air bersih tersedia dalam 2,5 75
jumlah yang cukup
4. Fasilitas tempat duduk 10 Tempat duduk kuat dan 4 40
penumpang ergonomis
Jarak antara tempat
duduk dengan tempat 4 40
duduk didepannya ≤40
cm
Bebas kutu busuk 2 20
5. Jenis kaca pada 10 Kaca pada semua
jendela/pintu jendela/pintu dalam 6 60
keadaan utuh
Kaca pintu/jendela tidak 4 40
kotor/buram/kusam
Jumlah Skor 700
II. Pengelolaan Makanan (Jumlah Bobot = 10)
6

1. Penjamah makanan 4 Kondisi fisik penjamah


makanan tidak 4 16
berpenyakit kullit, mata,
ISPA
Berperilaku sehat 4 16
Berpakaian bersih dan 2 8
utuh/tidak sobek
2. Makanan jadi 3 Makanan jadi dalam 3,5 10,5
keadaan baik dan sehat
Makanan jadi tidak
ditempatkan pada wadah
yang terbuat dari bahan 3,5 10,5
logam/beracun (Cd, Ag,
Au, dll)
Makanan jadi disimpan
ditempat yang bebas dari 3 9
debu dan kotoran lain
serta gangguan serangga
3. Peralatan makanan dan 3 Peralatan makan/minum 5 15
minum dalam keadaan bersih
Peralatan makan/minum
yang siap pakai disimpan 2,5 7,5
pada tempat yang bebas
pencemaran
Peralatan makan/minum 2,5 7,5
tidak retak/gompel/pecah
Jumlah Skor 100
III. Pengendalian Serangga dan Tikus (Jumlah Bobot = 10)
1. Pengendalian serangga 10 Dilakukan pengendalian
dan tikus serangga dan tikus 5 50
minimal 6 bulan sekali
Tidak ditemukan tanda-
tanda kehidupan lalat, 5 50
kecoa maupun tikus
Jumlah Skor 100
IV. Kenyamanan dan Keselamatan (Jumlah Bobot = 20)
1. Pintu darurat 8 Terdapat pintu darurat 4 0
sesuai kebutuhan
Pintu darurat dilengkapi
dengan petunjuk 3 0
pemakaian
Pintu darurat mudah
dijangkau oleh 3 0
penumpang
7

2. Kotak P3K 3 Tersedia kotak P3K


dengan jumlah yang 4 12
cukup
Berisi obat-obatan ringan 3 9
Obat-obatan ringan
dalam keadaan baik 3 9
(tidak rusak, berubah
bentuk/warna)
3. Tanda-tanda/instruksi 6 Terdapat tanda-
upaya sanitasi tanda/instruksi pada 5 30
tempat-tempat strategis
Tanda-tanda/instruksi 5 30
dapat dibaca dengan jelas
Jumlah Skor 90
TOTAL BOBOT 100 TOTAL SKORE 990

2.1.2. Hasil Rekapitulasi Penilaian Moda Transportasi Bus Eka


Tabel 2.2 Hasil Reakapitulasi Moda Transportasi Bus Eka
No Variabel Skor Skor Presentase Keterangan
Penilaian Maksimal Diperoleh (%)
1. Kebersihan 700 700 100% Baik
Ruang
2. Pengelolaan 100 100 100% Baik
Makanan
Pengendalian
3. Serangga dan 100 100 100% Baik
Tikus
Kenyamanan
4. dan 170 90 52,95% Baik
Keselamatan
Jumlah 1070 990 92,5% Baik

2.2. Pembahasan
2.2.1. Kebersihan Ruang
Dari hasil observasi dan wawancara untuk variabel penilaian kebersihan
runag mendapatkan prposentase sebesar 100% hal ini dikarenakan semua variabel
telah memenuhi syarat. Tersedianya tempat sampah dengan tutup terbuat dari bahan
yang kedap air dan ringan. Kemudian tersedianya kantong wadah muntah yang
disiapkan pada masing-masing kursi penumpan. Tersedianya toilet yang sudah
memenuhi kebutuhan untuk penumpang dan anak buah bus toilet berfungsi dengan
baik tidak berbau dan bersih. Untuk kamar mandi/toilet sudah memenuhi syarat
karena dapat memenuhi untuk penumpang dan air yang memenuhi
8

persayaratan fisik air (tidak berbau,tidak berwarna dan tidak berasa). Fasilitas
tempat duduk penumpang yang memenuhi syarat berjarak kira-kira 40cm dari
depan dan belakang kemudian seluruh kaca pada pintu dan jendela tidak kotor
dan bersih.
2.2.2. Pengelolaan Makanan
Berdasarkan hasil rekapitulasi pengelolaan makanan didapatkan hasil
sebesar 100% dikategorikan baik hal ini berarti sudah memenuhi syarat. Dapat
didlihat dari penjamah makanan yang tidak memiliki penyakit kulit, mata, dll
kemudian penjamah makanan menggunakan pakaian yang bersih danrapi.
Kemudian untuk penyimpanan makanan disimpan pada tempat yang bebas dari
vektor begitu juga untuk peralatan menggunakan peralatan makan yang bersih
bebas dari kotoran.
2.2.3. Pengendalian Serangga dan Tikus
Berdasarkan hasil rekapitulasi pengendalian serangga dan tikus
didapatkan hasil sebanyak 100% yang dikategorikan baik. Menurut hasil
wawancara pengendalian vektor sudah dilakukan dengan baik seperti
melakukan penyemprotan dan pembersihan setiap kali bus sudah tidak jalan
lagi/berhenti. Ketika ditemukan serangga atau vektor di dalam bus awak bus
langsung bertindak dengan melakukan penyemprotan pada bus tersebut.
2.2.4. Kenyamanan dan Keselamatan
Dari hasil perhitungan untuk kenyamanan dan keselamatan didapatkan
prosentase sebesar 52,95% hal ini dapat dilihat dari tidak terdapatnya pintu
darurat untuk keluar masuk sedangkan pintu darurat memiliki fungsi yang cukup
penting karena pintu darurat dapat digunakan jika terdapat keadaan darurat.
Sedangkan untuk variabel lainnya sudah mendapatkan prosentase 100% karena
memenuhi syarat. Untuk antisipasi bahaya pada bus sudah terdapat kotak P3K
yang diletakkan pada bagian supir yang dapat digunakan jika diperlukan oleh
penumpang atau awak bus. Di dalam bus sudah terdapat instruksi-intruksi
sepoerti intruksi untuk memecah kaca ketika dalam kedaan darurat kemudian
perintah untuk mematikan lampu jika diperlukan,kemudian di dalam toilet
terdapat instruksi untuk menyiram air dengan benar.
9

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara pada bus Eka jurusan Surabaya
Cilacap diperoleh hasil :
1. Variabel Penilaian Kebersihan Runag mendapatkan prposentase sebesar 100% hal
ini dikarenakan semua variabel telah memenuhi syarat.
2. Variabel Pengelolaan Makanan didapatkan hasil sebesar 100%dikategorikan baik
hal ini berarti sudah memenuhi syarat.
3. Variable Pengendalian Serangga Dan Tikus didapatkan hasil sebanyak 100% yang
dikategorikan baik.
4. Variable Kenyamanan Dan Keselamatan didapatkan prosentase sebesar 52,95% hal
ini dapat dilihat dari tidak terdapatnya pintu darurat untuk keluar masuk sedangkan
pintu darurat memiliki fungsi yang cukup penting karena pintu darurat dapat
digunakan jika terdapat keadaan darurat.

3.2. Saran
1. Untuk mahasiswa sebaiknya menambah pengetahuan dan wawasan tentang kondisi
sanitasi lingkungan pada moda transportasi bus.
2. Untuk pihak pengelola bus sebaiknya melengkapi alat pemecah kaca guna untuk
menyelamatkan diri pada kondisi darurat.
iii

DAFTAR PUSTAKA

[Link]
(Diakses 05 Nopember 2018 Pukul 19.00WIB)
Sujarno, M. Ichsan. Sri Muryani. 2018. Sanitasi Transportasi Pariwisata dan Matra. Jakarta:
Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia.
Undang-Undang Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.
iv

LAMPIRAN I

GAMBAR KONDISI DALAM BUS


GAMBAR KETERANGAN

Kondisi dalam
Bus Eka jurusan
Surabaya
Cilacap.

Kondisi kamar mandi dalam


Bus.
v

LAMPIRAN II
FORMULIR PENILAIAN PEMERIKSAAN KESEHATAN LINGKUNGAN
INSPEKSI SANITASI SARANA ANGKUTAN UMUM/DARAT

1. Beri tanda centang (√) pada kotak (kolom 4, dan lingkari nilai ( kolom 5) untuk
komponen penilai yang sesuai.
2. Apabila kenyataan yang ada tidak memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum pada
komponen yang dinilai, maka nilainya 0 (nol), sebaliknya apabila memenuhi persyaratan
maka nilainya adalah sebesar nilai yang tercantum pada kolom 5.
3. Skor (kolom 6) adalah bobot (kolom 3) dikalikan dengan nilai (kolom 5) pada komponen
penilaian yang sesuai (kolom 4).
4. Setiap bagian atau kegiatan dari komponen yang diperiksa memiliki nilai antara 0 (nol)
sampai 10 (sepuluh).
5. Perhitungan :
a) Persentase Skor = ℎ ℎ
× 100%

b) Skor = Nilai yang didapat per-item × bobot


6. Kategori persentase skor :
 ≤ 33,33% = Kurang
 33,32% - 66,66% = Cukup
 66,67% - 100% = Baik
vi

I. UMUM
1. Jenis Perusahaan Angkutan Umum/Darat : Terminal Bus
2. Nama Perusahaan Angkutan : Terminal Purabaya
3. Klasifikasi Sarana yang Dinilai : Bisnis
4. Alamat : Jalan Letjen Sutoyo, Bugurasih, Waru
5. Pemilik : Pemerintah
6. Tanggal Pemeriksaan : 28 Oktober 2018

II. KHUSUS
No Variabel Upaya Bobot Komponen yang Diperiksa Nilai Skore
Kesehatan Lingkungan
1 2 3 4 5 6
I. Kebersihan Ruang (Jumlah Bobot = 60)
1. Tempat Sampah 10 Tersedia tempat sampah yang 4 40
cukup
Terbuat dari bahan yang kuat, 4 40
kedap air dan ringan
Dilengkapi dengan penutup 2 20
2. Kantong wadah muntah 10 Tersedia kantong plastik untuk 6 60
muntah dalam jumlah yang cukup
Kantong plastik terbuat dari
bahan yang kuat dan mudah 4 40
dipakai
3. Toilet 30 Tersedia sarana toilet sesuai 2 75
dengan kebutuhan
Toilet masih berfungsi dengan 2,5 75
baik
Toilet dalam keadaan bersih dan 2,5 75
tidak bau
Air bersih tersedia dalam jumlah 2,5 75
yang cukup
4. Fasilitas tempat duduk 10 Tempat duduk kuat dan 4 40
penumpang ergonomis
Jarak antara tempat duduk dengan 4 40
tempat duduk didepannya ≤40 cm
Bebas kutu busuk 2 20
5. Jenis kaca pada 10 Kaca pada semua jendela/pintu 6 60
jendela/pintu dalam keadaan utuh
vii

No Variabel Upaya Bobot Komponen yang Diperiksa Nilai Skore


Kesehatan Lingkungan
1 2 3 4 5 6
Kaca pintu/jendela tidak 4 40
kotor/buram/kusam
II. Pengelolaan Makanan (Jumlah Bobot = 10)
1. Penjamah makanan 4 Kondisi fisik penjamah makanan
tidak berpenyakit kullit, mata, 4 16
ISPA
Berperilaku sehat 4 16
Berpakaian bersih dan utuh/tidak 2 8
sobek
2. Makanan jadi 3 Makanan jadi dalam keadaan baik 3,5 10,5
dan sehat
Makanan jadi tidak ditempatkan
pada wadah yang terbuat dari 3,5 10,5
bahan logam/beracun (Cd, Ag,
Au, dll)
Makanan jadi disimpan ditempat
yang bebas dari debu dan kotoran 3 9
lain serta gangguan serangga
3. Peralatan makanan dan 3 Peralatan makan/minum dalam 5 15
minum keadaan bersih
Peralatan makan/minum yang
siap pakai disimpan pada tempat 2,5 7,5
yang bebas pencemaran
Peralatan makan/minum tidak 2,5 7,5
retak/gompel/pecah
III. Pengendalian Serangga dan Tikus (Jumlah Bobot = 10)
1. Pengendalian serangga 10 Dilakukan pengendalian serangga 5 50
dan tikus dan tikus minimal 6 bulan sekali
Tidak ditemukan tanda-tanda
kehidupan lalat, kecoa maupun 5 50
tikus
IV. Kenyamanan dan Keselamatan (Jumlah Bobot = 20)
1. Pintu darurat 8 Terdapat pintu darurat sesuai 4 0
kebutuhan
Pintu darurat dilengkapi dengan 3 0
petunjuk pemakaian
Pintu darurat mudah dijangkau 3 0
oleh penumpang
viii

No Variabel Upaya Bobot Komponen yang Diperiksa Nilai Skore


Kesehatan Lingkungan
1 2 3 4 5 6
2. Kotak P3K 3 Tersedia kotak P3K dengan 4 12
jumlah yang cukup
Berisi obat-obatan ringan 3 9
Obat-obatan ringan dalam
keadaan baik (tidak rusak, 3 9
berubah bentuk/warna)
3. Tanda-tanda/instruksi 3 Terdapat tanda-tanda/instruksi 5 30
upaya sanitasi pada tempat-tempat strategis
Tanda-tanda/instruksi dapat 5 30
dibaca dengan jelas
4. Tingkat kebisingan 3 Tingkat kebisingan di ruang 5 Tidak
penumpang ≤55 dBA
dilakukan
Intensitas cahaya secara umum 5 pemeriksaan
≥100 lux
TOTAL BOBOT 100 TOTAL SKORE 990
ix

LAMPIRAN III

FORMULIR PENILAIAN PEMERIKSAAN KESEHATAN LINGKUNGAN INSPEKSI


SANITASI SARANA ANGKUTAN UMUM/DARAT

7. Beri tanda centang (√) pada kotak (kolom 4, dan lingkari nilai ( kolom 5) untuk
komponen penilai yang sesuai.
8. Apabila kenyataan yang ada tidak memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum pada
komponen yang dinilai, maka nilainya 0 (nol), sebaliknya apabila memenuhi persyaratan
maka nilainya adalah sebesar nilai yang tercantum pada kolom 5.
9. Skor (kolom 6) adalah bobot (kolom 3) dikalikan dengan nilai (kolom 5) pada komponen
penilaian yang sesuai (kolom 4).
10. Setiap bagian atau kegiatan dari komponen yang diperiksa memiliki nilai antara 0 (nol)
sampai 10 (sepuluh).
11. Perhitungan :
c) Persentase Skor = ℎ ℎ
× 100%

d) Skor = Nilai yang didapat per-item × bobot


12. Kategori persentase skor :
 ≤ 33,33% = Kurang
 33,32% - 66,66% = Cukup
 66,67% - 100% = Baik
x

III. UMUM
7. Jenis Perusahaan Angkutan Umum/Darat : Kereta Api/ Bus Kota/ Ferry
8. Nama Perusahaan Angkutan : ..............................................
9. Klasifikasi Sarana yang Dinilai : Eksekutif/ Bisnis/ Ekonomi
10. Alamat : .............................................
11. Pemilik : .............................................
12. Tanggal Pemeriksaan : ..............................................
IV. KHUSUS

No Variabel Upaya Bobot Komponen yang Diperiksa Nilai Skore


Kesehatan Lingkungan
1 2 3 4 5 6
I. Kebersihan Ruang (Jumlah Bobot = 60)
1. Tempat Sampah 10 Tersedia tempat sampah yang 4
cukup
Terbuat dari bahan yang kuat, 4
kedap air dan ringan
Dilengkapi dengan penutup 2
2. Kantong wadah muntah 10 Tersedia kantong plastik untuk 6
muntah dalam jumlah yang cukup
Kantong plastik terbuat dari
bahan yang kuat dan mudah 4
dipakai
3. Toilet 30 Tersedia sarana toilet sesuai 2
dengan kebutuhan
Toilet masih berfungsi dengan 2,5
baik
Toilet dalam keadaan bersih dan 2,5
tidak bau
Air bersih tersedia dalam jumlah 2,5
yang cukup
4. Fasilitas tempat duduk 10 Tempat duduk kuat dan 4
penumpang ergonomis
Jarak antara tempat duduk dengan 4
tempat duduk didepannya ≤40 cm
Bebas kutu busuk 2
5. Jenis kaca pada 10 Kaca pada semua jendela/pintu 6
jendela/pintu dalam keadaan utuh
xi

No Variabel Upaya Bobot Komponen yang Diperiksa Nilai Skore


Kesehatan Lingkungan
1 2 3 4 5 6
Kaca pintu/jendela tidak 4
kotor/buram/kusam
II. Pengelolaan Makanan (Jumlah Bobot = 10)
1. Penjamah makanan 4 Kondisi fisik penjamah makanan
tidak berpenyakit kullit, mata, 4
ISPA
Berperilaku sehat 4
Berpakaian bersih dan utuh/tidak 2
sobek
2. Makanan jadi 3 Makanan jadi dalam keadaan baik 3,5
dan sehat
Makanan jadi tidak ditempatkan
pada wadah yang terbuat dari 3,5
bahan logam/beracun (Cd, Ag,
Au, dll)
Makanan jadi disimpan ditempat
yang bebas dari debu dan kotoran 3
lain serta gangguan serangga
3. Peralatan makanan dan 3 Peralatan makan/minum dalam 5
minum keadaan bersih
Peralatan makan/minum yang
siap pakai disimpan pada tempat 2,5
yang bebas pencemaran
Peralatan makan/minum tidak 2,5
retak/gompel/pecah
III. Pengendalian Serangga dan Tikus (Jumlah Bobot = 10)
1. Pengendalian serangga 10 Dilakukan pengendalian serangga 5
dan tikus dan tikus minimal 6 bulan sekali
Tidak ditemukan tanda-tanda
kehidupan lalat, kecoa maupun 5
tikus
IV. Kenyamanan dan Keselamatan (Jumlah Bobot = 20)
1. Pintu darurat 8 Terdapat pintu darurat sesuai 4
kebutuhan
Pintu darurat dilengkapi dengan 3
petunjuk pemakaian
Pintu darurat mudah dijangkau 3
oleh penumpang
xii

No Variabel Upaya Bobot Komponen yang Diperiksa Nilai Skore


Kesehatan Lingkungan
1 2 3 4 5 6
2. Kotak P3K 3 Tersedia kotak P3K dengan 4
jumlah yang cukup
Berisi obat-obatan ringan 3
Obat-obatan ringan dalam
keadaan baik (tidak rusak, 3
berubah bentuk/warna)
3. Tanda-tanda/instruksi 3 Terdapat tanda-tanda/instruksi 5
upaya sanitasi pada tempat-tempat strategis
Tanda-tanda/instruksi dapat 5
dibaca dengan jelas
4. Tingkat kebisingan 3 Tingkat kebisingan di ruang 5
penumpang ≤55 dBA
Intensitas cahaya secara umum 5
≥100 lux
TOTAL BOBOT 100 TOTAL SKORE

Anda mungkin juga menyukai