BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Cidera Olahraga
1. Pengertian
Cidera adalah kelainan yang terjadi pada tubuh yang
mengakibatkan timbulnya nyeri, panas, merah, bengkak, dan tidak dapat
berfungsi dengan baik pada otot, tendon, ligament, persendian maupun
tulang akibat aktivitas gerak yang berlebihan atau kecelakaan (Graha
and Priyonoadi, 2012). Cidera merupakan masalah yang timbul dalam
diri seseorang setelah melakukan aktivitas fisik ataupun olahraga baik
dalam berlatih maupun bertanding, kejadianya dapat tiba-tiba dan sulit
dihindari (Simatupang, 2016).
Cideraolahraga adalah ciderapada sistem otot dan rangka tubuh
yang disebab kan oleh kegiatan olahraga . Cideraolahraga adalah rasa
sakit yang ditimbulkan karena olah raga, sehingga dapat menimbulakn
cacat, lukan, dan rusak pada otot atau sendi serta bagian lain dari tubuh.
(Artanayasa and Putra, 2014)
2. Jenis-jenis Cidera Olahraga
Ada beberapa jenis cidera olahraga diantaranya adalah
(Dewantara, 2016) :
a. Luka luar (lecet/robek)
Luka luar dapat dilihat dari tanda-tanda timbulnya kemerahan pada
kulit hingga robekan kulit yang mengeluarkan darah.
b. Kram (cramp/kejang otot)
Kejang otot disebabkan oleh terjadinya kelelahan otot,
dehidrasi, menurunnya kadar kalsium dan kalium dalam darah.
Bagian otot yang paling sering kelelahan adalah betis (sering disebut
dengan istilah naik betis) meskipun otot paha juga cukup rentan
mengalami hal serupa.
c. Robekan otot, putus tendon, pecah tendon (tendon rupture)
Secara tradisional, kedua cidera yang pertama ini dikenal
sebagai keseleo. Cidera ini biasanya disebabkan oleh kurangnya
pemanasan, peregangan, atau tackling keras pada lutut/mata kaki.
Robekan/putus tendon ditandai dengan gangguan gerakan sendi.
Tendon yang putus akan segera tertarik oleh otot dan sulit disatukan
dengan bagian tendon lainnya yang melekat ke tulang. Tendon yang
putus memerlukan tindakan pembedahan. Terkadang, tendon dapat
pula bergeser dari tempatnya melekat.
d. Patah/Retak tulang
Patah tulang kecil maupun tulang panjang dapat terjadi
dalam sepakbola. Kesalahan posisi tubuh dalam mendarat atau
tackling keras dapat menimbulkan patah tulang. Jika terjadi, pemain
akan merasakan nyeri hebat. Kelainan bentuk tulang dapat segera
diamati jika patah tulang mengalami pergeseran fragmen (sliding).
Jika tidak tampak kelainan bentuk tulang, patah tulang dapat dikenali
dengan timbulnya bunyi crepitatio (seperti krek, krek) ketika kedua
fragmen tulang digerakkan.
Patah tulang pada tulang pipa betis dapat segera diamati
dengan adanya malformasi (kecacatan) . Namun, patah tulang pada
bagian paha sukar diamati. Patah tulang paha sangat mungkin
menimbulkan perdarahan yang banyak, nyeri yang hebat karena
memendekknya otot paha sehingga penderita akan segera masuk ke
dalam keadaan shock akibat perdarahan.
e. Trauma tumpul (pukulan/sikutan/tendangan) ke arah tubuh
Trauma tumpul pada daerah perut, pada awalnya, akan
menunjukkan jejas (tanda cidera) pada kulit di mana terjadi
benturan. Jika benturan bersifat keras dan mengenai organ dalam
perut seperti usus, lambung, hati, pankreas, dan limpa maka
perdarahan akan terjadi karena luka robek.
3. Macam Cidera Olahraga
Beberapa olahraga dengan gerakan otot yang berulang, seperti
senam, lari, tenis, sepak bola, dapat menjadi faktor terjadinya cidera
kronik / overuse selain itu cidera olahraga juga dapat terjadi secara akut
/ traumatic seperti memar (contusio), keseleo (Sprain), strain dan patah
tulang (fracture) yang diakibatkan karena benturan keras secara
langsung. (Nurcahyo, 2010)
a. Memar(contusio)
Memar merupakan cidera yang menyebabkan perdarahan
pada atau dibawah kulit tetapi tidak merobek kulit.
b. Patah Tulang (Fraktur)
Patah tulang merupakan cidera yang serius tidak hanya pada
jaringan lunak, tetapi juga jaringan lunak disekitarnya dan patah
tulang ini dapat terjadi akibat cidera trauma, seperti pukulan
langsung pada tulang
c. Kram otot (Muscle Crams)
Kram otot adalah tertariknya atau kontraksi otot yang sangat
hebat secara tiba-tiba diluar koordinasi kontraksi serat-serat otot
dan dapat terjadi pada semua otot pada tubuh
d. Pingsan
Pingsan merupakan kondisi akut yang membuat orang tidak
sadarkan diri secara mendadak apabila aliran darah ke otak
terganggu.
e. Perdarahan
Perdarahan dapat terjadi akibat goresan benda tajam pada
bagian kulit yang menyebabkan pembuluh darah terluka
f. Lecet
Luka lecet sering dialami akibat dari kecelakaan dirumah
seperti tergores pisau atau terkena benda tajam lainya baik dengan
sengaja maupun tidak sengaja yang dapat membuat luka
4. Penyebab
Cidera yang dialami oleh seseorang yang melakukan aktivitas
fisik dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor penyebab
terjadinya cidera, sebagai berikut (Dhwiana, 2017):
a. External violence (sebab-sebab yang terjadi dari luar) yaitu cidera
yang timbul / terjadi karena pengaruh atau sebab yang berasal dari
luar. Luka atau cidera yang timbul bisa berasal dari luar seperti,
luka lecet, robek kulit, tendon / memar dan feraktur.
b. Internal violence (sebab- sebab yang berasal dari orang tersebut)
cidera ini terjadi karena koordinasi otot-otot dan sendi yang kurang
sempurna, sehingga menimbulkan gerakan-gerakan yang salah
sehingga menimbulkan cidera. Macam cidera dapat berupa
robeknya otot, sendi atau ligamentum.
c. Over use (pemakai terus menerus terlalu lelah) cidera ini terjadi
karena pemakaian otot yang berlebihan. Biasanya cidera akibat
over use terjadinya secara perlahan-lahan (bersifat keronis). Gejala-
gejala dapat ringan yaitu kekuatan otot, strain, sprain dan yang
paling parah adalah terjadi stress fraktur.
5. Pencegahan Cidera
Pencegahan cidera adalah suatu ramalan mengenai suatu kondisi
individu yang berisiko untuk mengalami cidera sebagai akibat dari
kondisi lingkungan yang berhubungan dengan sumber-sumber adaptif
dan pertahanan. Pencegahan cidera dapat dilakukan dengan
menggambarkan apa saja hal-hal yang dapat menyebabkan cidera, apa
saja jenis cidera yang dapat terjadi, apa bahayanya, serta apa yang akan
dilakukan bila cidera itu terjadi. (Sumartiningsih, 2012)
B. Buku Panduan cedera
Buku panduan pengetahuan cideraadalahh buku pengajaran
tentangpenjelasan yang dapat mengarahkan atau memberi petunjuk
mengenai pengetahuan tentang cidera, dan mudah mana. Buku panduan
dapat digunakan sebagai sumber belajar dan untuk mempermudah siswa
dalam mempelajari materi pembelajaran. (Dewantara, 2016)
C. Pertolongan pertama
Pertolongan Pertama Pada CideraOlahraga Pertolongan pertama adalah
pertolongan sementara yang diberikan kepada korban yang sakit mendadak
atau mendapat kecelakaan sebelum mendapat pertolongan dari seorang ahli
(dokter) atau petugas [Link] pertama adalah meliputi segala
sesuatu yang harus dipersiapkan untuk memberikan perawatan darurat pada
saat terjadi ciderasecara tiba- tiba. Tujuan dari pertolongan pertama ini
adalah untuk merawat orang yang mengalami ciderasebelum mereka
mendapatkan pengobatan secara medis. (Moh. Baharuddin, 2013)
D. Prinsip-prinsip penanganan cidera
1. Penanganan dengan system RICE
RICE memang berarti beras/nasi dalam Bahasa Inggris, namun
RICE yang dimaksud adalah penanganan pada saat cidera, berikut
pengertian tentang RICE: (Dewantara, 2016)
a. Rest
Biasa juga diartikan dengan istirahat, yang dimaksudkan
dengan istirahat ini, bahwa bagian tubuh yang cidera tersebut
diistirahatkan dari aktivitas. Disini sering terdapat kekeliruan oleh
masyarakat kita, kekeliruan yang biasa sering dijumpai, bahwa
cidera yang dialami biasanya akan dibawa langsung ke tukang pijat.
Inilah kekeliruan dasar yang terkadang dilakukan oleh beberapa
dari kita.
Tahukah anda pengaruh bila cidera akut diberikan pijatan?
Penjelasannya seperti ini, setiap kasus cidera akut, maka
pembuluh darah disekitar daerah cidera akan mengalami
vasiodilatasi alias pelebaran pembuluh darah. Sedangkan bila anda
ke tukang pijat, dan memijat daerah yang cidera, hanya akan
menambah pembengkakan yang terjadi. Bila dibayangkan, bila
cidera yang memang sudah bengkak, terus dipijat lagi?? Pastinya
akan tambah bengkak!!
Setelah anda istirahat, lanjutkan penanganan ke metode berikutnya.
b. Ice
Ice yang dimaksud kali ini, yakni pemberian es di daerah
yang cidera, tujuan dari pemberian es ini yaitu agar pembuluh darah
yang tadinya melebar (vasodialatasi), menjadi menyempit
(vasokonstriksi), sehingga dengan adanya penyempitan
(vasokontriksi) pembuluh darah, maka akan disertai dengan
menurunnya aktualitas bengkak dan nyeri pada daerah yang cidera.
c. Compress
Compress atau penekanan biasa diartikan dengan
memberikan elastic perban didaerah yang cidera. Pemberian
penekanan dengan menggunakan elastic perban ini dimaksudkan
untuk member penekanan pada daerah yang bengkak, sehingga
cidera yang bengkak tadi menjadi berkurang bengkaknya.
d. Elevate
Metode yang terakhir ini berarti meninggikan daerah tubuh
yang cidera tersebut. Tujuan dari meninggikan daerah yang cidera
tersebut yaitu untuk membuat sirkulasi darah didaerah cidera
menjadi lancar.
E. Pengetahuan
1. pengertian
Pengetahuan merupakan informasi yang ditemui dan
diperoleh oleh manusia melalui pengamatan akal untuk mengenali
suatu benda atau kejadian yang belum pernah dilihat atau dirasakan
sebelumnya. Seringkali pengetahuan dijadikan sebagi acuhan untuk
mengetahui tingkat kecerdasan seseorang. (Ushuluddin, 2010)
Pengetahuan tentang cideraolahraga, dapat menjadi antisipasi
bagi mahasiswa dan lulusan dalam melakukan aktivitas sebagai praktisi
olahraga, sehingga mereka dapat memberikan pertolongan pertama
pada cideradengan cepat dan tepat, dan dapat melakukan pencegahan
terjadinya ciderabaik untuk diri sendiri maupun orang lain. Pentingnya
memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan dan
pencegahan cideraolahraga bagi. (Simatupang, 2016)
2. faktor mempengaruhi
faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan antara lain
(firdaus, 2015):
a. pendidikan
Pendidikan Tingkat pendidikan seseorang akan berpengaruh
dalam memberi respon terhadap sesuatu yang datang dari luar.
Orang yang berpendidikan tinggi akan memberikan respon yang
lebih rasional terhadap informasi yang datang.
b. Paparam media massa
Paparan Media Massa Melalui berbagai media baik cetak
maupun elektronik berbagai informasi dapat diterima masyarakat,
sehingga seseorang yang lebih sering terpapar media massa (TV,
radio, majalah, pamflet) akan memperoleh informasi yang lebih
banyak dibandingkan dengan orang yang tidak pernah terpapar
informasi media.
c. Ekonomi
Usaha memenuhi kebutuhan pokok (primer) maupun
kebutuhan sekunder, keluarga dengan status ekonomi baik akan
lebih mudah tercukupi dibandingkan keluarga dengan status
ekonomi rendah.
d. Hubungan sosial
Manusia adalah makhluk sosial dimana dalam kehidupan
saling berinteraksi antara satu dengan yang lain.
e. Pengalaman
Pengalaman seorang individu tentang berbagai hal biasa
diperoleh dari lingkungan kehidupan dalam proses
perkembangannya, misal sering mengikuti kegiatan.
F. Keterampilan
1. Pengertian
Keterampilan Keterampilan adalah kemampuan seseorang
menerapkan pengetahuan kedalam bentuk tindakan. Keterampilan
seseorang dipengaruhi oleh pendidikan dan latihan (Shen et all, 2008).
2. Faktor-faktor Yang mempengaruhi
a. Pengetahuan
Pengetahuan mencakup segenap apa yang diketahui tentang
objek tertentu dan disimpan dalam ingatan.
b. Pengalaman
Pengalaman akan memperkuat kemampuan dalam
melakukan sebuah tindakan (keterampilan).
c. Keinginan/motivasi
Merupakan sebuah keinginan yang membangkitkan motivasi
dalam diri seseorang dalam rangka mewujudkan tindakan-tindakan
tersebut.
G. Penanganan perawat medis
Semua olahraga memiliki risiko cidera, dimana pada saat cidera,
kualitas dan performa atlet di lapangan akan [Link] dua jenis cidera
dalam berolahraga. Cidera langsung (traumatic injury) maupun tidak
langsung (overuse injury).Traumatic injury di sini dapat dilihat dengan
jelas penyebabnya. Misalnya jatuh, salah gerak, tertabrak, dan lain-lain
sehingga menyebakan robekan/putusnya jaringan lunak (soft tissue) seperti
ligamen, otot, tendon hingga terjadinya fraktur (patah tulang). Pada kondisi
yang seperti ini, diperlukan penanganan medis professional seperti
dokter,perawat atau fisioterapis. (Tim Bantuan Medis BEM IKM FKUI,
2015)
H. Kerangka Teori
Faktor yang Faktor yang
mempengaruhi mempengaruhi
pengetahuan : keterampilan :
1. Pendidikan
1. Pengetahuan
2. Paparan media massa
3. Ekonomi 2. Pengalaman
4. Hubungan social
5. Pengalaman 3. Keinginan /
motivasi
Pengetahuan Keterampilan
Pendidikan Kesehatan
Penatalaksanaan cedera
Bagan 2.1 Kerangka Teori
Sumber : (Shen et all, 2008)
Artanayasa, W. and Putra, A. (2014) ‘Ciderapada pemain sepakbola 1)’, pp. 345–
353.
Dewantara (2016) ‘SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna
Memperoleh Gelar Sarjana Olahraga Oleh : Julian Dewantara’.
‘Dhwiana’ (2017).
firdaus, nora (2015) ‘Perbandingan Metode Pendidikan..., Aita Nora Firdaus, S1
Keperawatan UMP, 2015’, (2010), pp. 1–10.
Graha, S. A. and Priyonoadi, B. (2012) ‘Terapi Massage Frirage’, pp. 1–95.
Moh. Baharuddin (2013) ‘Penanganan cideraolahraga pada atlet (pplm) dan (ukm)
ikatan pencak silat indonesia dalam kegiatan kejurnas tahun 2013’, Unesa, 2, p.
13. Available at: [Link]
olahraga/issue/view/633.
Nurcahyo, F. (2010) ‘Pencegahan Cideradalam Sepakbola’, Medikora, VI(1), pp.
65–76.
Shen, Li , Farid, Hany, Mcpeek, M. A. (2008) ‘[ No Title ]’, Evolution, pp. 1–14.
Simatupang, N. (2016) ‘Pengetahuan CideraOlahraga Pada Mahasiswa Fakultas
Ilmu Keolahrgaan UNIMED’, Jurnal Pedagogik Keolahragaan, 2(1), pp. 31–42.
Sumartiningsih, S. (2012) ‘CideraKeseleo pada Pergelangan Kaki (Ankle
Sprains)’, Juli Disetujui: Juni, 2, pp. 2088–6802. Available at:
[Link]
Tim Bantuan Medis BEM IKM FKUI (2015) ‘Modul Penanganan
CideraOlahraga’, Tim Bantuan Medis BEM IKM FKUI, pp. 1–13.
Ushuluddin (2010) ‘TEORI PENGETAHUAN IMMANUEL KANT DAN
IMPLIKASINYA TERHADAP BATAS ILMU Irfan Noor’, 9(1), pp. 43–58.
Artanayasa, W. and Putra, A. (2014) ‘Ciderapada pemain sepakbola 1)’, pp. 345–
353.
Dewantara (2016) ‘SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna
Memperoleh Gelar Sarjana Olahraga Oleh : Julian Dewantara’.
‘Dhwiana’ (2017).
firdaus, nora (2015) ‘Perbandingan Metode Pendidikan..., Aita Nora Firdaus, S1
Keperawatan UMP, 2015’, (2010), pp. 1–10.
Graha, S. A. and Priyonoadi, B. (2012) ‘Terapi Massage Frirage’, pp. 1–95.
Moh. Baharuddin (2013) ‘Penanganan cideraolahraga pada atlet (pplm) dan (ukm)
ikatan pencak silat indonesia dalam kegiatan kejurnas tahun 2013’, Unesa, 2, p.
13. Available at: [Link]
olahraga/issue/view/633.
Nurcahyo, F. (2010) ‘Pencegahan Cideradalam Sepakbola’, Medikora, VI(1), pp.
65–76.
Shen, Li , Farid, Hany, Mcpeek, M. A. (2008) ‘[ No Title ]’, Evolution, pp. 1–14.
Simatupang, N. (2016) ‘Pengetahuan CideraOlahraga Pada Mahasiswa Fakultas
Ilmu Keolahrgaan UNIMED’, Jurnal Pedagogik Keolahragaan, 2(1), pp. 31–42.
Sumartiningsih, S. (2012) ‘CideraKeseleo pada Pergelangan Kaki (Ankle
Sprains)’, Juli Disetujui: Juni, 2, pp. 2088–6802. Available at:
[Link]
Tim Bantuan Medis BEM IKM FKUI (2015) ‘Modul Penanganan
CideraOlahraga’, Tim Bantuan Medis BEM IKM FKUI, pp. 1–13.
Ushuluddin (2010) ‘TEORI PENGETAHUAN IMMANUEL KANT DAN
IMPLIKASINYA TERHADAP BATAS ILMU Irfan Noor’, 9(1), pp. 43–58.
Artanayasa, W. and Putra, A. (2014) ‘Ciderapada pemain sepakbola 1)’, pp. 345–
353.
Dewantara (2016) ‘SKRIPSI Diajukan kepada Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Yogyakarta untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna
Memperoleh Gelar Sarjana Olahraga Oleh : Julian Dewantara’.
‘Dhwiana’ (2017).
firdaus, nora (2015) ‘Perbandingan Metode Pendidikan..., Aita Nora Firdaus, S1
Keperawatan UMP, 2015’, (2010), pp. 1–10.
Graha, S. A. and Priyonoadi, B. (2012) ‘Terapi Massage Frirage’, pp. 1–95.
Moh. Baharuddin (2013) ‘Penanganan cideraolahraga pada atlet (pplm) dan (ukm)
ikatan pencak silat indonesia dalam kegiatan kejurnas tahun 2013’, Unesa, 2, p.
13. Available at: [Link]
olahraga/issue/view/633.
Nurcahyo, F. (2010) ‘Pencegahan Cideradalam Sepakbola’, Medikora, VI(1), pp.
65–76.
Shen, Li , Farid, Hany, Mcpeek, M. A. (2008) ‘[ No Title ]’, Evolution, pp. 1–14.
Simatupang, N. (2016) ‘Pengetahuan CideraOlahraga Pada Mahasiswa Fakultas
Ilmu Keolahrgaan UNIMED’, Jurnal Pedagogik Keolahragaan, 2(1), pp. 31–42.
Sumartiningsih, S. (2012) ‘CideraKeseleo pada Pergelangan Kaki (Ankle
Sprains)’, Juli Disetujui: Juni, 2, pp. 2088–6802. Available at:
[Link]
Tim Bantuan Medis BEM IKM FKUI (2015) ‘Modul Penanganan
CideraOlahraga’, Tim Bantuan Medis BEM IKM FKUI, pp. 1–13.
Ushuluddin (2010) ‘TEORI PENGETAHUAN IMMANUEL KANT DAN
IMPLIKASINYA TERHADAP BATAS ILMU Irfan Noor’, 9(1), pp. 43–58.